Garis besar topik

  • Assalamualaikum Wr Wb

    Selamat Datang di Kelas 6 AK - P1 dengan mata kuliah Auditing 2

    • .
      Materi yang dibahas dalam buku 2 ini:
      1. Pemeriksaan aset tak berwujud (intangible assets)
      2. Pemeriksaan liabilitas jangka pendek (current liabilities)
      3. Pemeriksaan liabilitas jangka panjang (Long term liabilities)
      4. Pemeriksaan ekuitas
      5. Pemeriksaan ata perkiraan laba rugi
      6. Pemeriksaan subsequent events dan penyelesaian pemeriksaan
      7. Management letter (Surat Komentar terhadap Pengedalian Intern)
      8. Surat Pernyataan langganan (Client Representation Letter)
      9. Management Audit
      10. Internal Audit
      11. Computer Audit
      12. Audit atas proses Right Issue
      13. Jasa-jasa selain audit yang bisa diberikan kantor akutan publik
    • RPS ini sebagai pedoman kegiatan Belajar Mengajar Mata Kuliah AUDITING 2.

    • Silahkan Absen sesuai dengan nama masing-masing.

      Absen digunakan sebagai penilaian dan syarat untuk mengikuti Ujian Akhir. Jika kurang dari persentase yang sudah ditentukan maka nilai mahasiswa tersebut tidak bisa dilihat.

      Apabila anda tidak dapat hadir secara tatap muka, maka konfirmasi pada dosen pengampu mata kuliah



    • Aset tidak berwujud adalah aset yang memiliki nilai ekonomi tetapi tidak memiliki wujud fisik.

      Karakteristik aset tidak berwujud : 

      1. Berdasar dapat tidaknya diidentifikasiAset tidak berwujud yang dapat diidentifikasi.

      2. Aset tidak berwujud yang tidak dapat diidentifikasi.


      Berdasarkan cara perolehannya

      1. Aset tidak berwujud yang diperoleh secara individual.

      2. Aset tidak berwujud yang diperoleh secara kelompok.

      3. Aset tidak berwujud yang diperoleh melalui penggabungan perusahaan.

      4. Aset tidak berwujud yang diperoleh dengan cara dikembangkan sendiri.

    • Kewajiban jangka pendek adalah kewajiban perusahaan kepada pihak ke tiga, yang jatoh tempo atau harus dilunasi dalam waktu kurang atau sama dengan satu tahun, atau dalam satu siklus operasi normal perusahaan, biasanya dengan menggunakan harta lancar (current asset) perusahaan. 

      Menurut SAK ETAP (IAI, 2009 : 172), Liabilitas (obligation) kini entitas yang timbul dari peristiwa lalu, penyeselainnya diharapkan mengakibatkan arus keluar dari sumber daya entitas yang mengandung manfaat ekonomi. Penyeselaian liabilitas masa kini biasanya melibatkan pembayaran kas, penyerahan aset lain, pemberian jasa, penggantian liabilitas tersebut dengan liabilitas lain, atau konversi liabilitas menjadi ekuitas. Liabilitas juga dapat dihapuskan dengan cara lain, seperti kreditur membebaskan atau membatalkan haknya.

      Menurut PSAK (IAI, 2009 : 1.8 ), Suatu liabilitas diklasifikasikan sebagai libiliatas jangka pendek, jika :
      a.    Diperkirakan akan diselesaikan dalam jangka waktu siklus normal operasi perusahaan , atau
      b.    Jatoh tempo dalam jangka waktu dua belas bulan dari tanggal laporan posisi keuangan (neraca).




    • Berdasarkan Tabel dapat dijelaskan bahwa sejak tahun 2009-2015 hutang PT. Bank XXX  Tbk terus meningkat.

      Pada tahun 2011 hutang meningkat sebesar 29,36% menjadi Rp 332,3 triliun. Lalu hutang meningkat sebesar 14,54% di tahun 2012 menjadi Rp 492,4 triliun. Pada tahun 2013 hutang meningkat sebesar 14,87% menjadi Rp 565,6 triliun. Pada tahun 2014 hutang meningkat sebesar 16,62% menjadi Rp 659,7 triliun. Di tahun 2015 hutang dapat ditekan sehingga hanya meningkat sebesar 5,47%.

       

      Bagaimana cara Auditor menanggapi kasus ini jika terdapat peningkatan hutang setiap tahunnya. Dan Prosedur audit apa yang dilakukan.


    • Menurut PSAK (IAI, 2009 : 1.8)
      Kewajiban jangka panjang tetap diklasifikasikan sebagai kewajiban jangka panjang walaupun kewajiban tersebut akan jatuh tempo dalam jangka waktu dua belas bulan sejak tanggal laporan posisi keuangan, apabila :
      a)      Kesepakatan awal perjanjian pinjaman untuk jangka waktu lebih dari dua belas bulan
      b)      Perusahaan bermaksud membiayai kembali kewajibannya dengan pendanaan jangka panjang, dan ;
      c)      Maksud tersebut pada huruf (b) didukung dengan perjanjian pembiayaan kembali atau penjadwalan kembali pembayaran yang resmi disepakati sebelum laporan keuangan disetujui.

      Menurut Sukrisno Agoes ( AUDITING ΓÇôBuku 2 : 2013)
      Liabilitas jangka panjang adalah kewajiban perusahaan kepada pihak ketiga yang jatuh tempo atau harus dilunasi dalam waktu lebih dari satu tahun

