Garis besar topik
-
-

Assalamu'alaikum Wr. Wb
Selamat Siang... Tabik punn... Apa kabar anak-anakku semua yang saya banggakan
Dimanapun berada..., semoga selalu dalam keadaan sehat walafiat dan dalam Lindungan Allah SWT.Dalam semester ini kita akan melakukan beberapa kali pembelajaran dengan sistem daring, karena itu saya berpesan agar anda semua tetap semangat dan Stay at home kurangi aktivitas di luar.
Selamat datang di Mata kuliah Manajemen Konpensasi Jurusan Ilmu Ekonomi Manajemen IBI Darmajaya. Mata kuliah ini ditujukan bagi peserta didik yang sedang mengambil program S1 Sarjana Ekonomi pada jurusan Manajemen.
Mata kuliah Manajemen Konpensasi ini memiliki beban SKS sebesar 2 SKS, dengan kode Matakuliah : MAN 19263
Selamat mengikuti perkuliahan ini dengan baik,
Salam hangat dan tetap semangat !!
Wassalamu'alaikum Wr. WbBesti Lilyana, SH .,MM
-
DESKRIPSI MATAKULIAH
Mata kuliah Manajemen Konpensasi ini Mahasiswa mampu memahami tentang pengertian dan pengetahuan serta pemahaman dalam mengelola organisasi mulai dari merencanakan, pengorganisasian, pengendalian, pengawasan, motivasi, kepemimpinan dan menangani konflik dalam organisasi serta penggunaan sistem informasi manajemen
Dalam Manajemen Konpensasi ini akan dibahas beberapa materi. Pada pertemuan pertama ini membahas mengenai Ruang lingkup manajemen konpensasi yang terkait didalamnya sebagai berikut:
1. Pengertian Manajemen konpensasi
2. Filosofi Manajemen Konpensasi
3. Tujuan Manajemen Konpensasi
4. Pentingnya Konpensasi
-
PETA PEMBELAJARAN
Secara garis besar, peta program pembelajaran yang akan kita lakukan adalah berdasarkan Silabus mata kuliah Manajemen Konpensasi . Dalam semester ini terdiri dari beberapa tahapan penyampaian materi pembelajaran yang dilakukan, baik dari sisi materi yang bertahap serta assesment yang dilakukan seperti, tugas, quis, uts maupun uas
-
STRUKTUR PELAKSANAAN
Struktur Pelaksanaan Perkuliahan matakuliah Manajemen Konpensasi ini, diharapkan seluruh Mahasiswa dapat menyelesaikan mata kuliah ini tepat waktu
Adapun struktur pelaksanannya adalah sebagai berikut:
Mahasiswa diwajibkan membaca setiap materi dan konten yang diberikan per pokok bahasan, yang diikuti dengan secara aktif berpartisipasi dalam diskusi dan pengerjaan tugas yang telah tersedia
- Setelah Mahasiswa menguasai 6 (enam) pokok bahasan, maka yang bersangkutan dapat mengikuti UTS
- Pada saat seluruh pokok bahasan telah dipahami dan dipelajari oleh Mahasiswa, maka yang bersangkutan dapat mengikuti UAS
- Semua bentuk aktivitas selama perkuliahan harus terdata di LMS ini
-
BOBOT PENILAIAN
Para Mahasiswa akan dievaluasi penguasaannya dan pemahamannya terhadap materi kuliah dengan menggunakan pendekatan sebagai berikut:
ΓÇó Tugas (30%) Individu (15%) dan kelompok (15%)
ΓÇó Presensi (5%) + keaktifan (5%) Latihan Soal per Pokok Bahasan (10%)
ΓÇó Ujian Tengah Semester (30%)
ΓÇó Ujian Akhir Semester (30%)
-
DOSEN PENGAMPU MATA KULIAH
Identitas Diri
Nama : Besti Lilyana, SH.,MM
NIK : 00850304
NIDN : 0208048101
TTL : Tanjung Karang, 8 April
Agama : Islam
Kantor : IIB Darmajaya Bandar Lampung
HP : 0821-8048-6697
Email : bestililyana@darmajaya.ac.id
Terima Kasih atas perhatiannya
-
-
Assalamualaikum rekan-rekan mahasiswa sekalian....semoga selalu dalam keadan sehat wal'afiat dan di lindungi oleh Allah SWT.
