Forum Diskusi Pertemuan 10

Forum Diskusi Pertemuan 10

Jumlah balasan: 15

Silahkan jawab pertanyaan diskusi dibawah ini :

  1.  Apakab perbedaan antara barang dagangan kelompok fashion dan staple atau basis? Bagaimana sebaiknya ritel melihat perbedaan kedua kelompok barang dagangan tersebut terkait dengan aktivitas pengelolaan barang dagangan.
  2.  Jelaskan dampak bagi operasional maupun citra toko, jika ritel melakukan kesalahan dalam memutuskan pilihan terhadap vendor dalam menyiapkan barang dagangan bagi toko?
  3. Jelaskan kelemahan dan keunggulan negosiasi ritel dan vendor yang dilakukan melalui tatap muka maupun melalui internet?



Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Diskusi Pertemuan 10

oleh Nadia Atiningsih -
Saya nadia atiningsih izin mencoba menjawab :

1. Barang dagangan staple atau basis
Siklus ini digunakan untuk barang dagangan yang memiliki siklus pesanan-penerimaan-pesanan yang relative dapat diramalkan. Akan tetapi system ini tidak dapat digunakan untuk barang-barang fashion, karena system ini menggunakan data pada masa lalu yang digunakan untuk meramal penjualan di masa yang akan datang.

Barang dagangan kelompok fashion
Rancangan ini terdiri atas:
ΓÇó Distribusi persentase penjualan bulanan terhadap musim
dengan pemeriksaan persentase penjualan setiap bulannya selama beberapa periode tahunan, maka dapat diketahui adanya perubahan.
ΓÇó Penjualan
Penjualan bulanan sebanding dengan penjualan total yang diramalkan untuk periode waktu tertentu dikalikan dengan setiap persentase penjualan di tiap bulannya
ΓÇó Distribusinya persentase reduksi bulanan terhadap musim

Untuk soal pengelolaan barang dagangan perlu melihat kebiasaan konsumen dalam berbelanja. Kita perlu memperhitungkan seberapa banyak yang harus disediakan baik barang kelompok fashion atau staple atau basis ini.

2. Inventory Management atau Manajemen Persediaan merupakan hal penting yang harus diperhatikan dalam dunia usaha, khususnya usaha retail. Bahkan seberapa profesional sebuah usaha retail dapat dilihat dari sistem pengelolaan stock atau persediaan barang dagangannya. Bayangkan saja, jika pelanggan tidak mendapatkan barang yang dibutuhkan karena alasan kehabisan persediaan dan ini terjadi berulang kali. Tentu akan berdampak pada menurunnya citra toko tersebut.
Management bukanlah hal yang mudah. Jika persediaan barang terlalu banyak, tentu dana yang dikeluarkan juga besar, terjadinya peningkatan beberapa biaya (biaya operasional toko, biaya penyimpanan, dll) termasuk meningkatnya resiko kerusakan barang. Sebaliknya, jika persediaan barang terlalu sedikit, maka resiko kekurangan persediaan juga semakin besar. Apalagi sebagian barang tidak bisa didatangkan secara mendadak. Sehingga hal ini mengakibatkan tertundanya keuntungan.
Alasan pentingnya pengendalian persediaan dalam usaha retail
Berikut ini beberapa alasan mengenai pentingnya pengendalian persediaan :
Menjaminya arus barang dan mempertahankan stabilitas perusahaan. Dengan persediaan barang yang terkontrol baik, maka tidak akan mengganggu kelancaran operasional perusahaan sehingga perusahaan tetap dapat memenuhi kebutuhan pasar.
Memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan dengan menjamin tetap tersedianya barang-barang yang dibutuhkan mereka. Dalam hal ini para pelanggan akan merasa dihargai sehingga mereka pun loyal terhadap perusahaan
Menekan pengadaan barang-barang yang kemungkinan tidak sesuai dengan kebutuhan pasar. Sehingga tidak terjadi penumpukan barang berlebihan yang ternyata kurang diminati pelanggan.
Meminimalkan resiko keterlambatan datangnya barang yang dibutuhkan perusahaan, karena adanya persediaan barang di gudang yang dapat digunakan untuk operasional terlebih dahulu.

3. Kekurangan:
ΓÇó Tidak dapat berjalan tanpa adanya kesepakatan dari keduabelah pihak;
ΓÇó Tidak efektif jika dilakukan oleh pihak yang tidak berwenang mengambil kesepakatan;
ΓÇó Sulit berjalan apabila posisi para pihak tidak seimbang;
ΓÇó Memungkinkan diadakan untuk menunda penyelesaian untuk mengetahui informasi yang dirahasiakan lawan;
ΓÇó Dapat membuka kekuatan dan kelemahan salahsatu pihak;
ΓÇó Dapat membuat kesepakan yang kurang menguntungkan.
Kelebihan negosiasi
ΓÇó negosiasi memberi peluang yang sangat luas bagi para pihak untuk menentukan pilihan-pilihannya.
ΓÇó Tidak bergantung pada norma hukum tertulis
ΓÇó Dapat memberikan ruang bagi para pihak untuk bisa menang secara bersama-sama.
ΓÇó semuasemua pihak memperoleh kesempatan untuk menjelaskan berbagai persoalan dalam proses negosiasi.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Diskusi Pertemuan 10

oleh Nurmaulita Kurniasih -
Izin Menanggapi Pertanyaan,
1. - Perbedaan barang dagang fashion dan basic :
Barang dagang fashion merupakan kelompok barang dagangan yang biasanya terus mengalami pembaruan mengikuti tren permintaan konsumen, seperti pakaian pesta, sepatu, dan lain-lain.
Sedangkan Barang dagang basic adalah barang dagangan yang termasuk dalam kelompok barang kebutuhan dasar

