Garis besar topik
-
-

Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Selamat datang rekan-rekan Mahasiswa Akuntansi yang saya banggakan. Dimanapun anda berada, semoga selalu dalam keadaan sehat walafiat dan dalam lindungan Allah SWT.
Selamat datang pada mata kuliah ΓÇ£AKUNTANSI KEPRILAKUAN KELAS
Mata kuliah Akuntansi Keprilakuan membahasaplikasi konsep ilmu keperilakuan dalam desain sistem akuntansi, analisis reaksi manusia terhadap laporan keuangan, pengolahan informasi untuk pengambilan keputusan, serta strategi komunikasi dan motivasi dalam lingkungan akuntansi. sehingga mahasiswa mampu memahami dinamika perilaku dalam akuntansi, menganalisis dampak informasi akuntansi terhadap pengambilan keputusan, serta mengembangkan strategi akuntansi yang lebih efektif dan efisien dalam mencapai tujuan organisasi. Selain itu, mata kuliah ini juga mengkaji perkembangan akuntansi keperilakuan dalam berbagai bidang, seperti Akuntansi manajemen, keuangan, auditing, dan sumber daya manusia, guna meningkatkan efektivitas pengelolaan organisasi.
Rieka Ramadhaniyah.,S.E.,M.Ec.Dev -
Deskripsi Mata Kuliah :
Mata kuliah ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai hubungan antara aspek perilaku manusia dengan sistem akuntansi dalam suatu organisasi. Mata kuliah ini mengkaji bagaimana faktor psikologis, sosial, dan organisasi memengaruhi proses akuntansi, pengambilan keputusan, serta kinerja individu dan kelompok.
Mahasiswa akan mempelajari konsep-konsep utama dalam akuntansi keperilakuan, termasuk pengaruh motivasi, persepsi, dan insentif terhadap sistem akuntansi manajerial serta bagaimana kebijakan penganggaran dan pengendalian dapat memicu reaksi perilaku tertentu dalam organisasi.
Materi Pembelajaran
1. Pengantar Akuntansi Keperilakuan: Pengertian dan ruang lingkup akuntansi keperilakuan, tujuan dan manfaatnya, peran akuntansi dalam organisasi, dimensi keperilakuan dalam akuntansi, serta sejarah dan perkembangan akuntansi keperilakuan.
2. Konsep Dasar Ilmu Keperilakuan: Lingkup dan tujuan ilmu keperilakuan, perbedaan antara ilmu keperilakuan dan akuntansi keperilakuan, perspektif perilaku manusia, serta pengaruh organisasi terhadap perilaku individu dalam konteks akuntansi.
3. Aspek Psikologis dalam Akuntansi: Sikap, motivasi, persepsi, pembelajaran, dan kepribadian sebagai faktor yang memengaruhi perilaku akuntan dan pengambil keputusan dalam organisasi.
4. Asumsi dan Perspektif Perilaku Manusia: Asumsi dasar perilaku manusia, pandangan ekonomi klasik terhadap perilaku, konsep feodalisme dan kapitalisme, serta implikasinya terhadap teori dan praktik akuntansi modern.
5. Metode Penelitian Akuntansi Keperilakuan: Definisi dan tujuan penelitian perilaku, validitas dan keandalan penelitian, rancangan proyek dan pemilihan responden, metode pengumpulan data, serta analisis data dalam penelitian akuntansi keperilakuan.
6. Perilaku dalam Sistem Pengendalian Keuangan: Dilema pengendalian keuangan, konsep pengendalian terpadu, faktor kontekstual yang memengaruhi efektivitas pengendalian, serta pertimbangan dalam perancangan sistem pengendalian manajemen.
7. Perilaku dalam Akuntansi Pertanggungjawaban: Dilema etika dalam akuntansi pertanggungjawaban, konsep akuntansi pertanggungjawaban tradisional dan modern, penetapan tanggung jawab dan pelaporan, serta perilaku manajer dalam menjalankan tanggung jawab.
