Garis besar topik
-
-
SALAM PEMBUKA
Assalamu'alaikum Wr. Wb
Tabik pun....... GEN DJ THEBEST
Selamat datang Rekan Rekan Mahasiswa yang saya banggakan dimanapun berada. Semoga selalu dalam keadaan sehat walafiat dan dalam Lindungan Allah SWT.
Selamat datang di mata kuliah Pengantar SDM Pariwisata online/daring SPADA (Sistem Pembelajaran Hybrid) S1-Pariwisata Fakultas Desain, Hukum dan Pariwisata (DHP) IIB Darmajaya. Mata kuliah ini ditujukan bagi peserta didik yang sedang mengambil program S1 (Strata-1) pada rumpun Ilmu Pariwisata di Prodi Pariwisata.
Selamat mengikuti perkuliahan ini dengan baik, Salam hangat dan tetap semangat!
Wassalamu'alaikum Wr. Wb
Nia Lefiani, SE.,MM
DESKRIPSI MATA KULIAH
Mata kuliah ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang konsep, strategi, dan teknik dalam membangun, mengelola, serta mempertahankan citra destinasi pariwisata. Mahasiswa akan mempelajari faktor-faktor yang memengaruhi citra destinasi, termasuk peran media, komunikasi pemasaran, dan keterlibatan stakeholders dalam membentuk persepsi wisatawan
CAPAIAN PEMBELAJARAN MATAKULIAH (CPMK)
1. Mahasiswa mampu menjelaskan definisi dan elemen pembentuk citra destinasi.
2. Mahasiswa mampu menggunakan berbagai teknik promosi untuk membangun citra positif destinasi.
3. Mahasiswa mampu mengevaluasi citra destinasi melalui studi kasus.
Mahasiswa mampu menyusun strategi komunikasi pemasaran destinasi secara profesionalCAPAIAN PEMBELAJARAN LULUSAN (CPL)
1. Mahasiswa mampu memahami konsep dasar manajemen citra destinasi pariwisata.
2. Mahasiswa mampu menganalisis faktor-faktor pembentukan citra destinasi.
3. Mahasiswa mampu menyusun strategi pengelolaan citra destinasi berbasis data.
4. Mahasiswa mampu memberikan rekomendasi perbaikan citra destinasi untuk meningkatkan daya tarik wisata.STRUKTUR PELAKSANAAN
Struktur Pelaksanaan Perkuliahan mata kuliah ini, diharapkan seluruh peserta didik dapat menyelesaikan mata kuliah ini dalam kurun waktu satu semester Adapun struktur pelaksanannya adalah sebagai berikut:
Peserta didik diwajibkan membaca setiap materi dan konten yang diberikan per pokok bahasan.
Peserta didik wajib mengisi presensi kehadiran sesuai jadwal pada menu feedback setiap kali melaksanakan perkuliahan online.
Peserta didik secara aktif berpartisipasi dalam diskusi baik secara sinkron (zoom, google meet) maupun asinkron (diskusi di LMS).
Peserta didik pengerjaan tugas, kuis, maupun aktifitas lain yang telah disediakan.
Setelah peserta didik mempelajari seluruh pokok bahasan pada pertemuan 1 sampai dengan 16, maka peserta didik dapat mengikuti UTS.
Pada saat seluruh pokok bahasan telah dipahami dan dipelajari oleh peserta didik, maka yang bersangkutan dapat mengikuti UAS.
Seluruh bentuk aktivitas selama perkuliahan online harus terdata di LMS
MODEL ASESMEN
Model Asesmen dalam perkuliahan ini dapat dilihat pada tabel dibawah ini.
