Garis besar topik
-
-
Assalamualaikum rekan-rekan mahasiswa yang saya banggakan!
Selamat datang di pertemuan kuliah daring MANAJEMEN KONPENSASI Pertemuan ke 4 ini....semoga selalu dalam keadan sehat wal'afiat dan di lindungi oleh Allah SWT.
Dalam Pertemuan ke 4 kali ini kita akan berbicara mengenai MOTIVASI, KOMITMEN DAN ENGAGEMENT SERTA SISTEM IMBALAN
mengapa mengenai hal ini kita pelajari dalam makul MANAJEMEN KONPENSASI kali ini, Tolong pahami penjelasan berikut :
Ayyyoookkkkk Semangattttt 😊…….
MOTIVASI
Mempuyai peranan yang sangat penting di dalam kinerja seorang SDM/pegawai, hal ini menyangkut langsung pada unsur manusia dalam organisasi. Motivasi merupakan pemberian daya penggerak yang menciptakan kegairahan kerja seseorang, agar mereka mau bekerjasama, bekerja efektif dan terintegritas dengan segala daya upayanya untuk mencapai kepuasan (Malayu SP. Hasibuan, 2003). Didalam Motivasi terdapat 2 Jenis, yaitu : (1) MOTIVASI INTRINSIK, Motivasi intrinsik merupakan motivasi yang arah rangsangannya datang dari dalam diri seseorang tanpa campur tangan faktor luar (Winkel, 1996), sedangkan menurut Amabile (1987) yang disebut sebagai penggerak secara psikologis dalam diri manusia atau The labor of love aspect adalah motivasi intrinsik.
Motivasi intrinsik secara utuh mengaitkan motivasi dengan pekerjaan itu sendiri sehingga seseorang akan merasa bahwa pekerjaannya itu menyenangkan , mengikat dan memuaskan bagi dirinya. Kebanggaan seorang karyawan pada pekerjaannya menjadi motivasi positif tersendiri baginya. Kebanggaan dalam bekerja dapat diwujudkan dengan memberikan tantangan dan penghargaan terhadap hasil kerja, sedangkan Tantangan kerja merupakan bagian dari eksistensi atau keberadaannya, jika ada tantangan dalam pekerjaannya itu karena adanya kepercayaan. Pada dasarnya pemberian tantangan bagi seorang karyawan adalah pemberian kepercayaan, sehingga ia akan merasa dihargai keberadaannya, namun harus diiringi dengan penghargaan yang sesuai apabila karyawan mencapai keberhasilan dalam menyelesaikan tugas yang diberikan kepadanya. (2) MOTIVASI EKSTRINSIK, Motivasi ekstrinsik didefinisikan sebagai motivasi yang arah rangsangannya datang dari luar diri seseorang. Seperti : Keinginan mendapat penghargaan, uang, trophi dan sebagainya merupakan contoh-contoh motivasi yang berasal dari luar individu. Secara umum, motivasi ekstrinsik lebih sering berbentuk kebendaan atau juga pujian.
Motivasi ekstrinsik berkaitan dengan imbalan yang diterima seseorang setelah selesai melakukan pekerjaan. Imbalan ini dapat berupa promosi, hubungan pribadi, gaji, upah, serta tunjangan, sehingga motivasi ekstrinsik ini berasal dari luar pribadi atau individu.
Menurut Sedarmayanti (2007) motivasi merupakan kesediaan mengeluarkan tingkat upah tinggi ke arah tujuan organisasi yang dikondisikan oleh kemampuan upaya untuk memenuhi kebutuhan individual. Motivasi pada dasarnya dapat mendorong karyawan untuk berbuat semaksimal mungkin dalam melaksanakan tugasnya karena meyakini bahwa dengan keberhasilan organisasi mencapai tujuan dan berbagai sasarannya,kepentingan-kepentingan pribadi pada anggota organisasi tersebut akan terpelihara.
┬╖ KOMITMEN
Komitmen Komitmen berasal dari kata Latin ΓÇ£CommitterΓÇ¥ yang berarti menggabungkan, menyatukan, mempercayai dan mengerjakannya (Snyder; 1994:97).Komitmen merupakan ΓÇ£ikatan psikologisΓÇ¥ dengan sebuah organisasi (Gruen cs dalam Bansal et.al 2004 Komitmen juga merupakan sikap yang menuntun atau menengahi respon nyata seseorang atau niat perilaku seseorang terhadap suatu benda.
Menurut Porter Komitmen karyawan adalah kekuatan yang bersifat relatif dari individu dalam mengidentifikasikan keterlibatan dirinya ke dalam bagian organisasi. Hal ini dapat ditandai dengan tiga hal yaitu :
1.Penerimaan terhadap nilai-nilai dan tujuan organisasi.