8. Aspek Keperilakuan dalam Perencanaan dan Penganggaran: Fungsi perencanaan dan penyusunan anggaran, motivasi dan perilaku dalam proses penganggaran, partisipasi anggaran dan konflik kepentingan, serta dilema etika dalam anggaran laba.
9. Aspek Keperilakuan dalam Pengumpulan dan Pengendalian Biaya: Dilema biaya dan efisiensi, perbandingan sistem biaya standar dan tradisional, perilaku dalam penetapan biaya, serta analisis studi kasus dilema biaya dalam organisasi.
10. Aspek Keperilakuan dalam Evaluasi Kinerja dan Desentralisasi: Definisi dan tujuan evaluasi kinerja, hubungan antara balas jasa dan motivasi kerja, pengaruh desentralisasi terhadap perilaku manajer, serta dilema perilaku dalam sistem evaluasi dan tanggung jawab.
11. Dimensi Perilaku dalam Pengendalian Internal: Konsep pengendalian internal, manfaat dan tujuan pengendalian, kerangka COSO dan SOX, penelitian tentang perilaku dalam sistem pengendalian internal, serta penilaian efektivitasnya.
12. Pola Perilaku Auditor dan Pengambilan Keputusan: Definisi perilaku auditor, dilema dan tekanan dalam auditing,
pengaruh kepribadian dan gaya kognitif terhadap keputusan audit, serta proses pengambilan keputusan akuntansi dalam organisasi.
13. Faktor Keperilakuan dalam Pelaporan Keuangan dan Perpajakan: Dampak keperilakuan terhadap persyaratan
pelaporan keuangan, komunikasi informasi akuntansi, perilaku individu dalam kepatuhan pajak, serta etika dan dilema penghindaran pajak.
14. Penerapan Akuntansi Keperilakuan dalam SDM dan Akuntansi Sosial: Konsep akuntansi sumber daya manusia, pengukuran nilai SDM dan keberlanjutan sistem ASDM, akuntansi sosial dan tanggung jawab sosial perusahaan, serta dilema etika dalam akuntansi sosial.
-
ASSESSMENT MODEL
KOMPONEN PENILAIAN
UTS
UAS
TUGAS
KEHADIRAN
KEAKTIFAN KELAS
20%
20%
20%
20%
20%
MEASUREMENT ASSESSMENTHURUF
NILAI
BOBOT
KRITERIA
A
80 ΓÇô 100
4
Sangat Baik
A-
75-79,5
3.75
Baik sekali
B+
70-74,5
3.5
Baik
B
65-67,5
3
baik
C
55-64,5
2
Cukup
D
30-54,5
1
Kurang
E
< 30
0
Tidak Lulus
-
Sumber Utama:
Supriyono, R. A. 2018. Akuntansi Keperilakuan. Yogyakarta: UGM PRESS
Sumber Pendukung:
- Lubis,Arfan Ikhsan. 2014. Akuntansi Keperilakuan. Edisi 2. Jakarta: Salemba Empat.
- Suartana,I Wayan. 2011. Akuntansi Keperilakuan.Yogyakarta: Andi Publisher.
- Setiawan, Ivan Aries dan Imam Gozali. 2012. Akuntansi Keperilakuan: Konsep dan Kajian Empiris Perilaku Akuntansi. Semarang: Universitas Diponegoro
-
RPS Berkas PDF
Berikut Rencana Pembelajaran Semester pada mata Kuliah Akuntans Keprilakuan
395.1 KB · Diunggah 5/03/26, 10:29 -
-
-
Assalamualaikum Wr Wb
Selamat pagi seluruh Mahasiswa Akuntansi yang sedang menempuh Mata Kuliah AKUNTANSI KEPERILAKUAN.
Terimakasih
-
-
-

Akuntansi keperilakuan (behavioral accounting) melihat bagaimana perilaku manusiaΓÇöbaik individu maupun kelompokΓÇömempengaruhi proses akuntansi (penyusunan laporan, pengambilan keputusan, audit, dan pengendalian). Bidang ini berkembang dari integrasi antara Akuntansi dan Psikologi, serta diperkaya oleh Sosiologi dan Perilaku Organisasi.
