Garis besar topik

    • Deskripsi Mata Kuliah

      Matakuliah Data Science dan Business Analytics dirancang untuk memberikan pemahaman menyeluruh mengenai konsep, teknik, dan aplikasi analisis data dalam konteks bisnis. Mahasiswa akan mempelajari dasar-dasar data science, framework business analytics, serta metodologi pengolahan data mulai dari pengumpulan, pembersihan, hingga analisis eksploratori. Selain itu, matakuliah ini membekali mahasiswa dengan pengetahuan mengenai analitik prediktif, analisis time series, segmentasi pelanggan, serta penerapan machine learning baik supervised maupun unsupervised. Penggunaan Business Intelligence dan pembuatan dashboard interaktif juga menjadi bagian integral, sehingga mahasiswa dapat mengintegrasikan visualisasi data dan storytelling untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis data. Melalui pendekatan teoretis dan praktikum, mahasiswa didorong untuk mengembangkan kemampuan analitis, problem solving, serta kreativitas dalam mengaplikasikan konsep-konsep tersebut pada studi kasus dan project akhir yang menantang. Matakuliah ini mempersiapkan lulusan untuk berkontribusi secara efektif dalam era transformasi digital dan kompetisi bisnis global. Melalui latihan, diskusi, dan studi kasus nyata, mahasiswa memperoleh pengalaman dalam menganalisis data serta mengembangkan solusi inovatif.


      Bahan Kajian

      1. Memahami konsep dasar Data Science dan Business Analytics
      2. Menjelaskan framework Business Analytics
      3. Melakukan proses pengumpulan, pembersihan, dan preprocessing data
      4. Menerapkan teknik Exploratory Data Analysis (EDA) dan analisis statistik dasar
      5. Mengaplikasikan teknik predictive analytics.
      6. Menerapkan analisis time series, customer segmentation, dan market basket analysis
      7. Menerapkan algoritma supervised learning
      8. Menerapkan teknik unsupervised learning
      9. Mengembangkan dan menerapkan dashboard Business Intelligence (BI)
      10.  Merancang visualisasi data yang efektif
      11.  Mengintegrasikan berbagai teknik analitik
      12.  Menyusun dan mengimplementasikan project akhir secara komprehensif 


      Capaian Pembelajaran  Lulusan (CPL) 

      • CPL-S1 Memiliki sikap religius, menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, berjiwa Pancasila, dan kesadaran akan kepentingan berbangsa
      • CPL-S2 Memiliki tanggung jawab, profesionalitas, kepercayaan diri, kematangan emosional dan peka terhadap lingkungan sosial, etika dan kesadaran untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat 
      • CPL-S3 Memiliki semangat kemandirian, kejuangan dan kewirausahaan
      • CPL-KU1 Mampu menerapkan pemikiran logis, kritis, sistematis, kreatif dan inovatif dengan memanfaatkan teknologi informasi untuk menghasilkan solusi yang diwujudkan dalam dokumen scientific dan implementasi bidang keahlian yang berintegritas 
      • CPL-KK1 Mampu memanfaatkan teknologi digital untuk menciptakan inovasi, model bisnis dan strategi pengembangan bisnis, serta mengidentifikasikan kebutuhan sumber daya dalam membangun usaha rintisan 
      • CPL-KK2 Mampu mengidentifikasi kebutuhan pasar dan mengembangkan produk/aplikasi/platform atau layanan digital yang relevan dan sesuai dengan permintaan pelanggan  


      Capaian Pembelajaran Matakuliah  (CPMK)

