Garis besar topik
-
-

No
Range
Nilai
Bobot
1
80 ΓÇô 100
A
4
2
75 ΓÇô 79,5
A-
3,75
3
68 ΓÇô 74,5
B+
3,5
4
65 ΓÇô 67,5
B
3
5
55 ΓÇô 64,5
C
2
6
30 ΓÇô 54,5
D
1
7
< 30
E
0
-
-
Bagaimana hubungan filsafat ilmu dengan metode penelitian?
Keterkaitan antara filsafat ilmu dan metode penelitian. Keduanya sama- sama hendak menemukan kebenaran ilmiah. Filsafat ilmu menjadi landasan berfikir, sedangkan metode penelitian sebagai realisasi berfikir ilmiah.Apa yang dimaksud dengan filsafat akuntansi?
Filsafat ilmu akuntansi merupakan pemikiran filsuf tentang akuntansi (Azhar Susanto, 2013) sebagai contoh misalnya tentang mengapa asset dikatakan seperti dalam definisi/teori ? mengapa persediaan dikatakan seperti dalam definisi/teori ? mengapa piutang dikatakan seperti dalam definisi/teori ?
-
-
-
Assalamualaikum
Materi hari ini berkaitan dengan Perkembangan Akuntansi dan Kerangka Konseptual. Perkembangan Akuntansi tidak hanya di Indonesia tetapi di Negara Luar juga.
Sejarah Akuntansi di Indonesia dan Dunia serta Perkembanganya
By Ma'ruf
Sejarah akuntansi ΓÇô Akuntansi adalah sistem pencatatan transaksi bisnis dan keuangan. Akuntansi disebut sebagai bahasa keuangan dan bisnis. Seorang akuntan menerjemahkan transaksi keuangan dan bisnis ke dalam laporan keuangan, supaya bisa lebih mudah dibaca dan dipahami oleh manajemen dan publik. Para ahli Ekonomi berpendapat bahwa akuntansi sudah ada sejak dahulu yaitu ketika manusia melakukan transaksi dengan menggunakan uang sebagai alat pembayaran yang sah. Berikut beberapa sumber referensi terkait perkembangan akuntansi di dunia.
https://www.akuntansilengkap.com/akuntansi/lengkap-sejarah-akuntansi-di-indonesia-dan-dunia-serta-perkembanganya/
https://www.kompasiana.com/indahdwilestari/5c87aa03bde5751967073e13/pengaruh-islam-terhadap-perkembangan-akuntansi-syariah?page=all/
https://ekonomi-islam.com/sejarah-akuntansi-di-negara-islam/
Proses pembentukan standar akuntansi merupakan proses yang cukup pelik, karena dalam pembentukan atau penyusunannya melibatkan aspek politik, bisnis, sosial budaya. Dan aspek politik menjadi aspek yang paling dominan, hal tersebut dikarenakan melibatkan beberapa kepentingan. -
Kerangka konseptual Pelaporan Keuangan (KKPK) merupakan pengaturan yang merumuskan konsep yang mendasari penyusunan dan penyajian laporan keuangan untuk pengguna eksternal. Kerangka Konseptual bukanlah PSAK, sehingga tidak mendefinisikan standar untuk pengukuran atau isu pengungkapan tertentu. Tahukah kamu, revisi Kerangka Konseptual merupakan bagian dari wujud komitmen konvergensi IFRS di indonesia.
Berikut Penjelasannya lebih lanjut:

-
-
KUmpul tugas :
Gambar kerangka konseptual US GAAP dan IFRS, jelaskan perbedaannya
-
-
-
Assalamualaikum.wr.wb
Selamat siang..semoga tetap semangat ya walaupun siang-siang kita belajar..😊
Minggu lalu kita sudah membahas tentang kerangka konseptual. Dimana kerangka konseptual tersebut digunakan sebagai dasar dalam penyusunan sebuah standar.