Range
Nilai
Bobot
85 - 100
A
4
80 ΓÇô 84,9
A-
3.75
75 ΓÇô 79.9
B+
3.5
65 ΓÇô 74.9
B
3
55 ΓÇô 64.9
C
2
40 ΓÇô 54.9
D
1
<40
E
0
BOBOT PENILAIANPeserta didik akan dievaluasi penguasaannya dan pemahamannya terhadap materi kuliah dengan menggunakan pendekatan sebagai berikut :
1. Presensi Kehadiran (20%)
2. Tugas Mandiri (20%)
3. Ujian Tengah Semester (20%)
4. Ujian Akhir Semester (20%)
5. Attitude (20%)
DOSEN PENGAMPU MATA KULIAH
Nama : Nia Lefiani, SE.,MM
NIK : 13940816
NIDN : 0208019501
Ruang : Ruang DHP Prodi Pariwisata Lt.1
Email : nialefiani@darmajaya.ac.id
HP/WA : 0852-6718839
-
-
-
Pengantar Manajemen Citra Destinasi

📌 Pengertian
Citra destinasi (destination image) adalah persepsi, kesan, dan gambaran yang dimiliki wisatawan terhadap suatu destinasi wisata, baik sebelum maupun setelah berkunjung.
Menurut perspektif akademik:
Citra destinasi merupakan kombinasi antara pengetahuan (kognitif), perasaan (afektif), dan pengalaman (konatif) yang membentuk persepsi wisatawan.
📌 Karakteristik Citra Destinasi
- Bersifat subjektif (berbeda tiap orang)
- Dipengaruhi informasi dan pengalaman
- Dapat berubah seiring waktu
- Sangat berpengaruh terhadap keputusan berkunjung
📌 Contoh
- Bali → identik dengan budaya dan pantai
- Yogyakarta → identik dengan budaya dan sejarah
- Raja Ampat → identik dengan keindahan bawah laut
📌 1. Citra Kognitif (Cognitive Image)
👉 Berdasarkan pengetahuan dan informasi
Contoh:
- Informasi bahwa Bali memiliki pantai indah
- Yogyakarta memiliki banyak candi
📌 2. Citra Afektif (Affective Image)
👉 Berdasarkan perasaan atau emosi
Contoh:
- Bali terasa romantis dan tenang
- Bandung terasa sejuk dan nyaman
📌 3. Citra Konatif (Conative Image)
👉 Berdasarkan kecenderungan tindakan
Contoh:
- Wisatawan ingin berkunjung ke Labuan Bajo
- Merekomendasikan destinasi ke orang lain
📌 1. Media dan Promosi
- Iklan pariwisata
- Media sosial
- Influencer
📌 2. Pengalaman Wisatawan
- Kualitas layanan
- Fasilitas
- Keamanan
📌 3. Word of Mouth
- Review wisatawan
- Rekomendasi teman
📌 4. Kondisi Nyata Destinasi
- Kebersihan
- Infrastruktur
- Aksesibilitas
📌 1. Mempengaruhi Keputusan Wisatawan
Wisatawan cenderung memilih destinasi dengan citra positif
📌 2. Meningkatkan Daya Saing Destinasi
Destinasi dengan citra kuat lebih unggul dibanding kompetitor
📌 3. Meningkatkan Loyalitas Wisatawan
Wisatawan akan:
- kembali berkunjung
- merekomendasikan
📌 4. Mendukung Branding Nasional
Contoh:
- ΓÇ£Wonderful IndonesiaΓÇ¥
- ΓÇ£Pesona IndonesiaΓÇ¥
5️⃣ Dampak Citra Negatif
📌 Contoh
- Destinasi kotor → wisatawan enggan datang
- Keamanan rendah → citra buruk
📌 Dampak
- Penurunan jumlah wisatawan
- Kerugian ekonomi
- Hilangnya kepercayaan
-
-
-
-
Faktor Pembentuk Citra Destinasi

1️⃣ Konsep Faktor Pembentuk Citra Destinasi
📌 Pengertian
Citra destinasi tidak terbentuk secara alami, tetapi merupakan hasil dari interaksi berbagai faktor, baik internal maupun eksternal.
📌 Faktor Utama
- Wisatawan (pengalaman & persepsi)
- Budaya lokal
- Media & promosi

📌 Konsep
Wisatawan bukan hanya konsumen, tetapi juga produsen citra (image creator) melalui pengalaman dan cerita yang mereka bagikan.
