Izin menambah kan

Izin menambah kan

oleh Shenda Vita -
Jumlah balasan: 1

Shenda vita dewi 1612110323


Sistem Kurs Valuta Asing

Terdapat beberapa jenis cara yang dilakukan oleh pemerintah dalam menentukan nilai tukang mata uang asing.


1.Sistem Kurs Tetap (Fixed Exchange Rate)

Sistem kurs tetap merupakan sebuah kondisi nilai tukar mata uang domestik ditentukan oleh pemerintah. Sehingga pemerintah melakukan berbagai langkah dan kebijakan untuk mengatur nilai  mata uang pada harga tertentu. Segala fluktuasi pergerakan harga dapat diredam oleh pemerintah atau dengan kata lain diintervensi.


Sistem ini juga berarti kurs valuta asing ditetapkan oleh bank sentral yang secara aktif terlibat dalam setiap transaksi. Akan tetapi, pihak bank tidak dapat merubah kurs sendiri sebab ada keterkaitan dengan pemerintah. Jika bank menyimpang dan tidak memenuhi standar, maka akan diberikan sanksi.


2.Sistem Kurs Bebas/Mengambang (Floating Exchange Rate)

Sistem kurs bebas merupakan pembuatan kurs tersendiri dari suatu permintaan dan penawaran dari mata uang asing, sehingga pemerintah tidak ikut campur dalam menentukan kurs mata uang yang akan ditukar. 


Dalam sistem ini, besarnya nilai tukar diserahkan pada mekanisme pasar. Tinggi dan rendahnya mata uang ditentukan oleh tingkat permintaan dan penawaran mata uang itu sendiri. 


3.Sistem Kurs Mengambang Terkendali atau Terkontrol (Floating Exchange Rate)

Sistem kurs terkendali merupakan sistem dimana pemerintah dan pasar sama-sama memiliki kebebasan dalam menentukan nilai tukar mata uang.  Sehingga nilai tukar dapat bergerak bebas naik atau turun. Guna pemerintah disini adalah untuk menghindari gejolak yang tajam.


Hal yang dilakukan pemerintah seperti :


Mengambang Kotor (Dirty Floating)

Pemerintah melakukan intervensi langsung dengan menjual atau membeli valuta asing.


Mengambang Bersih (Clean Floating)

Pemerintah melakukan intervensi secara tidak langsung, misal dengan mengatur suku bunga.


Fungsi Valuta Asing

1.Alat Tukar dan Pembayaran Internasional

Tentu saja, ini kurs valuta asing sebagai alat tukar internasional. Valuta asing digunakan sebagai alat dalam melakukan tukar menukar barang atau jasa dengan negara lain. Contohnya, Indonesia mengimpor barang elektronik dari Tiongkok,  maka orang Tiongkok harus dibayar dengan dolar karena tidak akan mau jika dibayar dengan rupiah. 


2.Alat Pengendali Kurs

Kurs mata uang suatu negara seringkali mengalami pergolakan. Dengan pengelolaan tingkat penggunaan suatu valuta asing tertentu, sebuah negara dapat mengendalikan nilai tukar mata uang mereka dengan lebih mudah. Contohnya, dengan adanya kurs Rupiah ke Dolar, maka dapat diketahui bahwa nilai tukar rupiah semakin naik atau semakin turun. Dalam hal ini, kurs dijadikan patokan untuk mengendalikan nilai mata uang suatu negara.


3.Alat Memperlancar Perdagangan Internasional 

Dengan adanya kurs valuta asing, setiap negara di seluruh penjuru dunia dapat dengan mudah melakukan jual beli tanpa terkendala mata uang di negara masing-masing.