Garis besar topik
-
-
Assalamualaikum wr.wb. Selamat Pagi.
Perkuliahan perdana kita terkait "Dasar-dasar Perilaku Organisasi".
Dengan rincian sbb.
1. Pengertian Perilaku Organisasi
2. Disiplin ilmu perilaku utama
3. Tantangan dan peluang perilaku organisasi
4. Tiga level analisis perilaku organisasi
Terima kasih. Wassalamualaikum.
-
-
-
-
Assalamualaikum wr.wb. Selamat pagi, Tabik Pun...
Perkuliahan hari ini secara online via zoom. Ibu akan membahas terkait "Keanekaragaman dalam Organisasi". Adapun rincian materi sbb.
1. Fungsi stereotip dalam tatanan organisasi
2. Hubungan karakteristik biografis terhadap organisasi
3. Hubungan kemampuan intelektual terhadap organisasi
4. Pengelolaan keragaman dengan efektif
Terima kasih. Wassalamualaikum.727.6 KB · Diunggah 18/10/25, 08:54 -
-

-

-
-
-
Assalamualaikum wr.wb. Selamat pagi, Tabik Pun....
Perkuliahan pagi ini terkait "Sikap dan kepuasan kerja terhadap pekerjaan". Dengan rincian materi sbb.
1. Tiga komponen sikap
2. Perbedaan sikapsikap kerja
3. Penyebab utama kepuasan kerjaTerima kasih. Wassalamualaikum.
-
-
-
-
Assalamualaikum wr.wb. Selamat pagi, Tabik Pun....
Perkuliahan kita hari ini terkait "Emosi dan suasana hati". Adapun rincian materi sbb.
1. Pengertian emosi dan suasana hati
2. Fungsi dan sumber emosi
3. Pengaruh emosi dan suasana hati dalam pekerjaan
4. Strategi dalam mengatur emosiTerima kasih. Wassalamualaikum wr.wb.
1.4 MB · Diunggah 1/11/25, 06:10 -
-
Jawablah pertanyaan berikut ini!
1. Apakah ada hubungan antara emosi dan suasana hati? Jelaskan!
2. Apakah Anda pernah merasakan emosi dan suasana hati di tempat Anda bekerja? Jelaskan!
(Jawaban ditulis tangan, difoto, dan dikirim dalam LMS ini).
-
-
-
Assalamualaikum wr.wb. Selamat pagi, Tabik Pun....
Perkuliahan kita hari ini terkait "Kepribadian dan nilai". Dengan rincian sbb.
1. Pengertian kepribadian dan nilai
2. Model kepribadian lima besar
3. Perbedaan generasional dalam nilai-nilai
4. Nilai-nilai internasionalTerima kasih. Wassalamualaikum.
-
-
-
-
Assalamualaikum wr.wb. Tabik Pun...
perkuliahan kita hari ini online, terkait dengan "Persepsi dan pengambilan keputusan.
Dengan rincian materi sbb.
Terima kasih. Wassalamulaikum.1. Faktor-faktor persepsi
2. Hubungan antara persepsi dan pengambilan keputusan
3. Faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan
4. Tiga kriteria keputusan etis
5. Tiga tahap model kreativitas
2.1 MB · Diunggah 15/11/25, 08:23 -
-

-

-
-
-
Assalamualaikum wr.wb. Selamat pagi, Tabik Pun....
Perkuliahan minggu ini adalah melaksanakan Ujian Tengah Semester (UTS)
. Oleh karena itu, kerjakan dengan sungguh-sungguh secara mandiri. Para mahasiswa menjawab boleh buka buku, materi, website, dll. Yang penting cantumkan sumber. Terima kasih.
Wassalamualaikum.
-
-
-
Perkuliahan lanjutan yang semula dengan Dr Meliyanti diteruskan Dr.Rinde
Pembahasan mengenai Motivasi dimana terdapat 3 elemen Motivasi:
Tiga elemen motivasi biasanya merujuk pada tiga komponen utama yang membuat seseorang terdorong untuk melakukan suatu tindakan. Konsep ini sering digunakan dalam psikologi, manajemen, dan pendidikan. Secara umum, tiga elemen motivasi adalah:
1. Kebutuhan (Needs)
Ini adalah dorongan internal yang muncul karena adanya kekurangan atau keinginan.
Contoh kebutuhan: ingin dihargai, ingin aman, ingin sukses, lapar, haus, dll.
Kebutuhan inilah yang menjadi sumber awal munculnya motivasi.
2. Dorongan / Usaha (Drive / Effort)
Setelah seseorang merasa memiliki kebutuhan, ia akan memiliki dorongan untuk bertindak.
Dorongan ini muncul sebagai usaha atau energi untuk mencapai tujuan.
