Garis besar topik

    • Sumber gambar: https://www.pexels.com/

      Isu lingkungan hidup dan sosial

      Isu lingkungan hidup dan sosial saat ini telah menjadi tuntutan pasar. Hal itu mengharuskan perusahaan secara sukarela untuk melakukan perlindungan serta pengelolaan lingkungan hidup dan sosial secara baik dan proper.

      Isu lingkungan hidup kadang dipandang sebelah mata. Sering diabaikan. Kalaupun diperhatikan tapi tidak maksimal untuk ditangani. Isu politik dan ekonomilah yang sering jadi isu global. Padahal, isu lingkungan hidup menyangkut keberlanjutan hidup manusia di muka bumi.

      Berikut ini ada tujuh isu lingkungan hidup yang perlu diperhatikan demi menjaga bumi tetap layak dihuni oleh manusia:

      1. Perubahan Iklim (Climate Change)

      Perubahan iklim global menjadi salah satu isu paling mendesak di dunia saat ini. Peningkatan suhu global, perubahan pola cuaca, naiknya permukaan air laut, dan kerusakan ekosistem adalah beberapa dampak yang dihasilkan. Isu ini memerlukan tindakan kolaboratif untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan menerapkan langkah-langkah adaptasi.

      2. Kehilangan Keanekaragaman Hayati

      Kerusakan habitat, perusakan hutan, perburuan liar, dan perubahan penggunaan lahan telah menyebabkan kehilangan besar dalam keanekaragaman hayati. Ini berdampak pada ekosistem dan berpotensi mengancam kelangsungan hidup spesies tertentu.

      3.Pencemaran Lingkungan

      Pencemaran udara, air, dan tanah menjadi masalah serius di banyak daerah. Pencemaran tersebut dapat memiliki dampak negatif pada kesehatan manusia, kehidupan air dan darat, serta kelestarian lingkungan secara keseluruhan. Masalah ini hampir menimpa seluruh negara. Termasuk Indonesia umumnya dan Kalimantan Barat khususnya. Pencemaran udara sering muncul apabila banyak lahan dan hutan terbakar. Pencemaran air sering terjadi karena masih maraknya PETI.

      4. Krisis Air

      Krisis air sedang berkembang di banyak wilayah di seluruh dunia. Menurunnya ketersediaan air bersih, polusi air, dan perubahan iklim menyebabkan kelangkaan air yang mengancam keberlangsungan hidup manusia, pertanian, dan ekosistem. Di Indonesia krisis air bersih utamanya banyak terjadi di desa-desa. Banyak diantaranya masih mengandalkan air hujan.

      5. Pengurangan Hutan

      Deforestasi yang terus berlanjut mengakibatkan hilangnya habitat, degradasi lahan, dan hilangnya jasa lingkungan yang penting. Ini juga berkontribusi terhadap emisi gas rumah kaca dan mengurangi kemampuan alam dalam menyerap karbon.

      6. Pemanfaatan Sumber Daya Berkelanjutan

      Pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan menjadi kunci untuk memastikan keberlanjutan ekonomi dan lingkungan. Isu-isu seperti penggunaan energi terbarukan, pengelolaan limbah, dan pertanian berkelanjutan menjadi perhatian penting dalam konteks ini.

      7. Pencemaran Plastik

      Peningkatan penggunaan plastik sekali pakai dan kurangnya pengelolaan limbah plastik telah menyebabkan masalah serius pencemaran lingkungan, terutama di lautan. Ini berdampak pada kehidupan laut, organisme laut, dan keseimbangan ekosistem.

      Penting untuk diingat bahwa ini hanyalah beberapa isu lingkungan yang penting saat ini. Masalah lingkungan lainnya, seperti polusi suara, perubahan penggunaan lahan, dan keberlanjutan energi, juga membutuhkan perhatian dan tindakan untuk mencapai keberlanjutan lingkungan yang lebih baik. (ros)


    •  

       

    • Materi Yang Dibahas Berkaitan:

      - Definisi ASL dari berbagai sumber 

      - Ruang Lingkup Akuntansi Sosial dan Lingkungan

      - Tujuan Akuntansi Sosial dan Lingkungan

      - Manfaat Akuntansi Sosial dan Lingkungan

      - Untung Rugi Investari CSR

    • Pengertian Akuntansi Sosial

      Pengertian Akuntansi Sosial

      Akuntansi sosial merupakan suatu proses komunikasi dampak sosial dan lingkungan dari tindakan dan perilaku yang ada di perusahaan serta bermanfaat untuk kepentingan kelompok tertentu ataupun masyarakat luas. 

