Garis besar topik

    • Assalamualaikum,selamat sore semuanya.  

      Materi minggu ketiga kita adalah tentang Ejaan dan Unsur Serapan Bahasa Indonesia. 

      Kita akan mempelajari:

      1. Penulisan Kata

      2. Penulisan Huruf

      3. Penggunaan Tanda baca

      4. Unsur serapan


    • 1. Mengapa muncul kata/unsur serapan

      2. Buatlah 10 contoh kata serapan Bahasa Indonesia

    • Assalamualaikum Wr.Wb. salam sejahtera semuanya

      Pada pertemuan minggu ke-4 ini mahasiswa diharapkan mampu:

      1. Memahami fungsi diksi dalam kalimat.

      2. Membedakan kosakata, pilihan kata dalam kalimat.

      Kajian Kita adalah:

      1. Kosa kata dan diksi

      2. Penggunaan makna kata dalam sebuah kalimat

      3. Pemilihan kata yang tepat sesuai dengan konteks kalimat

      Apa Itu Diksi?

      Sederhananya, diksi adalah pilihan kata yang tepat dan selaras dalam penggunaannya untuk mengungkapkan gagasan sehingga diperoleh efek tertentu seperti yang diharapkan.

      Ketepatan dalam pemilihan dan penempatan kata dalam kalimat sangat menentukan keberhasilan sebuah tulisan.

      Untuk menambah pemahaman kamu terkait diksi, berikut Mamikos tambahkan pengertian diksi menurut para ahli:

      Menurut Susilo Mansurudin, diksi merupakan sebuah pemilihan kata yang sesuai serta tepat yang dapat memberi suatu nilai pada kata untuk para pembaca. Pilihan kata yang tepat ini berguna untuk mencegah kesalahan dalam menafsirkan kata-kata yang berbeda.

      Menurut Keraf, diksi merupakan pemakain kata yang digunakan untuk dapat menginformasikan sebuah gagasan dalam bentuk kelompok kata yang sesuai serta tepat dalam situasi.

      Menurut KBBI, diksi merupakan penggunaan kata yang tepat dalam penggunaan di dalam sebuah gagasan pokok pembicaraan pada pilihan kata.

      Menurut Enre, diksi merupakan pilihan kata yang tepat dan selaras dalam mewakili perasaan yang nyata dalam pola sebuah kalimat.

      Apa Fungsi Penggunaan Diksi?

      Mengacu pada pengertian diksi di atas, fungsi diksi adalah agar pemilihan kata dan cara penyampaiannya dapat dilakukan dengan tepat sehingga orang lain mengerti maksud yang disampaikan.

       

      Diksi juga berfungsi untuk memperindah suatu kalimat.

      Misalnya diksi dalam suatu cerita, dengan diksi yang baik maka penyampaian cerita dapat dilakukan secara runtut, menjelaskan tokoh-tokoh, mendeskripsikan latar dan waktu, dan lain sebagainya.

      Adapun, berikut ini adalah beberapa fungsi diksi:

      Memudahkan pembaca atau pendengar dalam memahami dan mengerti apa yang ingin disampaikan penulis atau pembicara

      Kata yang disampaikan menjadi lebih jelas sehingga terasa tepat dan sesuai dalam konteks penggunaannya

      Mengantisipasi terjadinya interpretasi atau tafsiran yang berbeda antara penyampai kalimat dengan penerimanya

      Diksi yang bagus dan sesuai dapat digunakan untuk memperindah kalimat sehingga cerita yang dibuat bisa lebih runtut dengan mendeskripsikan karakter tokoh, latar dan waktu, serta alur cerita

      Untuk menggambarkan ekspresi terhadap ide dan gagasan yang akan disampaikan

      Apa Manfaat Diksi?

      Manfaat diksi tidak hanya dirasakan penerima pesan yaitu pembaca dan pendengar saja, melainkan juga penyampai pesan atau gagasan tersebut.

      Adapun berikut beberapa manfaat diksi yang juga wajib diketahui ketahui.

      Bagi penulis dan pembicara

      Diksi atau pilihan kata yang tepat sangat bermanfaat bagi penulis untuk membedakan antara kata-kata yang telah ditulisnya dengan kata-kata kutipan dari orang lain.

      Diksi yang tepat juga dapat memudahkan proses menulis agar lebih mengalir dan tidak terkesan dibuat-buat dengan kalimat yang tidak sesuai konteks.

      Bahasan yang ringan dan diksi yang tepat biasanya lebih disukai dibandingkan bahasa yang berbelit-belit dan alur cerita yang berputar-putar.

      Dengan pemilihan diksi yang tepat, diharapkan para pembaca maupun pendengar dapat membedakan kata-kata sinonim, antonim, maupun kata lain yang ejaannya mirip.Sehingga pembaca dan pendengar pun dapat memahami dengan lebih baik jika penggunaan diksi sudah sesuai dengan konteksnya.

      Apa Saja Syarat-syarat Diksi?

      Agar cerita yang dihasilkan lebih menarik, maka diksi atau pilihan kata yang baik juga harus memenuhi beberapa syarat berikut ini:

      Ketepatan pemilihan kata ketika menyampaikan suatu gagasan.

      a.       Pengarang juga harus mempunyai kemampuan untuk membedakan dengan tepat makna berdasarkan gagasan yang hendak disampaikan. Serta memiliki kemampuan untuk menemukan bentuk yang pas dengan situasi serta nilai rasa para pembacanya.

      b.      Dapat menguasai berbagai kosakata serta mampu memanfaatkan kata menjadi suatu kalimat yang jelas, mudah dimengerti dan lebih efektif.

      Apa Ciri-ciri Diksi?

      Diksi juga memiliki ciri-ciri, antara lain:

      a.       Bisa digunakan untuk membedakan nuansa makna dengan bentuk yang sesuai terhadap gagasan dan situasi maupun nilai rasa pembacanya.

      Memakai perbendaharaan kata yang dipunya oleh masyarakat bahasanya serta bisa menggerakan atau memberdayakan kekayaan itu menjadi sebuah kata yang jelas

    • Jenis-jenis Diksi dan Contohnya

      Berdasarkan leksikal, diksi dibedakan berdasarkan makna leksikalnya atau makna kamus karena berasal dari kamus bahasa Indonesia.

      Makna leksikal merupakan makna jenis-jenis kata yang bersifat konkret dan denotatif serta belum mengalami perubahan bentuk.

      Diksi berdasarkan leksikalnya dibedakan menjadi beberapa jenis lagi, di antaranya adalah sebagai berikut:

      1. Sinonim

      Sinonim disebut juga padanan kata atau persamaan kata karena memiliki makna yang sama. Contoh kata sinonim, di antaranya:

      Pandai: pintar

      Baju: pakaian

      Matahari: mentari

      Buruk: jelek

      Rajin: giat

      Contoh kalimat yang menggunakan sinonim:

      Dini menjadi anak yang paling pandai di kelas karena rajin belajar

      Dini menjadi anak yang paling pintar di kelas karena giat belajar

      Kedua kalimat tersebut menggunakan kata atau diksi yang berbeda pada pilihan kata ΓÇ£pandaiΓÇ¥ dan ΓÇ£rajinΓÇ¥. Namun, keduanya tetap memiliki makna dan pemahaman yang sama meskipun diganti dengan kata ΓÇ£pintarΓÇ¥ dan ΓÇ£giatΓÇ¥.

      2. Antonim

      Antonim disebut juga sebagai lawan kata atau perbedaan kata karena memiliki makna yang berlawanan. Contoh kata antonim, di antaranya:

      Rajin >< Malas

      Pintar >< Bodoh

      Besar >< Kecil

      Panjang >< Pendek

      Tua >< Muda

      Contoh kalimat yang menggunakan antonim:

      Dini malas belajar sehingga dia menjadi anak yang bodoh.

      Dini rajin belajar sehingga dia menjadi anak yang pintar.

      Ketika dua kalimat tersebut menggunakan kata yang berlawanan, maka makna yang disampaikan pun menjadi berbeda dan berlawanan.

      3. Homonim

      Homonim merupakan jenis kata yang memiliki makna yang berbeda namun lafal atau pengucapan dan ejaannya sama. Contoh kalimat penerapannya adalah sebagai berikut:

      Kalimat 1: Genting rumah bocor sehingga air masuk ke dalam rumah ketika hujan turun.

      Kalimat 2: Keadaan di sekolah sedang sangat genting karena murid sekolah lain tawuran menyerbu sekolah.

      Kata ΓÇ£gentingΓÇ¥ pada kalimat pertama mengandung makna yang menunjukkan kata benda berupa atap atau genting. Sedangkan kata ΓÇ£gentingΓÇ¥ pada kalimat kedua mengandung makna gawat atau mendesak.

      4. Homofon

      Berbeda dengan homonim, homofon memiliki lafal yang sama, namun makna dan ejaannya berbeda. Contoh kalimat penerapannya adalah sebagai berikut:

      Kalimat 1: Aku rindu masa remaja saat masih sekolah dulu.Kalimat 2: Massa demo yang merapat ke gedung DPR semakin banyak.

      Kedua kalimat tersebut menggunakan kata ΓÇ£massa dan masaΓÇ¥ yang memiliki pelafalan yang sama namun ejaan dan artinya berbeda.

      Kata ΓÇ£masaΓÇ¥ pada kalimat pertama memiliki makna saat atau waktu. Sedangkan, kata ΓÇ£massaΓÇ¥ pada kalimat yang kedua memiliki makna kumpulan orang dalam jumlah yang banyak.

      5. Homograf

      Homograf merupakan jenis kata atau diksi yang memiliki ejaan yang sama namun makna dan lafalnya berbeda. Contoh kalimat penerapannya adalah sebagai berikut:

      Kalimat 1: Pagi hari tadi aku sarapan buah apel.

      Kalimat 2: Setiap pagi sebelum masuk kelas anak-anak harus apel terlebih dahulu.

      Kata ΓÇ£apelΓÇ¥ pada kalimat pertama diucapkan dengan lafal yang sama seperti kata me pada kata memukul dan memiliki arti nama buah apel.

      Sedangkan, kata ΓÇ£apelΓÇ¥ pada kalimat kedua dilafalkan seperti melafalkan ejaan huruf L (el) dan memiliki arti kumpul.

      6. Polisemi

      Polisemi merupakan jenis kata yang ejaan dan lafalnya yang sama namun memiliki banyak arti dan pengertian jika digunakan dalam konteks kalimat yang berbeda. Contoh kalimat penerapannya adalah sebagai berikut:

      Kalimat 1: Risna menanam bunga melati yang sangat harum baunya.

      Kalimat 2: Risna memiliki paras yang sangat cantik sehingga menjadi bunga desa di kampungnya.

      Kalimat 3: Bank konvensional memberikan bunga sebesar 10% setiap bulannya.

      Kata ΓÇ£bungaΓÇ¥ tersebut memiliki ejaan dan lafal yang sama namun memiliki arti yang banyak dan berbeda-beda. Kalimat pertama mengandung arti nama bunga atau tanaman.

      Kalimat kedua mengandung makna kiasan sebagai gadis yang paling cantik. Kaimat ketiga mengandung makna keuntungan.

      7. Hipernim dan Hiponim

      Hipernim merupakan kata umum yang menjadi penyebutan kata lainnya karena dapat mewakili kata lainnya.

      Sedangkan, hiponim adalah kata yang terwakili maknanya oleh kata hipernim. Contoh penerapan kalimatnya adalah sebagai berikut:

      Pak Tono memelihara banyak sekali burung di rumahnya seperti merpati, beo, perkutut, dan lain sebagainya.

      Hipernim dalam kalimat tersebut adalah ΓÇ£burungΓÇ¥ yang mewakili hiponimnya yaitu ΓÇ£merpati, beo, dan perkututΓÇ¥.

      Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Pemilihan Diksi

      Diksi menjadi salah satu faktor penentu apakah gagasan atau pesan yang ingin disampaikan bisa sampai dan sesuai dengan yang diharapkan atau tidak.

      Seringkali karena memiliki keterbatasan kosakata seorang penulis dan pembicara kesulitan untuk menyampaikan maksudnya.

      Tidak hanya memilih diksi yang tepat, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penulisan sebuah kalimat dan paragraf.

      Unsur-unsur diksi yang terdiri dari 8 elemen tersebut harus disusun sedemikian rupa agar mudah dipahami oleh pembaca atau pendengar.

      Berikut ini hal-hal yang harus diperhatikan dalam menentukan diksi, di antaranya:

      1. Tidak menggunakan pengulangan kata

      Pengulangan kata akan membuat kalimat yang dibuat menjadi boros, tidak efektif, dan terkesan berbelit-belit. Hindari penggunaan kata yang diulang seperti berikut ini:

      Rina diminta untuk maju ke depan. (kata maju otomatis digunakan untuk menuju ke arah depan, sehingga tidak perlu diulang dengan menambahkan kata ke depan)

      Jangan mundur ke belakang karena ada parit, nanti kamu jatuh! (kata mundur otomatis digunakan untuk menunjuk arah ke belakang)

      Dea sudah membuat rencana yang akan datang untuk liburan selanjutnya. (kata rencana mengandung arti segala sesuatu yang belum terjadi dan yang akan terjadi di masa mendatang sehingga tidak perlu ditambahkan akan datang)

      2. Kalimat yang disampaikan harus menggunakan diksi yang ringkas agar tidak boros kata

      Tidak perlu menggunakan kata-kata yang diulang-ulang dan mengandung arti yang sama dalam sebuah kalimat agar tidak boros kata. Usahakan kalimat yang dibuat ringkas dan jelas agar lebih mudah dipahami.