Contoh: belajar lebih giat karena ingin lulus, bekerja keras karena ingin dipromosikan.
3. Tujuan (Goals)
Tujuan adalah hasil akhir yang ingin dicapai untuk memenuhi kebutuhan.
Motivasi akan terus berjalan selama tujuan belum tercapai.
Contoh: mendapatkan nilai tinggi, mencapai target penjualan, memenangkan lomba.
Ringkasnya:
-
Kebutuhan → memicu motivasi
-
Dorongan/usaha → energi untuk bertindak
Tujuan → arah dari usaha tersebut
-
pembahasan mengenai Motivasi yang memiliki 3 elemen dimana hal itu juga terkait dengan gaya kepemimpinan (studi kasus motivasi tinggi dan motivasi rendah). Dikerjakan secara kelompok dan akan di presentasikan pada pertemuan ke-9 secara panelis dilanjutkan diskusi tanya jawab
-
-
-
TEAM WORK : Perkuliahan tgl 6 Desember 2025
-
Kerja tim (teamwork) adalah proses kerja bersama antara dua orang atau lebih yang memiliki tujuan yang sama, saling berkoordinasi, berbagi peran, serta bertanggung jawab secara kolektif untuk mencapai hasil yang telah ditetapkan.
Dalam kerja tim:
-
Setiap anggota memiliki peran dan kontribusi yang jelas
-
Terdapat komunikasi dan koordinasi yang efektif
-
Keberhasilan tim merupakan hasil kolaborasi, bukan kerja individu semata
280.2 KB · Diunggah 9/01/26, 13:57 -
-
-
KEPEMIMPINAN: Perkuliahan tgl 13 Desember 2025
-
Kepemimpinan menjadi fungsi inti manajemen, terutama dalam pelaksanaan fungsi pengarahan (leading)1.2 MB · Diunggah 9/01/26, 14:43
-
Setiap kelompok merancang sebuah skenario kegiatan tentang tim work dengan memilih kepemimpinan sesuai situasi kondisi skenario yang dipilih. Setiap orang memiliki perannya masing-masing. Project dilakukan dengan menggunakan model Role Playing dengan melakukan unjuk kerja dan dilanjutkan diskusi tanya jawab pada pertemuan kuliah tatap muka
-
1. Kepemimpinan Transaksional
Paling umum di perusahaan swasta.
-
Fokus pada target, KPI, reward & punishment
-
Hubungan pimpinanΓÇôkaryawan bersifat kontraktual
-
Cocok untuk organisasi yang menuntut hasil cepat dan efisiensi
-
Contoh: bonus berbasis kinerja, sanksi jika target tidak tercapai
2. Kepemimpinan Transformasional
Banyak diterapkan di perusahaan modern dan berkembang.
-
Pemimpin memberi visi, inspirasi, dan motivasi
-
Mendorong inovasi dan perubahan
-
Memperhatikan pengembangan SDM
-
Cocok untuk startup, perusahaan kreatif, dan organisasi yang sedang berubah
3. Kepemimpinan Otoriter (Autokratis)
Masih dijumpai, terutama di:
-
Perusahaan keluarga
-
Industri manufaktur atau operasional ketat
-
Pengambilan keputusan terpusat pada pimpinan
-
Cepat dalam kondisi krisis, namun berisiko menurunkan motivasi karyawan
4. Kepemimpinan Partisipatif (Demokratis)
Mulai banyak diterapkan.
-
Pemimpin melibatkan karyawan dalam pengambilan keputusan
-
Meningkatkan rasa memiliki dan komitmen
-
Cocok untuk organisasi berbasis pengetahuan dan tim profesional
5. Kepemimpinan Situasional
Semakin populer di perusahaan profesional.
-
Gaya kepemimpinan disesuaikan dengan:
-
Tingkat kompetensi karyawan
-
Situasi dan tantangan kerja
-
-
Fleksibel dan adaptif
Kesimpulan Singkat
Di perusahaan swasta, gaya kepemimpinan yang dominan adalah transaksional dan situasional, dengan kecenderungan berkembang ke transformasional seiring tuntutan inovasi dan pengembangan SDM.
-
-
-
-
1. Dasar-dasar Kekuasaan
Kekuasaan adalah kemampuan seseorang atau kelompok untuk memengaruhi perilaku, keputusan, atau tindakan pihak lain, meskipun mendapat perlawanan.
Menurut French & Raven, dasar-dasar kekuasaan meliputi:
-
Kekuasaan legitimasi
Berasal dari jabatan atau posisi formal (misalnya kepala dinas, manajer). -
Kekuasaan imbalan (reward power)
Kemampuan memberikan penghargaan, promosi, atau insentif. -
Kekuasaan koersif (coercive power)
Kemampuan memberikan sanksi atau hukuman. -
Kekuasaan keahlian (expert power)
Berdasarkan pengetahuan, kompetensi, atau pengalaman khusus. -
Kekuasaan referensi (referent power)
Berasal dari kharisma, keteladanan, atau kemampuan menjadi panutan.
2. Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Politik
Perilaku politik adalah tindakan individu atau kelompok untuk memengaruhi proses pengambilan keputusan demi kepentingan tertentu.
Faktor-faktor yang memengaruhinya antara lain:
-
Faktor individu
-
Ambisi pribadi
-
Kepribadian (manipulatif, oportunis, atau kolaboratif)
-
Nilai dan etika pribadi
-
-
Faktor organisasi
-
Sistem penghargaan yang tidak adil
-
Ketidakjelasan peran dan aturan
-
Budaya organisasi yang kompetitif
-
-
Faktor lingkungan
-
Tekanan politik eksternal
-
Perubahan kebijakan
-
Keterbatasan sumber daya
-
3. Konsekuensi dari Perilaku Politik
Perilaku politik dapat membawa dampak positif maupun negatif, tergantung cara dan tujuannya.
Dampak Positif:
-
Mempercepat pengambilan keputusan
-
Mendorong inovasi dan perubahan
-
Membantu individu bertahan dalam situasi organisasi yang kompleks
Dampak Negatif:
-
Menurunnya kepercayaan antar anggota
-
Konflik dan persaingan tidak sehat
-
Penurunan kinerja dan moral kerja
-
Keputusan tidak objektif
4. Etika dalam Perilaku Politik
Etika politik menekankan bahwa penggunaan kekuasaan harus bertanggung jawab dan bermoral.
Prinsip etika dalam perilaku politik:
-
Kejujuran dan transparansi
Tidak memanipulasi informasi atau kepentingan. -
Keadilan
Tidak merugikan pihak lain demi kepentingan pribadi. -
Akuntabilitas
Setiap tindakan dapat dipertanggungjawabkan. -
Orientasi pada kepentingan bersama
Mendahulukan tujuan organisasi atau publik dibanding kepentingan pribadi.
-
-
-
-
Budaya organisasi adalah sistem nilai, keyakinan, norma, dan cara bertindak yang dianut bersama oleh anggota organisasi dan menjadi pedoman dalam berperilaku serta mengambil keputusan.
👉 Budaya organisasi menjawab pertanyaan:
ΓÇ£Bagaimana cara kita bekerja dan bersikap di organisasi ini?ΓÇ¥
1. Karakteristik Umum Budaya Organisasi
a. Nilai Bersama (Shared Values)
Nilai inti yang diyakini dan dijunjung oleh seluruh anggota organisasi, misalnya:
-
Integritas
-
Profesionalisme
-
Pelayanan
-
Kerja sama
b. Norma dan Aturan Tidak Tertulis
Aturan informal yang mengatur perilaku, seperti:
-
Cara berkomunikasi dengan atasan
-
Etika dalam rapat
-
Cara menyelesaikan konflik
c. Simbol dan Identitas Organisasi
Meliputi:
-
Logo dan slogan
-
Seragam
-
Tata ruang kerja
-
Tradisi atau ritual organisasi
d. Pola Perilaku dan Kebiasaan
Kebiasaan yang terus berulang, misalnya:
-
Disiplin waktu
-
Budaya kerja tim
-
Cara mengambil keputusan
e. Cerita dan Teladan
Kisah tokoh organisasi atau pengalaman masa lalu yang dijadikan contoh perilaku ideal.
🔎 Pertanyaan Diskusi:
-
Nilai apa yang paling terlihat dalam organisasi Anda?
-
Perilaku apa yang secara tidak tertulis ΓÇ£dianggap wajarΓÇ¥ di tempat kerja?
2. Faktor yang Menciptakan dan Mempertahankan Budaya Organisasi
a. Pendiri dan Pimpinan Organisasi
-
Nilai dan gaya kepemimpinan pimpinan sangat memengaruhi budaya
-
Pemimpin menjadi role model utama
b. Sejarah dan Pengalaman Organisasi
-
Keberhasilan dan kegagalan masa lalu membentuk cara berpikir dan bertindak
-
Pengalaman krisis sering memperkuat budaya tertentu
c. Sistem dan Kebijakan Organisasi
-
Sistem rekrutmen
-
Penilaian kinerja
-
Sistem penghargaan dan sanksi
👉 Apa yang dihargai dan dihukum akan membentuk budaya.
d. Lingkungan Kerja dan Struktur Organisasi
-
Lingkungan terbuka atau hierarkis
-
Tingkat kolaborasi antar unit
e. Proses Sosialisasi Anggota Baru
-
Orientasi pegawai baru
-
Mentoring
-
Pembiasaan nilai organisasi
🔎 Pertanyaan Diskusi:
-
Faktor apa yang paling kuat membentuk budaya di organisasi Anda?
