Garis besar topik

    • Assalamualaikum rekan-rekan mahasiswa sekalian....semoga selalu dalam keadaan sehat wal'afiat dan di lindungi oleh Allah SWT.

      Pada pertemuan hari ini kita akan membahas materi mengenai  bagaimana Strategi Konpensasi dalam meningkatkan Kinerja karyawan...Yuukkk pahami penjelasan berikut.... 

       Kompensasi merupakan kunci utama dalam pengoperasian SDM suatu organisasi profesional, umumnya profit organization, dalam rangka memberikan balas jasa baik dalam bentuk finansial maupun non-finansial kepada para anggota organisasi yang telah memberikan kontribusi sehingga organisasi tersebut menghasilkan pendapatan dari modal yang sudah dikorbankan. Dalam memberikan kompensasi, masing-masing perusahaan mempunyai ΓÇ£gayaΓÇ¥ yang diterjemahkan kedalam kebijakan dan peraturan perusahaan kompensasi masing-masing.

      v KONPENSASI

       adalah total seluruh imbalan yang diterima para karyawan sebagai pengganti jasa yang telah mereka berikan.Kompensasi adalah fungsi manajemen sumber daya manusia yang berkaitan dengan semua bentuk penghargaan yang dijanjikan akan diterima karyawan sebagai imbalan dari pelaksanaan tugas dalam upaya pencapaian tujuan perusahaan.Jadi kompensasi dapat dikatakan sebagai timbal balik yang diberikan perusahaan kepada karyawan atas jasa-jasanya dalam mencapai tujuan perusahaan.

      Manajemen kompensasi yang baik adalah manajemen kompensasi yang mampu mendukung perusahaan dalam mencapai tujuan-tujuan bisnis yang diinginkan seluruh stakeholder. Oleh karena itu harus mampu mendukung kepentingan perusahaan, karyawan, pemegang saham dan masyarakat pada umumnya.

      Untuk mencapai tujuan kompensasi tersebut maka perusahaan harus mengkaitkannya dengan strategi bisnis yang akan dicapai serta budaya yang ada di perusahaan tersebut. Sehingga terjadi keselarasan antara apa yang ingin dicapai oleh perusahaan dan iklim di perusahaan tersebut dengan strategi kompensasi yang akan diterapkan. Jangan sampai terjadi dimana misalnya:

      1.      Kondisi perusahaan dan industri perusahaan tersebut sedang menurun namun diterapkan strategi kompensasi yang agresif dimana pemberian kompensasi karyawan diatas rata-rata pasar.

      2.      Iklim perusahaan atau budaya perusahaan yang mengedepankan kerjasama tim dalam pencapaian tujuan organisasi namun strategi kompensasi yang diterapkan lebih banyak menghargai pencapaian individu.

       Strategi kompensasi yang komprehensif dapat menjadi dasar untuk menciptakan lingkungan yang mengakui dan menghargai kinerja karyawan dan membantu membangun budaya keterlibatan karyawan yang kuat.

      Organisasi akan sesukses dalam pendekatan mereka untuk mempekerjakan orang yang tepat, menetapkan ekspektasi yang jelas, mengelola kinerja dan mengenali serta memberi penghargaan kepada karyawan atas pekerjaan yang dilakukan dengan baik.

        v KINERJA

      Menurut Anwar prabu Mangkunegara (200:67) adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang di capai oleh seseorang karywan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang di berikan kepadanya.

      Pada umumnya dalam membangun kinerja karyawan perusahaan akan memberikan bonus pada setia karyawannya jika mereka mendapat nilai baik dalam melakukan tugasnya. Bonus tersebut dapat menjadi motivasi bagi karyawan untuk meningkatkan kinerjanya.

       Penilaian kinerja atau prestasi kerja sebagai suatu kesuksesan yang dihasilkan seseorang dalam melaksanakan suatu pekerjaan. Tingkat keberhasilan seseorang dalam menyelesaikan pekerjaannya disebut dengan istilah ΓÇ£level of performanceΓÇ¥ atau level kinerja

       Karyawan yang memiliki level kinerja yang tinggi merupakan karyawan yang produktivitas kerjanya tinggi, begitu sebaliknya karyawan yang memiliki level kinerja tidak sesuai dengan standar yang ditetapkan, maka karyawan yang memiliki tsb merupakan karyawan yang tidak produktif .

       Menurut Veithzal Rivai, penilaian kinerja mengacu pada suatu sistem formal dan terstruktur yang digunakan untuk mengukur, menilai, dan mempengaruhi sifat-sifat yang berkaitan dengan pekerjaan, perilaku, dan hasil, termasuk tingkat ketidakhadiran.

      Faktor-faktor kinerja terdiri dari faktor internal dan faktor eksternal.
      1. Faktor internal (disposisional) yaitu faktor yang dihubungkan dengan sifat-sifat seseorang

      2.    Faktor eksternal yaitu faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja seseorang yang berasal dari lingkungan. Seperti perilaku, sikap, dan tindakan-tindakan rekan kerja, bawahan atau pimpinan, fasilitas kerja, dan iklim organisasi.

       Bagaimana....sekarang anda sudah bisa memahi mengenai pokok bahasan pertemuan ke 3 kita ini?... Untuk lebih mempertajam lagi pembahasan kita silahkan anda pelajari juga tutorial slide yang telah saya lampirkan dalam pertemuan ke 3 ini. Setelah itu silahkan kerjakan TUGAS yang saya berikan untuk topik bahasan kita kali ini sebagai wujud pemahaman anda semua. Terimakasih. 

      #DiRumahAja_JagaSelaluKesehatan

      *stay home

      *stay healty

      *stay happy


    • Gunakan layanan ini jika ada yang ingin di diskusikan dalam pertemuan ke 3 kali ini...tetapi jika terdapat hambatan khususnya koneksi web yang terkendala oleh jaringan internet, sehingga kita tidak dapat melakukan diskusi secara real time via layanan ini silahkan gunakan group chat WA yang sudah ada untuk kelas MANAJEMEN KONPENSASI