Garis besar topik
-
Objek dalam pemrograman adalah unit mandiri berupa instans (wujud nyata) dari sebuah class (cetak biru) yang menggabungkan data (atribut/properti) dan perilaku (metode/fungsi) dalam satu kesatuan. Objek merepresentasikan entitas dunia nyata atau abstrak (seperti mobil, user, atau akun bank) untuk mempermudah pengembangan perangkat lunak yang modular dan terstruktur
-
Ada enam jenis kelompok operator dalam pemrograman Java:
- Operator Artimatika;
- Operator Penugasan;
- Operator Pembanding;
- Operator Logika;
- Operator Bitwise;
- dan Operator Ternary.
Bila digambarkan dalam mind map, akan terlihat seperti ini:

Ukuran penuh dari mind map ini dapat kamu lihat di: coggle.it
Apa saja perbedaan dari semua jenis operator tersebut?
Mari kita bahas, satu per satu…
1. Operator Aritmatika
Operator aritmatika digunakan untuk melakukan operasi aritmatika.
Operator ini terdiri dari:
Nama Simbol Penjumlahan +Pengurangan -Perkalian *Pembagian /Sisa Bagi %Bagaimana cara pakainya?
Mari kita coba praktik…
Buatlah kelas baru bernama OperatorAritmatika, kemudian ikuti kode berikut:
import java.util.Scanner; public class OperatorAritmatika { public static void main(String[] args) { int angka1; int angka2; int hasil; Scanner keyboard = new Scanner(System.in); System.out.print("Input angka-1: "); angka1 = keyboard.nextInt(); System.out.print("Input angka-2: "); angka2 = keyboard.nextInt(); // penjumlahan hasil = angka1 + angka2; System.out.println("Hasil = " + hasil); System.out.print("Input angka-1: "); angka1 = keyboard.nextInt(); System.out.print("Input angka-2: "); angka2 = keyboard.nextInt(); // pengurangan hasil = angka1 - angka2; System.out.println("Hasil = " + hasil); System.out.print("Input angka-1: "); angka1 = keyboard.nextInt(); System.out.print("Input angka-2: "); angka2 = keyboard.nextInt(); // perkalian hasil = angka1 * angka2; System.out.println("Hasil = " + hasil); System.out.print("Input angka-1: "); angka1 = keyboard.nextInt(); System.out.print("Input angka-2: "); angka2 = keyboard.nextInt(); // Pembagian hasil = angka1 / angka2; System.out.println("Hasil = " + hasil); System.out.print("Input angka-1: "); angka1 = keyboard.nextInt(); System.out.print("Input angka-2: "); angka2 = keyboard.nextInt(); // Sisa Bagi hasil = angka1 % angka2; System.out.println("Hasil = " + hasil); } }Silahkan jalankan programnya:

-
- Use
ifto specify a block of code to be executed, if a specified condition is true - Use
elseto specify a block of code to be executed, if the same condition is false - Use
else ifto specify a new condition to test, if the first condition is false - Use
switchto specify many alternative blocks of code to be executed
-
1. Percabangan IF
Percabangan ini hanya memiliki satu pilihan. Artinya, pilihan di dalam IF hanya akan dikerjakan kalau kondisinya benar.

Tapi kalau salah… tidak akan melakukan apa-apa. Alias lanjut eksekusi ke perintah berikutnya.
Contoh:
Pernahkah kalian belanja di toko, kemudian kalau belanja di atas sekian ribu dapat hadiah atau diskon.
Nah! Contoh kasus seperti itu, dapat kita selesaikan dengan menggunakan percabangan ini.
untuk lebih jelasnya…
Mari Kita Membuat Program Hadiah
Misalkan ada sebuah toko buku. Mereka memberikan hadiah berupa perlengkapan sekolah kepada pembeli yang belanja di atas Rp 100.000.
Maka programnya bisa kita buat seperti ini:
import java.util.Scanner; public class Hadiah { public static void main(String[] args) { // membuat variabel belanja dan scanner int belanja = 0; Scanner scan = new Scanner(System.in); // mengambil input System.out.print("Total Belanjaan: Rp "); belanja = scan.nextInt(); // cek apakah dia belanja di atas 100000 if ( belanja > 100000 ) { System.out.println("Selamat, anda mendapatkan hadiah!"); } System.out.println("Terima kasih..."); } }Jalankan programnya dan perhatikanlah hasilnya.