📌 Peran Wisatawan
1. Sebagai Pengamat (Observer)
- Mengamati kondisi destinasi
- Membandingkan dengan ekspektasi
2. Sebagai Evaluator
- Menilai kualitas layanan
- Menilai kebersihan, keamanan, fasilitas
3. Sebagai Promotor
-
Membagikan pengalaman melalui:
- media sosial
- review (Google, TripAdvisor)
📌 Contoh Nyata
- Wisatawan memposting keindahan Labuan Bajo → citra positif meningkat
- Wisatawan mengeluh soal sampah → citra negatif terbentuk
📌 Insight Penting
👉 Saat ini:
3️⃣ Peran Budaya Lokal
User Generated Content (UGC) lebih dipercaya daripada iklan resmi
📌 Konsep
Budaya lokal adalah identitas utama yang membedakan satu destinasi dengan yang lain.
📌 Komponen Budaya Lokal
-
Tradisi dan Adat Istiadat
- Upacara adat
- Ritual budaya
-
Seni dan Kreativitas
- Tari tradisional
- Musik daerah
-
Gaya Hidup Masyarakat
- Keramahan
- Pola interaksi sosial
📌 Peran Budaya dalam Citra
- Memberikan keunikan (uniqueness)
- Menciptakan pengalaman autentik
- Meningkatkan daya tarik emosional
📌 Contoh
- Bali → budaya Hindu yang kuat → citra spiritual & budaya
- Yogyakarta → budaya Jawa → citra edukatif & tradisional
📌 Tantangan
- Komersialisasi budaya berlebihan
- Hilangnya keaslian (authenticity)
📌 Konsep
Media merupakan alat utama dalam menyebarkan informasi dan membentuk persepsi wisatawan.
📌 Jenis Media
1. Media Tradisional
- TV
- Brosur
- Majalah
2. Media Digital
- TikTok
- YouTube
3. Influencer & Content Creator
- Travel blogger
- Selebgram
📌 Peran Media
-
Membangun Awareness
→ memperkenalkan destinasi -
Membentuk Persepsi
→ menampilkan keindahan atau keunikan -
Mempengaruhi Keputusan
→ mendorong wisatawan berkunjung
📌 Contoh
- Kampanye ΓÇ£Wonderful IndonesiaΓÇ¥
- Viral TikTok tentang pantai tertentu
📌 Risiko Media
- Overpromising (tidak sesuai realita)
- Over tourism akibat viral
-
-
-
-
Media dan Citra Destinasi
📌 Pengertian
Media dalam pariwisata adalah sarana komunikasi yang digunakan untuk:
- Menyampaikan informasi destinasi
- Mempengaruhi persepsi wisatawan
- Membentuk citra destinasi
📌 Fungsi Media
- Informasi → mengenalkan destinasi
- Persuasi → mempengaruhi minat wisatawan
- Branding → membangun identitas destinasi
2️⃣ Pengaruh Media Sosial

📌 Karakteristik Media Sosial
- Cepat (real-time)
- Visual (foto/video)
- Interaktif
- User Generated Content (UGC)
📌 Dampak Positif
-
Meningkatkan popularitas destinasi
- Destinasi bisa viral dalam waktu singkat
-
Promosi biaya rendah
- Tidak selalu membutuhkan iklan besar
-
Meningkatkan engagement
- Wisatawan ikut mempromosikan
📌 Dampak Negatif
- Over tourism (terlalu ramai)
- Destinasi rusak akibat lonjakan pengunjung
- Ekspektasi tidak sesuai realita
📌 Contoh
- Pantai yang viral di TikTok → langsung ramai
- Hidden gem → berubah jadi mass tourism
3️⃣ Pengaruh Berita (Media Massa)
📌 Karakteristik Berita
- Bersifat informatif
- Dianggap kredibel
- Mempengaruhi persepsi publik luas
📌 Dampak Positif
- Promosi destinasi melalui liputan
- Meningkatkan kepercayaan publik
📌 Dampak Negatif
- Berita kriminal → menurunkan citra
- Bencana alam → wisatawan menurun
📌 Contoh
- Berita tentang kebersihan destinasi → citra positif
- Berita kecelakaan wisata → citra negatif
4️⃣ Pengaruh Film (Film-Induced Tourism)

📌 Pengertian
Film-induced tourism adalah fenomena meningkatnya kunjungan wisata akibat pengaruh film atau serial.
