Diskusi Pertemuan 7

Diskusi Pertemuan 7

Jumlah balasan: 31

Di era pandemic covid-19 ini, apakah sebuah perusahaan perlu untuk mengubah strategi dan kebijakan bisnisnya? Mengapa?


Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Diskusi Pertemuan 7

oleh alexander . -
karena mengikuti imbauan dari pemerinta dan meminimalisirkan karyawan yang bisa terkena penyakit covid-19 maka dari itu perusahaan perlu membuat dan strategi jitu supaya usahanya tidaklah bangkrut walau harus mendapatkan untung yang sedikit dari biasanya
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Diskusi Pertemuan 7

oleh Erick Eriant -
menurut saya perlu karna di saat pandemic ini pemerintah membatasi segala aktivitas yang ada , sehingga aktivitas ekonomi jga jadi terhambat , maka dari itu perusahaan harus mngatur strategi baru dan memanfaatkan waktu yang susah di dapat di kala pademic ini meneyerang , selain itu perusahaan harus mencari peluang dan mengadakan promosi yang menguntungkan agara perusahaan tidak mengalami kebangkrutan
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Diskusi Pertemuan 7

oleh Arta Muvera -
Menurut saya , semua itu perlu di lakukan . Karena dengan adanya covid19 maka Pemerintah Indonesia menghimbau Rakyat untuk tetap #dirumahsaja yang mengakibatkan perusahaan mengalami penurunan , baik pd omset,saham atau pun yang lain nya . Sehingga sebuah perusahaan harus mengubah strategi untuk menaikan kembali nilai perusahaan nya walau konsumen berada dirumah saja .
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Diskusi Pertemuan 7

oleh Komang Triyani -
Menurut saya perlu karena Penyebaran covid-19 yang cepat merubah interaksi antara bisnis dan pelanggan. Banyak bisnis mulai merasa penurunan penjualan yang drastis. Maka perusahaan perlu mengubah strategi dan kebijakan bisnisnya supaya bisnisnya tetap berjalan. Perusahaan harus bisa mencari peluang untuk kembali mendapatkan pelanggan agar perusahaan tidak mengalami kebangkrutan dan menyebarkan iklan iklan untuk memberi informasi kepada pelangga bahwa produknya atau bisnisnya masih tetap berjalan walau tengah pandemi covid-19
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Diskusi Pertemuan 7

oleh Elsa Silviana -
Dampak pandemi virus corona (Covid-19) sangat terasa di dunia bisnis dan ekonomi. Dalam waktu yang cukup singkat, sebuah perusahaan harus mengubah strategi pola pemasaran. Pemasar harus putar otak untuk bisa memasarkan produk atau jasa mereka ke konsumen, sebagai strategi brand bertahan di tengah pandemi virus corona. Para pelaku bisnis mengoptimalkan pemasaran online dan digital branding sebagai sarana komunikasi dengan target konsumennya.

Dampak dari bencana wabah virus corona memukul banyak sektor bisnis di Indonesia. Beberapa sektor bisnis yang berpotensi mengalami penurunan penjualan ialah bengkel, restoran, salon, spa, properti, mice, tour & travel, hotel, transportasi, penerbangan, mal, fashion, dan beberapa sektor bisnis lainnya.
Ada beberapa sektor bisnis yang berpotensi stabil dan mengalami kenaikan seperti produk kesehatan yang dibutuhkan saat pandemi, e-commerce, minimarket, toko sembako, apotek, toko jamu, provider internet, jasa penyedia video conference, aplikasi belajar dari rumah, dan lainnya.
Melihat permasalah tersebut, para pelaku brand harus menyikapinya dengan cepat dan tepat untuk mengubah strategi penjualannya. Diharapkan tidak terjadi drop penjualan yang signifikan saat diberlakukannya social distancing.