      Pengertian akuntansi sosial menurut para ahli, seperti Warren dkk menyebutkan bahwa akuntansi sosial ini merupakan sistem informasi yang menghasilkan suatu laporan kepada pihak-pihak yang berkepentingan tentang aktivitas ekonomi serta kondisi di perusahaan. 

      Sementera itu, Hendrisken (1994) juga menyatakan bahwa dalam akuntansi sosial ini perusahaan harus melihat lingkungan sosialnya juga, antara lain masyarakat, konsumen, pekerja, pemerintah, serta pihak lain yang mendukung kegiatan operasional perusahaan tersebut. 

      Dari beberapa pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa akuntansi sosial ini merupakan suatu proses untuk memberikan informasi interaksi terkait kegiatan ekonomi yang ada di perusahaan dengan lingkungannya dan untuk kepentingan masyarakat. Selain itu, akuntansi ini juga memberikan manfaat untuk mengukur serta mengevaluasi kinerja sosial yang dilakukan oleh perusahaan.


    •  

       

    • Kesimpulan

      Akuntansi sosial ini merupakan akuntansi yang berfokus untuk membahas kegiatan ekonomi yang ada di perusahaan dengan tetap memperhatikan lingkungan sosialnya ataupun pihak-pihak yang berkepentingan dan mendukung kegiatan operasional perusahaan.

      Selain bertanggungjawab untuk menghasilkan laba, perusahaan juga harus bertanggungjawab pula pada tanggungjawab sosial kepada masyarakat dan lingkungan sosialnya. Dengan begitu, informasi terkait data-data sosial nantinya dapat digunakan oleh perusahaan untuk mengambil keputusan dengan baik dan tepat.

      https://www.bernas.id/2021/06/11013/80241-akuntansi-sosial-di-perusahaan-pengertian-tujuan-dan-perannya/

    • Materi Yang Di Bahas Berkaitan:

      - Salah Kaprah dan Dekonstruksi Konsepsi CSR

      - Salah Kaprah CSR dan GSR

      -  Friedman dan Polemik Tanggungjawab Sosial Perusahaan

      -Global Compact dan Relevansinya bagi Korporasi Indonesia

    • Salah Kaprah dan Dekonstruksi CSR

      Ringkasan tulisan Andreas Lako
      Dosen Jurusan Akuntansi dan Program Pascasarjana
      Unika Soegijapranata Semarang
      Terbit di Kontan, Senin 11 Februari 2008

      Perseteruan pemerintah-pengusaha terkait kewajiban sosial dan lingkungan atau corporate social responsibility (CSR) bakal ramai lagi. Pemicunya, dalam Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) yang akan segera diterbitkan, pemerintah mematok perusahaan menyisihkan 2%-4% dar laba tahunan untuk program CSR.

      Salah Kaprah
      Saya mencermati,baik pemerintah maupun pengusaha tetap salah kaprah dalam memahami konsepsi CSR. Kok bisa? Di satu sisi, pemerintah memaknai CSR sebagai suatu kewajiban moral dan yuridis yang harus dilaksanakan perusahaan. Alasannya, perusahaan telah menikmati berbagai manfaat ekonomi dari masyarakat dan lingkungan.
      Di sisi lain, pengusaha memahami CSR sebagai suatu aktivitas kepedulian atau kedermawanan sosial (charity) yang bersifat sukarela. Itupun jika perusahaan sudah mampu secara finansial. Menurut pengusaha, tanggung jawab mengatasi isu-isu sosial dan lingkungan adalah tugas pemerintah.

      Kesalahan pandangan kedua pihak di atas terletak pada pemahaman yang keliru bahwa CSR bukan bagian integral dari sistem tanggung jawab bisnis (corporate responsibility). Jadi, di satu sisi, pemerintah tidak memahami bahwa CSR adalh bagian integral dari tanggung jawab bisnis dan karena itu pemerintah merasa perlu membuat regulasi khusus untuk memungut iuran.

      Di sisi lain, pengusaha juga tidak memahami bahwa CSR adalah bagian dari tanggung jawab perusahaan. Pandangan itu keliru sebab bertentangan dengan konsepsi sustainabile business yang mulai berkembang sejak era 1990-an. Menurut konsepsi ini, suatu perusahaan bisa tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan jika memberi perhatian yang sama besar pada tanggung jawab ekonomi, sosial dan lingkungan. Artinya, mengabaikan CSR bisa membahayakan kelangsungan profitabilitas perusahaan dalam jangka panjang.