Dalam Pertemuan ke-2 kali ini kita akan berbicara mengenai Konpensasi upah, Keamanan dan kesehatan. Mengapa hal tersebut kita pelajari dalam mata kuliah Manajemen Konpensasi.hal ini di karenakan :
┬╖ Konpensasi Upah
Upah kerja merupakan unsur penting yang berpengaruh terhadap kehidupan pekerja, karena upah kerja merupakan sumber pendapatan untuk memnuhi kebutuhan hidup pekerja dan keluarganya baik berupa sandang, pangan, papan maupun kebutuhan lainnya. Undang-undang Ketenenagakerjaan No.13 tahun 2003 menyatakan Melindungi hak setiap pekerja memperoleh penghasilan untuk penghidupan yang layak sehingga pemerintah menetapkan upah minimum yang di dasarkan pada kebutuhan layak di setiap daerah.
Upah kerja merupakan imbalan yang di terima oleh pekerja atas jasa yang di berikan dalam memproduksi barang atau jasa di perusahaan. Pada dasarnya upah kerja haruslah sebanding dengan kontribusi dan produktifitas pekerja dalam perusahaan.
┬╖ Keamanan
Keamanan merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia yang dapat menjadi motivasi dan kepuasan kerja.
Secara social pekerja merupakan aset masyarakat dalam usaha meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan yang terkait dengan melakukan usaha untuk meningkatkan keselamatan kerja dan meningkatkan profesionalisme unit sumber daya manusia dalam mengelola produktifitas.
Keamanan adalah : Keadaan karyawan yang terbebas dari rasa takut dan bebas dari segala kemungkinan kecelakaan kerja.
Perusahaan dalam hal ini sumber daya manusia berkewajiban melakukan berbagai kegiatan dalam meningkatkan keselamatam dan kesehatan kerja seperti yang di haruskan oleh undang-undang secara tegas, sejauh itu di pikirkan sebagai usaha meningkatkan keselamatan kerja.
┬╖ Kesehatan
Kesehatan karyawan yang di maksud di sini adalah kesehatan jasmani dan rohani. Perusahaan memberikan berbagai tunjangan kesehatan perawatan kesehatan biasanya melalui perlindungan asurani
Pembinaan kesehatan karyawan merupakan suatu bentuk konpensasi non finansial yang sangat penting dalam organisasi. Dalam hal ini bidang manajemen SDM sangatlah penting dalam pemeliharaan kesehatan karyawan. Hal ini untuk memberikan kondisi kerja yang lebih sehat lebih bertanggung jawab atas kegiatan-kegiatan tersebut terutama bagi perusahaan yang mempunyai tingkat kecelakaan yang tinggi
Inilah penjelasan tutorial kita pada pertemuan ke 2 Manajemen konpensasi kali ini, Untuk lebih mempertajam pengetahuan anda semua silahkan juga pelajari slide tutorial yang juga saya lampirkan dalam KBM kita melalui lms ini.
kemudian setelah anda selesai memahami, silahkan selesaikan TUGAS yang saya berikan sebagai bentuk hasil pemahaman anda terhadap materi kuliah kita pada minggu ke 2 semester genap TA 2019/2020 ini.
Terimakasih...Tetap Semangat dan Jaga Selalu Kesehatan!...
-
Gunakan layanan ini jika ada yang ingin di diskusikan dalam pertemuan ke 2 kali ini...tetapi jika terdapat hambatan khususnya koneksi web yang terkendala oleh jaringan internet, sehingga kita tidak dapat melakukan diskusi secara real time via layanan ini silahkan gunakan group chat WA yang sudah ada untuk kelas MANAJEMEN KONPENSASI
-
-
-
-
Assalamualaikum rekan-rekan mahasiswa sekalian....semoga selalu dalam keadaan sehat wal'afiat dan di lindungi oleh Allah SWT.