      • CPMK 1 - Mahasiswa mampu memahami konsep dasar Data Science dan Business Analytics 
      • CPMK 2 ΓÇô Mahasiswa mampu menjelaskan framework Business Analytics 
      • CPMK 3 ΓÇô Mahasiswa mampu melakukan proses pengumpulan, pembersihan, dan preprocessing data 
      • CPMK 4 ΓÇô Mahasiswa mampu menerapkan teknik Exploratory Data Analysis (EDA) dan analisis statistik  
      • CPMK 5 ΓÇô Mahasiswa mampu mengaplikasikan teknik predictive analytics. 
      • CPMK 6 ΓÇô Mahasiswa mampu menerapkan analisis time series, customer segmentation, dan market basket analysis 
      • CPMK 7 ΓÇô Mahasiswa mampu menerapkan algoritma supervised learning 
      • CPMK 8 ΓÇô Mahasiswa mampu menerapkan teknik unsupervised learning 
      • CPMK 9 ΓÇô Mahasiswa mampu mengembangkan dan menerapkan dashboard Business Intelligence (BI) 
      • CPMK 10 ΓÇô Mahasiswa mampu merancang visualisasi data yang efektif 
      • CPMK 11 ΓÇô Mahasiswa mampu mengintegrasikan berbagai teknik analitik 
      • CPMK 12 ΓÇô Mahasiswa mampu menyusun dan mengimplementasikan project akhir secara komprehensif 


      Nilai Perkuliahan

      Nilai Skor Mata Kuliah (Angka)

      Nilai Mata Kuliah (Huruf)

      81-100

      A

      75-79.5

      A-

      70-74.5

      B+

      65-69.5

      B

      55-64.5

      C

      30-54.5

      D

      <30

      E



  • Data Science adalah bidang interdisipliner yang menggunakan algoritma, prosedur, dan proses untuk menganalisis sejumlah besar data guna menemukan pola tersembunyi, menghasilkan wawasan, dan mendukung pengambilan keputusan.

  • Business Analytics adalah penggunaan data, teknologi informasi, analisis statistik, metode kuantitatif, serta model berbasis matematika atau komputer untuk membantu manajer mendapatkan wawasan yang lebih baik tentang operasi bisnis mereka dan membuat keputusan yang lebih baik berdasarkan fakta.

  • Tugas data mining mencakup berbagai metode dan teknik untuk mengekstrak informasi berharga dari kumpulan data besar, termasuk analisis pola, klasifikasi, dan prediksi.

    Pengertian Data Mining

    Data mining adalah proses pengumpulan dan pengolahan data untuk mengekstrak informasi penting. Proses ini melibatkan penggunaan teknik statistik, matematika, dan 

    kecerdasan buatan untuk menemukan pola dan hubungan dalam dataData mining sering disebut juga sebagai Knowledge Discovery in Databases (KDD). 

     

    Tujuan Data Mining

    Tugas data mining memiliki beberapa tujuan, antara lain:

    Deskripsi: Mengidentifikasi pola yang sering muncul dalam data dan mengubahnya menjadi aturan yang dapat digunakan untuk pengambilan keputusan. 

    Klasifikasi: Mengelompokkan data berdasarkan hubungan antara variabel kriteria dan variabel target. Contohnya adalah mengklasifikasikan email menjadi "spam" atau "non-spam". 

    Prediksi: Memprediksi nilai dari variabel target berdasarkan atribut yang ada. Misalnya, memprediksi penjualan produk di masa mendatang berdasarkan data historis. 

    Asosiasi: Menemukan hubungan antara nilai atribut dalam data, seperti pola pembelian dalam keranjang belanja. 

    Clustering: Mengelompokkan data ke dalam beberapa kelompok berdasarkan kemiripan atribut yang dimiliki. 

     

    Metode dalam Data Mining

    Beberapa metode yang umum digunakan dalam data mining meliputi:

    Association: Mencari asosiasi dan hubungan antar variabel dalam satu set data.

    Classification: Memprediksi kelas suatu objek berdasarkan atribut yang ada.

    Regression: Menganalisis hubungan antara variabel dependen dan independen untuk memprediksi nilai.

    Clustering: Mengelompokkan data berdasarkan kemiripan atribut

     


    • https://us05web.zoom.us/j/86858532304?pwd=NIqJgzIbc50pIFi5bxK58TCSN43PLV.1

      pass: a1igit

  • Pengertian dan Teknik Data Preprocessing dalam Data Mining


    Data yang diambil secara primer (data mentah) terkadang memiliki inkonsistensi, noise, informasi yang kurang lengkap, dan nilai yang hilang. Biasanya data dikumpulkan dari sumber yang beragam menggunakan data mining dan teknik data warehouse.