Cobalah untuk memberikan nilai di bawah
100000dan perhatikan apa akan yang terjadi.2. Percabangan IF/ELSE
Sedangkan percabangan IF/ELSE memiliki pilihan alternatif kalau kondisinya salah.
IF: ΓÇ£Jika kondisi benar maka kerjakan ini, kalau tidak silahkan lanjutΓÇ¥
IF/ESLE: ΓÇ£Jika kondisi benar maka kerjakan ini, kalau salah maka kerjakan yang itu, setelah itu lanjutΓÇ¥

Begitulah perbedaan IF dengan IF/ELSE.
Sekarang mari kita coba dalam kode program…
Program Cek Kelulusan
Misalkan, kalau nilai siswa lebih besar dari 70, maka ia dinyatakan lulus. Kalau tidak, maka dia gagal.
Programnya bisa kita buat seperti ini:
import java.util.Scanner; public class CekKelulusan { public static void main(String[] args) { // membuat variabel dan Scanner int nilai; String nama; Scanner scan = new Scanner(System.in); // mengambil input System.out.print("Nama: "); nama = scan.nextLine(); System.out.print("Nilai: "); nilai = scan.nextInt(); // cek apakah dia lulus atau tidak if( nilai >= 70 ) { System.out.println("Selemat " + nama + ", anda lulus!"); } else { System.out.println("Maaf " + nama + ", anda gagal"); } } }Hasil outputnya:

Cobalah untuk merubah nilai yang dimasukkan dan perhatikan apa yang akan terjadi.
Percabangan IF/ELSE dengan Operator Ternary
Selain menggunakan struktur seperti di atas, percahangan ini juga dapat menggunakan operator ternary.
Seperti yang sudah kita pelajari pada pembahasan tentang operator. Operator ternary memiliki konsep yang sama seperti percabganan IF/ELSE.

Contoh programnya:
public class OperatorTernary { public static void main(String[] args) { boolean suka = true; String jawaban; // menggunakan operator ternary jawaban = suka ? "iya" : "tidak"; // menampilkan jawaban System.out.println(jawaban); } }3. Percabangan IF/ELSE/IF dan SWITCH/CASE
Jika percabangan IF/ESLE hanya memiliki dua pilihan saja. Maka percahangan IF/ELSE/IF memiliki lebih dari dua pilihan.
Formatnya seperti ini:
if (suatu kondisi) { // maka kerjakan ini // kerjakan perintah ini juga // … } else if (kondisi lain) { // kerjakan ini // kerjakan ini juga // … } else if (kondisi yang lain lagi) { // kerjakan perintah ini // kerjakan ini juga // … } esle { // kerjakan ini kalau // semua kondisi di atas // tidak ada yang benar // … }Coba perhatikan contohnya:

Jika nilainya lebih besar dari
90, maka grade-nya ΓÇ£AΓÇ¥. Sedangkan kalau lebih besar dari80, maka ΓÇ£B+ΓÇ¥. Lebih besar dari70, maka ΓÇ£BΓÇ¥, dan seterusnya.Lebih jelasnya, mari kita buat program.
Program HitungGrade
Silahkan buat sebuah class baru bernama
HitungGrade, kemudian ikuti kode program berikut.import java.util.Scanner; public class HitungGrade { public static void main(String[] args) { // membuat variabel dan scanner int nilai; String grade; Scanner scan = new Scanner(System.in); // mengambil input System.out.print("Inputkan nilai: "); nilai = scan.nextInt(); // higung gradenya if ( nilai >= 90 ) { grade = "A"; } else if ( nilai >= 80 ){ grade = "B+"; } else if ( nilai >= 70 ){ grade = "B"; } else if ( nilai >= 60 ){ grade = "C+"; } else if ( nilai >= 50 ){ grade = "C"; } else if ( nilai >= 40 ){ grade = "D"; } else { grade = "E"; } // cetak hasilnya System.out.println("Grade: " + grade); } }Hasil outputnya:

Percabangan SWITCH/CASE
Percabangan SWITCH/CASE sebenarnya adalah bentuk lain dari IF/ELSE/IF.
Bedanya, percabangan ini menggunakan kata kunci
switchdancase.Formatnya juga berbeda, tapi cara kerjanya sama.
switch(variabel){ case 1: // kerjakan kode ini // kode ini juga break; case 2: // kerjakan kode ini // kode ini juga break; case 3: // kerjakan kode ini // kode ini juga break; default: // kerjakan kode ini // kode ini juga break; }Perhatikan:
case 1artinya nilaivariabelyang akan dibandingkan, apakah nilainya sama dengan1atau tidak.Kalau iya, maka kerjakan kode yang ada di dalam
case 1.Bisa juga betuknya berbeda, misalnya seperti ini:
switch (variabel) { case 'A': // lakukan sesuatu break; case 'B': // lakukan ini break; default: // lakukan ini }Perlu diperhatikan juga: di sana ada kata kunci
breakdandefault.breakartinya berhenti. Ini untuk memerintahkan komputer untuk berhenti mengecekcaseyang lainnya.defaultartinya jika nilai variabel tidak ada yang sama dengan pilihan case di atas, maka kerjakan kode yang ada di dalamdefault.
Pilihan
defaultbisa juga tidak memilikibreak, karena dia adalah pilihan terakhir. Artinya pengecekan akan berakhir di situ.Contoh program dengan percabangan SWITCH/CASE
import java.util.Scanner; public class LampuLalulintas { public static void main(String[] args) { // membuat variabel dan Scanner String lampu; Scanner scan = new Scanner(System.in); // mengambil input System.out.print("Inputkan nama warna: "); lampu = scan.nextLine(); switch(lampu){ case "merah": System.out.println("Lampu merah, berhenti!"); break; case "kuning": System.out.println("Lampu kuning, harap hati-hati!"); break; case "hijau": System.out.println("Lampu hijau, silahkan jalan!"); break; default: System.out.println("Warna lampu salah!"); } } }Hasil outputnya:

Eksperimen: Cobalah untuk menghilangkan
breakdi salah satucasedan perhatikanlah hasilnya.Percabangan dalam Percabangan (Nested)
Kita sudah tahu tiga bentuk dasar percabganan di Java. Selanjutnya, kita coba bahas percabangan yang ada di dalam perbangan (perabangan bersarang).
Sebenarnya pembahasan ini saya ingin pisahkan. Namun, baiknya digabungkan di sini aja.
Anggap saja pembahasan bonus
.
Baiklah…
Jadi, percabangan itu bisa dibuat di dalam percabangan. Kadang teknik ini disebut juga nested if.
Contoh kasus:
Misalnya ada model bisinis seperti ini di sebuah toko. Ketika orang membayar di kasir, biasanya ditanya ada kartu member untuk mendapatkan diskon dan sebagainya.
Apakah anda punya kartu member? - ya * Apakah belanjaan anda lebih dari 500rb? # ya : mendapatkan diskon 50rb # tidak : tidak mendapatkan diskon * Apakah belanjaan anda lebih dari 100rb? # ya : mendapatkan diskon 15rb # tidak: tidak mendapatkan diskon - tidak * Apakah belanjaan anda lebih dari 100rb? # ya : mendapatkan diskon 10rb # tidak: tidak mendapatkan diskonPaham?
Kalau tidak, coba perhatikan flow chart-nya:

Masih belum paham?
Kalau begitu mari kita coba dalam program.
Silahkan buat class baru bernama
Kasirdan ikuti kode program berikut ini.import java.util.Scanner; public class Kasir { public static void main(String[] args) { // deklarasi variabel dan Scanner int belanjaan, diskon, bayar; String kartu; Scanner scan = new Scanner(System.in); // mengambil input System.out.print("Apakah ada kartu member: "); kartu = scan.nextLine(); System.out.print("Total belanjaan: "); belanjaan = scan.nextInt(); // proses if (kartu.equalsIgnoreCase("ya")) { if (belanjaan > 500000) { diskon = 50000; } else if (belanjaan > 100000) { diskon = 15000; } else { diskon = 0; } } else { if (belanjaan > 100000) { diskon = 5000; } else { diskon = 0; } } // total yang harus dibayar bayar = belanjaan - diskon; // output System.out.println("Total Bayar: Rp " + bayar); } }Hasil outputnya:

Cobalah untuk mengubah nilai yang dimasukkan dan perhatikan hasilnya.
Mungkin di sana ada yang perlu diperhatikan:
- Fungsi
equalsIgnoreCase("ya")digunakan untuk membandingkan String dengan tidak memperdulikan huruf besar dan kecilnya. - Ada juga Fungsi
equals(), fungsinya sama. Tapiequals()akan memperhatikan case hurufnya.
Kenapa tidak menggunakan operator
==atau!=?Di Java memang seperti itu.
Kalau kita ingin membandingkan nilai String, ya… menggunakan fungsi yang dua tadi.
Tapi, kalau membandingkan selain String, maka bisa pakai operator
==atau!=.Menggunakan Operator Logika dalam Percabangan
Operator logika dalam percabangan sebenarnya bisa membuat percabangan menjadi lebih singkat.
Misal ada program Tilang dengan logika seperti ini:
public class Tilang { public static void main(String[] args) { boolean SIM = false; boolean STNK = true; // cek apakah dia akan ditilang atau tidak if(SIM == true){ if( STNK == true ) { System.out.println("Tidak ditilang!"); } } else { System.out.println("Anda ditilang!"); } } }Perhatikan: di sana kita menggunakan percabangan bersarang untuk mengecek, apakah dia ditilang atau tidak.
Hal ini sebenarnya bisa disingkat dengan operator logika, sehingga menjadi seperti ini:
public class Tilang { public static void main(String[] args) { boolean SIM = false; boolean STNK = true; // cek apakah dia akan ditilang atau tidak if(SIM == true && STNK == true){ System.out.println("Tidak ditilang!"); } else { System.out.println("Anda ditilang!"); } } }Pada kode di atas, kita menggunakan operator AND (
&&).Karena logikanya: Si pengendara tidak akan ditilang kalau punya SIM dan STNK.
- Use
-
Berikut penjelasan lengkap tentang perulangan (looping) di Java beserta contoh kode yang runnable dan aman.
1. Jenis Perulangan di Java
Java memiliki tiga jenis perulangan utama:
forloop → Digunakan jika jumlah iterasi sudah diketahui.whileloop → Digunakan jika jumlah iterasi belum pasti, tapi ada kondisi berhenti.do-whileloop → Sama sepertiwhile, tetapi dijalankan minimal sekali.
2. Contoh Program Lengkap
Java
public static void main(String[] args) { // 1. FOR LOOP System.out.println("=== FOR LOOP ==="); for (int i = 1; i <= 5; i++) { System.out.println("Iterasi ke-" + i); } // 2. WHILE LOOP System.out.println("\n=== WHILE LOOP ==="); int j = 1; while (j <= 5) { System.out.println("Iterasi ke-" + j); j++; } // 3. DO-WHILE LOOP System.out.println("\n=== DO-WHILE LOOP ==="); int k = 1; do { System.out.println("Iterasi ke-" + k); k++; } while (k <= 5); // 4. PERULANGAN BERSARANG (Nested Loop) System.out.println("\n=== NESTED LOOP ==="); for (int baris = 1; baris <= 3; baris++) { for (int kolom = 1; kolom <= 3; kolom++) { System.out.print("(" + baris + "," + kolom + ") "); } System.out.println(); // pindah baris } } }3. Penjelasan Singkat