Untuk tetap dapat bertahan di tengah pandemi ini, para pelaku brand harus bisa menyiasatinya. Mulai dari fokus ke pemasaran digital melalui website yang dijadikan e-commerce, social media, search engine, penjualan melalui marketplace, dan membentuk tim reseller untuk menjual produknya.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Diskusi Pertemuan 7

oleh Tri Hutami H -
Menurut saya, di era pandemic covid-19 ini perusahaan perlu mengubah strategi dan kebijakan bisnisnya. Karena di era pendemic covid-19 perusahaan perlu mengambil tindakan pencegahan untuk melindungi karyawan mereka. Karyawan yang sakit atau berisiko terpapar virus harus tinggal di rumah. Jika memungkinkan, perusahaan harus menawarkan peluang bagi karyawan untuk dapat bekerja dari rumah. Dan perusahaan perlu mengubah strategi bisnisnya dengan cara lebih banyak promosi melalui media online.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Diskusi Pertemuan 7

oleh Rizky Ananda Kinanti -
Perlu, karena usaha disaat pandemik seperti ini akan terhambat. Baiknya jika biasanya perusahaan melakukan pemasaran melalui offline, untuk keadaan seperti ini sangat perlu untuk memulai secara online. Kenapa? Agar semua berjalan lancar. Baik ketenagakerjaan maupun pemasaran, semua akan terlaksana jika sistem dan strategi diubah, dan saran paling baik dilakukan secara online.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Diskusi Pertemuan 7

oleh Fitri Yana -
Menurut saya dalam keadaan seperti sekarang sebuah perusahaan perlu mengubah strategi dan kebijakannya karena strategi membatu perusahaan untuk menghadapi perubahan-perubahan yang tidak siap diantisiapasi oleh perusahaan dalam kondisi seperti sekarang di era pandemic covid-19 ini. Banyak perusahaan mulai merasa penurunan penjualan yang drastis atau bahkan tidak memiliki pelanggan sama sekali karena pelanggan sudah mulai beraktivitas di rumah mereka masing-masing. Contoh strategi yang harus dilakukan oleh perusahan adalah membuat promosi penjualan yang tepat, dengan cara gunakan media digital saat melakukan promosi karena pelanggan lebih banyak menghabiskan waktu dan beraktivitas di rumah. Waktu untuk melihat smartphone atau melihat TV akan lebih banyak dihabiskan dibanding hari-hari biasanya.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Diskusi Pertemuan 7

oleh Khofifah Triandini -
Menurut saya perlu, karena himbauan dari pemerintah untuk melakukan social distancing serta penyebaran covid-19 yang cepat membuat interaksi antar bisnis dan pelanggan menurun. Banyak bisnis yang merasakan penjualannya menurut drastis, bahkan ada juga yang tidak lagi memiliki pelanggan sama sekali karena banyak pelanggan yang sudah melakukan aktivitas dirumah saja. Maka dari itu strategi dan kebijakan bisnis baru diperlukan, agar bisnis tidak mengalami penurunan yang drastis ataupun bangkrut.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Diskusi Pertemuan 7

oleh A. Fabiyo Aufadilla Fasya -
Menurut saya perlu. Kenapa? Karena di tengah pandemi Covid19 ini perusahaan harus mengikuti aturan pemerintah yang dimana harus membatasi kegiatan di perusahaan tersebut. Tetapi dengan membatasi kegiatan bisa saja perusahaan mengalami penurunan pendapatan nya oleh karena itu, perusahaan harus menggeser fokusnya untuk membuat produk yang relevan saat covid-19 ini dan juga mengoptimalkan layanan online serta dengan adanya promosi agar perusahaan tersebut kan tetap berjalan dan mendapatkan untung saat pandemi masih berlangsung.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Diskusi Pertemuan 7

oleh Hudi Prayoga -
Menurut saya , semua itu perlu di lakukan . Karena dengan himbauwan pemerintah yang harus dirumah saja atau sosial ditenching, maka perusahan harus dengan terpaksa mengurangi pegawai demi masih berjalannya usaha yang ada. Karna covid19 membuat meruginya suatu perusahaan sehingga penururnan pendapatan perusahaan, dengan langkah sosial distenching kita tetap bisa mendapatakan pendapatan meski tidak sesuai target.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Diskusi Pertemuan 7

oleh arini mawaddah -
Sebuah perusahaan perlu mengubah startegi dan kebijakan karena Dalam masa pandemi virus corona ini, pemasar harus cepat beradaptasi seiring dengan diberlakukannya social distancing. Karena sudah pasti sangat memengaruhi perubahan besar dalam tren perilaku konsumen dalam berbelanja,".