- Sebaiknya para peritel memperhatikan apa yang dibutuhkan para calon konsumen dalam merencanakan bisnisnya, sehingga barang dagangan yang dipasarkan dapat memenuhi kebutuhan pelanggan dan para pelanggan membutuhkan produk barang dagangan itu untuk memenuhi kebutuhannya.

2. Dampak bagi operasional maupun citra toko, jika ritel melakukan kesalahan dalam memutuskan pilihan terhadap vendor dalam menyiapkan barang dagangan bagi toko.
- Dengan adanya kesalahan pemilihan vendor produk yang dijual Dapat menurunkan rasa kepuasan terhadap pelanggan yang mengunjungi toko dengan tidak adanya barang yang diinginkan dengan vendor tertentu.

3. Kelemahan dan Keunggulan negosiasi ritel dan vendor yang dilakukan melalui tatap muka maupun melalui internet:
Kelemahan negosiasi vendor:
1. Negosiasi tidak dapat berjalan lancar tanpa adanya kesepakatan antara pihak-pihak yang bernegosiasi
2. Sulit untuk melakukan negosiasi apabila posisi pihak-pihak yang melakukan negosiasi tidak seimbang
3. Ketika bernegosiasi, hasilnya tidak dapat diputuskan secara langsung

Keunggulan negosiasi vendor :
1. Negosiasi dapat memberikan kemudahan bagi pihak-pihak yang bernegosiasi untuk menentukan pilihannya.
2. Negosiasi tidak bergantung pada norma hokum
3. Negosiasi dapat memberikan uang kepada pihak yang bernegosiasiuntuk menentukan kesepakatan bersama sehingga tidak ada pihak yang dirugikan
4. Semua pihak berhak memperoleh kesepakatan untuk menjelaskan berbagai persoalan ketika bernegosiasi.

Terimakasih.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Diskusi Pertemuan 10

oleh Gusti ayu made dwi septiani -

Izin menjawab pertanyaan nmr 1

Perbedaan antara barang dagangan kelompok fashion dan staple yaitu barang dagang fashion merupakan kelompok barang dagang yg biasanya terus mengalami pembaruan mengikuti permintaan konsumen, tipe barang dagangan ini mempunyai tingkat permintaan yg fluktuatif mempunyai permintaan yg tidak terprediksi. Sedangkan barang dagang staple merupakan barang yg banyak dijual serta sifatnya mudah dicari, tipe barang dagangan ini adalah produk reguler yg mempunyai permintaan yg stabil.

Dan sebaiknya ritel melihat perbedaan kedua kelompok barang dagangan tersebut terkait dengan aktivitas pengelolaan barang dagangan yaitu dengan ritel harus mampu untuk memprediksi bagaimana kelangsungan suatu produk agar dapat terjual sepanjang waktu dengan melakukan penyesuaian penjualan masa lalu untuk membuat proyeksi terhadap masa depan serta ritel juga harus memutuskan karakteristik barang dagangan yg dipilih untuk ditawarkan pada pelanggan, dengan demikian akan membantu ritel untuk menentukan bagaimana membangun citra dan reputasi bisnisnya.


Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Diskusi Pertemuan 10

oleh Renita Sari -
Nama Renita sari
Npm 1712110239
Izin menjawab

No.1 Jika ritel mempunyai barang dagang yang tidak terjual, Tujuan utama dari kebanyakan ritel adalah untuk menjual barang dagangdan melayani konsumen. Menentukan barang apa yang harus dibeli dan berapa banyaknya merupakan tugas yang penting dari semua ritel. Ritel besar dan ritelkecil dihadapkan pengambilan keputusan tentang ratusan item dari ratusan vendor.Jika proses pembelian tidak dioorganisasikan dengen baik dan sistematis makaakan terjadi kevakuman.

No.2) kesalahan dalam memilih terhadap vendor
-Tidak Mengenal Konsumen dengan Baik
- Lokasi yang Tidak Tepat
- strategi pemasaran bisnis ritel yang kurang kreatif
-pesan negatif yang disampaikan melalui iklan dan produk
-pengelolaan investaris yang asal -asalan.