-
Apakah sistem penghargaan sudah sejalan dengan nilai yang diharapkan?
3. Budaya Organisasi yang Positif
a. Ciri-ciri Budaya Organisasi Positif
-
Saling percaya dan menghargai
-
Komunikasi terbuka
-
Kerja sama dan kolaborasi
-
Tanggung jawab dan akuntabilitas
-
Orientasi pada perbaikan berkelanjutan
b. Dampak Budaya Positif
-
Meningkatkan motivasi dan kinerja pegawai
-
Menciptakan lingkungan kerja yang sehat
-
Mengurangi konflik dan stres kerja
-
Meningkatkan loyalitas dan komitmen
c. Contoh Budaya Organisasi Positif
-
Budaya pelayanan prima
-
Budaya disiplin dan profesional
-
Budaya inovasi
-
Budaya belajar dan refleksi
d. Upaya Membangun Budaya Positif
-
Konsistensi teladan pimpinan
-
Komunikasi nilai secara berkelanjutan
-
Penguatan perilaku positif
-
Evaluasi dan perbaikan budaya secara berkala
🔎 Pertanyaan Diskusi:
-
Budaya positif apa yang sudah berjalan dengan baik?
-
Budaya apa yang masih perlu diperbaiki dan bagaimana caranya?
Penutup Diskusi
Budaya organisasi bukan sekadar slogan, tetapi terlihat dari perilaku sehari-hari. Budaya yang kuat dan positif akan menjadi kekuatan utama organisasi dalam mencapai tujuan.
-
-
-
-
A. Pengertian Kebijakan dan Praktik SDM
Kebijakan SDM adalah seperangkat aturan, prinsip, dan pedoman yang mengatur pengelolaan pegawai dalam organisasi.
Praktik SDM adalah penerapan nyata dari kebijakan tersebut dalam aktivitas sehari-hari organisasi.Tujuannya adalah memastikan pengelolaan SDM berjalan adil, efektif, berkelanjutan, dan selaras dengan tujuan organisasi.
B. Tujuan Kebijakan dan Praktik SDM
-
Menyediakan tenaga kerja yang kompeten dan profesional
-
Meningkatkan kinerja dan produktivitas pegawai
-
Menjamin keadilan, transparansi, dan kepastian hukum
-
Menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan kondusif
-
Mendukung pencapaian visi, misi, dan strategi organisasi
C. Ruang Lingkup Kebijakan SDM
1. Perencanaan Sumber Daya Manusia
-
Analisis kebutuhan pegawai
-
Perencanaan jumlah, kompetensi, dan distribusi pegawai
-
Penyesuaian dengan perkembangan organisasi
2. Rekrutmen dan Seleksi
-
Rekrutmen berbasis kebutuhan dan kompetensi
-
Proses seleksi yang objektif dan transparan
-
Prinsip keadilan dan non-diskriminasi
3. Pengembangan dan Pelatihan SDM
-
Pelatihan teknis dan manajerial
-
Pengembangan kompetensi berkelanjutan
-
Pembinaan karier dan peningkatan kapasitas
4. Penilaian Kinerja
-
Penetapan indikator kinerja yang jelas
-
Penilaian berbasis capaian dan perilaku kerja
-
Umpan balik untuk perbaikan kinerja
5. Kompensasi dan Kesejahteraan
-
Gaji dan tunjangan sesuai peraturan
-
Insentif berbasis kinerja
-
Jaminan sosial dan fasilitas kesejahteraan
6. Disiplin dan Hubungan Kerja
-
Penegakan aturan dan kode etik
-
Penyelesaian konflik secara adil
-
Penciptaan hubungan kerja yang harmonis
7. Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
-
Perlindungan fisik dan mental pegawai
-
Lingkungan kerja aman dan sehat
-
Pencegahan kecelakaan kerja
D. Praktik SDM yang Efektif
-
Rekrutmen berbasis merit (merit system)
-
Pelatihan sesuai kebutuhan jabatan
-
Penilaian kinerja yang objektif dan terukur
-
Penghargaan terhadap kinerja dan prestasi
-
Komunikasi terbuka antara pimpinan dan pegawai
-
Pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan SDM
E. Tantangan dalam Kebijakan dan Praktik SDM
-
Keterbatasan kompetensi SDM
-
Perubahan regulasi dan kebijakan
-
Resistensi terhadap perubahan
-
Kesenjangan kinerja dan motivasi
-
Digitalisasi sistem SDM
F. Penutup
Kebijakan dan praktik SDM yang baik merupakan fondasi utama keberhasilan organisasi. Dengan pengelolaan SDM yang profesional, adil, dan berkelanjutan, organisasi mampu meningkatkan kinerja, pelayanan, serta daya saing.
-
-