Pemerintah sendiri telah menetapkan masa bencana darurat Covid-19 hingga 29 Mei 2020 mendatang. Tentunya, para pemasar perlu menyikapinya dengan membuat strategi yang tepat, baik saat masa pandemi berlangsung maupun setelah pandemi berakhir.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Diskusi Pertemuan 7

oleh shalli oksa kinanti -
Menurut saya perlu dilakukan karna penyebaran covid -19 yang merubah interaksi antara bisnis dan pelanggan. yang mengakibatkan bisnis mulai merasa penurunan penjualan yang drastis. maka perusahaan perlu mengubah strategi dan kebijakan bisnisnya supaya tetap berjalan.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Diskusi Pertemuan 7

oleh Putu silo Swardana -
menurut saya sangat perlu sekali , karena di kondisi saat ini yaitu kondisi covid19 semua di batasi kalo prusaan tidak mengubah strategi akan terjadi kebangkrutan , karena berbatasan sosial sekala besar , kebijakannya adalah kita harus saling membangun antara bos dan kariawan dan saling mengerti ke adaan sehingga tidak terjadi phk , tidak ada salih menguntukan ataupun merugikan di prusaahaan , kita bangun bersama kita pikul beban besama di dalam sebuah prusaahaan , terimakasi.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Diskusi Pertemuan 7

oleh Andini Julia -
Menurut saya perlu karena Penyebaran covid-19 yang cepat merubah interaksi antara bisnis dan pelanggan. Banyak bisnis mulai merasa penurunan penjualan yang drastis atau perubahan secara drastis karena wabah Covid ini telah memaksa masyarakat, pelaku usaha, dan pemerintah untuk melakukan berbagai inovasi. Dari sistem pembelajaran jarak jauh dan pelayanan publik secara online, pengembangan survei online, penggunaan web meeting, pengembangan telemedicine, implementasi chatbot untuk pelayanan publik, hingga persidangan secara online.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Diskusi Pertemuan 7

oleh Alan Aluntara -
Menurut saya, perlu mempunyai strategi baru karena sebuah perusahaan juga harus mematuhi himbauan dari pemerintah dengan tujuan meminimalisir karyawan terkena covid-19 dan untuk memutus rantai covid-19. Sehingga sebuah perusahaan harus mempunyai strategi baru untuk tetap menjalankan perusahaan walaupun tidak mendapatkan untung yg besar dan perusahaan itu tidak rugi.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Diskusi Pertemuan 7

oleh M Krisna Fadilah -
Menurut saya , semua itu perlu di lakukan . Karena dengan adanya covid19 maka Pemerintah Indonesia menghimbau Rakyat untuk tetap #dirumahsaja yang mengakibatkan perusahaan mengalami penurunan , baik pd omset,dan meminimalisirkan karyawan yang bisa terkena penyakit covid-19 maka dari itu perusahaan perlu membuat dan strategi jitu supaya usahanya tidaklah bangkrut walau harus mendapatkan untung yang sedikit dari biasanya
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Diskusi Pertemuan 7

oleh Putu Monica -
Perusahaan Perlu mengubah strategi dan kebijakan bisnisnya karena diera pandemi covid-19 banyak perusahaan yang mengalami penurunan, maka pihak perusahaan mengubah sistem manajemen perusahaan dengan pengurangan jumlah karyawan , pengurangan jam kerja , pemotongan gaji , bahkan sampai ada yang terkena PHK tanpa pesangon akibat penurunan drastis yang dialami sebuah perusahaan .Namun hal bisa dialihkan dengan sistem belanja online untuk meminimalisir kerugian dari sebuah perusahaan ,dan paket yang akan dikirim terlebih dahulu disemprotkan disinfektan untuk mencegah virus agar tidak menempel.
Terimakasih
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Diskusi Pertemuan 7

oleh sintia oktaviana -
Menurut saya perlu ,karena kita semua harus mengikuti aturan pemerintah yang untuk membatasi semua aktivitas diluar .
Untuk itu, perlu dilakukan beberapa strategi pemasaran agar bisa bertahan di tengah krisis ini , ada lima hal yang bisa dilakukan agar bisnis tetap bisa bertahan.