    Merupakan aturan umum dalam machine learning bahwa semakin besar jumlah data yang kita miliki, semakin baik model yang dapat kita latih.

    Pengertian dan Teknik Data Preprocessing dalam Data Mining

    Pada artikel ini, akan dibahas langkah-langkah data preprocessing yang perlu diikuti untuk mengubah data mentah menjadi data dalam bentuk olahan.

    Daftar Isi

    Pengertian Data Preprocessing

    Data preprocessing adalah teknik pengolahan data yang mencakup langkah-langkah yang perlu kita ikuti untuk mengubah atau mengkodekan data sehingga dapat dengan mudah diuraikan oleh mesin.

    Data preprocessing merupakan komponen dalam persiapan data, yang mendeskripsikan semua jenis pemrosesan yang dilakukan pada data mentah agar siap dilakukan pemrosesan data lanjutan, seperti visualisasi data dan pembentukan model.

    Preprocessing data berfungsi untuk mengubah data menjadi format yang lebih mudah dan efektif. Proses ini menjadi langkah awal yang penting dalam upaya data mining. Selain itu, teknik data preprocessing juga telah diadaptasi untuk melatih model machine learning.

    Ada beberapa metode yang digunakan untuk data preprocessing, seperti:

    • sampling: memilih subset yang representatif dari populasi data yang besar
    • transformasi: memanipulasi data mentah untuk menghasilkan satu input
    • denoising: menghilangkan noise dari data
    • imputasi: mensintesis data yang relevan secara statistik untuk nilai yang hilang
    • normalisasi: mengatur data untuk akses yang lebih efisien
    • ekstraksi fitur: mengeluarkan subset fitur relevan yang signifikan dalam konteks tertentu.
    Pengertian Data Preprocessing
    Sumber: v7labs.com


    Mengapa Data Preprocessing Penting?

    Mayoritas kumpulan data untuk machine learning sangat rentan hilang, tidak konsisten, noise karena asalnya yang heterogen.

    Menerapkan algoritma data mining pada data yang noise tidak akan memberikan hasil yang baik karena akan gagal mengidentifikasi pola secara efektif. Pengolahan data atau data processing penting untuk meningkatkan kualitas data secara keseluruhan.

    Berikut adalah beberapa alasan yang mendasari pentingnya data preprocessing:

    • Nilai duplikat atau hilang dapat memberikan asumsi yang salah tentang statistik data secara keseluruhan.
    • Titik data yang tidak konsisten dan outlier sering cenderung mengganggu pembelajaran model secara keseluruhan, yang mengarah pada prediksi yang salah.
    • Keputusan yang berkualitas harus didasarkan pada data yang berkualitas. Data preprocessing penting untuk mendapatkan data berkualitas ini, yang tanpanya hanya akan menjadi skenario "Garbage In, Garbage Out", yang artinya kalau kita memasukkan data yang jelek pada model, maka keluarannya juga akan jelek.

    Empat Langkah pada Data Preprocessing

    Teknik Data Preprocessing dalam Machine Learning
    Sumber: v7labs.com

    Berikut langkah-langkah yang digunakan pada data preprocessing:

    1. Data Cleaning 

    Data cleaning atau pembersihan data terutama dilakukan sebagai bagian dari data preprocessing untuk membersihkan data dengan mengisi nilai yang hilang, menghaluskan data yang noise, menyelesaikan data yang tidak konsisten, dan menghapus outlier.

    Nilai yang hilang

    Berikut beberapa cara yang dapat menyelesaikan masalah ini:

    • Mengabaikan tuple
      Metode ini harus dipertimbangkan ketika dataset sangat besar dan banyak nilai yang hilang dalam sebuah tuple.
    • Mengisi nilai yang hilang
      Ada banyak metode untuk menyelesaikan masalah ini, seperti mengisi nilai secara manual, memprediksi nilai yang hilang dengan menggunakan metode regresi, atau metode numerik seperti atribut mean. 

