Garis besar topik


    • Assalamu'alaikum Wr. Wb

      Tabik Pun

      Perkenalkan saya adalah : 

       Nama                                 : Sri Rahayu, SE., MM
       NIK                                     : 10520508
       Jabatan                              : Kepala Bagian Rumahtangga
       Alamat Email                     : srirahayu@darmajaya.ac.id
       Nomor Telp/WA                : 08197955580
       MK yang pernah diampu  : PLASDM, Pengantar Bisnis, Statistika
       
      Selamat bergabung dan selamat mengikuti perkuliahan ini dengan baik, Salam hangat dan tetap semangat !!


      Wassalamu'alaikum Wr. Wb
      Sri Rahayu


      • MODEL ASESMEN

        Dalam mengikuti perkuliahan ini, para mahasiswa harus mengadopsi paradigma dan mekanisme pembelajaran dengan prinsip-prinsip utama sebagai berikut:

        - Mahasiswa diharapkan untuk aktif melakukan proses pembelajaran mandiri melalui beraneka ragam cara yang tersedia dan memungkinkan, yaitu: (a) menggunakan referensi yang tersedia; (b) memanfaatkan berbagai sumber yang dapat diakses via internet; (c) melakukan komunikasi intensif antar sesama mahasiswa; (d) mengerjakan seluruh latihan dan tugas-tugas yang diberikan; (e) menghadiri sesi temu virtual dengan dosen pengampu mata kuliah; dan (f) mengikuti ujian terjadwal yang telah ditetapkan. Paradigma pembelajaran e-learning adalah aktif dan mandiri, dimana keberhasilan mahasiswa akan ditentukan oleh intensitas pembelajaran yang dilakukannya sendiri, bukan bergantung pada pihak lain sebagaimana model perkuliahan konvensional berbasis tatap muka.
        - Mengingat bahwa 
        capaian pembelajaran mahasiswa (standar kompetensi kelulusan) peserta program pendidikan jarak jauh harus sama dengan model pembelajaran berbasis tatap muka, maka model evaluasi atau penilaiannya akan jauh lebih ketat dan bersifat multi dimensi. Dalam penyelenggaraan matakuliah ini, dosen pengampu menilai mahasiswa dengan menggunakan berbagai instrumen dan indikator, seperti: (a) keaktifan dalam mengikuti forum diskusi; (b) keteraturan atau frekuensi dalam melakukan akses terhadap sumber daya pendidikan yang tersedia pada aplikasi learning management system yang dipakai; (c) kuantitas kehadiran dan kualitas interaksi dalam sesi komunikasi virtual dengan dosen, baik yang bersifat sinkronus maupun asinkronus; (d) kelengkapan pengumpulan tugas yang diberikan; (e) partisipasi aktif mengerjakan soal-soal latihan; dan (f) hasil ujian tengah semester/quis maupun ujian akhir semester. Keseluruhan kinerja mahasiswa melalui beragam model interaksi tersebut dijadikan sebagai bahan evaluasi dosen dalam memberikan penilaian akhir pencapaian mahasiswa dalam mata kuliah yang bersangkutan. Perlu diperhatikan bahwa bobot keseluruhan model interaksi dan evaluasi tersebut kurang lebih sama karena sifatnya yang holistik.
        Model Asesmen dalam perkuliahan ini, dapat dilihat seperti dibawah ini.
        Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya menerapkan pola kebijakan system penilaian dengan metode ΓÇ£Penilauan Acuan PatokanΓÇ¥ (PAP) dengan Pemberian Huruf yang di beri bobot nilai, sebagai berikut :

        HurufNilaiBobotKriteria
        A≥ 804Sangat Baik
        B70 -793Baik
        C56 - 692Cukup
        D40 - 551Kurang
        E< 400Tidak Lulus


        BOBOT PENILAIAN

      • Peserta didik akan dievaluasi penguasaannya dan pemahamannya terhadap materi kuliah dengan menggunakan pendekatan sebagai berikut:

        UTS                                           = 30%
        UAS                                           = 30%
        Tugas Mandiri                           = 30%
        Presensi Kehadiran                   = 10%
        Total                                         = 100%


    • Panduan menggunakan Piranti Komunikasi Sinkronus VMEET (Vidio Zoom) 