      Berikut ini contoh kalimat yang kurang tepat dan contoh pembetulannya:

      Direktur keuangan menyatakan bahwa akibat dari langkah yang diambil pada bulan lalu mengakibatkan budget keuangan untuk produksi dan operasional menjadi membengkak. (diksi yang kurang tepat)

      Direktur keuangan mengatakan, budget keuangan untuk produksi dan operasional membengkak. (diksi yang tepat)

      3. Sederhanakan struktur kalimat

      Semakin sederhana kalimat yang dibuat, maka kalimat tersebut akan lebih mudah dipahami. Sebisa mungkin tidak perlu menggunakan anak kalimat dan gunakan bahasa radio atau bahasa tutur sehari-hari.

      Berikut ini contoh penerapannya:

      Tugas mendidik haruslah menjadi tugas bersama antara guru dan orang tua di rumah sehingga anak-anak mendapatkan panutan yang sesuai baik di sekolah maupun di rumah. (diksi yang kurang tepat)

      Guru dan orang tua harus bersama-sama dalam mendidik anak-anak. Sehingga anak-anak akan mendapatkan panutan yang baik ketika di sekolah dan di rumah. (diksi yang tepat)

      4. Hindari pemborosan kata

      Seringkali dalam sebuah kalimat terdapat kata-kata yang sebenarnya tidak perlu ditulis karena tidak memiliki fungsi sebagai pelengkap maupun pendukung kata lainnya. Berikut ini contohnya

    • Setelah mempelajari video diatas, silahkan Anda buat masing - masing contohnya, minimal 5 ( Lima) kata ). Tugas dikumpulkan pada pertemuan berikutnya.  Jum'at tanggal 3 November 2023.

    • Pengertian Kalimat Efektif
      Dikutip dari Buku Terampil Menulis Paragraf karya Asul Wiyanto, kalimat efektif adalah kalimat yang dapat menyampaikan pesan atau informasi secara singkat dan lengkap.
      Meski singkat dalam penggunaan kata, kalimat efektif harus mencakup semua informasi yang lengkap dan mengikuti kaidah bahasa yang baik dan benar.
      Kaidah bahasa ini mencakup unsur gramatikal, sintaksis, serta memenuhi syarat-syarat komunikasi. Dengan begitu, informasi yang disampaikan mudah diterima dan dipahami oleh pendengar atau pembaca.
      Kalimat efektif tak hanya digunakan dalam ragam bahasa tulis resmi seperti karya ilmiah skripsi, makalah, tesis, disertasi, laporan penelitian, dan sejenisnya.
      Akan tetapi, kalimat efektif juga digunakan dalam bahasa lisan saat sedang berbicara atau mengobrol.

      Pengertian, Ciri, serta Contoh Kalimat Aktif Transitif dan Intransitif
      Ciri-Ciri Kalimat Efektif dan Contohnya
      Setiap kalimat pasti memiliki ciri khas yang menjadi pembeda dari jenis kalimat lain. Hal tersebut berlaku pada kalimat efektif. Ciri-ciri kalimat efektif sebagai berikut:

      1. Kesatuan
      Kesatuan berarti keseimbangan antara pikiran (gagasan) dan struktur bahasa yang digunakan, sehingga kesatuan ini menjadi padu dan serasi.

      Contoh kalimat 1:
      Di rumah adat para petua mendiskusikan masalah kejahatan yang terjadi. (Salah)
      Para tetua adat mendiskusikan masalah kejahatan yang terjadi di rumah adat. (Benar)
      Dalam kalimat tersebut subjek dan predikatnya tidak jelas, sehingga kalimat tersebut bukan termasuk kalimat yang efektif.

      Contoh kalimat 2:
      Perbaikan jalan itu kami dibantu oleh warga Desa Suka Makmur. (Salah)
      Dalam memperbaiki jalan itu, kami dibantu warga Desa Suka Makmur. (Benar)
      Dalam kalimat tersebut terdapat subjek ganda, sehingga terjadi penumpukan pada satu kalimat.

      Hal ini tentu bukan kalimat efektif, mengingat hal tersebut merupakan pemborosan kata yang dapat menimbulkan kesalahan tafsir.

      2. Kepaduan (koherensi)
      Maksud koherensi terjadi pada hubungan yang padu antara unsur-unsur pembentukan kalimat.
      Kepaduan sendiri merupakan syarat dari kalimat efektif sehingga diharapkan setiap informasi yang diterima tidak terpecah-pecah.

      Contoh kalimat:
      Amir mengotori halaman rumahnya terus ia membersihkannya. (Salah)
      Amir mengotori halaman rumahnya, lalu ia membersihkannya kembali. (Benar)
      Kalimat yang padu berarti kalimat menggunakan kata depan, kata ganti, maupun kata hubung yang tepat sehingga akan menghasilkan kalimat yang efektif.

      3. Kesejajaran (Paralel)
      Kesejajaran (paralel) adalah kesamaan bentuk kata yang digunakan dalam suatu kalimat tertentu.
      Artinya, bentuk pertamanya adalah nomina, lalu bentuk kedua dan selanjutnya juga menggunakan nomina. Hal yang sama berlaku pada kalimat verba.

      Contoh kalimat:
      Kesejajaran bentuk:
      Kegiatan itu meliputi pembelian buku, membuat katalog, dan mengatur peminjaman buku.
      Kegiatan itu meliputi pembelian buku, pembuatan katalog, dan peminjaman buku.

      Kesejajaran makna:
      Dia berpukul-pukulan >> menjadi >> Mereka saling memukul.
      Maksud dari kesejajaran adalah kesamaan bentuk dan makna dari dua kalimat. Perhatikan apakah kedua kalimat tersebut memiliki arti yang sama.

      4. Ketepatan
      Maksud ketepatan adalah kesesuaian atau kecocokan dalam pembentukan suatu kalimat sehingga terciptalah pengertian yang pasti.

      Contoh kalimat:
      Karyawan teladan itu memang tekun bekerja dari pagi sehingga petang. (Salah)
      Karyawan teladan itu tekun bekerja dari pagi hingga petang. (Benar)
      Kalimat tersebut menggunakan kata hubung yang salah, yaitu "sehingga". Kalimat yang benar disambung dengan kata hubung "hingga" untuk menjelaskan perubahan waktu.

      5. Kevariasian
      Kevariasian adalah kalimat efektif yang menunjukkan penggunaan kalimat yang tidak monoton.
      Kalimat yang digunakan sebaiknya bervariasi dengan memanfaatkan jenis-jenis kalimat yang ada dalam bahasa Indonesia.
      Selain itu, penggunaan panjang-pendek kalimat dan penggantian unsur yang menentukan keefektifan kalimat.

      Contoh kalimat:
      Anak membutuhkan perhatian dan kasih sayang orang tua.
      Perhatian dan kasih sayang orang tua dibutuhkan oleh anak.
      Dibutuhkan perhatian dan kasih sayang dari orang tua kepada anaknya.
      Dalam membuat variasi kalimat, yang terpenting adalah arti kalimat tidak berubah. Peletakan subjek maupun objek bisa jadi tidak masalah asalkan arti dan tujuan kalimat tersampaikan dengan tepat.
      6. Kehematan
      Kehematan adalah usaha menghindari pemakaian kata yang tidak perlu. Hemat berarti tidak menggunakan kata-kata mubazir sehingga tidak ada penjamakan kata dan pengulangan subjek.

      Contoh kalimat:
      Saya melihat dengan mata kepala saya sendiri mahasiswa itu belajar di kampus seharian dari pagi sampai sore. (Salah)
      Saya melihat sendiri, mahasiswa itu belajar seharian. (Benar)
      Penghematan kata dapat membantu struktur kalimat lebih baik dan pembaca lebih mudah memahami maksud kalimat.

      7. Kelogisan
      Kelogisan adalah ide kalimat yang dapat diterima oleh akal dan penulisannya sesuai dengan ejaan yang berlaku.

      Contoh kalimat:
      Untuk menyingkat waktu, marilah...
      Untuk menghemat waktu, marilah....
      Kedua kalimat tersebut memang memiliki arti yang mirip tetapi dari tingkat kelogisannya, kalimat kedua yang lebih logis.

    • Surat menyurat adalah salah satu sarana penyampaian informasi secara tertulis yang masih digunakan hingga saat ini. Apabila ditinjau dari sifat isinya, surat adalah jenis karangan (komposisi) paparan. Di dalam paparan, pengarang mengemukakan maksud dan tujuannya, menjelaskan apa yang dipikirkan dan dirasakannya. Demikian pula yang terjadi di dalam surat.

      Dan jika ditinjau dari fungsinya, surat merupakan suatu alat atau sarana komunikasi tertulis. Surat dipandang sebagai alat komunikasi tulis yang paling efisien, efektif, ekonomis dan praktis. Dibandingkan dengan alat komunikasi lisan, surat mempunyai kelebihan-kelebihan. Apa yang dikomunikasikan kepada pihak lain secara tertulis, misalnya berupa pengumuman, pemberitahuan, dan sebagainya, akan sampai kepada alamat yang dituju sesuai dengan sumber aslinya.

      Jenis surat terdiri dari beberapa macam, tergantung pada isi, keamanan isi, jangkauan penggunaan dan berbagai segi lainnya. Maka dari itu, berikut ini adalah penjelasan mengenai jenis surat yang umum terdapat dan tersebar di kalangan masyarakat yang perlu diketahui.

      1. Jenis Surat Berdasarkan Isinya

      Jenis surat berdasarkan isinya dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu:

      Surat pribadi, yaitu surat yang berisi masalah pribadi yang ditunjukan kepada keluarga, teman atau kenalan. Surat dinas/resmi, yaitu surat yang berisi masalah kedinasaan atau administrasi pemerintah. Surat dinas/resmi hanya dibuat oleh instansi pemerintah dan dapat dikirimkan oleh semua pihak yang memiliki hubungan dengan instansi tersebut. Karena sifatnya resmi, surat resmi harus ditulis dengan menggunakan bahasa ragam resmi. Contoh surat dinas/resmi diantaranya adalah surat keputusan, instruksi, surat tugas, surat edaran, surat panggilan, nota dinas, pengumuman, dan surat undangan rapat dinas. Surat niaga/dagang, yaitu surat yang berisi masalah perniagaan/ perdagangan. Surat dagang dibuat oleh suatu perusahaan yang ditujukan kepada semua pihak. Contoh surat niaga/dagang diantarannya adalah surat permintaan penawaran, surat penawaran jasa, surat pesanan, surat tagihan, surat permohonan lelang, dan periklanan

      2. Jenis Surat Berdasarkan Keamanan Isinya

      Jenis surat berdasarkan keamanan isinya dibedakan menjadi empat, yaitu:

      Surat sangat rahasia, yaitu surat yang berisi dokumen/ naskah yang sangat penting yang berhubungan dengan rahasia keamanan Negara. Surat tersebut ditandai dengan kode SR atau SRHS (Sangat Rahasia). Contohnya, yaitu dokumen dari Departemen Penerangan, dokumen dari Negara tetangga, dokumen di kalangan kemiliteran. Surat rahasia, yaitu surat yang berisi dokumen penting yang hanya boleh diketahui oleh pejabat yang berhak menerimanya. Contohnya, yaitu surat rekomendasi dan laporan konduite dari seorang pejabat (DPPP). Surat terbatas, yaitu surat yang isinya hanya boleh diketahui oleh para pejabat tertentu. Surat tersebut harus dibahas, dipertimbangkan semasak-masaknya sebelum diinformasikan kepada pihak-pihak yang bersangkutan. Contohnya, yaitu hasil rapat pimpinan terbatas, usul pengangkatan pegawai baru, dan laporan perjalanan. Surat biasa, yaitu surat yang berisi masalah biasa, bukan rahasia, yang bila diketahui oleh orang lain tidak meragukan lembaga atau pejabat yang bersangkutan. Contohnya, yaitu surat edaran, surat undangan, surat ucapan terima kasih, pengumuman, dan pemberitahuan.

      3. Jenis Surat Berdasarkan Derajat Penyelesaiannya

      Jenis surat berdasarkan derajat penyelesaiannya dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu:

      Surat sangat segera (kilat), yaitu surat yang isinya harus segera mungkin diketahui oleh penerima surat dan harus sesegera mungkin diselesaikan atau ditanggapi. Contohnya, yaitu surat pemberitahuan tenaga penguji, surat tugas penyusun soal ujian, dan surat undangan rapat-rapat dinas. Surat segera, yaitu surat yang isinya harus segera diketahui dan ditanggapi. Contohnya, yaitu surat lamaran pekerjaan, surat usul kenaikan pangkat, surat penawaran tugas belajar ke luar negeri. Surat biasa, yaitu surat yang isinya tidak harus segera diketahui, ditanggapi.