Pada pertemuan hari ini kita akan membahas materi mengenai bagaimana Strategi Konpensasi dalam meningkatkan Kinerja karyawan...Yuukkk pahami penjelasan berikut....
Kompensasi merupakan kunci utama dalam pengoperasian SDM suatu organisasi profesional, umumnya profit organization, dalam rangka memberikan balas jasa baik dalam bentuk finansial maupun non-finansial kepada para anggota organisasi yang telah memberikan kontribusi sehingga organisasi tersebut menghasilkan pendapatan dari modal yang sudah dikorbankan. Dalam memberikan kompensasi, masing-masing perusahaan mempunyai ΓÇ£gayaΓÇ¥ yang diterjemahkan kedalam kebijakan dan peraturan perusahaan kompensasi masing-masing.
v KONPENSASI
adalah total seluruh imbalan yang diterima para karyawan sebagai pengganti jasa yang telah mereka berikan.Kompensasi adalah fungsi manajemen sumber daya manusia yang berkaitan dengan semua bentuk penghargaan yang dijanjikan akan diterima karyawan sebagai imbalan dari pelaksanaan tugas dalam upaya pencapaian tujuan perusahaan.Jadi kompensasi dapat dikatakan sebagai timbal balik yang diberikan perusahaan kepada karyawan atas jasa-jasanya dalam mencapai tujuan perusahaan.
Manajemen kompensasi yang baik adalah manajemen kompensasi yang mampu mendukung perusahaan dalam mencapai tujuan-tujuan bisnis yang diinginkan seluruh stakeholder. Oleh karena itu harus mampu mendukung kepentingan perusahaan, karyawan, pemegang saham dan masyarakat pada umumnya.
Untuk mencapai tujuan kompensasi tersebut maka perusahaan harus mengkaitkannya dengan strategi bisnis yang akan dicapai serta budaya yang ada di perusahaan tersebut. Sehingga terjadi keselarasan antara apa yang ingin dicapai oleh perusahaan dan iklim di perusahaan tersebut dengan strategi kompensasi yang akan diterapkan. Jangan sampai terjadi dimana misalnya:
1. Kondisi perusahaan dan industri perusahaan tersebut sedang menurun namun diterapkan strategi kompensasi yang agresif dimana pemberian kompensasi karyawan diatas rata-rata pasar.
2. Iklim perusahaan atau budaya perusahaan yang mengedepankan kerjasama tim dalam pencapaian tujuan organisasi namun strategi kompensasi yang diterapkan lebih banyak menghargai pencapaian individu.
Strategi kompensasi yang komprehensif dapat menjadi dasar untuk menciptakan lingkungan yang mengakui dan menghargai kinerja karyawan dan membantu membangun budaya keterlibatan karyawan yang kuat.
Organisasi akan sesukses dalam pendekatan mereka untuk mempekerjakan orang yang tepat, menetapkan ekspektasi yang jelas, mengelola kinerja dan mengenali serta memberi penghargaan kepada karyawan atas pekerjaan yang dilakukan dengan baik.
v KINERJA
Menurut Anwar prabu Mangkunegara (200:67) adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang di capai oleh seseorang karywan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang di berikan kepadanya.
Pada umumnya dalam membangun kinerja karyawan perusahaan akan memberikan bonus pada setia karyawannya jika mereka mendapat nilai baik dalam melakukan tugasnya. Bonus tersebut dapat menjadi motivasi bagi karyawan untuk meningkatkan kinerjanya.
Penilaian kinerja atau prestasi kerja sebagai suatu kesuksesan yang dihasilkan seseorang dalam melaksanakan suatu pekerjaan. Tingkat keberhasilan seseorang dalam menyelesaikan pekerjaannya disebut dengan istilah ΓÇ£level of performanceΓÇ¥ atau level kinerja
Karyawan yang memiliki level kinerja yang tinggi merupakan karyawan yang produktivitas kerjanya tinggi, begitu sebaliknya karyawan yang memiliki level kinerja tidak sesuai dengan standar yang ditetapkan, maka karyawan yang memiliki tsb merupakan karyawan yang tidak produktif .