      TUJUAN PEMERIKSAAN (AUDIT OBJECTIVES) KEWAJIBAN JANGKA PANJANG

      Untuk menentukan apakah :
        1. terdapat internal control yang baik atas liabilitas jangka panjang
        2. liabilitas jangka panjang yang menjadi kewajiban perusahaan sudah dicatat seluruhnya per tanggal laporan posisi keuangan (neraca) dan diotorisasi oleh pejabat perusahaan yang berwenang
        3. libilitas jangka panjang yang tercantum di laporan posisi keuangan (neraca) betul ΓÇô betul merupakan kewajiban perusahaan
        4. libilitas jangka panjang yang berasal dari legal claim atau aset yang dijaminkan sudah diidentifikasi
        5. libilitas jangka panjang dalam valuta asing per tanggal laporan posisi keuangan (neraca) sudah dikonversikan ke dalam rupiah dengan kurs tengah Bank Indonesia per tanggal laporan posisi keuangan (neraca) dan selisih kurs yang terjadi sudah dibebankan atau dikreditkan pada laba rugi tahun berjalan
        6. biaya bunga dan bunga yang terutang dari liabilitas jangka panjang serta amortisasi dari premium/discount telah dicatat per tanggal laporan posisi keuangan (neraca)
        7. biaya bunga libilitaa jangka panjang yang tercatat pada tanggal laporan posisi keuangan(neraca) betul telah terjadi, dihitung secara akurat dan merupakan beban perusahaan
        8. semua persyaratan dalam perjanjian kredit telah diikuti oleh perusahaan sehingga tidak terjadi bank ΓÇ£defaultΓÇ¥
        9. bagian dari liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun yang akan datang sudah direklasifikasikan  sebagai kewajiban lancar
        10. liabilitas jangka panjang berikut discount, premium, dan bunga yang timbul sudah dicatat dengan akurat dan diklasifikasikan serta diungkapkan dalam laporan keuangan, termasuk catatan atas laporan keuangn, sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan ETAP/PSAK/IFRS

      • AUDIT PROSEDUR 
        1. Pelajari dan evaluasi internal control atas libilitas jangka panjang.
        2. Dapatkan dan periksa ringkasan perubahan liabilitas jangka panjang berikut discount, premium, dan bunga selama peiode yang diperiksa
        3. Kirim informasi kepada bank yang antara lain menanyakan mengenai : plafon kredit, saldo per tanggal laporan posis keuangan, tingkat bunga, jangka waktu pinjaman dan jaminan kredit.
        4. Minta salinan perjanjian kredit untuk permanent file, lalu perhatikan apakah data yang terdapat dalam perjanjian kredit tersebut sesuai dengan data yang tercantum dalam kertas kerja pemeriksaan liabilitas jangka panjang.
        5. Periksa apakah perolehan/penambahan bunga dan amortisasi discount/premium dari obligasi. Tie-Up jumlah beban bunga dan amortisasi discount/premium obligasi dengan jumlah yang tercantum pada laporan laba rugi. Discount/premium yang belum diamortisasi harus dilaporkan sebagai pengurangan/penambahan dari nilai nominal obligasi.
        6. Periksa perhitungan bunga, pembayaran bunga dan amortisasi discount/premium dari obligasi.
        7. Periksa apakah ada liabilitas jangka panjang atau wesel bayar yang diperpanjang (direnewed) setelah tanggal laporan posisi keuangan, untuk mengetahui apakah utang tersebut harus tetap disajikan sebagai liabilitas jangka panjang atau sebagai utang lancar.
        8. Seandainya ada utang dari pemegang saham atau dari direksi atau dari perusahaan afiliasi, harus dikirim konfirmasi dan periksa apakah ada pembebanan bunga atas pinjaman tersebut.
        9. Seandainya ada utang leasing, periksa apakah pencatatannya dan penyajiannya di laporan keuangan sudah sesuai dengan standar akuntansi sewa guna usaha (PSAK No. 30 Revisi 2007 tentang Sewa)
        10. Periksa apakah ada bagian dari liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun akan datang, sehingga harus direklasifikasi sebagai liabilitas jangka pendek
        11. Seandainya ada liabilitas jangka panjang yang harus dibayar kembali dalam mata uang asing, periksa apakah per tanggal laporan posisi keuangan sudah dikonversikan kedalam rupiah dengan menggunakan kurs tengah Bank Indonesia per tanggal laporan posisi keuangan dan selisih kurs yang terjadi sudah dibebankan/dikreditkan pada laba rugi tahun berjalan.
        12. Lakukan penelaahan analitis (analytical review procedures) terhadap liabilitas jangka panjang dan biaya bunganya, untuk melihat kemungkinan terjadinya kesalahan dalam pencatatan biaya bunga
        13. Tarik kesimpulan apakah penyajian liabilitas jangka panjang di laporan posisi keuangan dan catatan atas laporan keuangan dilakukan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan ETAP/PSAK/IFRS


    • Ekuitas merupakan unsur penting dari keberadaan suatu entitas yang berorientasi pada profit atau keuntungan. Lazimnya, transaksi atas ekuitas tidak sering terjadi atau dengan kata lain volume transaksi yang berkaitan dengan ekuitas cukup rendah.

      Dalam melakukan prosedur audit terhadap ekuitas, sangat dimungkinkan dalam satu periode laporan keuangan tidak ditemukan adanya perubahan saldo ekuitas pada entitas dan hanya menemui satu atau dua jurnal pendebitan atau pengkreditan di dalam akun saldo laba yang merupakan bagian dari ekuitas.

      Meski volume transaksi atas ekuitas rendah, namun dalam transaksi yang muncul berkaitan dengan ekuitas nominal transaksinya bersifat material atau terbilang melibatkan rupiah yang besar. Dengan demikian, dalam pengujian substantif terhadap ekuitas, auditor melakukan pemeriksaan secara seksama terhadap setiap perubahan akun-akun ekuitas dan umumnya hanya memerlukan waktu pemeriksaan yang singkat.

      Penyajian ekuitas dilaporan posisi keuangan dan pengungkapan di catatan atas laporan keuangan menurut SAK ETAP yaitu :
      • Penyajian modal dalam neraca dilakukan sesuai dengan ketentuan pada akta pendiri entitas dan peraturan yang berlaku serta menggambarkan hubungan keuangan yang ada.
      • Modal dasar, modal yarg ditempatkan dan modal yang disetor, nilai nominal di banyaknya saham untuk setiap jenis saham yang dinyatakan dalam neraca.
      • Bila terdapat lebih dari satu jenis saham, hak preferen dari suatu golongan saham atas deviden dan pelunasan modal pada saat likuidasi dicantumkan dalam laporan keuangan.
      • Dalam hal terdapat tunggakan dividen atas saham preferen dengan hak dividen kumulatif, jumlah tunggakan tiap saham dan jumlah keseluruhan dividen periode sebelumnya diungkapkan dalam catatatan atas laporn keuangan.
      • Perubahan atas modal yang ditanam dalam tahun berjalan diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan.
      • Modal disajikan dalam neraca setelah kewajiban. Bentuk penyajnannya sesuai Atas Pendirian Badan Usaha tersebut, misalnya saham adalah penyertaan modal dalam kepemilikan PT.
      Prosedur Pemeeriksaan Ekuitas
      1. Pelajari dan evaluasi internal control atas permodal dan transaksi jual beli saham, pembagian dan pembayaran deviden dan sertifikat saham.
      Untuk mempelajari dan mengevaluasi internal control atas ekuitas biasanya digunakan Internal Control Questionnaires (ICQ) atau penjelasan narrative.