      4. Jenis Surat Berdasarkan Jangkauan Penggunaannya

      Jenis surat berdasarkan jangkauan penggunaannya dibedakan menjadi dua, yaitu:

      Surat intern, yaitu surat yang hanya digunakan untuk berkomunikasi dalam satu kantor/ instansi yang bersangkutan. Contohnya, yaitu memo dan nota.  Memo, yaitu surat yang berisi catatan singkat tentang pokok-pokok persoalan. Sedangkan nota, yaitu surat yang hanya dibuat oleh atasan untuk bawahan. Surat ekstern, yaitu surat yang digunakan untuk berkomunikasi dengan pihak- pihak di luar kantor/instansi yang bersangkutan.

      5. Jenis Surat Berdasarkan Jumlah Penerimanya

      Jenis surat berdasarkan jumlah penerima yang dituju dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu:

      Surat edaran, yaitu surat yang beredar di luar kantor/ instansi yang bersangkutan. Isi surat ini ada kalanya hanya diketahui oleh pejabat yang bersangkutan (edaran khusus), dan adakalanya disebarkan kepada lingkup yang lebih luas (edaran umum). Pengumuman, yaitu surat yang ditunjukkan kepada para pejabat, para karyawan, dan masyarakat umum. Surat biasa, yaitu surat yang khusus ditujukan kepada seseorang, pejabat, atau instansi tertentu.


    • Kamu tau nggak, ternyata banyak lho dari kita yang masih belum mengetahui atau memahami apa itu karya tulis ilmiah dan apa saja jenis-jenisnya? Padahal, kamu perlu menguasainya karena karya ilmiah akan dibutuhkan dalam kegiatan pendidikan dan pekerjaan di masa mendatang. 

      Singkatnya, karya ilmiah adalah tulisan yang berisi tentang fenomena yang ditulis berdasarkan kenyataan. Informasi dalam karya ilmiah terdiri atas fakta, data, serta solusi yang coba dipecahkan melalui suatu kajian.

      Supaya semakin jelas yuk kita simak penjelasan lengkap tentang pengertian, ciri-ciri, jenis, hingga contoh karya tulis ilmiah berikut ini!

      Pengertian Karya Tulis Ilmiah

      Karya tulis ilmiah adalah tulisan atau laporan tertulis yang memaparkan hasil penelitian atau kajian suatu masalah oleh seseorang atau kelompok dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan. 

      Karya tulis ilmiah juga biasa disebut sebagai tulisan akademis (academic writing) karena biasa ditulis oleh akademisi perguruan tinggi, dosen, dan mahasiswa. Bentuk tulisan ini tentunya juga memiliki tujuan dan manfaat. 

       Tujuan Karya Tulis Ilmiah

      Salah satu tujuan karya tulis ilmiah adalah untuk melatih keterampilan dasar dalam melakukan penelitian. Sementara itu, manfaat karya ilmiah adalah untuk menyumbang bagi perluasan cakrawala ilmu pengetahuan masyarakat. Berikut ciri-ciri karya tulis ilmiah yang bisa kamu pahami.

      Bentuk Karya Tulis Ilmiah

      Karya tulis ilmiah secara umum memiliki beberapa bentuk, tergantung tujuan dan sasaran pembacanya. Ada 3 bentuk karya tulis ilmiah, di antaranya adalah karya tulis ilmiah populer, semi formal, dan formal.

      1. Karya Tulis Populer

      Diungkapkan dalam bentuk ringkas, ragam bahasanya populer atau lebih santai dan menarik dengan kalimat yang mudah dipahami, dan umumnya disukai banyak orang serta dapat dimuat di media massa.

      2. Karya Tulis Semi Formal

      Penulisannya mengikuti kaidah bentuk formal, namun penyajiannya lebih sederhana. Wujudnya dapat berupa laporan atau makalah.

      3. Karya Tulis Formal

      Wujudnya haruslah memenuhi unsur-unsur kelengkapan akademis secara lengkap. Misalnya skripsi, tesis, maupun disertasi.

      Berbagai Pemikiran Ilmiah dalam Penulisan Karya Tulis Ilmiah

      Jenis-Jenis Karya Tulis Ilmiah

      Sekarang, yuk kita kenali apa saja jenis karya tulis ilmiah. Berikut penjelasannya:

      1. Artikel

      Artikel adalah tulisan yang berisi pendapat subjektif tentang suatu masalah atau peristiwa. Biasanya, artikel jenis ini disebut juga sebagai artikel opini yang dapat kamu baca di surat kabar ataupun majalah. Sedangkan dalam konteks ilmiah, artikel ilmiah merupakan karya tulis yang dirancang untuk dimuat dalam jurnal atau buku yang ranahnya adalah penelitian dan keilmuan.

      Oleh sebab itu, artikel ilmiah diangkat dari hasil pemikiran, kajian pustaka, ataupun hasil pengembangan sebuah proyek, yang keseluruhan harus berdasarkan fakta sehingga sifatnya objektif ya!

      2. Makalah 

      Kamu pasti pernah, ΓÇÿkan mendapat tugas sekolah untuk membuat makalah. Saat pertama kali mendengarnya, kamu penasaran nggak, tentang apa itu makalah? 

      Makalah adalah salah satu bentuk karya ilmiah yang menyajikan sebuah masalah. Dalam penyelesaiannya, makalah juga mengandalkan data yang ada di lapangan. Karya ilmiah ini bersifat empiris dan juga objektif. Dalam penyajiannya, makalah biasanya dipresentasikan dalam sebuah kegiatan seminar.

      3. Skripsi

      Karya ilmiah yang dibuat oleh mahasiswa untuk mendapatkan gelar sarjana (S1) Skripsi merupakan karangan ilmiah yang ditulis oleh mahasiswa sebagai bagian dari persyaratan akhir pendidikan akademisnya.

      4. Kertas Kerja atau Work Paper

      Pada dasarnya sama dengan makalah. Namun, dibuat dengan analisis yang lebih mendalam dan tajam serta dipresentasikan pada seminar atau lokakarya yang biasanya dihadiri oleh ilmuwan.

      5. Paper

      Sebutan khusus untuk makalah di kalangan mahasiswa dalam kaitannya dengan pembelajaran dan pendidikannya sebelum menyelesaikan jenjang studi Diploma, S1, S2, atau S3. Sistematika penulisannya pun sama dengan artikel dan makalah, tergantung panduan yang berlaku di perguruan tinggi yang bersangkutan.

      6. Tesis

      Karya tulis ilmiah mahasiswa untuk menyelesaikan program studi S2 atau pascasarjana yang bersifat lebih mendalam dibandingkan dengan skripsi. Tesis mengungkapkan pengetahuan baru yang didapat dari penelitian yang dilakukan individu yang bersangkutan.

      7. Disertasi atau Ph.D thesis

      Diperuntukkan bagi mahasiswa program S3 atau tugas akhir untuk meraih gelar Dr. atau Doktor. 

      Adapun dalam pengerjaannya, disertasi lebih berfokus mengemukakan hasil analisis oleh penulis, yang dapat dibuktikan kebenaran, kecocokan, dan keakuratan data dengan realita yang ada.  Disertasi harus berisi suatu temuan terbaru dari penulis itu sendiri yang bersifat  orisinal. 

      Nah itu tadi beberapa jenis karya tulis ilmiah. Kira-kira kamu sudah pernah menulis karya ilmiah yang mana nih?

       

      Contoh Karya Tulis Ilmiah

       

      KECERDASAN JAMAK PADA MANUSIA

      (Kajian Teoritis tentang Kecerdasan Jamak yang Dimiliki Manusia)

      Ayu N.

       

      KATA PENGANTAR

      Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas segala rahmat-Nya makalah in dapat tersusun hingga selesai. Tidak lupa penulis juga mengucapkan terima kasih atas bantuan darl pihak yang telah berkontribusi dengan memberikan sumbangsih baik dalam bentuk materi maupun pikiran.

      Harapan penulis, semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca agar di lain kesempatan dapat memperbaiki makalah ini agar menjadi lebih baik lagi. Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman penulis, penulis yakin masih banyak kekurangan dalam makalah ini.

      Oleh karena itu, penulis sangat mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca untuk perbaikan makalah ini.

      Jakarta, November 2019

      Penulis

       

      KATA PENGANTAR

      DAFTAR ISI

      BAB I PENDAHULUAN

      1.1 Latar Belakang

      1.2 Rumusan Masalah

      1.3 Tuan Penulisan

      1.4 Manfaat Penulisan

      BAB II PEMBAHASAN

      2.1 Pengertian Kecerdasan

      2.2 jenis-jenis Kecerdasan

      2.3 Penerapan Teori Kecerdasan Jamak dalam Pendidikan

      2.4 Kecerdasan Ganda dan Perubahan Paradigmatik Pembelajaran

      2.5 Keunggulan dan Kelemahan Kecerdasan Jamak

      BAB I PENUTUP

      3.1 Simpulan

      3.2 Saran

      DAFTAR PUSTAKA

       

      BAB I

      PENDAHULUAN

      1.1 Latar Belakang

      Manusia diciptakan unik. Inilah yang sejak lama dalam ilmu pendidikan dikenal dengan konsep perbedaan individual. Oleh karena itu, sistem klasikal sebenarnya tidak sesuai dengan konsep perbedaan individual karena sistem klasikal menganggap semua siswa yang ada dalam suatu kelas dipandang homogen.

      Kondisi in lebih diperparah lag dengan penggunaan metode ceramah dalam proses belajar mengajar. Adanya metode ceramah, materi yang diajarkan sama, prasyarat kemampuan yang dimiliki siswa dianggap sama, tugas-tugas yang diberikan Kepada siswa juga sama, dan media dan alat peraga yang digunakan juga sama.

      Akhirnya, hasil akhir pengetahuan, sikap, dan keterampilan atau yang disebut sebagai tujuan instruksional yang diharapkan juga sama, Bahkan tes hasil belajar yang digunakan untuk mengukur kompetensi siswa juga sama. Itulah karakteristik sistem klasikal dalam proses pembelajaran. Pelaksanaan sistem itulah yang kemudian memperoleh kritik dari banyak pakar yang berpihak kepada sistem pendidikan individual, Salah satunya adalah Howard Gardner, seorang profesor ilmu saraf (neurology), dari Universitas Harvard pada tahun 1984 (Suparlan, 2004:1 98). 

      Kontribusi Gardner yang sangat besar dalam ilmu pendidikan dan ilmu pengetahuan pada umumnya adalah teori tentang kecerdasan ganda, sebagaimana tertuang dalam bukunya bertajuk Frame of Mind: The Theory of Multiple Intelligence yang menyebutkan tujuh tipe kecerdasan manusia, yakni sebagai berikut.

      1. Linguistic intelligence atau kecerdasan linguistik (bahasa).
      2. Musical intelligence atau kecerdasan musikal
      3. Logical-mathematical intelligence tau kecerdasan
      4. Visual/spatial intelligence atau kecerdasan visual/spasial
      5. Body/kinesthetic intelligence atau kecerdasan
      6. Ragawi/kinestetik
      7. Intrapersonal intelligence atau kecerdasan intrapersonal

      Metode pembelajaran Multiple intelligences merupakan salah satu metode alternatif untuk mencairkan kebuntuan proses pembelajaran baik di sektor formal maupun informal. Multiple Intelligences pada awalnya merupakan Kerangka berpikir sebagai pengembangan dari konsep kecerdasan IQ (Intelligence Quotient).

      1.2 Rumusan Masalah

      1. Apa pengertian kecerdasan jarak?
      2. Apa saja macam-macam kecerdasan jamak tersebut?
      3. Bagaimana penerapan teori kecerdasan jamak dalam pendidikan?
      4. Apa saja keunggulan dan kelemahan kecerdasan jamak?

      1.3 Tujuan Penulisan

      1. Agar mengetahui pengertian kecerdasan.
      2. Mengetahui Macam-macam kecerdasan.
      3. Mengetahui penerapan multi kecerdasan dalam pembelajaran.

      1.4 Manfaat Penulisan

      1. Menambah pengetahuan dan wawasan pembaca tentang kecerdasan jamak yang dimiliki manusia.
      2. Menambah pengetahuan dan wawasan pembaca tentang kecerdasan musik manusia.
      3. Mengetahui aplikasi kecerdasan jamak dalam bidang pendidikan.

       

      BAB III

      PENUTUP

      3.1 Simpulan

      Teori Multiple Intelligences tidak saja dapat diukur oleh kemampuan matematika, logika, dan bahasa sebagaimana konsep kecerdasan klasik, melainkan setidaknya ada delapan kecerdasan manusia yang dapat dikembangkan, Ke delapan jenis kecerdasan tersebut adalah kecerdasan linguistik, kecerdasan matematis-logis, kecerdasan visual-spasial, kecerdasan kinestetik, kecerdasan musik, kecerdasan interpersonal, kecerdasan intrapersonal dan kecerdasan naturalis.

      Teori Multiple Intelligences pada perkembangannya tidak saja merubah paradigma berfikir tentang kecerdasan tetapi juga menjelma menjadi metode pembelajaran yang inovatif dan kreatif sehingga proses pembelajaran dapat menyenangkan dan tidak monoton.

      3.2 Saran

      Penyusun menyadari bahwa dalam makalah ini masih terdapat kesalahan dan jauh dan kesempurnaan. Penyusun akan memperbaiki makalah in dengan berpedoman pada banyak sumber yang dapat dipertanggungjawabkan. Maka dari itu, penyusun mengharapkan kritik dan saran mengenai penyajian makalah ini.

       

      DAFTAR PUSTAKA

      Armstrong, T. 2002. Sekolah Para juara: Menerapkan Multiple Intelligences di Dunia Pendidikan, Bandung: Kaifa.