📌 Cara Film Membentuk Citra
- Menampilkan keindahan visual
- Menyampaikan cerita emosional
- Mengasosiasikan destinasi dengan pengalaman tertentu
📌 Contoh
- Bali → film Eat Pray Love
- New Zealand → Lord of the Rings
📌 Dampak
Positif:
- Lonjakan wisatawan
- Branding global
Negatif:
- Over tourism
- Komersialisasi berlebihan
5️⃣ Perbandingan Pengaruh Media
Media Kekuatan Kelemahan Media Sosial Cepat, viral Tidak selalu akurat Berita Kredibel Bisa merusak citra jika negatif Film Emosional & kuat Tidak selalu realistis -
-
-
-
Strategi Komunikasi Pemasaran Destinasi
📌 Pengertian
Komunikasi pemasaran destinasi adalah upaya untuk menyampaikan pesan dan informasi mengenai suatu destinasi kepada target audiens (wisatawan potensial) menggunakan berbagai saluran komunikasi. Tujuan utamanya adalah untuk menciptakan persepsi yang positif tentang destinasi yang dapat mendorong keputusan wisatawan untuk berkunjung.
📌 Fungsi Utama Komunikasi Pemasaran
- Membangun Citra
- Meningkatkan Pengetahuan
- Meningkatkan Minat Berkunjung
- Meningkatkan Partisipasi Wisatawan
📌 Komponen-Komponen Komunikasi Pemasaran
- Pesan - Apa yang ingin disampaikan kepada audiens
- Media - Saluran yang digunakan untuk menyampaikan pesan (media sosial, media cetak, TV, dll)
- Audiens - Siapa yang menerima pesan (wisatawan, calon pengunjung)
- Tujuan - Apa yang ingin dicapai melalui komunikasi (misalnya, meningkatkan kunjungan)
📌 Teknik Promosi yang Umum Digunakan
-
Promosi Melalui Media Sosial
- Platform seperti Instagram, Facebook, Twitter, dan TikTok sangat efektif untuk mempromosikan destinasi wisata dengan gambar dan video yang menarik.
- Contoh: Kampanye #WonderfulIndonesia yang mengajak wisatawan untuk berbagi pengalaman mereka di media sosial.
-
Iklan Tradisional
- Menggunakan media cetak (majalah, koran) dan TV untuk mempromosikan destinasi wisata.
- Contoh: Iklan Bali di majalah pariwisata internasional atau di siaran TV internasional.
-
Influencer Marketing
- Menggunakan influencer atau content creator untuk mempromosikan destinasi. Influencer dapat menjangkau audiens yang lebih luas dan lebih spesifik.
- Contoh: Kolaborasi dengan travel blogger untuk mengulas destinasi tertentu.
-
Event dan Festival
- Menyelenggarakan atau mendukung festival yang relevan dengan budaya atau atraksi alam destinasi untuk menarik perhatian wisatawan.
- Contoh: Festival Sekaten di Yogyakarta untuk menarik wisatawan.
-
Program Loyalitas dan Diskon
- Memberikan diskon atau program loyalitas bagi wisatawan yang sering berkunjung.
- Contoh: Diskon untuk tur grup atau wisatawan yang datang kembali ke destinasi.
📌 Pengukuran Efektivitas Promosi
- Tingkat Kunjungan: Melihat apakah promosi berhasil meningkatkan jumlah wisatawan.
- Feedback Wisatawan: Menggunakan survei atau komentar di media sosial untuk menilai persepsi wisatawan terhadap kampanye promosi.
- Return on Investment (ROI): Mengukur pengembalian dari biaya promosi dibandingkan dengan pendapatan yang dihasilkan.