      2. Minta Salinan (copy) dari akta pendirian, SK Pengesahan Menteri Hukum dan HAM, SAK BKPM/BKPMD, SAK Bapepam-LK, SK Presiden, untuk disimpan dalam permanent file.

      3.    Cocokkan data yang ada dalam akta pendirian tersebut dengan modal yang tercantum di laporan posisi keuangan (neraca) dan penjelasan dalam catatan atas laporan keuangan.

      4.    Untuk perusahaan yang baru didirikan dan perusahaan yang mempunyai tambahan setoran modal dalam periode yang diperiksa, periksalah bukti setoran dan bukti pembukuan lainnya serta otorisasi dari pejabat perusahaan yang berwenang dan instansi pemerintah.
      Caranya lihat buku besar untuk perkiraan modal, periksa apakah ada transaki kredit dalam perkiraan tersebut, jika ada periksa voucher referencenya apakah journal voucher atau bukti penerimaan kas/bank.
      Jika referencenya bukti penerimaan kas/bank berarti setoran modal dilakukan dalam bentuk uang tunai (fresh money) dan auditor harus memeriksa bukti penerimaan kas atau kredit nota dari bank
      Jika referencenya journal voucher, berarti setoran modal dilakukan dalam bentuk aset, non cash, misalnya aset tetap persediaain, surat berharga dan lain-lain (dalam bentuk inbreng).
      Dalam hal ini auditor harus memeriksa journal voucher dan bukti pendukungnya, biasanya jika disetor dalam bentuk inbreng ada laporan dari appraisal mengenai nilai aset non cash yang dijadikan setoran modal.
      Periksa apakah setoran modal dalam bentuk tunai, beberapa waktu kemudiarn ditarik kembali oleh pemegang saham dan oleh perusahaan dicatat sebagai piutang pemegang saham. Berdasarkan UU Perseroan Terbatas No. 1 Tahun 1995 hal tersebut tidak diperbolehkan, dan dari segi peraturan pajak jika ada piutang pemegang saham akan dikenakan pajak penghasilan atas bunga.
      Selain itu perusahaan go public bisa menambah modal disetornya dengan melakukan Right Issue, yaitu mengeluarkan tambahan saham ditempatkan yang hak utama untuk membelinya diberikan kepada pemegang saham lama (misalnya setiap pemegang 3 saham lama diberi hak untuk membeli 1 saham baru). Jika pemegang saham lama tidak ingin menggunakan haknya, hak tersebut bisa dialihkan ke pihak lain.

    • Saham preferen saham biasa serta akun tambahan modal disetor. 

      Contoh kasus audit etika profesi contoh kasus etika profesional frank dorrance seorang manajer audit senior untuk bright and lorren cpa baru saja diinformasikan bahwa perusahaan berencana untuk mempromosikannya menjadi rekanan pada 1 atau 2 tahun ke depan bila ia terus memperlihatkan tingkat mutu yang tinggi sama seperti masa sebelumnya. 

      Prosedur audit diklasifikasikan menjadi empat golongan. Jelaskan kelebihan dan kelemahan model pengungkapan dengan menggunakan metode colorized approach dibandingkan dengan black and white approach. 

      Prosedur audit awal prosedur analitik pengujian terhadap transaksi rinci pengujian terhadap akun rinci dan verifikasi penyajian dan pengungkapan. Program pengujian subtantif terhadap ekuitas pemegang saham berisi prosedur audit yang dirancang untuk mencapai tujuan audit..

    • Ekuitas merupakan unsur penting dari keberadaan suatu entitas yang berorientasi pada profit atau keuntungan.

    • Silahkan Upload Jawaban disini

    • 1. Prinsip konservatisme (conservatism) dalam pengakuan pendapatan dan beban

      a. Beban yang belum pasti terjadi tetapi diperkirakan akan menjadi beban perusahaan pada periode yang diperiksa, jumlahnya bisa diestimasi dan cukup material, harus dicatat sebagai beban

      b. Pendapan yang pasti terjadi, belum boleh dicatat sebagai pendapatan perusahaan.

      Pengecualian :

      o Pengakuan saat penerimaan uang (penjualan tunai dan kredit)

      o Untuk perusahaan kontraktor, ada 2 metode : metode kontrak selesai (completed contract method) dan metode presentase penyelesaian (percentage of completion method)

      o Barang jenis tertentu yang harga jualnya sudah pasti, barangnya pasti terjual atau cepat rusak, pendapatan diakui saat selesainya produksi

      o Lihat PSAK No. 23 (Penjualan Barang, Penjualan Jasa, Bunga, Royalti dan Dividen)

      2. Konsep matching cost against revenue

      ΓÇó Harus dibandingkan pendapatan yang menjadi hak perusahaan dalam periode yang diperiksa dengan biaya yang menjadi beban perusahaan untuk periode yang sama (tanpa memperhatikan apakah uangnya sudah diterima untuk pendapatan dan dibayarkan/belum untuk biaya

      ΓÇó Menurut PSAK/PABU, pendapatan dan beban harus dicatat dengan dasar akrual (accrul basis) bukan dasar kas (cash basis)

      ΓÇó Periksa pendapatan/biaya, perhatikan jangan sampai ada pergeseran waktu dalam pengakuan pendapatan dan beban.

      3. Waktu yang digunakan untuk memeriksa perkiraan pendapatan dan bebas (pos Laba Rugi) tidak sebanyak waktu untuk pos Neraca, karena :

      ΓÇó Pada waktu memeriksa pos neraca, sekaligus sudah diperiksa (dikaitkan dengan) pos laba rugi ybs.