      Dekonstruksi CSR
      Hakikat CSR harus dilekatkan dalam konteks untuk mencapai pembangunan berkelanjutan dan sustainable business. Dunia bisnis dituntut menyelaraskan pencapaian kinerja ekonomi dengan kinerja sosial dan lingkungan. Inilah yang disebut tripple bottomline. Adapun peran pemerintah adalah mengontrol dan memastikan bahwa perusahaan mematuhi CSR dalam konteks trilogi tanggung jawab korporasi. Pemerintah perlu memberi feedback dalam bentuk menghukum perusahaan yang melanggar dan memberi insentif pajak bagi perusahaan dengan kinerja CSR yang baik.
      Diposting oleh di   
      http://csrtoday.blogspot.com/2008/02/salah-kaprah-dan-dekonstruksi-csr.html

    •  

       

    • -Definisi Organisasi Hijau

      - Paradoks pertumbuhan 

      -Sasaran pertumbuhan ekonomi hijau

      - Langkah-langkah  Menghijaukan Bisnis

    • PEMANASAN GLOBAL (global warning) dan perubahan iklim yang kian ekstrim serta menimbulkan dampak negatif yang luar biasa bagi kehidupan umat manusia dan telah menjadi momok yang menakutkan masyarakat internasional.

      Berbagai pihak menuding bahwa yang menyebabkan kerusakan lingkungan dan krisis sosial-lingkungan selama ini adalah Strategi dan kebijakan pembangunan yang tidak ramah lingkungan serta pro-rakyat. Akibatnya, meskipun di satu sisi pertumbuhan laba korporasi dan pertumbuhan ekonomi negara/daerah terus meningkat, namun pada saat yang sama eskalasi krisis sosial lingkungan meningkat juga.

      Fenomena tersebut dikenal " Paradoks Pertumbuhan Ekonomi:

                                      ENΓ¼å∩╕Å=EKSLΓ¼å∩╕Å

      SALAH SATU SOLUSI:

      Untuk mengatasi permasalahan pradoks pertumbuhan ekonomi dengan Menghijaukan Ekonomi dan Bisnis.

      Tujuannya adalah untuk menghasilkan pertumbuhan ekonomi hijau (green growth), yaitu pertumbuhan yang ramah terhadap lingkungan (planet) dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat (people) serta mampu menjaga keberlanjutan pertumbuhan ekonomi (profit) secara berkeadilan, beradab, dan berkelanjutan.


    •  

       

    • Pembangunan berkelanjutan memiliki tiga pilar: ekonomi, lingkungan, dan sosial.Keberlanjutan ekonomi adalah pertumbuhan tanpa merusak basis modal ekonomi.Kelestarian lingkungan termasuk iklim yang stabil dan keanekaragaman hayatisehingga kelestarian lingkungan menjadi salah satu faktor yang penting dalamkehidupan ekonomi di dalam suatu negara.

       
      (5) (PDF) KONSEP GREEN ECONOMY DAN IMPLEMENTASINYA DI INDONESIA. Available from: https://www.researchgate.net/publication/371634527_KONSEP_GREEN_ECONOMY_DAN_IMPLEMENTASINYA_DI_INDONESIA [accessed Apr 21 2024].

    • Audit Sosial: Pengertian, Pentingnya, Manfaat, Keterbatasan


      https://cerdasco.com/audit-sosial/

    • Audit Lingkungan

      Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

      Audit Lingkungan adalah suatu alat manajemen yang meliputi evaluasi secara sistematik, terdokumentasi, periodik dan objektif tentang bagaimana suatu kinerja organisasi, sistem manajemen dan peralatan dengan tujuan memfasilitasi kontrol manajemen terhadap pelaksanaan upaya pengendalian dampak lingkungan dan pengkajian penataan kebijakan usaha atau kegiatan terhadap peraturan perundang-undangan tentang pengelolaan lingkungan hidup.[1]

      Istilah audit lingkungan baru dikenal pada akhir tahun 1970-an di Amerika Serikat. Kata audit berasal dari bahasa latin yaitu auditus yang artinya mendengarkan. Istilah auditus ini awalnya dikenal di bidang keuangan yaitu untuk mengetahui kinerja perusahaan yaitu dengan melakukan assesment tentang neraca, neraca rugi, laba dan laporan. Audit diartikan sebagai suatu tindakan pengujian terhadap jumlah atau keadaan keuangan sebuah perusahaan atau milik perseorangan pendekatan audit lingkungan pada dasarnya bertolak dari konsep audit keuangan (financial audit). Prinsip dasarnya yaitu untuk mengetahui kinerja.[2]

      https://id.wikipedia.org/wiki/Audit_Lingkungan

      Audit lingkungan bukan merupakan pemeriksaan resmi yang diharuskan oleh suatu peraturan perundang-undangan, melainkansuatu usaha proaktif yang dilaksanakan secara sadar untukmengindentifikasi permasalahan lingkungan yang akan timbul sehinggadapat dilakukan upaya-upaya pencegahannya. 

