Garis besar topik

    • Assalamualaikum Wr Wb 

      Tabik Pun.... Syalom... Om Swastiastu... Tamo Budaya

      Setiap Perusahaan pasti mempunyai tujuan yang berbeda-beda, dengan cara yang berbeda pula. sebelum mencapai tujuan tersebut perusahaan memiliki perencanaan dan pengendalain dalam menentukan masa depan dan kebijakan perusahaan kedepannya. didalam perencanaan dan pengendalian perusahaan tersebut terdapat beberapa hal yang berkaitan dengan perusahaan salah satunya yaitu peanggangaran perusahaan.

      Tanpa memahami konsep dan teknik penyusunan anggaran yang benar, perusahaan akan kehilangan arah yang jelas dan menjadi perusahaan yang tidak stabil dalam pengelolah keuangan. Penyusunan Anggaran merupakan hal yang penting bagi perusahaan. Anggaran yang telah disusun berlaku selama satu tahun kedepan dalam memenuhi kebutuhan kegiatan perusahaan misalkan perusahaan ingin membangun gedung baru, maka terlebih dahulu dibuat rencana anggaran biaya yang telah disusun sebelum proyek dimulai. Anggaran disususun Oleh Manajemen dalam jangka waktu 1 tahun yang akan membawa perusahaan pada kondisi yang di inginkan dengan sumber daya yang diperkirakan. 

      Semoga sudah tergambar sejauh mana kita akan belajar untuk menyusun perencanaan dan penggenalian perusahaan yang disusun melalui Anggaran Perusahaan .

      Wassalam

      Darmajaya The Best


    • Mata kuliah ini membahas definisi anggaran / budget, pengertian anggaran, metode ramalan penjualan, penyusunan anggaran jualan, penyusunan anggaran jualan, penyusunan anggaran produk, sumber ΓÇô sumber dana bank, anggaran bahan baku langsung, anggaran bahan baku, penyusunan anggaran biaya tenaga kerja, anggaran tenaga kerja, penyusunan anggaran biaya overhead, anggaran biaya overhead pabrik, penyusunan anggaran piutang, anggaran variable, anggaran laba rugi dan anggaran neraca, anggaran biaya produksi, perencanaan dan pembagunan pemerintah, anggaran beban operasional, struktur organisasi pengelolaan keuangan daerah, anggaran laba rugi, perencanaan dan penganggaran, pengertian anggaran kas, siklus perencanaan dan penganggaran.

      1. Mampu menjelaskan konsep penyusunan anggaran 
      2. Mampu melakukan praktek penyusunan anggaran mulai dari peramalan penjualan, anggaran penjualan, anggaran produksi, anggaran biaya bahan baku sampai dengan anggaran tenaga kerja langsung 
      3. Mampu memisahkan jenis-jenis biaya serta menghitung laba rugi untuk pengambilan keputusan keuangan 
      4. Mampu menyusun anggaran piutang dan anggaran kas

    •  

      No

       

      Kegiatan Pembelajaran

       

      Metode

       

      Waktu

      1

      Kegiatan Pembuka/Pendahuluan

      1.      Dosen membuka perkuliahan dengan doa

      2.      Menjelaskan silabus  perkuliahan pada pertemuan ini

      3.      Menjelaskan implikasi materi perkuliahan dengan bidang terkait

      1.    Ceramah

      2.    Tanya Jawab

       

      10 menit

      2

      Kegiatan Inti

      1.      Menjelaskan sub-sub pokok pembahasan.

      2.      Tanya jawab langsung dan diskusi tentang materi yang telah atau sedang disampaikan.

      1.    Ceramah

      2.    Simulasi/ Praktikum/Diskusi

      80 menit

      3

      Penutup

      1.      Mereview pokok-pokok materi yang telah disampaikan.

      2.      Memberikan konklusi, penegasan, dan penguatan terhadap materi yang telah disampaikan.

      3.      Menyampaikan materi kuliah untuk pertemuan berikutnya.

      4.      Dosen menutup perkuliahan dengan doa

      1.    Ceramah

       

      10 menit


    • Nilai Akhir

      Huruf Mutu (HM)

      Angka Mutu (AM)

      Status

      ≥ 80

      A

      4

      Lulus

      70-79

      B

      3

      Lulus

      59-69

      C

      2

      Lulus

      50-59

      D

      1

      Lulus

      Γëñ 49

      E

      0

      Tidak lulus


    • UTS  : 30%

      UAS  : 30%

      TUGAS : 30%

      ABSENSI : 30%

      Keterlambatan Absensi hanya 15 Menit. Tugas Akan banyak soal menghitung diwajibkan bawa kalkulator. ingat Absensi 65% batas minimum.. tugas dikumpul tepat waktu. Nannti kita menggunakan modul dalam kegiatan perkuliahan 

    • Tugas Mandiri dari Modul Anggaran (20%)

      Keaktifan dalam mempresentasikan hasil dikelas (10%)

      harap aktif karena ini akan membantu nilai tugas anda dan kerjakan tugas on time, 
    • Pentingnya penyusunan Anggaran perusahaan. disimak yach.... 

    • wajib Punya Buku Anggaran :

      Catur Sasongko, Safrida Rumondang Parulian. Penerbit Salemba Empat. Tahun 2010. 

  • Assaalamualaikum wr wb...

    Pertemuan pertama ini kita membahas tujuan penyusunan anggaran dan anggaran induk serta komponen-komponen penyusunannya. diharapkan mahaswa bisa memahami secara teori terkait pengertian anggaran bagi perusahaan. Kita Belum melakukan perhitungan nanti dipertemuan kedua baru akan menyusun anggaran untuk penjualan sebagai tolak ukur proses bisnis perusahaan. 

    terima kasih selamat menyimak

    • Memahami dan mengerti konsep penyusunan anggaran dan mengerti proses dan alur anggaran induk dan komponen-komponen penyusunannya. 

    • Ini Bahan Modul Untuk BAB 1 karena kita masih pakai ON LINE ... DIPELAJARI YACH...

    • Buatlah Resume dari Ppt yang diberikan melalui pertemuan ini.. cari refrensi dari berbagai hal (Internet, buku, jurnal dll)

      Ditulis tangan yach... ? dikumpul berupa pdf

    • Ayo... Kita diskusi mengenai Anggaran Perusahaan... akan menambah nilai tugas anda lho....

    • Anggaran merupakan rencana yang di susun secara sistematis yang meliputi seluruh kegiatan perusahaan yang di nyatakan dalam bentuk kuantitatif dan berlaku untuk jangka waktu tertentu di masa yang akan datang. Dengan adanya anggaran dalam suatu perusahaan, perusahaan dapat mendapatkan beberapa manfaat yang didapat dari proses budgeting atau anggaran. Dengan menyusun anggaran perusahaan maka akan semakin banyak pertimbangan-pertimbangan yang muncul sehingga manajer perusahaan akan semakin berhati-hati dalam pengambilan keputusan. Hal ini dapat menjadikan seorang manajer berpikir tentang masa depan dari perusahaan yang sedang di jalankan. Sehingga dalam pelaksanaannya, perusahaan-perusahaan ini tinggal berpegang pada semua rencana yang telah disusun sebelumnya.

    • Menyusun Anggaran lebih dari 1 bulan

      Anggaran penjualan menyajikan informasi tentang perkiraan jumlah barang jadi yang akan dijual oleh perusahaan dan harga jual yang diharapkan diperoleh untuk periode anggaran mendatang. 

      Note : Jumlah Barang jadi yang ingin dijual menentukan jumlah barang jadi yang harus diproduksi. pada akhirnya jumlah barang jadi yang harus diproduksi akan menentukan bahan baku, tenaga kerja langsung, dan biaya overhead yang harus dikeluarkan. Oleh karena itu, penting sekali untuk dapat memperkirakan jumlah barang jadi yang akan dijual secara akurat dalam periode anggaran medatang karena akan memperngaruhi penyusunan anggaran-anggaran lain yang ada dalam anggaran induk. 

    • Please contoh soal dipahami cara dan alur kerjanya.... wajib bertanya di forum ini yach....:) 

    • Ini Modul Mengenai penyusunan anggaran bulanan perusahaan perbulan dan lebih dari satu bulan. ada contoh soalnya..

      Note : Contoh Soalnya wajib di PAHAMI alur mengerjakannya.. gak paham ditanya di forum diskusi.... wajib. 

    • Pleas ini tugas dikerjakan on time... lewat dari waktu terima konsekwensi pengurangan nilai...

      terima kasih

    • Catur Sasongko, Safrida Rumondang Parulian. Penerbit Salemba Empat. Tahun 2010. 

    • Ringkasan/Kesimpulan

      Secara umum, semua budget termasuk budget penjualan mempunyai tiga kegunaan pokok yaitu sebagai pedoman kerja, sebagai alat pengkoordinasian kerja dan sebagai alat pengawasan kerja yang menbantu menajeman dalan memimpin jalannya perusahaan. Sedangkan secara khusus, budget penjualan berguna sebagai dasar penyusunan semua budget-budget dalam perusahaan, sebab bagi perusahaan yang menghadapi pasar bersaing, budget penjualan harus disusun paling awal daripada semua budget yang lain yang ada dalam perusahaan.

      Dimaksudkan dengan Budget penjual (Sales Budget) ialah Budget yang merencanakan secara lebih terperinci tentang penjualan perusahan selama periode yang akan datang, yang di dalamnya meliputi rencana tentang jenis (kualitas) barang yang akan dijual, jumlah (kuantitas) barang yang akan dijual, harga barang yang akan dijual, waktu penjualan serta tempat (daerah) penjualannya.
      Dari pengetian tersebut, jelaslah bahwa budget penjualan hanyalah merupakan salah satu bagian saja dari seluruh rencana perusahaan di bidang pemasaran (sales planning).

  • Ada beberapa pengertian mengenai peramalan penjualan diantaranya: ┬╖ Peramalan penjualan adalah perkiraan atau proyeksi secara teknis permintaan konsumen potensial untuk suatu waktu tertentu dengan berbagai asumsi. ┬╖ Peramalan penjualan adalah perkiraan mengenai sesuatu yang belum terjadi . ┬╖ Peramalan penjualan adalah Budget yang berisi taksiran-taksiran tentang kegiatan-kegiatan perusahaan dalam jangka waktu tertentu yang akan datang,serta berisi taksiran-taksiran tentang keadaan atau posisi financial perusahaan pada suatu saat yang akan datang.

    Intinya Peramalan penjualan (sales forecasting) ialah teknik proyeksi permintaan langganan yang potensial untuk suatu waktu tertentu dengan berbagai asumsi. Jae K Shim berpendapat, ΓÇ£In business, forecast are the basis for capacity planning, production and inventory planning, manpower planning, planning for sales and market share, and financial planning and budgetingΓÇ¥. Dengan demikian, peramalan sangat penting di lakukan oleh si ΓÇ£pengusahaΓÇ¥ untuk menjalankan semua perencanaan di dalam perusahaannya.
    • Hasil dari suatu peramalan penjualan lebih merupakan pernyataan atau penilaian yang dikuantifisir terhadap kondisi masa depan mengenai penjualan sebagai proyeksi teknis dari permintaan konsumen potensial untuk jangka waktu tertentu.Meskipun demikian hasil perkiraan yang diperoleh mungkin saja tidak sama dengan rencana.

      Pada umumnya hasil dari suatu peramalan penjualan akan dikonversikan menjadi rencana penjualan dengan memperhitungkan berbagai hal berikut :
      ┬╖         Pendapat manajemen
      ┬╖         Strategi-strategi yang direncanakan
      ┬╖         Keterkaitan dengan sumber daya
      ┬╖         Ketetapan manajemen dalam usaha mencapai sasaran penjualan

      Dengan adanya peramalan penjualan produk di suatu perusahaan,maka manajemen perusahaan tersebut akan dapat melangkah kedepan dengan lebih pasti.Atas dasar peramalan penjualan yang disusun ini manajemen perusahaan akan dapat memperoleh gambaran tentang keadaan masa depan perusahaan. Gambaran keadaan penjualan pada waktu yang akan datang ini sangat penting bagi manajemen perusahaan, karena kebijakan perusahaan akan sangat dipengaruhi oleh besarnya penjualan produk perusahaan tersebut.

