DISKUSI PERTEMUAN KE- 4 / DIKSI (PILIHAN KATA)

DISKUSI PERTEMUAN KE- 4 / DIKSI (PILIHAN KATA)

Jumlah balasan: 18

Assalamu'alaikum wr wb

Pagi semua....

Apa kabar? Salam sehat selalu :-)

Puji syukur Alhmdulillah kita telah sampai dipertemuan keempat, tidak terasa sudah empat pekan kita lalui perkuliah E-learning materi selanjutnya "Pilihan Kata (Diksi) "  Diksi adalah pilihan kata , kita memerlukan diksi pada saat kita berbicara dan juga kita menulis. karena sebagai seorang mahasiswa kita tidak mungkin asal bicara dan asal menulis, kita harus tahu ketetapan kita memilih kata yang tetap sehingga menjadi susunan kata yang baik dan masuk akal dan tidak ada salah makna antara pembaca dan pendegar, dalam diksi ada jenis makna yaitu leksikal, gramatikal, denotasi dan konotasi dll, yang akan ibu kirim materinya di whatsapp.

Baca materi tentang diksi kita diskusikan di forum ini !

A.    Pengertian Diksi ( Pilihan Kata )

Diksi ialah pilihan kata. Maksudnya, kita memilih kata yang tepat dan selaras untuk menyatakan atau mengungkapkan gagasan sehingga memperoleh efek tertentu. Pilihan kata merupakan satu unsur sangat penting, baik dalam dunia karang-mengarang maupun dalam dunia tutur setiap hari. Ada beberapa pengertian diksi di antaranya adalah membuat pembaca atau pendengar mengerti secara benar dan tidak salah paham terhadap apa yang disampaikan oleh pembicara atau penulis, untuk mencapai target komunikasi yang efektif, melambangkan gagasan yang diekspresikan secara verbal, membentuk gaya ekspresi gagasan yang tepat (sangat resmi, resmi, tidak resmi) sehingga menyenangkan pendengar atau pembaca.

Diksi, dalam arti pertama, merujuk pada pemilihan kata dan gaya ekspresi oleh penulis atau pembicara. Arti kedua, arti ΓÇ£diksiΓÇ¥ yang lebih umum digambarkan dengan kata ΓÇô seni berbicara jelas sehingga setiap kata dapat didengar dan dipahami hingga kompleksitas dan ekstrimitas terjauhnya. Arti kedua ini membicarakan pengucapan dan intonasi, daripada pemilihan kata dan gaya.  Harimurti (1984) dalam kamus linguistic, menyatakan bahwa diksi adalah pilhan kata dan kejelasan lafal untuk memperoleh efek tertentu dalam berbicara di dalam karang mengarang.Dalam KBBI (2002: 264) diksi diartikan sebagai pilihan kata yanng tepat dan selaras dalam penggunaanya untuk menggungkapkan gagasan sehingga diperoleh efek tertentu seperti yang diharapkan. Jadi, diksi berhubungan dengan pengertian teknis dalam hal karang-mengarang, hal tulis-menulis, serta tutur sapa.

 A.  Fungsi Diksi ( Pilihan Kata )

Fungsi Pilihan kata atau Diksi adalah Untuk memperoleh keindahan guna menambah daya ekspresivitas. Maka sebuah kata akan lebih jelas, jika pilihan kata tersebut tepat dan sesuai. Ketepatan pilihan kata bertujuan agar tidak menimbulkan interpretasi yang berlainan antara penulis atau pembicara dengan pembaca atau pendengar, sedangkan kesesuaian kata bertujuan agar tidak merusak suasana. Selain itu berfungsi untuk menghaluskan kata dan kalimat agar terasa lebih indah. Dan juga dengan adanya diksi oleh pengarang berfungsi untuk mendukung jalan cerita agar lebih runtut mendeskripsikan tokoh, lebih jelas mendeskripsikan latar waktu, latar tempat, dan latar sosial dalam cerita tersebut.