      a. FungsiFungsi audit lingkungan adalah sebagai: Upaya peningkatan pentaatan suatu usaha atau kegiatan terhadapperaturan perundang-undangan lingkungan, misalnya : standaremisi udara, limbah cair, penanganan limbah dan standar operasilainnya; 

      b. Dokumen suatu usaha atau kegiatan tentang pelaksanaan standaroperasi, prosedur pengelolaan dan pemantauan lingkungantermasuk rencana tangggap darurat, pemantauan dan pelaporanserta rencana perubahan pada proses dan peraturan; 

      c. Jaminan untuk rnenghindari perusakan atau kecenderungankerusakan lingkungan; d. Bukti keabsahan prakiraan dampak dan penerapan rekomendasiyang tercantum dalam dokurnen AMDAL, yang berguna dalampenyempurnaan proses AMDAL; 

      e. Upaya perbaikan penggunaan sumberdaya melalui penghematanpenggunaan bagan, minimisasi limbah dan identifikasikemungkinan proses daur ulang; 

      f. Upaya untuk meningkatkan tindakan yang telah dilaksanakan atauyang perlu dilaksanakan oleh suatu usaha atau kegiatan untukmemenuhi kepentingan lingkungan, misalnya pembangunan yangberkelanjutan, proses daur ulang dan efisiensi penggunaansumberdaya.

      Manfaat Audit Lingkungan bermanfaat untuk:

       a. Mengindentifikasi risiko lingkungan; 

      b. Menjadi dasar bagi pelaksanaan kebijaksanaan pengelolaanlingkungan atau upaya penyempurnaan rencana yang ada; 

      c. Menghindari kerugian finansial seperti penutupan /pemberhentiansuatu usaha atau kegiatan atau pembatasan oleh pemerintah,atau publikasi yang merugikan akibat pengelolaan danpemantauan lingkungan yang tidak baik; 

      d. Mencegah tekanan sanksi hukum terhadap suatu usaha ataukegiatan atau terhadap pimpinannya berdasarkan pada peraturanperundang-undangan yang berlaku;

       e. Membuktikan pelaksanaan pengelolaan lingkungan apabiladibutuhkan dalam proses pengadilan; 

      f. Meningkatkan kepedulian pimpinan/penanggung jawab dan staf suatu badan usaha atau kegiatan tentang pelaksanaankegiatannya terhadap kebijakan dan tanggung jawab lingkungan; 

      g. Mengidentifikasi kemungkinan penghematan biaya melalui upayakonservasi energi, dan pengurangan, pemakaian ulang dan daurulang limbah; 

      h. Menyediakan laporan audit lingkungan bagi keperluan usaha ataukegiatan yang bersangkutan, atau bagi keperluan kelompokpemerhati lingkungan, pemerintah, dan media massa;

       i. Menyediakan informasi yang memadai bagi kepentingan usahausaha atau kegiatan asuransi, lembaga keuangan, danpemegang saham.



    • Menuju Green Corporate Governance: Tata Kelola Perusahaan dalam Paradigma Pembangunan Berkelanjutan

      Mengapa banyak perusahaan yang tidak mempedulikan pengelolaan sosial dan lingkungan ketika mereka mencari keuntungan?  Mengapa pencarian keuntungan seakan menjadi satu-satunya tujuan yang sah bagi kebanyakan perusahaan, baik di Indonesia maupun di bagian dunia manapun?

      Berbagai varian jawaban bisa diberikanΓÇötermasuk dengan kutipan seperti greed is good dari tokoh fiksi Gordon Gekko di film legendaris karya Oliver Stone, Wall StreetΓÇönamun menurut hemat penulis yang akan paling memuaskan pastilah berasal dari penjelasan tentang tata cara pengambilan keputusan di perusahaan.

      Tata cara pengambilan keputusan di dalam perusahaan, atau yang secara umum dikenal sebagai tata kelola perusahaan (corporate governance), adalah inti dari segala persoalan maupun solusi yang terkait dengan kinerja perusahaan.  Tata kelola perusahaan meringkas motivasi, visi dan misi, kebijakan, strategi, budaya, prosedur dan eksekusi yang terjadi di dalam perusahaan.

