Lewati ke konten utama
LMS IIB DARMAJAYA
  • Beranda
  • Kalender
  • Kategori
    Ilmu Komputer Ekonomi & Bisnis Desain, Hukum & Pariwasata IBI Kemahasiswaan
  • Panduan Penggunaan
    Panduan Dosen Panduan Mahasiswa SK Rektor Prihal E-learning SK Senat Prihal E-learning
  • Bantuan
  • Jadwal UJIAN
    Jadwal UTS Jadwal UAS
  • Selengkapnya
Masuk
LMS IIB DARMAJAYA
Beranda Kalender Kategori Ciutkan Memperluas
Ilmu Komputer Ekonomi & Bisnis Desain, Hukum & Pariwasata IBI Kemahasiswaan
Panduan Penggunaan Ciutkan Memperluas
Panduan Dosen Panduan Mahasiswa SK Rektor Prihal E-learning SK Senat Prihal E-learning
Bantuan Jadwal UJIAN Ciutkan Memperluas
Jadwal UTS Jadwal UAS
  1. Dasbor
  2. 2025-2 | PAR23445 - Perencanaan Pariwisata Berbasis Masyarakat | YUSMINAR WAHYUNINGSIH
  3. PERTEMUAN MINGGU 11 | KAMIS 21 MEI 2026 | 13.00 -16.10 | 6PA1 | 4 | TEORI | PERENCANAAN PARIWISATA BERBASIS MASYARAKAT
  4. mengidentifikasi Studi kasus Community-Based Tourism di Indonesia

mengidentifikasi Studi kasus Community-Based Tourism di Indonesia

You are not enrolled in this course.
Syarat penyelesaian

Berdasarkan hasil studi dan laporan terbaru tahun 2024-2026, Community-Based Tourism (CBT) atau Pariwisata Berbasis Masyarakat di Indonesia menunjukkan peran penting masyarakat lokal sebagai pengelola utama dan penerima manfaat ekonomi, yang bertujuan untuk keberlanjutan sosial dan lingkungan.

 Pengertian Community-Based Tourism (CBT) Pariwisata Berkelanjutan yang  Memberdayakan Masyarakat - sedesa.idPengembangan Wisata Berbasis Komunitas - Penelitian PariwisataApa itu Pariwisata Berbasis Komunitas dan Mengapa Hal Itu Penting? -  Solimar International

Berikut adalah identifikasi studi kasus CBT yang berhasil dan menonjol di Indonesia:

1. Desa Wisata Nglanggeran (Gunungkidul, Yogyakarta)

·       Fokus: Ekowisata berbasis edukasi dan alam (Gunung Api Purba).

·       Studi Kasus: Pengelolaan dilakukan oleh Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) yang melibatkan masyarakat dalam mengelola homestay, paket edukasi cokelat, dan pemanduan, sehingga berhasil meningkatkan PADes (Pendapatan Asli Desa).

 Desa Wisata Nglanggeran | Desa Wisata Di Gunung Kidul JogjakartaDesa Wisata Nglanggeran Kabupaten Gunungkidul - Dinas Pariwisata Daerah  Istimewa YogyakartaDesa Wisata Nglanggeran, Tetap Tangguh Meskipun Dihantam Pandemi

2. Desa Wisata Pemuteran (Buleleng, Bali)

·       Fokus: Konservasi pesisir dan restorasi terumbu karang (Biorock).

·       Studi Kasus: Mendapat penghargaan Best Tourism Village 2025 dari UN Tourism. Keberhasilannya didasarkan pada partisipasi aktif masyarakat dalam melindungi ekosistem laut yang menjadi daya tarik utama, menciptakan keseimbangan antara konservasi dan ekonomi.

 Pemuteran, Desa Wisata dengan Suasana Alam yang MenawanDesa Pemuteran Bali Dulu Dipandang Sebelah Mata, Kini Prestasinya Mendunia!  - PigiblogBuleleng Terpilih Jadi KaTa Kreatif Indonesia 2024 Subsektor Kriya

3. Desa Wisata Cibuntu (Kuningan, Jawa Barat)

·       Fokus: Wisata budaya, sejarah, dan alam.

·       Studi Kasus: Mengimplementasikan CBT dengan melibatkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Pokdarwis secara kolaboratif. Desa ini diakui secara nasional dan internasional karena pemberdayaan masyarakatnya yang kuat.