      Budiningsih, C. Asri. 2005. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.

      Campbell, L, et al. 1996. Teaching and Learning through Multiple intelligences, Massachusetts: Allyn and Bacon.

      Dalton, J. 1990. Creative Thinking and Cooperative Talk in Small Group, Australia: Thomas Nelson.

      Dryden,G.S. 1999. Revolusi Cara Belajar: Keajaiban Pikiran. Bandung: Kaifa,

      Fadli. 2010. Teori Kecerdasan Ganda.

      Dalamhttp://fadlibae.wordpress.com/2010/03/24/teori-kecerdasan-ganda, diakses pada 1 November 2019. 

      Meier, Dave. 2000. The Accelerated Learning Mandbook: A Creative Guide to Designing and Delivering Faster, More Effective Training Programs. Massachusetts: Allyn and Bacon.

       

       

       


    • Tahap /Langkah-Langkah Membuat karya tulis ilmiah

      Pada tahap-tahap tertentu penulis dalam karya ilmiah perlu memperhatikan alur proses dalam memproduksi tulisannya melalui proses yang tidak singkat, akan tetapi perlu upaya yang dilakukan. Dengan mengikuti langkah tersebut, Anda bisa melakukan penulisan dengan baik. Terlebih dengan adanya contoh metode penulisan karya ilmiah. Beberapa diantaranya:

      a. Tahap persiapan atau perencanaan

      Perencanaan merupakan bagian yang tidak bisa dilepaskan bagi seorang penulis karya tulis ilmiah, karena dengan merencanakan segala aspek dari apa yang akan dibahas dan dikaji dapat ter-sampaikan dengan adanya perencanaan.

      Maka dari itu alangkah baik nya sebelum menulis karya ilmiah lebih baik dituliskan rencana yang mau ditulis itu apa, (pilih topik masalah, rumusan tujuan, telusuri topic, identifikasi pembaca, dan tentukan cakupan atau ruang lingkup karya ilmiahmu sendiri).

      b. Tahap pengumpulan informasi

      Adapun bahan dari pengumpulan informasi dalam pembuatan karya ilmiah sebagai berikut ini:

      1) Manfaat perpustakaan

      2) Memanfaatkan internet

      3) Kelola dan pilah bahan-bahan pustaka

      4) Membuat ringkasan dan melakukan paraphrase

      5) Membuat kutipan

      6) Membuat daftar instrumen wawancara, observasi dan pertanyaan yang dipersiapkan

      c. Tahap Pelaksana Draf

      Setelah direncanakan, selanjutnya adalah pelaksanaan yang harus dipersiapkan dengan baik diantara, menyiapkan bahan referensi yang cukup sesuai dengan tema yang akan dibahas itu apa, dan bagaimana pelaksanaan dalam membuat karya tulis ilmiah, seperti buku, jurnal ilmiah, Prosiding, laporan ilmiah, semua memiliki petunjuk teknis yang berbeda, dan masing-masing dari kita dalam membuat karya ilmiah ditentukan oleh tujuan, termasuk pemenuhan tugas yang diberikan seperti halnya saat kuliah.

      d. Tahapan menulis draf

      1) Mengekspresikan ide-ide kedalam bentuk tulisan kasar

      2) Mengembangkan ide kreatif yang masih bersifat tentative

      3) Konsentrasi pada ekspresi atau gagasan, bukan pada aspek mekanik

      5. Tahapan revisi

      1) Memperbaiki ide dalam karangan karya tulis ilmiah yang berfokus pada penambahan, pengurangan, penghilangan, penataan isi sesuai dengan kebutuhan pembaca

      2) Membaca ulang seluruh isi draf data, atau referensi yang akan dijadikan bahan sehingga memudahkan kita untuk mereduksi kedalam bahan yang siap jadi

      3) Sharing atau berbagai pengalaman tentang draf kasar dengan berbagai teman untuk menemukan apa yang menjadi kekurangan kelebihan

      6. Tahap penyuntingan

      1) Memperbaiki dan mengevaluasi perubahan-perubahan aspek mekanik karangan (huruf capital, ejaan, struktur kalimat, tanda baca, istilah, kosakata, format karangan).

      2) Memperbaiki karangan pada aspek kebahasaan dan kesalahan menarik yang dilakukan guna meminimalisir kesalahan yang terjadi

      7. Tahap publikasi

      1) Tulisan yang kita buat akan berarti dan lebih bermanfaat jika dibaca orang lain

      2) Sesuaikan tulisan dengan media publikasi yang akan kita tuju.

      8. Evaluasi

      Apa perlu kah evaluasi dilakukan dalam membuat karya ilmiah, bagi penulis sangat perlu, karena dengan evaluasi dapat mengukur kemampuan kita untuk bisa mengerjakan, maupun menyelesaikan apa yang bisa kita lakukan dalam membuat karya ilmiah yang bagus, terutama bagi pemula atau yang akan memulai membuat karya tulis ilmiah, dengan melakukan evaluasi maka kita berarti ingin selalu melakukan perbaikan agar apa yang kita kerjakan menjadi terukur dan maksimal. Adapun evaluasi yang lebih utama ada (fokus, pembangunan, organisasi, gaya konvensi).

      Untuk mengetahui cara menulis karya ilmiah, kita harus tahu dulu jenis karya tulis ilmiah tersebut, karena dengan mengetahui, maka kita bisa melakukan klasifikasi apa yang mau kita kerjakan, misalnya kita membuat laporan penelitian lembaga dll. Untuk kita harus bisa membedakan dengan baik karya ilmiah yang mau kita buat seperti apa, diantara jenisnya ada jurnal, makalah seminar, skripsi, tesis, disertasi, kertas kerja dll.

      Tips Penting Dalam Penulisan Karya Ilmiah

      1. Membuat Judul Karya Ilmiah

      Langkah pertama dalam membuat karya ilmiah adalah membuat judul, judul yang diambil harus konkrit, tidak bias atau meluas serta menggambarkan ide dari hasil karya tulis ilmiah yang kita buat, untuk itu kita perlu menentukan tema terdahulu sebelum kita membuat judul karya tulis ilmiah.

      2. Memberikan isi latar belakang yang bagus

      Latar belakang masalah sudah menjadi bagian utama penelitian, yang bertujuan supaya yang membaca memiliki pemahaman awal mengenai ulasan karya ilmiah yang kita buat, dalam isi latar belakang berkaitan dengan esensi idealist masalah, fakta masalah, data, analisis, solusi serta (state of the arts) penelitian terdahulu yang memperkuat masalah yang perlu dilakukan.

      3. Membuat rumusan masalah

      Rumusan masalah menjadi bagian terpenting dari penelitian yang melingkupi apa yang mau di teliti serta dikaji dari karya ilmiah yang kita buat, yang merumuskan masalah ialah dengan menghadapkan sebuah hal yang ideal terhadap realitas yang terjadi di lapangan, maka yang harus diperhatikan ialah memperhatikan apa yang mau dibuat serta dilakukan untuk dipecahkan masalahnya.

      Pada rumusan masalah kata Tanya yang lain efektif ialah dengan tiga hal yang paling penting untuk merumuskan masalah tersebut ialah apa, mengapa dan bagaimana, tiga kata tersebut sudah mewakili apa yang mau dicari serta dibongkar.

      4. Membuat pembahasan yang sederhana dan sesuai dengan variabel judul

      Untuk karya ilmiah yang perlu dipersiapkan penulis adalah memberikan analisis bahasan yang dilakukan untuk memperkuat argumentasi dan diskusi ilmiah yang dilakukan yang kita buat, caranya dengan menerapkan beberapa hal ideal dengan fakta yang pastinya ada beberapa faktor yang mempengaruhi maupun menghalanginya.

      5. Membuat kesimpulan

      Cara membuat karya tulis ilmiah yang paling akhir dan terpenting adanya kesimpulan yang diberikan untuk membuat pembaca memahami maksud dari apa yang diteliti maupun dibuat dari tulisan, sehingga paham akan tujuan karya yang ditulis tersebut.

      Sistematika penulisan karya ilmiah

      1. Bagian pembuka

      Adapun bagian pembuka yang ada didalam karya ilmiah terdiri dari: sampul, halaman judul, dan juga halaman pengesahan, dan juga ada abstraksi dalam 1 atau 2 bahasa, kata pengantar serta daftar isi

      2. Bagian isi

      Pada sistematika pembuatan karya tulis ilmiah pada bagian isi harus terdiri dari pendahuluan, adanya latar belakang masalah, rumusan masalah, batasan masalah dan pembahasan, tujuan penelitian, manfaat penelitian, sistematika penulisan dan siginifikasinya serta metode yang digunakan diantaranya: Pendahuluan (latar belakang masalah, perumusan masalah, pembahasan atau pembatasan masalah, tujuan dari penelitian, manfaat penelitian, kajian teori atau tinjauan Kepustakaan, pembahasan teori, kerangka pemikiran dan argumentasi keilmuan, pengajuan hipotesis).

      3. Pembahasan

      Untuk isi pada bagian pembahasan karya tulis ilmiah harus mencantumkan kajian teori atau tinjauan pustaka yang disesuaikan dengan variabel yang dikaji serta dijelaskan untuk memberikan argumentasi keilmuan dan kerangka pemikiran serta pengajuan hipotesis masalah yang diteliti. Melihat hal itu maka dalam pembahasan haruslah dijelaskan secara terperinci dan jelas serta perlu memperhatikan kaidah-kaidah ilmiah dengn kata baku sesuai aturan serta memenuhi unsure ke-ilmiahan.

      4. Metodologi penelitian

      Metodologi ilmiah merupakan alat analisis atau pisau analisis yang bekerja dalam penelitian yang digunakan untuk melakukan kinerja penelitian yang dilakukan, pada tahapan metodologi ini kita perlu mencantumkan waktu & tempat objek penelitian, bagaimana metode dan rancangan penelitian, apa saja populasi & sampel-nya berapa jumlahnya, serta bagaimana instrument penelitian dan pengumpulan data dan analisis reduksi data yang akan dilakukan dalam penelitian, sehingga jelas arah tujuan serta maksud dari penelitian yang Anda lakukan tersebut.

      Adapun yang perlu ada pada metodologi penelitiannya: (waktu serta tempat penelitian. metode dan rancangan penelitian, populasi dan sampel, instrumen penelitian, pengumpulan data dan analisis data, hasil penelitian, jabaran variabel penelitian, hasil penelitian, pengajuan hipotesis, diskusi penelitian, mengungkapkan pandangan teoritis tentang hasil yang didapatnya).

      5. Hasil penelitian

      Pada bagian hasil penelitian peneliti harus menyertakan jabaran variable penelitian, bagaimana hasil penelitian, pengajuan hipotesisnya, tentang tanggapan diskusi penelitian yang diberikan, memberikan pandangan teoritis terkait hasil yang sudah didapatkan kemudian melakukan memberikan kesimpulan mengenai apa telah didapat dari hasil meneliti tersebut.

      6. Bagian penutup

      Adapun bagian penutup dalam karya tulis ilmiah, adanya bab akhir penutup yang berisikan kesimpulan dan saran serta implikasi penelitian yang didapat.

      7. Bagian penunjang

      Pada bagian penunjang yang ada dalam karya ilmiah adalah adanya lampiran, seperti daftar pustaka, lampiran instrument penelitian, dan juga daftar table, daftar gambar, daftar bagan yang bisa memberikan penjelasan pada pembaca karya tulis ilmiah Anda.

      Jenis-Jenis Karya Tulis Ilmiah

      Adapun jenis karya tulis ilmiah yang bisa dibuat berdasarkan kebutuhan tugasnya diantara (makalah, laporan penelitian, skripsi, tesis, disertasi, resensi, artikel ilmiah atau jurnal ilmiah, referat, surat pembaca, monograf, kabilitasi, surat pembaca, laporan khusus, laporan tinjuan, dll), akan tetapi akan disebutkan beberapa saja:

      1. Makalah

      Karya tulis ilmiah yang biasa dikerjakan atau dibuat untuk memenuhi tugas mahasiswa pada tingkat semester 1 dan seterusnya, biasa berbentuk makalah atau paper lain, yang selalu menjadi tugas andalan atau tugas mingguan mahasiswa dalam memenuhi tugasnya.

      Kajian nya berkaitan tentang masalah ilmiah yang ada disekitar lingkungan kita, dan cara menulis ilmiahnya biasanya menggunakan olah pikir deduktif dan induktif, pada bagian pola berfikir deduktif menggunakan cara berpikir umum ke khusus, yang ditarik kesimpulannya adalah khusus, sedangkan indikatif sebaliknya cara kerjanya ialah khusus ke umum yang menjadi kesimpulannya ialah cakupan umumnya yang lebih luas.

      Dan jenis karya tulis ilmiah makalah, umumnya dijadikan syarat dalam memenuhi tugas, ujian dalam sebuah mata kuliah, mahasiswa juga dituntut untuk memecahkan masalah terkait masalah tersebut secara kaidah ilmiah dan syarat-syarat ilmiah, namun bahasanya juga digunakan dalam makalah harus sesuai dengan aturan baku dan tegas, lugas.