    Data noisy

    Proses ini melibatkan penghapusan kesalahan acak atau varians dalam variabel yang diukur. Hal ini dapat dilakukan dengan bantuan teknik berikut:

    • Binning
      Teknik ini bekerja pada nilai data yang diurutkan untuk menghaluskan noise yang ada didalamnya. Data dibagi menjadi bin (tempat sampah) yang berukuran sama, dan setiap bin ditangani secara independen. Semua data pada sebuah segmen dapat diganti dengan nilai mean, median, atau boundary.
    • Regresi
      Teknik data mining ini pada umumnya digunakan untuk prediksi. Ini membantu untuk menghaluskan noise dengan menyesuaikan semua titik data dalam fungsi regresi. Persamaan regresi linear digunakan jika hanya ada satu atribut independen, lain dengan persamaan polinomial yang digunakan.
    • Clustering
      Pembuatan kelompok/cluster dari data yang memiliki nilai serupa. Nilai-nilai yang tidak terletak di cluster dapat diperlakukan sebagai data yang noise dan dapat dihapus.

    Menghapus outlier

    Teknik clustering yang mengelompokkan titik-titik data yang serupa. Tuple yang terletak di luar cluster adalah data outlier/tidak konsisten.

    2. Integrasi Data

    Integrasi data adalah salah satu langkah data preprocessing yang digunakan untuk menggabungkan data yang ada di berbagai sumber menjadi satu penyimpanan data yang lebih besar seperti gudang data atau data warehouse.

    Integrasi data dibutuhkan terutama ketika kita bertujuan untuk memecahkan skenario seperti mendeteksi keberadaan modul dari gambar CT scan. Satu-satunya pilihan adalah mengintegrasi gambar dari beberapa node medis untuk membentuk database yang lebih besar.

    Kita mungkin mengalami beberapa masalah saat mengadopsi integrasi data sebagai salah satu langkah data preprocessing:

    • Integrasi skema dan pencocokan objek: Data dapat hadir dalam format yang berbeda, dan atribut yang mungkin menyebabkan kesulitan dalan integrasi data.
    • Menghapus atribut yang berlebihan atau redundan dari semua sumber data.
    • Deteksi dan resolusi konflik nilai data.

    3. Transformasi Data

    Setelah pembersihan data dilakukan, kita perlu mengkonsolidasikan data berkualitas ke dalam bentuk alternatif dengan mengubah nilai, struktur, atau format data meggunakan strategi transformasi data berikut ini.

    Generalisasi

    Data tingkat rendah atau granular yang telah dikonversi menjadi informasi tingkat tinggi dengan menggunakan konsep hirarki. Kita dapat mengubah data primitif di alamat seperti kota menjadi informasi tingkat tinggi seperti negara.

    Normalisasi

    Teknik ini adalah teknik transformasi data yang paling penting yang banyak digunakan. Atribut numerik ditingkatkan atau diturunkan agar sesuai dengan rentang yang ditentukan.

    Dalam pendekatan ini, kita membatasi atribut data untuk mengembangkan korelasi diantara titik data yang berbeda. Normalisasi data dapat dilakukan dengan berbagai cara, sebagai berikut.

    • Normalisasi Min-max 
    • Normaliasasi Z-Score
    • Normalisasi Decimal Scaling

    Seleksi atribut

    Properti data baru dibuat dari atribut yang ada untuk membantu dalam proses data mining. Misalnya, tanggal lahir, atribut data dapat diubah ke properti lain seperti is_senior_citizen untuk setiap tuple, yang secara langsung memengaruhi prediksi penyakit atau peluang bertahan hidup, dll.

    Agregari atau pengumpulan

    Metode ini menyimpan data dalam format ringkasan. Misalnya penjualan, data dapat digabungkan dan diubah untuk ditampilkan sesuai format bulan dan tahun.

