Garis besar topik

    • Assalamu'alaikum Wr. Wb

      Tabik pun.......

      Selamat datang Rekan Rekan Mahasiswa yang saya banggakan. Semoga selalu dalam keadaan sehat walafiat dan dalam Lindungan Allah SWT.

      Selamat datang di mata kuliah  Manajemen Kinerja Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis IIB Darmajaya. Mata kuliah ini ditujukan bagi peserta didik yang sedang mengambil program S1 Sarjana pada rumpun Ilmu Ekonomi dan Bisnis, terutama terkait dengan bidang Manajemen .

      Mata kuliah Manajemen Kinerja (teori) ini memiliki bobot 4sks.  Total pertemuan 32 kali sudah termasuk UTS dan UAS. Detail pembelajaran selama 1 semester dapat dilihat pada Rencana Pembelajaran Semester (RPS) dan telah saya sajikan di laman LMS.  Mata kuliah ini mempelajari tentang  mengenai Konsep Dasar Manajemen Kinerja,Fungsi Dan Peran Manajemen Kinerja Dalam Organisai,Tantangan Manajemen Kinerja,Dasar Perancangan Sistem Manajemen Kinerja, Perencanaan Kinerja,Proses Manajemen Kinerja Karyawan,Penilaian Kinerja Karyawan,  Proses Penilaian Kinerja, Umpan Balik Kinerja, Hasil Penilaian Kinerja, Perbaikan Kinerja Karyawan, Upaya Peningkatan Kinerja Karyawan, Dampak Penilaian Kinerja (Komitmen Organisasi), Dampak Penilaian Kinerja (motivasi Kerja)
       
      Semoga mahasiswa dapat mengikuti perkuliahan dengan baik, tetap semangat dan mendapatkan hasil yang memuaskan di matakuliah Manajemen Kinerja ini. Dan Allah SWT akan memberikan kemudahan dan kelancaran dalam proses belajar mengajar.... Amin


      Wassalamualaikum wr.wb


    • a. Pengertian Sistem 

      b. Tujuan Sistem

      c.  Manajemen Kinerja Sebagai Sistem

      d. Kerangka Sistem

      e. Model Manajemen Kinerja

    • a. Keterbatasan Sistem Manajemen Kinerja 

      b. Cara Efektifitas Kinerja

      c.  Mengelola Kinerja Perusahaan Abad-21

      d. Sistem Pengukuran kinerja 

      e. Hubungan perusahaan dengan stakeholder


    • a.    Manfaat Manajemen Kinerja Bagi Organisasi dan Individu

      b.    Kelebihan Perancangan Sistem Manajemen Kinerja

      c.     Kekurangan  Perancangan Sistem Manajemen Kinerja

      d.   Tahap Perencanaan Perancangan Sistem Manajemen Kinerja

       

    • a.    Faktor  Yang Mempengaruhi  Sistem Manajemen Kinerja

      b.    Sistem Terbuka dan Tertutup Manajemen Kinerja

      c.     Aturan Kebijakan Pemerintah

      d.   Isu-isu Sistem Penilaian Manajemen KInerja

      e.    Kerangka Sistem Manajemen KInerja


    • Foto

    • a.    Visi

      b.   Misi

      c. Strategi

    • https://www.youtube.com/watch?v=rKcYuGh1S0Y&t=128s

    • a.    Dampak positif bagi karyawan dan Perusahaan

      b.    Ruang Lingkup Penilaian Kinerja Karyawan

      c.     Manfaat Penilain  Kinerja Karyawan


    • https://youtu.be/7glD-iBBluY?si=AyMZ2C8cd3sg3JFM

    • Metode Penilaian :

      a.    Latihan Simulasi

      b.    Test Psikometri

    • https://youtu.be/gmpH72Y-eIA?si=rv0bU77YzK1cxFVf


    • a.    Pengertian Penilaian Kinerja

      b.    Tujuan dan Pentingnya Penilaian Kinerja

      c.     Pihak Penilai Kinerja

       


    • Apa Itu Penilaian Kinerja Karyawan dan Bagaimana Cara Mengukurnya?

      Contoh Form Penilaian Kinerja Karyawan

      Setiap karyawan memiliki skill dan talenta yang berbeda-beda, sehingga perlu dilakukan review berupa penilaian kinerja karyawan untuk memahami kompetensi masing-masing karyawan.

      Dengan mengenali dan mengukur kinerja karyawan, perusahaan dapat memantau keberhasilan proses perekrutan dan menyelaraskan visi perusahaan dengan visi karyawan.

      Selain itu, ada beberapa manfaat ketika perusahaan menerapkan proses penilaian kinerja. Karyawan juga dapat memperoleh manfaat dari proses evaluasi ini.

      Pengertian Penilaian Kinerja Karyawan

      penilaian kinerja karyawan

      Menurut Rivai (2015), penilaian kinerja karyawan adalah pemeriksaan sistematis terhadap kondisi kerja karyawan, dilakukan secara formal dan dikaitkan dengan standar ketenagakerjaan yang ditetapkan oleh perusahaan.

      Menurut pendapat lain Dessler (2018), evaluasi kinerja berarti evaluasi kinerja karyawan saat ini dan/atau masa lalu, hal ini tergantung pada standar kinerja yang ditetapkan.

      Menurut Mathis dan Jackson (2017), penilaian kinerja itu sendiri adalah proses mengevaluasi seberapa baik karyawan melakukan pekerjaan dibandingkan dengan standar yang telah ditentukan, dan informasi yang diperoleh dari penilaian tersebut kemudian dibagikan kepada karyawan yang bersangkutan.

      Dari beberapa pendapat para ahli di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa penilaian kinerja adalah suatu proses penilaian atau evaluasi kinerja karyawan yang bekerja di suatu perusahaan dalam jangka waktu tertentu.

      Berdasarkan penilaian ini, perusahaan dapat memberikan umpan balik kepada karyawan yang bersangkutan, sehingga mereka tahu, dalam jangka waktu tertentu, hasil pekerjaannya, yang meliputi:

      Mid Year

      Penilaian kinerja karyawan dilakukan dari awal hingga pertengahan tahun, evaluasi ini hanya berfungsi sebagai nilai bayangan agar karyawan yang dievaluasi dapat mengetahui kinerjanya dalam suatu perusahaan.

      End Year

      Penilaian dilakukan dari pertengahan tahun hingga akhir tahun, berdasarkan evaluasi ini ditentukan nilai akhir kinerja karyawan selama bekerja di perusahaan.

      Full Year

      Penilaian dilakukan dari awal tahun hingga akhir tahun (Januari-Desember), sama seperti akhir tahun, evaluasi ini berfungsi untuk mengetahui nilai akhir dari kinerja karyawan di suatu perusahaan.

      Manfaat dan Tujuan Dari Performance Appraisal

      Tinjauan kinerja yang dilakukan dalam kurun waktu tertentu memiliki tujuan dan manfaat yang berbeda bagi karyawan dan perusahaan.

      Menurut Rivai (2010), ada 10 tujuan dari penilaian kinerja karyawan, meliputi: 

      1. Memberikan imbalan yang layak, contohnya seperti kenaikan gaji pokok dan insentif.
      2. Mengetahui tingkat prestasi karyawan.
      3. Memperkuat hubungan karyawan lewat diskusi performa kerja (1 on 1 session).
      4. Mendorong tanggung jawab karyawan.
      5. Meningkatkan motivasi kerja.
      6. Meningkatkan etos kerja.
      7. Membedakan masing-masing karyawan.
      8. Sumber informasi untuk perencanaan sumber daya manusia dan karir kedepannya.
      9. Membantu menempatkan karyawan yang sesuai dengan pencapaian kerjanya.
      10. Meningkatkan kinerja karyawan.

      Adapun manfaat yang didapatkan dari penilaian kinerja (Rivai, 2013), yaitu:

      1. Sarana peningkatan kinerja dengan mengidentifikasi kebutuhan pengembangan yang dapat mendukung peningkatan kinerja pegawai.
      2. Memudahkan dalam menentukan penempatan, promosi, transfer, dan demosi.
      3. Sarana perbaikan kinerja karyawan.
      4. Melatih dan mengembangkan kemampuan karyawan.
      5. Membantu departemen HR / HRD dalam mengidentifikasi keberhasilan fungsi departemen.

      Selain hal-hal di atas, wawancara penilaian juga dapat memfasilitasi komunikasi yang lebih efektif antara atasan dan bawahan.

      Cara Menilai Kinerja Karyawan

      Secara umum, penilaian kinerja karyawan dapat dilakukan dengan membuat dua program yang berbeda tergantung pada status karyawan, misalkan Pegawai tetap atau pegawai kontrak atau masa percobaan.

      Performance Appraisal Karyawan Tetap

      Penilaian karyawan tetap biasanya digunakan untuk menentukan kenaikan gaji/bonus pegawai.

      Secara umum, penilaian ini dilakukan setiap tahun.

      Performance Appraisal Karyawan Kontrak/Percobaan

      Peninjauan kembali terhadap pegawai kontrak/percobaan akan dilakukan untuk menentukan apakah pegawai yang bersangkutan ditetapkan sebagai pegawai tetap, diperpanjang atau diberhentikan.

      Penilaian ini biasanya dilakukan 30 hari sebelum masa kontrak karyawan berakhir.

      Tahapan Performance Appraisal untuk Karyawan 

      Secara umum, ada lima tahap tinjauan kinerja yang digunakan perusahaan untuk mengevaluasi karyawannya.

      Menentukan standar penilaian kinerja

      Menetapkan standar evaluasi kinerja dilakukan untuk memastikan bahwa tujuan dan strategi organisasi terpenuhi.

      Agar standar-standar ini objektif, mereka harus ΓÇ£SMARTΓÇ¥, yang berarti spesifik, terukur, dapat dicapai, relevan, dan terbatas waktu.

      Menginformasikan Standar Penilaian Kinerja

      Agar efektif, standar penilaian kinerja harus dikomunikasikan dan dipahami dengan jelas oleh karyawan.

      Komunikasi ini harus membuat karyawan memahami apa yang sebenarnya diharapkan perusahaan dari karyawannya.

      Mengukur Penilaian Kinerja Karyawan

      Kinerja seorang karyawan yang mudah diukur adalah yang memiliki format numerik. Misalnya, kuantitas dan ketepatan waktu.

      Di sisi lain, lebih sulit untuk menilai kinerja keterampilan interpersonal seperti komunikasi dan kepemimpinan.

      Namun demikian, penilaian kinerja karyawan harus dilakukan secara objektif dan profesional.

      Hindari menggunakan perasaan saat mengukur kinerja karyawan.

      Membandingkan Kinerja Aktual dengan Standar Kinerja

      Setelah mengukurnya, bandingkan dengan standar kinerja yang telah ditetapkan.

      Hasil dokumentasi dari penilian meliputi tindakan dan hasil yang bersifat:

      • Spesifik
      • Tepat
      • Konsisten (mencakup seluruh periode)
      • Faktual (tidak berdasarkan dugaan)
      • Seimbang (menyatakan hasil yang memuaskan dan tidak memuaskan)
      • Tertulis

      Mendiskusikan Hasil Penilaian Kinerja dengan Karyawan Terkait

      Tahap ini adalah yang paling sulit, karena dapat memancing perselisihan antara atasan dan bawahan.

