Garis besar topik

    • Identitas nasional adalah jati diri atau kepribadian yang dimiliki suatu bangsa yang membedakan dengan negara yang lainnya. Jadi, identitas nasional bisa dikatakan sebagai ciri yang dimiliki suatu bangsa.

      Secara etimologis, istilah identitas nasional berasal dari kata 'identitas' dan 'nasional bangsa lain.

      Berikut ini ciri-ciri identitas nasional, unsur, fungsi, jenis, faktor, dan contohnya yang perlu diketahui :

      1. Memiliki Keinginan Untuk Merdeka

      Masyarakat Indonesia mengetahui bahwa bangsa dan negara Indonesia pernah dijajah oleh bangsa asing. Bahkan, penjajahan tersebut terjadi dalam kurun waktu yang cukup lama hingga menimbulkan perbudakan dan kerja paksa di banyak tempat.

      Dengan alasan untuk merdeka, seluruh bangsa Indonesia berusaha untuk melawan semua penjajahan yang dilakukan oleh bangsa lain.

      Selain itu, dengan bangsa Indonesia ingin bersama-sama lepas dari belenggu para penjajah. Karena alasan itulah maka muncul karakteristik identitas nasional.

      2. Persatuan dan Kesatuan Indonesia

      Indonesia adalah negara kepulauan, pulau yang ada Indonesia begitu banyak, mulai Sabang hingga Merauke. Miangas hingga Rote.

      Setiap pulau memiliki adat, kebudayaan, bahasa, dan tradisinya masing-masing sehingga setiap masyarakat Indonesia harus saling menghargai setiap perbedaan tersebut.

      Maka, karakteristik identitas nasional yang kedua adalah persatuan dan kesatuan Indonesia.

      Identitas nasional negara Indonesia dituliskan secara resmi dalam UUD 1945 Pasal 35 sampai 36. Berikut adalah unsur-unsur identitas nasional:

      1. Bendera Indonesia

      2. Bahasa Indonesia

      3. Lambang Negara Indonesia

      4. Semboyan Bangsa Indonesia

      5. Lagu Kebangsaan Indonesia

      6. Dasar Falsafah Negara

      7. Konstitusi Negara Indonesia

      8. Bentuk Negara Indonesia

      9. Sistem Indonesia

      Adapun fungsi dari identitas nasional dibagi menjadi tiga, yaitu:

      1. Sebagai Alat Untuk Mempersatukan Bangsa

      Fungsi pertama dari identitas nasional yang pertama adalah sebagai alat untuk mempersatukan bangsa sehingga kehidupan sosial yang dijalani bisa berjalan dengan aman dan damai.

      Dengan kata lain, tanpa adanya identitas nasional, suatu bangsa akan sulit untuk disatukan.

      2. Sebagai Landasan Negara

      Setiap negara memiliki landasan negara supaya bisa membuat suatu negara terus berkembang. Landasan negara itu menjadi fungsi kedua dari identitas nasional.

      Adanya landasan negara bisa membuat cita-cita bangsa dan negara menjadi terwujud.

      3. Sebagai Karakteristik Bangsa dan Pembeda dari Bangsa Lain

      Fungsi ketiga dari identitas nasional yang ketiga adalah sebagai karakteristik bangsa sehingga berbeda dengan negara lain.

      Dengan begitu, suatu negara tidak pernah kehilangan jati dirinya dan tetap mempertahankan nilai-nilai kebudayaannya.

      Ada banyak faktor-faktor yang membentuk identitas nasional suatu bangsa. Faktor-faktor tersebut meliputi:

      1. Faktor Objektif

      Faktor objektif ini meliputi faktor geografis dan demografis. Kondisi geografi yang membentuk Indonesia sebagai negara kepulauan yang memiliki iklim tropis.

      Indonesia juga terletak di wilayah Asia Tenggara, hal ini memengaruhi adanya perkembangan kehidupan ekonomi, sosial, dan budaya bangsa Indonesia.

      2. Faktor Subjektif

      Faktor subjektif ini meliputi faktor sosial, politik, kebudayaan, dan sejarah yang dimiliki bangsa Indonesia.

      Faktor-faktor ini sangat memengaruhi proses terbentuknya masyarakat Indonesia dan juga identitas bangsa Indonesia.

      3. Faktor Primer

      Faktor primer ini meliputi etnis, teritorial, bahasa, dan agama. Indonesia merupakan bangsa yang memiliki berbagai macam budaya, bahasa, dan agama.

      Meski unsur-unsur tersebut berbeda-beda dan memiliki ciri khas masing-masing, hal tersebut bisa menyatukan masyarakat menjadi bangsa Indonesia.

      Persatuan yang terjadi itu tidak serta merta menghilangkan keanekaragaman yang memang sudah ada di dalam masyarakat Indonesia maka itu lahirlah istilah Bhinneka Tunggal Ika, yang memiliki arti berbeda-beda, tetapi tetap satu jua.

      4. Faktor Pendorong

      Faktor ini meliputi komunikasi dan teknologi, seperti lahirnya angkatan bersenjata dalam kehidupan negara. Dalam hubungan ini, ilmu pengetahuan dan teknologi dalam suatu bangsa merupakan identitas nasional yang dinamis.

      Maka itu, pembentukan identitas nasional yang dinamis ini dipengaruhi oleh kemampuan dan prestasi masyarakat Indonesia.

      Semuanya tergantung apakah bangsa Indonesia mau dan mampu membangun bangsa untuk memajukan bangsa dan negara Indonesia.

      5. Faktor Penarik

      Faktor penarik ini meliputi bahasa, birokrasi yang tumbuh dan sistem pendidikan. Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang sudah ditetapkan menjadi bahasa nasional dan kesatuan nasional.

      Masing-masing suku yang ada di Indonesia masih tetap menggunakan bahasa dari daerahnya masing-masing.

      6. Faktor Reaktif

      Faktor reaktif ini meliputi dominasi, pencarian identitas dan juga penindasan. Seperti yang sudah diketahui bahwa bangsa Indonesia pernah dijajah beratus-ratus tahun oleh bangsa asing. Hal ini menghadirkan memori bagi rakyat Indonesia.

      Memori akan perjuangan, penderitaan, dan semangat yang hadir dalam masyarakat untuk memperjuangkan kemerdekaan.