-
-
-
-
-
Akuntansi keperilakuan berfokus pada bagaimana faktor manusia memengaruhi sistem dan praktik akuntansi. Bidang ini menggabungkan pendekatan dari Akuntansi dengan Psikologi untuk memahami bahwa keputusan akuntansi tidak pernah sepenuhnya ΓÇ£rasional murniΓÇ¥, tetapi dipengaruhi oleh perilaku, persepsi, dan konteks sosial.
-
-
Aspek psikologis ini sangat berkaitan dengan:
- keputusan manajer
- penyusunan anggaran
- perilaku auditor
- potensi fraud
Contoh:
- tekanan target → manipulasi laporan
- motivasi bonus → senjangan anggaran
- bias persepsi → kesalahan audit
-
-
Aspek perilaku dalam tinjauan sejarah menunjukkan bahwa:
manusia bukan sekadar ΓÇ£pengambil keputusan rasionalΓÇ¥, tetapi makhluk yang:- dipengaruhi emosi
- memiliki keterbatasan kognitif
- dipengaruhi lingkungan sosial
Hal inilah yang menjadi dasar lahirnya akuntansi keperilakuanΓÇöuntuk memahami bagaimana manusia sebenarnya bertindak, bukan hanya bagaimana seharusnya mereka bertindak.
-
-

Metode Penelitian dalam Akuntansi Keperilakuan
Penelitian dalam akuntansi keperilakuan berangkat dari gagasan bahwa praktik Akuntansi tidak bisa dilepaskan dari perilaku manusia yang dikaji dalam Psikologi. Karena itu, metode yang digunakan cenderung beragam (multimetode) untuk menangkap proses berpikir, motivasi, dan interaksi sosial di balik angka-angka akuntansi.
-
-
-

Pengendalian Keuangan (Financial Control)
Pengendalian keuangan adalah proses sistematis untuk memastikan bahwa pengelolaan keuangan berjalan sesuai rencana, efisien, dan bebas dari penyimpangan. Dalam praktiknya, konsep ini tidak hanya teknis, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh perilaku manusia sebagaimana dikaji dalam Akuntansi dan Perilaku Organisasi.
-
-
-
Silahkan kalian Upload jawaban pada kolom ini.
Apakah kepribadian individu dapat mengalami perubahan sebagai akibat dari pengaruh lingkungan kerja? faktor-faktor apa saja dalam lingkungan kerja yang dapat memengaruhi perubahan tersebut, serta bagaimana perubahan kepribadian tersebut dapat berdampak pada perilaku dan pengambilan keputusan akuntansi?
-
Akuntansi pertanggungjawaban meningkatkan relevansi dari informasi akuntansi dengan cara menetapkan suatu kerangkan kerja untuk perencanaan, akumulasi data, dan pelaporan yang sesuai dengan struktur organisasional dan hierarki pertanggungjawaban dari suatu perusahaan. Akuntansi pertanggungjawaban memeberika suatu sentuhan pribadi terhadap mekanisme akumulasi data yang impersonal dalam akuntansi konvensional dengan cara membahas manajer segmen secara langsung dan menyediakan tujuan serta hasil kinerja actual atas factor-faktor operasional atas mana manajer tersebut bertanggungjawab dan mampu melakukan pengendalian.