"Ini strategi yang lumayan kompleks, bagaimana kita bisa bertahan di era krisis ini," katanya dalam Diskusi Online 'Data & Insight Bisnis di Tengah Krisis Saat Ramadan'.

1. Empathy

Di masa pandemi ini, berjualan dengan empati akan lebih menarik ketimbang berjualan secara hard selling. Jadi, sebagai sebuah merek juga harus bisa melihat situasi di tengah krisis.

Misalnya, membuat produk baru seperti masker atau hand sanitizer yang lebih dibutuhkan di tengah pandemi ini. Beberapa merek telah 'banting setir' melakukan hal ini.

Selain itu, dengan ini penjualan juga masih bisa berlangsung sehingga karyawan juga masih bisa mendapat insentif dari penjualan.

"Jadi bagaimana sebuah brand dapat berempati baik terhadap konsumen maupun karyawan," katanya.

2. Solution

Agar bisa bertahan, setidaknya sebuah merek harus bisa memberikan solusi yang dibutuhkan di tengah pandemi. Seperti misalnya salah satu online learning yang menggratiskan layanannya untuk bisa diakses secara luas.

3. Giving

Masa krisis ini berarti waktunya untuk saling memberi. Misalnya, seperti salah satu merek kosmetik terkenal yang sempat viral karena menyumbang sejumlah dana untuk penanganan Covid-19.

Mereka menjadi merek yang pertama melakukan hal ini, dan membuat contoh bagi beberapa perusahaan lainnya. Namun yang akan diingat pertama kali tentu merek ini, dan ini sangat baik untuk pemasaran.

4. Useful

Strategi ini merupakan strategi bagaimana sebuah merek bisa berguna dan bisa menciptakan manfaat sosial (social benefit), bukan hanya bisnis. Contohnya, menggratiskan fitur hiburan selama 7 hari yang berguna bagi masyarakat yang kini tengah membutuhkan hiburan selama berada di rumah aja.

5. Responsible

" Merek itu corporate citizen, bukan economic animal. Bukan hanya cari profit terus. Tapi mereka juga punya tanggung jawab terhadap masyarakat," terang Fadil.

Tanggung jawab ini bisa dalam bentuk seperti yang dilakukan sebuah gerai kopi terkenal, yang memberikan kartu tanda suhu tubuh penjual yang akan diberikan kepada konsumen.

Hal ini menunjukkan bahwa merek ini memiliki tanggung jawab kepada publik dengan memastikan barista mereka sehat, sehingga konsumen tidak akan khawatir bahwa produk yang ia beli tidak akan tertular virus corona.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Diskusi Pertemuan 7

oleh Sefany Dhea Mirnasari -
Menurut saya perlu. Karena ditengah pandemi covid-19 ini membuat perusahaan dan costumer tidak bisa berinteraksi karena adanya himbauan dari pemerintah untuk tetap dirumah, oleh karena itu sangat perlu sebuah perusahaan mengubah straregi bisnisnya. dengan mengubah strategi dan kebijakannya perusahaann dapat memudahkan costumer dan tidak akan mengalami krisis disaat pandemi covid -19
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Diskusi Pertemuan 7

oleh Marita Puspita -
Menurut saya perlu,karena dalam perusahan kita harus empathy,solution,giving,useful,dan responsible.