      Namun, jika manajer memberikan umpan balik dan bimbingan secara teratur, ini mungkin tidak terjadi.

      Untuk mengatasi ketidaksepakatan, manajemen mungkin meminta karyawan untuk menyelesaikan dan menyerahkan evaluasi sebelum wawancara.

      Perlu juga dicatat bahwa manajer harus tetap tenang dan sopan karena ini memiliki dampak signifikan pada kepercayaan diri, motivasi, dan kekuatan masa depan karyawan.

      Mengambil Tindakan

      Setelah diskusi, langkah selanjutnya adalah mengambil tindakan yang tepat.

      Misalnya, jika kinerja memuaskan, manajemen dapat meningkatkan gaji, mempromosikan pekerjaan, atau memberi karyawan peluang pengembangan yang diinginkan.

      Di sisi lain, jika hasilnya tidak sesuai dengan perusahaan. Harapannya, karyawan bisa dipecat.

      Metode Penilaian Kinerja Karyawan

      Metode penilaian kinerja biasanya dilakukan dengan menggunakan dua metode, tradisional dan modern.

      Di bawah ini kami uraikan perbedaannya.

      Metode Tradisional

      Rating Scale

      Skala penilaian untuk metode ini adalah dari 1 sampai 10.

      Skor rendah mewakili umpan balik negatif dan skor tinggi mewakili umpan balik positif.

      Checklist

      Metode ini melibatkan pernyataan deskriptif tentang perilaku karyawan.

      Setiap pernyataan memiliki dua pilihan, seperti ΓÇ£YaΓÇ¥ dan ΓÇ£TidakΓÇ¥ atau ΓÇ£BenarΓÇ¥ dan ΓÇ£SalahΓÇ¥.

      Evaluator dapat memilih salah satu dari dua pilihan yang dianggapnya tepat.

      Menjelaskan perilaku karyawan.

      Forced Distribution

      Dalam metode penilaian kinerja ini, manajer mengurutkan karyawan menurut kinerjanya, ada yang dikategorikan sebagai berkinerja tinggi, berkinerja rata-rata, dan berkinerja rendah.

      Critical Incident

      Dalam metode ini, kinerja karyawan dievaluasi berdasarkan perilaku kritis, seperti bagaimana karyawan bereaksi terhadap situasi tertentu.

      Essay

      Dengan metode ini, evaluator menulis deskripsi perilaku dan kinerja karyawan, yang berisi semua informasi yang relevan, seperti:

      Paired Comparison

      Dengan metode pencarian kerja ini, karyawan dievaluasi berdasarkan karakteristik tertentu dan kemudian setiap karyawan dibandingkan secara individual dengan yang lain.

      Field Review

      Metode ini dilakukan oleh departemen HR/HRD, yang mengumpulkan pendapat dari manajer tentang kinerja, perilaku dan keterampilan karyawan yang mereka kelola.

      Confidential Appraisal

      Cara ini biasa digunakan di instansi pemerintah untuk mengambil keputusan tentang promosi dan mutasi pegawai.

      Supervisor biasanya menyiapkan laporan rahasia tentang kinerja, perilaku, dan sifat karyawan.

      Metode Modern

      Management by Objectives (MBO)

      Dalam metode penilaian kinerja karyawan ini, manajer dan karyawan mengadakan percakapan untuk mengidentifikasi, merencanakan, mengatur, dan mengomunikasikan tujuan yang menjadi fokus selama periode penilaian tertentu.

      Assessment Centre Method

      Metode ini memungkinkan karyawan untuk mendapatkan gambaran yang jelas tentang bagaimana orang lain melihat mereka dan bagaimana hal ini mempengaruhi kinerja mereka.

      Manfaat utama dari metode ini adalah tidak hanya menilai kinerja individu saat ini, tetapi juga memprediksi kinerja pekerjaan di masa depan.

      Behaviorally Anchored Rating Scale (BARS)

      BARS memiliki keunggulan kualitatif dan kuantitatif dalam proses penilaian kinerja karena metode evaluasi kinerja karyawan ini membandingkan kinerja karyawan dengan perilaku spesifik yang dijelaskan oleh peringkat numerik.

      Psychological Appraisals

      Metode ini melibatkan psikolog profesional yang fokus menganalisis kinerja masa depan karyawan.

      Penilaian kinerja mencakup tujuh komponen utama seperti keterampilan interpersonal, keterampilan kognitif, sifat intelektual, kualitas kepemimpinan, sifat kepribadian, kecerdasan emosional dan keterampilan terkait lainnya.

      Human-Resource (Cost) Accounting Method

      Metode ini melihat kinerja karyawan melalui manfaat moneter yang dihasilkan bagi perusahaan, misalnya dengan membandingkan biaya mempertahankan karyawan (biaya bagi perusahaan) dan manfaat moneter (kontribusi) kepada perusahaan.

      360 Degree Feedback

      Metode penilaian kinerja ini bersifat multidimensi dan secara objektif ditujukan pada kalangan karyawan, seperti manajer, karyawan dan pelanggan/klien.

      Metode ini dapat menghilangkan bias dalam penilaian kinerja dan memiliki pemahaman yang lebih jelas tentang kompetensi karyawan.

      Ada lima komponen penting yang terlibat dalam metode penilaian ini:

      • Self-appraisal; Penilaian diri karyawan untuk melihat kinerja dan memahami kekuatan dan kelemahan diri.
      • Managerial review; Tinjauan kualifikasi karyawan dan tim individu oleh manajer.
      • Peer review; penilaian dan evaluasi dilakukan oleh rekan kerja dalam satu tim.
      • Subordinates Appraising Manager (SAM); Komponen ini mewajibkan bawahan untuk mengevaluasi atasannya.
      • Customer or client review; Penilaian kinerja karyawan dilakukan oleh pihak eksternal, misalkan Pelanggan atau klien.

      Contoh Form Penilaian Kinerja Karyawan

      Saat melakukan penilaian kinerja seperti B. dalam proses umpan balik 360 derajat, formulir khusus digunakan untuk mengukur penilaian kinerja karyawan.

      Bentuk ini berbeda berdasarkan jenjang jabatan atau kriteria jabatan, karena perbedaan peran dan tanggung jawab, sehingga objek yang dievaluasi juga berbeda.

      Di bawah ini adalah contoh beberapa formulir penilaian kinerja yang biasa digunakan oleh perusahaan.

      Form Penilaian Kinerja Karyawan

      6.PIHAK PIHAK YANG DAPAT MELAKUKAN PENILAIAN KINERJA

       

      Penilaian kinerja seorang adalah untuk mengetahui seberapa besar mereka bekerja melalui suatu sistem formal dan terstruktur, seperti menilai, mengukur, dan mempengaruhi sifat-sifat yang berkaitan dengan pekerjaan, perilaku, dan hasil termasuk tingkat ketidakhadiran. Fokusnya adalah untuk mengetahui seberapa produktif seorang apakah ia bisa bekerja sama atau lebih efektif pada masa yang akan datang, sehingga karyawan, organisasi, dan masyarakat semuanya memperoleh manfaat.

      Dalam hal ini untuk menilai kinerja seseorang maka data yang dilibatkan untuk menilai adalah berbagai pihak. Adapun pihak-pihak yang dilibatkan adalah:

       1) Atasan langsung (Pejabat penilai),

      Dalam menilai kinerja pegawai, mengapa pihak pihak lain kita libatkan? Atasan langsung adalah pimpinan dalam suatu lembaga/instansi. Seperti kepala sekolah. Atasan langsung memiliki kesempatan yang paling banyak untuk menilai kinerja pegawai. Sehingga atasan langsung mengetahui secara mendetail bagaimana keterkaitan pegawai dengan sasaran, visi misi organisasi. Atasan langsung mempunyai hak untuk memberikan perintah, arahan, penghargaan maupun hukuman atas kinerja bawahannya. Sehingga penilaian atasan langsung ini dirasa sangat relevan dibandingkan dengan sumber lainnya. Atasan atasan langsung adalah pejabat yang lebih tinggi diatas atasan

       2) Rekan Kerja / Teman Sejawat

      Rekan kerja adalah rekan yang ada dalam satu organisasi atau instansi. Rekan kerja dinilai mampu untuk memberikan evaluasi hal-hal tertentu terhadap pegawai yang akan dinilai oleh atasan. Adapun hal-hal tertentu tersebut diantaranya adalah efektifitas pekerjaan, kemampuan pribadi, efektifitas komunikasi dan koordinasi, kejujuran, inisiatif, prakarsa, team work, dan hal-hal lain yang melibatkan kerjasama tim.

       3) Diri sendiri

       Diri sendiri. Dalam penilaian kinerja diri sendiri dilibatkan dimaksudkan untuk mengetahui seberapa besar individu tersebut menghargai dirinya sendiri. Terkadang orang sangat mudah memberikan penilaian terhadap orang lain yang tidak masuk kerja, namun bagaimana ketika dirinya tidak masuk kerja. Mampukah ia memberikan penilaian terhadap dirinya sendiri. Sehingga dengan penilaian diri sendiri ini akan menjadikan seseorang untuk berjiwa besar. Mengakui kemampuan dan kekurangan dirinya guna meningkatkan kinerjanya.

       4) Bawahan / Staff 

      Bawahan. Penilaian dari bawahan akan memberikan masukan yang sangat berarti bagi pejabat yang akan menilai. Karena bawahan adalah orang yang sering berkomunikasi dengan pegawai yang akan dinilai, sehingga ia mampu memberikan gambaran akan kinerja ynag telah lakukan

       5) Pengguna Jasa / Konsumen

      Masyarakat/pengguna jasa. Dalam beberapa hal pengguna jasa dari seorang pegawai akan mampu memberikan informasi akan kinerja pegawai tersebut. sehingga mampu memberikan masukan yang sangat berarti. Demikian upaya penilaian kinerja pegawai sehingga penilaian yang didapatkan akan mampu meningkatkan rasa percaya diri dan memberikan penghargaan diri bagi pegawai tersebut, sehingga mampu bekerja dan berprestasi yang lebih baik lagi. 



    • https://kantorku.id/blog/contoh-penilaian-kinerja-karyawan/

    • a.    Kesalahan Dalam Penilain Kinerja

      b.    Strategi untuk Meningkatkan Keakuratan Penilai

      c.     Kecerdasan Majemuk


      • Umpan Balik Karyawan: Apa itu, Pertanyaan, Jenis + Praktik Terbaik

        Umpan Balik Karyawan

        Jika Anda seorang pemilik perusahaan, Anda mungkin tidak memperoleh umpan balik karyawan secara lengkap tentang diri Anda dan perusahaan Anda, karena dinamika antara atasan dan atasannya biasanya berasal dari hubungan rasa hormat dan keakraban tertentu.

        Oleh karena itu, sebaiknya Anda meminta masukan dari luar mengenai perasaan dan ide mereka terkait pengalaman mereka di perusahaan. Dengan cara ini, Anda dapat melangkah maju dan memastikan semuanya berjalan sesuai dengan kebutuhan Anda dan bahwa praktik terbaik untuk perusahaan Anda terpenuhi.

        Apa itu Umpan Balik Karyawan?

        Umpan balik karyawan didefinisikan sebagai proses pemberian saran yang membangun kepada karyawan oleh atasan, supervisor, dan rekan kerja mereka. Namun, proses ini tidak hanya terbatas di sini. Proses ini juga mencakup umpan balik positif dan negatif yang ingin diberikan karyawan kepada atasan, rekan kerja, atau organisasi secara keseluruhan.