-
Aspek keperilakuan dalam perencanaan dan penganggaran laba . Studi ini berfokus pada tahapan penetapan tujuan, implementasi, serta pengendalian dan evaluasi kinerja guna memastikan anggaran menjadi alat motivasi yang efekt
-
Aspek keperilakuan pada pengumpulan dan pengendalian biaya adalah studi tentang bagaimana manusia merespons sistem akuntansi. Hal ini melibatkan perbandingan biaya aktual dengan anggaran, di mana reaksi psikologis staf (seperti motivasi atau resistensi) sangat memengaruhi efektivitas target. Keterlibatan karyawan secara langsung dalam penetapan anggaran sangat penting untuk mencegah penolakan
-
Aspek keperilakuan dalam evaluasi kinerja adalah proses penilaian periodik atas efektivitas operasional yang mempertimbangkan reaksi psikologis, motivasi, dan perilaku karyawan
-
Interpretasi keperilakuan atas desentralisasi adalah bagaimana pendelegasian wewenang dan pengambilan keputusan memengaruhi motivasi, sikap, dan tindakan manajer tingkat bawah . Hal ini mengubah struktur tanggung jawab melalui pembentukan pusat pertanggungjawaban seperti pusat biaya, pusat pendapatan, pusat laba, dan pusat investasi
-
Dimensi perilaku pengendalian internal berfokus pada aspek manusia dan budaya organisasi . Ini menyoroti bahwa efektivitas sistem sangat bergantung pada kesadaran etis, integritas, dan kompetensi sumber daya manusia. Menurut kerangka kerja COSO, dimensi ini melandasi lima komponen utama:
- Lingkungan Pengendalian (Control Environment): Menjadi fondasi yang mencakup komitmen terhadap integritas, nilai etika, filosofi manajemen, dan gaya operasi.
- Penilaian Risiko (Risk Assessment): Kesadaran perilaku karyawan terhadap identifikasi dan analisis risiko yang berpotensi menghambat tujuan perusahaan.
- Aktivitas Pengendalian (Control Activities): Kepatuhan terhadap kebijakan dan prosedur (seperti pemisahan tugas dan otorisasi) untuk memastikan tindakan mitigasi risiko berjalan.
- Informasi dan Komunikasi (Information and Communication): Perilaku saling bertukar informasi yang relevan, transparan, dan tepat waktu di seluruh lapisan organisasi.
- Pemantauan (Monitoring): Evaluasi terus-menerus terhadap efektivitas pengendalian untuk mendorong perbaikan perilaku dan proses kerja secara berkala.
-
Pola Keperilakuan Auditor mengkaji bagaimana psikologi, interaksi sosial, dan tekanan lingkungan memengaruhi cara auditor merencanakan, melaksanakan, dan melaporkan hasil audit. Pemahaman ini krusial untuk mencegah penyimpangan perilaku yang dapat menurunkan kualitas audit itu sendiri.Berikut adalah rangkuman konsep utama terkait pola keperilakuan auditor:1. Karakteristik Kepribadian AuditorSecara umum, auditor cenderung memiliki kepribadian yang konvensional—berorientasi pada detail, terorganisir, dan menyukai lingkungan yang terstruktur. Selain itu, mereka diharapkan memiliki sifat: [1]
- Objektif & Independen: Tidak membiarkan pertimbangan audit dipengaruhi oleh pihak lain atau tekanan klien.
- Beretika: Menjunjung tinggi kejujuran, keadilan, dan bijaksana dalam menyikapi bukti objektif.
- Integritas: Menjaga kerahasiaan dta dan bertindak profesional.
2. Dilema dan Tekanan LingkunganDalam menjalankan tugasnya, auditor sering kali dihadapkan pada dilema keperilakuan, seperti:- Tekanan Waktu dan Anggaran: Keterbatasan waktu (time budget pressure) sering memicu stres dan mendorong auditor bekerja terlalu cepat.
- Konflik dengan Klien: Keinginan klien untuk menyajikan laporan dengan opini tertentu sering bertentangan dengan temuan bukti audit.
- Stereotip Peran: Persepsi bahwa auditor adalah "polisi" perusahaan yang kaku, sehingga sering membatasi komunikasi terbuka dengan auditee.
3. Perilaku DisfungsionalTekanan lingkungan yang ekstrem dapat memicu perilaku disfungsional yang mereduksi kualitas audit. Contohnya:- Penghentian prematur prosedur audit: Menghentikan langkah audit sebelum semua bukti yang memadai terkumpul.
- Penerimaan atas keyakinan klien yang lemah: Menerima penjelasan klien secara mentah-mentah tanpa verifikasi silang (bukti pendukung) yang memadai.
- Pemalsuan tanda tangan atau dokumentasi audit: Melakukan manipulasi administratif untuk memenuhi kelengkapan program audit.