      Metode yang sering digunakan dalam memperkirakan penjualan yaitu :

      1. Metode Rata-Rata Bergerak (Moving Avarge)

      2. Metode Trend Moment 

      3. Metode Perkiraan Asosiatif : Regeresi dan Analisis Korelasi

      4. Metode Analisis Industri. 

      (Lebih jelas pada modul pertemuan 3)


    • Modul Ukurannya terlalu besar... Please buat Group WA MK anggaran..

      Masukin Saya ke Group anda.. No Wa Saya 08117959996

      Sebuah perusahaan pada saat akan membuat suatu anggaran penjualan, langkah pertama kali yang dilakukan yaitu dengan membuat atau mempersiapkan forecast penjualan terlebih dahulu, kegiatan ini bertujuan agar penjualan yang berfluktuasi pada tahun sebelumnya dapat lebih terarah.

      OkeWajib yach..


    • Kita bahasa dan diskusi mengenai materi forcase penjualan atau memperkirakan pejualan di 1 SKS terakhir..

      Kalian wajib memberikan pertanyaan atau kesimpulan dari materi ke 3 ini.. sebagai absen kalian terima kasih.


    • Catur Sasongko, Safrida Rumondang Parulian. Penerbit Salemba Empat. Tahun 2010. 

    • Karena ini kelas Anggaran dan perhitungan wajib paham jd maaf saya selalu kasih tugas kalian agar kalian lebih paham proses dan alur pengerjaannya... jangan bosen ya dikasih tugas terus.. semnagat gak paham boleh WA lewat group anggaran. 

      ditulis tangan kertas polio,di ubah menjadi PDF.

    • Ringkasan 

      Penyusunan Anggaran penjualan mengharuskan perusahaan untuk memperkirakan jumlah unit yang akan dijual dan harga jualnya untuk dalam saty periode anggaran. terdapat beberapa metode yang dapat digunakan oleh perusahaan untuk memperkirakan penjualan dalam satu periode anggaran. Metode-Metode tersebut dapat dibagi menjadi dua kelompok besar yaitu metode kualitaitf dan kuantitatif. 

  • Anggaran produksi adalah perencanaan dan pengorganisasian sebelumnya mengenai orang-orang, bahan-bahan, mesin-mesin, dan peralatan lain serta modal yang diperlukan untuk memproduksi barang pada suatu priode tertentu dimasa depan sesuai dengan apa yang dibutuhkan atau diramalkan. Dan adapun tujuan dari perencanaan produksi adalah sebagai berikut :

    • Untuk mencapai tingkat keuntungan tertentu, misalnya berapa hasil yang diproduksi supaya dapat dicapai tingkat keuntungan dengan persentase tertentu dari keuntungan setahun terhadap penjualan yang diinginkan.
    • Untuk menguasai pasar tertentu, sehingga hasil perusahaan ini tetap mempunyai market share tertentu.
    • Untuk mengusahakan supaya perusahaan pabrik ini bekerja pada tingkat efisien tertentu.
    • Untuk mengusahakan dan mempertahankan supaya pekerjaan dan kesempatan kerja yang sudah ada dapat sernakin berkembang.

    • Prosedur Anggaran Produksi


      Suatu produksi dapat berjalan dengan lancar apabila interaksi antara faktor- faktor produksi yang digunakan. Apabila hal tersebut dilakukan dengan sempurna maka akan menghasilkan output yang baik. Dengan adanya pengaturan dalam faktor-faktor produksi tersebut dapat diperbaiki tingkat efektifitas dan efisiensi proses produksi yang akhirnya tujuan manajemen produksi akan dapat dicapai dengan baik.

      Pengolahan faktor-faktor produksi yang ada sebaiknya dilakukan berdasarkan kesempatan yang dimiliki selanjutnya dipilih kesempatan yang mana dapat dicapai, sebenarnya sangat banyak kesempatan terbuka untuk dilaksanakan, tetapi karena adanya keterbatasan dalam faktor-faktor produksi, maka harus dilakukan suatu prosedur sesuai dengan jenis usaha dan kegiatan yang dilakukan. ΓÇ£Secara formal dapat dinyatakan bahwa prosedur merupakan bagian dari urutan kronologis dan cara yang ditetapkan untuk melaksanakan suatu pekeljaan. Urutan kronologis tugas- tugas merupakan ciri khas dari setiap prosedur, sebuah prosedur menunjukkan bagaimana masing-masing tugas akan dilaksanakan dan siapa yang akan melaksanakannyaΓÇ¥.

      Untuk itu peranan prosedur perencanaan produksi dalam setiap perusahaan sangat besar, karena seluruh tugas yang dilakukan dalam proses produksi harus ditetapkan dalam rencana. Dalam menetapkan prosedur perencanaan maka pimpinan harus memperhatikan tahapan-tahapan sebagai berikut:

      • Menetapkan tujuan maupun serangkaian tujuan
      • Merumuskan keadaan saat ini
      • Mengidentifikasikan segala kemudahan dan hambatan
      • Mengembangkan rencana atau serangkaian kegiatan untuk mencapai tujuan

      Anggaran Produksi
      Faktor-faktor yang Mempengaruhi Anggaran Produksi

      Untuk dapat membuat suatu perencanaan yang baik haruslah diperhatikan masalah yang terdapat didalam perusahaan dan masalah-masalah yang datangnya dari luar perusahaan. Masalah tersebut seperti kapasitas mesin dan peralatan produktifitas, tenaga kerja, kemampuan pengadaan, dan penyediaan bahan baku yang merupakan variabel-variabel dibawah kekuasaan pimpinan perusahaan. Sedangkan masalah yang datang dari luar perusahaan berupa kebijaksanaan pemerintah, inflasi, bencana alam, dan sebagainya. Selain dari masalah diatas, perlu juga dipertimbangkan faktor-faktor sebagai berikut:

      a. Sifat dari proses produksi

      Sifat dari proses produksi dapat dibedakan atas proses:

      1. Proses produksi terputus-putus (intennitten proces).
        Proses yang aliran barang baku sampai menjadi produksi akhir perusahaan tidak mempunyai pola yang pasti atau berubah-ubah contohnya perusahaan percetakan, jasa, reprerasi, pabrik, kapal, dan sebagainya.

      2. Proses produksi terus menerus (continuous process)
        Pada perusahaan yang menyusun perencanaan produksi yang berdasarkan proses produksi terus menerus, melakukan perencanaan produksinya berdasarkan ramalan penjualan, dimana kegiatan produksi tidak dilakukan menurut pesanan akan tetapi untuk memenuhi pasar dan jumlah yang besar, serta berulang-ulang dalam jangka waktu tertentu.

      b. Jenis dan mutu dari barang yang diproduksi

      Ada beberapa hal yang mengenai jenis dan sifat produksi yang perlu diketahui dan diperhatikan perusahaan dalam menyusun perencanaan produksi:

      1. Mempelajari dan menganalisa jenis barang yang diproduksi sejauh mungkin
      2. Apakah produk yang diproduksi itu merupakan konsumen goods.
      3. Sifat dan produksi yang akan dihasilkan apakah merupakan barang yang akan tahan lama atau tidak.
      4. Sifat dari produksi dan permintaan barang yang akan dihasilkan apakah musiman atau sepanjang masa.

      c. Sifat dan barang yang diproduksi apakah barang baru atau barang lama

      Jika akan dihasilkan barang yang baru maka diadakan riset pendahuluan mengenal:

      1. Lokasi perusahaan, apakah perlu diletakkan berdekatan dengan sumber bahan mentah ataukah dekat dengan pasar.
      2. Jumlah barang yang akan diproduksi
      3. Sifat permintaan barang ini apakah musiman atau sepanjang masa.
      4. Dalam hal-hal yang dibutuhkan untuk memulai produksi tersebut.

      Faktor-faktor Internal dan Eksternal dalam Penyusunan Budget Produksi

      Faktor internal adalah faktor-faktor yang berada dalam perusahaan yang mempunyai pengaruh terhadap kelangsungan perusahaan :

      • Penjualan tahun laluΓÇÖbisajadi patokan
      • Kebijakan perusahaan yang berhubungan dengan harga jual
      • Syarat pembayaran barang yang dijual
      • Pemilihan saluran distribusi
      • Tenaga kerja yang dimiliki perusahaan (Quantitatif atau Qualitatif)
      • Modal kerja yang dimiliki perusahaan (Current asset -Current liabilities)
      • Fasilitas yang dimiliki perusahaan
      • Kebijaksanaan perusahaan yang dimiliki perusahaan dibidang-bidang lain.

      Faktor-faktor eksternal/ faktor luar perusahaan, tapi memiliki pengaruh terhadap perusahaan :



    • 1 sks terakhir kalian wajib memberika pertanyaan yang kurang paham di modul atau membuat kesimpulan sebgai absen kalian.

      terima kasih

    • Pengumuman


      Modul saya share di Group WA. OKE

      Tugas libur dulu lah ya minggu ini... minggu depan kita langsung latihan oke

    • Ringkasan


      Anggaran Produksi merupakan anggaran yang merencanakan secara lebih terperinci tentang jumlah unit/nilai barang yang akan diproduksi oleh perusahaan selama periode yang akan datang. Anggaran produksi adalah suatu perencanaan mengenai jumlah unit produk yang akan diproduksi selama periode yang akan datang, yang di dalamnya mencakup rencana mengenai jenis (kualitas), jumlah (kuantitas), waktu (kapan) produksi akan dilakukan. Anggaran produksi berarti anggaran kegiatan, karena produksi adalah proses kegiatan membuat produk. Produksi tidak perlu dianggarkan, tetapi dijadwalkan.
      Anggaran produksi berguna untuk pedoman kerja, koordinasi kerja, dan pengendalian kerja divisi produksi. Semua level manajer di divisi produksi harus bekerja berdasar anggaran produksi.

    • Masih Lanjutan Materi Mengenai Anggaran Produksi Yach... 

    • Please Dikerjakan Latihan Anggaran Produksi, Nanti Malem Saya share Jawabannya...

      Kalian Kerjakan dulu... sesuai dengan batas waktunya..

      Kerjakan di Polio Yach.... ditulis tangan.. 

    • Note :
      Pertemuan ini kita hari ini hanya latihan bersama dalam penyusunan anggaran produksi.... 
      selamat bulan suci Ramadhan yach... mohon Maaf Lahir dan Batin semuanya....
  • Pengertian Tujuan dan Komponen  Anggaran Bahan Baku

    Untuk menghindari tidak tepatnya persediaan bahan baku, maka diperlukan suatu perencanaan sebagai alat untuk mengendalikan bahan baku agar sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Salah satu cara pengendalian tersebut adalah dengan penyusunan budget (anggaran). Anggaran  bahan baku adalah anggaran yang berhubungan dan merencanakan secara sistematis serta lebih terperinci tentang penggunaan bahan baku untuk proses produksi selama periode tertentu yang akan datang.

    Tujuan Anggaran Bahan Baku.
    Tujuan anggaran bahan baku antara lain adalah:
    1. Memperkirakan jumlah kebutuhan bahan baku.
    2. Memperkirakan jumlah pembelian bahan baku yang diperlukan.
    3. Sebagai dasar untuk memperkirakan kebutuhan dana yang diperlukan untuk melaksanakan pembelian bahan baku.
    4. Sebagai dasar penyusunan produk costing yakni memperkirakan komponen harga pokok pabrik karena penggunaan bahan baku dalam proses produksi.
    5. Sebagai dasar untuk melaksanakan fungsi pengawasan dalam bahan baku.
    Komponen Anggaran Bahan Baku.
    Anggaran bahan mentah terdiri dari 4 komponen :
    1. Anggaran  kebutuhan bahan baku (direct materials used budget).
    2. Anggaran pembelian bahan baku (direct materials purchases budget).
    3. Anggaran persediaan bahan baku (cost of direct materials budget).
    4. Anggaran biaya bahan baku yang habis digunakan dalam produksi.

    • Fungsi Anggaran Kebutuhan Bahan Baku
       Ada 2 fungsi penting anggaran bahan baku, yaitu :
      1. Sebagai dasar untuk menyusun budget pembelian bahan mentah, jumlah satuan bahan mentah yang dibeli ditentukan oleh beberapa banyak satuan bahan mentah yang dibutuhkan oleh berapa banyak satuan bahan mentah dibutuhkan dalam proses produksi.
      2. Sebagai dasar untuk menyusun anggran biaya bahan mentah besarnya biaya bahan mentah ditentukan oleh berapa banyak satuan bahan mentah tersebut dibutuhkan untuk proses produksi.
      3. Sebagai Data dan informasi untuk menyusun anggaran kebutuhan bahan mentah
      Manfaat Anggaran Kebutuhan Bahan Baku
      Anggaran bahan baku mempunyai 3 kegunaan pokok yaitu :
      a.    Sebagai pedoman kerja.
      b.    Sebagai alat untuk menciptakan koordinasi kerja.
      c.    Sebagai alat untuk melakukan pengawasan kerja.