for→ Cocok untuk iterasi dengan batas jelas.
Contoh: menghitung dari 1 sampai 10.while→ Mengecek kondisi sebelum menjalankan blok kode.do-while→ Menjalankan blok kode minimal sekali, baru mengecek kondisi.- Nested Loop → Perulangan di dalam perulangan, sering digunakan untuk array 2D atau tabel.
4. Output Program
=== FOR LOOP === Iterasi ke-1 Iterasi ke-2 Iterasi ke-3 Iterasi ke-4 Iterasi ke-5 === WHILE LOOP === Iterasi ke-1 Iterasi ke-2 Iterasi ke-3 Iterasi ke-4 Iterasi ke-5 === DO-WHILE LOOP === Iterasi ke-1 Iterasi ke-2 Iterasi ke-3 Iterasi ke-4 Iterasi ke-5 === NESTED LOOP === (1,1) (1,2) (1,3) (2,1) (2,2) (2,3) (3,1) (3,2) (3,3) -
Sebuah loop disebut bersarang jika ditempatkan di dalam loop lain. Pada lintasan pertama, loop luar memanggil loop dalam, yang berjalan hingga selesai, setelah itu kontrol ditransfer ke badan loop luar. Pada pass kedua, loop luar memanggil loop dalam lagi. Begitu seterusnya sampai loop luar berakhir. Ada empat jenis loop di Java:
untuk putaran
while loop
do... while loop
untuk-setiap loop
-
public class NestedLoopsDemo1 {
public static void main(String[] args) {
for (int i = 0; i < 10; i++)
{ for (int j = 0; j<=i; j++)
System.out.print("*");
System.out.println();
}
}
}
-
Java
package minggu4; import java.util.Scanner; public class piramid { public static void main(String[] args) { Scanner scanner = new Scanner(System.in); System.out.print("Masukkan tinggi piramida (angka positif): "); int tinggi = scanner.nextInt(); if (tinggi <= 0) { System.out.println("Tinggi harus lebih dari 0."); } for (int i = 1; i <= tinggi; i++) { for (int spasi = 1; spasi <= tinggi - i; spasi++) { System.out.print(" "); } for (int bintang = 1; bintang <= (2 * i - 1); bintang++) { System.out.print("*"); } System.out.println(); } scanner.close(); }Cara Kerja:
- Input tinggi piramida → pengguna memasukkan jumlah baris.
- Loop pertama (
for i) → mengatur jumlah baris. - Loop kedua (
for spasi) → mencetak spasi di awal agar bintang membentuk piramida. - Loop ketiga (
for bintang) → mencetak bintang sesuai pola(2 * i - 1). - Validasi input → mencegah input negatif atau bukan angka.
Contoh Output:
Jika
tinggi = 5:* *** ***** ******* *********
-
Belajar Java: Menggunakan Array untuk Menyimpan Banyak Hal
Apa yang akan kita lakukan bila memiliki banyak data yang akan disimpan dalam vairabel?
Misalkan kita ingin menyimpan nama-nama teman dalam variabel.
Maka mungkin kita akan melakukannya seperti ini:
String namaTeman1 = "Linda"; String namaTeman2 = "Santi"; String namaTeman3 = "Susan"; String namaTeman4 = "Mila"; String namaTeman5 = "Ayu";Hal ini sah-sah saja.
Akan tetapi…
Masalahnya bagaimana kala datanya banyak, misalkan ada 100 data, pastinya capek donk membuat variabel sebanyak itu.
Karena itu, kita bisa menyimpan itu semua dalam Array.
Apa itu Array?
Array adalah sebuah variabel yang bisa menyimpan banyak data dalam satu variabel.
Array menggunakan indeks untuk memudahkan akses terhadap data yang disimpannya.