      2. Kertas kerja

      Jenis karya ilmiah kertas kerja ditulis sesuai dengan data lapangan yang sifatnya empiris-objektif, hal ini berlaku pada kajian ilmiah bidang manajemen akuntansi atau teori akuntansi, karya ilmiah ini berupa kertas kerja yang merupakan sebuah alat bantu dalam memudahkan susunan laporan keuangan.

      Kertas kerja dijadikan penutupan buku besar sebuah perusahaan, sehingga kertas merupakan media penyusunan laporan penelitian secara kompleks. Analisis yang digunakan membuat kertas kerja lebih mendalam dari pada membuat makalah, dan kertas kerja disajikan saat kegiatan seminar dan lokakarya berlangsung.

      3. Skripsi

      Jenis karya ilmiah skripsi yang ditulis mahasiswa tingkat strata 1 merupakan tugas wajib manakala mau lulus dan selesai kuliah, karena menjadi prasyarat ketentuannya yang wajib dipenuhi untuk institusi tempat kuliah, penelitian skripsi merupakan penelitian dalam skala kecil yang dilakukan akan tetapi tetap lebih mendalam dan disusun dalam bentuk laporan.

      4. Tesis

      Syarat utama mahasiswa magister S2 untuk mendapatkan gelarnya ialah harus membuat karya tulis ilmiah berupa tesis. Penelitian dilakukan dalam rangka penelitian untuk kelulusan magister yang lebih mendalam dari pada skripsi, karena tesis diharapkan mampu memunculkan hasil yang didapat dari apa yang diteliti guna mendapatkan sebuah jawaban atas masalah yang dikaji.

      Karya ilmiah tesis berisi masalah pengetahuan baru bersifat empiric dan teoritik dari hasil penelitian sebelumnya. Yang dimaksud bersifat empiric ialah berasal dari pengalaman langsung ketika melakukan penelitian, sedangkan kalau teoritik ialah lebih ke pengujian yang dilakukan terhadap teori yang ada sebelumnya.

      5. Disertasi

      Disertasi merupakan karya tulis ilmiah untuk program doctor pada tingkat tertinggi di perguruan tinggi, dan isi didalam disertasi mengemukakan suatu dalil yang dibuktikan oleh penulis berdasarkan data, fakta yang valid dengan melakukan analisis terperinci, dengan bahasa lain bahwa karya tulis ilmiah disertasi merupakan karya yang memuat teori baru dengan menguji hipotesis berdasarkan teori yang sudah ada sebelumnya yang dipaparkan, diskusikan didalamnya yang memuat argumentasi serta sanggahan dari guru besar atau promoter penguji suatu lembaga pendidikan tinggi.

      Karya disertasi memiliki karakteristik tersendiri agar dapat kita membedakan dengan tesis maupun karya ilmiah lain, disertasi memiliki fokus pada kajian mengenai satu disiplin ilmu pendidikan sesuai dengan bidang yang dipelajari.

      Kajian disertasi juga berfokus pada penemuan baru dalam disiplin ilmu yang dikaji secara mendalam dan terstruktur, dan juga karya ilmiah yang menggunakan data primer sebagai data utama, ditunjang oleh data skunder apabila diperlukan dan diharapkan, karya disertasi ditulis dalam bahasa Indonesia, bahasa inggris maupun yang lain dengan baik dan benar.

      Format Buku dalam Pembuatan Karya Tulis atau Makalah

      Dan yang terakhir, yaitu format buku dalam pembuatan karya tulis atau makalah, yaitu : Ukuran kertas: A4 (kuarto), Jenis font: Times New Roman atau Verdana, Ukuran, font: 12, Spasi: 1,5, Jarak tepi (margin): kiri=4cm,, atas=4cm, kanan=3cm, bawah=3cm.


    • Tahap /Langkah-Langkah Membuat karya tulis ilmiah

      Pada tahap-tahap tertentu penulis dalam karya ilmiah perlu memperhatikan alur proses dalam memproduksi tulisannya melalui proses yang tidak singkat, akan tetapi perlu upaya yang dilakukan. Dengan mengikuti langkah tersebut, Anda bisa melakukan penulisan dengan baik. Terlebih dengan adanya contoh metode penulisan karya ilmiah. Beberapa diantaranya:

      a. Tahap persiapan atau perencanaan

      Perencanaan merupakan bagian yang tidak bisa dilepaskan bagi seorang penulis karya tulis ilmiah, karena dengan merencanakan segala aspek dari apa yang akan dibahas dan dikaji dapat ter-sampaikan dengan adanya perencanaan.

      Maka dari itu alangkah baik nya sebelum menulis karya ilmiah lebih baik dituliskan rencana yang mau ditulis itu apa, (pilih topik masalah, rumusan tujuan, telusuri topic, identifikasi pembaca, dan tentukan cakupan atau ruang lingkup karya ilmiahmu sendiri).

      b. Tahap pengumpulan informasi

      Adapun bahan dari pengumpulan informasi dalam pembuatan karya ilmiah sebagai berikut ini:

      1) Manfaat perpustakaan

      2) Memanfaatkan internet

      3) Kelola dan pilah bahan-bahan pustaka

      4) Membuat ringkasan dan melakukan paraphrase

      5) Membuat kutipan

      6) Membuat daftar instrumen wawancara, observasi dan pertanyaan yang dipersiapkan

      c. Tahap Pelaksana Draf

      Setelah direncanakan, selanjutnya adalah pelaksanaan yang harus dipersiapkan dengan baik diantara, menyiapkan bahan referensi yang cukup sesuai dengan tema yang akan dibahas itu apa, dan bagaimana pelaksanaan dalam membuat karya tulis ilmiah, seperti buku, jurnal ilmiah, Prosiding, laporan ilmiah, semua memiliki petunjuk teknis yang berbeda, dan masing-masing dari kita dalam membuat karya ilmiah ditentukan oleh tujuan, termasuk pemenuhan tugas yang diberikan seperti halnya saat kuliah.

      d. Tahapan menulis draf

      1) Mengekspresikan ide-ide kedalam bentuk tulisan kasar

      2) Mengembangkan ide kreatif yang masih bersifat tentative

      3) Konsentrasi pada ekspresi atau gagasan, bukan pada aspek mekanik

      5. Tahapan revisi

      1) Memperbaiki ide dalam karangan karya tulis ilmiah yang berfokus pada penambahan, pengurangan, penghilangan, penataan isi sesuai dengan kebutuhan pembaca

      2) Membaca ulang seluruh isi draf data, atau referensi yang akan dijadikan bahan sehingga memudahkan kita untuk mereduksi kedalam bahan yang siap jadi

      3) Sharing atau berbagai pengalaman tentang draf kasar dengan berbagai teman untuk menemukan apa yang menjadi kekurangan kelebihan

      6. Tahap penyuntingan

      1) Memperbaiki dan mengevaluasi perubahan-perubahan aspek mekanik karangan (huruf capital, ejaan, struktur kalimat, tanda baca, istilah, kosakata, format karangan).

      2) Memperbaiki karangan pada aspek kebahasaan dan kesalahan menarik yang dilakukan guna meminimalisir kesalahan yang terjadi

      7. Tahap publikasi

      1) Tulisan yang kita buat akan berarti dan lebih bermanfaat jika dibaca orang lain

      2) Sesuaikan tulisan dengan media publikasi yang akan kita tuju.

      8. Evaluasi

      Apa perlu kah evaluasi dilakukan dalam membuat karya ilmiah, bagi penulis sangat perlu, karena dengan evaluasi dapat mengukur kemampuan kita untuk bisa mengerjakan, maupun menyelesaikan apa yang bisa kita lakukan dalam membuat karya ilmiah yang bagus, terutama bagi pemula atau yang akan memulai membuat karya tulis ilmiah, dengan melakukan evaluasi maka kita berarti ingin selalu melakukan perbaikan agar apa yang kita kerjakan menjadi terukur dan maksimal. Adapun evaluasi yang lebih utama ada (fokus, pembangunan, organisasi, gaya konvensi).

      Untuk mengetahui cara menulis karya ilmiah, kita harus tahu dulu jenis karya tulis ilmiah tersebut, karena dengan mengetahui, maka kita bisa melakukan klasifikasi apa yang mau kita kerjakan, misalnya kita membuat laporan penelitian lembaga dll. Untuk kita harus bisa membedakan dengan baik karya ilmiah yang mau kita buat seperti apa, diantara jenisnya ada jurnal, makalah seminar, skripsi, tesis, disertasi, kertas kerja dll.

      Tips Penting Dalam Penulisan Karya Ilmiah

      1. Membuat Judul Karya Ilmiah

      Langkah pertama dalam membuat karya ilmiah adalah membuat judul, judul yang diambil harus konkrit, tidak bias atau meluas serta menggambarkan ide dari hasil karya tulis ilmiah yang kita buat, untuk itu kita perlu menentukan tema terdahulu sebelum kita membuat judul karya tulis ilmiah.

      2. Memberikan isi latar belakang yang bagus

      Latar belakang masalah sudah menjadi bagian utama penelitian, yang bertujuan supaya yang membaca memiliki pemahaman awal mengenai ulasan karya ilmiah yang kita buat, dalam isi latar belakang berkaitan dengan esensi idealist masalah, fakta masalah, data, analisis, solusi serta (state of the arts) penelitian terdahulu yang memperkuat masalah yang perlu dilakukan.

      3. Membuat rumusan masalah

      Rumusan masalah menjadi bagian terpenting dari penelitian yang melingkupi apa yang mau di teliti serta dikaji dari karya ilmiah yang kita buat, yang merumuskan masalah ialah dengan menghadapkan sebuah hal yang ideal terhadap realitas yang terjadi di lapangan, maka yang harus diperhatikan ialah memperhatikan apa yang mau dibuat serta dilakukan untuk dipecahkan masalahnya.

      Pada rumusan masalah kata Tanya yang lain efektif ialah dengan tiga hal yang paling penting untuk merumuskan masalah tersebut ialah apa, mengapa dan bagaimana, tiga kata tersebut sudah mewakili apa yang mau dicari serta dibongkar.

      4. Membuat pembahasan yang sederhana dan sesuai dengan variabel judul

      Untuk karya ilmiah yang perlu dipersiapkan penulis adalah memberikan analisis bahasan yang dilakukan untuk memperkuat argumentasi dan diskusi ilmiah yang dilakukan yang kita buat, caranya dengan menerapkan beberapa hal ideal dengan fakta yang pastinya ada beberapa faktor yang mempengaruhi maupun menghalanginya.

      5. Membuat kesimpulan

      Cara membuat karya tulis ilmiah yang paling akhir dan terpenting adanya kesimpulan yang diberikan untuk membuat pembaca memahami maksud dari apa yang diteliti maupun dibuat dari tulisan, sehingga paham akan tujuan karya yang ditulis tersebut.

      Sistematika penulisan karya ilmiah

      1. Bagian pembuka

      Adapun bagian pembuka yang ada didalam karya ilmiah terdiri dari: sampul, halaman judul, dan juga halaman pengesahan, dan juga ada abstraksi dalam 1 atau 2 bahasa, kata pengantar serta daftar isi

      2. Bagian isi

      Pada sistematika pembuatan karya tulis ilmiah pada bagian isi harus terdiri dari pendahuluan, adanya latar belakang masalah, rumusan masalah, batasan masalah dan pembahasan, tujuan penelitian, manfaat penelitian, sistematika penulisan dan siginifikasinya serta metode yang digunakan diantaranya: Pendahuluan (latar belakang masalah, perumusan masalah, pembahasan atau pembatasan masalah, tujuan dari penelitian, manfaat penelitian, kajian teori atau tinjauan Kepustakaan, pembahasan teori, kerangka pemikiran dan argumentasi keilmuan, pengajuan hipotesis).

      3. Pembahasan

      Untuk isi pada bagian pembahasan karya tulis ilmiah harus mencantumkan kajian teori atau tinjauan pustaka yang disesuaikan dengan variabel yang dikaji serta dijelaskan untuk memberikan argumentasi keilmuan dan kerangka pemikiran serta pengajuan hipotesis masalah yang diteliti. Melihat hal itu maka dalam pembahasan haruslah dijelaskan secara terperinci dan jelas serta perlu memperhatikan kaidah-kaidah ilmiah dengn kata baku sesuai aturan serta memenuhi unsure ke-ilmiahan.

      4. Metodologi penelitian

      Metodologi ilmiah merupakan alat analisis atau pisau analisis yang bekerja dalam penelitian yang digunakan untuk melakukan kinerja penelitian yang dilakukan, pada tahapan metodologi ini kita perlu mencantumkan waktu & tempat objek penelitian, bagaimana metode dan rancangan penelitian, apa saja populasi & sampel-nya berapa jumlahnya, serta bagaimana instrument penelitian dan pengumpulan data dan analisis reduksi data yang akan dilakukan dalam penelitian, sehingga jelas arah tujuan serta maksud dari penelitian yang Anda lakukan tersebut.

      Adapun yang perlu ada pada metodologi penelitiannya: (waktu serta tempat penelitian. metode dan rancangan penelitian, populasi dan sampel, instrumen penelitian, pengumpulan data dan analisis data, hasil penelitian, jabaran variabel penelitian, hasil penelitian, pengajuan hipotesis, diskusi penelitian, mengungkapkan pandangan teoritis tentang hasil yang didapatnya).