      Data dan Informasi Untuk Menyusun Anggaran Kebutuhan Bahan Baku
      Data dan informasi digunakan untuk menyusun anggaran kebutuhan bahan baku adalah:
      1. Rencana produksi yang tertuang dalam anggaran yang akan diproduksi. Khususnya tentang jumlah dari masing-masing jenis barang yang akan diproduksi dari waktu ke waktu selama periode tertentu. 
      2. Berbagai standar pemakaian bahan baku dari masing-masing bahan baku untuk proses produksi, yang ditetapkan dan berlaku di perusahaan. Standar pemakaian bahan baku diperlukan untuk mengendalikan efisiensi pemakaian bahan baku (controlling).
      Pengertian Anggaran Persediaan Bahan Baku

      Anggaran Persediaan Bahan Baku merupakan suatu perencanaan yang terperinci atas kuantitas bahan baku yang disimpan sebagai persediaan. Pada penyusunan anggaran kebutuhan bahan baku dan anggaran pembelian bahan baku, tampak bahwa masalah nilai persediaan awal dan persediaan akhir bahan baku selalu diperhitungkan. Setiap perusahaan dapat mempunyai kebijaksanaan dalam menilai persediaan yang berbeda. Tetapi pada dasarnya kebijaksanaan tentang penilaian persediaan dapat dikelompokkan menjadi:

      1. Kebijaksanaan FIFO (First In First Out). Kebijaksanaan  FIFO, bahan baku yang lebih dahulu digunakan untuk produksi adalah bahan baku yang lebih dahulu masuk di gudang, sehingga sering pula diterjemahkan ΓÇ¥pertama masuk pertama keluarΓÇ¥. Dengan kata lain, penilaian bahan baku di gudang nilainya diurutkan menurut urutan waktu pembeliannya. 
      2. Kebijaksanaan LIFO (Last In First Out). Kebijaksanaan  LIFO adalah harga bahan baku yang masuk ke gudang lebih akhir justru dipakai untuk menentukan nilai bahan baku yang digunakan dalam produksi, meskipun pemakaian fisik tetap diurutkan menurut urutan pemasukannya.
      Besarnya bahan baku yang harus tersedia untuk kelancaran proses produksi tergantung :
      1.      Volume produksi selama satu periode waktu tertentu. ( dapat dilihat pada anggaran biaya produksi).
      2.      Volume bahan baku minimal , yang disebut safety stock ( persediaan besi).
      3.      Besarnya pembelian yang ekonomis (economical order quantity).
      4.      Estimasi tentang naik turunya harga bahan baku pada waktu mendatang.
      5.      Biaya penyimpanan dan pemeliharaan bahan baku.
      6.      Tingkat kecepatan bahan baku menjadi rusak.
      Persediaan Besi (safety stock)
      Persediaan Besi (safety stock) adalah persediaan minimal bahan baku yang harus dipertahankan untuk menjamin kelangsungan proses produksi. Persediaan besi ditentukan oleh :
      1. Kebiasaan leveransir menyerahkan bahan baku yang dipesan apakah selalu tepat waktu atau tidak. Bila leveransir selalu tepat menyerahkan pesanan kita maka resiko kehabisan bahan baku relative kecil, sehingga persediaan besi tidak perlu terlalu besar. Sebaliknya biaya bahan baku yang dipesan, maka resiko kehabisan bahan baku relative besar, sehingga perlu persediaan besi yang cukup besar pula.
      2. Jumlah bahan baku yang dibeli setiap kali pemesanan.  Jumlah bahan baku yang dibeli besar berarti persediaan rata rata di atas safety stock besar pula, sehingga resiko kehabisan bahan baku relative kecil.
      3. Dapat diperkirakan atau tidak kebutuhan bahan baku secara tepat. Bagi perusahaan yang dapat memperkirakan jumlah kebutuhan bahan baku secara tepat, maka resiko kehabisan bahan baku kecil (karena bahan baku yang dibutuhkan sudah disediakan sepenuhnya).
      4. Perbandingan antara biaya penyimpanan bahan baku dan biaya extra karena kehabisan bahan baku. Biaya penyimpanan tampak besar daripada biaya extra akibat kehabisan bahan baku maka tidak perlu adanya persediaan besi yang terlalu besar.
      Pengertian Anggaran Pembelian Bahan Baku (Direct Materials Purchases Budget)
      Anggaran Pembelian Bahan Baku adalah Anggaran yang merencanakan secara sistematis dan lebih terperinci tentang kuantitas pembelian bahan baku guna memenuhi kebutuhan untuk produksi dari waktu kewaktu selama periode tertentu. Anggaran bahan baku berisi rencana kuantitas bahan baku yang harus dibeli oleh perusahaan dalam periode waktu mendatang.
      Hal ini harus dilakukan dengan hati-hati dalam hal :
      • Jumlah pembelian
      • Waktu pembelian
      Apabila bahan baku yang dibeli terlalu besar akan mengakibatkan :
      -    Bertumpuknya bahan baku di gudang, yang mengakibatkan penurunan kualitas.
      -    Terlalu lama bahan baku ΓÇ£menungguΓÇ¥ giliran diproses.
      -    Biaya penyimpanan terlalu besar.
      Apabila jumlah bahan baku yang dibeli terlalu kecil juga mendatangkan resiko:
      -    Terhambatnya kelancaran proses produksi akibat kebiasaan bahan baku.
      -    Timbulnya biaya tambahan untuk mencari bahan baku pengganti secepatnya.

      Fungsi Anggaran Pembelian Bahan Baku :
      Fungsi Anggaran pembelian bahan baku antara lain:
      1. Sebagian dasar untuk menyusun anggaran biaya bahan baku, karena besarnya nilai biaya bahan baku ditentukan oleh harga beli dari bahan baku yang bersangkutan. Sedangkan harga beli tersebut terdalam anggaran pembelian bahan baku.
      2. Sebagai dasar untuk menyusun anggaran kas, karena pembelian tunai bahan baku akan mengakibatkan pengeluaran kas.
      3. Sebagai dasar untuk menyusun anggaran utang, karena pembelian kredit akan mengakibatkan bertambahnya utang perusahaan.
      Kegunaan anggaran pembelian bahan baku
      Ada 3 kegunaan  pokok anggaran pembelian bahan baku, yakni:
      a.    Sebagai pedoman kerja.
      b.    Sebagai alat manajemen untuk menciptakan koordinasi kerja.
      c.    Sebagai alat manajemen untuk melakukan evaluasi atau pengawasan kerja.

      Bentuk Format Dasar Anggaran Persediaan Bahan Baku
      Anggaran Persediaan Bahan Baku disusun untuk merencanakan persediaan di masa yang akan datang. Faktor persediaan ini menjadi pertimbangan dalam pembelian bahan mentah. Pembelian bahan mentah bisa saja tidak sama dengan jumlah bahan mentah yang diperlukan karena adanya faktor persediaan.
      Dalam Anggaran Persediaan Bahan Baku perlu diperinci hal-hal sebagai berikut:
      1. Jenis bahan baku yang digunakan.
      2. Jumlah masing-masing jenis bahan baku yang tersisa sebagai persediaan.
      3. Harga per unit masing masing jenis bahan baku.
      4. Nilai bahan baku yang disimpan sebagai persediaan.
      Pada prinsipnya tidak ada bentuk format standar Anggaran Persediaan Bahan Baku, yang penting adalah bahwa Anggaran Persediaan Bahan Baku memuat informasi tentang jenis, jumlah, harga dan nilai bahan baku yang menjadi persediaan. Selebihnya disesuaikan dengan kebutuhan dan situasi perusahaan.

    • Apabila ada hal yang ingin ditanyakan terkait modul yang saya sampaikan..

      tak mengerti langkah dan angka yang ada di modul... oke

    • Note :
      Modul Sudah saya share di Group WA anggaran Kelas P1
    • Kerjakan Latihan 4.1. dan Latihan 4.2. yang ada di Modul

  • Penyusunan Anggaran Tenaga Kerja Langsung merupakan Suatu rencana yang menggambarkan berapa besarnya biaya tenaga kerja langsung yang harus dibayarkan pada setiap departemen produksi maupun secara keseluruhan selama satu periode dalam pelaksanaan proses produksi guna menghasilkan produk sesuai dengan rencana produksinya.

    Pada dasarnya Budget tenaga kerja sangat berhubungan erat dengan rencana laba tahunan, mengingat upah tenaga kerja merupakan pas biaya yang paling besar jika dibandingkan dengan biaya lainnya. Budget tenaga kerja harus dikembangkan menurut jam kerja langsung dan biaya kerja langsung dan juga harus dikembangkan menurut tanggung jawab dan menurut priode antara, hal ini penting untuk penaksiran biaya produksi tiap produk. Banyak perusahaan mengembangkan label-label tenaga kerja sebagai cara untuk membantu dalam merencanakan dan mengendalikan seluruh upah tenaga kerja.

    Dengan demikian dapat dikatakan bahwa anggaran tenaga kerja adalah anggaran yang merencanakan secara terperinci tentang upah yang akan dibayarkan kepada tenaga kerja meliputi rencana tentang jumlah waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan satu periode produksi, tarif upah dan waktu (kapan) pengerjaannya.

    • Dalam mempersiapkan penyusunan anggaran ini, terlebih dahulu dibuat maning table yaitu merupakan daftar kebutuhan tenaga kerja dimana berisi tentang penjelasan berbagai hal berikut :
      1.   Jenis atau kualifikasi tenaga kerja yang dibutuhkan
      2.   Jumlah masing ΓÇô masing jenis tenaga kerja pada berbagai tingkat aktivitas
      3.   Masing ΓÇô masing bagian atau divisi yang membutuhkannya

      Jam tenaga kerja langsung dapat dihitung dengan menggunakan berbagai cara dimana salah satunya ialah dengan menganalisis atas gerak dan waktu. Analisis gerak maksudnya ialah pengamatan terhadap berbagai gerakan atau langkah yang dilakukan dalam rangka proses produksi barang tertentu. Sedangkan analisis waktu merupakan perhitungan waktu yang dibutuhkan untuk setiap langkah atau gerakan yang dilakukan dalam rangka proses produksi tersebut.

      Anggaran tenaga kerja merupakan perencanaan khusus tentang jam tenaga kerja langsung (direct labor hour) dan biaya tenaga  kerja langsung (direct labor cost) berdasarkan waktu serta jenis produk yang diproduksi. Jika memungkinkan untuk dibuat secara terpisah antara dua komponen dalam anggaran tenaga kerja langsung, maka dibagi menjadi 2, yaitu :

      1.   Anggaran Jam Tenaga Kerja Langsung
      Anggaran ini disusun dalam rangka merencanakan jumlah waktu yang diperlukan untuk memproduksi sejumlah produk yang telah dianggarkan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunannya yaitu :
      1)  Jenis produk yang akan diproduksi
      2)  Bagian atau divisi yang terlibat dalam proses produksi
      3)  Standar jam kerja langsung per jenis produk
      4)  Waktu produksi (bulanan, triwulan, kuartalan, dst)
      Jadi anggaran jam tenaga kerja langsung ini dapat dihitung dan diketahui dengan menggunakan rumus berikut :
      Anggaran Jam TKL = Produksi (Q) x Standar JKL

      2.   Anggaran Biaya Tenaga Kerja Langsung
      Anggaran biaya tenaga kerja langsung ini disusun untuk merencanakan jumlah dari biaya tenaga kerja langsung yang akan dibayarkan atau dikeluarkan untuk memproduksi sejumlah produk yang telah dianggarkan. Dalam penyusunannya perlu diperhatikan hal ΓÇô hal berikut ini :
      1)  Jumlah jam kerja langsung per masing ΓÇô masing bagian produksi
      2)  Tarif upah per jam kerja langsung yang direncanakan per bagian produksi
      3)  Jumlah biaya tenaga kerja langsung di masing ΓÇô masing bagian produksi
      4)  Waktu produksi barang (bulanan, triwulan, kuartal, semester, tahunan, dst)

      Anggaran biaya tenaga kerja langsung ini dapat dihitung dan diketahui dengan menggunakan perhitungan sebagai berikut :

      Anggaran Biaya TKL = Jumlah JKL x Tarif Upah

      Tujuan Penyusunan Anggaran Tenaga Kerja Langsung
      Tentunya bukan tanpa tujun, sebuah perusahaan membuat suatu anggaran tenaga kerja langsung ini. Tujuan penting yang ingin dicapai oleh perusahaan melalui penyusunan anggaran tenaga kerja langsung ini ialah :
      1.   Merencanakan jumlah kebutuhan tenaga kerja langsung
      2.   Merencanakan tarif upah kerja
      3.   Merencanakan jumlah biaya tenaga kerja langsung sebagai dasar untuk perhitungan anggaran produksi
      4.   Perencanaan kebutuhan dana untuk pembayaran upah tenaga kerja langsung
      5.   Untuk melaksanakan fungsi pengawasan dan pengelolaan tenaga kerja langsung.