      ΓÇó Pada waktu melakukan test transaksi, sekaligus diperiksa pos laba rugi

      ΓÇó Prosedur audit atas perkiraan laba rugi yang biasa disajikan :

      Analytical review procedure

      o Analisa beberapa perkiraan laba rugi yang penting atau yang ada kaitannya dengan perhitungan pajak (untuk koreksi fiskal)

      o Melakukan pemeriksaan atas subsequent payment (pembayaran sesudah tanggal neraca) dan subsequent collection (penagihan sesudah tanggal neraca)


    • SIFAT DAN CONTOH SUBSEQUENT EVENTS
      ΓÇó Subsequent Events adalah :
      ΓÇô Peristiwa atau transaksi yang terjadi setelah tanggal neraca tetapi sebelum diterbitkannya Laporan Audit
      ΓÇô Mempunyai akibat yang material terhadap laporan keuangan
      ΓÇô Memerlukan penyesuaian atau pengungkapan dalam laporan tersebut
      ΓÇó Dua jenis Subsequent Events (PSA No.46) :
      1. Peristiwa yang memberikan tambahan bukti yang berhubungan dengan kondisi yang ada pada tanggal neraca dan berdampak terhadap taksiran yang melekat dalam proses penyusunan laporan keuangan
      2. Peristiwa yang menyediakan tambahan bukti yang berhubungan dengan kondisi yang tidak ada pada tanggal neraca, namun kondisi tersebut ada sesudah tanggal neraca
      ΓÇó Menurut Sukrisno Agoes (2004:138) subsequent event yang harus diaudit oleh akuntan publik adalah :
      1. Subsequent Collection
      ΓÇó Penagihan sesudah tanggal neraca, sampai mendekati selesainya pekerjaan lapangan/audit field work
      ΓÇó Dilaksanakan dalam pemeriksaan Piutang, dan Barang Dalam Perjalanan
      2. Subsequent Payment
      ΓÇó Pembayaran sesudah tanggal neraca sampai mendekati selesainya audit field work
      ΓÇó Dilaksanakan dalam pemeriksaan hutang dan biaya yang masih harus dibayar

      Tujuan Audit Subsequent Event 
      • Untuk menentukan apakah ada kejadian penting sesudah tanggal neraca yang membutuhkan penyesuaian terhadap laporan keuangan atau memerlukan pengungkapan dalam catatan atas laporan keuangan agar tdk menyesatkan pengguna laporan keuangan.
      • Untuk menentukan kemungkinan tertagihnya piutang
      • Untuk memastikan bahwa barang dalam perjalanan yang tercantum di neraca, betul-betul masih dalam perjalanan.
      • Untuk memastikan bahwa hutang dan biaya ymh dibayar yg tercantum di neraca per tanggal neraca, betul-betul merupakan kewajiban perusahaan yg akan dilunasi pada saat jatuh temponya (sesudah tanggal neraca).
      • Untuk memastikan bahwa tidak ada kewajiban perusahaan yg belum dicatat per tanggal neraca

      Penyelesaian Pelaporan


    • 1. Jelaskan prosedur  pemeriksaan liabilitas jangka panjang

      2. Pada melakukan konfirmasi saldo hutang jangka panjang data apa yg dibutuhkan oleh pihak auditor

      3. Jelaskan mengenai subsequent collection dan payment yang ada pahami

      4. Pada saat melakukan pemeriksaan dalam menentukan SPI nya subsequent collection apa yang harus amati oleh auditor

      5. Jelaskan prosedur pemeriksaan ekuitas

      6. Pada saat penentuan di penyelesaian laporan akhir audit apa yg menjadi pertimbangan auditor

    • Peraturan Ujian :
      1. Silahkan Jawab Soal - Soal Berikut
      2. Pilhlah Jawaban sesuai dengan pernyataan soal
      3. Waktu Pelaksanaan 60 Menit
    • Management Letter adalah suatu surat yang dibuat oleh Kantor Akuntan Pajak atau sering disebut dengan nama familiar singkatannya KAP, yang akan ditujukan kepada suatu manajemen perusahaan yang diperiksa sebuah laporan keuangan (terhadap audit) yang isinya berupa menyebutkan kelemahan dari pengendalian intern perusahaan tersebut (baik material maupun immaterial weaknesses) yang akan ditemukan dalam pemeriksaan saat pelaksanaan yang disertai dengan saran saran perbaikan para KAP.

      Ada 7 hal beberapa konsep  yang harus diperhatikan dalam membuat Management Letter yang baik dan efektif yaitu :

      1. Timely (Tepat Waktu)

      2. Bersisi saran yang bermanfaat serta bisa diterapkan

      3. Saran bukan "mengejutkan"(surprise) dan komentar

      4. Menggunakan bahasa yang baik dan halus tanpa menyinggung perasaan orang lain

      5. Kelemahan dan saran diurutkan berdasarkan urutan laporan laba rugi dan pos neraca

      6. Komentar dan saran disesuaikan dengan kondisi suatu perusahaan serta menunjukkan kemauan baik kepada KAP untuk membantu sebuah perusahaan

      7. Bagian akhir dalam membuat menagement letter yaitu ucapan

      Ada 3 manfaat Management Letter yang perlu diketahui dalam beberapa kategori yaitu :

      1. Bagi Clien

      a. Mengetahui suatu kelemahan pada pengendalian internal perusahaan

      b. Melakukan tindak perbaikan untuk mengatasi suatu kelemahan pada Management Letter tersebut