No. 3) kelebihan dalam negosiasi adalah sebagai berikut :

1. Negosiasi dapat memberikan kemudahan bagi pihak-pihak yang bernegosiasi untuk menentukan pilihannya

2. Negosiasi tidak bergantung pada norma hukum

3. Negosiasi dapat memberikan uang kepada pihak yang bernegosiasiuntuk menentukan kesepakatan bersama sehingga tidak ada pihak yang dirugikan

4.Semua pihak berhak memperoleh kesepakatan untuk menjelaskan berbagai persoalan ketika bernegosiasi.

Adapun kelemahan dalam negosiasi adalah sebagai berikut.

1. Negosiasi tidak dapat berjalan lancar tanpa adanya kesepakatan antara pihak-pihak yang bernegosiasi

2. Sulit untuk melakukan negosiasi apabila posisi pihak-pihak yang melakukan negosiasi tidak seimbang

3. Ketika bernegosiasi, hasilnya tidak dapat diputuskan secara langsung
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Diskusi Pertemuan 10

oleh Miftahatur Rizqiyah -
Izin Menanggapi Pertanyaan,
1. - Perbedaan barang dagang fashion dan basic :
Barang dagang fashion adalah kelompok barang yg mengikuti tren dan permintaan konsumen..
Barang dagang basic merupakan kelompok barang kebutuhan pokok konsumen.

- para peritel lebih memperhatika kebutuhan konsumen agar mereka mengetahui barang kebutuhan konsumen. Agar barang yg diproduksi sesuai kebutuhan dan menguntungkan.

2. Jika ritel melakukan kesalahan makan akan

- Mengurangi rasa puas konsumen
- Mengurangi rasa percaya konsumen
- Dan membuat konsumen tidak melakukan "re-purchase" lagi
- Dengan adanya kesalahan pemilihan vendor produk yang dijual Dapat menurunkan rasa kepuasan terhadap pelanggan yang mengunjungi toko dengan tidak adanya barang yang diinginkan dengan vendor tertentu.

3.
Kelemahan negosiasi vendor:
1. Harus ada kesepakatan antara 2 belah pihak, jika tidak ada masa tidak berjalan baik.
2. Negosiasi bisa berkali kali


Keunggulan negosiasi vendor :
1. Memberikan kemudahan bagi semua pihak
2. Tidak bergantung pada norma hukum
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Diskusi Pertemuan 10

oleh Vera Idayanti -
1. Perbedaan anatara barang dagangan kelompok dan staple atau basis adalah barang dagangan kelompok fashion merupakan kelompok barang dagangan yang biasanya terus mengalami pembaruan mengikuti tren dari perkembangan dunia/zaman. Sedangkan staple atau basis staple adalah merchandise yang berupa barang-barang/menjual barang barang dengan basis kategori musiman.
Sebaiknya barang dagangan kelompok fashion dan staple atau basis saling memenuhi satu sama lain sesuai kebutuhan yang saat ini sedang banyak diminati oleh masyarakat dan upaya untuk dipresentasikan atau ditampilkan produk (barang dagangan) dengan tujuan memaksimalkan dayatarik penjualan ritel.

2. Dampaknya adalah pemilihan vendor akan memiliki pengaruh dan dampak langsung terhadap biaya, kualitas, waktu dan kesinambungan proyek yang sedang dikerjakan. Pemilihan vendor yang tepat akan menciptakan hubungan kerja sama yang baik antara perusahaan dan vendor. Bahkan, jika vendor sudah nyaman dengan perusahaan bisa saja akan memberikan discount (potongan) harga sesuai dengan hasil negosiasi yang disepakati. Begitupun sebaliknya jika kita salah dalam memilih vendor maka citra ritel dan operasional ritel tidak akan berjalan sesuai yang diharapkan atau direncanakan karena perusahaan sadar bahwa mutu produk dan layanan mereka berhubungan langsung dengan mutu produk serta layanan yang diberikan oleh vendor. Jadi jika peritel salah dalam memilih vendor maka yang dihasilkan tidak maksimal.

3. * Kelemahannya sebagai berikut :
- Negosiasi tidak dapat berjalan lancar tanpa adanya kesepakatan antara pihak-pihak yang bernegosiasi, dimana untuk mendapatkan kesepakatan bersama maka harus dimusyawarahkan untuk bisa memberi keuputusan bersama.
- Sulit untuk melakukan negosiasi apabila posisi pihak-pihak yang melakukan negosiasi tidak seimbang, negoisasi harus dilakukan dengan sesuai posisi yang terkait.
- Ketika bernegosiasi, hasilnya tidak dapat diputuskan secara langsung, hasil didapatkan melalui kesepakatan yang sudah disepakatin bersama tidak dapat mengambil keputusan sepihak.
* keunggulannya :
- Negosiasi dapat memberikan kemudahan bagi pihak-pihak yang bernegosiasi untuk menentukan pilihannya
- Negosiasi tidak bergantung pada norma hukum, negoisasi di dasarkan dari keputusan dan hasil musywarah bersama tidak di dasarkan dengan norma hukum.
- Negosiasi dapat memberikan uang kepada pihak yang bernegosiasi untuk menentukan kesepakatan bersama sehingga tidak ada pihak yang dirugikan
- Semua pihak berhak memperoleh kesepakatan untuk menjelaskan berbagai persoalan ketika bernegosiasi, saling terbuka untuk dapat menyelesaiakan masalah dan dapat mengambil keputusan/solusi terbaik untuk masalah tersebut.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Diskusi Pertemuan 10

oleh Desta Saputri -
Ijin menjawab saya Desta Saputri/ 1712110082

1.Apakab perbedaan antara barang dagangan kelompok fashion dan staple atau basis? Bagaimana sebaiknya ritel melihat perbedaan kedua kelompok barang dagangan tersebut terkait dengan aktivitas pengelolaan barang dagangan.
Jawab :

