Lewati ke konten utama
LMS IIB DARMAJAYA
  • Beranda
  • Kalender
  • Kategori
    Ilmu Komputer Ekonomi & Bisnis Desain, Hukum & Pariwasata IBI Kemahasiswaan
  • Panduan Penggunaan
    Panduan Dosen Panduan Mahasiswa SK Rektor Prihal E-learning SK Senat Prihal E-learning
  • Bantuan
  • Jadwal UJIAN
    Jadwal UTS Jadwal UAS
  • Selengkapnya
Masuk
LMS IIB DARMAJAYA
Beranda Kalender Kategori Ciutkan Memperluas
Ilmu Komputer Ekonomi & Bisnis Desain, Hukum & Pariwasata IBI Kemahasiswaan
Panduan Penggunaan Ciutkan Memperluas
Panduan Dosen Panduan Mahasiswa SK Rektor Prihal E-learning SK Senat Prihal E-learning
Bantuan Jadwal UJIAN Ciutkan Memperluas
Jadwal UTS Jadwal UAS
  1. Dasbor
  2. 0/2|2BDG-P3|P|
  3. Pertemuan yang ke 14
  4. Pertemuan ke 14

Pertemuan ke 14

You are not enrolled in this course.
Syarat penyelesaian

AD-DAΓÇÖWAH WAT TABLIGH

 

ARTINYA: DaΓÇÖwah artinya mengajak, tabligh artinya menyampaikan.

MAKSUDNYA: Untuk memperbaiki keyakinan dan amal pada diri seseorang dan seluruh umat manusia perlu adanya usaha menghidupkan kerja Nabi saw. ke seluruh alam sesuai dengan cara Beliau.

 FADHILAH:

  • DAKWAH ILALLAH:
  1. Allah swt berfirman, ΓÇ£Allah menyeru (manusia) ke Darussalam (surga) dan menunjuki orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus (Islam)ΓÇ¥ (Q.S. Yunus: 25). Allah menyeru manusia kepada surga yang dijnjikan-Nya di akherat, dan di jalan yang bermartabat dan terhormat dalam kehidupan di dunia ini.
  2. Allah swt berfirman, ΓÇ£Hai orang yang berselimut, bangunlah, lalu berilah peringatan! Dan Tuhanmu agungkanlah.ΓÇ¥ (Q.S. Al-Muddatsir: 1-3)
  3. Allah SWT berfirman, ΓÇ£Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang shalih dan berkata, ΓÇÿSesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.ΓÇÖ Dan tidaklah sama kebaikan dengan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan, seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia. Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang besar.ΓÇ¥ (Q.S. Al-Fushshilat: 33-35)
  4. Allah swt berfirman, ΓÇ£Katakanlah, ΓÇ£Inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kalian) kepada Allah dengan hujjah yang nyata.ΓÇ¥ (Q.S. Yusuf: 108)
  5. Allah swt berfirman, ΓÇ£Kalian adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang maΓÇÖruf, mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah.ΓÇ¥ (Q.S. Ali Imran: 110)
  6. Mafhum hadits: Dari Sayyidina Abu MasΓÇÖud Al-Badri Al Anshari ra berkata, Baginda Rasulullah SAW bersabda, ΓÇ£Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, maka ia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengamalkannya.ΓÇ¥ (HR. Abu Dawud)
  • KELUAR DI JALAN ALLAH:
  1. Allah taΓÇÖala berfirman: ΓÇ£Dan orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah, dan orang-orang yang memberi tempat kediaman dan memberi pertolongan (kepada orang-orang Muhajirin), mereka itulah orang-orang yang benar-benar beriman. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki yang mulia.ΓÇ¥ (Q.S. Al-Anfaal: 74)
  2. Allah taΓÇÖala berfirman: ΓÇ£Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta benda dan diri mereka lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan. Tuhan mereka menggembirakan mereka dengan memberi rahmat dari-Nya, keridhaan dan surga, mereka memperoleh di dalamnya kesenangan yang kekal, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Sesungguhnya di sisi Allahlah, pahala yang besar.ΓÇ¥ (Q.S. At-Taubah: 20-22)
  3. Allah taΓÇÖala berfirman: ΓÇ£Dan orang-orang yang berjihad (untuk mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.ΓÇ¥ (Q.S. Al-ΓÇÿAnkabuut: 69).
  4. Allah taΓÇÖala berfirman: ΓÇ£Dan barangsiapa berjihad, maka sesungguhnya jihad itu adalah untuk dirinya sendiri. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.ΓÇ¥ (Q.S. Al-ΓÇÿAnkabuut: 6).
  5. Allah taΓÇÖala berfirman: ΓÇ£Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu, dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka di jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar.ΓÇ¥ (Q.S. Al-Hujurat: 15)
  6. Allah taΓÇÖala berfirman: ΓÇ£Hai orang-orang yang beriman, sukakah maukah Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kalian dari adzab yang pedih? (Yaitu) kalian beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwa kalian. Itulah yang lebih baik bagi kalian jika kalian mengetahuinya, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa kalian dan memasukkan kalian ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan (memasukkan kalian) ke tempat tinggal yang baik di surga ΓÇÿAdn. Itulah keberuntungan yang besar.ΓÇ¥ (Q.S. Ash-Shaff: 10-12).
  7. Allah taΓÇÖala berfirman: ΓÇ£Katakanlah: ΓÇÿJika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, sanak kerabat kalian, harta kekayaan yang kalian usahakan, perniagaan yang kalian khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kalian sukai, lebih kalian cintai daripada Allah, Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.ΓÇÖ Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.ΓÇ¥ (Q.S. At-Taubah: 24)
  8. Allah taΓÇÖala berfirman: ΓÇ£Dan belanjakanlah (harta benda kalian) di jalan Allah, dan janganlah kalian menjatuhkan diri kalian sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.ΓÇ¥ (Q.S. Al-Baqarah: 195). Dan janganlah kalian menjatuhkan diri kalian sendiri ke dalam kebinasaan: Yakni dengan tidak menggunakan hartanya untuk keperluan jihad, juga dengan meninggalkan jihad tersebut (Tafsir Jalalain)
  9. Mafhum hadits: Dari Sayyidina Anas ra, dari Baginda Rasulullah SAW, Beliau bersabda, ΓÇ£Sungguh, sepagi atau sepetang di jalan Allah itu lebih baik daripada dunia beserta isinya.ΓÇ¥ (HR. Bukhari).
  10. Mafhum hadits: Dari ΓÇÿAisyah r.ha, ia berkata, ΓÇ£Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, ΓÇÿJika debu fi sabilillah bercampur dengan hati seorang muslim, niscaya Allah akan mengharamkan neraka atasnya.ΓÇ¥ (HR. Ahmad dan Thabarani, MajmaΓÇÖuz-ZawaΓÇÖid).
  11. Mafhum hadits: Dari Abu ΓÇÿAbbas r.a., ia berkata, Rasulullah saw. bersabda, ΓÇ£Barangsiapa kedua telapak kakinya terkena debu fi sabilillah, maka Allah ΓÇÿazza wa jalla, akan mengharamkan kedua telapak kakinya itu dari neraka.ΓÇ¥ (H.R. Ahmad).
  • ADAB DAN AMALAN KELUAR DI JALAN ALLAH
  1. Allah taΓÇÖala berfirman: ΓÇ£Pergilah kamu beserta saudaramu dengan membawa ayat-ayat-Ku, dan janganlah kalian berdua lalai dalam mengingat-Ku; pergilah kalian berdua kepada FirΓÇÖaun, sesungguhnya ia telah melampaui batas; maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut. Berkatalah mereka berdua, ΓÇ£Wahai Tuhan kami, sesungguhnya kami khawatir bahwa ia segera menyiksa kami atau akan bertambah melampaui batas.ΓÇÖ Allah berfirman, ΓÇÿJanganlah kalian berdua khawatir, sesungguhnya Aku beserta kalian berdua, Aku mendengar dan melihatΓÇ¥ (Q.S. Thaha: 42-46).
  2. Allah taΓÇÖala berfirman: ΓÇ£Maka disebabkan rahmat dari Allahlah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-NyaΓÇ¥ (Q.S. Ali ΓÇÿImran: 159).
  3. Allah taΓÇÖala berfirman: ΓÇ£Jadilah kamu pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang maΓÇÖruf, serta berpalinglah dari orang-orang yang bodoh. Dan jika kamu ditimpa suatu godaan syaitan, maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha MengetahuiΓÇ¥ (Q.S. Al-AΓÇÖraf: 199-200).
  4. Allah taΓÇÖala berfirman: ΓÇ£Dan bersabarlah terhadap apa yang mereka ucapkan dan jauhilah mereka dengan cara yang baikΓÇ¥ (Q.S. Al-Muzzammil; 10).
  5. Mafhum hadits: Dari Ibnu ΓÇÿAbbas r.huma., ia berkata, Rasulullah saw. bersabda, ΓÇ£Hendaknya kalian mendengarkan dan hendaknya orang-orang mendengarkan kalian. Hendaknya orang-orang lain juga mendengarkan orang-orang yang mendengarkan kalianΓÇ¥ (H.R. Abu Dawud). Maknanya, ΓÇ£Kalian harus menjaga ilmu dariku dan menyampaikannya kepada orang-orang sesudah kalian. Dan orang-orang sesudah kalian juga menyampaikan kepada orang-orang sesudah mereka sehingga ilmu itu bisa terus tersebarΓÇ¥ (Badzlul-Majhud).
  6. Mafhum hadits: Dari Hudzaifah r.a., ia berkata, ΓÇ£Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, ΓÇÿBarangsiapa meninggalkan jamaΓÇÖah dan menganggap rendah kepemimpinan, ia akan menemui Allah dalam keadaan tidak punya muka di sisi-NyaΓÇ¥ (H.R. Ahmad MajmaΓÇÖus-ZawaΓÇÖid).
  7. Mafhum hadits: Dari Abu Hurairah r.a., dari Nabi saw., beliau bersabda, ΓÇ£Sesungguhnya kalian akan sangat menginginkan kepemimpinan padahal ia akan menjadi penyesalan pada hari Kiamat. Ia merupakan sebaik-baik yang menyusui, dan seburuk-buruk yang menyapihΓÇ¥ (H.R. Bukhari). Ia merupakan sebaik-baik yang menyusui, yakni kekuasaan. Di kiaskan demikian, karena akan banyak memberikan manfaat dan kenikmatan yang langsung bisa dinikmati. Seburuk-buruk yang menyapih, yaitu ketika seorang penguasa harus berpisah dari kekuasaannya karena mati atau hal yang lain. Hal itu akan memutuskan manfaat dan kenikmatan, dan hanya menyisakan penyesalan dan akibat buruknya (Irsyadus-Sari).

