Garis besar topik
-
-
Definisi Lingkungan Alami:
Lingkungan alami merujuk pada semua komponen fisik, kimia, biologis, sosial, dan budaya di sekitar organisme atau kelompok organisme tertentu. Ini mencakup unsur-unsur seperti udara, air, tanah, flora, fauna, manusia, serta interaksi kompleks antara mereka. Lingkungan alami memiliki peran penting dalam mendukung kehidupan dan menjaga keseimbangan ekosistem.
Ciri-ciri Lingkungan Alami:
Keanekaragaman Hayati:
- Definisi: Keanekaragaman organisme dan ekosistem dalam suatu wilayah.
- Ciri: Berbagai spesies tumbuhan, hewan, dan mikroorganisme.
Siklus Materi dan Energi:
- Definisi: Pergerakan dan transformasi materi dan energi di dalam ekosistem.
- Ciri: Proses fotosintesis, respirasi, dekomposisi, dan siklus biogeokimia.
Interaksi Ekologis:
- Definisi: Hubungan timbal balik antara organisme dan lingkungannya.
- Ciri: Predasi, simbiosis, dan kompetisi antar spesies.
Kualitas Air, Udara, dan Tanah:
- Definisi: Keadaan fisik dan kimia dari unsur-unsur ini dalam ekosistem.
- Ciri: Pencemaran air, polusi udara, dan degradasi tanah.
Contoh Lingkungan Alami:
Hutan Hujan Amazon:
- Keanekaragaman: Ribuan spesies flora dan fauna.
- Siklus: Proses fotosintesis dan respirasi tanaman.
Lautan dan Terumbu Karang:
- Interaksi Ekologis: Hubungan mutualisme antara ikan dan terumbu karang.
- Kualitas: Pencemaran oleh plastik dan peningkatan suhu air.
Kasus Lingkungan Alami:
Deforestasi di Hutan Amazon:
- Ciri: Menurunnya keanekaragaman hayati, perubahan iklim lokal.
- Contoh: Pembabatan hutan untuk pertanian dan penambangan.
- Solusi: Penerapan kebijakan perlindungan hutan, pengembangan pertanian berkelanjutan.
Solusi Lingkungan Alami:
Pengelolaan Sampah Plastik:
- Ciri: Pencemaran lingkungan oleh plastik.
- Contoh: Pembuatan produk ramah lingkungan, kampanye pembersihan sampah plastik.
- Solusi: Daur ulang plastik, pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, edukasi masyarakat.
Referensi:
- Miller, G. T., & Spoolman, S. (2019). Environmental Science. Cengage Learning.
- Cunningham, W. P., Cunningham, M. A., & Saigo, B. W. (2016). Environmental Science: A Global Concern. McGraw-Hill.
- Carson, R. (1962). Silent Spring. Houghton Mifflin. (Referensi klasik mengenai dampak pestisida terhadap lingkungan.)
Jurnal-Jurnal:
Journal of Environmental Management:
- Referensi: Journal of Environmental Management
Environmental Science & Technology:
- Referensi: Environmental Science & Technology
Nature:
- Referensi: Nature
Buku-Buku:
"Silent Spring" oleh Rachel Carson:
- Referensi: Silent Spring
"The Sixth Extinction: An Unnatural History" oleh Elizabeth Kolbert:
- Referensi: The Sixth Extinction
"Ecology: Concepts and Applications" oleh Manuel C. Molles Jr.:
- Referensi: Ecology: Concepts and Applications
"Ecology: From Individuals to Ecosystems" oleh Michael Begon, Robert W. Howarth, dan Colin R. Townsend:
- Referensi: Ecology: From Individuals to Ecosystems
-
Kesimpulan :
Umat manusia diutus Allah SWT sebagai wakilnya untuk memimpin bumi, di dalam Al Quran banyak disebut perkara perihal manusia adalah khalifah Allah yang diberi tanggung jawab atas kelestarian alam. Dalam Al Quran surah Al Baqarah ayat 30 dengan jelas Allah berfirman: Al Baqarah 30 Artinya: ΓÇ£Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, Aku hendak menjadikan khalifah di bumi. Mereka berkata, Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu? Dia berfirman, Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.ΓÇ¥ (QS. Al-Baqarah: 30). Selain diwajibkan untuk beribadah, Allah juga memberikan fasilitas yang bisa manusia panen di bumi sebagai bekal hidup. Namun karena sudah tabiatnya, keserakahan manusia akan harta benda membuatnya lalai akan tugas menjaga kelestarian alam.
Sehingga terbuktilah apa yang Allah firmankan dalam alquran surah Ar rum ayat 41-42 yang berbunyi: Ar Rum 41 Ar Rum 42 Artinya: ΓÇ£Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). Katakanlah (Muhammad), ΓÇ£Bepergianlah di bumi lalu lihatlah bagaimana kesudahan orang-orang dahulu. Kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah).ΓÇ¥ (QS. Ar-rum: 41-42) Ayat tersebut diturunkan untuk menegaskan bahwa ulah manusialah yang menjadi penyebab berbagai kerusakan yang terjadi di darat dan bahkan di laut. Dalam ayat tersebut Allah juga memperingatkan manusia untuk kembali ke jalan yang benar, tidak merusak alam sesuka hatinya demi menuruti nafsu diri, agar apa yang orang terdahulu alami tidak menimpa pada dirinya. Karena mereka yang melenceng dari jalan kebenaran sebagaimana nenek moyang mereka lakukan Allah katakan sebagai orang-orang musyrik. Berbagai bencana alam berupa kerusakan di darat dan di laut merupakan salah satu akibat dari kejahatan orang-orang yang berdosa. Kekeringan, banjir, gunung meletus, badai, semua itu bukan hanya faktor bencana alam, tapi juga akibat dari kejahilan tangan-tangan manusia.