B.  Syarat Pemilihan Kata dalam Diksi ( Pilihan Kata )

Ada dua persyaratan yang harus dipenuhi dalam memilih kata-kata, yaitu persyaratan ketetapan dan kesesuaian. Tepat, artinya kata-kata yang dipilih itu dapat mengungkapkan dengan tepat apa yang ingin diungkapkan. Di samping itu, ungkapan itu juga harus dipahami pembaca dengan tepat, artinya tafsiran pembaca sama dengan apa yang dimaksud dengan penulis. Untuk memenuhi persyaratan ketetapan dan kesesuaian dalam pemilihan kata, perlu diperhatikan :

a.    Kaidah kelompok kata/ frase

b.    Kaidah makna kata

c.    Kaidah lingkungan sosial

d.   Kaidah karang-mengarang

Hal ini di jelaskan satu persatu, sebagai berikut :

a.       Pilihan kata sesuai dengan kaidah kelompok kata /frase

Pilihan kata/ diksi yang sesuai dengan kaidah kelompok kata/frase, seharusnya pilihan kata/diksi yang tepat,seksama, lazim,dan benar.

1.      Tepat

Contohnya :

Makna kata lihat dengan kata pandang biasanya bersinonim, tetapi kelompok kata pandangan mata tidak dapat digantikan  dengan lihatan mata.

2.      Seksama

Contohnya :

Kata besar, agung, akbar, raya, dan tinggi termasuk kata-kata yang bersinonim. Kita biasanya mengatakan hari raya serta hari besar, tetapi kita tidak pernah mengatakan hari agung, hari akbar ataupun hari tinggi. Begitu pula dengan kata jaksa agung tidak dapat digantikan dengan jaksa besar ataupun jaksa raya, atau pun jaksa tinggi  karena kata tersebut tidak seksama.

3.      Lazim

Lazim adalah kata itu sudah menjadi milik bahasa Indonesia. Kata yang tidak lazim dalam bahasa Indonesia apabila dipergunakan sangatlah akan membingungkan pengertian saja. Contohnya: Kata makan dan santap bersinonim. Akan tetapi tidak dapat mengatakan Anjing bersantap sebagai sinonim anjing makan.  Kemudian kata santapan rohani tidak dapat pula digantikan dengan makanan rohani.  Kedua kata ini mungkin tepat pengelompokannya, tetapi tidak seksama serta tidak lazim dari sudut makna dan pemakaian-nya.

b.      Pilihan kata sesuai dengan kaidah makna kata.

a.       Jenis Makna

 Berdasarkan bentuk maknanya, makna dibedakan atas dua macam yaitu:

1.    Makna Leksikal adalah makna kamus atau makna yang terdapat di dalam kamus. Makna ini dimiliki oleh kata dasar. Contoh : makan, tidur, ibu, adik, buku

2.    Makna Gramatikal adalah makna yang dimiliki kata setelah mengalami proses gramatikal, seperti proses afiksasi (pengimbuhan), reduplikasi (pengulangan), dan komposisi (pemajemukan).

Contoh :

 Proses afiksasi awalan me- pada kata dasar kotor ; Adik mengotori lantai itu.

Proses reduplikasi pada kata kacang ; Kacang-kacangan merupakan salah satu sumber        protein nabati. Proses komposisi pada kata rumah sakit bersalin ; Ia bekerja di rumah sakit bersalin

 

Berdasarkan sifatnya, makna dibedakan atas dua macam:

1.    Makna Denotasi adalah makna kata yang sesuai dengan hasil observasi panca indra dan tidak menimbulkan penafsiran lain. Makna denotasi disebut juga sebagai makna sebenarnya.

Contoh :   

a.       Kepala : organ tubuh yang letaknya paling atas

b.      Besi : logam yang sangat keras

2.    Makna konotasi adalah makna kata yang tidak sesuai dengan hasil observasi pancaindra dan menimbulkan penafsiran lain. Makna konotasi disebut juga sebagai makna kias atau makna kontekstual.

Contoh :   

a.       Ibu kota : pusat pemerintahan

b.      Ibu jari : jari yang paling besar atau jempol

c.       Jamban : kamar kecil

 

 Berdasarkan wujudnya, makna dibedakan atas :

1.      Makna referensial adalah makna kata yang mempunyai rujukan yang konkret.

Contoh :  meja, baju, membaca, menulis

2.    Makna inferensial adalah makna kata yang tidak mempunyai rujukan yang konkret. Contoh :        baik, indah, sedih, gembira

 

A.    Perubahan Makna

Berdasarkan cakupan maknanya, perubahan makna dibedakan atas.