Menurut Veithzal Rivai, penilaian kinerja mengacu pada suatu sistem formal dan terstruktur yang digunakan untuk mengukur, menilai, dan mempengaruhi sifat-sifat yang berkaitan dengan pekerjaan, perilaku, dan hasil, termasuk tingkat ketidakhadiran.
Faktor-faktor kinerja terdiri dari faktor internal dan faktor eksternal.
1. Faktor internal (disposisional) yaitu faktor yang dihubungkan dengan sifat-sifat seseorang2. Faktor eksternal yaitu faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja seseorang yang berasal dari lingkungan. Seperti perilaku, sikap, dan tindakan-tindakan rekan kerja, bawahan atau pimpinan, fasilitas kerja, dan iklim organisasi.
Bagaimana....sekarang anda sudah bisa memahi mengenai pokok bahasan pertemuan ke 3 kita ini?... Untuk lebih mempertajam lagi pembahasan kita silahkan anda pelajari juga tutorial slide yang telah saya lampirkan dalam pertemuan ke 3 ini. Setelah itu silahkan kerjakan TUGAS yang saya berikan untuk topik bahasan kita kali ini sebagai wujud pemahaman anda semua. Terimakasih.
#DiRumahAja_JagaSelaluKesehatan
*stay home
*stay healty
*stay happy
-
Gunakan layanan ini jika ada yang ingin di diskusikan dalam pertemuan ke 3 kali ini...tetapi jika terdapat hambatan khususnya koneksi web yang terkendala oleh jaringan internet, sehingga kita tidak dapat melakukan diskusi secara real time via layanan ini silahkan gunakan group chat WA yang sudah ada untuk kelas MANAJEMEN KONPENSASI
-
-
-
-
Assalamualaikum rekan-rekan mahasiswa yang saya banggakan!
Selamat datang di pertemuan kuliah daring MANAJEMEN KONPENSASI Pertemuan ke 4 ini....semoga selalu dalam keadan sehat wal'afiat dan di lindungi oleh Allah SWT.
Dalam Pertemuan ke 4 kali ini kita akan berbicara mengenai MOTIVASI, KOMITMEN DAN ENGAGEMENT SERTA SISTEM IMBALAN
mengapa mengenai hal ini kita pelajari dalam makul MANAJEMEN KONPENSASI kali ini, Tolong pahami penjelasan berikut :
Ayyyoookkkkk Semangattttt 😊…….
MOTIVASI
Mempuyai peranan yang sangat penting di dalam kinerja seorang SDM/pegawai, hal ini menyangkut langsung pada unsur manusia dalam organisasi. Motivasi merupakan pemberian daya penggerak yang menciptakan kegairahan kerja seseorang, agar mereka mau bekerjasama, bekerja efektif dan terintegritas dengan segala daya upayanya untuk mencapai kepuasan (Malayu SP. Hasibuan, 2003). Didalam Motivasi terdapat 2 Jenis, yaitu : (1) MOTIVASI INTRINSIK, Motivasi intrinsik merupakan motivasi yang arah rangsangannya datang dari dalam diri seseorang tanpa campur tangan faktor luar (Winkel, 1996), sedangkan menurut Amabile (1987) yang disebut sebagai penggerak secara psikologis dalam diri manusia atau The labor of love aspect adalah motivasi intrinsik.
Motivasi intrinsik secara utuh mengaitkan motivasi dengan pekerjaan itu sendiri sehingga seseorang akan merasa bahwa pekerjaannya itu menyenangkan , mengikat dan memuaskan bagi dirinya. Kebanggaan seorang karyawan pada pekerjaannya menjadi motivasi positif tersendiri baginya. Kebanggaan dalam bekerja dapat diwujudkan dengan memberikan tantangan dan penghargaan terhadap hasil kerja, sedangkan Tantangan kerja merupakan bagian dari eksistensi atau keberadaannya, jika ada tantangan dalam pekerjaannya itu karena adanya kepercayaan. Pada dasarnya pemberian tantangan bagi seorang karyawan adalah pemberian kepercayaan, sehingga ia akan merasa dihargai keberadaannya, namun harus diiringi dengan penghargaan yang sesuai apabila karyawan mencapai keberhasilan dalam menyelesaikan tugas yang diberikan kepadanya. (2) MOTIVASI EKSTRINSIK, Motivasi ekstrinsik didefinisikan sebagai motivasi yang arah rangsangannya datang dari luar diri seseorang. Seperti : Keinginan mendapat penghargaan, uang, trophi dan sebagainya merupakan contoh-contoh motivasi yang berasal dari luar individu. Secara umum, motivasi ekstrinsik lebih sering berbentuk kebendaan atau juga pujian.