      FileTutorial Penggunaan VMEET (Virtual Meeting) Menggunakan Vidio Zoom

      Mata kuliah ini menggunakan metode pembelajaran sinkronus dan asinkronus. Metode pembelajaran asinkronus menggunakan materi yang sudah diunggah pada modul LMS ini. Mahasiswa wajib membuka laman ini sesering mungkin seperti halnya menggunakan sosial media (FB, twitter, dll). Referensi utama sudah disiapkan pada laman ini, akan tetapi mahasiswa dapat menggunakan berbagai macam sumber lain (buku, jurnal, sumber online) untuk menambah wawasan. Sedangkan metode pembelajaran sinkronus akan menggunakan aplikasi VMeet. Panduan menggunakan VMeet sudah kami sertakan pada laman ini. Aplikasi VMeet dapat digunakan oleh mahasiswa untuk langsung melakukan conference dengan dosen dan atau asisten.

      Cara Menggunakan Aplikasi Zoom Cloud Meeting:

        1. Silahkan download aplikasi nya disini https://zoom.us/download bagi anda yang menggunakan laptop atau PC. Bagi yang menggunakan Gadget silahkan cek di playstore/app store nya masing2 kemudian Install
        2. Apabila anda yang jadi presenter nya (pemateri atau host nya) maka silahkan daftar dulu atau registrasi dulu account zoom nya. berikut ini langkah langkahnya untuk mendaftarnya:
        3. buka link https://zoom.us/download lalu daftar dulu
        4. Daftar menggunakan account email anda klik sign up
        5. buka email anda dan klik activate account
        6. selamat .. anda sudah bisa menggunakan zoom, masukan nama anda serta password anda, lalu ΓÇ£continueΓÇ¥
        7. anda sudah bisa menggunakannya, ini saya kasih contoh klik ΓÇ£my meetingΓÇ¥ isi topic serta deskripsinya
        8.  jangan lupa catat ID Meeting anda yang akan nanti dibagikan ke peserta mahasiswa
        9. sebelum anda memulainya di Laptop/PC maka nanti akan ada petunjuk bahwa kita harus INSTALL dulu ΓÇ£Zoom LauncherΓÇ¥ nya , maka lakukan instalasi nya dulu. apabila semuanya sudah sudah maka tampilannya akan seperti gambar dibawah ini :

      vdio1



    • Pada pertemuan ini kalian akan melaksanakan Ujian Tengah Semester. Adapun UTS yang dilakukan tetap menggunakan sistem online atau daring. Ada beberapa ketentuan dalam mengerjakan UTS pada Matakuliah TSDM, sebagai berikut :
      1. Mahasiswa diwajibkan untuk mengisi form kehadiran/Presensi sebelum masuk ke Soal UTS TSDM S1
      2. Mahasiswa diwajibkan untuk mengerjakan seluruh soal UTS secara mandiri/masing-,masing
      3. Mahasiswa mengerjakan soal UTS sesuai dengan instruksi yang diberikan
      4. Apabila terdapat kesamaan dan atau kemiripan jawaban UTS antara mahasiswa yang satu dan lainnya, maka lembar jawaban UTS akan diberikan nilai 0 (nol)
      5. DiIharapkan seluruh mahasiswa dapat mengerjakan soal UTS dengan optimal sesuai dengan waktu yang telah ditentukan


      "SELAMAT MENGERJAKAN, SEMOGA SUKSES"



    • PENGEMBANGAN KARYAWAN

      Semua perusahaan tentunya ingin terlihat hebat, baik secara internal maupun eksternal. Sementara itu, agar bisa mewujudkannya perusahaan memerlukan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk membangunnya sesuai dengan keinginan. Namun, persaingan bisnis saat ini sudah semakin ketat, sehingga perusahaan harus bisa berkompetisi dengan perusahaan lain untuk bisa bertahan dan terus berkembang. Oleh sebab itulah, Sumber Daya Manusia di dalamnya harus mampu bekerja secara produktif, inovatif dan kreatif supaya bisa menciptakan roda terbaik untuk memajukan perusahaan. Langkah paling tepat agar bisa membentuk SDM perusahaan adalah bisa dengan melakukan program pelatihan dan pengembangan. 