    4. Data Reduction

    Ukuran dataset di data warehouse bisa terlalu besar untuk ditangani oleh analisis data dan algoritma data mining. 

    Salah satu solusi yang bisa diambil adalah mendapatkan representasi tereduksi dari dataset yang volumenya jauh lebih kecil tetapi menghasilkan kualitas hasil analitik yang sama.

    Berikut adalah cara dari berbagai strategi reduksi data:

    Data cube aggregation

    Ini merupakan cara reduksi data, yang mana data dikumpulkan yang dinyatakan dalam bentuk ringkasan. Operasi agregasi diterapkan pada data dalam konstruksi kubus data.

    Dimensionality reduction

    Teknik dimensionality reduction digunakan untuk melakukan ektraksi fitur/ciri. Dimasi dataset mengacu pada atribut atau fitur infividu dari data. Teknik ini bertujuan untuk mengurangi jumlah fitur yang redundan. Pengurangan dimensi dapat dilakukan dengan menggunakan teknik seperti Principal Componen Analysis, dll.

    Data compression

    Dengan menggunakan teknologi encoding, ukuran data dapat dikurangi secara signifikan. Tetapi mengompresi data dapat berupa lossy atau non-lossy.

    Jika data asli dapat diperoleh setelah rekonstruksi dari data terkompresi, maka disebut sebagai reduksi lossless, jika tidak, maka disebut sebagai reduksi lossy. 

    Discretization

    Diskritisasi data digunakan untuk membagi atribut-atribut yang sifatnya kontinu menjadi data dengan interval.

    Hal ini dilakukan karena fitur nilai kontinu cenderung memiliki peluang korelasi yang lebih kecil dengan variabel target. Hal ini karena kita akan kesulitan untuk menafsirkan hasilnya.

    Setelah diskritisasi variabel, kelompok yang sesuai dengan target dapat diinterpretasikan. Misalnya, atribut usia dapat didiskritkan ke dalam format seperti di bawah 18, 18-44, 44-60, diatas 60.

    Numerosity reduction

    Data dapat direpresentasikan sebagai model atau persamaan seperti model regresi. Ini akan menghemat beban penyimpanan kumpulan data besar alih-alih model.

    Attribute subset selection

    Sangat penting untuk menjadi spesifik dalam pemilihan atribut. Jika tidak, ini dapat menyebabkan data berdimensi tinggi, yang sulit untuk dilatih karena masalah underfitting/overfitting. Hanya atribut yang menambah nilai lebih terhadap model pelatihan yang harus dipertimbangkan, dan sisanya semua dapat dibuang.

    Penilaian Kualitas Data

    Penilaian kualitas data mencakup pendekatan statistik yang perlu diikuti untuk memastikan bahwa data tidak memiliki masalah.

    Data digunakan untuk operasi, manajemen pelanggan, analisis pemasaran, dan pengambilan keputusan. Oleh karena itu, data harus berkualitas tinggi.

    Komponen utama dalam penilaian kualitas data meliputi:

    • Kelengkapan tanpa nilai atribut yang hilang
    • Akurasi dan keandalan dalam hal informasi
    • Konsistensi dalam semua fitur
    • Menjaga validitas data
    • Tidak mengandung redundansi apa pun

    Ringkasan Data Preprocessing

    • Langkah pertama dalam data preprocessing adalah memahami data. Hanya dengan melihat dataset, kita dapat menggunakan intuisi untuk menentukan hal-hal apa yang perlu difokuskan. 
    • Gunakan metode statistik atau library bawaan yang membantu kita memvisualisasikan dataset dan memberi gambaran jelas mengenai data terutama dalam hal distribusi kelas.
    • Ringkas data jika terdapat data duplikat, nilai yang hilang, dan outlier yang ada dalam data.
    • Buang atribut atau fitur yang dirasa tidak berguna untuk pemodelan. Pengurangan dimensi menjadi salah satu aspek yang sangat penting dari data preprocessing.
    • Lakukan beberapa rekayasa fitur dan cari tahu atribut mana yang paling berkontribusi terhadap pelatihan model.