-Empathy
Yang di maksud dalam empathy dalam perusahan berarti kita harus saling mengingatkan,saling perduli,saling menjaga dn saling mencegah terjadinya wabah penyakit covid 19.
Yang harus kita lakukan dalam sebuah perusahaan adalah:
1.Perusahaan harus menyediakan sistem ventilasi udara agar udara segar dapat terjaga di tempat kerja maupun di ruang-ruang pertemuan sosial.
2.Perusahaan harus menyediakan fasilitas untuk kebersihan seperti air bersih, sabun dan handuk kertas.
3.Di dalam kantor, tisu pembersih dan desinfektan harus tersedia dan digunakan secara teratur.
4.semua area kerja dan sekitarnya harus dibersihkan secara rutin.
5.Karyawan yang sehat namun memiliki keluarga sakit dengan COVID-19 harus memberi tahu atasan mereka.
6.Para atasan harus mengidentifikasi posisi relevan dalam prose kerja sehingga penggantinya dapat diatur sedemikian rupa. Dengan cara ini, karyawan yang absen tidak akan membahayakan atau mempengaruhi fungsi seluruh organisasi.

-Solution
Dalam sebuah perusahan kita memerlukan solution yang di maksud adalah solusi dalam sebuah perusahan supaya kita dapat mengetahui bagaimana jalan keluar yg terbaik bagi perusahan agar perusahaan tersebut tidak menurun secara drastis.

-Giving
Dalam sebuah perusahan kita memerlukan giving yang di artikan sebagai saling memberi.
dalam keadan covid ini kita harus saling perduli,harus saling memberi kebuthan yang tidak terduga,conthnya kita harus memberi masker kepada karyawan dan melakukan jarak 1 mtr setiap kita ingin melakukan interaksi kepada yang lain.

-Useful
Strategi bagaimana sebuah masker bisa berguna dan bermanfaat untuk semua orang bukan hanya untuk karyawan perusahan.

-Responsible
Tanggung jawab dalam setiap terjadinya permasalahan dalam perusahaan.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Diskusi Pertemuan 7

oleh Venni Hermawati -
Menurut saya , semua itu perlu di lakukan . Karena dengan adanya covid19 maka Pemerintah Indonesia menghimbau Rakyat untuk tetap #dirumahsaja yang mengakibatkan perusahaan mengalami penurunan , baik pd omset,saham atau pun yang lain nya . Sehingga sebuah perusahaan harus mengubah strategi untuk menaikan kembali nilai perusahaan nya walau konsumen berada dirumah saja
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Diskusi Pertemuan 7

oleh sabillahfitri yanii -
menurut saya perlu karena adanya pandemi covid 19 ini merubah berbagai macam hal seperti contohnya stay at home dan social distancing karena hal itu segala aktivitas sehari hari menjadi terhambat dan sangat merugikan, perusahaan harus merubah strategi mencari promosi dan sebagainya untuk menarik konsumen agar tidak terjadi kebangkrutan
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Diskusi Pertemuan 7

oleh Aidil Mahendri -
Menurut saya perlu, karenaPANDEMI Covid-19 yang membuat sebagian dari kita berdiam di rumah selama hampir dua bulan telah mengubah pola interaksi dan kegiatan masyarakat secara drastis. Kegiatan bisnis, pendidikan, dan pemerintahan pun sebagian terhenti, sebagian masih dapat dilakukan dari rumah, dan sebagian tetap dilakukan dengan mengoptimalkan teknologi informasi.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Diskusi Pertemuan 7

oleh Sheli Novita sari -
Iya perlu, karena saat ini semua aktivitas,pekerjaan maupun yg mmpunyai usaha pun jadi terhambat,semuanya dibatasi oleh pemerintah. Maka dri itu wlaupun perusahhaan harus mengurangi karyawannya tetapi tidak boleh goyah, pemilik perusahaan hrus tetap melakukan promosi tpi dgn cara yg berbeda/ lbih tepatnya dijadikan serba online,pemesanan online maupun pengiriman juga jdi perusahaan harus memanfaatkan waktu sebaik mungkin disaat pandemi covid ini agar tidak mengakibatkan kerugian
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Diskusi Pertemuan 7