Standar Akuntansi Keuangan (SAK) adalah Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) yang diterbitkan oleh Dewan Standar Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK IAI) dan Dewan Standar Syariah Ikatan Akuntan Indonesia (DSAS IAI) serta peraturan regulator pasar modal untuk entitas yang berada di bawah pengawasannya.
Untuk lebih jelasnya kita akan diskusikan satu-persatu...
-
-
Setelah kita mempelajari bagaimana teori sampai dengan Standar Akuntansi Keuangan, kini saatnya kita membahas satu persatu perlakuan dari elemen Persamaan Dasar Akuntansi. Dimulai dari KONSEP ASET
item :
- Definisi
- Karakteristik
- Penilaian
- Pengakuan
- Masalah-masalah Khusus
- Aset menurut IFRS
Aset dalam Akuntansi: Pengertian, Jenis dan Siklus Hidup
https://finata.id/aset-dalam-akuntansi/
Aset dalam akuntansi disebut aktiva yang dianggap sebagai hal sangat penting dan krusial bagi keberlangsungan perusahaan. Aktiva dapat diartikan sebagai segala kekayaan yang dimiliki oleh suatu perusahaan. Kekayaan tersebut berupa sumber daya bentuk benda maupun hak yang dikuasai. Aktiva dapat diakui ketika kekayaan tersebut bisa diukur menggunakan satuan mata uang seperti rupiah, dollar, yuan ataupun mata uang lainnya.
Apa yang Dimaksud Aset dalam Akuntansi?
Aset dalam akuntansi atau aktiva dimasukkan dalam neraca dengan saldo normal debit. Kekayaan tersebut adalah seluruh sumber daya yang dimiliki entah dalam bentuk benda maupun hak kuasa yang diperoleh dimasa lalu. Berikut ini pengertian aset berdasarkan beberapa ahli:
- Munawir
Menurut Munawir, aset adalah sumber daya atau sarana yang terdapat nilai ekonomis yang bisa menunjang perusahaan dengan harga perolehannya. Aset harus dapat diukur dengan objektif.
- Hidayat
Aset menurut Hidayat adalah barang yang bergerak maupun tidak bergerak, berwujud maupun tidak berwujud di mana seluruh hal tersebut meliputi harta aset sebuah perusahaan, instansi, organisasi atau perorangan.
- Ikatan Akuntan Indonesia (IAI)
Ikatan Akuntan Indonesia mendefinisikan aset adalah sumber daya yang dikuasai perusahaan akibat kejadian di masa lalu. Aset bisa memberikan manfaat ekonomis bagi perusahaan di masa yang akan mendatang.
- Siregar
Siregar berpendapat pengertian aset adalah barang atau sesuatu barang yang memiliki ekonomi atau nilai guna, nilai komersial atau nilai tukar yang dimiliki oleh suatu instansi, badan usaha atau perorangan.
- Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK)
Menurut Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No, 16 revisi tahun 2011, aset adalah semua kekayaan yang dimiliki perusahaan atau seseorang baik berwujud atau tidak berwujud yang bernilai atau berharga yang akan mendatangkan manfaat bagi perusahaan atau seseorang tersebut.
- International Financial Reporting Standards (IFRS)
Menurut IFRS, Aset merupakan suatu sumber yang dikendalikan oleh entitas sebagai akibat dari peristiwa masa lalu.Misalnya membeli atau menciptakan sendiri dan dari manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan.
Jenis-jenis Aset
Setelah mengetahui pengertian aset dalam akuntansi, kini saatnya Anda mengenal jenis-jenis aset dalam akuntansi. Jenis-jenis aset dalam akuntansi ini meliputi:
1. Aset Lancar (Current Asset)
Aset Lancar atau Aktiva Lancar merupakan aset yang diharapkan dapat dicairkan atau diuangkan tidak lebih dari 1 siklus akuntansi atau satu tahun. Aset dalam akuntansi yang bersifat lancar terdiri dari beberapa bagian :
- Kas
- Surat Berharga
- Piutang Dagang
- Piutang Wesel
- Piutang Pendapatan
- Beban dibayar di Muka
- Persediaan Barang Dagang
- Perlengkapan
2. Aset Tetap (Fixed Asset)
Aset Tetap atau Aktiva Tetap merupakan suatu kekayaan yang dimiliki perusahaan dimana umur ekonomis atau pemakaiannya lebih dari satu tahun. Aset ini merupakan aset yang digunakan untuk proses operasi dan tidak untuk dijual. Setiap tahunnya, aset tetap akan mengalami penyusutan dan harus dihitung dalam pembukuan. Yang termasuk dalam aset tetap yaitu tanah, gedung, peralatan kantor, peralatan toko, mesin, alat angkut, dan lain-lain.