Indeks array selalu dimulai dari
0……dan perlu diketahui juga, indeks tidak selalu dalam bentuk angka. Bisa juga karakter atau teks.
Cara Membuat Array di Java
Cara membuat array kosong:
// cara pertama String[] nama; // cara kedua String nama[]; // cara ketiga dengan kata kunci new String[] nama = new String[5];Parhatikan:
- Kita menggunakan kurung siku
[]untuk membuat array; - Kurung siku bisa diletakkan setelah tipe data atau nama array;
- Angka
5dalam kurung artinya batas atau ukuran array-nya.
Array yang kosong siap diisi dengan data. Pastikan mengisinya dengan data yang sesuai dengan tipe datanya.
Kita bisa mengisinya seperti ini:
nama[0] = "Linda"; nama[1] = "Santi"; nama[2] = "Susan"; nama[3] = "Mila"; nama[4] = "Ayu";Atau kalau tidak mau repot, kita bisa membuat array dan langsung mengisinya.
String[] nama = {"Linda", "Santi", "Susan", "Mila", "Ayu"};Mengambil Data dari Array
Seperti yang sudah kita ketahui, array memiliki indeks untuk memudahkan kita mengakses datanya.
Karena itu, kita bisa mengambil datanya dengan cara seperti ini:
// membuat array String[] nama = {"Linda", "Santi", "Susan", "Mila", "Ayu"}; // mengambil data array System.out.println(teman[2]);Kira-kira apa hasil outputnya?
Yep! benar sekali, hasil outputnya adalah:
SusanKarena
Susanterletak di indeks ke-2.Menggunakan Perulangan
Mengambil data satu per satu dari array mungkin cukup melelahkan, karena kita harus mengtik ulang nama array-nya dengan indeks yang berbeda.
Contoh:
System.out.println(teman[0]); System.out.println(teman[1]); System.out.println(teman[2]); System.out.println(teman[3]);Bagaimana kalau data array-nya sampai 1000, maka kita harus mengetik kode sebanyak seribu kali.
Karena itu, disinilah peran perulangan.

Perhatikan:
Di sana kita menggunakan atribut
lengthuntuk mengambil panjang array-nya.Jadi, perulangan akan dilakukan sebanyak isi array-nya.
Sekarang Mari Kita Latihan
Silahkan buat class bernama
Buah, kemudian ikuti kode berikut:import java.util.Scanner; public class Buah { public static void main(String[] args) { // membuat array buah-buahan String[] buah = new String[5]; // membuat scanner Scanner scan = new Scanner(System.in); // mengisi data ke array for( int i = 0; i < buah.length; i++ ){ System.out.print("Buah ke-" + i + ": "); buah[i] = scan.nextLine(); } System.out.println("---------------------------"); // menampilkan semua isi array for( String b : buah ){ System.out.println(b); } } }Hasil outputnya:

Perhatikan:
Di sana kita menggunakan perulangan
foreachuntuk menampilkan isi array.Seperti yang sudah kita pelajari pada materi Perulangan di Java, perulangan ini dapat kita gunakan untuk menampilkan isi array.
Array multi dimensi artinya array yang memiliki lebih dari satu dimensi.
Atau kita bisa sebut, array di dalam array.
Jumlah dimensinya tidak terbatas, tergantung kita mampunya sampai berapa 😄.
Contoh berikut ini adalah array dua dimensi:
String[][] kontak = { {"Lili","08111"}, {"Lala","08122"}, {"Maya","08133"} };Indek ke-
0pada arraykontakberisi array{"lili","08111"}.
Contoh cara mengakses data dari array dua dimensi:

Contoh Program Array Multi Dimensi
Biar makin mantap pemahaman kita tentang array multi dimensi, mari kita coba membuat sebuah program.
Silahkan buat class baru bernama
RuangKelaskemudian ikuti kode berikut:import java.util.Scanner; public class RuangKelas { public static void main(String[] args) { // Membuat Array dan Scanner String[][] meja = new String[2][3]; Scanner scan = new Scanner(System.in); // mengisi setiap meja for(int bar = 0; bar < meja.length; bar++){ for(int kol = 0; kol < meja[bar].length; kol++){ System.out.format("Siapa yang akan duduk di meja (%d,%d): ", bar, kol); meja[bar][kol] = scan.nextLine(); } } // menampilkan isi Array System.out.println("-------------------------"); for(int bar = 0; bar < meja.length; bar++){ for(int kol = 0; kol < meja[bar].length; kol++){ System.out.format("| %s | \t", meja[bar][kol]); } System.out.println(""); } System.out.println("-------------------------"); } }Hasil outputnya:

Pada program tersebut, kita menggunakan perulangan bersarang untuk mengambil input dan menampilkan outputnya.
Karena array dua dimensi mirip seperti tabel, maka kita harus melakukan perulangan terhadap baris dan kolomnya.
Lalu bagaimana dengan array 3D, 4D, 5D, dan seterusnya?
Tentu saja kita harus membuat perulangan bersarang sebanyak dimensinya.
Kalau tiga, ya buat tiga perulangan.
Array List
Array yang kita bahas di atas sebenarnya memiliki beberapa kekurangan, seperti:
- Tidak mampu menyimpan data dengan tipe yang berbeda.
- Ukurannya tidak dinamis.
Maka dari itu, ada Array List yang menutupi kekurangan tersebut.
Array list merupakan sebuah class yang memungkinkan kita membuat sebuah objek untuk menampung apapun.
Untuk menggunakan Array List, kita harus mengimpornya terlebih dahulu.
import java.util.ArrayList;Setelah itu, baru kita bisa membuat sebuah objek Array List seperti ini:
ArrayList al = new ArrayList();Mari kita coba….
Contoh Program dengan Array List
Silahkan membuat class dengan nama
Doraemon, kemudian ikuti kode berikut:import java.util.ArrayList; public class Doraemon { public static void main(String[] args) { // membuat objek array list ArrayList kantongAjaib = new ArrayList(); // Mengisi kantong ajaib dengan 5 benda kantongAjaib.add("Senter Pembesar"); kantongAjaib.add(532); kantongAjaib.add("tikus"); kantongAjaib.add(1231234.132); kantongAjaib.add(true); // menghapus tikus dari kantong ajaib kantongAjaib.remove("tikus"); // Menampilkan isi kantong ajaib System.out.println(kantongAjaib); // menampilkan banyak isi kantong ajaib System.out.println("Kantong ajaib berisi "+ kantongAjaib.size() +" item"); } }Hasil outputnya:

Karena array list (
kantongAjaib) merupakan sebuah objek yang terbuat dari class Array List, maka dia punya method (fungsi) untuk melakukan sesuatu.- Fungsi
add()untuk menambahkan sesuatu ke dalam Array List; - Fungsi
remove()untuk menghapus sesuatu ke dalam Array List; - Fungsi
size()untuk mengambil ukuran Array List; - Fungsi
get(id)untuk mengambil item dalam Array List berdasarkan id atau indeks tertentu.
- Kita menggunakan kurung siku
-
A constructor in Java is a special method that is used to initialize objects.
The constructor is called when an object of a class is created.
It can be used to set initial values for object attributes:
// Create a Main class public class Main { int x; // Create a class attribute // Create a class constructor for the Main class public Main() { x = 5; // Set the initial value for the class attribute x } public static void main(String[] args) { Main myObj = new Main(); // Create an object of class Main (This will call the constructor) System.out.println(myObj.x); // Print the value of x } } // Outputs 5-
public class Main { int modelYear; String modelName; public Main(int year, String name) { modelYear = year; modelName = name; } public static void main(String[] args) { Main myCar = new Main(1969, "Mustang"); System.out.println(myCar.modelYear + " " + myCar.modelName); } }
-
-
Dalam OOP kalian dapat membuat class baru (Sub class) dengan mewarisi sifat-sifat dari class yang sudah ada (Super class). Ketika kalian membuat class yang mewarisi dari class yang sudah ada, kalian dapat menggunakan kembali method dan variabel dari class induk, dan kalian juga dapat menambahkan method baru.Namun apakah semua method dan variabel dari super class dapat diturunkan ke sub class? Tidak, method atau variabel dengan modifier private tidak dapat diwariskan ke sub class.
Contoh Pewarisan dalam Java
public class Pegawai { double gaji = 5000000; } class Programmer extends Pegawai{ double bonus = 20000000; } class TestPewarisan { public static void main(String[] args){ Programmer obj = new Programmer(); System.out.println("Gaji Programmer "+obj.gaji); System.out.println("Bonus Programmer "+obj.bonus); } }
Nb. Untuk melakukan pewarisan gunakan keyword extends.Jenis - Jenis Pewarisan dalam Java
Pada java terdapat 3(tiga) jenis pewarisan : Single, Multilevel dan Hierarchical.
Contoh Pewarisan Single
public class A { public void cetak(){ System.out.println("Pesan dari class A"); } } class B extends A{ public void msg(){ System.out.println("Pesan dari class B"); } } class TestPewarisan { public static void main(String[] args){ B obj = new B(); obj.cetak(); obj.msg(); } }Contoh Pewarisan Multilevel
public class A { public void msgA(){ System.out.println("Pesan dari class A"); } } class B extends A{ public void msgB(){ System.out.println("Pesan dari class B"); } } class C extends B{ public void msgC(){ System.out.println("Pesan dari class C"); } } class TestPewarisan { public static void main(String[] args){ C obj = new C(); obj.msgA(); obj.msgB(); obj.msgC(); } }Contoh Pewarisan Hierarchical
public class A { public void msgA(){ System.out.println("Pesan dari class A"); } } class B extends A{ public void msgB(){ System.out.println("Pesan dari class B"); } } class C extends A{ public void msgC(){ System.out.println("Pesan dari class C"); } } class TestPewarisan { public static void main(String[] args){ C obj = new C(); obj.msgA(); obj.msgC(); } } -
-
SLIDE Berkas PDF289.4 KB · Diunggah 4/06/26, 12:52
-
Modul Berkas PDF123.4 KB · Diunggah 4/06/26, 12:54
-
-
Most computer users today expect software to feature a graphical user interface (GUI) with a variety of widgets such as text boxes, sliders, and scrollbars. The Java Class Library includes Swing, a set of packages that enable Java programs to offer a sophisticated GUI and collect user input with the mouse, keyboard, and other input devices.
In this lesson, you will use Swing to create applications that feature these GUI components:
-
Frames: Windows with a title bar; menu bar; and Maximize, Minimize, and Close buttons
-
Containers: Components that hold other components
-
Buttons: Clickable rectangles with text or graphics indicating their purpose
-
Labels: Text or graphics that provide information
-
Text fields and text areas: Windows that accept keyboard input of one line or multiple lines
-
Drop-down lists: Groups of related items that are selected from drop-down menus or scrolling windows
-
Check boxes and radio buttons: Small squares or circles that can be selected or deselected
-
Image icons: Graphics added to buttons, labels, and other components
-
Scrolling panes: Panels for components too big for a user interface that can be accessed in full by using a scrollbar
Swing is the most extensive set of related classes introduced thus far in the book. Learning to create graphical applications with these packages is good practice for utilizing a class library in Java, which is something yo do often in your own projects
-
-
-
38.3 KB · Diunggah 11/06/26, 11:47
-
JDBC Berkas ZIP5.1 MB · Diunggah 11/06/26, 13:23
-
-
131.0 KB · Diunggah 18/06/26, 10:30
-
Library Berkas RAR8.4 MB · Diunggah 18/06/26, 10:28
-




