Garis besar topik

    • Kewarganegaraan dalam bahas latin  civis, selanjutnya dari kata civis dalam bahasa  Inggris  timbul  kata  civic,  artinya  mengenai  warga  negara  atau kewarganegaraan. Dari kata civic, terlahir kata civics, ilmu kewarganegaraan dan civic education atau pendidikan kewarganegaraan. Stanley E. Dimond dan Elmer F.Peliger  (1970:5) menyatakan  bahwa  secara  terminologis  civics  diartikan  sebagai  studi  yang berhubungan  dengan  tugas-tugas  pemerintahan  dan  hak-kewajiban  warganegara.

      Menurut  Zamroni,  pendidikan  kewarganegaraan  adalah  pendidikan demokrasi yang bertujuan untuk mempersiapkan warga masyarakat berpikir kritis dan  bertindak  demokratis.  Sedangkan  menurut  Merphin  Panjaitan,  pendidikan kewarganegaraan  adalah  pendidikan  demokrasi  yang  bertujuan  untuk  mendidik generasi  muda  menjadi  warga  negara  yang  demokratis  dan  partisipatif  melalui suatu  pendidikan  yang  dialogial.  Dalam  hal  ini  pendidikan  kewarganegaraan merupakan  suatu  alat  pasif  untuk  membangun  dan  memajukan  sistem  demokrasi suatu  bangsa.  Pembelajaran  merupakan  bagian  atau  elemen  yang  memiliki  peran yang  sangat  dominan  untuk  mewujudkan  kualitas  baik  proses  maupun  lulusan (output)  pendidikan.  Dan  hal  ini  pun  sangat  tergantung  pada  proses  belajar mengajarnya.

      Tujuan  utama  pendidikan  kewarganegaraan  adalah  untuk  menumbuhkan wawasan  dan  kesadaran  bernegara,  sikap  serta  perilaku  yang  cinta  tanah  air  dan bersendikan  kebudayaan  bangsa,  wawasan  nusantara,  serta  ketahanan  nasional dalam diri para calon-calon penerus bangsa yang sedang mengkaji dan menguasai ilmu  pengetahuan  dan  teknologi,  bahasa  serta  seni.  Mewujudkan  warga  negara sadar  belanegara  berlandaskan  pemahaman  politik  kebangsaan,  dan  kepekaan mengembangkan  jati  diri  dan  moral  bangsa  dalam  perikehidupan  bangsa.  Selain itu  juga  bertujuan  untuk  meningkatkan  kualitas  manusia  Indonesia  yang  berbudi luhur,  berkepribadian,  mandiri,  maju,  tangguh,  professional,  bertanggung  jawab dan  produktif  serta  sehat  jasamani  dan  rohani.  Fungsi  pendidikan kewarganegaraan  adalah  sebagai  wahana  untuk  membentuk  warga  negara  yang cerdas,  terampil  dan  berkepribadian  yang  setia  kepada  bangsa  dan  negara Indonesia  dengan  merefleksikan  dirinya  dalam  kebiasaan  berpikir  dan  bertindak sesuai dengan amanat Pancasila dan UUD 1945 (Depdiknas, 2001: 1)

      Standarisi pendidikan kewarganegaraan adalah pengembangan :

      1.      Nilai-nilai cinta tanah air

      2.      Kesadaran berbangsa dan bernegara

       3.      Keyakinan terhadap Pancasila sebagai ideologi Negara

       4.      Nilai-nilai demokrasi, hak asasi manusia dan lingkungan hidup

      5.      Kerelaan berkorban untuk masyarakat, bangsa, dan negara, serta

       6.      Kemampuan awal belanegara