📌 Pengertian Branding Destinasi
Branding destinasi adalah proses menciptakan identitas yang unik dan menarik untuk suatu destinasi sehingga membedakannya dari destinasi lain. Branding destinasi mencakup penciptaan logo, slogan, serta citra keseluruhan yang akan menarik wisatawan.
📌 Elemen Branding Destinasi
-
Nama dan Logo
- Nama dan logo destinasi adalah representasi visual pertama yang dikenali wisatawan.
- Contoh: "Wonderful Indonesia"
-
Slogan
- Slogan yang kuat dapat menyampaikan pesan utama dan nilai unik dari destinasi.
- Contoh: "Visit the Philippines"
-
Citra dan Visual
- Gambar dan video yang menampilkan keindahan alam atau budaya destinasi yang dapat menarik perhatian wisatawan.
- Contoh: Bali yang terkenal dengan pantai, budaya, dan keindahan alamnya.
-
Keunikan dan Diferensiasi
- Destinasi harus memiliki karakteristik yang membedakannya dari destinasi lain, seperti kuliner khas, tradisi, atau atraksi unik.
- Contoh: Kota Jogja yang dikenal dengan sejarah dan budaya Jawa.
📌 Manfaat Branding Destinasi
-
Meningkatkan Daya Tarik
- Destinasi dengan branding yang kuat lebih mudah menarik perhatian wisatawan.
-
Meningkatkan Loyalitas Wisatawan
- Branding yang konsisten membuat wisatawan ingin kembali ke destinasi tersebut.
-
Menarik Investasi dan Kerja Sama
- Branding destinasi yang kuat dapat menarik investor dan mitra bisnis untuk mendukung pengembangan destinasi.
-
-
-
-
-
-
-
-
1️⃣ Pentingnya Evaluasi Citra Destinasi

📌 Pengertian
Evaluasi citra destinasi adalah proses mengukur dan menilai citra yang dimiliki oleh wisatawan mengenai suatu destinasi, baik dari persepsi positif maupun negatif. Evaluasi ini membantu mengidentifikasi apakah citra yang ingin dibangun oleh destinasi sesuai dengan kenyataan dan harapan wisatawan.
📌 Tujuan Evaluasi Citra
- Mengukur efektivitas promosi dan branding
- Menilai kepuasan wisatawan
- Mendeteksi area yang membutuhkan perbaikan
- Memperbaiki strategi pemasaran dan pengelolaan destinasi
📌 Pentingnya Evaluasi
- Meningkatkan daya tarik destinasi
- Menjaga reputasi destinasi di mata wisatawan
- Mengoptimalkan alokasi anggaran promosi
2️⃣ Teknik Pengumpulan Data untuk Evaluasi Citra
📌 Metode Pengumpulan Data
Untuk mengevaluasi citra destinasi, pengumpulan data bisa dilakukan menggunakan metode kualitatif maupun kuantitatif, tergantung tujuan dan jenis data yang ingin diperoleh.
📌 1. Teknik Survei (Survey Method)
📌 Pengertian
Survei adalah metode pengumpulan data yang dilakukan dengan memberikan kuesioner kepada responden untuk mendapatkan informasi terkait persepsi dan pengalaman mereka mengenai destinasi.
📌 Jenis Survei
- Survei Kuantitatif: Menggunakan pertanyaan tertutup (closed-ended questions) yang menghasilkan data numerik.
- Survei Kualitatif: Menggunakan pertanyaan terbuka (open-ended questions) yang menghasilkan data deskriptif.
📌 Kelebihan Survei
- Memperoleh data dari banyak responden
- Menghasilkan data yang dapat dianalisis secara statistik
- Memudahkan pengukuran citra secara lebih objektif
📌 Contoh:
- Kuesioner untuk mengukur kepuasan wisatawan tentang kebersihan pantai, keramahan penduduk lokal, fasilitas wisata, dll.
📌 2. Teknik Wawancara (Interview Method)
📌 Pengertian
Wawancara adalah pengumpulan data dengan cara bertanya langsung kepada responden untuk menggali informasi yang lebih mendalam dan mendetail mengenai citra destinasi.