1.    Meluas, cakupan makna sekarang lebih luas daripada sebelumnya.

Misalnya:

Kata

Dulu

Sekarang

Berlayar

Mengarungi laut dengan memakai kapal layar

Mengarungi lautan dengan alat apa saja

Putera-puteri

Dipakai untuk sebutan anak-anak raja

Sebutan untuk semua anak laki-laki dan perempuan

2.    Menyempit, cakupan makna sekarang lebih sempit dari pada makna dahulu

Kata

Dulu

Sekarang

Sekarang

Sebutan untuk semua orang cendikiawan

Gelar untuk orang yang sudah lulus dari perguruan tinggi

Madrasah

Sekolah

Sekolah yang mempelajari ilmu agama Islam

 Berdasarkan nilai rasanya, perubahan makna dibedakan atas :

1.    Ameliorasi adalah perubahan makna ke tingkat yang lebih tinggi. Artinya barudirasakan lebih baik dari arti sebelumnya. 

Contoh:

         Kata wanita dirasakan lebih baik nilainya daripada perempuan                           Kata istri atau nyonya dirasakan lebih baik daripada kata bini.

2.    Peyorasi adalah perubahan makna ke tingkat yang lebih rendah. Arti baru dirasakan lebih rendh nilainya dari arti sebelumnya.

Contoh:

-        Kata perempuan sekarang dirasakan lebih rendah artinya

-        Kata bini sekarang dirasakan kasar

 

  Pergeseran Makna

Pergeseran makna dibedakan atas 2 macam:

1.    Asosiasi adalah pergeseran makna yang terjadi karena adanya persamaan sifat.

Contoh:

Tasya menyikat giginya sampai bersih

 Pencuri itu menyikat habis barang-barang berhatga dirumah itu

2.    Sinestesia adalah perubahan makna akibat adanya pertukaran tanggapan antara dua indra yang berbeda.

Contoh:

           Sayur itu rasanya pedas sekali

  Kata-katanya sangat pedas didengar.

 

  Relasi Makna

1.    Homonim adalah dua buah kata yang mempunyai persamaan tulisan dan pengucapan.

2.    Homograf adalah dua buah kata atau lebih yang mempunyai persamaan tulisan tetapi berlainan pengucapan dan arti.

Contoh:

-        Teras(inti) dengan teras(halaman rumah)

-        Sedan(isak) dengan sedan(sejenis mobil)

3.    Homofon adalah dua buah kata atau lebih yang mempunyai persamaan pengucapan tetapi berlainan tulisan dan arti

Contoh:

-        Bang dengan bank

 C.     Pembentukan Kata dalam Diksi ( Pilihan Kata )

Ada dua cara pembentukan kata, yaitu dari dalam dan dari luar bahasa Indonesia. Dari dalam bahasa Indonesia terbentuk kosakata baru dengan dasar kata yang sudah ada, sedangkan dari luar terbentuk kata baru melalui unsur serapan.

1.      Kesalahan Pembentukan dan Pemilihan Kata

Pada bagian berikut akan diperlihatkan kesalahan pembentukan kata, yang sering kita temukan, baik dalam bahasa lisan maupun bahasa tulis misalnya:.

Penanggalan awalan meng-.

 

 1. Kata Ilmiah, Kata Populer, Kata Jargon dan Slang

a.    Kata ilmiah merupakan kata-kata logis dari bahasa asing yang dapat diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.

b.    Kata popular adalah kata yang biasa digunakan dalam komunikasi sehari-hari masyarakat umum.

Berikut adalah contoh dari kata ilmiah dan kata populer tersebut.