      Nah, agar memiliki gambaran berikut ini adalah 7 jenis pelatihan dan pengembangan SDM untuk perusahaan :

      1. Melatih Keahlian Karyawan (Skill Training)

      Pelatihan dan pengembangan pertama yang bisa dilakukan pada SDM atau karyawan perusahaan adalah dengan melatih keahliannya atau bisa disebut juga skill training. Pelatihan ini juga cukup sering dilakukan oleh beberapa perusahaan. Program pelatihan ini terbilang sederhana, caranya bisa dengan menilai apa yang menjadi kebutuhan ataupun kekurangan yang kemudian bisa diidentifikasikan lewat penilaian yang lebih teliti.

      2. Pelatihan Ulang (Retraining)

      Perusahaan juga bisa melakukan pelatihan ulang atau disebut juga retraining agar bisa memberikan keahlian yang benar-benar dibutuhkan oleh SDM yang ada. Hal ini dilakukan guna menghadapi kondisi tuntutan pekerjaan yang akan terus berubah. Sehingga dengan pelatihan ini SDM yang ada di dalam perusahaan bisa bekerja dengan lebih percaya diri ketika menyelesaikan suatu pekerjaan.

      3. Cross Functional Training

      Pelatihan dan pengembangan yang bisa dilakukan selanjutnya adalah melakukan pelatihan lintas fungsional. Ini merupakan pelatihan yang akan melibatkan para karyawan perusahaan agar bisa melakukan aktivitas kerja di dalam bidang yang lainnya, selain pekerjaan utamanya.

      4. Pelatihan tim (team training)

      Memberikan pelatihan tim kepada SDM perusahaan merupakan hal yang sangat dianjurkan. Karena bagaimanapun juga karyawan di dalam perusahaan tidak akan bekerja sendirian, mereka harus bisa menyelesaikan masalah atau pekerjaan secara tim agar tujuan perusahaan bisa tercapai.

      5. Melatih kreatifitas perusahaan (Creativity Training)

      Proses pelatihan kreativitas atau disebut juga creativity training merupakan program pelatihan dan pengembangan yang bisa memberikan peluang agar SDM perusahaan bisa mengeluarkan sebuah gagasan berdasarkan nilai rasional. Gagasan itu nantinya akan lebih dikembangkan agar bisa membangun perusahaan menjadi lebih baik lagi.

      6. Pelatihan mengenai teknologi yang berhubungan dengan perusahaan

      Sekarang ini perkembangan teknologi sudah semakin pesat. Perusahaan tidak dapat menutup mata bahwa pastinya ada saja teknologi yang mempengaruhi sistem kerja dalam perusahaan. Bila tidak bisa menerimanya maka bukan tidak mungkin malah akan menyebabkan ketertinggalan dan tidak akan berkembang. Oleh sebab itulah, ketika menyadari bahwa pengaruhnya cukup besar, sebaiknya perusahaan memberikan sebuah pelatihan kepada SDM di dalamnya agar tidak gagap teknologi atau gaptek. Dengan begitu, SDM akan bisa melakukan pekerjaan secara produktif, kreatif dan inovatif sesuai dengan zamannya.

      7. Pelatihan bahasa (Language Training)

      Pelatihan dan pengembangan mengenai bahasa juga sebaiknya harus dipertimbangkan bila perusahaan ingin lebih berkembang. Jangan menutup mata dengan perbedaan bahasa, karena bisa saja pasar yang ditargetkan perusahaan ternyata adanya di luar negeri bukan di Indonesia. Ambilah peluang pasar tersebut bila memang itu baik untuk perusahaan.


    • STRUKTUR SKALA UPAH

      Kompensasi karyawan merujuk kepada semua bentuk bayaran atau hadiah bagi karyawan dan berasal dari pekerjaan mereka. Kompensasi karyawan memiliki dua komponen utama yaitu pembayaran langsung dalam bentuk upah, gaji, insentif, komisi, dan bonus, dan pembayaran tidak langsung dalam bentuk tunjangan keuangan seperti asuransi dan hiburan yang dibayar oleh pengusaha (Dessler, 2009). Gaji umumnya merupakan pembayaran atas penyerahan jasa yang dilakukan oleh karyawan yang mempunyai jenjang jabatan manajer, sedangkan upah umumnya merupakan pembayaran atas penyerahan jasa yang dilakukan oleh karyawan pelaksana (buruh). Umumnya gaji dibayarkan secara tetap perbulan, sedangkan upah dibayarkan berdasarkan hari kerja, jam kerja atau jumlah satuan produk yang dihasilkan (Mulyadi, 2001). Berdasarkan pendapat di atas tersebut dapat disimpulkan bahwa gaji merupakan balas jasa yang diberikan kepada karyawan yang mempunyai ikatan kerja kuat secara berkala berdasarkan ketentuan yang berlaku di perusahaan dan sifatnya tetap. Sedangkan upah merupakan balas jasa yang diberikan kepada karyawan yang ikatan kerjanya kurang kuat berdasarkan waktu kerja setiap hari ataupun setiap minggu.