        Umpan balik dapat membantu karyawan dan organisasi untuk terus menjadi lebih baik dalam apa yang mereka lakukan. Umpan balik karyawan merupakan bagian integral dari proses pengalaman karyawan dan mekanisme yang akan semakin membantu karyawan menjadi lebih baik dalam pekerjaan mereka dan bagi organisasi untuk mengembangkan budaya tempat kerja yang lebih baik.

        Menurut Forbes, 73% karyawan menganggap pemberian umpan balik itu penting, tetapi hanya sepertiga yang menerimanya. Sebagian besar manajer tidak memberikan umpan balik yang cukup, dan ketika mereka memberikannya, mereka cenderung memberikan umpan balik yang negatif atau terlalu samar, dan umpan balik menjadi tidak penting. Meski kedengarannya sederhana, memberikan umpan balik bukanlah hal yang mudah. ΓÇïΓÇïIni adalah proses yang dirancang secara sistematis karena kompleksitas yang terlibat - Manusia!

        Pelajari lebih lanjut: Template Survei Keterlibatan Karyawan

        Pentingnya Umpan Balik Karyawan

        Umpan balik karyawan sangat penting karena memberi tahu staf tentang kekuatan mereka dan area yang perlu ditingkatkan.

        Hal ini menginspirasi para pekerja untuk berprestasi dalam pekerjaan mereka jika diperhatikan. Selain itu, hal ini memperkuat hubungan antara karyawan dan manajemen sekaligus menciptakan ruang untuk aliran umpan balik dua arah yang aktif.

        Ada juga keuntungan tambahan yang perlu dipikirkan. Pertama-tama, karyawan yang lebih produktif dan terlibat erat dengan umpan balik karyawan yang efektif. Umpan balik karyawan dan pemberi kerja yang jujur ΓÇïΓÇïdapat membantu bisnis dan pemberdayaan karyawan dalam banyak hal.

        Kenyataannya, memberikan umpan balik positif atau umpan balik yang tepat pada waktu yang tepat dapat berdampak positif terhadap keterlibatan karyawan , kinerja, kebahagiaan kerja, dan hasil keuangan perusahaan Anda secara keseluruhan.

        Namun, Anda harus terlebih dahulu memahami elemen-elemen penting dari umpan balik yang berhasil untuk memperoleh manfaat darinya. Mari kita mulai. 

        Jenis Umpan Balik Karyawan

        Umpan balik dari karyawan merupakan bagian yang sangat penting di tempat kerja. Umpan balik membantu karyawan mengetahui apa yang dapat mereka lakukan dengan baik dan apa yang dapat mereka lakukan dengan lebih baik. Umpan balik juga membantu manajer mengetahui cara meningkatkan keterlibatan dan kinerja karyawan. Ada berbagai cara bagi karyawan untuk memberikan umpan balik, seperti:

        jenis_umpan_balik_karyawan

        1. Umpan balik kinerja

        Umpan balik jenis ini adalah informasi yang diberikan kepada karyawan tentang seberapa baik mereka melakukan pekerjaan mereka. Umpan balik ini dapat mencakup saran untuk perbaikan, kritik positif, atau pujian atas pekerjaan yang baik.

        2. Umpan balik perkembangan

        Tujuannya adalah untuk membantu karyawan mempelajari keterampilan baru atau memperoleh pengetahuan baru yang akan membantu mereka maju dalam kariernya.

        3. Umpan balik pembinaan

        Jenis umpan balik ini dimaksudkan untuk membantu karyawan meningkatkan keterampilan tertentu, seperti kepemimpinan atau komunikasi.

        4. Umpan balik yang positif dan menghargai 

        Jenis umpan balik ini diberikan kepada karyawan untuk menunjukkan penghargaan atas usaha, prestasi, dan kontribusi mereka.

        5. Umpan balik 360 derajat

        Jenis umpan balik ini melibatkan perolehan umpan balik dari orang yang berbeda, seperti rekan kerja, supervisor, dan bawahan, untuk mendapatkan gambaran lengkap tentang evaluasi kinerja karyawan .

        6. Umpan balik berkelanjutan

        Umpan balik diberikan setiap saat, tidak hanya pada waktu-waktu tertentu. Umpan balik memungkinkan pekerjaan yang baik dan sikap positif segera diperhatikan, dan perilaku atau kinerja yang negatif dapat diubah sesuai kebutuhan.

        Berbagai macam umpan balik dapat membantu karyawan bertumbuh dan berkembang dalam pekerjaan mereka, yang dapat memberikan dampak baik bagi karyawan itu sendiri maupun organisasi.

        PELAJARI TENTANG: Penilaian Kepemimpinan 360

        Jenis Contoh Umpan Balik Karyawan

        Ada banyak contoh umpan balik karyawan, seperti:

        Contoh umpan balik positif dari karyawan

        Umpan balik semacam ini berfokus pada pemberian perhatian dan pujian atas tindakan dan perilaku yang baik. Umpan balik ini membantu membuat orang bersemangat dengan pekerjaan mereka dan meningkatkan kepercayaan diri serta rasa harga diri mereka.

        Contoh: ΓÇ£Kerja bagus Anda pada proyek yang baru saja kami selesaikan telah membantu kami mencapai tujuan lebih cepat dari jadwal. Kami menghargai semua kerja keras dan dedikasi Anda.ΓÇ¥

        Contoh umpan balik karyawan yang membangun

        Umpan balik semacam ini mencoba menunjukkan bagian mana yang dapat ditingkatkan oleh karyawan dan memberikan saran-saran spesifik tentang cara melakukannya. Tujuan utamanya adalah membantu karyawan belajar dan berkembang.

        Contoh: ΓÇ£Anda telah melakukan pekerjaan yang hebat dalam mencapai tujuan Anda, tetapi komunikasi Anda dengan klien perlu ditingkatkan. Anda dapat membantu mereka jika Anda lebih proaktif dalam memberi tahu mereka tentang perkembangan proyek mereka.ΓÇ¥

        Contoh umpan balik kinerja karyawan 

        Jenis umpan balik ini adalah tentang seberapa baik kinerja karyawan, seperti memenuhi atau melampaui tujuan, menyelesaikan tugas tepat waktu, dan menunjukkan keterampilan kepemimpinan.

        Contoh: ΓÇ£Sungguh mengagumkan melihat betapa hebatnya Anda memimpin tim selama proyek berlangsung. Instruksi dan komunikasi Anda yang jelas membantu kami menyelesaikan proyek dengan baik.ΓÇ¥

        Contoh umpan balik karyawan yang bersifat pengembangan: 

        Umpan balik jenis ini difokuskan pada pertumbuhan dan perkembangan jangka panjang karyawan dalam organisasi. Umpan balik ini dapat berupa saran tentang cara mendapatkan lebih banyak pelatihan bagi karyawan atau bantuan dari mentor.

        Contoh: ΓÇ£Kreativitas dan kemampuan Anda dalam memecahkan masalah sangat mengesankan, dan kami rasa Anda akan memperoleh manfaat dari pelatihan lebih lanjut dalam manajemen proyek untuk membantu Anda meningkatkan keterampilan Anda lebih jauh.ΓÇ¥

        Contoh umpan balik karyawan yang menghargai 

        Jenis umpan balik ini adalah tentang menunjukkan rasa terima kasih dan penghargaan atas apa yang telah dilakukan karyawan dan seberapa baik mereka melakukannya.

        Contoh: ΓÇ£Kerja keras dan dedikasi Anda telah diperhatikan. Anda telah menjadi bagian penting dari tim kami, dan kami sangat menghargai semua yang Anda lakukan.ΓÇ¥

        Pertanyaan Survei Umpan Balik Karyawan

        Penting bagi sebuah organisasi untuk mengembangkan serangkaian pertanyaan survei berdasarkan berbagai atribut untuk merumuskan survei umpan balik karyawan , sehingga umpan balik yang diterima organisasi harus kuat dan mudah dipahami. Pertanyaan-pertanyaan ini harus sistematis, mudah dipahami, dan mudah ditanggapi.

        Jenis Survei Umpan Balik Karyawan

        Ada banyak jenis umpan balik karyawan, termasuk tinjauan karyawan 360 derajat, mekanisme umpan balik berkelanjutan, dan evaluasi kinerja karyawan, dan masih banyak lagi.

        jenis umpan balik karyawan

        1. Umpan balik 360 derajat: 

        Umpan balik 360 derajat adalah proses di mana seorang karyawan menerima umpan balik dari atasan, manajer, dan rekan kerjanya untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan seorang karyawan sehingga tindakan perbaikan segera dapat diambil untuk meningkatkan kinerja karyawan.

        Tujuan dari umpan balik 360 derajat adalah untuk memahami kinerja karyawan dan mengumpulkan umpan balik serta ulasan. Mekanisme umpan balik karyawan ini memungkinkan penilaian multi-pointer dan berfungsi sebagai tolok ukur untuk rencana pengembangan karyawan.

        Namun, dalam umpan balik 360 derajat, umpan balik harus tetap anonim. Tujuan anonimitas ini adalah untuk menjaga agar umpan balik tetap profesional sehingga tidak menimbulkan perbedaan antara karyawan yang menerima umpan balik kritis dan manajer atau rekan yang memberikan umpan balik. 

        2. Mekanisme umpan balik konstruktif yang berkelanjutan: 

        Umpan balik berkelanjutan adalah proses di mana seorang karyawan menerima umpan balik secara tepat waktu. Bayangkan sebuah organisasi di mana karyawan bersedia menerima umpan balik, tetapi manajer tidak bersedia meluangkan waktu untuk memberikan umpan balik yang dibutuhkan. Tidak ada gunanya menebak-nebak tingkat motivasi karyawan yang lebih rendah yang akan ditimbulkannya.

        Ada sejumlah manfaat dari umpan balik berkelanjutan - umpan balik ini mendorong budaya tempat kerja yang sehat , membantu karyawan dan organisasi menetapkan tujuan yang lebih baik, dan meningkatkan moral karyawan, dan ini, pada gilirannya, menghasilkan karyawan yang bahagia. Namun, umpan balik berkelanjutan adalah proses yang rumit dan harus dilakukan dengan hati-hati.

        Proses ini tidak boleh menakutkan bagi karyawan; umpan balik tidak harus negatif. Umpan balik harus membangun. Tidak ada organisasi yang ingin mempromosikan budaya di mana karyawan tidak memercayai pimpinan dan sebaliknya. Ini bukanlah proses di mana Anda akan menyalahkan karyawan atas kegagalan mereka dalam mencapai target. Ini adalah proses untuk membantu karyawan meningkatkan diri melalui umpan balik yang membangun.

        PELAJARI TENTANG: Kepercayaan Karyawan

        3. Evaluasi kinerja karyawan: 

        Evaluasi kinerja karyawan merupakan metode formal untuk memberikan umpan balik atas kinerja karyawan berdasarkan pekerjaan dan hasil yang diperoleh berdasarkan tanggung jawab pekerjaan mereka. Metode ini digunakan untuk mengukur jumlah nilai tambah yang diberikan oleh karyawan dalam hal pertumbuhan organisasi, kepuasan kerja , pendapatan yang dihasilkan, dan laba atas investasi (ROI) secara keseluruhan.