Staple Merchandise : Tipe barang dagangan ini adalah produk regular
yang mempunyai permintaan yang stabil. Pada prespektif konsumen, tipe barang
dagangan ini yang diprioritaskan adalah harga dan ketersediaan barang
dagangan tersebut.

Fashion Merchandise : Tipe barang dagangan ini mempunyai tingkat
permintaan yang fluktuatif, mempunyai permintaan yang tidak terprediksi

Sebaiknya ritel dalam hal melihat perbedaan kedua barang tersebut adalah tetap memperhatikan karakteristik dari keduanya  dan membentuk strategi untuk meningkatkan penjualan. Dalam hal pengelolaan barang dagangan ritel harus mampu melihat pangsa pasar dan konsumen mengenai hal apa yang membuat mereka tertarik terhadap suatu produk sehingga perusahaan ritel dapat memprediksi hal tsb dengan pengelolaan barang yang baik. Maka dari itu dibutuhkan manajemen pengelolaan barang yang baik dan terstruktur agar pekerjaan menjadi efektif dan efesien.

2.Jelaskan dampak bagi operasional maupun citra toko, jika ritel melakukan kesalahan dalam memutuskan pilihan terhadap vendor dalam menyiapkan barang dagangan bagi toko?
Jawab :

Seberapa profesional sebuah usaha retail dapat dilihat dari sistem pengelolaan stock atau persediaan barang dagangannya, bisa jadi karena ritel melakukan kesalahan dalam memutuskan pilihan terhadap vendor dalam menyiapkan barang dagangan untuk toko.Jika pelanggan tidak mendapatkan barang yang dibutuhkan karena alasan kehabisan persediaan dan ini terjadi berulang kali. Tentu akan berdampak pada menurunnya citra toko tersebut menjadi kurang baik dan kurang diminati, menurunnya keuntungan bahkan kehilangan pelanggan, bahkan berkurangnya rasa loyalitas pelanggan.


3.Jelaskan kelemahan dan keunggulan negosiasi ritel dan vendor yang dilakukan melalui tatap muka maupun melalui internet?
Jawab :
kelebihan dalam negosiasi ritel dan vendor melalui tatap muka:

1. Negosiasi dapat memberikan kemudahan bagi pihak-pihak yang bernegosiasi untuk menentukan pilihannya secara lansung.

2. Dapat bernegosiasi secara leluasa, tanpa ada gangguan sinyal dll.

3.Semua pihak berhak memperoleh kesepakatan untuk menjelaskan berbagai persoalan ketika bernegosiasi secara jelas menunjukkan data data bahkan materi yang diperlihatkan secra lansung.

Adapun kelemahan dalam negosiasi lansung :

1. Negosiasi tidak dapat berjalan lancar jika memilih tempat yang salah,bising dan menjadi tidak fokus.

2. Ada kendala kelupaan membawa berkas atau ketetlambatan dari salah satu pihak yang membuat negosiasi ngaret.

Kelebihan negosiasi ritel melalui internet :
1. Negosiasi bisa dilakukan kapan saja, dimana saja dengan perjanjian terlebih dahulu.

2. Tetap dapat leluasa bernegosiasi bertatap muka secara daring serta mengirim berkas yang diperlukan secara online.

3. Negosiasi tetap dapat mengajukan pendapat dan kesepakatan.


Kekurangan negosiasi ritel melalui internet :
1. Biasanya terkendala jaringan, putus" video atau suara tidak jelas.

2. Tidak dapat memutuskan kesepakatan saat itu juga jika membutuhkan tanda tanggan sebagai bukti.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Diskusi Pertemuan 10

oleh komang andine -
Nama : Komang Andine
Kelas : Manajemen Ritel 8MA-P2
Npm : 1712110242

Izin menjawab,
(1.) a. Fashion Merchandise : Tipe barang dagangan ini mempunyai tingkat permintaan yang fluktuatif, mempunyai permintaan yang tidak terprediksi.
b. Staple Merchandise : Tipe barang dagangan ini adalah produk regular yang mempunyai permintaan yang stabil. Pada prespektif konsumen, tipe barang dagangan ini yang diprioritaskan adalah harga dan ketersediaan barang dagangan tersebut.