2. Kesiapan dan kesediaan untuk berusaha dengan sungguh-sungguh atas nama organisasi.
3. Keinginan untuk mempertahankan keanggotaan di dalam organisasi (Mowday.1982:27).
Menurut Richard M. Teers (Teers.1985:50) Komitmen karyawan adalah :
1.Rasa identifikasi yaitu kepercayaan terhadap nilai-nilai organisasi.
2. Keterlibatan yaitu kesediaan untuk berusaha sebaik mungkin demi kepentingan organisasi yang bersangkutan.
3. Loyalitas yaitu keinginan untuk tetap menjadi anggota organisasi.┬╖ Manfaat KomitmenPara pekerja yang benar-benar menunjukkan komitmen tinggi terhadap organisasi mempunyai kemungkinan yang jauh lebih besar untuk menunjukkan tingkat partisipasi yang tinggi dalam organisasiMemiliki keinginan yang lebih kuat untuk tetap bekerja pada organisasi yang sekarang dan dapat terus memberikan sumbangan bagi pencapaian tujuan
┬╖ Engagement
secara sederhana berarti komunikasi dua arah, yang menurut pakar komunikasi Wilbur Schramm (pada 1954) adalah komunikasi interaksional. ... Ia menyebutkan kalau hasil komunikasi yang baik adalah jika audiens memberikan perhatian dalam bentuk respon.
Ada tiga kategori karyawan menurut Gallup, yaitu:
1. Engaged: Tipe karyawan yang bekerja secara optimal dan mengerahkan seluruh kemampuannya. Orientasinya bukan sekadar menyelesaikan tugas, tetapi juga pencapaian tujuan organisasi. Ciri mereka adalah penuh gairah kerja dan selalu mencari ide untuk kemajuan perusahaan.
2. Not Engaged: Tipe karyawan yang hanya fokus pada tugas harian. Bagi mereka, yang penting menyelesaikan pekerjaan. Mereka cenderung menunggu perintah dan kurang inisiatif.
3. Actively Disengaged: Tipe karyawan yang tak memiliki semangat kerja, dan lebih banyak bersikap negatif atau menunjukkan perlawanan terhadap pekerjaan dan organisasinya.
┬╖ SIKAP KERJA
Gibson (1997), menjelaskan sikap sebagai perasaan positif atau negatif atau keadaan mental yang selalu disiapkan, dipelajari dan diatur melalui pengalaman yang memberikan pengaruh khusus pada respon seseorang terhadap orang, obyek ataupun keadaan. Sikap lebih merupakan determinan perilaku sebab, sikap berkaitan dengan persepsi, kepribadian dan motivasi.
Kenneth (1992 : 129) menjelaskan bahwa sikap kerja merupakan sikap seseorang terhadap pekerjaannya yang mencerminkan pengalaman yang menyenangkan dan tidak menyenangkan dalam pekerjaannya serta harapan-harapannya terhadap pengalaman masa depan.
Sikap kerja dapat dijadikan indikator apakah suatu pekerjaan berjalan lancar atau tidak. Jika sikap kerja dilaksanakan dengan baik, pekerjaan akan berjalan lancar. Jika tidak berarti akan mengalami kesulitan. Tetapi, bukan berarti adanya kesulitan karena tidak dipatuhinya sikap kerja, melainkan ada masalah lain lagi dalam hubungan antara karyawan yang akibatnya sikap kerjanya diabaikan. dapat dijadikan indikator apakah suatu pekerjaan berjalan lancar atau tidak. Jika sikap kerja dilaksanakan dengan baik, pekerjaan akan berjalan lancar. Jika tidak berarti akan mengalami kesulitan. Tetapi, bukan berarti adanya kesulitan karena tidak dipatuhinya sikap kerja, melainkan ada masalah lain lagi dalam hubungan antara karyawan yang akibatnya sikap kerjanya diabaikan.
Demikianlah sekilas gambaran tentang motivasi, komitmen dan Engagement serta Sistem Imbalan Untuk lebih memperluas pengetahuan anda semua silahkan juga pelajarI slide tutorial yang juga saya lampirkan dalam KBM kita melalui lms ini.
#TetapDiRumahAja__JagaSelaluKesehatan
Wassalam & Terimakasih
-
Gunakan layanan ini jika ada yang ingin di diskusikan dalam pertemuan ke 4 kali ini...tetapi jika terdapat hambatan khususnya koneksi web yang terkendala oleh jaringan internet, sehingga kita tidak dapat melakukan diskusi secara real time via layanan ini silahkan gunakan group chat WA yang sudah ada untuk kelas MANAJEMEN KONPENSASI.
-
-