Kata Ilmiah

Kata Popular

Analogi

Frustasi

Final

Diskriminasi

Prediksi

Kontradiksi

Format

Anarki

Biodata

Bibliografi

kiasan

rasa kecewa

akhir

 perbedaan perlakuan

ramalan

pertentangan

 ukuran

kekacauan

biografi singkat

daftar pustaka

c.    Jargon adalah kata-kata yang mengandung makna suatu bahasa, dialek, atau tutur yang dianggap aneh kata ini juga merupakan kata sandi/kode rahasia untuk kalangan terterntu (dokter,militer,perkumpulan rahasia,ilmuwan dsb).

Contohnya :

populasi, volume, abses, H2O,dan sebagainya.

d.   Kata slang dihasilkan dari salah ucap yang disengaja, atau kadang berupa pengrusakan sebuah kata biasa untuk mengisi suatu bidang makna yang lain. Kata-kata ini bersifat sementara,kalau sudah teras usang hilang atau menjadi kata-kata biasa.

Contohnya :

asoy,  manatahan  dan sesuatu ya .

 

1      Pilihan Kata dan Penggunaan Diksi

1.                  Kata dari dan daripada

Contoh :

-       Kertas itu terbuat dari kayu jati (keterangan asal)

-       Peristiwa itu timbul dari peristiwa seminggu yang lalu (keterangan sebab)

-       Buku itu ditulis dari pengalamanya selama di Jerman (menyatakan alasan)

2.    Kata pada dan kepada

Contoh :

-       Buku catatan saya ada pada Astuti (pengantar keterangan)



Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: DISKUSI PERTEMUAN KE- 4 / DIKSI (PILIHAN KATA)

oleh Reni Diliyanti -
Baca dan pelajari materi tentang Diksi (pilihan kata). Bila ada pertanyaan kita bahasa di forum ini! Ibu batas 4 pertanyaan ya..
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: DISKUSI PERTEMUAN KE- 4 / DIKSI (PILIHAN KATA)

oleh Cindy Mutiara Putri -
Absensi Cindy Mutiara Putri hadir
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: DISKUSI PERTEMUAN KE- 4 / DIKSI (PILIHAN KATA)

oleh Muhamad Rizaldy -
mohon penjelasannya,
hal-hal apa saja yang mempengaruhi penggunaan ketepatan pilihan kata (diksi)?
Sebagai balasan Muhamad Rizaldy

Re: DISKUSI PERTEMUAN KE- 4 / DIKSI (PILIHAN KATA)

oleh Reni Diliyanti -
Terima Kasih Muhammad Rizaldy.
Hal-hal yang mempengaruhi penggunaan ketepatan diksi : kemampuan untuk mengetahui, memahami, menguasai, dan menggunakan sejumlah kosa kata secara aktif yang dapat mengungkapkan gagasan secara tepat sehingga mampu mengomunikasikan secara efektif kepada para pembaca atau pendengarnya, menghasilkan komunikasi puncak tanpa salah penafsiran atau makna, menghasilkan respon pembaca sesuai dengan penulisannya, menghasilkan target komunikasi yg di harapkan.


Sebagai balasan Reni Diliyanti

Re: DISKUSI PERTEMUAN KE- 4 / DIKSI (PILIHAN KATA)

oleh Muhamad Rizaldy -
baik bu, terimakasih atas penjelasannya
Sebagai balasan Muhamad Rizaldy

Re: DISKUSI PERTEMUAN KE- 4 / DIKSI (PILIHAN KATA)

oleh Reni Diliyanti -
Ya sama-sama Rizal intinya diksi sangat penting kita memerlukan diksi dalam hal menulis dan berbicara, pada situasi tidak resmi atau non baku saja kita berfikir dahulu dalam berbicara agar tidak salah nafsir antara pembicara dan pendegar, apalagi situasi resmi (baku) kita harus memilih kata yang tepat sehingga bahasa yang kita pakai sesuai ejaan dan ketetapan dalam bahasa baku.
Sebagai balasan Reni Diliyanti