      Pada dasarnya penerapan SSU harus berdasarkan kemampuan perusahaan namun juga memperhatikan aturan lain seperti yang dibahas pada artikel sebelumnya. Selain itu, perusahaan juga wajib memperhatikan UMR yang berlaku di daerah perusahaan tersebut bertempat.

      Pemerintah memberikan batasan kepada perusahaan untuk menerapkan upah kepada karyawanya. Upah terkecil untuk jabatan terendah di suatu perusahaan adalah upah terkecil yang oleh karyawannya mau diterima. Upah terkecil ini biasanya mengacu pada UMR yang berlaku. Sedangkan upah terbesar untuk jabatan terendah adalah upah terbesar yang mampu dibayarkan oleh perusahaan.

      Satu hal lagi yang wajib diperhatikan adalah upah atau gaji yang dibahas dalam SSU ini merupakan gaji pokok. Hal itu berarti, upah yang ada di SSU belum termasuk pada berbagai tunjangan yang  diberikan perusahaan kepada karyawannya.

      Lalu bagaimana cara menyusun SSU yang baik dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Berdasarkan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan No. 1 Tahun 2017 tentang Stuktur dan Skala Upah, terdapat beberapa metode yang dapat diterapkan oleh perusahaan. Metode-metode berikut dapat dipilih dan diterapkan berdasarkan kondisi perusahaan masing-masing. Berikut merupakan metode yang dapat diterapkan : (Silahkanklik bahan selanjutnya)


    • Sri Rahayu is inviting you to a scheduled Zoom meeting.


      Topic: Sri Rahayu's Personal Meeting Room


      Join Zoom Meeting

      https://zoom.us/j/3860090062?pwd=WW95VStQTjc4MzZ4eVl1Q3RxNHo3Zz09


      Meeting ID: 386 009 0062

      Password: 3qFHjn


    • MATERI STRUKTUR SKALA UPAH LANJUTAN 

      REVIEW :

      Metode Rangking Sederhana

      Metode rangking sederhana menitikberatkan penghitungan struktur dan skala upah sesuai kemampuan dan tingkat jabatan. Jadi, semakin berat tugas seseorang, maka semakin tinggi pula upah yang diterimanya. Biasanya, metode ini diimplementasikan apabila di dalam suatu perusahaan tidak begitu ada banyak ragam jabatan. Langkah-langkah yang harus dilakukan dalam metode ini adalah:

      • Menguraikan tugas masing-masing jabatan yang ada di perusahaan. Misalnya, tugas seorang CEO adalah menentukan arah strategis perusahaan, menciptakan jaringan bisnis, dan melaporkan perkembangannya kepada dewan direksi.
      • Membuat daftar jabatan, lalu diurutkan berdasarkan uraian tugas dari yang memiliki tugas termudah sampai tugas tersulit. Misalnya Office Boy, Junior StaffSenior Staff, Manajer dan CEO. 
      • Setelah itu, membuat tabel dengan format kolom jabatan, golongan, upah terkecil dan terbesar.
      • Menentukan upah terkecil untuk jabatan terendah. Untuk itu, perusahaan perlu mempertimbangkan upah minimum.
      • Menentukan upah terbesar untuk jabatan terendah.
      • Menentukan upah terkecil dan terbesar untuk jabatan selanjutnya dengan mengikuti dua langkah di atas.
      • Memasukkan upah terkecil dan terbesar masing-masing jabatan ke dalam tabel struktur dan skala upah.
      • Menentukan golongan untuk masing-masing jabatan.


      Metode Dua Titik

      Metode dua titik merupakan metode penghitungan struktur dan skala upah yang dilakukan secara manual. Namun, metode ini bersifat matematis dan kelak diterapkan dalam bentuk grafik. Dalam metode ini, Anda dapat dengan mudah mengelompokkan jabatan yang memiliki golongan sama.