Motivasi ekstrinsik berkaitan dengan imbalan yang diterima seseorang setelah selesai melakukan pekerjaan. Imbalan ini dapat berupa promosi, hubungan pribadi, gaji, upah, serta tunjangan, sehingga motivasi ekstrinsik ini berasal dari luar pribadi atau individu.
Menurut Sedarmayanti (2007) motivasi merupakan kesediaan mengeluarkan tingkat upah tinggi ke arah tujuan organisasi yang dikondisikan oleh kemampuan upaya untuk memenuhi kebutuhan individual. Motivasi pada dasarnya dapat mendorong karyawan untuk berbuat semaksimal mungkin dalam melaksanakan tugasnya karena meyakini bahwa dengan keberhasilan organisasi mencapai tujuan dan berbagai sasarannya,kepentingan-kepentingan pribadi pada anggota organisasi tersebut akan terpelihara.
┬╖ KOMITMEN
Komitmen Komitmen berasal dari kata Latin ΓÇ£CommitterΓÇ¥ yang berarti menggabungkan, menyatukan, mempercayai dan mengerjakannya (Snyder; 1994:97).Komitmen merupakan ΓÇ£ikatan psikologisΓÇ¥ dengan sebuah organisasi (Gruen cs dalam Bansal et.al 2004 Komitmen juga merupakan sikap yang menuntun atau menengahi respon nyata seseorang atau niat perilaku seseorang terhadap suatu benda.
Menurut Porter Komitmen karyawan adalah kekuatan yang bersifat relatif dari individu dalam mengidentifikasikan keterlibatan dirinya ke dalam bagian organisasi. Hal ini dapat ditandai dengan tiga hal yaitu :
1.Penerimaan terhadap nilai-nilai dan tujuan organisasi.
2. Kesiapan dan kesediaan untuk berusaha dengan sungguh-sungguh atas nama organisasi.
3. Keinginan untuk mempertahankan keanggotaan di dalam organisasi (Mowday.1982:27).
Menurut Richard M. Teers (Teers.1985:50) Komitmen karyawan adalah :
1.Rasa identifikasi yaitu kepercayaan terhadap nilai-nilai organisasi.
2. Keterlibatan yaitu kesediaan untuk berusaha sebaik mungkin demi kepentingan organisasi yang bersangkutan.
3. Loyalitas yaitu keinginan untuk tetap menjadi anggota organisasi.┬╖ Manfaat KomitmenPara pekerja yang benar-benar menunjukkan komitmen tinggi terhadap organisasi mempunyai kemungkinan yang jauh lebih besar untuk menunjukkan tingkat partisipasi yang tinggi dalam organisasiMemiliki keinginan yang lebih kuat untuk tetap bekerja pada organisasi yang sekarang dan dapat terus memberikan sumbangan bagi pencapaian tujuan
┬╖ Engagement
secara sederhana berarti komunikasi dua arah, yang menurut pakar komunikasi Wilbur Schramm (pada 1954) adalah komunikasi interaksional. ... Ia menyebutkan kalau hasil komunikasi yang baik adalah jika audiens memberikan perhatian dalam bentuk respon.
Ada tiga kategori karyawan menurut Gallup, yaitu:
1. Engaged: Tipe karyawan yang bekerja secara optimal dan mengerahkan seluruh kemampuannya. Orientasinya bukan sekadar menyelesaikan tugas, tetapi juga pencapaian tujuan organisasi. Ciri mereka adalah penuh gairah kerja dan selalu mencari ide untuk kemajuan perusahaan.
2. Not Engaged: Tipe karyawan yang hanya fokus pada tugas harian. Bagi mereka, yang penting menyelesaikan pekerjaan. Mereka cenderung menunggu perintah dan kurang inisiatif.