      Bagaimana kinerja perusahaan itu di masa sekarang dan masa mendatang terutama adalah cerminan dari tata kelolanya.  Kalau ada yang menyatakan bahwa kinerja perusahaan terutama didorong ataau dihambat oleh kondisi eksternal, itu tidaklah tepat.  Yang benar, kinerjanya ditentukan oleh bagaimana perusahaan mengambil keputusan atas situasi eksternal itu.

      Agency dan Stewardship, Dua Moda Utama Tata Kelola

      Ketika situasi eksternal masuk ke dalam ranah perusahaan, bagaimana kemudian mereka bereaksi?  Tergantung dari moda tata kelolanya.  Kita perlu kembali kepada dua moda yang mendasari seluruh tata kelola yang kini berlaku di (hampir) seluruh perusahaan, yaitu moda agency dan stewardship.

      https://www.mongabay.co.id/2015/04/22/menuju-green-corporate-governance-tata-kelola-perusahaan-dalam-paradigma-pembangunan-berkelanjutan/


    • AKUNTANSI SOSIAL DAN LINGKUNGAN

      Pada hakikatnya Akuntansi CSR merupakan perluasan dari akuntansi sosial dan lingkungan. Meski berbeda istilah, namum esensinya hampir sama.

      Akuntansi sosial sebagai proses pengkomunikasian dampak-dampak sosial dan lingkungan dari tindakan-tindakan ekonomi perusahaan untuk kelompok-kelompok kepentingan tertentu, (Grey at al, 1987). Akuntansi sosial bertujuan menilai dampak-dampak dari suatu korporasi terhadap masyarakat baik di dalam  maupun diluar perusahaan.


      Secara     Konseptual, 

       Akuntansi CSR dapat didefinisikan sebagai berikut : ΓÇ£ Suatu Proses pengukuran, pencatatan, pelaporan, dan pengungkapan informasi terkait dampak sosial dan lingkungan dari tindakan-tindakan ekonomi perusahaan terhadap kelompok-kelompok tertentu dalam masyarakat atau yang menjadi stakeholder perusahaan. 

      Ada dua dimensi utama dalam akuntansi CSR: 

      • Pertama, melaporkan dan mengungkapkan cost dan benefits (manfaat)dari aktivitas ekonomi perusahaan yang secara langsung berdampak terhadap profitabilitas bottom-line(laba). Cost(biaya) dan benefitstersebut bisa dihitung dan dikuantifikasi secara akuntansi. 
      • Kedua, melaporkan cost dan benefitsdari aktivitas ekonomi perusahaan yang berdampak langsung terhadap individu, masyarakat, dan lingkungan. Benefits (manfaat)itu sulit dikuantifikasi sehingga pelaporannya harus dilakukan secara kualitatif.


      analisis implementasi dan pencatatan akuntansi - Ejournal ...


    • Esensi akuntansi CSR adalah suatu proses pengukuran, pencatatan, pelaporan dan pengungkapan informasi terkait efek-efek sosial dan lingkungan dari tindakan-tindakan ekonomi perusahaan bagi kelompok-kelompok tertentu dalam masyarakat atau yang menjadi stakeholder perusahaan.


    • Pada dasarnya banyak perusahaan sudah melaksanakan aktivitas CSR yang menyerap biaya besar. Namun pelaporannya dalam laporan keuangan masih minim. 

      Hampir semua perusahaan memperlakukan pengeluaran CSR sebagai beban periodik yang dapat menurunkan laba dan dividen untuk pemegang saham.

      PERLAKUAN AKUNTANSI DAN PELAPORAN

      Hampir semua perusahaan memperlakukan pengeluaran CSR sebagai beban periodik menurunkan laba dan dividen untuk pemegang saham.

      KATEGORI BIAYA CSR dan PERLAKUANNYA

      1. BERDASARKAN MANFAAT EKONOMISNYA

      2. BERDASARKAN MOTIF PENGELUARANNYA


    • Akuntansi Hijau dinilai lebih sensitif, responsif, dan akuntabel terhadap isu serta dimensi sosial dan lingkungan dalam proses akuntansi suatu entitas.

      Green accounting (akuntansi hijau) atau juga disebut akuntansi lingkungan (environmental accounting) adalah konsep akuntansi yang di dalamnya menghubungkan atau memasukkan biaya atau anggaran lingkungan dalam aktivitas perusahaan. Green Accounting merupakan akuntansi yang di dalamnya mengidentifikasi, mengukur, menyajikan, dan mengungkapkan biaya-biaya dan manfaat tidak langsung dari aktivitas perusahaan yang berhubungan dengan lingkungan dan sosial.

      https://www.kajianpustaka.com/2022/07/green-accounting.html

    • TUGAS:

      1. Dalam memenuhi pelaporan CSR yang transparansi dan akuntabel, iformasi yang ada pada laporan keuangan harus mencerminkan informasi yang sebenarnya. Secara umum akuntansi keuangan konvensional tidak jauh berbeda dengan komponen laporan keuangan green accounting, akan tetapi terdapat perbedaan akun-akun yang krusial. Jelaskan komponen yang ada pada laporan green accounting dan sebutkan contoh akun-akun tersebut?