 CARA MENDAPATKANNYA:

  1. MendaΓÇÖwahkan pentingnya daΓÇÖwah dan tabligh.
  2. Latihan berdaΓÇÖwah minimal 4 bulan seumur hidup, 40 hari setiap tahun, 3 hari setiap bulan, dan 2┬╜ jam setiap hari.
  3. Berdoa supaya diberi hakikat daΓÇÖwah dan tabligh.

MENINGGALKAN HAL-HAL YANG TIDAK BERMANFAAT

Pelajaran ini akan menjelaskan syarat terpenting dari keshalihan. Seorang Muslim harus menghabiskan setiap saat dalam hidupnya untuk mencapai anugerah abadi kehidupan di akhirat. Dia seharusnya tidak hanya menghindari dosa, tetapi juga kebiasaan yang sia-sia dan merusak pada zamannya, yang sangat mempengaruhi prinsip agama dan keyakinan kita. Meskipun mungkin tidak ada dosa dalam banyak perbuatan dan hobi, namun itu hanya membuang-buang waktu dan tenaga, dan kita bisa melakukan banyak hal yang bermanfaat (konstruktif) lainnya selama waktu itu. Inilah ciri seorang mukmin sejati yaitu ia menghabiskan waktunya hanya dalam amal shalih, mengingat Allah sebanyak mungkin, menghindari segala hal yang dilarang, tidak memanjakan diri dalam kesia-siaan, serta santun dan rendah hati terhadap muslim lainnya. Jika seseorang tidak menghindari pembicaraan yang sia-sia dan perbuatan yang sia-sia, kemungkinan besar ia akan terlibat dalam dosa yang memalukan.

