Setelah mempelajari materi, sila bagi yang ingin bertanya apabila ada yang belum jelas. Bagi mahasiswa/i diharapkan untuk aktif dan boleh saling menanggapi. Terima kasih.
Tempat Diskusi Materi ke-8
Pak izin bertanya, faktor-faktor apa saja yang menyebabkan doa-doa kita tidak dijawab Tuhan dan faktor apa saja yang menghalangi berkat atau karunia Tuhan turun pada kita?
Ayo silahkan kalau ada yang mau menanggapi pertanyaan Shinta
Selamat pagi
Izin menjawab pertanyaan dari shinta bapak
Faktor faktro apa saja yg menyebabkan doa kita tidak dijawab atau dikabulkan oleh Tuhan
Yg pertama adalah
Kedekatan kita dengan Tuhan jadi disini kita harus intropeksi diri kembali ketika doa doa kita belum dikabulkan oleh Tuhan apakah kita selama ini intens dengan Tuhan atau tidak,
Yg kedua
Kesungguh"an kita atau kekhusyukan kita saat berdoa dan berkomunikasi
Dengan Tuhan
Ke tiga
Kita tahu atau tidaknya siapa Tuhan itu, dan seberapa penting nya Tuhan didalam hidup kita
Dan untuk yg faktor apa saja yang menghalangi berkat atau karunia Tuhan turun ke kita
Sebenarnya tidak ada yang bisa menghalangi berkat atau karunia Tuhan itu sendiri tetapi mungkin belum. Saat ny saja kita mendapatkannya tersebut
Karena ketika Tuhan berkehendak tidak ada yg tidak mustahil..
Terimakasih,
Maaf shinta dan bapak kalau jawaban saya masih kurang pas atau kurang tepat
Izin menjawab pertanyaan dari shinta bapak
Faktor faktro apa saja yg menyebabkan doa kita tidak dijawab atau dikabulkan oleh Tuhan
Yg pertama adalah
Kedekatan kita dengan Tuhan jadi disini kita harus intropeksi diri kembali ketika doa doa kita belum dikabulkan oleh Tuhan apakah kita selama ini intens dengan Tuhan atau tidak,
Yg kedua
Kesungguh"an kita atau kekhusyukan kita saat berdoa dan berkomunikasi
Dengan Tuhan
Ke tiga
Kita tahu atau tidaknya siapa Tuhan itu, dan seberapa penting nya Tuhan didalam hidup kita
Dan untuk yg faktor apa saja yang menghalangi berkat atau karunia Tuhan turun ke kita
Sebenarnya tidak ada yang bisa menghalangi berkat atau karunia Tuhan itu sendiri tetapi mungkin belum. Saat ny saja kita mendapatkannya tersebut
Karena ketika Tuhan berkehendak tidak ada yg tidak mustahil..
Terimakasih,
Maaf shinta dan bapak kalau jawaban saya masih kurang pas atau kurang tepat
izin menjawab, menurut saya tidak ada faktor penyebab doa kita tidak terkabul, namun jika kita terus berharap kepada kuasa dan rencana Tuhan, maka Ia yang maha pengasih itu akan memberikan itusemua kepada umatnya yang meminta kepadaNYa, sesuai rencan dan waktu yang bagiya itu baik untuk umatnya.Intinya Tuhan mau agar kita tak henti-hentinya terus berdoa dan berharap kepadaNya.
trimakasih.
trimakasih.
Sebagai balasan Lidya intan Permatasari
Re: Tempat Diskusi Materi ke-8
oleh Andreas Viktor Butar-Butar -
Terkadang manusia putus asa akan harapan, mungkin faktornya bisa dari doa dan pengharapan kepada tuhan yang tak kunjung terjadi.. Jadi apa setiap doa yang tak terwujut karna kita atau karna tuhan yang tak menjabanya?
Terima kasih Viktor, sepertinya pertanyaan ini - jawabannya sama dengan terkabul atau tidaknya doa kita. Tadi teman2 anda sudah mencoba menjawabnya tentu perlu dikembangkan lagi. Untuk itu sy bermaksud agar kita semakin memahami tentang materi ini (DOA) - silahkan menjadi tugas kita untuk lebih menggalinya.