    Penutup

    Demikianlah penjelasan lengkap mengenai data preprocessing yang biasanya ada dalam machine learning dan data mining. Semoga informasi yang disajikan dapat bermanfaat dan menambah khazanah ilmu pengetahuan kita mengenai teknik-teknik data preprocessing.

    Referensi

    Apa itu Preprocessing Data, Manfaat dan Tahapannya

    Di era digital ini, jumlah data yang dihasilkan terus meningkat dengan cepat. Data telah menjadi aset berharga bagi organisasi dan peneliti untuk mengambil keputusan yang lebih cerdas dan mendapatkan wawasan yang berharga.

    Namun, sebelum data dapat digunakan secara efektif, langkah penting yang perlu dilakukan adalah preprocessing data. Preprocessing data merupakan proses kritis dalam analisis data yang melibatkan serangkaian teknik untuk membersihkan, mentransformasi, dan mempersiapkan data mentah menjadi format yang lebih sesuai untuk analisis lebih lanjut.

    Dalam tahap ini, data yang tidak terstruktur, tidak lengkap, atau mengandung kecacatan perlu diolah agar dapat menghasilkan hasil yang akurat dan bermakna.

    Apa Itu Preprocessing Data?

    Preprocessing data adalah proses persiapan dan transformasi data mentah sebelum dilakukan analisis lebih lanjut. Tujuan utama dari preprocessing data adalah untuk membersihkan, mengorganisir, dan mengubah data menjadi format yang lebih sesuai dan siap digunakan dalam analisis data.

    Proses preprocessing data melibatkan serangkaian langkah dan teknik yang dilakukan untuk memastikan kualitas data, menghilangkan kecacatan, mengatasi masalah yang mungkin timbul, dan mempersiapkan data agar sesuai dengan kebutuhan analisis yang akan dilakukan.

    Proses preprocessing data dapat bervariasi tergantung pada jenis data, tujuan analisis, dan alat yang digunakan. Penting untuk memahami karakteristik data dan memilih teknik preprocessing yang tepat sesuai dengan kebutuhan analisis kamu.

    Manfaat Preprocessing Data

    Meningkatkan Kualitas Data

    Preprocessing data membantu meningkatkan kualitas data dengan membersihkan data dari kecacatan, seperti missing data atau outlier. Dengan mengatasi masalah ini, data menjadi lebih lengkap, akurat, dan dapat diandalkan, yang memastikan hasil analisis yang lebih baik.

    Menghilangkan Noise

    Data mentah seringkali mengandung noise atau gangguan yang dapat mempengaruhi hasil analisis. Preprocessing data membantu menghilangkan noise dan memperbaiki kualitas data dengan teknik seperti smoothing atau penghapusan outlier. Hal ini membantu memperoleh sinyal yang lebih jelas dan mengurangi pengaruh gangguan pada hasil analisis.

    Meningkatkan Efektivitas Analisis

    Dengan melakukan preprocessing data yang tepat, data disiapkan dan diubah ke format yang lebih sesuai dengan kebutuhan analisis. Misalnya, melakukan reduksi dimensi mengurangi kompleksitas data dan meningkatkan efisiensi analisis. Dengan demikian, preprocessing data membantu meningkatkan efektivitas dan efisiensi analisis data.

    Menghindari Bias dan Kesalahan

    Preprocessing data membantu menghindari bias dan kesalahan dalam analisis. Dengan memperhatikan dan menangani missing data, outlier, atau variabel yang tidak relevan, preprocessing data membantu memastikan bahwa analisis didasarkan pada data yang akurat dan representatif. Hal ini membantu menghasilkan kesimpulan yang lebih objektif dan dapat diandalkan.