        Setiap organisasi yang telah mempelajari seni menang dari dalam memahami pentingnya umpan balik. Mereka mengandalkan proses evaluasi kinerja yang sistematis dan menilai karyawan setiap tahun berdasarkan umpan balik yang diterima dari manajer mereka.

        Idealnya, karyawan dinilai dengan promosi atau kenaikan gaji yang diterima dan metode serupa. Evaluasi kinerja juga memainkan peran penting dalam memberikan umpan balik berkala kepada karyawan agar mereka lebih sadar diri mengenai metrik kinerja mereka.

        4. Survei umpan balik proses bisnis:

        Survei Umpan Balik Proses Bisnis adalah jenis survei yang bertujuan untuk mendapatkan umpan balik dari karyawan tentang proses bisnis tertentu dalam suatu organisasi. Survei ini bertujuan untuk menemukan cara untuk meningkatkan dan memastikan bahwa proses tersebut efektif, efisien, dan selaras dengan apa yang diinginkan dan dibutuhkan karyawan.

        Survei Umpan Balik Proses Bisnis dapat mencakup berbagai topik, seperti orientasi, pelatihan, tinjauan kinerja , keterlibatan karyawan, tunjangan, dan proses internal lainnya. Anda dapat menyesuaikan pertanyaan survei agar sesuai dengan proses yang dievaluasi. Survei dapat bersifat terbuka, mencakup skala penilaian, atau menawarkan opsi pilihan ganda.

        Hasil Survei Umpan Balik Proses Bisnis dapat memberi tahu banyak hal kepada suatu organisasi tentang seberapa baik proses bisnisnya berjalan. Dengan mengidentifikasi perubahan yang diperlukan, suatu organisasi dapat menerapkan perbaikan yang meningkatkan produktivitas, meningkatkan kebahagiaan karyawan, dan meningkatkan lingkungan tempat kerja secara keseluruhan.

        Pelajari lebih lanjut tentang Perangkat Lunak Manajemen Pengalaman Karyawan kami

        Praktik Terbaik Umpan Balik Karyawan

        Umpan balik sering kali menjadi masalah, baik Anda memberi atau menerima umpan balik. Umpan balik datang dengan maksud yang tidak terucapkan, "Anda perlu berubah." Dan perubahan bisa sangat membebani. Sebagian orang menerimanya, dan sebagian mungkin mundur, jadi bagaimana tepatnya umpan balik dapat membantu karyawan atau organisasi?

        Jawabannya adalah cara Anda memberikan umpan balik membuat perbedaan. Berikut ini beberapa praktik terbaik yang harus Anda perhatikan:

        1. Kepercayaan membuat umpan balik menjadi reseptif

        Kepercayaan bukanlah sebuah tindakan. Manusia merasakannya saat mereka terlibat. Anda tidak dapat meminta seorang karyawan untuk memercayai sebuah organisasi dan sebaliknya tanpa menyiapkan platform. Kepercayaan datang dengan kemauan emosional. 

        1. Memiliki agenda

        Umpan balik tidak boleh samar-samar. Umpan balik tidak boleh samar-samar. Baik yang memberi maupun yang menerima umpan balik harus sepakat tentang apa yang akan dibahas dan mengapa. Memiliki agenda yang jelas membantu semua orang yang terlibat untuk bersiap dan menghindari kejutan.

        1. Membangun budaya transparansi 

        Jika Anda tidak membangun budaya transparansi di organisasi Anda, karyawan akan takut memberikan masukan. Kebijakan pintu terbuka adalah langkah awal yang baik. Jika Anda ingin memimpin dengan memberi contoh, ini juga berarti Anda harus terbuka untuk membantu dan menerima masukan kapan saja.

        1. Bertanya dan bukan hanya sekedar memberi tahu

        Mulailah dengan pertanyaan: "Menurut Anda, bagaimana kinerja Anda dalam proyek XYZ?" Pertanyaan ini memberikan konteks yang relevan dan menunjukkan kepada karyawan bahwa Anda benar-benar tertarik dengan kemajuan mereka. Umpan balik adalah mekanisme untuk membantu individu meningkatkan kinerjanya.

        1. Tetap fokus

        Umpan balik karyawan dapat menjadi panjang jika Anda menggali lebih dalam beberapa topik yang berbeda. Apakah Anda memiliki sejumlah program perusahaan tambahan yang ingin Anda tanyakan? Cobalah pisahkan program-program tersebut ke dalam survei terpisah untuk menanyakannya, dan tambahkan pertanyaan umpan balik umum secara keseluruhan tentang berbagai program yang ditawarkan oleh budaya perusahaan Anda.

        1. Jangan menulis pertanyaan yang mengarahkan

        Menulis pertanyaan yang mengarahkan itu mudah. ΓÇïΓÇïBahkan bertanya, "Seberapa puaskah Anda dengan..." bisa menjadi pertanyaan yang mengarahkan! Uji kenetralan pertanyaan Anda dengan pengulas lain sehingga Anda yakin bahwa Anda tidak membuat pertanyaan yang mengarahkan. 

        1. Beritahukan hasil kepada karyawan Anda ΓÇô meskipun itu tidak mudah 

        Komunikasi terbuka tetap yang terbaik, meskipun hasil survei tidak sesuai dengan harapan Anda. Dan, jujur ΓÇïΓÇïsaja, jika Anda melihat tingkat ketidakpuasan yang meluas di semua bidang, atau bahkan di satu area tertentu, kemungkinan besar karyawan Anda sudah banyak membicarakannya dan mereka menyadari bahwa itu adalah masalah.

        1. Lapangan lebih dari sekali setahun

        Mari kita hadapi kenyataan; lebih banyak karyawan berharap dapat memberikan umpan balik lebih dari sekali dalam setahun. Hal ini juga dapat membantu mengurangi waktu-waktu ketika mungkin faktor-faktor di luar kendali Anda memengaruhi respons karyawan. 

        Anda dapat mempertimbangkan untuk melakukan pengecekan kepuasan mingguan, versi singkat dari survei umpan balik karyawan triwulanan. Dengan begitu, Anda memberi karyawan Anda tempat untuk memberikan umpan balik, dan, seperti halnya survei kepuasan pelanggan , segera setelah segala sesuatunya tampak tidak beres, Anda dapat mengambil tindakan untuk mengatasinya.

        Keuntungan Umpan Balik Karyawan

        Keuntungan yang terkait dengan umpan balik karyawan meliputi hal berikut:

        keuntungan_umpan_balik_karyawan

        Penyelesaian konflik bahkan sebelum konflik terjadi 

        Salah satu manfaat dari budaya umpan balik terbuka adalah budaya ini memfasilitasi penyelesaian konflik bahkan sebelum konflik meningkat. Karyawan dalam suatu organisasi harus merasa bahwa mereka dapat berdiskusi secara terbuka dengan manajer atau rekan kerja mereka dan sebaliknya. Umpan balik di sini akan berupa dialog dan bukan monolog.

        Karyawan yang secara teratur memberi atau menerima umpan balik tidak akan merasa cemas terkait dengan proses tersebut. Ini berarti mereka akan tahu cara menangani situasi yang menegangkan dan menerima umpan balik tersebut dengan tenang.

        Pengembangan profesional

        Semakin karyawan merasa nyaman dalam meminta/memberikan masukan, semakin mereka akan melakukannya sebagai inisiatif mereka sendiri. Hal ini akan mengarah pada pengembangan profesional yang lebih terorganisasi. 

        Peningkatan keterlibatan karyawan

        Bila suatu organisasi memiliki budaya yang transparan, mekanisme umpan balik yang dirancang dengan baik, perhatian segera terhadap potensi masalah, dsb., pasti akan ada peningkatan dalam tingkat keterlibatan karyawan . Ingat, umpan balik bukan hanya tentang karyawan atau organisasi yang melakukan perbaikan. Umpan balik juga tentang melakukan pekerjaan dengan baik berulang kali. 

        Pelajari lebih lanjut: Template Survei Kepuasan Kerja GRATIS 

        Tips Membuat Survei Umpan Balik Karyawan Terbaik

        1. Berikan karyawan Anda cukup waktu untuk menyelesaikan survei umpan balik karyawan dan terus kirimkan pengingat jika perlu untuk membantu mereka mengikuti aktivitas. Jangan mengharapkan tanggapan langsung dari mereka. Jika Anda terburu-buru, kemungkinan besar mereka tidak akan menanggapi survei dengan benar.
        2. Berikan bonus atau penghargaan kepada karyawan Anda karena menyelesaikan tugas atau bersikap proaktif dalam menanggapi survei. Jadikan survei lebih menyenangkan daripada sekadar survei biasa. Karyawan Anda harus merasa percaya diri dalam menyampaikan umpan balik mereka dan tidak merasa kewalahan.
        3. Pastikan bahwa survei umpan balik karyawan yang diterima manajemen bersifat anonim. Untuk memperoleh informasi yang maksimal, Anda perlu memberi tahu mereka bahwa umpan balik mereka 100% rahasia.


    • a.  Pelaksanaan pelatihan MSDM

      b.  Program Manajemen Kinerja

      c.  Manfaat Program Manajemen Kinerja

      d.  Manfaat Program Manajemen Kinerja untuk Kegiatan Organisasi


      • The 9 most common errors in performance appraisal

        9 errors in appraisal

        According to a survey by Salary.com, featured in TLNT, 90% of performance review processes are inadequate. And itΓÇÖs because this is one of the most complex of all talent management processes: it requires the use of specific methodology, extensive follow ups, carrying out timely appraisals for the entire workforce, etc. So itΓÇÖs not unusual that there are sometimes errors in performance appraisal. To run this process the most important approach is to use a performance review software like the one Kenjo offers  

        WeΓÇÖve created a list of the most common errors to help you avoid them:

         

        1. Partiality

         According to the Cambridge English Dictionary, in a statistical context, bias is ΓÇ£the fact that information is not correct because of the method used in collecting or presenting it.ΓÇ¥ This can also happen in performance appraisals when, either consciously or subconsciously, an appraiser positions themself either for or against the person being assessed.

        Research performed by Daniel Kahneman, psychologist and Nobel Prize winner, revealed that the majority of human decisions are based on prejudice, beliefs of intuition. But not on facts or logic.
        So, all humans have prejudices: even so, we shouldnΓÇÖt let them influence our feedback when supervising or evaluating another person. Bias or partiality in the review process mean it lacks objectivity, which in turn could undermine the employee and their position in the company.

         

        2. Stereotyping

        Stereotyping is a concept, idea or model attributed to people or groups, and that are created over period of time. We normally use these clich├⌐s to pigeonhole a person and we automatically assume that they share the same traits and characteristics as the other people in this group. While there are positive stereotypes, they more often than not correspond to prejudices or labels created in a generalised and negative way. They can be related to race, gender, political beliefs, etc.

        Stereotypes become a problem when reviewing an employeeΓÇÖs performance because it will be subject to a pre-conceived idea we have about the group in which we have labelled them. The choice of rating scale can be a good solution to this error. 

        Within a group, and particularly in an appraisal, we must abandon stereotypes and get to know each employee individually and objectively. We have to look beyond the labels and assess the worker through established performance standards and their real achievements.

        3. Halo effect

         The halo effect is one of the most common errors in a performance appraisal. This happens when an appraiser generalises one of the employeeΓÇÖs traits and extends it to all the other aspects under review.