Tugas : Tuliskan apa itu doa dan seterusnya, cari dan dapatkan dari sumber manapun (bukan dari materi yg sudah kita baca hari ini). kumpul hari Rabu tanggal 10 Juni 2020 diupayakan tidak ditulis dengan tangan, minimal 2 halaman.
Tugas : Tuliskan apa itu doa dan seterusnya, cari dan dapatkan dari sumber manapun (bukan dari materi yg sudah kita baca hari ini). kumpul hari Rabu tanggal 10 Juni 2020 diupayakan tidak ditulis dengan tangan, minimal 2 halaman.
Baik pak, tugas di kirim lewat apa pak?
Izin menjawab pertanyaan shinta, alkitab dengan sangat eksplisit atau jelas memberitahukan kepada kita mengapa sebagian doa-doa kita tidak, atau belum dijawab Tuhan?
1. Dosa. Yes 59:1-2 ΓÇ£Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaranNya tidak kurang tajam untuk mendengar; (2) tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamuΓÇ¥.
2. Di dalam hatinya ada niat jahat. Mazmur 66:18 ΓÇ£Seandainya ada niat jahat dalam hatiku, tentulah Tuhan tidak mau mendengarΓÇ¥.
Orang yang hatinya bimbang dan mendua hati. Yakobus 1:6 Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin.
4. Tujuannya untuk memuaskan hawa nafsu. Yakobus 4:3 Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu.
5. Hubungan suami istri tidak baik. 1 Petrus 3:7 Demikian juga kamu, hai suami-suami, hiduplah bijaksana dengan isterimu, sebagai kaum yang lebih lemah! Hormatilah mereka sebagai teman pewaris dari kasih karunia, yaitu kehidupan, supaya doamu jangan terhalang.
6. Tidak mengampuni. Markus 11:25 Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu.ΓÇ¥
7. Tidak mau menolong orang yang membutuhkan pertolongan. Amsal 21:13 ΓÇô ΓÇ£Siapa menutup telinganya bagi jeritan orang lemah, tidak akan menerima jawaban, kalau ia sendiri faktor yang menghalangi berkat atau karunia tuhan kepada kita itu karena bisa terjadi karena Waktu Tuhan belum tiba, atau, karena Tuhan punya rencana dengan penundaan itu. Contohnya mengenai Lazarus dalam Yoh 11:3-6. Seandainya Tuhan Yesus langsung datang dan mengabulkan doa mereka, maka hanya akan terjadi penyembuhan orang sakit. Tetapi dengan Dia menunda 2 hari, baru datang, maka terjadi pembangkitan seseorang dari antara orang mati! Ini tentu lebih memuliakan nama Tuhan dari pada sekedar penyembuhan orang sakit. Tetapi tentu saja kita tak bisa berharap bahwa Ia akan selalu mau membangkitkan orang yang sudah mati (bdk. Ibr 9:27). Penundaan juga disebabkan karena Tuhan mau menguji ketekunan kita (Luk 18:1-8). Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?ΓÇÖΓÇ¥.
1. Dosa. Yes 59:1-2 ΓÇ£Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaranNya tidak kurang tajam untuk mendengar; (2) tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamuΓÇ¥.
2. Di dalam hatinya ada niat jahat. Mazmur 66:18 ΓÇ£Seandainya ada niat jahat dalam hatiku, tentulah Tuhan tidak mau mendengarΓÇ¥.
Orang yang hatinya bimbang dan mendua hati. Yakobus 1:6 Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin.
4. Tujuannya untuk memuaskan hawa nafsu. Yakobus 4:3 Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu.
5. Hubungan suami istri tidak baik. 1 Petrus 3:7 Demikian juga kamu, hai suami-suami, hiduplah bijaksana dengan isterimu, sebagai kaum yang lebih lemah! Hormatilah mereka sebagai teman pewaris dari kasih karunia, yaitu kehidupan, supaya doamu jangan terhalang.