      Langkah-langkah yang harus dilakukan dalam metode ini adalah:

      • Membuat daftar atau tabel yang memuat kolom nomor urut, nama, jabatan dan upah. 
      • Mengurutkan dan mengidentifikasi upah terendah hingga tertinggi.
      • Menentukan jumlah golongan jabatan.
      • Membuat format tabel struktur dan skala upah yang terdiri dari kolom rentang, golongan jabatan, upah terkecil, upah tengah (mid poin) dan upah terbesar. Setelah itu, masukkan golongan jabatan yang telah dikelompokkan pada langkah sebelumnya
      • Menentukan rentang upah untuk masing-masing golongan.
      • Menggunakan prinsip upah terendah sama dengan upah tengah terendah, dan upah tertinggi sama dengan upah tengah tertinggi.
      • Menghitung upah tengah antara upah tengah terendah dan upah tengah tertinggi. Rumus yang digunakan dalam penghitungan ini adalah rumus persamaan garis lurus yaitu Y=a+b (X). 
      • Menghitung upah terkecil dan upah terbesar masing-masing golongan jabatan dengan menggunakan rumus-rumus pada tabel rumus skala upah.

      Metode Poin Faktor

      Metode poin faktor pada dasarnya hampir sama dengan metode dua titik, yakni bersifat sistematis. Yang membedakannya adalah prosesnya. Dalam metode ini, terdapat tiga hal inti yang harus dilakukan oleh perusahaan dalam menghitung struktur dan skala upah. Pertama adalah menganalisa jabatan. Analisa jabatan meliputi pengumpulan dan pengolahan informasi terkait data jabatan. Kedua, mengevaluasi jabatan. Pada tahap ini, masing-masing jabatan akan dinilai berdasarkan faktor yang terdiri dari lingkungan kerja, tanggung jawab, keahlian, dan usaha. Setelah itu, faktor tersebut dipecah lagi menjadi pengetahuan, pengalaman, fisik, mental, kondisi kerja, dan keuangan. Jabatan akan diurutkan berdasarkan golongan yang terendah hingga tertinggi. Ketiga, menentukan struktur dan skala upah. Proses penentuan ini didasarkan pada tingkat pendidikan, pengalaman, dan kemampuan yang dimiliki oleh masing-masing karyawan. Terlepas dari itu, perusahaan juga harus memperhatikan upah minimum yang berlaku.



    •  

       

    • Pertemuan 13 merupakan pertemuan terakhir dari pembahasan pada pertemuan 10 hingga 12
      dalam pertemuan ini kita akan membahas mengenai inputan Struktur Skala Upah menggunakana metode poin faktor (tahap akhir)
      dan juga akan dibahas secara tatap muka mengenai penjelasan kembali metode rangking sederhana dan dua titik menggunakan excel

    •  

       

    • Seluruh mahasiswa diwajibkan untuk mengikuti kelas online melalui video meeting google meet

      link pertemuan akan dikirimkan di grup WA

      Pertemuan online tatap muka akan dimulai pada pukul 18.45 WIB 

      NEWS : Google Meet Gratiskan Rapat Online hingga 100 Peserta ...





    • Pengertian KPI (Key Performance Indicators) atau Indikator Kinerja Utama 

      Key Performance Indicators atau disingkat dengan KPI adalah salah satu jenis Pengukuran Kinerja yang digunakan untuk mengukur seberapa baik suatu perusahaan/organisasi, proyek, unit kerja, departemen ataupun individu mencapai sasaran dan tujuan strategis yang telah ditetapkannya. Manajemen Perusahaan pada umumnya menggunakan Key Performance Indicators (KPI) ini untuk melacak dan menganalisis faktor yang dianggap penting untuk keberhasilan organisasinya.

      Dengan Key Performance Indicators atau KPI, manajemen perusahaan atau para pemangku kepentingan (stakeholder) dapat memahami apakah organisasi atau unit kerja yang bersangkutan berada di dalam jalur untuk menuju tujuan yang ditetapkan. Key Performance Indicators dalam bahasa Indonesia juga disebut dengan Indikator Kinerja Utama (IKU). Key Performance Indicators sering disebut juga dengan Key Success Indicators atau disingkat dengan KSI.