    Meningkatkan Performa Model

    Preprocessing data mempersiapkan data agar cocok untuk model analisis yang akan digunakan. Misalnya, pengkodean variabel kategorikal menjadi bentuk yang dapat diproses oleh model, atau melakukan normalisasi data agar memiliki rentang yang serupa. Dengan mempersiapkan data dengan baik, preprocessing data membantu meningkatkan performa model analisis, sehingga menghasilkan hasil yang lebih akurat dan prediksi yang lebih baik.

    Memperoleh Wawasan yang Lebih Mendalam

    Dengan membersihkan, mengorganisir, dan transformasi data secara tepat, preprocessing data membantu memperoleh wawasan yang lebih mendalam dari data yang dianalisis. Dengan data yang lebih baik dan lebih siap untuk analisis, preprocessing data memungkinkan pengungkapan pola, hubungan, atau informasi yang berharga yang mungkin tersembunyi dalam data mentah.

     


  • Data cleansing adalah proses untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan inkonsistensi atau kesalahan data guna meningkatkan kualitas data. Proses ini mencakup peninjauan, analisis, deteksi, modifikasi, atau penghapusan data yang tidak akurat untuk membuat dataset menjadi 'bersih'.

  • Teknik Analitik Prediktif

    1. Konsep predictive analytics
    2. Algoritma dasar dalam prediksi
    3. Teknik regresi (linear, logistik)
    4. Evaluasi performa model prediktif
    5. Studi kasus implementasi predictive analytics 

  • Analisis Time Series dan Segmentasi Pelanggan

    1. Konsep analisis time series
    2. Teknik peramalandan trend analysis
    3. Metode customersegmentation
    4. Market basket analysis
    5. Aplikasi lanjutan analitik dalam bisnis

    • # Code Latihan

      pip install pandas openpyxl

      import pandas as pd

      df = pd.read_excel('datapenjualan.xls')

      print(df.head())

      data={

      'Bulan': ['jan','Feb','Mar', 'Apr','Mei'], 

      'Penjualan': [150,200,180,250,220], 'Biaya':[80,90,85,110,100]

      }

      df = pd.DataFrame(data)

      df

      df.to_excel('laporan_penjualan.xlsx', index=fale)

      print("File Telah disimpan")

      df_penjualan=df[['Bulan','Penjualan']]

      df_profit=df[['Bulan', 'Profit']]

       with pd.ExcelWriter('Laporan_lengkap.xlsx' as writer:

        df_penjualan.to_excel(writer, sheet name='Penjualan', index=false)

        df_profit.to_excel(writer, sheet name='Profit', index=false)

        import pandas as pd

        import numpy as np

        import matplotlib.pyplot as plt

        plt.figure(figsize=(12,6)

        plt.plot(data['Bulan'], data['Penjualan'])

  • Konsep Supervised Learning dalam Bisnis

    1. Konsep dasar supervised learning
    2. Algoritma klasifikasi (misal: decision tree, SVM)
    3. Algoritma regresi dalam machine learning
    4. Teknik evaluasi model supervised
    5. Penerapan supervised learning pada studi kasus bisnis
  • K-Mean Clustering

  • Apa Itu Business Intelligence? (Dan Mengapa Bisnis Anda Butuh Ini)

    Business Intelligence adalah proses strategis dan teknologi yang mengubah data mentah perusahaan menjadi wawasan yang mudah dipahami. Tujuannya satu yaitu membantu Anda mengambil keputusan bisnis yang lebih cepat, akurat, dan berorientasi pada keuntungan.

    Secara sederhana, Business Intelligence (BI) bukan sekadar software mahal yang dibeli perusahaan. Lebih dari itu, BI adalah strategi mengubah data mentah menjadi keputusan yang menghasilkan uang. Dengan BI, Anda tidak lagi butuh waktu berminggu-minggu menunggu laporan akhir bulan dari tim IT hanya untuk mengetahui produk mana yang menyumbang kerugian. Semuanya tersaji secara real-time di layar Anda.

     

  • Stok

    Penjualan

    Label

    512

    120

    Rugi

    482

    210

    Untung

    300

    187

    Untung

    456

    170

    Rugi

    550

    140

    ?