 Desa Wisata Cibuntu Kuningan: Destinasi Hits yang Pesonanya Diakui Dunia -  YouTubeDesa Wisata Cibuntu Kuningan Punya Segudang Daya Tarik AlamWisata Desa Cibuntu | Desa Wisata Berbasis Pemberdayaan Masyarakat, Kab.  Kuningan - YouTube

4. Desa Wisata Wae Rebo (Flores, NTT)

·       Fokus: Ekowisata budaya dan pelestarian arsitektur tradisional.

·       Studi Kasus: Komunitas lokal mengintegrasikan pengalaman budaya (tracking, homestay) dengan pelestarian budaya. Highlight dari model ini adalah manajemen keuangan yang transparan dan pembagian manfaat yang adil untuk pendidikan dan kesehatan desa.

 Menang di ATF 2023, Desa Wisata Wae Rebo NTT Tetap BerbenahPaket Wisata Wae Rebo | Kelimutu | Overland Trip Flores - IndonesiaJuaraEkowisata Desa Waerebo: Menjaga Tradisi Lokal di Pegunungan Flores -  IndonesiaJuara

5. Desa Wisata Ketenger (Banyumas, Jawa Tengah)

·       Fokus: Wisata alam dan budaya (Curug Bayan).

·       Studi Kasus: Komunitas bertindak sebagai subjek pengembang, bukan hanya objek. Hasilnya adalah peningkatan keterampilan dan kesadaran pariwisata pada masyarakat lokal.

 Desa Wisata Ketenger: Surga Tersembunyi di Banyumas yang Wajib Dikunjungi |  Media Sinar DuniaCurug Ketenger: Pesona Alam yang Menyejukkan di PurwokertoDesa Wisata Ketenger Miliki Panorama Alam Asri Khas Pedesaan Seperti Swiss  - KRT News

6. Desa Wisata Sanankerto (Malang, Jawa Timur)

·       Fokus: Ekowisata berbasis konservasi bambu (Boon Pring).

·       Studi Kasus: Mengubah lahan yang kurang produktif menjadi daya tarik wisata berbasis konservasi, dan mendapatkan berbagai penghargaan atas inisiatif CBT-nya. 

Sanankerto Masuk 50 Besar Anugerah Desa Wisata, Sanusi: Bisa Jadi Nomor 1 -  DPD PDI Perjuangan Jawa TimurMengenal Lebih Dekat Desa Sanankerto, MalangDesa Wisata “Boonpring” Sanankerto Malang Terima Penghargaan (ISTA) 2019 -  Jatimnet.com | Jatimnet

Faktor Kunci Keberhasilan (Studi 2025-2026)

Studi menunjukkan bahwa keberhasilan CBT di Indonesia didorong oleh:

·       Komitmen Pemimpin Lokal: Peran Kades dan tokoh masyarakat.

·       Partisipasi Aktif Masyarakat: Keterlibatan dalam Pokdarwis dan BUMDes.

·       Pelestarian Budaya/Lingkungan: Fokus pada keaslian dan konservasi.

·       Kolaborasi Stakeholder: Sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan swasta.

·       Digitalisasi: Penggunaan teknologi untuk promosi desa wisata.

Tantangan yang Teridentifikasi

Meskipun sukses, beberapa studi menunjukkan tantangan seperti:

·       Minat wisatawan yang bersifat musiman.

·       Keterbatasan kapasitas SDM di beberapa wilayah.

·       Perlunya integrasi antara peraturan pemerintah dan pengelolaan tingkat desa.

 

 

 COMMUNITY BASED TOURISM: KONSEP DAN IMPLEMENTASI - referensicendekia.comEkonomi Pariwisata dan Community Based Tourism | PDFMembangun Desa Wisata Berkelanjutan: Community Based Tourism (CBT) untuk  Pariwisata yang BerbudayaBuku Community Based Tourism

Sub-Capaian:
Mahasiswa mampu menyusun rencana partisipatif berbasis musyawarah.

Mahasiswa mampu:

1.     Memahami konsep perencanaan partisipatif dalam CBT.

2.     Menguasai teknik Focus Group Discussion (FGD).

3.     Menyusun rencana wisata berbasis musyawarah masyarakat.

4.     Menyusun laporan hasil FGD simulatif secara sistemati

Materi:

  • Teknik FGD
  • Participatory planning framework

Metode:
Simulasi FGD kelas

Tugas:
Laporan hasil FGD simulatif

    • PERTEMUAN 11 Perencanaan Wisata Partisipatif.pptx PERTEMUAN 11 Perencanaan Wisata Partisipatif.pptx

Made with ❤️ by ICT CENTER - IIB DARMAJAYA

Dapatkan aplikasi seluler