      Dengan adanya penyusunan anggaran tenaga kerja langsung ini, perusahaan mengharapkan akan memberikan berbagai manfaat berikut :
      1.   Efisiensi dalam penggunaan tenaga kerja langsung
      2.   Perencanaannya dapat diatur dan direncanakan secara efisien
      3.   Harga pokok produksi dapat dihitung secara tepat
      4.   Sebagai alat pengawasan biaya tenaga kerja langsung

    • Forum ini digunakan untuk menayakan modul yang kurang jelas dan perhitungan yang tidak paham 
    • Kerjakan Latihan 2 sks pertemuan kita ini yach...

    • Modul sudah saya share di group WA
    1. Kerjakan yang menurut anda mudah terlebih dahulu
    2. Kerjakan menggunakan polio
    3. Waktu mengerjakan 4 sks full
    4. Jangan lupa absen yach... 

    • Soal Ujian Tengah Semester Penugasan

      Please baca intruksi soalnya yach... 

      Tersedia sampai 18 Mei 2020, 16:15
    • Manufacturing Overhead Cost atau Biaya Overhead Pabrik adalah semua biaya yang dikeluarkan selama proses produksi kecuali biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung. Biaya yang disingkat dengan BOP ini digunakan untuk menyatakan beberapa biaya tidak langsung yang terkait dengan produk manufakturing yaitu biaya pendukung yang terjadi dalam pembuatan produk. Biaya-biaya ini akan menjadi bagian dari produk dan dialokasikan ke produk dalam berbagai cara. Dalam konsep Akuntansi, Biaya Overhead Pabrik atau BOP sering dianggap sebagai biaya tidak langsung pabrik.

      Biaya Overhead pada dasarnya merupakan pengeluaran atau biaya yang tidak mudah ditelusuri  dan sulit untuk diidentifikasikan dengan unit biaya tertentu sehingga tidak dapat dikaitkan langsung dengan produk dan layanan yang dihasilkan. Namun pengeluaran overhead sangat penting untuk produksi dan operasi bisnis karena memberikan dukungan penting terhadap kegiatan produksi dan operasi bisnis dalam menghasilkan laba perusahaan. Dapat dikatakan bahwa tanpa pengeluaran overhead ini, produksi akan sangat sulit bahkan tidak bisa untuk melakukan kegiatannya.

      Sebagai contoh, untuk memproduksi suatu produk tentunya memerlukan gedung dan listrik maupun utilitas lainnya agar dapat melakukan  kegiatan produksinya, biaya sewa gedung dan listrik ini dikeluarkan untuk keperluan umum operasional perusahaan dan bukan untuk pesanan atau hanya pada produk tertentu. Perusahaan tersebut harus membayar biaya overhead secara berkelanjutan, terlepas dari apakah perusahaan tersebut menghasilkan produk dalam jumlah banyak (volume besar) ataupun sedikit (volume kecil). Misalnya, Perusahaan tetap harus membayar biaya sewa gedung sebesar Rp. 50 juta meskipun jumlah unit yang diproduksinya hanya 1000 unit (volume kecil)  ataupun dalam jumlah besar sebanyak 10.000 unit (volume besar).

      Pengertian Biaya Overhead Pabrik menurut Salman (2013:26), Biaya Overhead adalah biaya produksi yang dikeluarkan perusahaan selain biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung. Biaya overhead pabrik meliputi biaya bahan pembantu atau penolong, biaya penyusutan aktiva pabrik, biaya sewa gedung pabrik, dan biaya overhead lain-lain.

      Jenis-jenis Biaya Overhead Pabrik (BOP)

      Biaya Overhead Pabrik dapat digolongkan menjadi beberapa jenis klasifikasi yaitu Jenis-jenis BOP menurut Perilakunya yang berhubungan dengan perubahan volume produksi dan jenis-jenis BOP menurut sifat atau Objek Pengeluarannya.

      A. Jenis-jenis Biaya Overhead Pabrik menurut Perilakunya

      Berdasarkan perilakunya yang berhubungan dengan perubahan volume produksi, BOP dapat dibedakan menjadi 3 jenis yaitu Biaya Overhead Variabel, Biaya Overhead Tetap dan Biaya Variabel Semi-Variabel.

      Pengertian Biaya Overhead Pabrik dan Jenis-jenis Biaya Overhead

      A.1. Biaya Overhead Pabrik Variabel

      Biaya Overhead Variabel adalah biaya overhead yang berubah sebanding dengan perubahan volume produksinya. Dengan kata lain, Biaya Overhead Variabel ini akan meningkat seiring naiknya volume produksi. Sebaliknya, biaya Overhead Variabelnya akan menurun apabila volume produksi mengalami penurunan. Biaya Overhead Pabrik Variabel ini diantaranya adalah Tenaga Kerja tidak langsung, biaya perawatan dan perbaikan mesin serta biaya bahan-bahan penolong.

      A.2. Biaya Overhead Pabrik Tetap

      Biaya Overhead Tetap atau Fixed Overhead Cost adalah biaya overhead yang tidak berubah meskipun terjadi perubahaan pada volume produksinya. Dengan kata lain, Biaya tetap per unit akan berkurang apabila volume produksinya meningkat. Sebaliknya, biaya tetap per unit akan meningkat apabila volume produksi menurun. Biaya Overhead Pabrik yang tetap ini diantranya seperti biaya sewa pabrik atau biaya penyusutan pabrik, biaya penyusutan mesin dan peralatan kerja, biaya hukum dan gaji para ekskutif perusahaan.

      A.3. Biaya Overhead Pabrik Semi-Variabel

      Biaya Overhead Semi-Variabel adalah biaya overhead yang berubah tidak sebanding dengan perubahan volume produksi. Artinya, Biaya Semi-Variabel ini memiliki karakteristik biaya overhead tetap maupun biaya overhead variabel atau juga dapat dikatakan bahwa biaya semi-variabel ini adalah sebagain tetap dan sebagiannya lagi bervariabel. Biaya Overhead Variabel ini dapat tetap pada tingkat kegiatan produksi tertentu dan bervariasi setelah tingkat produksi tersebut. Contoh biaya overhead semi-variabel ini seperti biaya listrik yang pada volume produksi tertentu akan tetap sama namun biaya listrik ini akan meningkat apabila terjadi peningkatkan volume produksi pada tingkat tertentu.

      B. Jenis-jenis Biaya Overhead Pabrik menurut Sifat atau Objek Pengeluarannya

      Berdasarkan sifatnya, Biaya Overhead Pabrik dapat dibedakan menjadi Biaya Bahan Penolong atau Bahan tidak langsung (Indirect Materials), Tenaga Kerja tidak langsung (Indirect Labor), Biaya Tidak Langsung (Indirect Expenses).

      B.1. Biaya Bahan Penolong atau Biaya Bahan Tidak Langsung (Indirect Materials)

      Biaya Bahan Penolong atau Biaya Bahan Tidak Langsung (Indirect Materials) adalah biaya bahan yang digunakan untuk menyelesaikan suatu produk namun dalam jumlah yang relatif kecil serta sulit untuk dilacak keberadaannya di produk jadi. Bahan-bahan tidak langsung atau bahan penolong tersebut contohnya seperti cairan pembersih yang digunakan untuk membersihkan mesin produksi, lem yang digunakan untuk menempelkan kertas pada produksi buku bacaan ataupun sarung tangan yang digunakan oleh pekerja untuk mencegah jejak sidik jari di produksi ponsel dan lain sebagainya.

      B.2. Biaya Tenaga Kerja Tidak Langsung (Indirect Labor)

      Biaya Tenaga Kerja adalah biaya yang dikeluarkan untuk memperkerjakan tenaga kerja yang secara fisik tidak berhubungan dengan proses pembuatan produk atau dengan tujuan untuk membantu para pekerja menghasilkan suatu produk. Contohnya seperti Mandor dan Manager Produksi, Staff Administrasi, Staff Personalia, Staff Akuntansi dan lain sebagainya.

      B.3. Biaya Tidak Langsung (Indirect Expenses)

      Selain biaya bahan penolong dan biaya tenaga kerja tidak langsung, terdapat lagi biaya-biaya tidak langsung lainnya yang tidak terhubung langsung dengan produk atau jasa yang dihasilkan namun tanpa mengeluarkan biaya-biaya tidak langsung tersebut, produksi tidak akan dapat menghasilkan produk yang dibutuhkan. Biaya-biaya ini juga pada dasarnya juga tidak mudah untuk dialokasikan secara akurat ke unit produk yang dihasilkan. Biaya-biaya tidak langsung tersebut seperti biaya listrik, biaya air, biaya asuransi, biaya sewa (gedung, mesin, kendaraan bermotor), biaya penyusutan aset, biaya perawatan dan perbaikan.

      Untuk Perhitungan ada di Modul Anggaran. Terima Kasih.

    • Dedi Putra is inviting you to a scheduled Zoom meeting.

      Topic: Dedi Putra's Zoom Meeting
      Time: Jun 1, 2020 01:00 PM Jakarta

      Join Zoom Meeting
      https://us02web.zoom.us/j/9791844187?pwd=emZVK3RnSjRsOWNROXFQcS96N09NZz09

      Meeting ID: 979 184 4187
      Password: D4rmaj4yA



    • Tugas Overhead Pabrik Penugasan

      Tugas untuk lebih paham mengenai Biaya Overhead Produksi Perusahaan.

      Tersedia sampai 8 Juni 2020, 22:00
    • Ini Ppt Terkait Pertemuan kita hari ini

    • Pada hampir setiap organisasi bisnis, terdapat  sejumlah aktivitas berbeda yang berjalan serempak, seperti penjualan, produksi, pembelian, distribusi, dan pemasaran. Semua aktivitas itu salling berkalitan dengan cara yang sedemikian rupa sehingga aktivitas tersebut mempengaruhi pencapaian tujuan organisasi. Dengan demikian, perencanaan bagi seluruh organisasi berarti perencanaan bagi setiap aktivitas di dalamnya. Di dalam pengelolaan, baik perusahaan besar maupun kecil, perusahaan swasta maupun pemerintah, yang mengejar laba atau tidak setiap harinya selalu berhadapan dengan biaya operasional yang di keluarkan. Masalah biaya operasional pada suatu perusahaan hanya dapat di pecahkan secara memuaskan bila perusahaan tersebut mempunyai pengetahuan tentang biaya yang berkaitan dengannya. Oleh karena itu penyediaan data ΓÇô data sangat penting sebagai alat informasi dalam pengambilan kebijakan dan keputusan oleh manajer perusahaan.
      Penggolongan biaya operasional merupakan proses pengelompokan secara sistematis atas keseluruhan elemen yang  ada di dalam yang lebih ringkas untuk dapat memberikan informasi. Penggolongan biaya operasional tergantung untuk apa biaya tersebut digolongkan dan untuk  apa di perlukan. Tidak ada konsepsi biaya yang dapat memenuhi berbagai macam tujuan, oleh karena itu terdapat bermacam ΓÇô macam penggolongan biaya operasionalSetelah keseluruhan proses yang berkaitan dengan upaya menghasilkan produk untuk perusahaan selesai maka produk tersebut harus disimpan, dijual, dan didistribusikan kepada para pelanggan perusahaan. Tanpa aktivitas penyimpanan yang baik, penjualan kepada konsumen dan pendistribusian yang tepat waktu dan efisien maka semua aktivitas produksi tidak akan ada manfaatnya. Untuk menyimpan, menjual dan mendistribusikan produk perusahaan tersebut diperlukan sejumlah pengeluaran yang berkaitan dengan aktivitas tersebut. Pada bagian lain, sejak proses produksi dimulai hingga selesai dan sejak proses penyimpanan produk hingga pendistribusian produk perusahaan ketangan konsumen, ada bagian tertentu didalam perusahaan yang tidak terkait secara langsung dengan aktivitas produksi dan pemasaran tersebut. Semua aktivitas administrasi kantor, seperti urusan hukum, urusan korespondensi, urusan pajak, telepon, listrik, alat tulis menulis dan sebagainya. Tanpa semua aktivitas tersebut maka organisasi tidak dapat dijalankan. Semua kegiatan tersebut memerlukan biaya yang disesuaikan dengan besarnya organisasi. Anggaran biaya komersial atau biaya operasional adalah semua rencana pengeluaran yang berkaitan dengan distribusi dan penjualan produk perusahaan serta pengeluaran untuk menjalankan roda organisasi.

