Lewati ke konten utama
LMS IIB DARMAJAYA
  • Beranda
  • Kalender
  • Kategori
    Ilmu Komputer Ekonomi & Bisnis Desain, Hukum & Pariwasata IBI Kemahasiswaan
  • Panduan Penggunaan
    Panduan Dosen Panduan Mahasiswa SK Rektor Prihal E-learning SK Senat Prihal E-learning
  • Bantuan
  • Jadwal UJIAN
    Jadwal UTS Jadwal UAS
  • Selengkapnya
Masuk
LMS IIB DARMAJAYA
Beranda Kalender Kategori Ciutkan Memperluas
Ilmu Komputer Ekonomi & Bisnis Desain, Hukum & Pariwasata IBI Kemahasiswaan
Panduan Penggunaan Ciutkan Memperluas
Panduan Dosen Panduan Mahasiswa SK Rektor Prihal E-learning SK Senat Prihal E-learning
Bantuan Jadwal UJIAN Ciutkan Memperluas
Jadwal UTS Jadwal UAS
  1. Dasbor
  2. 0/2|2BDG-P3|P|
  3. Pertemuan ke 13 tentang ikhlasuniat (meluruskan niat)
  4. Pertemuan ke 13

Pertemuan ke 13

You are not enrolled in this course.
Syarat penyelesaian

TASH-HIHUN NIYYAH

 

ARTINYA: Membetulkan niat.

MAKSUDNYA: Membersihkan niat dalam setiap amalan, semata-mata karena Allah SWT.

Penjelasannya: melaksanakan perintah Allah ΓÇÿazza wa jalla untuk mencari keridhaan Allah semata.

FADHILAHNYA:

  • IKHLAS (MEMBETULKAN NIAT)
  1. Allah swt berfirman, ΓÇ£(Tidak demikian) bahkan barangsiapa yang menyerahkan diri kepada Allah, sedang ia berbuat kebajikan, maka baginya pahala di sisi Tuhannya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.ΓÇ¥ (Q.S. Al-Baqarah: 112)
  2. Allah swt berfirman, ΓÇ£Dan janganlah kalian membelanjakan sesuatu kecuali karena mencari keridhaan Allah.ΓÇ¥ (Q.S. Al-Baqarah: 272)
  3. Allah swt berfirman, ΓÇ£Barangsiapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala dunia itu, dan barangsiapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan (pula) kepadanya pahala akhirat itu. Dan Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.ΓÇ¥ (Q.S. Ali ΓÇÿImran: 145)
  4. Allah swt berfirman, ΓÇ£Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepada kalian atas ajakan itu, upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta Alam.ΓÇ¥ (Q.S. Asy-SyuΓÇÖaraΓÇÖ: 145)
  5. Allah swt berfirman, ΓÇ£Dan zakat yang kalian berikan, kalian maksudkan untuk mencapai keridhaan Allah, maka (yang berbuat demikian) itulah orang-orang yang melipatgandakan (pahalanya).ΓÇ¥ (Q.S. Ar-Ruum: 39)
  6. Allah swt berfirman, ΓÇ£Dan sembahlah Allah dengan mengikhlaskan ketaatanmu kepada-Nya.ΓÇ¥ (Q.S. Al-AΓÇÖraf: 29)
  7. Allah swt berfirman, ΓÇ£Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketaqwaan dari kalianlah yang dapat mencapainya.ΓÇ¥ (Q.S. Al-Hajj: 37)
  8. Mafhum hadits: Dari Sayyidina Abu Umamah al-Bahiliy ra berkata bahwa Baginda Rasulullah SAW bersabda, ΓÇ£Sesungguhnya Allah swt tidak menerima suatu amalan kecuali yang ikhlas untuk-Nya dan bertujuan untuk mencari ridha Allah swt.ΓÇ¥ (HR. NasaΓÇÖi)
  9. Mafhum hadits: Dari Sayyidina Abu Hurairah ra berkata bahwa Baginda Rasulullah SAW bersabda, ΓÇ£Sesungguhnya Allah swt tidak melihat bentuk rupamu dan hartamu, tetapi Allah swt melihat kepada isi hatimu dan amalanmu.ΓÇ¥ (HR. Muslim)
  10. Mafhum hadits: Dari Sayyidina SaΓÇÖad ra, dari Baginda Nabi SAW, Beliau bersabda, ΓÇ£Hanyalah pertolongan Allah swt kepada umat ini dengan sebab orang-orang yang lemah di antara mereka yaitu dengan doa, shalat, dan keikhlasan mereka.ΓÇ¥ (HR. NasaΓÇÖi).
  • IMAN DAN IHTISAB
  • Yakni beramal dengan yakin terhadap apa yang telah dijanjikan Allah ΓÇÿazza wa jalla disertai rasa rindu dan penuh harap akan pahala dan balasan dari sisi Allah.
  1. Mafhum hadits: Dari ΓÇÿAbdullah bin ΓÇÿAmr r.huma., ia berkata, Rasulullah saw. bersabda, ΓÇ£Ada empat puluh perkara yang baik ΓÇöyang tertinggi adalah manihatul-ΓÇÿanziΓÇö, jika seseorang mengerjakan salah satu di antaranya dengan mengharap pahalanya dan membenarkan janji mengenainya, maka Allah pasti akan memasukkannya ke dalam surgaΓÇ¥ (H.R. Bukhari). Ada empat puluh perkara yang baik: Rasulullah saw. telah menganjurkan pintu-pintu kebaikan yang tidak terhitung banyaknya, dan jelas bahwa beliau mengetahui keempat puluh perkara tersebut. Beliau tidak menyebutkannya hanyalah karena suatu maksud yang justru lebih baik bagi kita daripada jika beliau menyebutkannya. Karena kalau disebutkan, dikhawatirkan kita akan merasa cukup dengan empat puluh macam tersebut dan merasa tidak membutuhkan kebaikan yang lain (Fathul-Bari).
  2. Mafhum hadits: Dari Abi DardaΓÇÖ r.a., ia berkata, ΓÇ£Saya telah mendengar Abul-Qasim saw. bersabda, ΓÇÿSesungguhnya Allah berfirman, ΓÇÿHai ΓÇÿIsa, sesungguhnya Aku akan membangkitkan satu umat sesudahmu. Jika mereka mendapatkan apa yang mereka sukai, mereka memuji Allah. Dan jika ditimpa hal-hal yang tidak mereka inginkan, mereka mengharapkan pahala dan bersabar, padahal mereka bukan penyantun dan tidak mempunyai ilmu tentang urusan itu. Maka ΓÇÿIsa bertanya, ΓÇÿWahai Tuhanku, lalu bagaimana bisa mereka bersikap demikian, padahal tidak mempunyai sifat penyantun dan ilmu?ΓÇÖ Allah swt. berfirman, ΓÇÿAku berikan mereka sifat santun-Ku dan ilmu-KuΓÇ¥ (H.R. Hakim).
  3. Mafhum hadits: Dari Abu MasΓÇÖud r.a., dari Nabi saw., beliau bersabda, ΓÇ£Apabila seorang lelaki memberi nafkah kepada keluarganya dan mengharapkan pahala, maka nafkah itu menjadi sedekah baginyaΓÇ¥ (H.R. Bukhari).
  • CELAAN TERHADAP RIYAΓÇÖ
  1. Allah taΓÇÖala berfirman, ΓÇ£Dan apabila mereka berdiri untuk shalat, mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riyaΓÇÖ (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka mengingat Allah kecuali hanya sedikitΓÇ¥ (Q.S. An-NisaaΓÇÖ: 142).
  2. Allah taΓÇÖala berfirman, ΓÇ£Demikianlah keburukan bagi orang-orang yang lalai dari shalatnya, yang ingin (ketika mendirikan shalat) agar dilihat orangΓÇ¥ (Q.S. Al-MaaΓÇÖuun: 4-6).
  3. Mafhum hadits: Dari Abu Hurairah r.a., ia berkata, Rasulullah saw. bersabda, ΓÇ£Barangsiapa mencari ilmu yang seharusnya digunakan untuk mencari keridhaan Allah, tetapi ia mencarinya hanya untuk mendapatkan keuntungan dunia, niscaya ia tidak akan mencium bau surga pada hari KiamatΓÇ¥ (H.R. Abu Dawud).
  4. Mafhum hadits: Dari Ibnu ΓÇÿUmar r.huma., dari Nabi saw., beliau bersabda, ΓÇ£Barangsiapa mempelajari ilmu bukan untuk mencari ridha Allah atau menghendaki kepada selain Allah dengan amalan tersebut, hendaknya ia menyiapkan tempat duduknya di nerakaΓÇ¥ (H.R. Tirmidzi).
  5. Mafhum hadits: Dari ΓÇÿUmar bin Khaththab r.a., dari Nabi saw., beliau bersabda, ΓÇ£Sesungguhnya perkara yang paling aku khawatirkan atas umat ini adalah orang munafik yang pandai dalam lisannyaΓÇ¥ (H.R. Baihaqi).

 CARA MENDAPATKANNYA:

  1. MendaΓÇÖwahkan pentingnya ikhlas.
  2. Latihan meluruskan niat; sebelum beramal, ketika beramal, dan sesudah beramal.
  3. Berdoa supaya diberi hakikat ikhlas.

Made with ❤️ by ICT CENTER - IIB DARMAJAYA

Dapatkan aplikasi seluler