3. Aset Tak Berwujud (Intangible Asset)
Aset Tak Berwujud merupakan aset tetap yang tidak mempunyai wujud tetapi memiliki manfaat dengan memberikan hak ekonomi dan hukum kepada pemiliknya. Berikut ini beberapa aset yang digolongkan ke dalam aset tak berwujud :
- Hak Cipta
- Hak Paten
- Hak Sewa
- Good Will
- Merk Dagang
- Franchise
- Investasi Jangka Panjang
- Aset Lain
Selain keempat aset tersebut, ada aset dalam akuntansi lainnya yang merupakan gambaran berbagai pos yang tidak dapat secara layak digolongkan ke dalam aset lancar, aset tetap, tidak bewujud dan investasi jangka panjang.
Siklus Hidup Aset dalam Akuntansi
Menurut Hindrawan dkk, siklus hidup dari aset atau kelompok aset dalam akuntansi terdiri dari empat fase yaitu perencanaan, pengadaan, operasi dan pemeliharaan serta penghapusan. Berikut ini ulasan singkat mengenai keempat siklus tersebut.
1. Fase Perencanaan
Fase Perencanaan merupakan tahapan di mana perusahaan mengidentifikasi kebutuhan akan permintaan atas aset
2. Fase Pengadaaan
Fase Pengadaan merupakan fase atau tahapan ketika aset dibuat, dibangun maupun dibeli. Pengadaan aset ini akan tergantung pada kebutuhan dan sesuai dengan perencanaan.
3. Fase Operasi dan Pemeliharaan
Fase Operasi dan Pemeliharaan merupakan fase atau tahapan ketika aset dimanfaatkan atau digunakan untuk tujuan yang ditetapkan. Fase ketiga ini biasanya terdapat aktivitas baru, perbaikan/pergantian yang pastinya dilakukan secara berkesinambungan atas aset.
4. Fase Penghapusan
Fase Penghapusan merupakan fase atau tahapan dimana umur ekonomis aset telah habis atau hilang.
-
1. Bilamana suatu aset dinyatakan milik entitas bisnis maka dasar atau dokumen apa yang dapat dipakai agar aset tersebut dapat dicatat dan dilaporkan sebagai aset yang telah dicatat dan diakui secara objektif. Jelaskan! Apakah dokumen tersebut dapat dikategorikan sebagai data akuntansi.
2. Jelaskan apa yang Saudara ketahui tentang modal kekayaan intelektual (intellectual capital) dan bagaimana cara untuk mengakui dan melaporkannya dalam laporan keuangan.
3. Kapankah suatu modal dikategorikan sebagai modal donasi? Berikan contoh ilustrasinya.
4. Suatu entitas bisnis (perusahaan) menerima aset donasi dari lembaga atau instansi pemerintah, yaitu sebidang tanah seluas 2 hektar. Tanah tersebut ditaksir mempunyai nilai wajar sebesar Rp2.250.000.000,00, biaya administrasi dan sertifikasi yang harus dikeluarkan untuk kepemilikan tanah tersebut sebesar Rp17.500.000,00. Sebagai tindak lanjut perusahaan akan memanfaatkan tanah tersebut untuk kepentingan bisnis dan sosial.
Pertanyaan:
a) Bagaimana pencatatan dan pengakuan terhadap tanah tersebut.
Uraikan penyajian dan pengungkapannnya dalam laporan keuangan
-