Rasulullah SAW pernah bersabda: ΓÇ£Ketika ada orang yang sering berbuat dosa itu mati, maka hamba-hamba Allah SWT, seperti manusia, bumi, pohon dan hewan-hewan merasa legaΓÇ¥. (HR.Bukhori dan Muslim). Seperti yang sudah disebutkan di dalam Al quran, manusia punya tanggung jawab untuk menjaga kelestarian alam.
Climate Change sendiri biasanya mengacu pada terjadinya kenaikan suhu yang bersifat global yang terjadi pada pertengahan abad 20 hingga saat ini;
https://zerowaste.id/zero-waste-lifestyle/yang-perlu-diketahui-mengenai-climate-change/
Beberapa cara yang bisa Manusia lakukan untuk menjaga lingkungan agar ramah.
1. Menerapkan Prinsip 4R Apa saja 4R itu? Reduce, Reuse, Recycle dan juga Replant. Prinsip ini berguna untuk menaggulangi adanya bencana banjir yang sering terjadi. Apa maksud dari prinsip tersebut? Yang pertama yaitu Reduce yaitu mengurangi pemakian barang yang tidak berguna. Reuse yaitu memakai ulang barang yang masih bisa digunakan. Recycle yaitu mendaur ulang barang ataupun sampah untuk menjadi barang yang berguna. Replant yaitu menimbun sampah organik untuk dijadikan kompos. Dengan menggunakan prinsip tersebut diharapkan sampah yang ada di berbagai daerah dikurangi dengan kesadaran masing-masing masyarakat.
2. Reboisasi Hutan di berbagai negara menjadi paru-paru dunia. Jika ada hutan yang dirusak maka beberapa negara lain juga akan mendapatan efek tersebut. Tentunya yang akan menerima pertama akibatnya yaitu negara yang sudah merusak lingkungannya sendiri. Untuk itu jangan pernah merusak hutan yang ada. Jika and ingin menebang pohon, maka anda harus memiliki sikap tebang pilih dan menanam benih untuk pohon yang baru.
3. Bioremidiasi Limbah tidak hanya terjadi di industri saja, ada juga limbah rumah tangga. Tapi, yang sering menyebabkan efek yang terasa adalah limbah industri. Untuk itu suatu industri haruslah mengetahui apa itu bioremidiasi. Terutama untuk industri yang mengeluarkan banyak limbah berbahaya berupa zat-zat toksik. Dampaknya tidak hanya mencari lingukungan saja, tapi bisa mengganggu kesehatan masyarakat di daerah sekitar. Bioremidiasi ini yaitu pemanfaatan mikroba ataupun tanaman dari kontaminasi. Jadi limbah yang akan dibuang harus di bersihkan dahulu kontaminasinya. Jadi dengan adanya bioremidiasi ini limbah yang akan dibuang tidak menimbulkan dampak buruk bagi lingkungan.
4. Rehabilitasi Lahan Adanya rehabilitasi ini juga menjadi salah satu upaya untuk mengembalikan lahan secara ekologis. Rehabilitasi ini juga menjadi upaya untuk mengembalikan lingkungan fisik untuk bisa di fungsikan lagi. Tanggung jawab yang membuat rehabilitasi ini adalah pengusaha yang sudah melakukan penambangan di lahan tersebut. Jika hal ini tidak dilakukan, maka tanah akan menjadi tandus dan mati.
5. Reklamasi Pantai Reklamasi pantai merupakan kegiatan pemulihan pantai untuk menyelamatkan lahan yang ktitis dan mati untuk menjadi lahan yang lebih produktif. Adanya lahan kritis dikarenakan ulah penambangan pasir yang dilakukan oleh manusia. Nah dengan reklamasi pantai dan penanaman tembakau ini menjadi Cara Menanggulangi Kerusakan Lingkungan Hidup Akibat Ulah Manusia. Jika di perhitungkan antara penambangan pasir dan biaya yang dibutuhkan untuk reklamasi pantai tidaklah seberapa. Justru lebih banyak biaya yang digunakan untuk mereklamasi pantai.
Mari Rawat Lingkungan Demikian tadi beberapa cara yang bisa anda lakukan untuk menanggulangi kerusakan lingkungan yang terjadi. Lahan ataupun daerah yang sudah terkena bencana, jika tidak segera dilakukan penanggulangan, maka akan terjadi bencana yang sama dari sebelumnya
-
Link Bacaan :
Daftar Pustaka
1.
, Diakses tanggal 19 Desember 20202.http://staffnew.uny.ac.id/upload/130530813/pengabdian/lingkungan-alamiah.pdf, Diakses tanggal 19 Desember 2020
3.https://slideplayer.info/slide/2726741/, Diakses tanggal 19 Desember 2020
4.file:///C:/Users/acer/Desktop/Sholat%20Khusu/Statistik%20Lingkungan%20Hidup%20Indonesia%202020.pdf , Diakses tanggal 19 Desember 2020
5.https://translate.google.com/translate?hl=id&sl=en&u=https://www.slideshare.net/9913385890/natural-environment-34902999&prev=search&pto=aue, Diakses tanggal 19 Desember 2020
-
-