3. Actively Disengaged: Tipe karyawan yang tak memiliki semangat kerja, dan lebih banyak bersikap negatif atau menunjukkan perlawanan terhadap pekerjaan dan organisasinya.
┬╖ SIKAP KERJA
Gibson (1997), menjelaskan sikap sebagai perasaan positif atau negatif atau keadaan mental yang selalu disiapkan, dipelajari dan diatur melalui pengalaman yang memberikan pengaruh khusus pada respon seseorang terhadap orang, obyek ataupun keadaan. Sikap lebih merupakan determinan perilaku sebab, sikap berkaitan dengan persepsi, kepribadian dan motivasi.
Kenneth (1992 : 129) menjelaskan bahwa sikap kerja merupakan sikap seseorang terhadap pekerjaannya yang mencerminkan pengalaman yang menyenangkan dan tidak menyenangkan dalam pekerjaannya serta harapan-harapannya terhadap pengalaman masa depan.
Sikap kerja dapat dijadikan indikator apakah suatu pekerjaan berjalan lancar atau tidak. Jika sikap kerja dilaksanakan dengan baik, pekerjaan akan berjalan lancar. Jika tidak berarti akan mengalami kesulitan. Tetapi, bukan berarti adanya kesulitan karena tidak dipatuhinya sikap kerja, melainkan ada masalah lain lagi dalam hubungan antara karyawan yang akibatnya sikap kerjanya diabaikan. dapat dijadikan indikator apakah suatu pekerjaan berjalan lancar atau tidak. Jika sikap kerja dilaksanakan dengan baik, pekerjaan akan berjalan lancar. Jika tidak berarti akan mengalami kesulitan. Tetapi, bukan berarti adanya kesulitan karena tidak dipatuhinya sikap kerja, melainkan ada masalah lain lagi dalam hubungan antara karyawan yang akibatnya sikap kerjanya diabaikan.
Demikianlah sekilas gambaran tentang motivasi, komitmen dan Engagement serta Sistem Imbalan Untuk lebih memperluas pengetahuan anda semua silahkan juga pelajarI slide tutorial yang juga saya lampirkan dalam KBM kita melalui lms ini.
#TetapDiRumahAja__JagaSelaluKesehatan
Wassalam & Terimakasih
-
Gunakan layanan ini jika ada yang ingin di diskusikan dalam pertemuan ke 4 kali ini...tetapi jika terdapat hambatan khususnya koneksi web yang terkendala oleh jaringan internet, sehingga kita tidak dapat melakukan diskusi secara real time via layanan ini silahkan gunakan group chat WA yang sudah ada untuk kelas MANAJEMEN KONPENSASI.
-
-
-
-
-
-
Assalamualaikum & Selamat siang….Rekan-rekan mahasiswa yang berbahagia!....
Selamat menunaikan ibadah puasa!! bagi anda yang sedang melaksanakan ibadah puasa Ramadan tahun 1441 H kali ini….Semoga kita semua di deberi nikmat kesehatan dari Allah SWT dan kembali menjadi fitrah di Eid’Fitri nantiii…Aaminn…
Selamat datang pada pertemuan ke 7 di mata kuliah MANAJEMEN KONPENSASI kita kali ini dan ini merupakan pertemuan terakhir kita sebelum UTS minggu depan, Aayyyooo Tetap Semangatttt yaa….
Pada Perkuliahan ke 7 kali ini kita akan mempelajari mengenai Konpensasi Pelengkap dan KBM kita masih kita lakukan via daring selama 2 SKS Teori.
Yyuuukkkk pahami penjelasan tutorial berikut ini!.……
Apa yang dimaksud dengan Konpensasi Pelengkap?...
Menurut Hariandja (2002:13) Kompensasi pelengkap merupakan salah satu bentuk pemberian kompensasi berupa penyediaan paket benefit dan program- program pelayanan karyawan, dengan maksud pokok untuk mempertahankan keberadaan karyawan sebagai anggota organisasi dalam jangka panjang. Kalau upah dan gaji merupakan kompensasi langsung karena sung berkaitan dengan prestasi kerja, maka kompansasi pelengkap merupakan kompensasi tidak langsung berkaitan dengan prestasi kerja.