6. Tidak mengampuni. Markus 11:25 Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu.ΓÇ¥
7. Tidak mau menolong orang yang membutuhkan pertolongan. Amsal 21:13 ΓÇô ΓÇ£Siapa menutup telinganya bagi jeritan orang lemah, tidak akan menerima jawaban, kalau ia sendiri faktor yang menghalangi berkat atau karunia tuhan kepada kita itu karena bisa terjadi karena Waktu Tuhan belum tiba, atau, karena Tuhan punya rencana dengan penundaan itu. Contohnya mengenai Lazarus dalam Yoh 11:3-6. Seandainya Tuhan Yesus langsung datang dan mengabulkan doa mereka, maka hanya akan terjadi penyembuhan orang sakit. Tetapi dengan Dia menunda 2 hari, baru datang, maka terjadi pembangkitan seseorang dari antara orang mati! Ini tentu lebih memuliakan nama Tuhan dari pada sekedar penyembuhan orang sakit. Tetapi tentu saja kita tak bisa berharap bahwa Ia akan selalu mau membangkitkan orang yang sudah mati (bdk. Ibr 9:27). Penundaan juga disebabkan karena Tuhan mau menguji ketekunan kita (Luk 18:1-8). Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?ΓÇÖΓÇ¥.
Terima kasih Ivan, Intan dan Clara, semoga ini bisa memberikan jawaban atas pertanyaan Shinta.
Baik Shinta pertanyaan yang bagus. Pada dasarnya Doa adalah bagian dari usaha manusia - untuk itu tetap harus kita sadari dan meneladani apa yang diucapkan oleh Bunda Maria. Terjadilah padaku menurut kehendak-Mu. Namun kalau kembali kepada mengapa Kristus mengajarkan kita untuk berdoa Bapa Kami - ini diakrenakan faktor-faktor : egois (mengutamakan aku/kelompok/grup), berte;le-tele dan tanpa disadari kadang-kadang memamerkan/menyampaikan sesuatu yang berlebihan.
Untuk berkat atau karunia Tuhan belum turun pada kita, pada dasarnya sama Tuhan sungguh memahami apa yang terbaik untuk kita. Maka yang terpenting jangan cepat putus asa percayalah indah pada waktunya.
Untuk berkat atau karunia Tuhan belum turun pada kita, pada dasarnya sama Tuhan sungguh memahami apa yang terbaik untuk kita. Maka yang terpenting jangan cepat putus asa percayalah indah pada waktunya.
Izin bertanya pak,berdoa kan berarti kita berharap Tuhan mendengarkan doa kita dan mengabulkan nya.tetapi ketika seseorang itu berdoa untuk mencelakai sesama nya
dan benar" terwujud ,apakah berarti Tuhan mengabulkan doa tersebut dan tidak mengutamakan keselamatan orng tersebut?terimakasih pak.
dan benar" terwujud ,apakah berarti Tuhan mengabulkan doa tersebut dan tidak mengutamakan keselamatan orng tersebut?terimakasih pak.
Sebagai balasan Fransiskus Susanto
Re: Tempat Diskusi Materi ke-8
oleh Carolline ivanca Maurielle.s -
Izin menjawab pertanyaan dari frans pak
Hidup (lahir), mati, rejeki, celaka, jodoh kita tidak ada yg tau semuanya rencana Tuhan
Dan itu semua kita tidak bisa menghindarinya
Jadi ketika ada seseorang yg berdoa untuk mencelakai sesamanya dan itu benar benar terwujud, itu bukanlah dari doa mereka melainkan rencana Tuhan yang sudah diatur dan diberikan kepada kita
Dan yang pasti Tuhan sudah tahu apa endingnya dari rencana nya
Hidup (lahir), mati, rejeki, celaka, jodoh kita tidak ada yg tau semuanya rencana Tuhan
Dan itu semua kita tidak bisa menghindarinya
Jadi ketika ada seseorang yg berdoa untuk mencelakai sesamanya dan itu benar benar terwujud, itu bukanlah dari doa mereka melainkan rencana Tuhan yang sudah diatur dan diberikan kepada kita
Dan yang pasti Tuhan sudah tahu apa endingnya dari rencana nya
Tuhan hadir daam kehidupan kita jelas untuk keselamatan. tentang akhirnya seseorang itu mendapatkan kecelakaan apakah karena itu doa kita dikabulkan oleh Tuhan sy tidak bisa menjawabnya. Hanya ada beberapa kejadian yang dialami oleh manusia ada hubungannya dengan upaya keselamatan dari Tuhan supaya kita menyadari dan bertobat.
