Manajemen Sumber Daya Manusia, pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia menuju kemajuan kualitas lingkungan.
-Pengembangan SDM
Setiap perusahaan pasti memiliki divisi pengembangan SDM dalam struktur organisasinya. Divisi pengembangan SDM pada dasarnya memiliki tugas dan tanggung jawab untuk membantu karyawan dalam mengembangkan kepribadian personal dan keterampilan organisasional mereka.
Pengembangan SDM pada sebuah perusahaan akan dimulai dari proses onboarding, pengadaan kesempatan untuk mengembangkan keterampilan dengan kelas atau kursus dan seminar, penyediaan tool yang bisa membantu pekerjaan karyawan dan sebagainya.
-Fokus dan Tujuan Pengembangan SDM
Tujuan pengembangan SDM, tidak hanya untuk mengembangkan kemampuan dan keterampilan karyawan, melainkan pengembangan SDM juga bertujuan untuk:
Menemukan dan mengeluarkan potensi yang ada pada diri karyawan yang mungkin selama ini masih terpendam untuk tujuan pengembangan personal dan perusahaan
Mengembangkanbudaya perusahaan dalam aspek hubungan supervisor-subordinate, kerja sama tim dan kolaborasi antar divisi serta menghadirkan para profesional berkualitas Memotivasi dan mendorong rasa percaya diri karyawan.
-Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (Empowering of Human resources atau Empowering Resources ) merupakan suatu aspek manajemen yang sangat penting, kunci dan strategis, karena dimana Sumber Daya Manusia harus mampu berperan untuk menterjemahkan daya terhadap sumber-sumber lainnya pada suatu tatanan manajemen yang menjadi tujuan Organisasi. Bila manusia tidak dapat memfungsikan daya untuk kemajuan organisasi, maka dapat dipastikan manajemen organisasi akan tidak efisien, tidak efektif dan tidak ekanomis.
-Manfaat Pemberdayaan:
1. Sebagai alat manajemen (tool of management) dalam rangka memberdayakan berbagai sumber-sumber (resources) untukvpencapaian tujuan yang telah ditetapkan; 
2. Sebagai pembaharu manajemen (changes management), dalam rangka meningkatkan kinerja organisasi; 
3. Sebagai inisiator terhadap organisasi dalam rangka memanfaatkan peluang guna meningkatkan dan mengembangkan organisasi; 
4. Sebagai mediator terhadap pihak-pihak lain dalam rangka meningkatkan kinerja organisasi; 
5. Sebagai pemikir (think-thank) dalam rangka pengembangan organisasi (Organizational Development).