Garis besar topik
-
-
SLIDE Berkas PDF424.8 KB · Diunggah 8/09/26, 10:11
-
Tulis pendapat anda tentang e-Learning?
-
-
Teori pendidikan modern adalah kerangka berpikir yang memandu proses pembelajaran berdasarkan perkembangan ilmu pengetahuan, psikologi, teknologi, dan tuntutan masyarakat masa kini. Berbeda dengan pendekatan tradisional yang cenderung kaku dan berpusat pada guru, teori pendidikan modern menempatkan siswa sebagai pusat proses pembelajaran. Konsep ini muncul sebagai respons terhadap kebutuhan pendidikan yang lebih demokratis, kreatif, dan relevan dengan kehidupan nyata.
-
SLIDE Berkas PDF13.9 MB · Diunggah 16/09/26, 17:00
-
-
Struktur pembelajaran di kelas tinggi (SMA) dalam kurikulum merdeka untuk memberikan kebebasan lebih besar kepada siswa dalam menentukan jalur pendidikan mereka, serta menekankan pada pengembangan kompetensi abad 21. Beberapa pengertian konsep struktur pembelajaran.antara lain :
1. Benjamin Bloom - Taksonomi Bloom Bloom mengembangkan taksonomi yang mengklasifikasikan tujuan pendidikan ke dalam tiga domain utama: kognitif, afektif, dan psikomotorik. Dalam domain kognitif, ia menyusun tingkatan dari yang paling dasar hingga yang paling kompleks, yaitu: pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesis, dan evaluasi (Hrebin et al., 2020).
2. Howard Gardner - Teori Kecerdasan Majemuk Gardner mengidentifikasi bahwa terdapat berbagai jenis kecerdasan (seperti linguistik, logis-matematis, spasial, kinestetik, musikal, interpersonal, intrapersonal, dan naturalistik) dan setiap individu memiliki kombinasi unik dari kecerdasan-kecerdasan tersebut (Wulansari et al., 2022) .
3. John Dewey - Pembelajaran Berbasis Pengalaman Dewey percaya bahwa pendidikan harus berdasarkan pada pengalaman nyata siswa. Ia menekankan pentingnya belajar melalui tindakan dan refleksi, bukan sekadar penerimaan pasif dari informasi (Mohmmed, 2024)
-
SLIDE Berkas PDF416.6 KB · Diunggah 22/09/26, 06:31
-
-
-
Dibuka: Selasa, 13 Oktober 2026, 00:00Jatuh tempo: Selasa, 20 Oktober 2026, 00:00
-
Aktivitas dalam e-learning (pembelajaran daring) umumnya terbagi menjadi beberapa kategori utama berdasarkan bentuk interaksi dan pelaksanaannya
1. Aktivitas Pembelajaran Mandiri (Asynchronous)Peserta didik mengakses dan mempelajari materi secara fleksibel tanpa harus bersamaan waktunya:- Membaca & Mengunduh Materi: Mempelajari modul teks, e-book, slide presentasi, atau artikel referensi.
- Menyaksikan Video Pembelajaran: Menonton video materi, animasi, atau tutorial yang telah direkam sebelumnya.
- Belajar Interaktif (Interactive Content): Menjelajahi media interaktif seperti drag-and-drop, flip cards, hotspot discovery, simulasi perangkat lunak, atau branching scenario
2. Aktivitas Kolaborasi dan DiskusiMendorong interaksi antarpeserta didik atau antara peserta didik dengan pengajar/dosen:- Menjawab pertanyaan studi kasus, berdiskusi di kolom komentar, atau bertukar opini secara tertulis dalam suatu topik.
- Grup Chat / Pesan Daring: Berkomunikasi secara teks untuk koordinasi kelompok atau tanya-jawab cepat.
- Proyek Kelompok Daring: Mengerjakan dokumen bersama (collaborative writing seperti Google Docs) atau tugas tim melalui platform digital.
-
3. Aktivitas Tatap Muka Virtual (Synchronous)Kegiatan pembelajaran yang dilakukan secara real-time di waktu yang sama menggunakan teknologi konferensi:
- Webinar / Virtual Class: Mengikuti kuliah atau kelas daring melalui Zoom Meeting, Google Meet, atau BigBlueButton.
- Sesi Tanya Jawab Langsung (Live Q&A): Berinteraksi langsung dengan pemateri untuk membahas materi yang belum dipahami.
-
4. Aktivitas Penugasan dan Evaluasi (Assessment)Digunakan untuk mengukur pemahaman dan hasil belajar peserta didik:
- Pengumpulan Tugas (Assignments): Mengunggah berkas (PDF, Word, video) atau menulis teks langsung (online text) di dalam sistem.
- Kuis dan Tes Formatif/Sumatif: Mengerjakan soal pilihan ganda, essay, atau benar-salah yang biasanya dinilai secara otomatis oleh sistem.
- Survei / Umpan Balik (Feedback): Mengisi kuesioner evaluasi terhadap materi atau pengajar