    • Dalam suatu general audit/financial audit (pemeriksaan umum), akuntan public pada akhir pemeriksaannya harus mengeluarkan laporan akuntan public yang terdiri dari pendapat auditor (auditorΓÇÖs opinion) mengenai kewajaran laporan keuangan klien dan laporan keuangan yang telah diaudit, yang merupakan tanggung jawab manajemen (klien).
      Namun demikian, sebelum laporan audit diserahkan kepada klien, auditor harus meminta surat pernyataan langganan (client representation letter), dan klien harus memberikannya.
      Tanggal surat pernyataan langganan harus sama dengan tanggal tanggal selesainya pemeriksaan lapangan (audit field work) dan tanggal laporan akuntan public.
      Tanggal tersebut menunjukkan sampai batas waktu mana auditor harus menjelaskan hal-hal atau kejadian penting sesudah tanggal neraca.
      Surat pernyataan langganan tersebut harus ditandatangani pejabat perusahaan (klien) yang berwenang, biasanya Direktur Keuangan dan Akuntansi atau Direktur Utama dan ditik diatas kop surat klien, walaupun konsep surat tersebut disiapkan oleh kantor akuntan public.
      Jadi, surat pernyataan langganan surat yang dibuat oleh klien, ditujukan kepada kantor akuntan public, yang berisi pernyataan mengenai beberapa hal yang penting, antara lain :
      1. Bahwa manajemen menyadari, merekalah yang bertanggung jawab terhadap kewajaran penyajian laporan keuangan perusahaan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia (Standar Akuntansi Keuangan).
      2. Bahwa semua data, catatan akuntansi, notulen rapat direksi dan pemegang saham serta informasi-informasi yang diperlukan dalam pelaksanaan audit, seluruhnya sudah diperlihatkan kepada akuntan public dan tidak ada yang disembunyikan.
      3. Penjelasan mengenai pos-pos laporan keuangan, misalnya :
      o Piutang yang disajikan di neraca semuanya bisa tertagih atau sudah dibuatkan penyisihan yang cukup untuk piutang yang diragukan bisa tertagih.
      o Aktiva tetap yang tercantum di neraca semuanya merupakan milik perusahaan dan dicatat berdasarkan harga perolehannya.
      o Hutang yang tercantum di neraca betul-betul merupakan kewajiban perusahaan dan tidak ada hutang atau kewajiban kepada pihak ketiga yang belum dicantumkan di neraca.
      4. Menyatakan ada atau tidaknya aktiva perusahaan yang dijadikan jaminan atas kredit yang diperoleh dari bank. Jika ada aktiva yang dijadikan jaminan, harus dijelaskan aktiva apa saja yang dijaminkan dan dijaminkan kepada siapa.
      5. Menyatakan ada atau tidaknya kewajiban bersyarat (contingent liability) per tanggal neraca. Kalau ada harus dijelaskan dalam bentuk apa.
      Contingent liability adalah kewajiban perusahaan kepada pihak ketiga yang mungkin terjadi, mungkin juga tidak terjadi, tergantung pada kejadian di periode yang akan datang.
      Contingent liability bisa berasal dari pendiskontoan wesel tagih atau jika ada tuntutan terhadap perusahaan di pengadilan yang pada tanggal neraca, belum ada keputusan hukum dari pengadilan tersebut.
      6. Menyatakan ada atau tidaknya transaksi-transaksi hubungan istimewa (related party transaction) dengan perusahaan induk ( holding company) atau perusahaan afiliasi.
      Jika ada hubungan transaksi istimewa, misalnya dalam bentuk pembelian atau penjualan barang dagangan antar perusahaan dalam satu group, maka harus dinyatakan bahwa transaksi tersebut dilakukan dengan harga pasar yang wajar (arms length transactions), dan harus dijelaskan juga berapa jumlah transaksi tersebut.
      7. Menyatakan ada atau tidaknya kejadian penting sesudah tanggal neraca yang mempunyai pengaruh yang penting atau material terhadap kewajaran laporan keuangan, misalnya terjadinya kebakaran sesudah tanggal neraca namun sebelum laporan akuntan diterbitkan.

    • Manajemen Audit

      Pengertian audit manajemen (Bahasa Inggris: operational audit, functional audit, systems audit) adalah audit operasional terhadap kegiatan perusahaan.

      Ruang lingkup audit manajemen termasuk kebijakan akuntansi dan kebijakan operasional yang telah ditentukan oleh manajemen.

      Prinsip Manajemen Audit

      Pengertian efektivitas, efisiensi, ekonomis menurut para ahli, seperti Ruchyat Kosasih adalah sebagai berikut:

      Efektivitas adalah sebagai perbandingan masukan-keluaran dalam berbagai kegiatan, sampai dengan pencapaian tujuan yang ditetapkan.

      Kemudian yang ditinjau dari kuantitas (volume) hasil kerja, kualitas kerja maupun bebas waktu yang ditargetkan.

      Efisiensi adalah bertindak untuk membuat pengorbanan yang paling tepat dibandingkan dengan hasil yang dikehendaki.

      Organisasi dianggap efektif menurut GAO (Government Accountability Office), bila bisa mencapai tujuan dengan efisien, hemat dan menaati peraturan yang berlaku.

      Ekonomis adalah cara penggunaan sumber daya (masukan) secara hati-hati dan bijak agar diperoleh biaya yang paling optimal tanpa merusak mutu.

      Contoh dari Manajjemen Audit :

      • pengendalian pemeriksaan manajemen produksi
      • manajemen audit pemasaran

    • Audit Internal adalah pemeriksaan yang dikerjakan oleh mereka yang berasal dari bagian internal audit perusahaan untuk memeriksa catatan akuntansi dan keuangan perusahaan, termasuk ketaatan perusahaan dalam menjalankan manajemen yang berlaku. Mereka juga akan memeriksa ketaatan perusahaan terhadap peraturan pemerintah serta kebijakan lain dari ikatan profesi yang sedang berlaku.

      Saat ini, internal auditor yang modern tidak lagi membatasi dirinya dalam hal fungsinya pada bidang pemeriksaan keuangan, namun sudah meluas pada bidang lainnya juga, seperti misalnya audit lingkungan hidup, audit sosial, dan audit manajemen.


    • Silahkan Upload Tugas disini


      Note :

      1. Resume Bab Internal Audit

      2. Batas pengumpulan Tugas sd Jam 16.10

      3. Silahkan Ketik pada Word/Tulis tangan

    • 4. Langkah langkah apakah yang dapat dilakukan oleh seorang internal audit untuk mencegah kelemahan yang ada?

      SILAHKAN JAWAB LANGSUNG PADA FORUM DISKUSI YANG SUDAH DISEDIAKAN

    • Audit sistem informasi atau Information System Audit disebut juga EDP Audit (Electronc Data Processing Audit) atau computer audit merupakan suatu proses dikumpulkannya data dan dievakuasinya bukti untuk menetapkan apakah suatu sistem aplikasi komputerisasi sudah diterapkan dan menerapkan sistem pengendalian internal yang sudah sepadan, seluruh aktiva dilindungi dengan baik atau disalahgunakan dan juga terjamin integritas data, keandalan dan juga efektifitas dan efisiensi penyelenggaraan informasi berbasis komputer.