Sebaiknya ritel melihat perbedaan kedua kelompok barang dagangan tersebut dengan cara yaitu perlu melihat kebiasaan konsumen dalam berbelanja beberapa barang tersebut. Kita perlu memperhitungkan seberapa banyak yang harus disediakan baik barang kelompok fashion dan staple atau basis ini, melihat apa yang lebih digemarkan oleh para konsumen untuk membeli barang tersebut.

(2.) Inventory Management atau Manajemen Persediaan merupakan hal penting yang harus diperhatikan dalam dunia usaha, khususnya usaha retail. Bahkan seberapa profesional sebuah usaha retail dapat dilihat dari sistem pengelolaan stock atau persediaan barang dagangannya. Bayangkan saja, jika pelanggan tidak mendapatkan barang yang dibutuhkan karena alasan kehabisan persediaan dan ini terjadi berulang kali. Tentu akan berdampak pada menurunnya citra toko tersebut.

Selain itu, kurangnya pengaturan dalam Inventory Management juga dapat menjadi salah satu sebab menurunnya keuntungan dan hilangnya para pelanggan. Itulah mengapa Inventory Management harus diperhatikan secara serius dalam usaha retail (toko kelontong, swalayan, minimarket dan supermarket). Persediaan barang dagangan mencakup semua stock yang ada (stock in hand), baik stock barang yang terdapat di rak toko maupun stock barang di gudang. Jadi persediaan barang dagangan merupakan total jumlah barang baik yang sedang dipajang maupun yang masih disimpan. Meski terlihat sederhana, namun mengendalikan Inventory Management bukanlah hal yang mudah. Jika persediaan barang terlalu banyak, tentu dana yang dikeluarkan juga besar, terjadinya peningkatan beberapa biaya (biaya operasional toko, biaya penyimpanan, dll) termasuk meningkatnya resiko kerusakan barang. Sebaliknya, jika persediaan barang terlalu sedikit, maka resiko kekurangan persediaan juga semakin besar. Apalagi sebagian barang tidak bisa didatangkan secara mendadak. Sehingga hal ini mengakibatkan tertundanya keuntungan.

Alasan Pentingnya Pengendalian Persediaan Dalam Usaha Retail

Usaha retail merupakan salah satu usaha yang memiliki prospek cukup bagus. Jika awalnya usaha retail dijalankan secara tradisional tanpa dukungan teknologi modern, saat ini pengelolaan mulai berkembang seiring perkembangan teknologi dan berfokus pada kenyamanan serta keinginan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Tak heran jika Inventory Management atau Manajemen Persediaan merupakan hal penting yang wajib diperhatikan dalam usaha retail.

Berikut ini beberapa alasan mengenai pentingnya pengendalian persediaan :

Menjamin lancarnya arus barang dan mempertahankan stabilitas perusahaan. Dengan persediaan barang yang terkontrol baik, maka tidak akan mengganggu kelancaran operasional perusahaan sehingga perusahaan tetap dapat memenuhi kebutuhan pasar.

Memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan dengan menjamin tetap tersedianya barang-barang yang dibutuhkan mereka. Dalam hal ini para pelanggan akan merasa dihargai sehingga mereka pun loyal terhadap perusahaan

Menekan pengadaan barang-barang yang kemungkinan tidak sesuai dengan kebutuhan pasar. Sehingga tidak terjadi penumpukan barang berlebihan yang ternyata kurang diminati pelanggan.

Meminimalkan resiko keterlambatan datangnya barang yang dibutuhkan perusahaan, karena adanya persediaan barang di gudang yang dapat digunakan untuk operasional terlebih dahulu.

Sedangkan beberapa hal yang harus diperhatikan dalam Inventory Management antara lain :

1. Waktu kedatangan barang pesanan

Perhatikan waktu kedatangan barang yang dipesan kembali dalam periode tertentu. Hal ini terkait dengan persediaan barang di gudang, sehingga perlu disesuaikan agar barang tetap ada sampai pesanan selanjutnya tiba.

2. Jumlah barang yang disimpan

Kuantitas barang yang dipesan harus disesuaikan dengan kebutuhan. Jika terlalu banyak, tentu terjadi pemborosan, namun jika terlalu sedikit akan mengakibatkan kekosongan stock yang berdampak kurang baik pada pelayanan terhadap konsumen.

3. Jumlah safety stock

Safety stock yaitu persediaan untuk berjaga-jaga seandainya terjadi sesuatu hal yang menghambat proses pengiriman barang selanjutnya, sehingga persediaan tetap ada untuk beberapa waktu ke depan.

Itulah alasan pentingnya Inventory Management bagi usaha retail. Semoga bermanfaat untuk Anda para pemilik usaha retail.

(3.)Segala sesuatu tentu memiliki kelebihan dan kelemahan, termasuk dalam negosiasi. Kelebihan dalam negosiasi adalah sebagai berikut.
1. Negosiasi dapat memberikan kemudahan bagi pihak-pihak yang bernegosiasi untuk menentukan pilihannya.
2. Negosiasi tidak bergantung pada norma hukum.
3. Negosiasi dapat memberikan uang kepada pihak-pihak yang bernegosiasi untuk menentukan kesepakatan bersama sehingga tidak ada pihak yang dirugikan.
4. Semua pihak berhak memperoleh kesempatan untuk menjelaskan berbagai persoalan ketika bernegosiasi.