Dengan perkataan lain kompensasi pelengkap adalah upaya penciptaan kondisi dan lingkungan kerja yang menyenangkan dan tidak secara langsung berkaitan dengan prestasi kerja.
Saat ini kompensasi pelengkap berkembang pesat terutama karena :
1. Perubahan sikap karyawan
2. Tuntutan serikat pekerja
3. Persaingan yang memaksa perusahaan untuk menyediakan benefit yang menarik dan menjaga karyawannya
4. Persyaratan- persyaratan yang ditetapkan pemerintah
5. Tuntutan kenaikan biaya hidup
Selanjutnya Sulipan (2009:14) mengemukakan bahwa kompensasi pelengkap dapat berupa insentip untuk tenaga-tenaga manajerial yaitu :
1. Bonus dalam bentuk kas (cas bonuses) yang diberikan atas dasar laba atau evaluasi prestasi kerja individual.
2. Stock Options, yaitu hak untuk membeli saham perusahaan pada harga tertentu selama jangka waktu (periode) tertentu di waktu yang akan datang.
3. Stock appreciation rights, adalah sama seperti stock options, tetapi manajer dapat melepaskan hak untuk membeli saham dan mengambil bonus kas sebesar nilai saham dalam rentang waktu tertentu.
4. Phantom stock plans, di mana manajer tidak benar-benar mendapatkan saham, tetapi hanya dicatat pada rekening pemilikan saham perusahaan pada harga pasar.
5. Sasaran-sasaran prestasi kerja dapat ditetapkan untuk eksekutip dan bonus dialokasikan menurut derajat prestasi.
Sistem insentip kelompok :
1. Unit output kelompok
2. Pembagian produksi
3. Pembagian laba
4. Pemilikan saham
Jenis kompensasi yang berbentuk upah atau gaji adalah kompensasi langsung. Artinya kompensasi langsung dikaitkan dengan prestasi dan hasil kerja para karyawan.disamping kompensasi langsung, beberapa organisasi mengembangkan program-program kompensasi tidak langsung. Yang dimaksudkan kompensasi tidak langsung adalah pemberian kompensasi yang tidak dikaitkan langsung dengan prestasi kerja para karyawan. Kompensasi ini juga disebut kompensasi pelengkap, karena berfungsi untuk melengkapi kompensasi yang telah diterima karyawan melalui gajih atau upah.
Alas an-alasan pentingnya pengembangan kompensasi pelengkap ini antara lain:
1. Adanya organisasi karyawan yang semakin kritis untuk menuntun hak mereka sebagai pekerja atau karyawan.
2. Persaingan yang ketat diantara para organisasi, sehingga untuk mempertahankan karyawan yang berperestasi menuntut adanya kompensasi pelengkap ini.
3. Kenaikan biaya hidup sebagai akibat dari perkembangan lingkungan ekonomi akan menuntut adanya pemberian kompensasi pelengkap.
4. Dikeluarkannya pearaturan-peraturan atau perundang-undangan oleh pemerintah yang mengatur kesejahteraan buruh atau karyawan akan menuntut organisasi itu untuk menyesuaikan diri.
Kompensasi pelengkap ini bukan saja bermanfaat bagi karyawan akan tetapi juga mempunyai pengaruh positif secara tidak langsung kepada organisasi yang bersangkutan.Bentuk kompensasi pelengkap berbeda-beda, demikian juga istilahnya pun tiap organisasi berbeda-beda, misalnya, yang menyebut program pelayan, pembayaran diluar gaji/upah, benefit (keuntungan) karyawan, dan ada yang menyebutnya pemberian tunjangan, tetapi juga masih tepatnya pemberian gaji/upah maksimum karyawan yang bersangkutan tidak bekerja.
Demikianlah penjelsan tutorial kita hari ini, jika ada hal yang masih kurang jelas silahkan anda posting di forum diskusi atau group chat WA kelas kita untuk di diskusikan.
#TetapDiRumahAja_JagaSelaluKesehatan
Terimakasih & Wassalam
-
-
-
-
-
-
-
-