      5. Hasil penelitian

      Pada bagian hasil penelitian peneliti harus menyertakan jabaran variable penelitian, bagaimana hasil penelitian, pengajuan hipotesisnya, tentang tanggapan diskusi penelitian yang diberikan, memberikan pandangan teoritis terkait hasil yang sudah didapatkan kemudian melakukan memberikan kesimpulan mengenai apa telah didapat dari hasil meneliti tersebut.

      6. Bagian penutup

      Adapun bagian penutup dalam karya tulis ilmiah, adanya bab akhir penutup yang berisikan kesimpulan dan saran serta implikasi penelitian yang didapat.

      7. Bagian penunjang

      Pada bagian penunjang yang ada dalam karya ilmiah adalah adanya lampiran, seperti daftar pustaka, lampiran instrument penelitian, dan juga daftar table, daftar gambar, daftar bagan yang bisa memberikan penjelasan pada pembaca karya tulis ilmiah Anda.

      Jenis-Jenis Karya Tulis Ilmiah

      Adapun jenis karya tulis ilmiah yang bisa dibuat berdasarkan kebutuhan tugasnya diantara (makalah, laporan penelitian, skripsi, tesis, disertasi, resensi, artikel ilmiah atau jurnal ilmiah, referat, surat pembaca, monograf, kabilitasi, surat pembaca, laporan khusus, laporan tinjuan, dll), akan tetapi akan disebutkan beberapa saja:

      1. Makalah

      Karya tulis ilmiah yang biasa dikerjakan atau dibuat untuk memenuhi tugas mahasiswa pada tingkat semester 1 dan seterusnya, biasa berbentuk makalah atau paper lain, yang selalu menjadi tugas andalan atau tugas mingguan mahasiswa dalam memenuhi tugasnya.

      Kajian nya berkaitan tentang masalah ilmiah yang ada disekitar lingkungan kita, dan cara menulis ilmiahnya biasanya menggunakan olah pikir deduktif dan induktif, pada bagian pola berfikir deduktif menggunakan cara berpikir umum ke khusus, yang ditarik kesimpulannya adalah khusus, sedangkan indikatif sebaliknya cara kerjanya ialah khusus ke umum yang menjadi kesimpulannya ialah cakupan umumnya yang lebih luas.

      Dan jenis karya tulis ilmiah makalah, umumnya dijadikan syarat dalam memenuhi tugas, ujian dalam sebuah mata kuliah, mahasiswa juga dituntut untuk memecahkan masalah terkait masalah tersebut secara kaidah ilmiah dan syarat-syarat ilmiah, namun bahasanya juga digunakan dalam makalah harus sesuai dengan aturan baku dan tegas, lugas.

      2. Kertas kerja

      Jenis karya ilmiah kertas kerja ditulis sesuai dengan data lapangan yang sifatnya empiris-objektif, hal ini berlaku pada kajian ilmiah bidang manajemen akuntansi atau teori akuntansi, karya ilmiah ini berupa kertas kerja yang merupakan sebuah alat bantu dalam memudahkan susunan laporan keuangan.

      Kertas kerja dijadikan penutupan buku besar sebuah perusahaan, sehingga kertas merupakan media penyusunan laporan penelitian secara kompleks. Analisis yang digunakan membuat kertas kerja lebih mendalam dari pada membuat makalah, dan kertas kerja disajikan saat kegiatan seminar dan lokakarya berlangsung.

      3. Skripsi

      Jenis karya ilmiah skripsi yang ditulis mahasiswa tingkat strata 1 merupakan tugas wajib manakala mau lulus dan selesai kuliah, karena menjadi prasyarat ketentuannya yang wajib dipenuhi untuk institusi tempat kuliah, penelitian skripsi merupakan penelitian dalam skala kecil yang dilakukan akan tetapi tetap lebih mendalam dan disusun dalam bentuk laporan.

      4. Tesis

      Syarat utama mahasiswa magister S2 untuk mendapatkan gelarnya ialah harus membuat karya tulis ilmiah berupa tesis. Penelitian dilakukan dalam rangka penelitian untuk kelulusan magister yang lebih mendalam dari pada skripsi, karena tesis diharapkan mampu memunculkan hasil yang didapat dari apa yang diteliti guna mendapatkan sebuah jawaban atas masalah yang dikaji.

      Karya ilmiah tesis berisi masalah pengetahuan baru bersifat empiric dan teoritik dari hasil penelitian sebelumnya. Yang dimaksud bersifat empiric ialah berasal dari pengalaman langsung ketika melakukan penelitian, sedangkan kalau teoritik ialah lebih ke pengujian yang dilakukan terhadap teori yang ada sebelumnya.

      5. Disertasi

      Disertasi merupakan karya tulis ilmiah untuk program doctor pada tingkat tertinggi di perguruan tinggi, dan isi didalam disertasi mengemukakan suatu dalil yang dibuktikan oleh penulis berdasarkan data, fakta yang valid dengan melakukan analisis terperinci, dengan bahasa lain bahwa karya tulis ilmiah disertasi merupakan karya yang memuat teori baru dengan menguji hipotesis berdasarkan teori yang sudah ada sebelumnya yang dipaparkan, diskusikan didalamnya yang memuat argumentasi serta sanggahan dari guru besar atau promoter penguji suatu lembaga pendidikan tinggi.

      Karya disertasi memiliki karakteristik tersendiri agar dapat kita membedakan dengan tesis maupun karya ilmiah lain, disertasi memiliki fokus pada kajian mengenai satu disiplin ilmu pendidikan sesuai dengan bidang yang dipelajari.

      Kajian disertasi juga berfokus pada penemuan baru dalam disiplin ilmu yang dikaji secara mendalam dan terstruktur, dan juga karya ilmiah yang menggunakan data primer sebagai data utama, ditunjang oleh data skunder apabila diperlukan dan diharapkan, karya disertasi ditulis dalam bahasa Indonesia, bahasa inggris maupun yang lain dengan baik dan benar.

      Format Buku dalam Pembuatan Karya Tulis atau Makalah

      Dan yang terakhir, yaitu format buku dalam pembuatan karya tulis atau makalah, yaitu : Ukuran kertas: A4 (kuarto), Jenis font: Times New Roman atau Verdana, Ukuran, font: 12, Spasi: 1,5, Jarak tepi (margin): kiri=4cm,, atas=4cm, kanan=3cm, bawah=3cm.


    • Ketika kita menulis sebuah tulisan atau karangan tentu kita akan mempertimbangkan dan memikirkan mengenai judul tulisan. Tak jarang juga kita mendengar banyak istilah yang nantinya akan sangat berkaitan dengan isi tulisan, yaitu tema, topik, dan judul. Sebenarnya apa perbedaan tema, topik, dan judul? Kita seringkali menyamakannya, padahal sebenarnya ketiga hal tersebut sangat berbeda. Yuk, kita pelajari perbedaannya:

      1. Tema

      Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), pokok pikiran berarti dasar cerita (yang dipercakapkan, dipakai sebagai dasar mengarang, menggubah sajak, dan sebagainya). Sedangkan secara etimologis, kata ΓÇ£temaΓÇ¥ berasal dari bahasa Yunani yaitu tithenai yang berarti sesuatu yang telah diuraikan. Melihat kedua definisi di atas, maka dapat disimpulkan bahwa tema ini bersifat umum dan luas karena tema masih berupa dasar cerita yang perlu diuraikan lagi. Tema yang bersifat luas ini dapat dipersempit dengan adanya topik.

      2. Topik

      Menurut KBBI arti kata topik adalah pokok pembicaraan dalam diskusi, ceramah, karangan, dan sebagainya; bahan diskusi. Topik berasal dari bahasa Yunani, yaitu topoi yang artinya inti utama dari seluruh isi tulisan yang hendak disampaikan atau lebih dikenal dengan topik pembicaraan. Dari kedua definisi di atas, kita dapat melihat adanya persamaan arti dari topik yaitu pokok pembicaraan atau secara bebas dapat juga kita artikan sebagai permasalahan yang dibahas atau diuraikan. Cakupan topik lebih terbatas dibandingkan tema, namun tidak juga terlalu sempit seperti judul.

      3. Judul

      Menurut KBBI judul adalah nama yang dipakai untuk buku atau bab dalam buku yang dapat menyiratkan secara pendek isi atau maksud buku atau bab itu. Selain itu judul juga berarti kepala karangan (cerita, drama, dan sebagainya) atau disebut juga tajuk. Dari pengertian KBBI tersebut, dapat dikatakan bahwa judul merupakan cerminan mengenai suatu permasalahan yang diangkat dalam sebuah tulisan secara cepat. Letaknya berada paling awal sebuah karangan sehingga disebut sebagai kepala karangan. Ciri khas yang membedakan judul dengan tema dan topik adalah fungsinya sebagai penarik minat pembaca. Judul yang baik akan menarik pembaca dan dapat menimbulkan keingintahuan pembaca tentang isi atau permasalahan yang dibahas. Judul memiliki cakupan yang lebih sempit dan spesifik. Di dalam judul juga menyiratkan suatu tema dan topik.

      Untuk memahami lebih lanjut mengenai tema, topik, dan judul, dapat melihat contoh sebagai berikut

      Tema : Kebersihan Lingkungan (cakupan lebih luas dari topik)

      Topik : Kebersihan Sekolah (cakupan lebih luas dari judul)

      Judul : Membudayakan ΓÇ£Tertib PiketΓÇ£ untuk Kebersihan Sekolah (cakupan sempit)Penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa dari sebuah tema dapat diperinci menjadi beberapa topik, sedangkan dari sebuah topik dapat diperinci menjadi beberapa judul. Contohnya, dari tema Kebersihan Lingkungan, dapat diperinci lagi menjadi Kebersihan Rumah selain Kebersihan Sekolah. Topik Kebersihan Sekolah juga dapat dibuat judul lain seperti ΓÇ£Menumbuhkan Kesadaran Warga Sekolah untuk Hidup BersihΓÇ¥.


    • Pengertian Paragraf

      Paragraf adalah gabungan beberapa kalimat yang saling berhubungan dan menghasilkan suatu tema tertentu. Paragraf yang baik, setidaknya terdiri dari 2 kalimat atau gagasan. Tapi, umumnya, paragraf terdiri dari empat hingga sepuluh kalimat, tergantung pengembangan gagasan yang diinginkan penulisnya. Oh ya! Susunan kalimat yang sedang kamu baca ini merupakan suatu paragraf, lho!

      Ciri-Ciri Paragraf

      Berdasarkan pengertiannya, kita dapat mengetahui ciri-ciri paragraf, yaitu sebagai berikut:

      • Paragraf mengandung makna, pesan, atau pikiran dari penulis,
      • Paragraf dibangun oleh beberapa kalimat yang menghasilkan suatu tema tertentu,
      • Kalimat-kalimat dalam paragraf disusun secara logis dan sistematis,
      • Paragraf mengandung satu ide pokok dan beberapa kalimat penjelas.

      Baca Juga: Pengertian Ide Pokok Bacaan dan Cara Menentukannya dalam Paragraf 

         

      Unsur-Unsur Paragraf 

      Unsur paragraf adalah unsur-unsur pembangun di dalam paragraf. Bagian ini bisa juga disebut dengan struktur paragraf. Unsur pembangun paragraf berfungsi membentuk kalimat agar menjadi paragraf yang baik. Misalnya nih, kalimat utama tanpa kalimat penjelas tidak akan membentuk paragraf yang sempurna. Unsur paragraf terdiri dari gagasan utama, kalimat utama, kalimat penjelas, dan konjungsi.

      1. Topik atau Gagasan Utama 

      Kamu tahu nggak, unsur ini adalah fokus atau jantung dari sebuah paragraf. Topik atau gagasan utama adalah ide utama yang ingin disampaikan penulis kepada pembaca. Intinya, gagasan utama ΓÇ£layaknya jiwaΓÇ¥ yang menghidupkan sebuah paragraf agar menarik di mata pembaca!

      2. Kalimat Utama 

      Unsur pembangun paragraf yang kedua adalah kalimat utama. Kalimat utama adalah kalimat yang berisi gagasan utama. Kalimat utama biasanya diletakkan di awal atau akhir paragraf. Kalimat utama bersifat umum dan akan dikembangkan oleh kalimat-kalimat pendukung lainnya. Contoh kalimat utama:

      ΓÇ£Gunung Merapi adalah salah satu gunung api teraktif di Indonesia.ΓÇ¥

      3. Kalimat Penjelas atau Kalimat Pendukung 

      Sementara itu, kalimat penjelas atau kalimat pendukung adalah kalimat yang berfungsi untuk mengembangkan dan memperkuat gagasan yang disampaikan pada kalimat utama. Kalimat penjelas bisa berupa data pelengkap, seperti opini, fakta, atau data yang valid. Gini nihcontoh kalimat penjelas

      ΓÇ£Gunung Merapi terletak di wilayah Magelang, Jawa Timur. Karena termasuk gunung api yang aktif, maka sewaktu-waktu gunung ini bisa meletus. Letusan Gunung Merapi yang paling hebat tercatat pada tahun 2010 yang memakan sekitar 330 korban jiwa.ΓÇ¥ 

      4. Konjungsi

      Unsur paragraf berikutnya adalah konjungsi. Apa sih konjungsi itu? Singkatnya, konjungsi adalah kata sambung atau kata penghubung. Konjungsi dalam bahasa Indonesia ada dua jenis, yaitu konjungsi intrakalimat dan konjungsi antarkalimat.