      2.  Sebutkan dan jelaskan Prinsip-prinsip Green Accounting?


    • Kumpul Tugas dalam PDF
    • Gerakan dan dorongan bagi perusahaan untuk mengimplementasikan akuntansi manajemen lingkungan semakin gencar dilakukan. Saat ini perusahaan juga dituntut untuk senantiasa memperhatikan faktor lingkungan dan manusia ΓÇôselain profitabilitas, dalam melakukan kegiatan usahanya. Apa itu akuntansi manajemen lingkungan? Apakah perusahaan Anda sudah mulai mengimplementasikannya?

      Menurut IFAC (2005), Akuntansi Manajemen Lingkungan (Environmental Management Accounting) merupakan pengelolaan lingkungan sekaligus kinerja ekonomi organisasi melalui pengembangan dan implementasi sistem dan praktik akuntansi yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan tersebut. Tiga prinsip utama dalam akuntansi manajemen lingkungan, yaitu:

        1.Kepatuhan (Compliance) ΓÇôdalam hal ini akuntansi manajemen lingkungan harus dapat memberikan informasi mengenai kepatuhan perusahaan terhadap peraturan-peraturan yang terkait dengan lingkungan, baik yang dibuat sendiri oleh perusahaan maupun yang dibuat oleh pemerintah.

        2.Ramah Lingkungan (Eco-Friendly) ΓÇôdalam hal ini akuntansi manajemen lingkungan harus dapat melakukan pengawasan terhadap efisiensi penggunaan SDA dan sumber energi lain, dampak terhadap lingkungan, dan biaya-biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan.

        3.Posisi Strategis (Strategic Positioning) ΓÇôdalam hal ini perusahaan harus membuat program-program yang terkait dengan lingkungan untuk mencapai tujuan jangka panjang perusahaan. Akuntansi manajemen lingkungan harus dapat mengawasi apakah biaya-biaya yang dikeluarkan dapat mencapai tujuan tersebut.

      Perusahaan dapat menerapkan prinsip tersebut dalam bentuk pengelolaan dan pengendalian biaya lingkungan. Biaya lingkungan dikategorikan menjadi:

        1.Biaya lingkungan yang bersifat pencegahan (prevention cost), merupakan biaya yang dikeluarkan untuk mencegah kualitas yang buruk dari barang atau jasa yang dihasilkan atau diberikan kepada pelanggan. Biaya ini antara lain dapat berupa:

        a)Biaya seleksi dan evaluasi pemasok, sehingga didapatkan pemasok yang ramah lingkungan.

        b)Biaya perancangan proses produksi yang ramah lingkungan.

        c)Biaya sertifikasi eksternal seperti ISO 14001 tentang Environmental Management, ISO 50001 tentang Energy Management, maupun OHSAS 18001 tentang Occupational Health and Safety Management.

        d)Biaya perancangan produk yang ramah lingkungan.

        2.Biaya lingkungan yang bersifat pemeriksaan (appraisal cost), merupakan biaya yang dikeluarkan untuk memastikan kesesuaian barang atau jasa yang dihasilkan atau diberikan dengan peraturan pemerintah maupun peraturan internal perusahaan. Biaya ini antara lain dapat berupa:

        a)Biaya pemeriksaan (audit) terhadap aktivitas yang berkaitan dengan lingkungan.

        b)Biaya inspeksi terhadap proses yang dilakukan maupun produk yang dihasilkan.

        c)Biaya pengembangan tolok ukur (benchmark) yang berkaitan dengan lingkungan.

        d)Biaya percobaan untuk menguji tingkat kontaminasi suatu zat.

        3.Biaya lingkungan karena kegagalan internal (internal failure cost), merupakan biaya yang muncul karena perusahaan menghasilkan elemen-elemen yang dapat merusak lingkungan namun dapat dikendalikan oleh perusahaan sehingga tidak mencemari lingkungan. Biaya ini antara lain dapat berupa:

        a)Biaya pengamanan dan pengolahan limbah produksi yang tidak ramah lingkungan.

        b)Biaya operasional dan pemeliharaan peralatan pengolahan limbah atau polusi.