        For example: one person in the team always hits their sales targets and exceeds expectations year after year. During the evaluation, their managerΓÇÖs judgement may be clouded by this and they rate the employee as excellent in all aspects, without carefully examining their results in other areas.

        The best way to mitigate this is by using an evaluation method that is as accurate as possible and that enables you to rate observable and measurable actions, without leaving room for interpretation.

         

        4. Distribution errors

         Performance reviews in many organisation suffer from distribution errors. This study mentions an experiment that involved 5,970 employees, where two assessors had to supervise the work of the same group, during the same period of time. Contradictions between the two assessors were observed in 62% of all cases. It was generally perceived that one of the evaluators was more generous than the other.

        There are three types of distribution:

         Severity: the appraiser evaluates all, or almost all staff, with below average ratings. 

         Central: this is when the appraiser evaluates everyone with generally average ratings. No-one is actually good or bad.

         Leniency: the appraiser evaluates everyone with above average ratings.


        These three errors can be displayed in a curve.

         

         

        example of error in performance evaluationSource: academia.edu

         

         

        5. Similarity errors

         

        There are employees who seem similar to their managers in different ways in many organisations. Some managers may even favour these employees in comparison to those that behave or think differently.

        Feeling more at ease with people who are we believe to be similar to ourselves is normal; if we arenΓÇÖt careful, however, this feeling can interfere with the appraisal process. This is know as the similarity error.

        Objectivity and a range of opinions in the performance appraisal are essential to remove this factor.

         

        6. Proximity errors

         

        The proximity error happens when aspects that are close together in the performance review sheet and are given similar ratings, irrespective of the real score.

        As shown in this study by the International Journal of Organizational Leadership, this error illustrates how much influence the surrounding elements may have on someoneΓÇÖs rating in a particular area.

        If the employee gets a positive rating, for example, then this result could influence the appraiser to give another positive rating for the next item on list. We may also see the opposite reaction, where a lower rating is given to ΓÇ£compensateΓÇ¥ for the previous one.

         

        7. Recency error

         

        The recency error is another of the most common errors in performance appraisal. This occurs when the appraiser only bases their feedback on the last few weeks of work.

        One example would be where an employee had performed superbly for most of the review period but made a mistake before the annual appraisal. This could mean they receive a negative review if the whole year is not taken in consideration. In other words, the appraiser commits the recency error.

        The opposite can also happen: an employee may have successfully completed an important project recently, which could influence the appraiserΓÇÖs opinion. It could lead to a positive rating when their performance has been otherwise poor for most of the year. Before meeting with employees you should be clear about the skills to be analyzed in the performance review

        8. Compare/contrast error

         

        The compare/contrast error arises when an appraiser compares the performance of two employees instead of using absolute performance measurements for each one. One employee who rates as ΓÇ£excellentΓÇ¥ could make another with a ΓÇ£goodΓÇ¥ rating seem mediocre.

        Each employee is unique and therefore has different strengths and weaknesses that distinguish them as a professional. An appraisal will never be fair if we try to compare one personΓÇÖs abilities with another.

        ItΓÇÖs vital to assess each employee on their performance in relation to the individually set standards and criteria.

         

        9. Attribution error

         

        Attribution is a process where the individual makes assumptions about the reasons or motives for someone elseΓÇÖs specific actions or behaviour. Attribution errors are therefore based on subjective conclusions.

        In a performance review, for example, an attribution error could happen when an employee gives a negative answer to a question and the appraiser assumes that they have a negative attitude towards their work.

        ItΓÇÖs never a good idea to make assumptions about an employeeΓÇÖs reaction or specific behaviour and letting it influence the rest of the review process.

        If youΓÇÖd like to learn how to resolve the most common problems that arise performance reviews, then read this article: How can you avoid problems with performance appraisal



    • a.    Format Identifikasi Kebutuhan Diklat

      b.    Format Program Diklat

      c.    Format Proposal Diklat

      d.    Format Laporan Hasil Diklat

      e.    Format Evaluasi Instruktur Diklat

      f.     Format Daftar Peserta Diklat

      g.    Format Lembar Pengalaman Diklat

      h.    Format Evaluasi Peserta Diklat




    • manajemen kinerja karyawan


      Dalam mencapai tujuan-tujuan perusahaan, tentu antara sumber daya manusia satu dan yang lain yang memiliki karakter dan pola pikir berbeda pasti akan beda juga kinerjanya, sehingga perlunya perbaikan kinerja yang baik yang akan turut berpengaruh pada target yang dimiliki perusahaan.

      Mengingat kinerja tiap individu berbeda-beda, perusahaan perlu mengelola manajemen kinerja sumber daya manusia yang dimilikinya, dari perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan peninjauan kembali terhadap kinerja karyawan yang biasa disebut dengan manajemen kinerja atau performance management dan perlu perbaikan secara berkala.

      Apa itu Perbaikan kinerja?

      Perbaikan kinerja adalah proses atau langkah-langkah yang diambil untuk meningkatkan kualitas, produktivitas, efisiensi, dan hasil kerja seseorang atau tim.

      Tujuannya adalah untuk mengatasi masalah atau kelemahan dalam kinerja yang dapat menghambat pencapaian tujuan organisasi atau individu.

      Perbaikan kinerja dapat melibatkan berbagai tindakan, seperti:

      1. Identifikasi masalah: Mengidentifikasi area atau aspek spesifik dalam kinerja yang membutuhkan perbaikan. Hal ini dapat melibatkan analisis data, umpan balik dari atasan atau rekan kerja, atau tinjauan kinerja.
      2. Penetapan tujuan yang jelas: Menetapkan tujuan yang spesifik, terukur, dan realistis untuk memperbaiki kinerja. Tujuan ini harus dapat diukur dan memiliki batas waktu yang jelas.
      3. Pengembangan rencana tindakan: Merancang rencana tindakan yang terperinci untuk mencapai tujuan perbaikan kinerja. Rencana ini dapat mencakup langkah-langkah spesifik, tanggung jawab, sumber daya yang dibutuhkan, dan jadwal pelaksanaan.
      4. Pelatihan dan pengembangan: Memberikan pelatihan atau pendidikan tambahan kepada individu atau tim untuk meningkatkan keterampilan, pengetahuan, atau pemahaman tertentu yang diperlukan dalam pekerjaan mereka.
      5. Umpan balik dan pengawasan: Memberikan umpan balik konstruktif secara teratur kepada individu atau tim tentang kemajuan mereka dalam mencapai tujuan perbaikan kinerja. Pengawasan yang tepat juga diperlukan untuk memastikan pelaksanaan rencana tindakan dan mendukung perkembangan yang berkelanjutan.
      6. Pembinaan dan dukungan: Memberikan bimbingan, dukungan, dan motivasi kepada individu atau tim selama proses perbaikan kinerja. Ini dapat melibatkan sesi mentoring, diskusi reguler, atau dukungan emosional untuk membantu individu atau tim tetap fokus dan termotivasi.
      7. Evaluasi dan pengukuran: Melakukan evaluasi berkala terhadap kemajuan dalam perbaikan kinerja dan mengukur hasil yang telah dicapai. Hal ini dapat melibatkan perbandingan dengan tujuan yang telah ditetapkan dan penggunaan indikator kinerja yang relevan.

      Perbaikan kinerja merupakan upaya yang berkelanjutan dan dapat melibatkan kerjasama antara individu, manajer, dan tim.

      Hal ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan kerja yang efektif, memaksimalkan potensi individu, dan mencapai keberhasilan organisasi secara keseluruhan.

      Tujuan Perusahaan Melakukan Perbaikan Kinerja

      Ada pun tujuan manajemen kinerja atau performance management yang juga berguna untuk perbaikan adalah sebagai berikut:

      • Memotivasi karyawan agar mau dan mampu mengoptimalkan kualitas dan kuantitas produksi berdasarkan tujuan tertentu yang merupakan tujuan perusahaan yang disepakati bersama, tanpa memberikan tekanan yang memberatkan dan diluar kemampuan sumber daya manusia.
      • Membantu karyawan menemukan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk melakukan pekerjaan mereka secara lebih efisien untuk mencapai tujuan organisasi secara kolektif.
      • Memaksimalkan sistem komunikasi dua arah antara manajer dan karyawan untuk meningkatkan harapan perusahaan akan peran dan tanggung jawab karyawan dalam tanggung jawabnya untuk bekerja. Tujuan fungsional dari sistem komunikasi ini adalah untuk memberikan umpan balik yang sistematis dan transparan. Ini berguna untuk perbaikan kinerja.
      • Mengidentifikasi isu-isu yang menghambat kinerja sumber daya manusia di sebuah perusahaan. Dengan mengartikulasikan masalah dan penyebabnya, Anda memudahkan perusahaan untuk menemukan media yang bahagia.
      • Membuat dasar dan aturan untuk berbagai hal administrasi yang berkaitan dengan perencanaan strategis, perencanaan suksesi, promosi, kompensasi dan sistem kompensasi berdasarkan kinerja karyawan itu sendiri.
      • Meningkatkan diri pribadi karyawan dalam mengembangkan potensinya dalam pencarian karir dengan memberikan pengetahuan dan keterampilan yang memadai.

      Tujuan suatu perusahaan atau organisasi untuk meningkatkan serta perbaikan kinerja sangat penting karena selain dapat meningkatkan kinerja karyawan baik secara individu maupun secara tim, juga dapat merangsang kinerja manusia secara langsung.

      Jadi produktivitas tenaga kerja juga meningkat.

      Cara Efektif Meningkatkan dan Perbaikan Kinerja

      Manajemen kinerja memerlukan tujuan yang jelas dan terukur, maka harus ada mekanisme untuk mengukur, melakukan perbaikan, dan mengevaluasi pencapaian tujuan organisasi.

      Reward and Punishment

      Apresiasi karyawan berarti penghargaan individu, sebagai pengakuan atas suatu prestasi dan sebagai sarana untuk menjadi manusia.

      Seperti halnya persaingan, perusahaan harus memberikan reward dan punishment bagi karyawan yang berprestasi dan karyawan yang melakukan kesalahan.

      Secara teknis kegiatan ini dapat dilakukan secara berkala dalam jangka waktu tertentu, dan tentunya setelah kinerja masing-masing pegawai dilihat dan dievaluasi.

      Sehingga konsistensi dan kontinuitas dapat memotivasi dan memotivasi pegawai untuk bersaing secara efektif untuk perbaikan kinerja.

      Pelatihan untuk Karyawan

      Untuk meningkatkan prestasi kerja karyawan yang tergolong kurang baik, perusahaan juga harus menyelenggarakan kursus pelatihan khusus, yang berlangsung tidak hanya satu kali selama masa pemagangan atau magang, tetapi juga pada jam kerja karyawan.

      Mereka disajikan dalam bentuk pemantauan, pelatihan (pembinaan) dan pengembangan (pengembangan).

      Selain meningkatkan kinerja karyawan yang semula lemah menjadi yang diharapkan oleh perusahaan, karyawan yang sudah berkinerja tinggi mengikuti program pelatihan dan memperluas pengetahuan dan keterampilan mereka.

      Perbaikan Kinerja Dimulai dari Visi dan Misi Perusahaan Yang Jelas

      Dalam menjalankan organisasi, perusahaan harus memiliki strategi yang jelas untuk mencapai visi dan misinya.