oleh Ananda Ade Rahman -
Iya harus, karena sekarang ini semua aktivitas sudah dibatasi oleh pemerintah,karyawan pun dibatasi. Tetapi seorang pngusaha harus tetap memanfaatkan waktu sebaik mungkin,bisa juga dengan cara promosi lebih ditingkatkan, di adakan diskon2 dan pembelian diberlakukan secara online saja tetapi pelayanan jga harus memuaskan agar pelanggan tidak surut dan perusahaan tidak rugi
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Diskusi Pertemuan 7

oleh Vidya Annisa -
Perubahan strategi dan pengaturan arus keuangan perusahaan perlu dilakukan untuk tetap dapat mempertahankan bisnis agar berkelanjutan pada kondisi sulit seperti saat ini. Salah satunya dengan efisiensi biaya dan mengalokasikan biaya non-operasional sebagai cadangan agar produksi bisa tetap berjalan, sehingga diharapkan kas perusahaan dapat digunakan untuk jangka waktu yang lebih panjang dalam menghadapi perubahan pasar
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Diskusi Pertemuan 7

oleh Putri amandhea Arista -
Setiap bisnis perlu membuat strategi jangka pendek untuk pengoperasian bisnis per hari, jangka menengah untuk menilai masalah yang akan terjadi serta langkah antisipasi dan jangka panjang mengingat, wabah ini akan berdampak pada perekonomian negara yang akan mempengaruhi keadaan bisnis juga.

komunikasi juga menjadi salah satu kunci penting dalam pengelolaan bisnis selama krisis berlangsung. Karena itu, kita harus memastikan agar komunikasi antar sesama rekan kerja lainnya tetap terjaga. Keberadaan teknologi yang semakin maju membuat pekerjaan manusia menjadi lebih mudah termasuk urusan komunikasi.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Diskusi Pertemuan 7

oleh Fransiskus Alfredo Sipayung -
Menurut saya , semua itu perlu di lakukan . Karena dengan adanya covid19 maka Pemerintah Indonesia menghimbau Rakyat untuk tetap #dirumahsaja yang mengakibatkan perusahaan mengalami penurunan , baik pd omset,saham atau pun yang lain nya . Sehingga sebuah perusahaan harus mengubah strategi untuk menaikan kembali nilai perusahaan nya walau konsumen berada dirumah saja .
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Diskusi Pertemuan 7

oleh Audi Fourtuna Putri -
Menurut saya itu sangat perlu.. Karena virus covid-19 ini membuat perekonomian di indonesia runtuh, banyak pekerja yang kehilangan mata pencaharannya. Pemerintah membatasi segala aktivitas, sehingga ekonomi jadi terhambat.
Maka untuk tetap bertahan dalam menanggapi ini, kita perlu merubah dan memikirkan strategi bisnis supaya bisa tetap jalan.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Diskusi Pertemuan 7

oleh tiwi budiarti -
Contohnya perusahaan perbankan.

Adapun strategi bank yang dapat dilakukan di tengah pandemi, yaitu melalui Pertama, bank harus mengelola mitigasi risiko dengan tepat. Bank harus punya peta navigasi baru untuk dapat menghadapi krisis yang ada. Proses mapping debitur untuk proses restrukrisasi harus segera jalan dan jelas sehingga cashflow bank terlihat setelah melakukan treatment.

Dengan begitu, bank mengetahui posisi Strengths-Weakness-Opportunities-Threats (SWOT) untuk dapat membuat revisi Rencana Bisnis Bank (RBB) dengan memperhatikan kondisi karena Korona.

Kedua, bank harus fokus pada industri yang prospek untuk dibiayai. Bank harus tebang pilih pada sektor usaha yang eksis dan berkembang di tengah merebaknya wabah Korona. Adapun, menurut riset Dcode EFC (2020), sektor usaha (potential winner) tersebut adalah sektor; agribisnis, telekomunikasi, ritel e-commerce, farmasi, produk pembersih & alat kesehatan.

Dan, untuk sektor-sektor yang terkapar merugi ataupun sektor-sektor yang terpuruk sehingga tidak mempunyai prospek sama sekali untuk bangkit, maka, sebaiknya tidak menjadi pilihan bank atas pembiayaan kreditnya terlebih dahulu. Harapannya, bank tidak lagi bekerja dengan membawa beban kredit macet atas ekspansi kredit barunya.