        4.Biaya lingkungan karena kegagalan eksternal (external failure cost), merupakan biaya yang muncul karena adanya kontaminasi atau kerusakan lingkungan akibat kegiatan operasional perusahaan. Biaya ini antara lain dapat berupa:

        a)Biaya pembersihan danau atau sungai yang tercemar.

        b)Biaya ganti rugi kepada para penduduk atau pihak ketiga karena kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh perusahaan.

      Prinsip pengelolaan biaya lingkungan identik dengan prinsip pengelolaan biaya kualitas. Biaya lingkungan terbesar yang dihadapi perusahaan adalah biaya lingkungan karena adanya kegagalan eksternal. Biaya ini memang jarang muncul, namun jika biaya tersebut muncul, biaya ini dapat membebani perusahaan bahkan dapat menyebabkan kebangkrutan. Perusahaan dapat melaporkan dan menyajikan biaya-biaya tersebut dalam bentuk laporan biaya lingkungan. Perusahaan juga dapat menyajikannya dalam laporan keberlanjutan (sustainability report) dengan berpedoman pada GRI-G4 yang dipublikasikan oleh Global Reporting Initiatives.


    • Sistem Pelaporan Lingkungan adalah suatu kesatuan tatanan yang terdiri dari organisasimanajementeknologi, himpunan data, dan sumber daya manusia yang mampu menghasilkan dan menyampaikan laporan secara cepat, tepat, lengkap, dan akurat untuk mendukung berbagai upaya dalam pencapaian tujuan yang telah ditetapkan untuk pengambilan kebijakan. Tujuan dari sistem pelaporan lingkungan diantaranya memberikan informasi kepada para pengambil kebijakan untuk mengurangi ketidakpastian dalam pengambilan keputusan tentang lingkungan; memantau kualitas lingkungan; merencanakan kegiatan; dan mengendalikan dampak kegiatan terhadap lingkungan.

      https://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_pelaporan_lingkungan


    • Mengenal Apa itu Sustainability Report? - Akuntansi UII

      Isu akan keberlanjutan dan perubahan iklim memang tidak pernah habis untuk dibahas. Menjadi menarik karena isu ini akhir-akhir memang sedang menjadi sebuah concern di kalangan masyarakat. Keuntungan bukan menjadi satu-satunya hal yang harus diperhatikan oleh organisasi atau perusahaan. Tuntutan akan kelestarian dan keseimbangan baik lingkungan maupun sosial juga perlu diperhatikan. Apabila kinerja keuangan berjalan dengan baik dan mampu memenuhi kinerja lingkungan dan sosial serta berkontribusi nyata mengatasi berbagai permasalahan tersebut, di masa mendatang akan menjadi perusahaan yang bertahan (Nofianto dan Agustina, 2014). Apalagi sudah banyak kasus akibat kelalaian perusahaan terhadap aspek ini. Informasi terkait aktivitas perusahaan yang berkaitan dengan aspek lingkungan dan perusahaan ini perlu dilaporkan dalam laporan berkelanjutan atau sering disebut sustainability report.

      https://accounting.uii.ac.id/mengenal-apa-itu-sustainability-report/


    • Sustainability Report: Pengertian, Komponen, Manfaat dan Contohnya

      Sustainability report atau laporan keberlanjutan adalah laporan berkala (biasanya tahunan) yang diterbitkan oleh perusahaan dengan tujuan berbagi tindakan dan hasil tanggung jawab sosial perusahaan mereka.

      Laporan ini mensintesis dan mempublikasikan informasi organisasi memutuskan untuk berkomunikasi mengenai komitmen dan tindakan mereka di bidang sosial dan lingkungan.

      Dengan demikian, organisasi membiarkan para pemangku kepentingan (yaitu, semua pihak yang tertarik dengan aktivitas mereka) menyadari bagaimana mereka mengintegrasikan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan ke dalam operasi sehari-hari mereka.

      Ingin mengetahui sustainability report secara mendalam? Baca terus artikel ini sampai selesai untuk pembahassan lebih lanjut.

      https://accurate.id/marketing-manajemen/sustainability-report/

    • PERKEMBANGAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITYDI INDONESIA