Pak izin bertanya, apa saja jenis jenis doa yang dinyatakan dalam alkitab?
Sebagai balasan Fx Trapsilo setiyoko
Re: Tempat Diskusi Materi ke-8
oleh Carolline ivanca Maurielle.s -
Izin menjawab dari pertanyaan tyok pak
Alkitab mengungkapkan banyak jenis doa dan mempergunakan bermacam-macam kata untuk menggambarkan praktik dari doa itu sendiri. Misalnya, 1 Timotius 2:1 mengatakan, "Pertama-tama aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang." Di ayat ini, keempat kata Yunani utama yang digunakan untuk ΓÇ£doaΓÇ¥ disebutkan dalam satu ayat.
Alkitab mengungkapkan banyak jenis doa dan mempergunakan bermacam-macam kata untuk menggambarkan praktik dari doa itu sendiri. Misalnya, 1 Timotius 2:1 mengatakan, "Pertama-tama aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang." Di ayat ini, keempat kata Yunani utama yang digunakan untuk ΓÇ£doaΓÇ¥ disebutkan dalam satu ayat.
Tetapi ada doa doa utama dan umum yang dialkitab yaitu
1.doa yg lahir dari iman
2.doa permohonan
3. Doa syafaat
4.doa ucap syukur
5. Doa konsekrasi
6 doa penyembahan
Izin menjawab pertanyaan fx trapsilo, Pertanyaan: Apa saja jenis-jenis doa yang dinyatakan di Alkitab?
Jawaban: Alkitab mengungkapkan banyak jenis doa dan mempergunakan bermacam-macam kata untuk menggambarkan praktik dari doa itu sendiri. Misalnya, 1 Timotius 2:1 mengatakan, "Pertama-tama aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang." Di ayat ini, keempat kata Yunani utama yang digunakan untuk ΓÇ£doaΓÇ¥ disebutkan dalam satu ayat.
Berikut adalah jenis-jenis utama dari doa-doa dalam Alkitab:
Doa yang lahir dari iman: Yakobus 5:15 mengatakan, "Dan doa yang lahir dari iman akan menyelamatkan orang sakit itu dan Tuhan akan membangunkan dia." Dalam konteks ini, doa ini lahir dari iman seseorang yang sedang sakit, dan meminta Allah untuk menyembuhkannya. Ketika kita berdoa, kita harus percaya dalam kuasa dan kebaikan Allah (Mrk 9:23).
Doa yang sehati (yang juga dikenal sebagai doa bersama): Setelah peristiwa kenaikan Yesus ke surga, murid-murid "bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama" (Kis 1:14). Kemudian, setelah Pentakosta, gereja awal "bertekun" untuk berdoa (Kis 2:42). Teladan mereka mendorong kita untuk berdoa bersama-sama.
Doa permintaan (atau permohonan): Kita harus membawa permohonan-permohonan kita kepada Allah. Filipi 4:6 mengajarkan, "Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur." Bagian dari upaya untuk memenangkan peperangan rohani adalah "berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya" (Ef 6:18).
Doa ucapan syukur: Kita melihat bentuk doa yang lainnya di Filipi 4:6, yaitu ucapan syukur atau terima kasih kepada Allah. "Tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur." Banyak contoh dari doa ucapan syukur ini dapat ditemukan di kitab Mazmur.
Doa penyembahan: Doa penyembahan mirip dengan doa ucapan syukur. Perbedaannya adalah doa penyembahan berfokus mengenai siapa itu Allah, sementara doa ucapan syukur berfokus pada apa yang telah dilakukan oleh Allah. Pemimpin gereja di Antiokhia berdoa dengan cara ini dibarengi dengan berpuasa: "Pada suatu hari ketika mereka beribadah kepada Tuhan dan berpuasa, berkatalah Roh Kudus: ΓÇÿKhususkanlah Barnabas dan Saulus bagi-Ku untuk tugas yang telah Kutentukan bagi mereka.ΓÇÖΓÇ¥ Maka berpuasa dan berdoalah mereka, dan setelah meletakkan tangan ke atas kedua orang itu, mereka membiarkan keduanya pergi" (Kis 13:2-3).