      Biaya komersial atau biaya opreasional merupakan biaya yang memiliki peran besar di dalam mempengaruhi keberhasilan perusahaan mencapai tujuannya, yaitu memperoleh laba usaha. Karena, produk yang telah dihasilkan perusahaan melalui proses produksi yang panjang harus disampaikan kepada konsumen melalui serangkaian kegiatan yang saling menunjang. Tanpa aktivitas komersial yang terarah maka seluruh produk yang dihasilkan tidak akan memiliki manfaat apapun bagi perusahaan.,Secara umum, biaya komrsial dibagi ke dalam 2 kelompok besar, yaitu sebagai berikut:

      I. BIAYA PEMASARAN
      Biaya pemsaran dimulai pada saat biaya produksi selesai, yaitu pada saat proses produksi selesai dan barang-barang sudah siap untuk dijual. Sedangkan anggaran biaya pemasaran adalah semua rencana pengeluaran yang berkaitan dengan seluruh aktivitas penjualan dan pendistribusian produk perusahaan. Biaya ini mencakup;

      A. Biaya penjualan
      adalah keseluruhan aktivtas yang berkaitan dengan upaya untuk mencari dan memperoleh penjualan produk perusahaan. Biaya ini mencakup biaya iklan, pemberian contoh produk, komisi wiraniaga, biaya demo dan sebagainya

      B. Biaya Pemenuhan Pesanan     
      Biaya pemenuhan pesanan adalah keseluruhan biaya yang dikeluarkan berkaitan dengan upaya untuk memenuhi seluruh produk sesuai keinginan konsumen. Karena itu, mencakup biaya pergudangan, pengepakan, pengiriman, pemberian kredit, dan penagihan, serta administrasi pemasaran.

      Aktivitas perusahaan adalah aktivitas yang sangat vital bagi perusahaan. Tanpa aktivitas pemasaran maka tidak akan ada pendapatan bagi perusahaan. Tanpa perusahaan maka tidak ada laba yang diperoleh perusahaan. Tanpa memperoleh laba usaha maka tujuan perusahaan tidak dapat tercapai. Karena itu, aktivitas pemasaran perlu direncanakan sebaik-baiknya untuk menjamin bahwa produk perusahaan akan dibeli oleh konsumen. Itu berarti, mencakup seluruh aktivitas promosi, pemberian contoh barang, pelatihan untuk tenaga wiraniaga, aktivitas menelepon, dan korespondensi pemasaran hingga pengiriman barang kepada konsumen. Pada dasarnya, biaya pemasaran adalah seluruh biaya yang harus dikeluarkan untuk memindahkan produk perusahaan sejak dari gudang perusahaan hingga ketangan konsumen.
      Anggaran biaya pemasaran mencakup sebagai berikut:

      1.    gaji staf administrasi penjualan,          9.    biaya depresiasi kendaraan pemasaran,
      2.    gaji dan komisi wiraniaga,                  10.   biaya alat dan cetak kantor pemasaran,
      3.    gaji manajer pemasaran,                    11.   biaya korespondensi,
      4.    biaya iklan,                                          12.  biaya angkut,
      5.    biaya pelatihan wiraniaga,                  13.  contoh barang gratis,
      6.    biaya telepon kantor pemasaran,       14.  biaya gudang,
      7.    biaya listrik kantor pemasaran,           15.  biaya pengepakan dan pengiriman, dan
      8.    biaya depresiasi kantor pemasaran,   16.  biaya penagihan

      Sebagian biaya pemasaran bersifat tetap jumlahnya pada setiap periode waktu. Sebagian lagi bersifat fluktuatif sesuai dengan volume aktivitas. Karena itu, didalam proses penyusunan anggaran biaya pemasaran perlu mempertimbangkan factor-faktor yang berpengaruh terhadap biaya-biaya tersebut. Kelompok biaya pemasaran yang merupakan biaya yang bersifat tetap jumlahnya adalah biaya-biaya yang tidak dipengaruhi oleh volume aktivitas, seperti berikut:

      1.    gaji staf administrasi pemasaran,      4.    biaya depresiasi kantor pemasaran,
      2.    gaji wiraniaga,                                   5.    biaya depresiasi gudang, dan
      3.    gaji penyelia wiraniaga,                     6.    biaya depresiasi kendaraan pemasaran.

      Karena itu, biaya pemasaran yang bersifat tetap ini dari satu periode ke periode relative tidak berubah, kecuali terjadi kenaikan biaya yang di sengaja. Kenaikan biaya tetap pemasaran yang disengaja dan direncanakan, seperti kenaikan gaji staf pemasaran, kenaikan gaji wiraniaga, penambahan jumlah wiraniaga, penambahan jumlah kendaraan pemasaran, perluasan gudang dan sebagainya.
      Biaya pemassaran variable adalah biaya pemasaran yang jumlah biayanya yang akan dikeluarkan akan dipengaruhi berbagai tingkat aktivitas yang menjadi dasar alokasi biaya tersebut. Biaya pemasaran variable jumlahnya akan dipengaruhi oleh fluktuasi tingkat aktivitas atau hal-hal yang menjadi pemicu  biaya tersebut. Biaya pemasaran yang bersifat variable dan jumlahnya dipengaruhi oleh berbagai jenis aktivitas adalah sebagai berikut.
      JENIS BIAYA
      DASAR ALOKASI
      Komisi penjualan
      Biaya iklan
      Biaya pergudangan
      Biaya pengepakan
      Biaya pengiriman
      Pemberian kredit dan penagihan
      Administrasi pemasaran
      Jumlah volume penjualan
      Ruang iklan yang digunakan atau jumlah penayangan
      Ukuran volume, bobot ataiu jumlah produk
      Ukuran volume, bobot ataiu jumlah produk
      Ukuran volume, bobot ataiu jumlah produk
      Jumlah pesanan pelanggan, transaksi atau jumlah faktur
      Jumlah pesanan pelanggan, transaksi atau jumlah faktur

      Karena, jumlah biaya jenis ini dipengaruhi secara langsung oleh tingkat aktivitas tertentu, berarti jenis biaya ini adalah biaya yang dapat dikendalikan secara langsung jumlahnya. Jika perusahaan tersebut ingin menurunkan jumlah anggaran biaya  pemasaran variable maka volume aktivitas yang menjadi pemicu biaya tersebut harus dikurangi sesuai dengan jumlah yang dinginkan. Jika perusahaan ingin menambah biaya pemasaran variable maka volume aktivitas biaya tersebut dapat dinaikan sesuai jumlah yang diinginkan.

      Ilustrasi 1 :
      PT.Tintamas, sebuah perusahaan produsen pulpen yang berlokasi di jakarta. Pada bulan November 2003, kantor pemasaran perusahaan ini membuat anggaran berkaitan dengan rencana kerja tahun 2004 untuk mendukung seluruh aktivitas perusahaan dalam mencapai tujuannya. Bagian pemasaran perusahaan ini dikepalai oleh seorang manajer pemasaran, dibantu oleh 4 orang staf pemasaran, 2 orang penyelia wiraniaga, 12 orang wiraniaga, 2 orang karyawan serbas-serbi. Rencana kerja kantor pemasaran PT.Tirtamas adalah sebagai berikut.
      1.      Volume penjualan 1.500.000 unit (setiap 10 unit pulpen dikemas dalam 1 kotak).
      2.    Komisi penjualan Rp.1.000 per kotak untuk wiraniaga dan sebesar Rp.300 per kotak penyelia wiraniaga, sedangkan komisi yang akan diterima oleh manajer pemasaran adalah sebesar Rp.200 per kotak.
      3.      Biaya iklan Koran Rp.2.000.000 per penayangan.
      4.      Biaya iklan dimajalah Rp.3.000.000 per penayangan
      5.  Jumlah penayangan iklan dikoran dan dimajalah masing-masing sebanyak 48 kali setahun.
      6.      Biaya pengepakan sebesar Rp.8000 per b10 kotak.
      7.      Gaji per bulan 4 orang staf pemasaran sebesar Rp.1.500.000 perc orang
      8.      Gaji per bulan manajer pemasaran sebesar Rp.3.000.000
      9.      Gaji perbulan 12 orang wiraniaga sebesar Rp.400.000 per orang
      10.    Gaji per bulan 2 orang penyelia wiraniaga sebesar Rp.800.000 per orang
      11.    Gaji per bulan 2 orang karyawan serba-serbi sebesar Rp.600.000 per orang
      12.    Biaya transportasi diberikan kepada wiraniaga sebesar Rp.200.000 per orang per bulan
      13.    Biaya depresiasi gudung kantor pemasaran sebesar Rp.15.000.000 per tahun
      14.    Biaya depresiasi kendaraan pemasaran sebesar Rp.20.000.000 per tahun
      15.    Biaya depresiasi peralatan kantor sebesar Rp.10.000.000
      16.    Biaya listrik, air dan telepon sebesar Rp.4.000.000 per bulan

      Jawab;
      Berdasarkan data diatas dan keterangan diatas maka anggaran pemasaran PT.Tintamas untuk tahun 2004 adalah sebagai berikut:
      1.   Gaji yang diperoleh manajer pemasaran adalah sebesar Rp.3.000.000 per bulan atau sebesar Rp.36.000.000 per tahun, sedangkan komisi yang diperoleh manajer pemasaran sebesar Rp.200 x 150.000 kotak = Rp.30.000.000. karena, setiap 10 unit pulpen dikemas di dalam 1 kotak maka total penjualan yang direncanakan adalah sebesar 1.500.000 unit : 10 unit = 150.000 kotak.
      2.    Staf pemasaran digaji sebesar Rp.1.500.000 per orang per bulan. Berarti, jumlah gaji yang akan dibayarkan untuk 4 staf pemasaran adalah sebesar (Rp.1.500.000 x 4 x 12 bulan) = Rp.72.000.000 per tahun.
      3.  Sementara itu, gaji yang dibayarkan kepada penyelia wiraniaga adalah sebesar Rp.800.000 per bulan per orang. Maka total gaji 2 orang wiraniaga didalam 1 tahun adalah sebesar (2 x Rp.800.000,00 x 12 bulan) = Rp.19.200.000. karena setiap penjualan 1 kotak pulpen, penyelia memperoleh  komisi sebesar Rp.300 maka komisi yang diterima oleh 2 orang penyelia wiraniaga adalah sebesar = (Rp.300 x 150.000) = Rp.45.000.000 dalam setahun anggaran.
      4.    Setiap wiraniaga memperoleh gaji sebesar Rp.400.000,00 per bulan maka gaji yang dianggarkan untuk 12 orang wiraniaga adalah sebesar = (Rp.400.000 x 12 orang x 12 bulan) = Rp.57.600.000. setiap wiraniaga memperoleh komisi penjualan Rp.1.000 per kotak pulpen maka jumlah komisi penjualan yang dianggarkan untuk seluruh wiraniaga didalam 1 tahun adalah sebesar = (150.000 kotak x Rp.1.000) = Rp.150.000.000.
      5.    Untuk beriklan di Koran dan majalah masing-masing direncanakan sebanyak 48 kali sepanjang tahun 2004 maka anggaran biaya iklan di koran dan di majalah adalah sebesar = 48 x (Rp.2.000.000 + Rp.3.000.000) = Rp.240.000.000.
      6.    Biaya pengepakan adalah sebesar Rp.8.000.000 per kotak, atau sebesar Rp.800 per kotak, sedangkan jumlah pulpen yang direncanakan dijual adalah sebesar 150.000 kotak maka biaya pengepakan total yang dianggarkan adalah sebesar = 150.000 x Rp.800 = Rp.120.000.000.
      7.   Biaya depresiasi gedung, kendaraan, dan peralatan kantor adalah biaya yang relative tidak berubah walaupun terjadi gejolak fluktuasi aktivitas bagian pemasaran. Biaya jenis ini tidak akan berubah dari tahun ke tahun, kecuali terjadi perubahan jumlah atau nilai dari aktiva tetap yang di depresiasikan.
      8.     Dengan demikian, anggaran biaya pemasaran total PT.Tintamas di dalam tahun 2004 adalah sebesar Rp.906.000.000 yang terdiri dari biaya tetap sebesar Rp.292.200.000 dan Rp.613.800.000 biaya variable.