      Konjungsi intrakalimat adalah kata sambung yang berfungsi menghubungkan kata dengan kata, frasa dengan frasa, serta klausa dengan klausa dalam satu kalimat. Misalnya, ΓÇ£danΓÇ¥, ΓÇ£sehinggaΓÇ¥, ΓÇ£agarΓÇ¥, ΓÇ£sebelumΓÇ¥, dan lain-lain. 

      Contohnya: Kami menyiapkan jaket dan kaus kaki sebelum pergi ke Malang.

      Berbeda dengan konjungsi intrakalimat, konjungsi antarkalimat adalah kata sambung yang menghubungkan antarkalimat dalam satu paragraf. Misalnya,  ΓÇ£JadiΓÇ¥, ΓÇ£Oleh karena ituΓÇ¥, ΓÇ£NamunΓÇ¥. 

      Contohnya: ΓÇ£Hari ini Kota Malang diguyur hujan deras. Oleh karena itu, kita harus membawa payung di tas saat sedang ke luar rumah.ΓÇ¥

      Gimana? Paham, kan?

      a. Macam-macam paragraf berdasarkan tujuannya

      1. Paragraf Narasi 

      Paragraf narasi adalah jenis paragraf yang berisi rangkaian kejadian dari awal hingga akhir kejadian, berdasarkan urutan waktunya. Misal, kamu ingin menulis cerita kesuksesan kamu mendapat beasiswa study exchange ke Inggris. Nah, kamu dapat bercerita dari awal ketika menjadi mahasiswa baru, lalu persiapan kamu untuk mengikuti program study exchange, hingga bagaimana bisa mendapat study exchange tersebut. 

      Contoh paragraf narasi:

      Sore itu, kami menyusuri jalanan Jakarta. Bundaran di depan Hotel Indonesia terlalu megah untuk kami yang baru pertama kali datang ke ibu kota Indonesia ini. Gedung-gedung menjulang sangat tinggi. Pusat perbelanjaan pun menjamur dan mewah. Mobil-mobil dari yang paling jelek hingga yang paling bagus ada di sini, yang sedari tadi menjalar sangat panjang di jalanan, dan hanya bergerak beberapa meter lalu berhenti lagi.

      2. Paragraf Eksposisi

      Paragraf eksposisi adalah jenis paragraf yang berisi informasi secara mendetail kepada pembaca. Memang, tujuan dari paragraf ini adalah memaparkan, menyampaikan informasi, menjelaskan, dan juga menerangkan suatu topik kepada orang lain. 

      Misalnya, teks langkah-langkah menjadi pengguna dari Ruangguru. Nah, dalam teks ini, kamu menjelaskan secara runtut cara mendaftar menjadi pengguna Ruangguru. Dengan begitu, pembaca paragrafmu akan mendapat informasi cara menjadi pengguna Ruangguru!

      Contoh paragraf eksposisi:

      Cengkeh mempunyai nama latin Sysygium aromatikum (Eugeniacarllophulinta). Cengkeh merupakan tanaman asli di Kepulauan Maluku. Kuncup bunganya yang belum terbuka menjadi rempah yang penting. Jika sudah dikeringkan, kuncup cengkeh dapat dipakai sebagai campuran tembakau. Tidak hanya itu, cengkeh juga dapat digunakan sebagai pengharum kue, obat-obatan, dan minyak wangi.

      3. Paragraf Argumentasi 

      Biasanya, paragraf argumentasi dapat kita temui pada artikel opini atau teks lomba-lomba debat. Siapa nih yang pernah ikut lomba debat? Pasti sudah nggak asing lagi kan dengan paragraf argumentasi? Paragraf argumentasi adalah paragraf yang bertujuan untuk meyakinkan orang lain bahwa ide, gagasan, dan pendapat yang dipaparkan adalah benar adanya dan terbukti nyata.

      Contoh paragraf argumentasi:

      Sampah menjadi permasalahan terbesar Indonesia saat ini. Sampah rumah tangga, terutama plastik, menjadi kendala yang sudah tidak terkontrol lagi. Sampah yang tidak terkontrol bisa menimbulkan banyak bencana, salah satunya banjir. Perlu adanya pendidikan mengenai sampah dan cara membuang sampah yang baik dan benar. Pemerintah pun perlu memberi sanksi tegas supaya masyarakat patuh dan disiplin dalam membuang sampah.

      4. Paragraf Persuasi 

      Pernah nggak sih kamu merasa tergerak hatinya untuk berbuat atau membeli sesuatu? 

      Misalnya, kamu membaca postingan tentang orang tua berusia 70-an tahun yang masih bekerja keras mendorong gerobak jualan untuk menghidupi dirinya. Postingan tersebut disertai juga dengan foto si Kakek yang sedang mendorong gerobak. Sebuah cerita yang bisa menyentuh hatimu, bukan? Gak pake lama, kamu ingin membantu nasib si Kakek!

      Atau, promosi produk skin care yang dilengkapi foto hasil setelah memakainya serta disertai juga dengan review sempurna dari orang yang memakainya. Tentu kamu akan tergiur membelinya, kan?

      Nah, itulah paragraf persuasi. Paragraf persuasi adalah paragraf yang bertujuan untuk membujuk orang lain melakukan sesuatu sesuai yang diinginkan penulis. Namun, syaratnya, penulis harus mampu membuat si pembaca percaya dan yakinHehehe. 

      Contoh paragraf persuasi:

      Pencemaran Sungai Ciliwung sudah sangat parah dan dapat dikategorikan sebagai pencemaran tingkat berat. Rumah tangga merupakan penyumbang terbesar sampah di Sungai Ciliwung. Jika kondisi ini terus berlanjut, sejumlah daerah yang menggantungkan sumber air dari Sungai Ciliwung dikhawatirkan akan mengalami krisis. Oleh karena itu, kesadaran untuk menjaga lingkungan perlu ditanamkan secara kuat kepada masyarakat. Jika lingkungan terjaga, kita jugalah yang akan diuntungkan.

      Ya, itulah macam-macam paragraf berdasarkan tujuan. Nah, berikutnya kita akan membahas apa saja macam-macam paragraf berdasarkan letak kalimat utamanya! Apa saja sih?

       

      b. Macam-macam paragraf berdasarkan kalimat utamanya

      1. Paragraf Deduktif

      Paragraf deduktif adalah jenis paragraf yang dikelompokkan berdasarkan letak kalimat utama. Nah, dalam paragraf jenis ini, kalimat utamanya terletak pada awal paragraf. Kalimat-kalimat penjelasnya akan berada setelah kalimat utama. 

      Contoh paragraf deduktif:

      Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia. Ada lebih dari 18.000 pulau di Indonesia, yang di antaranya sekitar 6.000 pulau yang berpenghuni. Sebagai negara kepulauan dengan wilayah terluas di dunia, Indonesia memiliki potensi besar menjadi poros maritim dunia. Hal ini memberi keuntungan yang besar bagi Indonesia dalam hal perdagangan ekonomi dunia.

      2. Paragraf Induktif 

      Kalau deduktif di awal, maka paragraf induktif memiliki kalimat utama yang terletak di akhir paragraf. Kalimat penjelasnya tentu saja berada sebelum kalimat utamanya. 

      Contoh paragraf induktif:

      Secara ekonomi, kota ini sangat kondusif untuk berbisnis. Secara budaya, kota ini amat kaya akan ragam budaya etnis. Penduduknya pun relatif terbuka terhadap unsur etnis yang berbeda-beda. Secara geografis, kota ini terletak di daerah yang relatif sejuk. Itulah tiga hal yang membuat kerasan tinggal di kota Bandung.

      Baca Juga: Perbedaan Paragraf Deduktif dan Induktif

      3. Paragraf Campuran 

      Paragraf campuran adalah perpaduan antara paragraf deduktif dan induktif. Kalimat utama pada paragraf campuran, berada pada awal paragraf dan diulang kembali pada akhir paragraf.

      Contoh paragraf campuran (deduktif-induktif):

      Menerapkan pola hidup sehat sangat penting bagi setiap orang. Banyak cara untuk mewujudkan pola hidup sehat, seperti menjaga pola dan asupan makanan, tidur yang cukup, mandi teratur, rajin cuci tangan, dan sebagainya. Pola hidup sehat akan membuat hidup kita semakin teratur dan tertata. Maka dari itu, demi  terjaganya keteraturan dan produktivitas hidup, sangat penting bagi setiap orang untuk menerapkan pola hidup sehat.

       

      Syarat Pembentuk Paragraf 

      Oh iya! Ketika  menulis sebuah artikel, kamu butuh bahasan dan bahasa yang wow agar pembaca tertarik. Tentu, selain bahasan dan topik yang sempurna, kamu juga perlu memahami syarat dan struktur menulis sebuah paragraf yang baik dan benar agar kalimat-kalimat yang dibentuk menjadi padu! Kira-kira, apa saja tuh syarat paragraf yang baikYuk, baca terus!

      1. Kesatuan

      Suatu paragraf harus dibangun dengan sebuah ide atau topik yang jelas. Ide yang muncul ketika kamu ingin menulis sesuatu akan lebih mantap jika diuraikan dari kalimat utama kemudian  ke kalimat penjelas, sehingga membentuk suatu kesatuan.

      2. Kepaduan atau Koherensi

      Kepaduan artinya kekompakkan dalam paragraf. Maksudnya apa tuh? Kalimat satu ke kalimat berikutnya harus logis dan mendukung kalimat sebelumnya. Yup! Kenapa tuh? Agar membentuk kalimat yang memiliki perpaduan indah!

      3. Kelengkapan

      Ketika unsur paragraf dalam tulisan kamu ada yang hilang, maka tulisan kamu bisa dibilang belum lengkap. Huft! Maka dari itu, jangan lupa ya unsur-unsur paragraf seperti gagasan utama, kalimat penjelas, kalimat utama, serta konjungsi. 

      Nah, itu dia penjelasan materi paragraf, mulai dari pengertian, ciri-ciri, unsur pembentuk, jenis, hingga syarat paragraf yang baik. Oh iya, kamu jangan langsung sudahi membaca artikel ini ya! Kita jawab dulu satu quiz di bawah soal tentang paragraf!


    • Pengertian Proposal

      Proposal merupakan usulan kegiatan yang dituangkan dalam bentuk  tulisan berisi rancangan kegiatan yang rinci dan sistematis. Kata proposal dalam bahasa Inggris yaitu ΓÇ£to porposeΓÇ¥, memiliki arti mengajukan.

      Proposal dibuat memang ditujukan sebagai pengajuan rencana kegiatan yang jelas dan detail supaya mendapat persetujuan. Di dalam proposal biasanya juga sudah ditampilkan secara rinci dana yang akan dibutuhkan.

      Baik di dunia kerja maupun dunia pendidikan, proposal ini amat penting dipelajari. Sebab dalam setiap kegiatan pasti akan membutuhkan proposal. Untuk mengetahui apa arti proposal menurut para ahli, berikut adalah pengertiannya.

      1. Menurut Hasnun Anwar, proposal merupakan rencana yang telah disusun untuk sebuah kegiatan.
      2. Menurut Jay, proposal yaitu alat manajemen standar  untuk membantu supaya manajemen berjalan dengan lancar.
      3. Menurut Riefky,  proposal merupakan sebuah rancangan kegiatan yang disusun dengan cara formal dan standar.
      4. Menurut Keraf proposal merupakan sebuah saran atau permintaan yang ditujukan kepada seseorang ataupun lembaga untuk mengerjakan sebuah pekerjaan.
      5. Menurut Hadi proposal yaitu sebuah usulan yang terstruktur berisi agenda kerja sama bisnis antar lembaga, perusahaan, yang berisi usulan kegiatan sampai dengan pemecahan masalah.

      Beberapa ahli memang mendefinisikan proposal secara berbeda-beda. Namun pada intinya, dapat disimpulkan bahwa proposal adalah sebuah agenda kerja terstruktur yang tertulis dengan susunan tertentu,  sebagai sebuah acuan ataupun ajuan untuk melaksanakan sebuah kegiatan atau pekerjaan.

      1. Jenis proposal berdasarkan tujuan

      Berdasarkan tujuan dibuatnya, ada empat jenis proposal, yaitu:

      a. Proposal Penelitian

      Proposal penelitian yang biasanya digunakan oleh mereka yang berada di lingkungan pendidikan.  Biasanya lebih banyak dibuat oleh para mahasiswa atau dosen. Proposal ini terdiri dari proposal penelitian untuk disertasi, tesis, skripsi, atau yang lainnya.

      Proposal ini dibuat ketika seseorang hendak melakukan sebuah penelitian. Sehingga apa yang hendak diteliti dan bagaimana prosedur penelitian serta teori yang dipakai akan dijelaskan dalam proposal ini. Tentu saja bagi mereka yang hendak melaksanakan sebuah penelitian, proposal menjadi gerbang utamanya.

      b. Proposal Proyek

      Proposal proyek yang biasa dipakai dalam kegiatan bisnis. Proposal proyek ini berisi tentang serangkaian rencana kegiatan pembangunan yang akan dilakukan. Isinya pun macam-macam, mulai dari tujuan proyek dilaksanakan, siapa saja yang terlibat, sampai dengan dana yang dibutuhkan dalam proyek.

      c. Proposal Kegiatan

      Proposal kegiatan yaitu proposal yang dibuat untuk sebuah kegiatan tertentu. Isi dari proposal kegiatan ini adalah rencana kegiatan yang akan dilakukan oleh seseorang maupun kelompok.