Telah disebutkan dalam hadits bahwa ketika seorang sahabat Nabi saw wafat, seorang Muslim berkata kepadanya: ΓÇ£Aku menyampaikan kepadamu kabar gembira tentang surga!ΓÇ¥ Ketika Nabi saw mendengar kata-kata ini, dia berkata: ΓÇ£Kamu memberinya kabar bahagia tentang surga, sementara kamu tidak tahu dia mungkin telah berbicara omong kosong, atau telah kikir dalam membelanjakan sesuatu untuk kebaikan orang lain, yang tidak berkurang saat digunakan ΓÇ¥. Ini berarti bahwa seseorang harus sangat berhati-hati dalam berbicara, dan harus menghindari hal yang sia-sia, karena lidahnya cenderung berbicara omong kosong.

Hadits lain mengatakan: ΓÇ£Seorang pria tidak akan tergelincir dengan kakinya sebanyak tergelincir karena lidahnya.ΓÇ¥

Hadits lain mengatakan: ΓÇ£Kadang-kadang seseorang mengatakan hal yang yang berlebihan dan berdosa secara tidak sadar, dimana dia dilemparkan ke neraka lebih dalam dari jarak antara timur dan barat!ΓÇ¥ (Bukhari dan Muslim).

Oleh karena itu, setiap orang beriman harus berhati-hati dalam pembicaraannya, dan harus menghabiskan setiap saat dalam hidupnya dalam perbuatan baik. Dia harus menghindari kesia-siaan, terutama selama dia meninggalkan rumah untuk mempelajari agamanya, atau untuk menyampaikan agama.

Seseorang bertanya kepada Luqman sang filosof: ΓÇ£Bagaimana Anda mencapai begitu banyak kebijaksanaan?ΓÇ¥ Dia menjawab: ΓÇ£Karena saya mengatakan yang sebenarnya, amanah, dan menghindari perbuatan yang sia-sia!ΓÇ¥ (Mowattta Imam Malik)

Hazrat Sahal Tastari berkata: ΓÇ£Siapapun yang menginginkan bahwa sifat (kualitas) dan tanda-tanda kebenaran diturunkan kepadanya, dia tidak boleh makan apa pun kecuali yang halal dan baik, dan harus mengikuti sunnah dengan sangat disiplin.ΓÇ¥ (Ehya-ul-Ulum)

Bersabda Nabi saw dalam hadis lain: ΓÇ£Kesempurnaan atas keyakinan seseorang dalam Islam, mengharuskan seseorang untuk meninggalkan hal-hal yang sia-sia sama sekali.ΓÇ¥

Al-QurΓÇÖan menyebutkan kualitas yang luar biasa dari orang-orang yang benar-benar beriman: ΓÇ£Walladziina hum ΓÇÿanil laghwi muΓÇÖridhuunΓÇ¥. Mereka yang tidak melakukan hal-hal yang sia-sia!

N.B .: Semua hadits, yang tidak disebutkan referensi, telah dikutip dari ΓÇ£Mishkat SharifΓÇ¥. (Maulana Ashiq)

Referensi:

  1. Syaikh Maulana Muhammad Yusuf al-Kandahlawi Rah.a. dan Syaikh Maulana Muhammad SaΓÇÖad al-Kandahlawi, Muntakhab Ahadits Dalil-dalil Pilihan Enam Sifat Utama, Penerbit Ash-Shaff, Yogyakarta
  2. BaΓÇÖduth Thullab, 2018, Mudzakarah Enam Sifat Para Shahabat, Pustaka Al-Barokah, Temboro-Karas-Magetan-Jatim

Made with ❤️ by ICT CENTER - IIB DARMAJAYA

Dapatkan aplikasi seluler