      Perusahaan wajib menyampaikan secara jelas dan rinci kepada karyawannya profil perusahaan, peraturan ketenagakerjaan, tata cara kerja dan kontrak kerja yang berlaku menurut kode ketenagakerjaan, dan begitu jelas visi dan misi perusahaan.

      Jadi, karyawan tidak menilai bahwa perusahaan tempat mereka bekerja, tidak memiliki pijakan atau kedudukan, ini juga akan mencegah kedua belah pihak saling menuntut. untuk ketidakpuasan.

      Pembagian Kerja yang Terstruktur

      Dalam suatu pekerjaan, karyawan sering kali bersaing untuk mendapatkan pekerjaan yang sama atau bahkan saling melempar tanggung jawab.

      Ini bisa berupa karyawan yang tidak memahami deskripsi pekerjaan dan atau deskripsi pekerjaan yang tidak terstruktur atau ambigu.

      Dengan latar belakang ini akan berdampak.

      Jika buruk, perusahaan wajib membagi pekerjaan dan melatih karyawannya.

      Dedikasi Tinggi

      Sebagai panutan utama bagi karyawan, kepemimpinan yang kuat di tingkat manajemen senior, yang kemudian memberikan contoh dan getaran positif bagi sumber daya manusia yang ada, harus menunjukkan komitmen yang besar.

      Seorang pemimpin yang mencintai pekerjaannya akan dengan mudah menyalurkan energi positif untuk Anda dan rekan kerja.

      Komitmen yang tinggi terhadap perusahaan tidak hanya tergantung pada seberapa keras seorang pemimpin bekerja, jam berapa mereka pulang kerja, tetapi juga dapat diwujudkan dengan menjadi seorang pemimpin dengan pemikiran kreatif dan inovatif atau setidaknya sosok inspiratif yang digunakan untuk perbaikan kinerja.

      Menjalin Keakraban

      Ada kalanya seorang karyawan bertahan di suatu perusahaan bukan karena gaji tinggi ataupun butuh kerja, namun karena sudah terjalin ikatan keakraban di antara rekan-rekan sekantor.

      Iklim dan suasana kerja sudah cocok dan membuat karyawan enggan mencari kerjaan baru.

      Nah, bagaimana Anda dapat membuat jalinan keakraban tersebut di perusahaan Anda?

      Beberapa cara yang patut dicoba misalnya adakan acara outboundhiking, dan jalan-jalan yang tidak terlalu mahal.

      Makan siang bersama juga salah satu cara yang tak terlalu mahal.

      Penuhi Hak Karyawan

      Hak-hak karyawan yang dimaksud meliputi gaji dan kenaikannya tiap tahun, Tunjangan Hari Rayatunjangan kesehatan, komunikasi, dan lain-lain sesuai kesepakatan dalam kontrak kerja.

      Jangan sampai terjadi Anda lalai memberikannya karena lupa.

      Misalnya, Ina karyawan baru di sebuah perusahaan dijanjikan mendapatkan tunjangan BPJS Kesehatan dari perusahaan.

      Namun hingga 3 bulan bekerja, masih juga belum didaftarkan.

      Akibatnya ia jadi tidak semangat dalam bekerja.

      Evaluasi Kerja

      Proses penilaian kinerja dilakukan atas pencapaian target kinerja yang telah ditetapkan dan hasilnya dijadikan sebagai umpan balik.

      Penilaian dapat dilakukan secara objektif.

      Hal ini dapat menunjak perbaikan kinerja.

      8 Cara Konkret Untuk Memperbaiki Kinerja Karyawan

      Memperbaiki kinerja karyawan adalah proses yang melibatkan langkah-langkah konkret untuk meningkatkan kualitas, produktivitas, dan efektivitas kerja individu.

      Berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk memperbaiki kinerja karyawan:

      1. Komunikasi yang efektif: Penting untuk berkomunikasi secara terbuka dan jelas dengan karyawan mengenai harapan, tujuan, dan umpan balik terkait kinerjanya. Berikan arahan yang jelas, beri tahu mereka tentang area yang perlu ditingkatkan, dan berikan panduan yang konkret untuk memperbaiki kinerja mereka.
      2. Penetapan tujuan yang spesifik: Bantu karyawan untuk menetapkan tujuan yang jelas, terukur, dan realistis. Tujuan ini harus terkait dengan tugas dan tanggung jawab mereka, serta mendukung tujuan organisasi secara keseluruhan. Pastikan tujuan tersebut dapat diukur dan ditetapkan batas waktu yang jelas.
      3. Pelatihan dan pengembangan: Identifikasi kelemahan atau kekurangan karyawan dalam keterampilan atau pengetahuan tertentu, dan berikan pelatihan atau pendidikan tambahan yang sesuai. Ini dapat dilakukan melalui pelatihan internal, pelatihan eksternal, atau program pengembangan karyawan. Pastikan karyawan memiliki kesempatan untuk meningkatkan keterampilan yang diperlukan dalam pekerjaan mereka.
      4. Umpan balik yang konstruktif: Berikan umpan balik yang jelas, konstruktif, dan teratur kepada karyawan tentang kinerjanya. Fokuskan pada penguatan positif dan identifikasi area perbaikan. Dorong karyawan untuk berpartisipasi dalam proses umpan balik dan membantu mereka memahami pentingnya perbaikan kinerja dalam mencapai tujuan pribadi dan organisasi.
      5. Pengakuan dan penghargaan: Berikan pengakuan dan penghargaan kepada karyawan yang mencapai atau melampaui target kinerja. Ini dapat berupa apresiasi verbal, penghargaan tertulis, insentif finansial, atau kesempatan promosi. Pengakuan yang tepat dapat memberikan motivasi dan dorongan kepada karyawan untuk terus meningkatkan kinerja mereka.
      6. Pembinaan dan dukungan: Berperan sebagai pembimbing dan pendukung bagi karyawan. Sediakan bimbingan, dorongan, dan sumber daya yang diperlukan untuk membantu mereka mengatasi tantangan dan mengembangkan potensi mereka. Jalin hubungan yang baik dengan karyawan dan dorong mereka untuk berbagi masalah atau kesulitan yang mereka hadapi.
      7. Evaluasi kinerja secara teratur: Lakukan evaluasi kinerja secara berkala untuk melacak kemajuan karyawan. Diskusikan hasil evaluasi dengan karyawan dan identifikasi area perbaikan yang perlu diambil. Buat rencana tindakan yang jelas untuk memperbaiki kinerja mereka dan tentukan waktu untuk melakukan tinjauan kembali.
      8. Memberikan kesempatan pengembangan karir: Bantu karyawan mengembangkan jalur karir mereka dengan memberikan kesempatan untuk meningkatkan keterampilan, pengetahuan, dan pengalaman. Dukung mereka dalam mencapai tujuan karir mereka dan berikan tantangan baru yang dapat membantu memotivasi dan meningkatkan kinerja mereka.

      Penting untuk dicatat bahwa setiap karyawan adalah individu yang unik, jadi pendekatan untuk memperbaiki kinerja dapat bervariasi tergantung pada kebutuhan dan situasi masing-masing karyawan.

      Penting untuk selalu memberikan dukungan, pengarahan, dan umpan balik yang kontekstual untuk membantu karyawan mencapai potensi tertinggi mereka.

      10 Cara Meningkatkan Manajemen Kinerja Dalam Suatu Organisasi

      Untuk meningkatkan manajemen kinerja dalam suatu organisasi, berikut adalah beberapa langkah yang dapat diambil:

      1. Penetapan tujuan yang jelas: Tetapkan tujuan yang spesifik, terukur, dapat dicapai, relevan, dan berbatas waktu (SMART goals) untuk setiap individu dan tim dalam organisasi. Tujuan yang jelas membantu dalam fokus dan pengukuran kinerja.
      2. Komunikasi yang efektif: Jalin komunikasi yang terbuka, jelas, dan terus-menerus dengan karyawan. Berikan arahan yang jelas mengenai harapan kinerja, berikan umpan balik yang konstruktif secara teratur, dan dorong komunikasi dua arah untuk memahami dan mengatasi hambatan yang mungkin terjadi.
      3. Pengembangan karyawan: Berikan kesempatan bagi karyawan untuk mengembangkan keterampilan dan pengetahuan mereka melalui pelatihan, workshop, mentoring, atau program pengembangan. Dukung pengembangan karir karyawan dan dorong mereka untuk mengambil inisiatif dalam memperluas kemampuan mereka.
      4. Pengukuran kinerja yang objektif: Gunakan metrik dan indikator yang jelas untuk mengukur kinerja karyawan. Pastikan pengukuran tersebut obyektif, transparan, dan relevan dengan tujuan organisasi. Lakukan penilaian kinerja secara teratur dan berikan umpan balik yang berarti.
      5. Pemberian umpan balik yang konstruktif: Berikan umpan balik yang jelas, konstruktif, dan terarah kepada karyawan tentang kinerja mereka. Fokuskan pada penguatan positif dan identifikasi area perbaikan. Dorong karyawan untuk mengembangkan rencana tindakan untuk meningkatkan kinerja mereka.
      6. Peluang penghargaan dan pengakuan: Berikan pengakuan dan penghargaan kepada karyawan yang mencapai hasil yang baik. Ini dapat berupa penghargaan, apresiasi publik, atau kesempatan promosi. Penghargaan dan pengakuan dapat meningkatkan motivasi dan memberikan insentif bagi karyawan untuk terus meningkatkan kinerja mereka.
      7. Kolaborasi dan kerjasama tim: Dorong kerjasama dan kolaborasi di antara tim dan departemen. Fasilitasi komunikasi dan kerja sama yang efektif antara anggota tim untuk mencapai tujuan bersama.
      8. Evaluasi dan pembaruan sistem: Lakukan evaluasi periodik terhadap sistem manajemen kinerja yang ada dalam organisasi. Identifikasi kelemahan dan perbaiki proses yang tidak efektif. Selalu terbuka untuk perubahan dan penyempurnaan yang diperlukan untuk meningkatkan manajemen kinerja.
      9. Pemimpin yang mendukung: Pastikan para pemimpin dalam organisasi mendukung dan mempraktikkan manajemen kinerja yang efektif. Berikan pelatihan dan dukungan bagi para pemimpin untuk menjadi role model dalam mengelola kinerja karyawan.
      10. Kebijakan yang adil dan transparan: Pastikan kebijakan dan prosedur terkait manajemen kinerja adil, jelas, dan transparan. Sediakan panduan yang terperinci tentang ekspektasi, pengukuran kinerja, dan sistem penghargaan serta sanksi.

      Meningkatkan manajemen kinerja membutuhkan komitmen dan upaya terus-menerus dari seluruh organisasi.

      Dengan pendekatan yang holistik dan berkelanjutan, manajemen kinerja dapat menjadi alat yang efektif dalam mencapai tujuan organisasi dan memajukan karyawan.