      Dalam proposal ini harus sudah berisi lengkap, mulai dari nama kegiatan sampai bagaimana kegiatan akan berlangsung, dan siapa saja yang bertanggung jawab. Contoh dari proposal ini adalah proposal kegiatan pameran, kegiatan pentas seni, kegiatan classmeeting, kegiatan perayaan hari nasional, dan sebagainya.

      d. Proposal Bisnis

      Proposal bisnis yang biasa dipakai dalam kegiatan bisnis pribadi maupun kelompok. Seperti proposal mendirikan usaha, proposal kerja sama antar perusahaan, serta proposal lain dengan tujuan bisnis.

      Sebelum mengajukan perencanaan pengajuan dana, ada baiknya memahami terlebih dahulu perencanaan keuangan yang efektif, agar pengajuan dana bisa dibuat seefektif mungkin, dan proposal Grameds bisa disetujui. Buku ΓÇ£Seni Mengatur KeuanganΓÇ¥ akan memandumu untuk mempelajari bagaimana melakukan perencanaan keuangan yang baik.

      2. Jenis proposal berdasarkan formatnya

      Selain berdasarkan tujuannya, berdasarkan format penulisan dan strukturnya, proposal juga memiliki beberapa jenis, di antaranya yaitu:

      a. Proposal Formal

      Merupakan jenis proposal resmi atau baku. Proposal jenis ini memiliki struktur yang baku pula, dan harus ada di setiap proposal. Bahasa yang dipakai juga menggunakan bahasa Indonesia yang baku. Ada tiga bagian utama yang biasanya digunakan untuk menyusun proposal formal, yaitu pendahuluan, isi, dan data pelengkap proposal.

      b. Proposal Semi Formal

      Yaitu proposal yang strukturnya tidak terlalu lengkap atau tidak selengkap proposal formal. Meski tidak selengkap proposal formal, namun bentuk proposal semi formal masih menggunakan bahasa yang baku.

      c. Proposal Non-Formal

      Yaitu proposal yang lebih fleksibel dari kedua jenis sebelumnya. Proposal non-formal tidak baku ataupun resmi. Karena tidak memiliki struktur resmi atau baku, proposal non-formal sering dibuat dalam bentuk memorandum atau surat saja.

      Apa Saja Tujuan Dibuatnya Proposal?

      Proposal disusun pasti atas dasar tujuan tertentu. Secara umum, proposal disusun untuk menyampaikan sebuah rencana kegiatan kepada pihak lain. Dengan proposal tersebut, diharapkan kegiatan yang telah direncanakan mendapat persetujuan atau izin, mendapatkan dana serta sponsor, memperoleh dukungan, dan lain sebagainya.

      Adapun kegiatan yang disusun dalam bentuk proposal juga sangat variatif, sesuai dengan jenisnya. Biasanya proposal kegiatan ditujukan untuk acara seminar, lomba, Workshop atau pelatihan, pentas seni, pameran seni, dan lain sebagai. Nah, guna mengetahui tujuan dibuatnya proposal lebih rinci lagi, berikut adalah beberapa tujuannya:

      1. Menyampaikan kepada pihak lain tentang rencana diselenggarakannya suatu kegiatan
      2. Memberikan penjelasan langsung kepada pihak-pihak terkait tentang acara dan agendanya
      3. Memperoleh dukungan serta izin dari pihak terkait yang dibutuhkan dalam acara.
      4. Memberikan rincian kegiatan sebagai gambaran acara pada panitia
      5. Meyakinkan para donatur untuk memberikan sumbangan atau donasinya bagi terselenggaranya acara.

      Fungsi dan Manfaat Pembuatan Proposal

      Fungsi dibuatnya proposal lebih mengarah pada diadakannya kegiatan atau acara. Jadi fungsinya pun akan disesuaikan dengan jenis acara ataupun kegiatan yang hendak dibuat. Jadi, fungsi proposal terdiri dari fungsi proposal kegiatan, penelitian, bisnis atau usaha, dan juga proyek. Lebih rincinya berikut ulasan fungsi proposal:

      1. Fungsi proposal kegiatan lebih ditekankan untuk menyelenggarakan sebuah acara tertentu. Misal untuk diskusi, pelatihan, seminar, lomba, tasyakuran, pentas, dan lain sebagainya. Fungsi adanya rencana tertulis dalam proposal jelas sebagai pegangan demi terselenggaranya kegiatan dengan lancar.
      2. Fungsi proposal usaha atau bisnis, yaitu sebagai gambaran mengenai bagaimana usaha dan bisnis akan dijalankan. Dengan adanya proposal, diharapkan setiap pihak yang terlibat sudah mempunyai gambaran mengenai seluk beluk usaha yang hendak dijalankan, baik dari segi kebutuhan maupun analisis keuntungan finansialnya.
      3. Fungsi proposal proyek, yaitu sebagai bagian awal atau dasar bagi pemilik proyek untuk melakukan tender. Baik itu proyek dari perorangan maupun lembaga swasta dan pemerintah. Proposal ini jelas sebagai gambaran untuk menilai bagaimana  proyek akan dijalankan.
      4. Fungsi proposal penelitian ini biasanya berguna sebagai langkah awal melakukan riset. Penelitian ini bisa dilakukan dalam berbagai bidang, seperti sosial, budaya, politik, seni, agama, sains, ekonomi, dan penelitian jenis lainnya.

      Perencanaan sebuah proyek kini telah terbantu dengan adanya program aplikasi komputer yang mampu membantu mempercepat, mempermudah, dan mendapatkan hasil yang lebih akurat, yang disebut dengan Primavera Project Planner (P3). Dengan fasilitas yang ada dalam program ini, pengerjaan sebuah proyek akan menjadi lebih dinamis.

      Cara Membuat Proposal Bisnis atau Usaha

      Seperti yang sudah dijelaskan di atas, pengertian proposal lebih mengarah kepada rancangan atau gambaran sebuah kegiatan. Salah satu contoh bentuk atau format proposal yang akan dibahas berikut adalah bagaimana rancangan atau bagian-bagian dalam membuat proposal usaha yang baik. Lebih detailnya, berikut adalah struktur dan cara menyusun proposal usaha:

      1. Buatlah pendahuluan dengan baik

      Bagian pertama dalam sebuah proposal adalah pendahuluan. Bagian pertama ini amatlah penting diperhatikan, mengingat posisinya yang berada di bagian paling depan. Artinya, pendahuluan menjadi bagian perkenalan yang harus ditulis secara rinci dan teliti. Anda bisa menuliskan secara lengkap latar belakang dibuatnya proposal, yang meliputi pondasi atas didirikannya usaha. Termasuk pula mencantumkan visi misi dan tujuan usaha tersebut. Dengan begitu, proposal usaha yang Anda buat lebih meyakinkan bagi pembacanya.

      2. Tuliskan profil badan usaha

      Bagian kedua yang juga penting dicantumkan yaitu profil badan usaha. Di sini Anda perlu menuliskan apa nama perusahaan yang akan dibangun, jenis usaha yang akan dikerjakan, termasuk lokasi badan usahanya.

      Pada bagian jenis usaha, silakan untuk menjelaskan jenis usaha yang hendak Anda jalankan. Yang perlu diingat saat menuliskan jenis usaha adalah kalimat yang dipakai. Buatlah kalimat menggunakan bahasa yang baik, padat, dan jelas.

      Tidak perlu bertele-tele, yang penting sudah dapat diterima oleh pembaca dengan baik. Kemudian, dalam pemilihan nama perusahaan Anda juga harus memikirkannya dengan matang. Jangan asal memilih nama perusahaan. Sebab nama ini akan menjadi brand yang akan dibawa ke mana-mana. Buatlah nama yang mudah diingat dan menarik perhatian pelanggan.

      Terakhir, untuk lokasi perusahaan juga perlu dipilih dengan tepat. Pastikan lokasi yang telah ditentukan berada di lingkungan yang strategis. Sehingga dalam proposal, Anda bisa menjelaskan dengan yaki mengapa lokasi tersebut dipilih. Dengan lokasi yang strategis, juga akan memungkinkan Anda untuk memperoleh pelanggan yang lebih banyak. Karena memang, lokasi juga akan menjadi penentu perjalanan bisnis atau sebuah usaha.

      3. Cantumkan struktur organisasi perusahaan

      Hal ketiga yang juga harus dicantumkan adalah struktur organisasi. Dalam sebuah perusahaan yang sehat, tentu ada struktur yang jelas. Dengan adanya struktur, alur kepemimpinan dan tanggung jawabnya menjadi lebih jelas.

      Selain itu, pihak-pihak yang terlibat dan pembagian tugas dalam usaha yang akan dijalankan juga akan lebih terstruktur dengan baik. Sistem manajerial yang baik harus mencantumkan di antaranya pemilik usaha, pengelola, marketing, dan lain-lain, sesuai kebijakan pemilik usaha.Description: Beli Buku di Gramedia

      4. Berikan ulasan tentang produk usaha

      Hal keempat yang juga perlu dicantumkan adalah produk usaha. Mulai dari jenis produk yang akan dibuat sampai keunggulannya. Tanpa mencantumkan jenis produk usaha, tentu pembaca proposal tidak akan memiliki gambaran mengenai usaha yang akan dirintis.

      Untuk itu, penting sekali memasukkan apa jenis usaha yang akan dipasarkan. Setelah menjelaskan produknya, Anda juga perlu menjelaskan bagaimana cara membuatnya. Apa saja yang dibutuhkan, dan dari mana semua bahan dll nya didapatkan.

      Jika semua itu sudah dijelaskan, maka orang yang membaca proposal akan mengetahui lebih dalam mengenai proses produksi usaha yang Anda rencanakan. Terakhir, Anda juga perlu mencantumkan keunggulan dari produk tersebut.

      Apalagi jika produk yang hendak dibuat sudah banyak di pasaran. Keunikan dan inovasi baru harus dimasukkan guna menarik perhatian konsumen. Tanpa kebaruan dan keunggulan, tentu akan sangat sulit untuk bisa merintis usaha dari awal. Cobalah untuk melakukan survei terhadap perusahaan atau usaha sejenis, sehingga Anda bisa memperkirakan keunggulan produk usaha yang akan direncanakan.

      5. Tetapkan target pasar

      Hal kelima adalah menetapkan target pasar. Dalam proposal, Anda perlu mencantumkan target pemasaran produk. Seperti dimana produk dipasarkan, untuk usia berapa saja, dan kelas mana yang hendak menjadi sasaran dari pemasaran produk tersebut. Semua itu harus dijelaskan dan ditentukan, sehingga begitu produk siap diproduksi dan siap dijual, target pasar yang dituju sudah jelas.

      6. Promosi dan pemasaran

      Keenam, Anda perlu melakukan promosi ketika hendak memasarkan produk. Setiap produk tentu butuh di branding, supaya dikenal luas oleh masyarakat. Melalui promosi, Anda bisa memberikan penjelasan atau materi produk kepada calon konsumen yang menarik perhatian. Carilah strategi promosi yang baik dan tepat. Dengan begitu, proses pemasaran pun akan sangat terbantu.

      Apalagi jika promosi berlangsung konsisten dan dapat meraup banyak pelanggan atau konsumen. Promosi yang berhasil dapat dilihat dari lancarnya proses pemasaran. Jadi, lancar tidaknya proses pemasaran juga akan bergantung dengan proses promosi yang dilakukan.

      7. Buatlah laporan keuangan

      Bagian ketujuh yang tak kalah penting untuk Anda tuliskan adalah laporan keuangan. Pada bagian laporan keuangan, Anda perlu mencantumkan alokasi dana, sumber perolehan dana, perhitungan laba, serta pembagian hasil usaha yang akan dilakukan. Setiap usaha tentu memiliki resiko masing-masing. Maka dari itu, Anda perlu membuat laporan usaha yang serealistis mungkin, supaya tidak menimbulkan kerugian.

      8. Penutup

      Di bagian kedelapan akan ada penutup. Setelah memberikan keterangan panjang kali lebar di halaman sebelumnya, Anda bisa menutup proposal dengan ulasan yang bagus. Yakinkan para investor maupun orang yang membaca proposal supaya tertarik dengan usaha yang akan Anda rintis.

      Pakailah kata-kata dan kalimat yang mudah dipahami namun memberikan kesan. Dengan begitu, Anda akan lebih mudah untuk mendapatkan dukungan usaha. Jangan lupa pula untuk memberikan doa dan harapan untuk usaha yang akan dimulai. Sampaikan pula kata terima kasih pada para investor yang bersedia memberikan dukungan finansial demi tercapainya cita-cita Anda dalam mendirikan usaha.

      9. Lampiran

      Terakhir, ada beberapa dokumen yang perlu Anda cantumkan. Anda bisa memberikan dokumen-dokumen pendukung yang kiranya dibutuhkan pada lampiran. Beberapa dokumen yang biasanya dibutuhkan yaitu surat izin usaha, biodata pemilik usaha, surat perjanjian, atau surat sertifikat usaha jika ada.

       

       

       


    • TUGAS KELOMPOK 

      Buatlah proposal kegiatan baik kegiatan di lingkungan kampus ataupun lingkungan tempat tinggal Anda.

      Tugas dikumpulkan dan dipresentasikan Jum;at tanggal 12 Januari 2024