Disukusi 10

Disukusi 10

oleh Nabilla Nabilla -
Jumlah balasan: 0

Nama : Nabilla

NPM : 1612110141 

Kekuatan luar yang tidak ingin bangsa ini menjadi bangsa besar dan berjaya.

Setiap bangsa mendapatakan anugerah Tuhan beruapa alan dengan segala isinya yang berbeda antar satu wilayah dengan wklayah lain. Konsep geopolitik adalah ilmu penyelenggaraan negara yang setiap kebijakannya dikaitkan dengan masalah masalah geografi wilayah atau tempat tinggal suatu bangsa. Negara Indonesia memiliki unsur kekuatan terletak pada keadaan geografi dan kaya akan sumber daya alam, dalam hal ini bangsa Indonesia perlu memiliki prinsip dasar sebagai peroman agar tidak terombang ambing dalam memperjuangankan kepentingan nasional.

Dalam pemikiran geopolitik, tercipta interaksi antara ruang dengan manusia yang melahirkan kesadaran ruang (space consciousness). Kesadaran itu baik langsung atau tidak langsung terkait dengan kepentingan keamanan dan kesejahteraan bagi manusia. 

Kondisi lingkungan strategis kawasan saat ini penuh dengan ancaman dan tantangan keamanan yang bersumber dari aktor negara maupun non negara. Bentuk ancaman dan tantangannya pun beragam, yang secara garis besar dapat dikelompokkan dalam rupa simetris dan asimetris. Ancaman dan tantangan simetris secara umum dapat berasal dari aktor negara, sedangkan asimetris bisa muncul dari aktor non negara. Namun perlu menjadi catatan pula bahwa ancaman asimetris tidak dapat dibatasi pada bentuk organisasi aktornya, tetapi juga bagaimana pula kekuatan, kesenjataan dan moral.ndisi lingkungan strategis kawasan saat ini penuh dengan ancaman dan tantangan keamanan yang bersumber dari aktor negara maupun non negara. Bentuk ancaman dan tantangannya pun beragam, yang secara garis besar dapat dikelompokkan dalam rupa simetris dan asimetris. Ancaman dan tantangan simetris secara umum dapat berasal dari aktor negara, sedangkan asimetris bisa muncul dari aktor non negara. Namun perlu menjadi catatan pula bahwa ancaman asimetris tidak dapat dibatasi pada bentuk organisasi aktornya, tetapi juga bagaimana pula kekuatan, kesenjataan dan moral.

Untuk mendukung aspirasi geopolitik masing-masing, negara-negara membangun kekuatan militer sebagai salah satu instrumen kekuatan nasionalnya. Dengan memperhatikan karakteristik kawasan, pembangunan kekuatan maritim dalam hal ini Angkatan Laut dalam dua dekade terakhir meningkat cukup pesat. Pembangunan kekuatan Angkatan Laut yang dilaksanakan bukan sekedar untuk merespon ancaman asimetris, tetapi mencakup pula ancaman simetris yang tidak dapat diabaikan di kawasan ini seiring makin meningkatnya persaingan antar negara untuk memperebutkan wilayah dan memperluas pengaruh pada domain maritim.