    • https://www.youtube.com/watch?v=AQ4oFpsaHqI

    • 1.       Kepuasan Kerja

      a.    Pengertian

      b.    Teori Kepuasan

      c.     Mengukur Kepuasan Kerja

      d.   Pengaruh Kepuasan Kerja

      e.    Review Jurnal


    • Pengertian Pelatihan dan Pengembangan Karyawan dan Jenis-Jenisnya

      Pengertian Pelatihan dan Pengembangan Karyawan dan Jenis-Jenisnya 2

      Ada banyak sekali pengertian pelatihan dan pengembangan karyawan menurut para ahli. William G. Scott mendefinisikan pelatihan sebagai sebuah kegiatan yang bertujuan mengembangkan pemimpin untuk mencapai keefektifan pekerjaan individual yang lebih besar dan hubungan antarpribadi dalam organisasi yang lebih baik, serta menyesuaikan pemimpin kepada konteks seluruh lingkungannya.

      Definisi lain pelatihan karyawan dikutip dari Andrew E. Sikula. Menurutnya, pelatihan karyawan adalah suatu proses pendidikan jangka pendek, menggunakan prosedur sistematis dan terorganisir, di mana personal nonmanajerial mempelajari kemampuan dan pengetahuan teknis untuk tujuan tertentu.

      Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan juga mencantumkan definisi pelatihan kerja, yakni keseluruhan kegiatan untuk memberi, memperoleh, meningkatkan, serta mengembangkan kompetensi kerja, produktivitas, disiplin, sikap, dan etos kerja pada tingkat keterampilan dan keahlian tertentu, sesuai dengan jenjang dan kualifikasi jabatan atau pekerjaan.

      Adapun pengembangan karyawan didefinisikan sebagai proses di mana karyawan, dengan dukungan atasannya, menjalani berbagai program pelatihan karyawan untuk meningkatkan keterampilannya dan memperoleh pengetahuan, juga keterampilan baru.

      Arahnya lebih pada mempersiapkan karyawan sebagai individu untuk memegang tanggung jawab berbeda atau lebih besar.

      Pengembangan karyawan menjadi faktor utama untuk retensi karyawan di tempat kerja, terutama saat ini, di mana angkatan kerja didominasi oleh generasi milenial.

      Metode-metode terpopuler dalam pengembangan karyawan yang digunakan perusahaan mencakup program-program pelatihan dan pengembangan kepemimpinan.

      Pengembangan karyawan merupakan investasi bagi perusahaan. Secara langsung, investasi ini berdampak pada keterlibatan dan produktivitas karyawan, yang pada akhirnya akan meningkatkan kesuksesan perusahaan.

      Perbedaan antara pelatihan dengan pengembangan karyawan

      perbedaan pelatihan dan pengembangan karyawan menurut para ahli_art

      Baik pelatihan maupun pengembangan karyawan, keduanya memberikan pengetahuan praktis untuk menambah kapabilitas karyawanmeningkatkan kinerja karyawan, dan membantu karyawan mengurangi kesalahan dalam bekerja.

      Keduanya pun dapat diterapkan kepada karyawan yang sudah berpengalaman dalam bekerja, maupun karyawan baru.

      Namun, dari beberapa definisi sebelumnya, terlihat perbedaan jelas antara pelatihan dan pengembangan karyawan.

      Pelatihan karyawan lebih dimaksudkan untuk meningkatkan penguasaan keahlian karyawan atas pekerjaan tertentu dan yang dia lakukan saat ini.

      Misalnya pelatihan presentasitraining komunikasitraining for trainers, dan lainnya.

      Sementara pengembangan karyawan, lebih pada penyiapan dirinya untuk menguasai keahlian baru karena akan memegang pekerjaan berbeda dan biasanya menuntut tanggung jawab lebih besar.

      Seperti diungkapkan Syafaruddin, pelatihan lebih diarahkan pada peningkatan kemampuan dan keahlian sumber daya manusia (SDM) perusahaan, berkaitan dengan jabatan atau fungsi yang menjadi tanggung jawabnya saat ini.

      Sasarannya adalah tercapainya peningkatan kinerja individu dalam jabatan atau fungsinya saat ini tersebut.

      Sedangkan pengembangan karyawan, sifatnya lebih formal. Pengembangan karyawan ini menyangkut antisipasi kemampuan dan keahlian individu yang harus disiapkan bagi kepentingan jabatan karyawan di masa mendatang.

      Sasarannya lebih luas daripada pelatihan, yakni peningkatan kemampuan individu untuk mengantisipasi perubahan yang mungkin terjadi tanpa direncanakan.

      Tujuan pelatihan dan pengembangan karyawan

      Pelatihan dan pengembangan karyawan tidak hanya bertujuan meningkatkan produktivitas karyawan dan efisiensi. Persaingan bisnis menuntut lebih dari itu.

      Menambah keterampilan karyawan dan mengasah keahlian yang telah mereka miliki menjadi langkah penting yang harus diambil perusahaan agar bisa bertahan dalam kompetisi.

      Berikut ini adalah tujuan pelatihan dan pengembangan karyawan:

      1. Meningkatkan produktivitas

      pelatihan untuk meningkatkan produktivitas karyawan_art

      Salah satu cara untuk meningkatkan produktivitas perusahaan adalah dengan memanfaatkan teknologi.

      Kita tahu, teknologi berkembang dengan amat pesat, sehingga pelatihan dan pengembangan karyawan dalam hal penguasaan teknologi terbaru dapat membantu mereka mengejar perkembangan yang cepat itu.

      Peningkatan produktivitas juga terjadi ketika karyawan menjadi semakin ahli dalam pekerjaannya.

      Mereka dapat mengembangkan cara atau metode baru yang membuat mereka mampu menyelesaikan pekerjaan yang sama atau berulang dengan lebih efektif dan efisien.

      2. Memperbaiki kualitas

      Pelatihan dan pengembangan karyawan tidak hanya akan meningkatkan produktivitas karyawan, melainkan juga membantu mereka memberikan layanan atau menghasilkan produk yang lebih baik.

      Kualitas yang lebih baik ini pada akhirnya akan mempertahankan klien/pelanggan dan menggaet klien/pelanggan baru.

      3. Mengurangi waktu belajar karyawan

      cara mempersingkat waktu pelatihan karyawan_art

      Ketika karyawan mengikuti program pelatihan dan pengembangan secara rutin, kemampuan mereka bertambah secara bertahap.

      Karyawan dengan kemampuan yang mumpuni dan terus terasah akan lebih cepat dalam mempelajari dan mempraktikkan hal-hal baru.

      Semakin lemah kemampuan ini, semakin sulit pula bagi mereka untuk belajar.

      Semakin cepat karyawan menguasai hal-hal baru, artinya semakin besar pula kesempatan bagi perusahaan untuk menjadi yang terdepan dalam persaingan bisnis.

      4. Meningkatkan retensi karyawan

      Perusahaan akan berkembang baik, jika mampu mempertahankan karyawan-karyawannya dalam waktu cukup lama.

      Merekrut SDM baru akan lebih membutuhkan waktu daripada memberikan pelatihan dan pengembangan kemampuan karyawan yang sudah ada.

      Meski sama-sama mengeluarkan biaya, akan lebih hemat dan menguntungkan bagi perusahaan untuk melatih dan mengembangkan karyawan yang sudah ada daripada melatih dan mengembangkan karyawan baru.

      Pelatihan dan pengembangan karyawan juga membantu karyawan untuk lebih percaya diri.

      Mereka akan lebih betah bekerja di perusahaan pula karena mengangap perusahaan peduli akan kebutuhan mereka, terutama kebutuhan akan keterampilan yang mereka perlukan dalam menjalankan pekerjaan mereka,

      5. Transfer keahlian dan kaderisasi

      tujuan pelatihan dan pengembangan karyawan adalah untuk kaderisasi_art

      Karyawan pada suatu saat akan memasuki usia pensiun. Pelatihan dan pengembangan karyawan secara berkala memberikan kesempatan bagi karyawan-karyawan senior untuk meneruskan ilmu, keterampilan, atau keahlian kepada junior-junior mereka.

      Untuk transfer keahlian ini dapat juga dilakukan Training for Trainers di mana perusahaan melatih karyawan terbaik untuk menjadi trainer handal buat teman-temannya yang lain.

      proposal training tft tot indonesia 1

      Manfaat pelatihan dan pengembangan karyawan

      manfaat pelatihan dan pengembangan karyawan_art

      Yang paling terasa oleh perusahaan ketika secara berkala mengadakan program pelatihan dan pengembangan karyawan adalah terwujudnya sumber daya manusia yang mampu bekerja lebih efisien, kompetitif, dan keterlibatan yang lebih tinggi dengan tempat kerja.

      Sebuah riset menunjukkan, perusahaan dengan karyawan yang menyukai pekerjaannya dan berdedikasi, memiliki tingkat absen 41 persen lebih rendah dan produktivitas 17 persen lebih tinggi.

      Melihat manfaat yang akan didapat, pelatihan dan pengembangan karyawan bukan hanya penting, melainkan juga vital. Berikut sejumlah manfaat pelatihan dan pengembangan karyawan yang bisa diperoleh perusahaan:

      • Retensi karyawan yang positif

      Karyawan yang mendapatkan program pelatihan dan pengembangan karyawan akan lebih loyal terhadap perusahaan. Ini sangat baik untuk bisnis.

      • Meningkatkan keterlibatan karyawan

      Karyawan yang merasa bosan di tempat kerja biasanya dikarenakan kemampuan atau keahliannya dalam bekerja tidak berkembang.

      Rasa bosan ini kemudian akan menyeret karyawan ke dalam kebiasaan kerja yang negatif dan ujung-ujungnya merugikan perusahaan.

      Pelatihan dan pengembangan kayawan secara berkala akan mendorong karyawan lebih terlibat dengan pekerjaan dan lingkungan kerjanya.

      Dia akan lebih bersemamgat, percaya diri, dan punya inisiatif-inisiatif baru dalam menyelesaikan pekerjaannya.

      Pelatihan dan pengembangan karyawan yang rutin juga memungkinkan terjadinya evaluasi terus-menerus terhadap karyawan, keterampilan, dan proses bekerjanya.

      Yang paling utama, pelatihan dan pengembangan pada akhirnya juga akan mempengaruhi budaya perusahaan.

      • Menyiapkan pemimpin-pemimpin di masa depan

      Program pelatihan dan pengembangan karyawan membantu perusahaan menemukan bakat-bakat kepemimpinan baru.

      Sejak awal, perusahaan, dalam hal ini biasanya para profesional di bagian human resource development, mulai dapat menandai karyawan sebagai kandidat untuk jajaran manajerial.

      Perusahaan yang memiliki program pengembangan kepemimpinan yang baik artinya selalu mempertimbangkan tujuan perusahaan di masa depan dengan menyiapkan talenta yang dapat dipromosikan.

      • Pemberdayaan karyawan

      Hal ini masih berkaitan dengan tingkat keterlibatan karyawan. Para manajer yang merasa diberdayakan di tempat kerja akan lebih efektif dalam memengaruhi karyawan dan mendapatkan kepercayaan mereka.

      Karyawan juga akan merasakan otonominya, nilai-nilai yang dia yakini, dan kepercayaan diri yang lebih besar dalam melakukan pekerjaan mereka.

      Jenis-jenis pelatihan dan pengembangan karyawan

      Jenis-jenis pelatihan dan pengembangan karyawan_art

      Pelatihan dan pengembangan karyawan memberikan kesempatan bagi mereka untuk mendapatkan pengetahuan dan pengalaman yang sesuai untuk melaksanakan pekerjaan masing-masing.

      Karyawan dapat meningkatkan produktivitas, kualitas kerja, dan mengurangi risiko pekerjaan.