                                                    Anggaran Biaya Pemasaran
      Jenis biaya
      Biaya tetap
      Biaya variable
      Total
      Gaji & komisi manajer pemasaran
      36.000.000
      30.000.000
      66.000.000
      Gaji staf pemasaran
      72.000.000
      72.000.000
      Gaji & komisi penyelia wiraniaga
      19.200.000
      45.000.000
      64.200.000
      Gaji & komisi wiraniaga
      57.600.000
      150.000.000
      207.600.000
      Gaji karyawan serba-serbi
      14.400.000
      14.400.000
      Biaya iklan di majalah
      240.000.000
      240.000.000
      Biaya pengepakan
      120.000.000
      120.000.000
      Biaya transportasi
      28.800.000
      28.800.000
      Biaya depresiasi kendaraan
      20.000.000
      20.000.000
      Biaya depresiasi gedung
      15.000.000
      15.000.000
      Biaya depresiasi peralatan kantor
      10.000.000
      10.000.000
      Biaya listrik, air dan telepon
      48.000.000
      48.000.000
      Jumlah
      292.200.000
      613.800.000
      906.000.000

      Untuk menyusun anggaran pemasaran bulanan, perusahaan hanya perlu melihat alokasi biaya tetap dan anggaran pemasaran variabel. Karena biaya pemasaran tetap tidak dipengaruhi oleh tingkat aktivitas penjualan, maka anggaran biaya pemasaran tetap tahunan langsung dibagi dengan 12 bulan. Sedangkan anggaran biaya pemasaran variabel dipengaruhi langsung oleh volume penjualan produk atau aktivitas lainnya pada bulan tertentu, maka alokasinya didasarkan pada volume penjualan aktivitas pada bulan tersebut.
      Dalam ilustrasi 1 ini alokasi penjualan produk dilakukan secara merata sepanjang tahun, maka anggaran biaya pemasaran perusahaan dibagi secara merata pada setiap bulan yang ada.
      Gaji & komisi manajer Pemasaran dianggarakan Rp. 66.000.000 yg terdiri dari:
      Biaya tetap = Rp. 36.000.000 & biaya variabel = Rp. 30.000.000
      Rp. 36.000.000 / 12 bln = Rp 3.000.000
      Rp. 30.000.000 / 12 bln = Rp. 2.500.000
      Rp. 3.000.000 + Rp. 2.500.000 = Rp. 5.500.000 per bulan
      Semua jenis biaya pemasaran lainnya dihitung dengan cara yg sama

                                       Anggaran Biaya Pemasaran Bulanan (dalam ribuan)
      Jenis Biaya
      Bulan
      Triwulan
      Total
      Jan
      Feb
      mar
      2
      3
      4
      Gaji dan komisi Manajer pemasaran
      5.500
      5.500
      5.500
      16.500
      16.500
      16.500
      66.000
      Gaji staf pemasaran
      6.000
      6.000
      6.000
      18.000
      18.000
      18.000
      72.000
      Gaji & komisi penyelia wiraniaga
      5.350
      5.350
      5.350
      16.050
      16.050
      16.050
      64.200
      Gaji & komisi wiraniaga
      17.300
      17.300
      17.300
      51.900
      51.900
      51.900
      207.600
      Gaji karyawan serba serbi
      1.200
      1.200
      1.200
      3.600
      3.600
      3.600
      14.400
      Biaya iklan majalah & tv
      20.000
      20.000
      20.000
      60.000
      60.000
      60.000
      240.000
      Biaya pengepakan
      10.000
      10.000
      10.000
      30.000
      30.000
      30.000
      120.000
      Biaya transportasi
      2.400
      2.400
      2.400
      7.200
      7.200
      7.200
      28.800
      Biaya penyusutan kendaraan
      1.500
      1.500
      1.500
      4.500
      4.500
      4.500
      18.000
      Biaya penyusutan gedung
      1.250
      1.250
      1.250
      3.750
      3.750
      3.750
      15.000
      Biaya penyusutan peralatan kantor
      1.000
      1.000
      1.000
      3.000
      3.000
      3.000
      12.000
      Biaya daya dan jasa
      4.000
      4.000
      4.000
      12.000
      12.000
      12.000
      48.000
      Jumlah
      75.500
      75.500
      75.500
      226.500
      226.500
      226.500
      226.500


      II. BIAYA ADMINISTRASI DAN UMUM
      Selain aktivitas pemasaran, perusahaan memerlukan aktivitas keorganisasian. Aktivitas keorganisasian merupakan kegiatan administrative dan manajerial yang mengarahkan dan mendukung aktivitas lain didalam perusahaan. Anggaran biaya administrasi dan umum adalah semua rencana biaya yang berkaitan dengan aktivitas untuk mengatur dan mengendalikan organisasi.
      Aktivitas administrasi dan umum mencakup keseluruhan aktivitas umum perusahaan diluar aktivitas produksi dan pemasaran. Karena itu, lingkup kegiatan administrasi dan umum sangat luas, mencakup sebagai berikut:
      1. Gaji staf administrasi,                                    5. Biaya korespondensi,
      2. Gaji manajer dan direktur,                             6. Biaya telepon kantor administrasi,
      3. Biaya sewa (kantor, kendaraan, dsb),           7. Biaya listrik kantor administrasi,
      4. Biaya urusan hukum,                                     8. Biaya bunga kredit, dll

      Biaya administrasi dan umum adalah biaya yang jumlahnya relative tidak dipengaruhi oleh tingkat aktivitas perusahaan. Biaya ini juga tergolong biaya yang tidak berubah dari waktu ke waktu, kecuali memang direncanakan untuk berubah. Perubahan besarnya biaya administrasi dan umum, khususnya perubahan yang berupa penambahan biaya, dapat disebabkan oleh berbagai hal, baik yang direncanakan secara internal maupun factor eksternal yang tidak terhindarkan, seperti kenaikan gaji direksi, kenaikan gaji pegawai, kenaikan tarif listrik, air, dan telepon.

      Ilustrasi 2:
      Sebuah perusahaan balpoint. Pada bulan Nov 2016 , kantor pemasaran perusahaan ini membuat anggaran berkaitan dengan rencana kerja tahun 2017. Pada tahun 2016 merancang anggaran untuk administrasi & umm adalah sebagai berikut:
      Gaji 4 staf sebesar Rp. 96.000.000,                          Biaya listrik Rp. 18.000.000
      Gaji manajer Rp. 72.000.000,                                    Biaya ATK Rp. 12.000.000
      Gaji direktur Rp. 84.000.000,                                     Biaya peny gedung Rp. 15.000.000
      Biaya sewa kendaraan Rp. 36.000.000,                    Biaya peny.kend Rp. 24.000.000
      Biaya korespondensi Rp. 6.000.000,                         Admn lainnya Rp. 9.000.000
      Biaya telepon Rp. 12.000.000
      Untuk tahun 2017 perusahaan menganggarkan kenaikan biaya administrasi & umum, perubahan tersebut mencakup:
      -          Kenaikan gaji staf administrasi sebesar 20%
      -          Kenaikan gaji manajer & direktur masing2 20% & 15%
      -          Merekrut 2 orang staf admin baru dgn gaji per bulan Rp. 1.500.000 per orang
      -          Tarif listrik naik 20%

      Jawab;
      1.    Gaji 4 org staf admin naik 20%
      Rp. 96.000.000 x 20% = Rp. 115.200.000
      ditambah rencana penambahan 2 org staf dgn gaji Rp. 1.500.000
      Rp. 1.500.000 x 12 bln x 2org = Rp. 36.000.000
      Rp. 36.000.000 + Rp. 115.200.000 = Rp. 151.200.000
      2.    Gaji manajer naik 20% ΓåÆ Rp. 72.000.000 x 20% = Rp. 86.400.000
      Gaji direktur naik 15% → Rp. 84.000.000 x 15% = Rp. 96.600.000
      3.    Listrik naik 20% ΓåÆ Rp. 18.000.000 x 20% = Rp. 21.600.000
      4.    Karena biaya2 lain tidak berubah maka biaya administrasi & umum untuk tahun 2017 sbb

                       Anggaran Biaya Adminisrasi & Umum
      Jenis Biaya
      Jumlah
      Gaji staf admin
      151.200.000
      Gaji manajer
      86.400.000
      Gaji direktur
      96.600.000
      Biaya sewa kendaraan
      36.000.000
      Biaya korespondensi
      6.000.000
      Biaya telepon
      12.000.000
      Biaya listrik
      21.600.000
      Biaya ATK
      12.000.000
      Biaya peny. Gedung
      15.000.000
      Biaya Peny. Kend
      24.000.000
      Biaya admn lainnya
      9.000.000
      Jumlah
      469.800.000

      Biaya Administrasi dan umum cenderung memiliki sifat tetap, sehingga tidak dipengaruhi secara langsung oleh aktivitas tertentu, karena itu biaya administrasi dan umum cenderung dialokasikan dalam jumlah yang sama dari bulan ke bulan, kecuali terdapat rencana kerja yang khusus pada bulan tertentu. Dalam kasus ini maka anggaran biaya administrasi dan umum dibagi secara merata pada setiap bulannya

                        Anggaran Biaya Adminisrasi & Umum Bulanan (dalam ribuan)
      Jenis Biaya
      Bulan
      Triwulan
      Total
      Jan
      Feb
      mar
      2
      3
      4
      Gaji staf admin
      12.600
      12.600
      12.600
      37.800
      37.800
      37.800
      151.200
      Gaji manajer
      7.200
      7.200
      7.200
      21.600
      21.600
      21.600
      86.400
      Gaji direktur
      8.050
      8.050
      8.050
      24.150
      24.150
      24.150
      96.600
      Biaya sewa kendaraan
      3.000
      3.000
      3.000
      9.000
      9.000
      9.000
      36.000
      Biaya korespondensi
      500
      500
      500
      1.500
      1.500
      1.500
      6.000
      Biaya telepon
      1.000
      1.000
      1.000
      3.000
      3.000
      3.000
      12.000
      Biaya listrik
      1.800
      1.800
      1.800
      5.400
      5.400
      5.400
      21.600
      Biaya ATK
      1.000
      1.000
      1.000
      3.000
      3.000
      3.000
      12.000
      Biaya peny. Gedung
      1.250
      1.250
      1.250
      3.750
      3.750
      3.750
      15.000
      Biaya Peny. Kend
      2.000
      2.000
      2.000
      6.000
      6.000
      6.000
      24.000
      Biaya admn lainnya
      750
      750
      750
      2.250
      2.250
      2.250
      9.000
      Jumlah
      39.150
      39.150
      39.150
      117.450
      117.450
      117.450



    • Tugas Anggaran Biaya Operasional Penugasan
      Tersedia sampai 15 Juni 2020, 10:00
    • https://us02web.zoom.us/j/9791844187?pwd=emZVK3RnSjRsOWNROXFQcS96N09NZz09

    • ANGGARAN LABA RUGI

      penyusunan anggaran laba rugi bertujuan memberikan informasi kepada pihak manejemen tentang perkiraan laba rugi bersih yang akan di tanggung oleh perusahaan dalam satu periode anggaran. Informasi-informasi yang dibutuhkan dalam penyusuunan anggaran laba rugi dari anggaran-anggaran yang telah disusun sebelumnya.
             dibawah ini adlah sumber-sumber informasi yang dibutuhkan dalam penyusunan anngaran laba rugi.