Doa penyerahan atau konsekrasi: Kadang-kadang, doa adalah momen ketika kita menundukkan diri untuk mengikuti kehendak Allah. Yesus berdoa seperti ini pada malam sebelum penyaliban-Nya: "Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: ΓÇÿYa Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendakiΓÇÖ" (Mat 26:39).
Doa syafaat: Seringkali, di dalam doa-doa kita ada permohonan untuk kepentingan orang lain, seolah-olah kita sedang menjadi perantara bagi mereka. Kita diminta bersyafaat "untuk semua orang" dalam 1 Tim 2:1. Yesus menjadi teladan bagi kita dalam hal memanjatkan doa syafaat ini. Keseluruhan dari Yohanes 17 adalah doa Yesus atas nama para murid-Nya dan bagi semua orang-percaya.
Doa kutukan: doa jenis ini dapat ditemukan di kitab Mazmur (misalnya pada pasal 7, 55, 69). Jenis ini digunakan untuk memohon penghakiman Allah kepada orang-orang jahat, sehingga membela mereka yang benar. Pemazmur menggunakan doa ini untuk menekankan kekudusan Allah dan kepastian atas penghakiman-Nya. Yesus mengajarkan kita untuk memberkati musuh-musuh kita, bukannya mengutuk mereka (Mat 5:44-48).
Alkitab juga berbicara mengenai berdoa dalam Roh (1 Kor 14:14-15), yaitu ketika kita berdoa namun tidak mampu memikirkan kata-kata yang tepat (Rm 8:26-27). Pada saat-saat seperti itu, Roh sendiri yang akan bersyafaat bagi kita.
Doa merupakan percakapan kita dengan Allah, yang harus dilakukan tanpa henti (1 Tes 5:16-18). Saat kita bertumbuh dalam kasih bagi Yesus Kristus, kita akan secara alami memiliki keinginan untuk berbincang-bincang dengan-Nya.
Jawaban: Alkitab mengungkapkan banyak jenis doa dan mempergunakan bermacam-macam kata untuk menggambarkan praktik dari doa itu sendiri. Misalnya, 1 Timotius 2:1 mengatakan, "Pertama-tama aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang." Di ayat ini, keempat kata Yunani utama yang digunakan untuk ΓÇ£doaΓÇ¥ disebutkan dalam satu ayat.
Berikut adalah jenis-jenis utama dari doa-doa dalam Alkitab:
Doa yang lahir dari iman: Yakobus 5:15 mengatakan, "Dan doa yang lahir dari iman akan menyelamatkan orang sakit itu dan Tuhan akan membangunkan dia." Dalam konteks ini, doa ini lahir dari iman seseorang yang sedang sakit, dan meminta Allah untuk menyembuhkannya. Ketika kita berdoa, kita harus percaya dalam kuasa dan kebaikan Allah (Mrk 9:23).
Doa yang sehati (yang juga dikenal sebagai doa bersama): Setelah peristiwa kenaikan Yesus ke surga, murid-murid "bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama" (Kis 1:14). Kemudian, setelah Pentakosta, gereja awal "bertekun" untuk berdoa (Kis 2:42). Teladan mereka mendorong kita untuk berdoa bersama-sama.
Doa permintaan (atau permohonan): Kita harus membawa permohonan-permohonan kita kepada Allah. Filipi 4:6 mengajarkan, "Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur." Bagian dari upaya untuk memenangkan peperangan rohani adalah "berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya" (Ef 6:18).
Doa ucapan syukur: Kita melihat bentuk doa yang lainnya di Filipi 4:6, yaitu ucapan syukur atau terima kasih kepada Allah. "Tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur." Banyak contoh dari doa ucapan syukur ini dapat ditemukan di kitab Mazmur.