      Dibutuhkan jenis program pelatihan dan pengembangan yang tepat untuk masing-masing kebutuhan karyawan.

      Jenis-jenis program pelatihan dan pengembangan karyawan itu antara lain:

      • Onboarding

      Program pelatihan dan pengembangan ini dikhususkan untuk menyambut karyawan baru. Perusahaan memberikan apapun yang karyawan butuhkan untuk dapat melakukan pekerjaan mereka.

      Biasanya ada sesi-sesi untuk mengenalkan karyawan baru kepada struktur organisasi perusahaan, tujuan, proses, prosedur, aturan, prinsip, norma, harapan, kontrol, dan sistem yang berlaku di perusahaan.

      • Manajemen risiko

      Pelatihan dan pengembangan jenis ini didesain untuk mengurangi risiko atau mengimplementasikan proses manajemen risiko.

      Materi program biasanya memasukkan poin-poin seputar keselamatan kerja, keamanan informasi, dan kepatuhan.

      • Manajemen keahlian

      Perusahaan memerlukan proses untuk mengidentifikasi keahlian karyawan. Ini juga dibutuhkan untuk mengembangkan area-area di mana ada kesenjangan di dalamnya.

      Pelatihan dan pengembangan jenis ini dapat dilakukan dalam beragam tingkatan, termasuk dengan memantau talenta-talenta yang ada di perusahaan atau dalam sebuah tim kerja.

      • Perencanaan karir

      Program pelatihan danpengembangan jenis ini dapat disesuaikan dengan minat dan ambisi masing-masing individu karyawan untuk meningkatkan kepuasan kerja dan keyerlibatan mereka di tempat kerja.

      • Manajemen pengetahuan

      Jenis ini adalah di mana perusahaan melakukan proses pengembangan, mempertahankan, pemanfataan, serta transfer pengetahuan dari karyawan yang lebih senior ke junior.

      • Pengalaman

      Dalam program pelatihan dan pengembangan jenis ini, karyawan diberikan kesempatan untuk merasakan langsung pengalaman yang akan memberikan manfaat bagi karir mereka, sekaligus kontrubusi mereka kepada perusahaan.

      Di dalam program ini, karyawan biasanya akan memperoleh penugasan baru dan lebih kreatif, yang berbeda atau bahkan berlawanan dengan penugasan-penugasan rutinnya.

      • Diklat

      Program pelatihan dan pengembangan karyawan jenis ini bisa berupa pemberian pelatihan internal atau mengirimkan karyawan mengikuti pelatihan di luar perusahaan atau juga memberikan kesempatan (beasiswa) untuk mengambil pendidikan formal lanjutan.

      Metode pelatihan dan pengembangan karyawan

      Ada sejumlah metode yang dapat diambil dalam mengadakan pelatihan dan pengembangan karyawan, sesuai dengan situasi yang dihadapi perusahaan:

      1. Pelatihan karyawan

      pelatihan karyawan terbaik di indonesia_art

      Metode ini membantu karyawan membangun pengetahuan dasar yang harus mereka miliki pada level atau posisi tertentu.

      2. Coaching efektif

      pelatihan coaching yang paling efektif_art

      Pemimpin atau jajaran manajemen dapat menjadi coach yang efektif bagi karyawan mereka. Selama bekerja, mereka dapat menggunakan berbagai situasi yang mereka hadapi sebagai momen belajar.

      Bahan belajar terbaik memang berasal dari rutinitas atau problem yang dihadapi karyawan sehari-hari.

      3. Mentoring kepemimpinan

      mentoring kepemimpinan untuk karyawan baru_art

      Mentoring akan lebih efektif daripada melatih, memarahi, mengritik, atau menegur karyawan.

      Dengan mentoring, karyawan akan lebih terbantu untuk melihat dampak dari perilakunya, memunculkan rasa tanggung jawab pribadi, dan kemudian berkomitmen untuk membuat perubahan positif.

      Contoh program pelatihan dan pengembangan karyawan

      contoh program pelatihan dan pengembangan karyawan _art

      Cara terbaik untuk menemukan contoh dari program-program pelatihan dan pengembangan karyawan adalah dengan belajar dari apa yang dilakukan perusahaan-perusahaan kelas dunia.

      Salah satu yang paling sering disebut-sebut adalah Seattle Genetics.

      Perusahaan bioteknologi ini berfokus pada pengembangan terapi berbasis antibodi untuk memerangi kanker.

      Seattle Genetics menawarkan penggantian biaya kuliah (yang memang sangat mahal di Amerika Serikat), kursus pelatihan di tempat untuk meningkatkan keahlian karyawan terkait pekerjaan, dan akses ke konferensi dan seminar terkait pekerjaan.

      Mengapa perusahaan menawarkan hal ini? Menurut Seattle Genetics, mengembangkan karir karyawan adalah investasi bagi karyawan dan masa depan bagi perusahaan.

      Perusahaan besar lain yang patut dicontoh program pelatihan dan pengembangan karyawannya adalah Amazon.

      Perusahaan e-commerce ini mempekerjakan lebih dari 245 ribu karyawan di seluruh dunia.

      Apa yang mereka tawarkan kepada karyawan? Pelatihan intensif dan program kepemimpinan selama sebulan sebelum karyawan mulai dipekerjakan. Tidak hanya itu, 95 persen uang kuliah karyawan dilunasi, khusus untuk mempelajari bidang-bidang yang dibutuhkan Amazon.

      Sebuah ΓÇ£Virtual Contact CenterΓÇ¥ pun memberikan pelatihan kepada karyawan untuk bekerja dari rumah.

      Apa alasan Amazon melakukan semua ini? Mereka ingin karyawan mereka menjadi pemilik Amazon sejak hari pertama bekerja. Mereka melatih karyawan untuk mengambil kepemilikan atas produk dan layanan yang berdampak pada jutaan pelanggan.

      Hal ini juga ternyata membantu karyawan merintis karir di Amazon.

      Satu lagi perusahaan dengan program pelatihan dan pengembangan karyawan yang keren adalah AT&T.

      Perusahaan telekomunikasi ini memiliki AT&T University, di mana program yang dipimpin para eksekutif perusahaan berfokus pada kepemimpinan dan pengembangan manajemen.

      Kampus juga bermitra dengan Georgia Tech dan Udacity, Inc., untuk membantu menciptakan program Master online pertama untuk gelar Science in Computer Science (OMS CS).

      Perusahaan berpendapat, mereka tidak lagi dapat bergantung kepada perekrutan dan sistem pendidikan tradisional semata sebagai sumber untuk menambah atau menemukan bakat-bakat baru.

      Mereka perlu karyawan yang siap bekerja di dunia digital yang kompetitif, dengan jumlah yang lebih banyak lagi.

      Evaluasi pelatihan dan pengembangan karyawan

      langkah langkah evaluasi pelatihan dan pengembangan karyawan _art

      Dalam setiap kegiatan atau program, tahapan evaluasi sama pentingnya dengan perencanaan.

      Tidak terkecuali dalam program pelatihan dan pengembangan karyawan ini.

      Ada beberapa model evaluasi, namun yang paling populer adalah model evaluasi yang dikembangkan pakar evaluasi pelatihan dan pengembangan SDM, Donald Kirkpatrick.

      Dalam model Evaluasi Kirkpatrick ini, ada empat tahapan yang dilakukan sebagai bagian dari proses evaluasi, yakni tahap rekasi, tahap pembelajaran, tahap perilaku, dan tahap hasil.

      1. Tahap reaksi

      Evaluasi dalam tahap ini bertujuan mencari tahu seberapa penting program pelatihan dan pengembamgan yang telah dilajukan bagi karyawan.

      Evaluator akan mengukut keterlibatan karyawan selama program berlangsung, tingkat keaktifan mereka, bagaimana reaksi karyawan terhadap materi program.

      Untuk itu, evaluator perlu menyusun sejumlah pertanyaan yang tepat untuk memancing umpan balik yang diharapkan.

      Misalnya, apa saja kelebihan dan kekurangan dari program pelatihan dan pengembangan yang baru saja Anda ikuti, apakah Anda mendapatkan manfaat dari program ini, dan seterusnya.

      2. Tahap pembelajaran

      Tahap evaluasi ini berupaya menggali informasi bagaimana karyawan bisa meningkatkan keahlian, sikap, pengetahuan, kepercayaan diri dan komitmen mereka dalam melakukan pekerjaannya dari program pelatihan dan pengembangan yang diikuti.

      Cara yang paling umum untuk mengevaluasi hal ini adalahdengan memberikan tes di awal dan di ahkir masa program.

      Dengan membandingkan hasilnya, akan terlihat apakah ada peningatan atau perubahan ke arah yang diharapkan dari karyawan.

      3. Tahap perilaku

      Evaluator akan melihat seberapa jauh karyawan mengaplikasi hasil program pelatihan dan pengembangan karyawan yang mereka ikuti ke dalam pekerjaannya sehari-hari di tempat kerja.

      Proses ini perlu waktu panjang pascaprogram, bisa berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan.

      4. Tahap hasil

      Hasil yang dimaksud dalam tahapan ini adalah efek yang dikehendaki oleh perusahaan dari program pelatihan dan pengembangan karyawan.

      Hasil yang diukur adalah pencapaian individu masing-masing karyawan dan pencapaian perusahaan secara keseluruhan.

      Penguasaan keterampilan dan pengetahuan oleh karyawan semakin penting bagi setiap perusahaan saat ini.

      Program pelatihan dan pengembangan secara berkala menjadi cara termudah untuk mengembangkan dan meningkatkan modal intelektual perusahaan.

      Mempekerjakan karyawan yang terlatih juga akan menekan pembiayaan.

      Karyawan yang menguasai pekerjaannya otomatis lebih besar kinerjanya, lebih baik dalam melibatkan dirinya di lingkungan kerja, yang artinya juga akan meningkatkan reputasi perusahaan pada akhirnya



    • https://www.youtube.com/watch?v=HBJ5JQxOpls&t=139s

    • 2.       Komitmen

      a.    Pengertian Komitmen

      b.    Tipe Komitmen Organisasional

      c.     Faktor Yang Mempengaruhi Komitmen Organisasional

      d.   Mengukur Komitmen

      e.    Perilaku Penarikan Diri

      f.     High Commitment High Performance

      g.    Review Jurnal


    • https://www.youtube.com/watch?v=AQ4oFpsaHqI

    • 1.    Motivasi

      a.    Pengertian Motivasi

      b.    Membangun Motivasi

      Organisasional

      c.     Tindakan Memotivasi

      d.   Model Hubungan Motivasi dengan Kinerja

      e.    Teori Motivasi Terkait dengan Kinerja

      f.     Aplikasi Teori Motivasi dengan Kinerja

      g.    Tantangan Dalam Memotivasi

      h.    Review Jurnal

      2.    Kompetensi

      a.    Pengertian Kompetensi

      b.    Tipe Kompetensi

      c.     Kategori Kompetensi

      d.   Tingkat Kompetensi

      e.     Strata Kompetensi

      f.     Manajaemen SDM Berbasis Kompetensi

      g.    Faktor yang mempengaruhi Kompetensi

      h.    Mengatasi Hambatan Kompetensi

      i.      Review Jurnal



    • https://www.youtube.com/watch?v=tGXyq7Qp7qg