      Tahapan Prosedur EDP Audit
      1. Perencanaan Pengauditan
      2. Peninjauan Pendahuluan
      3. Analisis Aplikasi
      4. Penilaian Pengendalian Intern
       Teknik EDP Audit
      1. Pengujian dengan Data Simulasi
      2. Pemanfaatan Fasilitas Pengujian Secara Terpadu
      3. Simulasi Paralel
      4. Pemasangan Modul/Program Pemeriksaan
      5. Pemakaian Perangkat Lunak/Software Audit EDP
      6. Metode Tracing
      7. Metode Pemetaan (Mapping)

      PENGENDALIAN INTERN ATAS  EECTRONIC DATA PROCESSING (EDP)
      A.      Pengendalian umum :
            1. Pengendalian organisasi
            2. Pengendalian administrasi
            3. Pengendalian pengembangan dan pemeliharaan sistem
            4. Pengendalian hardware dan software
            5. Pengendalian dokumentasi
            6. Pengendalian keamanan

      B. Pengendalian Aplikasi
           1. Pengendalian input
           2. Pengendalian Pemrosesan
           3. Pengendalian output

      Pengendalian Aplikasi
      Jenis pengendalian ini didesain untuk memberikan jaminan bahwa pencatatan, pemrosesan, dan pelaporan data oleh EDP disajikan dengan wajar

      Pengendalian organisasi
      1. Departemen EDP harus berdiri independen dari departemen pemakai, dengan demikian manajer EDP harus melapor langsung pada orang yang tidak terlibat langsung dalam otorisasi transaksi untuk pemrosesan komputer.
      2. Personil EDP seharusnya tidak mengotorisasi atau menandatangani transaksi
      3. Penggabungan antara fungsi sistem analis, pemrograman, dan operasi dalam satu orang akan menyebabkan mudahnya orang tersebut melakukan dan menyembunyikan kesalahan.  


      2. Pengendalian administrasi
      Manfaat  dan tujuan pengendalian intern yang ingin dicapai
      1. Memberikan kerangka untuk mencapai tujuan  sistem informasi secara keseluruhan, memberikan arah pengembangan sistem  informasi, dan menggambarkan sumber daya yang diperlukan.
      2. Menyediakan seperangkat prosedur yang menggambarkan tindakan-tindakan yang harus diambil dalam keadaan darurat.
      3. Menyediakan pelatihan dan pengarahan bagi karyawan, penyaringan dan seleksi karyawan sehingga menghasilkan personil komputer yang andal dan kompeten.

       3. Pengendalian pengembangan dan pemeliharaan sistem
      1.       Desain sistem harus melibatkan departemen pemakai, akuntansi dan internal auditor.
      2.       Setiap sistem harus ditulis secara spesifik serta direview dan disetujui oleh manajemen dan pemakai.
      3.       Pengujian sistem harus dilakukan dengan kerjasama antara pemakai dan personal EDP
      4.       Manajer EDP, data base administrator, pemakai, dan top manajemen harus memberikan persetujuan akhir atas sebuah sistem baru sebelum dioperasikan.
      5.       Perubahan dan perbaikan program harus disetujui sebelum diimplementasikan untuk menentukan apakah mereka telah diotorisasi, diuji, dan didokumentasikan.

      4.Pengendalian hardware dan software
      1. Dual read, input data akan dibaca dua kali dan kedua bacaan tersebut dibandingkan.
      2. Parity check, data diproses oleh komputer dengan menggunakan aturan bit.
      3. Echo check, test echo merupakan pemindahan data yang diterima device output kembali ke unit sumber untuk dibandingkan dengan data asli
      4. Read after write, komputer membaca ulang data setelah dicatat di dalam storage atau output device, dan menguji data dengan membandingkannya pada sumber asli.  
       5.Pengendalian dokumentasi
      Pengendalian dokumentasi berhubungan dengan dokumen dan catatan yang dirancang oleh perusahaan untuk mengambarkan aktivitas pemrosesan (EDP), yang berisi :
      1. Penjelasan dan flow chart dari sistem dan program.
      2. Instruksi operasi untuk operator komputer
      3. Prosedur pengendalian yang harus diikuti oleh operator dan pemakai.
      4. Uraian dan sample dari input dan output yang diminta.
       6.Pengendalian keamanan
      Mencegah penggunaan secara tidak sah dalam EDP, data files, dan program komputer.

      1.       Pengendalian input
       Pengendalian input didesain untuk memberikan jaminan bahwa data yang diterima untuk diproses telah :
      1. Diotorisasi secarah sah.
      2. Diubah ke dalam bentuk yang dapat dibaca oleh komputer
      3. Dapat dipertanggungjawabkan, input data tidak hilang, ditambah, diduplikasi, atau berubah.
      4. Dikoreksi dan diperbaiki untuk menjamin keakuratan catatan akuntansi. 
       2. Pengendalian Pemrosesan
       Pengendalian ini dirancang untuk menjamin semua transaksi yang diproses telah diotorisasi.
      Pengendalian pemrosesan kebanyakan telah diprogram dalam software aplikasi yang digunakan, antara lain :
      1. Programmed checks untuk mendeteksi hilang atau tidak terprosesnya data.
      2. Programmed checks untuk menguji perhitungan aritmatika
      3. Programmed checks untuk menjamin ketetapan  posting
       3. Pengendalian output
       Pengendalian output dirancang untuk memastikan bahwa hasil pemrosesan benar dan hanya personal yang memiliki hak yang menerima output.
      1. Output telah dideteksi dari kesalahan yang terjadi
      2. Output segera diserahkan ke bagian kontrol dan didistribusikan oleh orang-orang yang berwenang kepada pemakai output yang berhak
      3. Output control total direkonsiliasi dengan input control total untuk memastikan bahwa tidak ada data yang hilang atau ditambah selama proses atau transmisi data.
      4. Semua formulir yang penting seperti faktur tagihan, bukti pembayaran harus dipranomori dan dipertanggungjawabkan.
      5. Output yang sangat sensitif, yang tidak boleh diketahui oleh karyawan pusat komputer, output harus diletakkan pada tempat yang aman, diluar komputer.
      6. Menetapkan prosedur yang menghubungkan pemakai jasa komputer dengan data control group, untuk memberikan umpan balik melalui kesalahan-kesalahan yang telah terjadi.

      EDP AUDIT
       Ada tiga metode yang dapat dilakukan oleh auditor yang melaksanakan EDP audit

      Audit Around The Computer ( audit sekitar komputer).
       Auditor hanya memeriksa input dan output dari EDP system tanpa melakukan test terhadap proses dalam EDP system tersebut

      Audit Through The Computer (audit melalui komputer).
       Dalam hal ini selain mengaudit input dan output, juga melakukan pengujian proses EDPnya. Pengujian tersebut dilakukan dengan menggunakan Generalized Audit Software dan memasukan dummy data (data palsu) untuk mengetahui apakah data tersebut diproses sesuai dengan system yang seharusnya. Dummy data digunakan agar tidak mengganggu data asli

      Audit With The Computer.
      Dalam metode ini audit dilakukan dengan menggunakan komputer  dan software untuk mengotomatiskan prosedur pelaksanaan audit.    