Doa penyembahan: Doa penyembahan mirip dengan doa ucapan syukur. Perbedaannya adalah doa penyembahan berfokus mengenai siapa itu Allah, sementara doa ucapan syukur berfokus pada apa yang telah dilakukan oleh Allah. Pemimpin gereja di Antiokhia berdoa dengan cara ini dibarengi dengan berpuasa: "Pada suatu hari ketika mereka beribadah kepada Tuhan dan berpuasa, berkatalah Roh Kudus: ΓÇÿKhususkanlah Barnabas dan Saulus bagi-Ku untuk tugas yang telah Kutentukan bagi mereka.ΓÇÖΓÇ¥ Maka berpuasa dan berdoalah mereka, dan setelah meletakkan tangan ke atas kedua orang itu, mereka membiarkan keduanya pergi" (Kis 13:2-3).
Doa penyerahan atau konsekrasi: Kadang-kadang, doa adalah momen ketika kita menundukkan diri untuk mengikuti kehendak Allah. Yesus berdoa seperti ini pada malam sebelum penyaliban-Nya: "Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: ΓÇÿYa Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendakiΓÇÖ" (Mat 26:39).
Doa syafaat: Seringkali, di dalam doa-doa kita ada permohonan untuk kepentingan orang lain, seolah-olah kita sedang menjadi perantara bagi mereka. Kita diminta bersyafaat "untuk semua orang" dalam 1 Tim 2:1. Yesus menjadi teladan bagi kita dalam hal memanjatkan doa syafaat ini. Keseluruhan dari Yohanes 17 adalah doa Yesus atas nama para murid-Nya dan bagi semua orang-percaya.
Doa kutukan: doa jenis ini dapat ditemukan di kitab Mazmur (misalnya pada pasal 7, 55, 69). Jenis ini digunakan untuk memohon penghakiman Allah kepada orang-orang jahat, sehingga membela mereka yang benar. Pemazmur menggunakan doa ini untuk menekankan kekudusan Allah dan kepastian atas penghakiman-Nya. Yesus mengajarkan kita untuk memberkati musuh-musuh kita, bukannya mengutuk mereka (Mat 5:44-48).
Alkitab juga berbicara mengenai berdoa dalam Roh (1 Kor 14:14-15), yaitu ketika kita berdoa namun tidak mampu memikirkan kata-kata yang tepat (Rm 8:26-27). Pada saat-saat seperti itu, Roh sendiri yang akan bersyafaat bagi kita.
Doa merupakan percakapan kita dengan Allah, yang harus dilakukan tanpa henti (1 Tes 5:16-18). Saat kita bertumbuh dalam kasih bagi Yesus Kristus, kita akan secara alami memiliki keinginan untuk berbincang-bincang dengan-Nya.
izin bertanya pak apakah saat pemercikan air suci kita harus membuat tanda salib ?
Sebagai balasan Lidya intan Permatasari
Re: Tempat Diskusi Materi ke-8
oleh Carolline ivanca Maurielle.s -
Ijin menjawab pertanyaan lidya intan pak
Pada saat pemercikan air suci apakah kita harus membuat tanda salib?
Jawabanya iya harus karena pemercikan air suci mengartikan bahwa kita telah disucikan kembali dan kita diingatkan pensucian tersebut selalu diberkati oleh Tuhan dan dari allah
Pada saat pemercikan air suci apakah kita harus membuat tanda salib?
Jawabanya iya harus karena pemercikan air suci mengartikan bahwa kita telah disucikan kembali dan kita diingatkan pensucian tersebut selalu diberkati oleh Tuhan dan dari allah
Terima kasih Lidya atas pertanyaanya, terimakasih Frans sudah membantu menanggapi. Apa yang disampaikan Frans sudah benar, tetapi yang sebenarnya tanda salib itu tidak setiap pemercikan air suci kita harus membuat tanda salib, karena pada dasarnya air suci itu sudah diberkati dengan tanda salib, lebih-lebih apabila pemercikan itu dilakukan bersamaan dengan Ekaristi.