Adapun kelemahan dalam negosiasi adalah sebagai berikut,
1. Negosiasi tidak dapat berjalan lancer tanpa adanya kesepakatan antara pihak-pihak yang bernegosiasi.
2. Sulit untuk melakukan negosiasi apabila posisi pihak-pihak yang melakukan negosiasi tidak seimbang.
3. Ketika bernegosiasi, hasilnya tidak dapat diputuskan secara langsung.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Diskusi Pertemuan 10

oleh mad hadori -
No. 2.kesalahan dalam memilih terhadap vendor
-Tidak Mengenal Konsumen dengan Baik
- Lokasi yang Tidak Tepat
- strategi pemasaran bisnis ritel yang kurang kreatif
-pesan negatif yang disampaikan melalui iklan dan produk
-pengelolaan investaris yang asal -asalan..
No.3.
1. negoisasi menghasilkan kesepakatan 
2. negoisasi menghasilkan keputusan yang saling menguntungkan
3. negoisasi merupakan sarana untuk mencari penyelesaian
4. negoisasi mengarah kepada tujuan praktis
5. negoisasi mempriotaskan kepentingan bersama

kekurangan :
a. Tidak dapat berjalan tanpa adanya kesepakatan dari keduabelah pihak;
b. Tidak efektif jika dilakukan oleh pihak yang tidak berwenang mengambil
kesepakatan;
c. Sulit berjalan apabila posisi para pihak tidak seimbang;
d. Memungkinkan diadakan untuk menunda penyelesaian untuk mengetahui informasi yang dirahasiakan lawan;
e. Dapat membuka kekuatan dan kelemahan salahsatu pihak;
f. Dapat membuat kesepakan yang kurang menguntungkan.

kelebihan negosiasi :
1. negosiasi memberi peluang yang sangat luas bagi para pihak untuk menentukan pilihan-pilihannya 
2. Tidak bergantung pada norma hukum tertulis 
3.Dapat memberikan ruang bagi para pihak untuk bisa menang secara bersama-sama. 
4.semua pihak memperoleh kesempatan untuk menjelaskan berbagai persoalan dalam proses negosiasi.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Diskusi Pertemuan 10

oleh fitria fitria -
Nama: Fitria
Npm:1712110113

1. Barang dagang fashion merupakan kelompok barang dagang yg biasanya terus mengalami pembaruan mengikuti permintaan konsumen, tipe barang dagangan ini mempunyai tingkat permintaan yg fluktuatif mempunyai permintaan yg tidak terprediksi. Barang dagang staple merupakan barang yg banyak dijual serta sifatnya mudah dicari, tipe barang dagangan ini adalah produk reguler yg mempunyai permintaan yg stabil.

Dan sebaiknya ritel melihat perbedaan kedua kelompok barang dagangan tersebut terkait dengan aktivitas pengelolaan barang dagangan yaitu dengan ritel harus mampu untuk memprediksi bagaimana kelangsungan suatu produk agar dapat terjual sepanjang waktu dengan melakukan penyesuaian penjualan masa lalu untuk membuat proyeksi terhadap masa depan serta ritel juga harus memutuskan karakteristik barang dagangan yg dipilih untuk ditawarkan pada pelanggan, dengan demikian akan membantu ritel untuk menentukan bagaimana membangun citra dan reputasi bisnisnya.

2.Dampaknya adalah pemilihan vendor akan memiliki pengaruh dan dampak langsung terhadap biaya, kualitas, waktu dan kesinambungan proyek yang sedang dikerjakan. Pemilihan vendor yang tepat akan menciptakan hubungan kerja sama yang baik antara perusahaan dan vendor. Bahkan, jika vendor sudah nyaman dengan perusahaan bisa saja akan memberikan discount (potongan) harga sesuai dengan hasil negosiasi yang disepakati. Begitupun sebaliknya jika kita salah dalam memilih vendor maka citra ritel dan operasional ritel tidak akan berjalan sesuai yang diharapkan atau direncanakan karena perusahaan sadar bahwa mutu produk dan layanan mereka berhubungan langsung dengan mutu produk serta layanan yang diberikan oleh vendor. Jadi jika peritel salah dalam memilih vendor maka yang dihasilkan tidak maksimal.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Diskusi Pertemuan 10