      1. Anggaran penjualanmenyidiakan informasi tentang perkiran nilai penjualan dalam satu periode anggaran
      2. Anggaran produksi menyediakan informasi tentang nilai persedian awal dan akhir barang jadi yang akan digunakan dalam perhitungan beban pokok penjualan di anggaran laba rugi
      3. Anggaran biaya produksi menyidakan informasi tentang produksi dalam satu periode anggaran.Biaya produksi barang jadi meliputi biaya pemakain bahan baku langsung, dan biaya tenaga kerja lansung, dan biaya overhead produksi. Informasi ini diperlukan untuk menghitung beban pokok penjualan dalam anggaran laba rugi.
      4. Anggaran beban oprasi menyediakan informasi tentang perkiraan nilai beban penjualan dan adm perusahaan 
      5. Anggaran pajak penghasilan badan ,tarif pajak penghasilan adan diperlukan untuk menetukan jumlah beban pajak penghasilan yang harus ditanggung oleh peusahaan dalam satu periode anggaran.
      6. Anggaran kas menyediakan informasi tentang beban bunga,pendapatan bunga,dan beban piutang tak tertagih.

      Teknis penyusunan anggaran laba rugi 
      Berikut ini adalah informasi yang dibutuhkan oleh PT.kenari untuk menyusun anggaran laba rugi bulan april 2016

      1.      Anggaran produksi bulan maret 2016 menyajiakan informasi sebagai berikut

      PT.kenari
      Bulan april 2016
      Sepatu
      Penjualan (unit)
      8.000
      Ditambah: Persediaan akhir barang jadi
      4000
      Jumlah barang jadi yang dibutuhkan
      12.000
      Dikurang: Persediaan awal barang jadi
      2.000
      Jumlah Barang jadi yang akan diproduksi
      10.000

      2.      Harga jual barang jadi perunit selama bulan april 2016di perkirakan sebesar Rp.100.000
      3.      Perusahaan menggunakan meode rata-rata dalam menghiung biaya persediaan dan beban pokok penjualan.
      4.      Total biaya persediaan barang jadi per 1 april sebesar 80.000.000
      5.      Biaya produksi selama bulan april di perkirakan 300.000.000
      6.      Pajak penghasilan di perkirakan sebesar 30%
      7.      Beban penjualan untuk bulan april di perkirakan sebesar 40.000.000
      8.      Beban umum dan administrasi untuk bulan april di perkirakan sebesar 20.000.000
      9.      Beban bunga bulan april di perkirakan sebesar 20.000.000



      Anggaran laba rugi PT.kenari
      PT.kenari
      ANGGARAN LABA RUGI
      UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA 31 APRIL 2016
      Penjualan

      800.000.000
      Beban pokok penjualan


      Saldo awal persediaan barang jadi
      80.000.000

      Biaya produksi
      300.000.000

      Persediaan barang jadi tersedia untuk dijual
      380.000.000

      Dikurangi:persediaan akhir barang jadi
      152.000.000

      Beban pokok penjualan

      228.000.000
      Laba kotor yang dianggarkan

      572.000.000
      Beban operasi


      Beban penjualan
      40.000.000

      Beban administrasi
      20.000.000
      60.000.000
      Laba operasi yang di anggarkan

      512.000.000
      Pendapatan dan beban lain-lain


      Beban bunga
      20.000.000
      20.000.000
      Laba sebelum pajak penghasilan

      492.000.000
      Perkiraan beban pajak penghasilan

      147.600.000
      Laba bersih yang di anggarkan

      344.400.000



      unit
      Biaya(Rp)
      Produksi bulan oktober
      8.000
      300.000.000
      Persediaan barang jadi awal
      2.000
      80.000.000
      Persediaan barang jadi tersedia dijual
      10.000
      380.000.000

      Langkah 1.
      Membuat format anggaran laba rugi PT.kenari
      Langkah 2.
      Masukkan perkiraan nilai penjualan untuk bulan april kedalam format anggaran penjualan. Nilai penjualan di peroleh dengan mengalihkan jumlah barang jadi yang akan diperkirakan akan dijual selama bulan april dengan harga jual perunit nya 800.000.000 (100.000 x 8.000 unitnya).
      Langkah 3.
      Masukkan data-data  yang telah diberikan pada kasus di atas ke dalam format anggaran laba rugi. Informasi yang telah diberikan adalah biaya persediaan barang jadi awal, biaya produksi, beban penjualan, beban adm & umum, serta beban bunga untuk bulan april 2016
      Langkah 4.
      Hitung nilai persediaan barang jadi, setelah itu hasilnya dimasukkan ke format anggaran laba rugi.
      Berikut perhitungan nilai persediaan akhir barang jadi dengan menggunakan asumsin arus biaya rata-rata.


      Unit
      Biaya(Rp)
      Produksi bulan oktober
      8.000
      300.000.000
      Persediaan barang jadi awal
      2.000
      80.000.000
      Persediaan barang jadi tersedia dijual
      10.000
      380.000.000

      Biaya rata-rata persediaan untuk dijual sebesar 38.000 ( 380.000.000 : 10.000 unit ). Adapun biaya ersediaan akhir barang jadi adalah 152.000.000 ( 38.000 x 4.000 unit ).\
      Langkah 5.
      Hitunglah beban pokok penjualan, laba kotor, laba operasi, pendapatan, beban lain-lain, dan laba sebelum pajak penghasilan, perhatikan operasi penambahan atau pengurangan untuk memperoleh informasi-informasi di atas.
      Langkah 6.
      Hitunglah perkiraan beban pajak penghasilan yang di peroleh dengan mengalikan laba sebelum pajak pebghasilan dengan tariff pajak penghasilan badan. Perkiraan pajak penghasilan badan adalah 147.600.000 ( 492.000.000 x 30% ).
      Langkah 7.


      Selesaikan penyusunan anggaran laba rugi dengan menghitung laba bersih yang di anggarkan dengan mengurangkan laba sebelum pajak penghasilan dengan perkiraan beban pajak penghasilan.

    • Tugas Anggaran L.R Penugasan

      Kerjakan Soala No 1 Yach.... 
      Semangat...

      Tersedia sampai 20 Juni 2020, 13:00
    • Dedi Putra is inviting you to a scheduled Zoom meeting.

      Join Zoom Meeting
      https://us02web.zoom.us/j/9791844187?pwd=emZVK3RnSjRsOWNROXFQcS96N09NZz09

      Meeting ID: 979 184 4187
      Password: D4rmaj4yA

      Masuk Sini dulu Yach...... Wajib

    • Kas merupakan salah satu aset yang menentukan berjalan atau tidaknya operasional perusahaan. Bahkan perusahaan harus memastikan ada kas untuk periode yang akan datang beberapa bulan sebelum periode baru dimulai. Tanpa adanya kas, dipastikan masalah keuangan suatu usaha akan terhambat. Meskipun dalam jangka pendek mungkin bukan suatu masalah yang besar tetapi jika dibiarkan secara terus menerus maka perusahaan dapat mengalami defisit. Karenanya perusahaan memiliki tugas yang besar untuk mengendalikan kas. Sehingga dalam menjalankan operasional untuk menjaga kelangsungan hidupnya, perusahaan juga harus membuat pengendalian kas yang efektif. Lalu, bagaimana caranya?

      Apa itu Anggaran Kas?

      Menurut peneliti, anggaran kas merupakan suatu alat yang dapat dipakai oleh atasan untuk mengontrol kebutuhan-kebutuhan jangka pendek dan ketahui kekurangan dan kelebihan uang selama periode berjalan anggaran atau budget. seterus itu, anggaran kas juga disebut sebagai anggaran yang direncana dalma cara rinci tentang semua jumlah kas dan setiap perubahan  dari waktu ke waktu selama periode berjalan di masa yang akan datang, perubahan yang disebut penerimaan atau pengeluaran.

      Tujuan Anggaran Kas

      Untuk sebuah perusahaan untuk mencari tahu keadaan surplus atau defisit kasnya, tidak bakalan bisa kalau hanya melihat di aktifitas operasionalnya tapi harus dari kas yang sudah dikerjain. jadi, anggaran kas dibuat untuk tujuan sebagai berikut:

      1. sebagai alat pantau keadaan kas secara berlangsung.
      2. sesuaikan kas dengan keseluruhan modal kerja, biaya, pendapatan penjualan dan utang.
      3. menampilkan gambaran posisi kas akhir di setiap periode dari kegiatan operasionalnya.
      4. mendapatkan kekurangan dan kelebihan kas, serta dapati kebutuhan pembiayaan dari lebihnya kas untuk investasi.
      5. ukur hasil atas target yang sudah dibuat.
      6. Alat mengontrol dan mengintegrasikan aktifitas.

      Langkah-langkah dalam penyusunan anggaran kas adalah sebagai berikut:

      1. Menyusun anggaran penagihan piutang.
      2. Menyusun anggaran penerimaan kas.
      3. Menyusun anggaran pengeluaran kas.
      4. Menyusun anggaran kas yang sifatnya sementara
      5. Memperkirakan pembayaran bunga
      6. Menyusun anggaran kas akhir

      CONTOH KASUS

      Data yang dimiliki PT. MAJU untuk tahun 2003 adalah sebagai berikut :

      1. Rencana Penjualan Q1 22.500.000
        Q2 23.750.000
        Q3 25.000.000
        Q4 26.250.000
        Komposisi : 75 % dilakukan secara tunai dan sisanya secara kredit.

      2. Pola pengumpulan piutang :
        40% dari penjualan kredit dibayar pada bulan ke-3
        35% dari penjualan kredit dibayar pada bulan ke-6
        25% dari penjualan kredit dibayar pada bulan ke-9
        Piutang tak tertagih sebesar 2% dari penjualan kredit.

      3. Pembelian bahan baku secara tunai 50% dan sisanya dilakukan secara kredit
        sebagai berikut :
        Q1 2.406.250
        Q2 2.406.250
        Q3 2.531.250
        Q4 2.531.250
        Dengan jangka waktu pembayaran ( term) adalah bulan ke-3, bulan ke-6
        Dengan masing-masing komposisi dapat ditagih 50%. Pada tahun sebelumya
        perusahaan tidak memiliki hutang yang belum dibayar.

      4. Saldo awal tahun Rp. 98.000.000

      5. Penerimaan lain-lain ( Rp)
        Q1 38.000.000
        Q2 40.000.000
        Q3 43.000.000
        Q4 45.000.000

      6. Berbagai pengeluaran yang membutuhkan kas adalah :

        • Pembelian bahan baku lainnya ( Rp )
          Q1 9.000.000
          Q2 9.000.000
          Q3 9.500.000
          Q4 9.500.000
        • Overhead Rp. 14.625.000 / Quarter - Labour ( Rp )
          Q1 19.968.750
          Q2 21.318.750
          Q3 23.343.750
          Q4 24.468.750

      Susunlah Anggaran kas akhirnya.

      Jawab :

      Anggaran penerimaan kas

      image

      Anggaran pengeluaran kas

      image

      Anggaran Kas

      image


    • Tugas Penugasan
      Tugas Pemahaman materi Penyusunan Anggaran Kas
      Tersedia sampai 27 Juni 2020, 23:00
    • Dedi Putra is inviting you to a scheduled Zoom meeting.

      Join Zoom Meeting
      https://us02web.zoom.us/j/9791844187?pwd=emZVK3RnSjRsOWNROXFQcS96N09NZz09

      Meeting ID: 979 184 4187
      Password: D4rmaj4yA

      Wajib Masuk Zoom Yach.... Terima Kasih
    • Modul Sudah Saya Share di Grup WA .... Cekidot......................
    • Anggaran Neraca

      Anggaran neraca adalah anggaran yang merencanakan keadaan keuangan sebuah perusahaan pada suatu periode. Dalam anggaran neraca tersebut tercantum jumlah kekayaan,jumlah utang,dan modal sendiri dari sebuah perusahaan. Jumlah kekayaan terlihat pada bagian aktiva, sedangkan jumlah utang dan modal sendiri terlihat pada bagian pasiva. Akhir dari seluruh proses penyusunan anggaran komprehensif suatu perusahaan adalah penyunan anggaran neraca. Anggaran neraca merupakan tahap akhir dari seluruh tahap yang harus dilalui untuk menyusun anggaran induk suatu badan usaha. Anggaran neraca sendiri baru akan dapat disusun jika anggaran parsial yang lain telah disusun. Berdasarkan berbagi anggaran parsial yang dimiliki suatu perusahaan mulai dari anggarn penjualan,
      anggarn produksi, berbagai anggaran biaya, anggaran kas, dan anggaran laba, perusahaan dapat menyusun angagran neraca.
      Secara umum, neraca terdiri dari dua bagian besar, yaitu sisi aktiva dan sisi pasiva/kewajiban. Sisi aktiva berisi daftar kekayaan perusahaan beserta rincian jenis dan jumlahnya. Sedangkan sisi kewajiban berisi kewajiban perusahaan kepada pihak kreditor dan
      kepada pemegang saham atau pemilik perusahaan.

