Aspek teknis dan teknologi merupakan suatu aspek yang berkenaan dengan proses pembangunan proyek secara teknis, teknologi dan pengoperasiannya setelah proyek tersebut selesai dibangun.
Ada 8 kompenen mengenai aspek tersebut antara lain:
1) Penentuan Strategi Produksi dan Perencanaan Produk
Agar jasa dapat memenuhi kebutuhan konsumennya, sebelum melempar jasa ke pasar, biasa nya perusahaan lebih dulu melakukan kegiatan penelitian, seperti penelitian pasar dan pemasaran. 
2) Proses Pemilihan Teknologi untuk Produksi
Teknologi untuk memproduksi barang maupun jasa telah dan terus berkembang sesuai dengan kemajuan zaman. Kemajuan teknologi hendaknya berdampak efisiensi yang tinggi dalam proses produksi sekaligus menghasilkan produktivitas yang tinggi pula. selain mendapat keuntungan-keuntungan adapula kelemahan-kelemahan dalam hal perkembangan teknologi ini. 
3) Penentuan Kapasitas Produksi
Kapasitas didefinisikan sebagai suatu kemampuan pembatas dari unit produksi untuk berproduksi dalam waktu tertentu. Kapasitas dapat dilihat dari sisi masukan (input) atau keluaran (output). Contoh kapasitas dari masukan (input), misalnya adalah kapasitas suatu perguruan tinggi dapat dilihat dari kemampuannya untuk menampung mahasiswa; kapasitas mesin komputer didasarkan pada jam kerja operasi per harinya. 
4) Lokasi Usaha dan Layout
-Lokasi Usaha
Ada tiga faktor utama yang menjadi bahan pertimbangan penentuan lokasi yaitu:
(1)    Strategi pemerintah dalam pembangunan proyek industri
(2)    Bobot pengaruh letak daerah pemasaran produk dan sumber bahan baku terhadap efisiensi operasi proyek.
(3)    Faktor lingkungan setempat.
- Layout (Tata Letak)
Tujuan utama layout adalah optimalisasi pengaturan fasilitas-fasilitas operasi sehingga nilai yang diciptakan oleh sistem produksi menjadi maksimum.
5) Rencana Operasional Jumlah Produksi
Aktifitas produksi hendaknya direncanakan dengan baik, sehingga jumlah produksi yang dihasilkan tidak terlalu banyak atau terlalu sedikit. Dalam industri jasa, ada beberapa faktor utama yang mempengaruhi perencanaan jumlah produksi perusahaan, yang biasanya dijadikan sebagai pembatas terhadap jumlah produksi yang akan dihasilkan.
6) Rencana Pengendalian Persediaan Bahan Baku dan Barang Jadi
Persediaan barang dalam kegiatan proses jasa biasanya digunakan untuk mengantisipasi permintaan konsumen yang meningkat secara tajam ataupun utnuk menghadapi kemungkinan berkurangnya suplai bahan baku agar proses jasa tidak terganggu. Jumlah persediaan barang hendaknya sesuai dengan kebutuhan, janga terlalu banyak atau terlalu sedikit.
7)Pengawasan Kualitas Produk, Baik Dalam Bentuk Barang Ataupun Jasa
Kualitas jasa merupakan suatu kesatuan karakteristik tertentu yang menentukan apakah jasa dapat memenuhi haraan para konsumen. Kualitas dapat dipahami dengan menggunakan trilogi manajerial, yang meliputi perencanaan, perbaikan, dan pengendalian. Trilogi yang sama dapat juga di terapkan pada bidang kualitas.
Perencanaan kualitas. Aktifitas ini terdiri dari langkah-langkah sebagai berikut:
-  Menentukankan siapa konsumennya
-  Menentukan apa kebutuhan atau keinginan konsumen
- Mengembangkan jasa dan kualitas yang sesuai
- Mengembangkan proses jasa sebagai pedoman bagian operasi/produksi.
Pengendalian kualitas. Aktivitas ini dilakukan pada tahap operasi, langkah-langkah yang dilakukan yaitu:
- Evaluasi performansi aktual.
- Membandingkan performansi aktual dengan sasaran yang direncanakan.
- Mengambil tindakan terhadap penyimpangan
Perbaikan Kualitas. Ketiga aktifitasa dari trilogi itu ditujukan untuk mencapai tingkat yang lebih baik dri pada sebelumnya.
8. Rencana kapasitas produksi, kapasitas didefinisikan sebagai suatu kemampuan pembatas dari unit produksi untuk berproduksi dalam waktu tertentu. Kapasitas dapat dilihat dari sisi masukan (input) atau keluaran (output).