      KPI atau Key Performance Indicators adalah suatu pengukuran yang bersifat kuantitatif dan mencerminkan faktor-faktor yang merupakan kunci keberhasilan suatu Organisasi. Pada Umumnya, Indikator yang ditetapkan dan diukur dalam KPI merupakan kesepakatan dari semua pihak yang berkaitan. Indikator-indikator yang diukur dan sasaran KPI pada setiap organisasi berbeda-beda, tergantung pada sifat dan strategi organisasi tersebut. Misalnya, salah satu indikator kinerja utama atau KPI untuk perusahaan terbuka (perusahaan publik) adalah harga saham dan jumlah dividen yang akan dibagikan ke pemegang sahamnya sedangkan KPI bagi perusahaan startup adalah penambahan jumlah pelanggan ataupun pertumbuhan penjualan produk. Esensi dari KPI adalah menetapkan target dan cara-cara yang dapat diukur untuk menilai kemajuan perusahaan terhadap target yang ditentukan tersebut.

      Pengertian KPI (Key Performance Indicator) menurut Para Ahli

      Berikut dibawah ini adalah definisi atau Pengertian Key Performance Indicator menurut para Ahli.

      • Pengertian KPI (Key Performance Indicator) menurut Iveta (2012), key performance indicator adalah ukuran yang bersifat kuantitatif dan bertahap bagi perusahaan serta memiliki berbagai perspektif dan berbasiskan data konkret, dan menjadi titik awal penentuan tujuan dan penyusunan strategi organisasi.
      • Pengertian KPI (Key Performance Indicator) menurut Warren (2011), key performance indicator merupakan sebuah pengukuran yang menilai bagaimana sebuah organisasi mengeksekusi visi strategisnya. Visi strategis yang dimaksud merujuk kepada bagaimana strategi organisasi secara interaktif terintegrasi dalam strategi organisasi secara menyeluruh.
      • Pengertian KPI (Key Performance Indicator) menurut Parmenter (2007), mendefinisikan Key Performance Indicator sebagai yang paling kritikal untuk kesuksesan organisasi pada kondisi sekarang dan di masa datang.
      • Pengertian KPI (Key Performance Indicator) menurut Banerjee dan Buoti (2012), key performance indicator merupakan ukuran berskala dan kuantitatif yang digunakan untuk mengevaluasi kinerja organisasi dalam tujuan mencapai target organisasi. KPI juga digunakan untuk menentukan objektif yang terukur, melihat tren, dan mendukung pengambilan keputusan.

      Jenis-jenis Key Performance Indicator (Indikator Kinerja Utama)

      Pada dasarnya, Indikator Kinerja Utama atau KPI dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu KPI Financial dan KPI Non-Financial.

      1. Key Performance Indicator Finansial

      KPI Finansial adalah indikator kinerja utama yang berkaitan dengan keuangan. Contoh KPI Finansial ini diantaranya adalah sebagai berikut :

      • KPI Laba Kotor (Gross Profit), yaitu KPI yang mengukur jumlah uang yang tersisa dari pendapatan setelah dikurangi Harga Pokok Penjualan (HPP).
      • KPI Laba Bersih (Net Profit), yaitu KPI yang mengukur jumlah uang yang tersisa dari pendapatan setelah dikurangi Harga Pokok Penjualan dan biaya-biaya bisnis lainnya seperti biaya bunga dan pajak.
      • KPI Marjin Laba Kotor (Gross Profit Margin), yaitu KPI yang mengukur nilai persentase yang diperoleh dengan membagi Laba Kotor dengan Pendapatan.
      • KPI Marjin Laba Bersih (Net Profit Margin), yaitu KPI yang mengukur nilai persentase yang diperoleh dengan membagi laba bersih berdasarkan pendapatannya.
      • KPI Rasio Lancar (Current Ratio), yaitu KPI yang mengukur kinerja keuangan necara likuiditas dengan membagikan aktiva lancar (current assets) dengan Kewajiban lancar (current liabilities).

      Masing-masing indikator kinerja utama (Key Performance Indicators) ini secara efektif menjawab pertanyaan spesifik. Seperti pada contoh KPI Rasio Lancar, KPI ini secara efektif menjawab pertanyaan ΓÇ£seberapa cepat bisnis kita mengubah aset lancar menjadi uang tunai untuk membayar kewajiban jangka pendeknyaΓÇ¥. Indikator ini memperkirakan seberapa baik suatu bisnis akan bertahan apabila mengalami penurunan secara tiba-tiba. Contoh kedua pada KPI Marjin Laba Kotor, KPI ini dapat menjawab pertanyaan seperti ΓÇ£Seberapa untungnya suatu bisnisΓÇ¥ atau ΓÇ£Seberapa efisiennya proses produksiΓÇ¥.