Ketiga, digital banking. Layanan produk dan jasa harus dikonversi menjadi digital banking. Proses tersebut harus berjalan bertahap dan inisiasinya dilakukan secara terus menerus. Namun, tidak semua produk dan jasa harus menggunakan digital banking, terdapat bisnis inti yang masih membutuhkan fungsi oleh unsur manusia. Beberapa fungsi yang melibatkan unsur manusia, sehingga keberadaannya tidak dapat digantikan oleh digital banking. Salah satu peran tersebut adalah aktivitas pendampingan dan konsultasi bisnis. Sebagai contoh, misalnya ketika nasabah bank yang bisnisnya terganggu akibat Covid-19, maka ia akan mendapatkan pendampingan dan konsultasi bisnis dari tenaga pemasar bank. Bank memiliki Relationship Manager (RM) yang tersebar di seluruh Indonesia. Peran RM ini akan mendampingi sekaligus sebagai konsultan apabila nasabah mengalami masalah dalam operasional bisnisnya.

Keempat, inovasi dan kreativitas bank. Korona menuntut bank harus semakin berinovasi. Misalkan, bank saat ini tidak hanya menuntut pembayaran angsuran dan bunga kredit oleh debiturnya. Namun, bank juga harus memikirkan untuk dapat membantu nasabah, melalui penjualan produknya. Seperti diketahui, imbauan pemerintah agar masyarakat melakukan physical distancing maupun social distancing mempengaruhi penjualan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Menyiasati hal tersebut, bank dapat membantu pelaku UMKM binaannya untuk terhubung dengan ekosistem sehingga mampu berjualan secara online. Contohnya adalah dengan create UMKM Go Online. UMKM Go Online merupakan platform digital yang bertujuan untuk memfasilitasi UMKM binaan Bank dalam memperluas jangkauan penjualan produk mereka. Para pelaku UMKM yang berminat masuk dalam UMKM Go Online cukup melalui proses tahapan-tahapan mudah.

Nasabah wajib melengkapi data dan mendaftarkan usahanya terlebih dahulu dengan mengakses microsite UMKM Go Online di website bank lewat tautan portal bank. Selanjutnya, pihak penjual akan diminta untuk menyiapkan dokumentasi produk, mengirimkan sampel barang, hingga proses pengiriman barang ke gudang-gudang inventori yang dikelola oleh bank. Barang tersebut selanjutnya akan dibantu oleh bank untuk dijual melalui platform UMKM Go Online. Produk-produk unggulan dari UMKM mitra binaan bank dapat langsung dibeli di e-commerce rekanan seperti Qoo10 Singapura, Tokopedia, Shopee, Bukalapak, Blanja.com dan Blibli.com.

Kelima, pergunakan tools zoom untuk On The Spot (OTS). Ketika pemerintah mengharuskan social distancing ataupun physical distancing, maka, harapannya respon bank ialah dengan memberlakukan verifikasi jaminan kredit di lapangan atau OTS melalui video call atau zoom.

Keenam, pendampingan dan konsultasi bisnis. Nasabah UMKM yang bisnisnya terganggu akibat Covid-19 mendapatkan pendampingan dan konsultasi bisnis oleh staf bank, yaitu relationship manager (RM) yang tersebar di seluruh Indonesia. Peran RM ini, akan melakukan pendampingan sekaligus sebagai konsultan apabila pinjaman nasabah dilakukan restrukturisasi hingga proses restrukturisasi tersebut berjalan lancar.

Ketujuh, program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responbility (CSR) melalui pendidikan dan pelatihan online bagi pelaku UMKM. Bank dapat menyelenggarakan program pendidikan dan pelatihan online Bank Virtual Training and Education yang dilakukan melalui aplikasi UMKM Go Online. Ini merupakan upaya Bank untuk terus mendorong para pelaku UMKM untuk meningkatkan kapasitas diri dan usahanya di tengah imbauan pemerintah untuk pembatasan fisik yang berguna untuk menekan penyebaran Covid-19.