Untuk pertanyaan yang belum terjawab, karena faktor waktu pertemuan sudah berahir akan kita tambahkan pada pertemuan mendatang
Terimakasih atas kebersamaan kita, selamat beristirahat, jaga kesehatan ikuti protokol kesehatan. Tuhan Memberkati
Terimakasih atas kebersamaan kita, selamat beristirahat, jaga kesehatan ikuti protokol kesehatan. Tuhan Memberkati
Izin menanggapi pertanyaan intan, iya harus membuat tanda salib saat pemercikan air suci karena Menurut tradisi, orang Katolik yakin bahwa
Demikianlah, menandai diri dengan tanda salib itu penting karena tiga alasan berikut. Pertama, salib adalah inti dan pusat iman kepercayaan kita. Menandai diri kita dengan tanda salib akan mengingatkan kita selalu akan seluruh pengorbanan dan harga yang sudah dibayar Yesus demi menebus dosa dan kesalahan kita.
Kedua, menandai diri dengan tanda salib bukan hanya sebuah pengakuan iman, tetapi juga doa. Sebagai sebuah doa, tanda salib yang kita lakukan memiliki kekuatan yang luar biasa. Santo Yohanes Krisosomus bahkan sangat yakin bahwa ".... setan akan sangat ketakutan dan lari terbirit-birit saat melihat kita membuat tanda salib."
Ketiga, tanda salib juga merupakan sebuah sikap tubuh sederhana yang memiliki akar tradisi biblis. Tanda salib akan selalu mengingatkan kita akan peristiwa iman yang telah berumur lebih dari 2000 tahun ketika Yesus mengorbankan diri-Nya demi menyelamatkan dan menebus kita. Dengan membuat tanda salib, kita membuka diri pada kehadiran dan pertolongan Tuhan Yesus dalam membimbing dan menyelamatkan seluruh perjalanan hidup kita.
Demikianlah, menandai diri dengan tanda salib itu penting karena tiga alasan berikut. Pertama, salib adalah inti dan pusat iman kepercayaan kita. Menandai diri kita dengan tanda salib akan mengingatkan kita selalu akan seluruh pengorbanan dan harga yang sudah dibayar Yesus demi menebus dosa dan kesalahan kita.
Kedua, menandai diri dengan tanda salib bukan hanya sebuah pengakuan iman, tetapi juga doa. Sebagai sebuah doa, tanda salib yang kita lakukan memiliki kekuatan yang luar biasa. Santo Yohanes Krisosomus bahkan sangat yakin bahwa ".... setan akan sangat ketakutan dan lari terbirit-birit saat melihat kita membuat tanda salib."
Ketiga, tanda salib juga merupakan sebuah sikap tubuh sederhana yang memiliki akar tradisi biblis. Tanda salib akan selalu mengingatkan kita akan peristiwa iman yang telah berumur lebih dari 2000 tahun ketika Yesus mengorbankan diri-Nya demi menyelamatkan dan menebus kita. Dengan membuat tanda salib, kita membuka diri pada kehadiran dan pertolongan Tuhan Yesus dalam membimbing dan menyelamatkan seluruh perjalanan hidup kita.
Izin bertanya pak Apa arti dari berdoa dalam Roh?
Menjawab peetanyaan donni Pertanyaan: Apa itu berdoa dalam Roh?
Jawaban: Berdoa dalam Roh disebutkan tiga kali dalam Kitab Suci. 1 Korintus 14:15 mengatakan, ΓÇ£Jadi, apakah yang harus kubuat? Aku akan berdoa dengan rohku, tetapi aku akan berdoa juga dengan akal budiku; aku akan menyanyi dan memuji dengan rohku, tetapi aku akan menyanyi dan memuji juga dengan akal budikuΓÇ¥ (1 Korintus 14:15).
Jawaban: Berdoa dalam Roh disebutkan tiga kali dalam Kitab Suci. 1 Korintus 14:15 mengatakan, ΓÇ£Jadi, apakah yang harus kubuat? Aku akan berdoa dengan rohku, tetapi aku akan berdoa juga dengan akal budiku; aku akan menyanyi dan memuji dengan rohku, tetapi aku akan menyanyi dan memuji juga dengan akal budikuΓÇ¥ (1 Korintus 14:15).