oleh Chairul Fajri yoga haditama -
1. -barang dagangan kelompok fashion terdiri dari barang yang hanya dipesan pada waktu yang relatif singkat. Produk baru secara berkelanjutan diperkenalkan dala m kategori ini, hal ini menyebabkan produk yang sudah ada cepat usang.
-Staple Merchandise : Tipe barang dagangan ini adalah produk regular yang mempunyai permintaan yang stabil. Pada prespektif konsumen, tipe barang dagangan ini yang diprioritaskan adalah harga dan ketersediaan barang dagangan tersebut.
Secara spesifik ritel harus menentukan strategi mereknya, apakah harus membeli merek nasional yang telah terkenal atau harus mengembangkan merek sendiri. Ritel juga harus menentukan bagaimana dan dimana bertemu dan berkomunikasi dengan vendor, apakah komunikasi tersebut sebaiknya dilakukan dengan tatap muka atau menggunakan tehnologi internet. Negoisasi terjadi pada saat berkomunikasi maupun ketika transaksi pembelian. Banyak hal yang harus dicapai dalam kesepakatan, misalnya harga barang dagangan maupun masalah pengiriman barang. Ritel biasanya mengharapkan kesepakatan dalam negoisasi ini tidak akan banyak mengalami perubahan-perubahan dalam suatu periode tertentu. Untuk itu, banyak ritel terus melakukan hubungan kemitraan yang strategis dengan vendor.

2. Tentu akan berdampak pada menurunnya citra toko tersebut menjadi kurang baik dan kurang diminati, menurunnya keuntungan bahkan kehilangan pelanggan, bahkan berkurangnya rasa loyalitas pelanggan.

3. Kelemahan negosiasi vendor:
1. Negosiasi tidak dapat berjalan lancar tanpa adanya kesepakatan antara pihak-pihak yang bernegosiasi
2. Sulit untuk melakukan negosiasi apabila posisi pihak-pihak yang melakukan negosiasi tidak seimbang
3. Ketika bernegosiasi, hasilnya tidak dapat diputuskan secara langsung

Keunggulan negosiasi vendor :
1. Negosiasi dapat memberikan kemudahan bagi pihak-pihak yang bernegosiasi untuk menentukan pilihannya.
2. Negosiasi tidak bergantung pada norma hokum
3. Negosiasi dapat memberikan uang kepada pihak yang bernegosiasiuntuk menentukan kesepakatan bersama sehingga tidak ada pihak yang dirugikan
4. Semua pihak berhak memperoleh kesepakatan untuk menjelaskan berbagai persoalan ketika bernegosiasi.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Diskusi Pertemuan 10

oleh Septianti Dian Mariska -
1.) Perbedaan barang dagang fashion dan basic :
Barang dagang fashion merupakan kelompok barang dagangan yang biasanya terus mengalami pembaruan mengikuti tren permintaan konsumen, seperti pakaian pesta, sepatu, dan lain-lain.
Sedangkan Barang dagang basic adalah barang dagangan yang termasuk dalam kelompok barang kebutuhan dasar.
Para ritel, untuk soal pengelolaan barang dagangan perlu melihat kebiasaan konsumen dalam berbelanja. Kita perlu memperhitungkan seberapa banyak yang harus disediakan baik barang kelompok fashion atau staple atau basis ini.

2.) Dampak yang akan terjadi, Jika ritel melakukan kesalahan maka akan
- Mengurangi rasa puas konsumen
- Mengurangi rasa percaya konsumen
- Dan membuat konsumen tidak melakukan "re-purchase" lagi
- Dengan adanya kesalahan pemilihan vendor produk yang dijual Dapat menurunkan rasa kepuasan terhadap pelanggan yang mengunjungi toko dengan tidak adanya barang yang diinginkan dengan vendor tertentu.

3.) - Kelemahan negosiasi vendor:
1. Negosiasi tidak dapat berjalan lancar tanpa adanya kesepakatan antara pihak-pihak yang bernegosiasi
2. Sulit untuk melakukan negosiasi apabila posisi pihak-pihak yang melakukan negosiasi tidak seimbang
3. Ketika bernegosiasi, hasilnya tidak dapat diputuskan secara langsung

- Keunggulan negosiasi vendor :
1. Negosiasi dapat memberikan kemudahan bagi pihak-pihak yang bernegosiasi untuk menentukan pilihannya.
2. Negosiasi tidak bergantung pada norma hokum
3. Negosiasi dapat memberikan uang kepada pihak yang bernegosiasiuntuk menentukan
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Diskusi Pertemuan 10

oleh Panji Paradika Arimba -
Assalamualaikum Izin menjawab
1. Apakab perbedaan antara barang dagangan kelompok fashion dan staple atau basis? Bagaimana sebaiknya ritel melihat perbedaan kedua kelompok barang dagangan tersebut terkait dengan aktivitas pengelolaan barang dagangan.
Barang dagangan kelompok fashion merupakan kelompok barang dagangan yang biasanya terus mengalami pembaruan mengikuti tren dari perkembangan dunia/zaman. Sedangkan staple atau basis staple adalah merchandise yang berupa barang-barang/menjual barang barang dengan basis kategori musiman.
Peritel harus bisa melihat dan menyesuaikan diri dalam setiap keadaan yang terjadi dimasyarakat jangan sampai peretail tidak mengikuti keinginan yang ada dimasyarakat karna itu akan membuat tokonya dapat ditinggalkan oleh pelanggannya

2. Jelaskan dampak bagi operasional maupun citra toko, jika ritel melakukan kesalahan dalam memutuskan pilihan terhadap vendor dalam menyiapkan barang dagangan bagi toko?
Toko akan mengalami kerugian, dan citra tokopun akan rusak dikarnakan barang barang yang ada sudak tidak sesuai lagi dengan barang yang ada sebelumnya, hal ini dapat mengakibatkan ketidakpuasan pelanggan yang mengakibatkan banyak pelanggan beralih ke toko retail lain hal ini sangat berdampak buruk bagi toko tersebut.