      Hal lain yang perlu diperhatikan dalam menyusun neraca adalah urutan penyusunan rekening. Rekening-rekening aktiva disusun berdasarkan urutan likuiditasnya, yaitu taksiran kecepatan aktiva tersebut dapat dicairkan menjadi uang tunai. Semakin mudah dan semakin cepat suatu aktiva tertentu menjadi uang tunai, maka semakin didahulukan posisi pencatatannya didalam neraca. Pada sisi kewajiban, penyusunannya dimualai dengan kewajiban yang lebih dulu jatuh tempo hingga yang paling lama jatuh tempo.


    • Tugas Anggaran Neraca Penugasan
      Kerjakan Soal Nomor 1 di Modul yach,,.,,,,
      Tersedia sampai 14 Juli 2020, 20:00
    • Guys,,,,, hari ini kita gak di zoom dulu yach..... kita stay di WA aja.... oke oke.............

    • I.      Pengertian dan Manfaat Penganggaran Modal
      Penganggaran modal (Capital Budgeting) adalah proses kegiatan yang mencakup seluruh aktivitas perencanaan penggunaan dana dengan tujuan untuk memperoleh manfaat (benefit) pada waktu yang akan datang. Penganggaran modal berkaitan dengan penilaian aktivitas investasi yang diusulkan. Aktivitas suatu investasi ditujukan untuk mencapai tujuan yang diharapkan selama periode tertentu di waktu yang akan datang, yang mempunyai titik awal (kapan investasi dilaksanakan) dan titik akhir (kapan investasi akan berakhir).
      Penganggaran modal meliputi seluruh periode investasi yang mencakup pengeluaran-pengeluaran (cost) dan manfaat (benefit) yang dikuantifikasi, sehingga memungkinkan untuk diadakan penilaian dan membandingkannya dengan alternatif investasi lainnya.
      Penganggaran modal dalam prakteknya dimaksudkan untuk mengadakan analisis investasi dari beberapa alternatif investasi yang tersedia, untuk kemudian menetapkan atau memilih investasi yang paling menguntungkan. Ketidaktepatan dalam menetapkan pilihan investasi akan menimbulkan kerugian-kerugian baik kerugian ril ataupun kerugian karena kehilangan kesempatan untuk memperoleh manfaat yang lebih menguntungkan (opportunity cost) yang sebenarnya dapat diwujudkan. Analisis investasi akan menyeleksi kesempatan-kesempatan investasi yang ada, sehingga dapat dipilih investasi yang memberikan manfaat terbesar dari setiap rupiah dana yang diinvestasikan.

      Manfaat Penganggaran Modal :
      a.       Untuk mengetahui kebutuhan dana yang lebih terperinci, karena dana yang terikat jangka waktunya lebih dari satu tahun.
      b.      Agar tidak terjadi over invesment atau under invesment.
      c.       Dapat lebih terperinci, teliti karena dana semakin banyak dan dalam jumlah yang sangat besar.
      d.      Mencegah terjadinya kesalahan dalam decision making.

      II.      Aliran Kas
      Di dalam melakuan analisa  capital budgeting diperlukan estimasi arus kas. Dimulai dari investasi awal hingga proyek itu berjalan. Pada tahap awal kas perusahaan masih negatif karena perusahaan hanya mengeluarkan dana untuk pelaksanaan proyek tersebut, setelah proyek tersebut selesai dan arus kas akan menjadi positif akibatnya adanya penghasilan yang dihasilkan dari investasi tersebut.

      Masalah Dalam Menghitung Aliran Kas
      Perusahaan mengharapkan akan menghasilkan arus kas yang lebih besar daripada sebelum melakukan suatu investasi. Di dalam capital budgeting ini disebut sebagai arus kas tambahan (incremental cash flow).  Incremental cash flow ini yang digunakan untuk menghitung atau menganalisa kelayakan suatu proyek dengan metode net present value.

      Empat (4) hal yang harus diperhatikan di dalam menentukan arus kas tambahan yaitu (Ross, 2008) :
      1.      Sunk Cost  Pengeluaran yang telah terjadi di masa lalu, yang tidak terpengaruh oleh keputusan menerima atau menolak suatu proyek.
      2.      Opportunity Cost  Biaya yang timbul karena perusahaan kehilangan kesempatan menerima suatu pendapatan karena aset perusahaan digunakan pada proyek yang lain.
      3.      Side Effect  Dapat diklasifikan sebagai  erosion atau  synergy.  Erosion terjadi ketika produk baru menurukan cash flow sedangkan synergy terjadi sebaliknya  
      4.      Allocated Cost  Dilihat sebagai pengeluaran kas jika terjadi kenaikan cost pada proyek.

      Arus kas dalam suatu proyek terdiri atas beberapa komponen yaitu:
      a.      Initial investment (Investasi awal)   : Semua pengeluaran yang digunakan untuk membiayai proyek tersebut.
      b.      Free Cash Flow Arus kas bersih yang dapat dihasilkan selama proyek tersebut berlangsung. Yang diperhitungkan disini adalah selisih arus kas masuk dan keluar (pendapatan dan biaya) setelah dikurangi pajak dan tidak memperhitungkan bunga dan depresiasi.
      c.       Terminal Value Arus kas yang dihasilkan jika pada akhir periode, investasi tersebut dijual. Nilai ini adalah nilai bersih dari penjualan tersebut

      III.     Metode Analisis Penganggaran Modal dan Penerapannya

      1.      Payback periode
      Jangka waktu yang diperlukan untuk mendapatkan kembali jumlah modal yang ditanam, semakin cepat modal dapat diperoleh kembali berarti semakin kecil resiko yang harus diambil/ dihadapi (Periode waktu yang menunjukkan berapa lama dana yang diinvestasikan akan bisa kembali)
      ┬╖         Kebaikan : sangat mudah diterapkan
      ┬╖         Kelemahan :
      a.       tidak memperhatikan time of money value
      b.      tidak memperhatikan cash in flow setelah masa payback sehingga tidak bisa digunakan sebagai alat ukur.

      Rumus:
      Payback periode  =  jumlah investasi * 1 tahun
                                                          Proceed

       jika payback periode > umur ekonomis, investasi ditolak
       jika payback periode < umur ekonomis, investasi diterima

      2.      Net Present Value (NPV)
                  Metode penilaian investasi yg menggunakan discounted cash flow. (mempertimbangkan nilai waktu uang pada aliran kas yg terjadi sekarang dengan arus kas keluar yang akan diterima pada masa yang akan datang).
      ┬╖         Kebaikan :
      a.       memperhitungkan time value of money
      b.      memperhitungkan seluruh cash flow selama usia investasi
      ┬╖         Kelemahan :
      dalam membandingkan dua investasi yang sama modalnya, nilai tunai netto tidak dapat digunakan sebagai pedoman.

      Rumus :
      NPV  =  PVNCF ΓÇô PVNOL

      Langkah ΓÇô langkah :
      a.       Tentukan discount rate yang digunakan berdasarkan biaya modal atau Required Rate Of  Return.
      b.      Menghitung present value dari net cash flow.
      c.       Menghitung present value dar net outlay.
      d.      Menghitung present value dengan mengurangkan PVNCF dengan PVNOL.
      e.       Kriteria :
      Jika NPV (+), investasi diterima.
      Jika NPV (-), investasi ditolak.

      3.      Internal Rates Of Return (IRR)
                  Tingkat pengembalian yang dihasilkan atas suatu investasi atau discount rate yang menunjukkan present value cash flow = present value outlay. IRR yang didapat dibandingkan dengan biaya modal yang ditanggung peruusahaan.

      IRR
      =
      I2
      +
      NPV2
      x
      (i2 ΓÇô i1)




      NPV1   -  NPV2




      Di mana :
      I1             =  tingkat bunga 1 (tingkat discount rate yang menghasilkan NPV1)
      I2             =  tingkat bunga 2 (tingkat discount rate yang menghasilkan NPV2)
      NPV1      =  net present value 1
      NPV2      =  net present value 2

        Jika IRR > I, investasi diterima
        Jika IRR < I, Investasi ditolak


      4.      Profitability Index
                      Membagi nilai antara sekarang arus kas masuk yang akan datang diterima diwaktu yang akan datang dengan arus kas keluar.

      Rumus :
      Profitability Index    =    PV. Proceed
                                                            PV.outlay
          
      Jika PI > 1, investasi diterima
      Jika PI < 1, investasi ditolak

      5.      Accounting Rate of Return
                  Mendasarkan pada keuntungan yang dilaporkan dalam buku/reported acc.Income. Metode ini menilai suatu dengan memperhatikan rasio antara rata-rata dengan jumlah modal yang ditanam (initial investment) dengan ratio antara laba bersih dengan rata-rata modal yang ditanam.
      ┬╖         Kebaikan : terletak pada kesederhanannya yang mudah dimengerti karena menggunakan data akuntansi yang tersedia.
      ┬╖         Kelemahan :
      a.       Tidak memperhatikan time of money value
      b.      Untuk proyek yang ada rata-rata laba bersihnya

      Rumus :
      ARR     =    Jumlah EAT x 100%
                                  Investasi

      jika ARR > 100%, investasi diterima
      jika ARR < 100%, investasi ditolak





      DAFTAR PUSTAKA



    • Dedi Putra is inviting you to a scheduled Zoom meeting.

      Join Zoom Meeting
      https://us02web.zoom.us/j/9791844187?pwd=emZVK3RnSjRsOWNROXFQcS96N09NZz09

      Meeting ID: 979 184 4187
      Password: D4rmaj4yA

      Modul Sudah Saya Share ke Group WA yach....
    • Tugas Akhir Penugasan
      Kerjakan Soal Nomor 1 s.d 4 di Modul 
      Ditunggu sampai hari ini yach.... jam 16.00 


      Ingat ini tugas Akhir anda....
      Tersedia sampai 13 Juli 2020, 16:00
    • Assalamualikum Wr Wb
      Selamat Siang Anak2 Bapak semua...
      Semoga selalu dalam keadaan sehat semua....
      Hari ini adalah pertemuan terakhir kita pada mata Kuliah Anggaran, kita paham semua bahwa dalam kondisi seperti ini sulit sekali mendapatkan kepuasan dalam mentransfer ilmu pengetahuan, saya mohon maaf apabila selama 1 semester ini masih kurang maksimal dalam memberikan ilmu pengetahuan kepada kalian. kita harus sadar bahwasanya dengan metode daring ini kita diajarkan untuk terus mengali ilmu pengetahuan secara mandiri dan kita harus paham bahwa ilmu bukan dari satu sumber saja. 

      oleh karena itu, anak2 q semua... selamat menjalankan ujian akhir semoga hasil kalian peroleh akan lebih maksimal lagi. sampai berjumpa dikampus biru di bulan september nanti. pasti sudah rindu kampus yach....salam untuk keluarga kalian semua.. insyallah bapak akan berikan yg terbaik buat kalian....

      Assalamualaikum Wr Wb... 


      Kisi2 UAS : Ada Semua di LMS dan materi yang saya sampaikan diModul


    • SOAL UAS Penugasan

      Intruksi Mengerjakan :

      a)      Wajib Tulis Tangan di Kertas Polio di Foto dengan menggunakan PDF (Ukuran sesuaikan ya)

      b)      Waktu mengerjakan 4 SKS (13.00 ΓÇô 16.00) diberikan waktu lebih selama 15 menit untuk kirim berkas dan convert hasil ujian.

      c)      Keterlambatan pengumpulan jawaban akan mendapatan pengurangan nilai 30

      d)     Jangan Lupa Berdoa yach... Semangat............ J


      Tersedia sampai 27 Juli 2020, 16:20