📌 Jenis Wawancara
- Wawancara Terstruktur: Pertanyaan yang telah disiapkan sebelumnya dan diajukan secara sistematis.
- Wawancara Tidak Terstruktur: Pertanyaan lebih fleksibel, mengarah pada percakapan dan diskusi terbuka.
📌 Kelebihan Wawancara
- Mendapatkan data mendalam
- Dapat menangkap persepsi yang lebih personal dan subyektif
- Fleksibilitas dalam penggalian informasi
📌 Contoh:
- Wawancara dengan pengunjung untuk mengetahui pengalaman mereka di destinasi serta kesan mereka terhadap budaya dan layanan.
📌 3. Teknik Observasi (Observation Method)
📌 Pengertian
Observasi adalah teknik pengumpulan data dengan cara mengamati langsung aktivitas wisatawan dan kondisi destinasi.
📌 Kelebihan Observasi
- Dapat mengamati perilaku nyata wisatawan
- Menyediakan data yang tidak terpengaruh oleh bias pengumpulan data
📌 Contoh:
- Mengamati kepadatan pengunjung di objek wisata selama musim liburan dan membandingkannya dengan data citra destinasi yang dihasilkan dari survei.
📌 4. Analisis Media Sosial (Social Media Analytics)
📌 Pengertian
Metode ini melibatkan pengumpulan data dari platform media sosial (seperti Instagram, Twitter, TripAdvisor) untuk menilai citra destinasi berdasarkan ulasan, foto, dan interaksi pengguna.
📌 Kelebihan
- Data dapat diakses secara real-time
- Memberikan pandangan yang lebih otentik dari wisatawan
- Menyediakan data visual seperti foto dan video yang dapat memperkaya pemahaman tentang citra destinasi
📌 Contoh:
- Menganalisis hashtag #WonderfulIndonesia untuk melihat bagaimana wisatawan menggambarkan pengalaman mereka.
3️⃣ Jenis Data yang Dibutuhkan untuk Evaluasi Citra
📌 1. Data Kognitif (Cognitive Data)
Data ini berkaitan dengan pengetahuan wisatawan tentang destinasi dan objek wisatanya. Data ini mengukur apa yang diketahui wisatawan tentang destinasi, seperti:
- Daya tarik utama
- Fasilitas yang tersedia
- Aksesibilitas destinasi
📌 2. Data Afektif (Affective Data)
Data ini mengukur perasaan atau emosi yang timbul dalam diri wisatawan setelah berkunjung ke destinasi.
Contoh pengukuran:- Bagaimana mereka merasakan pengalaman di sana?
- Apakah mereka merasa puas, senang, atau kecewa?
📌 3. Data Konatif (Conative Data)
Data ini mengukur keinginan untuk kembali atau merekomendasikan destinasi.
Contoh pengukuran:- Apakah mereka akan mengunjungi destinasi tersebut lagi?
- Apakah mereka merekomendasikan destinasi ini kepada orang lain?
4️⃣ Teknik Pengolahan dan Analisis Data
📌 1. Analisis Kuantitatif
- Menggunakan statistik untuk menganalisis data numerik
- Dapat dilakukan dengan perangkat lunak statistik (SPSS, Excel)
- Menghasilkan grafik atau tabel untuk melihat pola persepsi
📌 2. Analisis Kualitatif
- Menggunakan teknik analisis tematik untuk menilai data teks atau wawancara
- Menyusun kategori dan tema berdasarkan jawaban responden
- Digunakan untuk memahami pandangan mendalam terhadap citra destinasi
🎓 Diskusi Kelas
- Bagaimana cara mengukur citra destinasi tanpa mengandalkan data kuantitatif saja?
- Apa tantangan dalam mengumpulkan data dari media sosial terkait citra destinasi?
- Apa peran data kualitatif dalam mengevaluasi citra destinasi yang tidak dapat diukur secara langsung?
-
-
-
Peran Stakeholders dalam Citra Destinasi:
Kolaborasi pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta
-
-
-
Penyusunan Strategi Manajemen Citra :
Menyusun strategi citra untuk destinasi pariwisata tertentu
-