Re: DISKUSI PERTEMUAN KE- 4 / DIKSI (PILIHAN KATA)

oleh Muhamad Rizaldy -
penggunaan diksi ini sangat berpengaruh dalam penyampaian informasi yang bersifat formal seperti contohnya pidato dan presentasi ya bu ?
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: DISKUSI PERTEMUAN KE- 4 / DIKSI (PILIHAN KATA)

oleh Akbar Asfihan -
Izin bertanya bu.. apa saja hal-hal yang mempengaruhi penggunaan ketepatan pilihan kata. Terimakasih
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: DISKUSI PERTEMUAN KE- 4 / DIKSI (PILIHAN KATA)

oleh Arnika Safitri -
nama : Arnika Safitri
npm : 1811050001

bu saya ingin bertanya... bila ada kata kata dan kalimat yang dicampur dengan bahasa Inggris, seperti yang dilakukan anak anak Jakarta Selatan contohnya seperti
which is (yang mana) = which is presiden kita tuh bapak Joko Widodo
literally (secara harfiah) = gue literally beneran offended sih dengan joke anak Jaksel yang ngomongnya mixed
dll
apakah bahasa seperti itu menambah macam macam diksi bu? atau malah menghancurkan makna Bahasa Indonesia dan terasa seperti tidak nasionalis?
Sebagai balasan Arnika Safitri

Re: DISKUSI PERTEMUAN KE- 4 / DIKSI (PILIHAN KATA)

oleh Reni Diliyanti -
Terima kasih Arnika Safitri
Kalau dalam situasi tidak resmi (non baku) tidak masalah ada percampuran bahasa asing, bahasa gaul atau di bahasa slang. intinya agar tidak ketingalan zaman dalam pergaulan karena menurut fungsinya bahasa asing juga termaksud menjadikan bahasa Indonesia menjadi bahasa modern, tapi bila ragam resmi (baku) kita harus mengindari bahasa tidak resmi kecuali bahasa asing yang sudah di jadikan sebagai serapan bahasa Indonesia atau kita sesuaikan dengan KBBI.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: DISKUSI PERTEMUAN KE- 4 / DIKSI (PILIHAN KATA)

oleh Rudiansyah - 1811050083 -
Bu, Saya sebagai penyiar radio, apakah diksi ini juga hal sangat penting dalam penggunaanya??
Sebagai balasan Rudiansyah - 1811050083

Re: DISKUSI PERTEMUAN KE- 4 / DIKSI (PILIHAN KATA)

oleh Reni Diliyanti -
Hebat sekali Rudiansyah profesi kamu, ibu bangga.
Jelas sekali diksi sangat penting, dari pengertian saja diksi adalah pilihan kata, dan kamu seorang penyiar radio pasti saat berbicara kamu membuat konsep terlebih dahulu agar apa yang kamu sampaikan tidak salah nafsir dengan pendegar atau penggemar kamu.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: DISKUSI PERTEMUAN KE- 4 / DIKSI (PILIHAN KATA)

oleh Reni Diliyanti -
Sudah cukup jelas materi tentang Diksi, bagi yang belum jelas minggu depan kita bahas lagi ya..
Selanjutnya ibu yang bertanya, tapi jawabnya minggu depan di forum diskusi. karena materi selanjutnya kita tetap membahas Diksi (Pilihan kata).
TUGAS
1. Apa dampak Diksi atau pilihan kata terhadap penyampaian Informasi/ berita?
2. Sebutkan Contoh dampak penggunaan diksi yang salah dalam kehidupan masyarakat sehingga secara tidak langsung menyinggung orang lain?
3. Sebutkan kasus Diksi yang dilakukan oleh pejabat negara, dan apa tanggapanmu?
Sebagai balasan Reni Diliyanti

Re: DISKUSI PERTEMUAN KE- 4 / DIKSI (PILIHAN KATA)

oleh Reni Diliyanti -
Ibu rasa cukup ya untuk hari. salam sehat semua, selalu semangat, jangan kebersihan dan kesehatan.
Selamat menjalankan ibadah sholat magrib bagi yang menjalankan.

Ibu akhir Assalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.
Malam semua.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: DISKUSI PERTEMUAN KE- 4 / DIKSI (PILIHAN KATA)

oleh Alfian Tara hanerdal -
Nama : alfian tara hanerdal
Npm : 1511050049
hal-hal yang mempengaruhi penggunaan ketepatan pilihan kata berdasarkan kemampuan pengguna bahasa ?