    • AUDIT ATAS PROSES RIGHT ISSUE AUDIT ATAS PROSES RIGHT ISSUE

      Tujuan pemeriksaan right issue adalah memeriksa kewajaran proses right issue, dalam arti apakah dilakukan sesuai dengan keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal Nomor KEP-57/PM/1996 tanggal 17 Januari 1996. Perusahaan yang membutuhkan tambahan dana yang besar untuk perluasan usahanya dengan cara menjual sahamnya. Persyaratan perusahaan dapat disebut go public adalah: Perusahaan harus transparent, dalam arti harus ada keterbukaan mengenai keadaan keuangan perusahaan dan kegiatan operasinya.  System akuntansi dan pengendalian intern perusahaan harus cukup baik.  Kondisi keuangan dan hasil usaha perusahaan beberapa tahun lalu, sekarang dan beberapa tahun yang akan dating harus cukup baik.  Perusahaan harus menyiapakan prospktus.  Harus ada tax clearance dari Dirjen Pajak yang menyatakan tidak ada kewajiban pajak yang tertunggak.  

      Peraturan-peraturan BAPPEPAM yang menyangkut proses right issue  Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal Nomor KEP-57/PM/1996 Tentang Hak Memesan efek terlebih dahulu dan lampirannya berupa peraturan Nomor IX. D.I: hak memesan efek terlebih dahulu.  Keputusan ketua badan pengawas pasar modal nomor KEP-58/PM/1996 tentang pedoman mengenai bentuk dan isi pernyataan pendaftaran dalam rangka penerbitan hak memesan efek terlebih dahulu dan lampirannya berupa peraturan nomor IX D.2: pedoman mengenai bentuk dan isi pernyataan pendaftaran dalam rangka penerbitan hak memesan efek terlebih dahulu.  Keputusan ketua badan pengawas pasar modal nomor KEP-59/PM/1996 tentang pedoman mengenai bentuk dan isi prospectus.  Prosedur audit right issue: Meminta copy, pernyataan pendaftaran dan memeriksa apakah pernyataan pendaftaran tersebut sesuai dengan peraturan Nomor IX.D.2.  Meminta copy prospectus atau iklan prospectus dan memeriksa apakah bentuk dan isi prospectus sesuai dengan peraturan nomor IX.D.3. atau IX.D.4.  Meminta akta notaries yang berhubungan dengan right issue.  Membandingkan laporan hasil penjatahan saham dengan daftar hasil penjatahan saham yang diterbitkan oleh biro administrasi efek yang ,enelola adm perusahaan.  Membandingkan hak untuk memesan terlebih dahulu yang dimiliki oleh para pemegang saham perusahaan dengan keputusan rapat uumu luar biasa para pemegang saham.  Meminta rekening Koran atau daftar pembayaran atas saham yang dibeli oleh para pemegang saham.  Laporan audit atas proses right issue terdiri dari: Pernyataan akuntan  Laporan hasil penjualan saham  Daftar hasil penjatahan saham (masyarakat perorangan Indonesia, lembaga/badan usaha Indonesia, dana reksa, perorangan asing dan lembaga asing).  Akte notaries perjaninian pengalokasian sisa saham.  Biaya yang harus dikeluarkan oleh calon emiten baisanya cukup besar karena dala proses go public diperlukan jasa dari lembaga pendukung seperti: Financial consultan, yang bertindak sebagai coordinator dalam persiapan go public seprti penyusunan prospectus, p[erhitungan PER (price earning ratio)  Lead atau main underwriter (penjamin emisi utama) yang membantu emiten dalam menjual sahamnya ke masyarakat dan mengatur penjatahan saham.  Sub underwriter (Penjamin Emisi tambahan), yang membuat lead underwriter dalam menjual saham emiten ke masyarakat.  Kantor akuntan public yang bertugas untuk mengaudit laporan keuangan calon emiten untuk beberapa tahun yang lalu dan untuk periode berjalan.  Notaries yang bertugas menangani masalah perubahan dan pembuatan akte2 yang diperlukan perusahaan dalam rangka go public, dll


    • TUJUAN PEMERIKSAAN ATAS PROSES RIGHT ISSUE
      Jenis audit yang dilakukan KAP atas proses right issue termasuk jenis special audit, atau compliance audit.
      Tujuan pemeriksaannya adalah memeriksa kewajaran proses right issue, dalam arti apakah dilakukan sesuai Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal Nomor KEP-57/PM/1996 tanggal 17 januari 1996.


      PERATURAN ΓÇô PERATURAN BAPEPAM YANG MENYANGKUT PROSES   RIGHT ISSUE
      Ketua Badan Pengawas Pasar Modal telah mengeluarkan beberapa Surat Keputusan yang berkaitan dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu, antara lain :
      ┬╖         Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal Nomor KEP-57/PM/1996 Tentang Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu, dan lampirannya berupa Peraturan Nomor IX.D.1 : Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu.
      ┬╖         Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal Nomor KEP-58/PM/1996 Tentang Pedoman Mengenai Bentuk Dan Isi Pernyataan Pendaftaran Dalam Rangka Penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu, dan lampirannya berupa Peraturan Nomor IX.D.2 : Pedoman Mengenai Bentuk dan Isi Pernyataan Pendaftaran Dalam Rangka Penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu.
      ┬╖         Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal Nomor KEP-59/PM/1996 Tentang Pedoman Mengenai Bentuk Dan Prosspektus. Dalam Rangka Penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu, dan lampirannya berupa Peraturan Nomor IX.D.3 : Pedoman Mengenai Bentuk dan Isi Prospektus Dalam Rangka Penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu, Dimana Para Pemegang Saham menerima Efek Yang Sama dan Terdapat Penambahan Modal Disetor Kurang dari 35% (tiga puluh lima  persen), dan Peraturan Nomor.D.4 : Pedoman Mengenai Bentuk dan Isi Prospektus Dalam Rangka Penerbitan Hak Memesan Terlebih Dahulu, Dimana Para Pemegang Saham menerima Efek Tidak Yang Sama atau Terdapat Penambahan Modal Disetor 35% (tiga puluh lima  persen) atau lebih.