      2. Key Performance Indicator Non-Finansial

      KPI Non-Finansial adalah KPI yang tidak secara langsung mempengaruhi keuangan suatu perusahaan. Beberapa contoh KPI Non-Finansial yang dimaksud tersebut diantaranya seperti :

      • Perputaran Tenaga Kerja (Manpower Turnover)
      • Metriks Kepuasan Pelanggan (Customer Satisfaction metrics)
      • Rasio Pelanggan Berulang terhadap Pelanggan Baru (Repeat Customer to New Customer Ratio)
      • Pangsa Pasar (Market Share)

      Mengembangkan Key Performance Indicators atau Indikator Kinerja Utama yang tepat

      Mengembangkan Indikator Kinerja Utama memerlukan waktu dan sumber daya perusahaan. Indikator Kinerja Utama yang diukur adalah Indikator yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan dengan mempertimbangkan strategi dan tujuan jangka pendek perusahaan.

      Misalnya, apabila penjualan perusahaan kita meningkat dengan memuaskan tetapi profitabilitas perusahaan tidak cukup untuk menyediakan dana untuk pertumbuhan bisnis, maka KPI yang hampir pasti untuk perusahaan kita adalah KPI Marjin Laba Bersih dan Marjin Laba Kotor. Disatu sisi, jika profitabilitas sesuai dengan harapan, namun pertumbuhannya tidak secepat yang diharapkan maka  kita dapat mempertimbangkan beberapa KPI non-finansial seperti KPI Perputaran Tenaga Kerja, KPI Kepuasan Pelanggan ataupun Rasio Pelanggan Berulang terhadap Pelanggan Baru.

      Contoh-contoh Indikator KPI pada Organisasi

      Seperti yang disebutkan sebelumnya, setiap organisasi ataupun perusahaan memiliki Indikator tersendiri untuk menilai keberhasilan organsasi atau perusahaannya. Berikut ini adalah beberapa contoh indikator KPI untuk organisasi di berbagai sektor industri.

      • Untuk Sekolah, Indikator Kinerja yang diukur adalah Tingkat Kelulusan siswanya.
      • Untuk Perusahaan Properti, Indikator Kinerja yang diukur adalah Tingkat Penjualan Properti.
      • Untuk Perusahaan Manufakturing, contoh Indikator Kinerja yang diukur seperti Jumlah Output yang dihasilkan pada bulan tertentu, Ketepatan pengiriman barang jadi ke pelanggan.
      • Untuk Perusahaan Start-up Aplikasi, Indikator kinerja yang diukur adalah jumlah pemakai aplikasi dan jumlah download aplikasinya.

       



    • Seluruh mahasiswa diwajibkan untuk mengikuti kelas online melalui video meeting google meet

      link pertemuan akan dikirimkan di grup WA

      NEWS : Google Meet Gratiskan Rapat Online hingga 100 Peserta ...



    • Pada pertemuan ini kalian akan melaksanakan Ujian Akhir Semester. Adapun UAS yang dilakukan tetap menggunakan sistem online atau daring. Ada beberapa ketentuan dalam mengerjakan UAS pada Matakuliah TSDM, sebagai berikut :
      1. Mahasiswa diwajibkan untuk mengisi form kehadiran/Presensi sebelum mengakses Soal UAS TSDM  
      2. Mahasiswa diwajibkan untuk mengerjakan seluruh soal UAS secara mandiri/masing-,masing
      3. Mahasiswa mengerjakan soal UAS sesuai dengan instruksi yang diberikan
      4. Apabila terdapat kesamaan dan atau kemiripan jawaban UAS antara mahasiswa yang satu dan lainnya, maka lembar jawaban UAS akan diberikan nilai 0 (nol)
      5. Diharapkan seluruh mahasiswa dapat mengerjakan soal UAS dengan optimal sesuai dengan waktu yang telah ditentukan

    • Kamu boleh jatuh 

      tapi jangan merapuh

      Perjuangan masih jauh 

      Persiapkan diri dan jadilah

      Manusia yang lebih tangguh


      "SELAMAT MENGERJAKAN , SEMOGA SUKSES"