Setelah melihat substansi Hak dan Kewajiban Warga Negara Indonesia di atas
maka dapat diketahui apa yang menjadi permasalahan Dalam pemenuhan hak dan kewajiban warga indonesia Ialah
ketidakseimbangan antara hak dan kewajiban. Apabila keseimbangan itu tidak ada
akan terjadi kesenjangan sosial yang berkepanjangan (Yusnawan Lubis, 2018).
Ketidakseimbangan tersebut disebabkan karena terjadinya pengingkaran Hak dan
Kewajiban Warga Negara Indonesia yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-
hari. Untuk kasus pengingkaran Hak Warga Negara dapat dilihat dari kondisi yang
sering terjadi, yaitu antara lain
1. Proses penegakan hukum masih belum optimal dilakukan, misalnya masih terjadi
kasus salah tangkap, perbedaan perlakuan oknum aparat penegak hukum terhadap
para pelanggar hukum dengan dasar kekayaan atau jabatan masih terjadi, dan
sebagainya.
2. Saat ini, tingkat kemiskinan dan angka pengangguran di negara kita masih cukup tinggi
3. Makin merebaknya kasus pelanggaran hak asasi manusia seperti pembunuhan,
pemerkosaan, kekerasan dalam rumah tangga, dan sebagainya.
4. Masih terjadinya tindak kekerasan mengatasnamakan agama,
5. Angka putus sekolah yang cukup tinggi mengindikasikan belum terlaksana secara
sepenuhnya.
Lalu strategi yang saya rekomendasikan yaitu
dengan cara mengetahui posisi diri kita sendiri.
Untuk menjadikan kewajiban dan hak dapat seimbang, kita harus mengetahui posisi diri kita sendiri.Kita sebagai warga negara yang berdemokrasi harus bangun dari mimpi kita yang buruk ini dan merubahnya untuk mendapatkan hak hak dan tak lupa melaksanakan kewajiban kita sebagai rakyat indonesia.