      ┬╖         AUDIT PROSEDUR ATAS PROSES RIGHT ISSUE
      Karena audit ini merupakan special audit, maka prosedur audit yang dijalankan juga tidak seluas prosedur audit dalam suatu general audit, tetapi terbatas pada hal-hal yang berkaitan dengan proses right issue.
      Prosedur audit tersebut antara lain :
      ┬╖         Meminta copy, Pernyataan Pendaftaran dan memeriksa apakah pernyataan pendaftaran tersebut sesuai dengan Peraturan Nomor IX.D.2.
      ┬╖         Meminta copy, Prospektus dan iklan Prospektus tersebut memeriksa apakah bentuk dan Isi Prospektus sesuai dengan Peraturan Nomor IX.D.3. atau IX.D.4.
      ┬╖         Meminta Akte Notaris yanag berhubungan dengan Right Issue.
      ┬╖         Membandingkan Laporan Hasil Penjatahan Saham dengan Daftar Hasil Penjatahan Saham yang diterbitkan oleh Biro administrasi Efek yang mengelola administrasi perusahaan.
      ┬╖         Membandingkan Hak untuk memesan terlebih dahulu yang dimiliki oleh para pemegang saham perusahaan dengan Keputusan Rapat Umum Luar Biasa para pemegang saham.
      ┬╖         Memeriksa Formulir Konfirmasi penjatahan saham mengenai jumlah saham yang dipesan oleh para pemegang saham dan jumlah yang seharusnya menjadi hak mereka.
      ┬╖         Memeriksa Formulir Konfirmasi Penjatahan untuk mengetahui kesesuaian hasil penjatahan dengan keputusan Rapat Umum Luar Biasa para pemegang saham.
      ┬╖         Meminta rekening Koran atau daftar pembayaran ataaas saham yang dibeli oleh para pemegang saham.
      ┬╖         Mengirim surat konfirmasi kepada pemegang saham utama perusahaan, bahwa sisa saham yang tidak diambil oleh pemegang hak (pemegang saham lama) akan dibeli oleh pemegang saham utama.

    • Salah satu tipe jasa assurance yang disediakan profesi akuntan publik adalah jasa atestasi. Jasa Atestasi adalah jasa yang diberikan oleh profesi akuntan publik dimana profesi akuntan publik akan mengeluarkan laporan tertulis yang menyatakan kesimpulan atas keandalan asersi tertulis yang dibuat dan ditanggungjawabi pihak lain.
      Sedangkan asersi adalah suatu pernyataan yang dibuat oleh satu pihak yang secara implisit dimaksudkan untuk digunakan oleh pihak lain. Laporan Keuangan (LK) historis adalah asersi manajemen. Manajemen menyatakan bahwa LK sesuai dengan prinsip akuntansi yang berterima umum (PABU).
      Ada Tiga jenis jasa atestasi:
      1.   Audit atas Laporan Keuangan historis. Yaitu bentuk jasa atestasi dimana auditor menerbitkan suatu laporan tertulis yang berisi pendapat apakah Laporan Keuangan (LK) dalam semua hal yang material sesuai dengan Prinsip Akuntansi Berlaku Umum di Indonesia.
      2.  Review atas Laporan Keuangan historis. Banyak perusahaan non publik yang menerbitkan LK kepada berbagai pemakai, tetapi tidak bersedia membiayai audit atas LK tsb. Dalam kondisi seperti ini akuntan publik dapat membantu menyediakan jasa review. Audit dan review berbeda dalam hal luasnya pemeriksaan dan jaminan keakuratan. Audit dilaksanakan dengan pemeriksaan skala luas untuk mengumpulkan bahan bukti memadai dalam rangka memberikan jaminan yang tinggi atas keakuratan LK .
      3.  Jasa Atestasi Lainnya. KAP, dewasa ini, mengembangkan jasa-jasa baru, misalnya atestasi atas LK prospektif (prakiraan dan proyeksi), data statistik atas hasil-hasil investasi untuk organisasi seperti reksa dana, karakteristik perangkat lunak komputer.
      b.  JASA ASSURANCE LAINNYA
      Jasa Assurance Lainnya
      Aktivitas Jasa
      Pengendalian atas risiko yang berhubungan dengan investasi, mencakup kebijakan yang terkait dengan derivatif
      Menilai proses dalam praktik investasi perusahaan untuk mengidentifikasi dan menentukan efektivitas proses tersebut.
      Mystery shopping
      Melakukan pembelian secara anonim untuk menilai upaya tenaga penjualan yang berhadapan dengan pelanggan dan prosedur yang mereka ikuti.
      Penilaian risiko pengumpulan, pendistribusian, dan penyimpanan informasi digital
      Menilai risiko keamanan dan pengendalian yang berkaitan dengan data elektronik, mencakup memadainya peyimpanan pendukung dan di luar lokasi.
      Penilaian risiko kecurangan dan dindakan ilegal
      Membuat profil risiko kecurangan dan menilai kecukupan sistem dan kebijakan perusahaan dalam mencegah serta mendeteksi kecurangan dan tindakan ilegal.
      Kepatuhan pada kebijakan dan prosedur perdagangan
      Menelaah transaksi antara rekanan dagang untuk menyakinkan bahwa transaksi tersebut sesuai dengan perjanjian; mengidentifikasi risiko dalam perjanjian.
      Kepatuhan pada perjanjian royalti hiburan
      Menilai apakah royalti yang dibayarkan kepada seniman, pengarang, dan lainnya sesuai dengan perjanjian royalti.
      Sertifikasi ISO 9000
      Membuat sertifikasi yang menyatakan bahwa perusahaan telah memenuhi standar pengendalian mutu ISO 9000, yang membantu menyakinkan produk perusahaan bermutu tinggi.
      Audit lingkungan
      Menilai apakah kebijakan dan praktik perusahaan memastikan bahwa perusahaan tersebut memenuhi standar dan hukum lingkungan.
           Sumber : Diadaptasi dari AICPA Special Committee on Assurance Services.

    • INTRUKSI :

      1.    Silahkan Jawaban sesuai dengan teori yang ada dengan memberikan sumber dari kutipan

      2.    Dilarang menyalin, mengcopy-paste jawaban dari teman

      3.   Dikumpul sesuai dengan batas waktu yang ditentukan yaitu Tanggal 3 Agustus 2021, Jam 21.00 WIB

      4.   Jawaban ditulis pada word dan meng uploadnya pada Folder JAWABAN UAS pada LMS

      5.   Semoga sukses dan berhasil.