      Empat tahun belakangan ini corporate social responsibility atau CSR memang sedang menjadi trend di Indonesia. Banyak orang berbicara tentang CSR dan semuanya bagus serta perusahaan yang melakukan corporate social responsibility (CSR) semakin banyak. Namun upaya sosialisasi harus terus dilakukan agar lebih banyak perusahaan menyadari dan memahami pentingnya CSR Memang diakui, di satu sisi sektor industri atau korporasi skala besar telah mampu memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, tetapi di sisi lain ekploitasi sumber-sumber daya alam oleh sektor industri seringkali menyebabkan terjadi-nya degradasi lingkungan yang parah. Karakteristik umum korporasi skala-besar biasanya beroperasi secara enclave atau terpisah, dan melahirkan apa yang disebut perspektif dual society, yaitu tumbuhnya dua karakter ekonomi yang paradoks di dalam satu area. Ekonomi tumbuh secara modern dan pesat, tetapi masyarakat ekonomi justru berjalan sangat lambat.

      chrome-extension://oemmndcbldboiebfnladdacbdfmadadm/https://nirmana.petra.ac.id/index.php/dkv/article/download/17049/17013


    • REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial (CSR) oleh perusahaan-perusahaan di Indonesia terus meningkat dari waktu ke waktu. Hal itu tercermin dari konsep community development yang diterapkan banyak yang sudah memproteksi ekosistem. 

      Temuan penting


      Dalam kesempatan ini juga, Ketua Dewan Juri Top CSR Awards 2022, Mas Achmad Daniri, mengungkapkan sejumlah temuan penting selama proses penilaian dan penjurian.

      Pertama, secara umum, sudah semakin banyak program CSR perusahaan-perusahaan yang selaras dengan strategi bisnis perusahaan. Oleh karena itu program pembangunan pemerintah (pusat dan daerah) dan pihak swasta pelaku bisnis serta inisiatif dari unsur masyarakat setempat, perlu dikolaborasikan dalam memaksimalkan manfaat secara total. ΓÇ£Sehingga, akan tersedia peluang untuk menciptakan manfaat bersama bagi masyarakat setempat, perusahaan dan stakeholder, termasuk pemerintah,ΓÇ¥ ujarnya.

      Kedua, sebagian besar perusahaan sudah banyak menjalankan CSR, yang tidak hanya berfokus pada pengembangan dan pelibatan masyarakat (community involvement and development) saja, namun juga implementasi CSR yang selaras dan relevan dengan tujuh subyek inti ISO 26000. 

      Ketiga, sebagian perusahaan sudah mulai menjalankan CSR dengan pendekatan Creating Shared Value (CSV), agar para stakeholder, baik internal maupun ekstenal perusahaan, dapat memperoleh manfaat dan tumbuh berkembang secara bersama.

      ΓÇ£Bisnis hanya dapat tumbuh berkesinambungan di lingkungan yang kondusif. Untuk memastikan kinerja yang berkesinambungan, perusahaan berkepentingan meningkatkan kualitas sosial dan lingkungan yang bersentuhan  dengan bisnisnya,ΓÇ¥ kata Daniri.

      ΓÇ£Sehingga program bisnis dan CSR harus dirancang dan dikembangkan melalui pendekatan penciptaan nilai bersama (CSV). Dalam arti memaksimalkan multi-manfaat secara total untuk multi- stakeholder strategis terkait proses bisnis perusahaan,ΓÇ¥ sarannya.

      850 kandidat dan  160 finalis

      Ketua Penyelenggara Top CSR Awards 2022, M  Lutfi Handayani, yang juga pemimpin redaksi Majalah Top Business menjelaskan,  kegiatan ini diikuti oleh 850 perusahaan di Indonesia (long list kandidat pemenang). Ada sebanyak 200 perusahaan yang mengikuti penilaian, dan 160 perusahaan mengikuti secara lengkap. ΓÇ£Jumlah ini meningkat 10 persen dibanding tahun lalu yang sebanyak 145 perusahaan,ΓÇ¥ kata Lutfi.

      Kegiatan Top CSR Awards merupakan kegiatan penilaian dan pemberian penghargaan bidang CSR tingkat nasional. Penghargaan diberikan kepada perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Indonesia, yang dinilai berhasil dalam menjalankan program CSR/TJSL/Community Development, yang efektif dan berkualitas. 

      Kegiatan ini juga ditujukan sebagai proses pembelajaran bersama untuk meningkatkan kualitas dan efektivitas CSR perusahaan.

      Contoh proses pembelajaran itu, adalah adanya sesi Nilai Tambah dalam kegiatan Wawancara Penjurian. ΓÇ£Dalam Sesi Nilai Tambah ini, Dewan Juri memberikan masukan dan saran-saran perbaikan kepada para peserta, untuk meningkatkan kualitas CSR perusahaan, ke depan,ΓÇ¥ tutup Lutfi.

      https://ekonomi.republika.co.id/berita/r9lqhz374/pelaksanaan-csr-di-indonesia-terus-meningkatekonomi-sirkular-makin-penting