3. Jelaskan kelemahan dan keunggulan negosiasi ritel dan vendor yang dilakukan melalui tatap muka maupun melalui internet?
Kelemahan :
- Tidak berjalan jika tidak ada kata sepakat
- Hasil dari bernegosiasi tidak bisa diputuskan secara langsung
Keunggulan
- Memberikan kemudahan bagi pihak yang bernegosiasi
- Pihak yang terkait berhak memperoleh kesepakatan bernegosiasi
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Diskusi Pertemuan 10

oleh m nur fitras -
Izin menanggapi
1. Perbedaan anatara barang dagangan kelompok dan staple atau basis adalah barang dagangan kelompok fashion merupakan kelompok barang dagangan yang biasanya terus mengalami pembaruan mengikuti tren dari perkembangan dunia/zaman. Sedangkan staple atau basis staple adalah merchandise yang berupa barang-barang/menjual barang barang dengan basis kategori musiman.
Sebaiknya barang dagangan kelompok fashion dan staple atau basis saling memenuhi satu sama lain sesuai kebutuhan yang saat ini sedang banyak diminati oleh masyarakat dan upaya untuk dipresentasikan atau ditampilkan produk (barang dagangan) dengan tujuan memaksimalkan dayatarik penjualan ritel.

2. Dampaknya adalah pemilihan vendor akan memiliki pengaruh dan dampak langsung terhadap biaya, kualitas, waktu dan kesinambungan proyek yang sedang dikerjakan. Pemilihan vendor yang tepat akan menciptakan hubungan kerja sama yang baik antara perusahaan dan vendor. Bahkan, jika vendor sudah nyaman dengan perusahaan bisa saja akan memberikan discount (potongan) harga sesuai dengan hasil negosiasi yang disepakati. Begitupun sebaliknya jika kita salah dalam memilih vendor maka citra ritel dan operasional ritel tidak akan berjalan sesuai yang diharapkan atau direncanakan karena perusahaan sadar bahwa mutu produk dan layanan mereka berhubungan langsung dengan mutu produk serta layanan yang diberikan oleh vendor. Jadi jika peritel salah dalam memilih vendor maka yang dihasilkan tidak maksimal.

3. * Kelemahannya sebagai berikut :
- Negosiasi tidak dapat berjalan lancar tanpa adanya kesepakatan antara pihak-pihak yang bernegosiasi, dimana untuk mendapatkan kesepakatan bersama maka harus dimusyawarahkan untuk bisa memberi keuputusan bersama.
- Sulit untuk melakukan negosiasi apabila posisi pihak-pihak yang melakukan negosiasi tidak seimbang, negoisasi harus dilakukan dengan sesuai posisi yang terkait.
- Ketika bernegosiasi, hasilnya tidak dapat diputuskan secara langsung, hasil didapatkan melalui kesepakatan yang sudah disepakatin bersama tidak dapat mengambil keputusan sepihak.
* keunggulannya :
- Negosiasi dapat memberikan kemudahan bagi pihak-pihak yang bernegosiasi untuk menentukan pilihannya
- Negosiasi tidak bergantung pada norma hukum, negoisasi di dasarkan dari keputusan dan hasil musywarah bersama tidak di dasarkan dengan norma hukum.
- Negosiasi dapat memberikan uang kepada pihak yang bernegosiasi untuk menentukan kesepakatan bersama sehingga tidak ada pihak yang dirugikan
- Semua pihak berhak memperoleh kesepakatan untuk menjelaskan berbagai persoalan ketika bernegosiasi, saling terbuka untuk dapat menyelesaiakan masalah dan dapat mengambil keputusan/solusi terbaik untuk masalah tersebut.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Diskusi Pertemuan 10

oleh Aldo Kurniawan -
Nama:Aldo kurniawan
Npm:1712110007
Kelas:8MA-P2
Izin menjawab:
1.Fashion Merchandise:tipe barang yang mempuyai tingkat permintaan yang tidak dapat diprediksi,sebaliknya ritel melihat perbedaan antara kedua barang tersebut secara kebiasaan konsumen dalam berbelanja barang tertentu.

2.Investory Management atau manajemen persediaan merupakan hal penting yang harus di perhatikan dalam dunia usaha,khisus usaha retail,bahkan seberapa profesional sebuah usaha retail dapat dilihat dari sistem pengolahan persediaan dagangnya.

3.Kelebihan negoisasi
-negosiasi tidak vergantung pada norma hukum
-negosiasi dapat memberikan kemudahan bagi pihak-pihak yang bernegoisasi untuk menentukan pilihannya
-semua pihak berhak memperoleh kesempatan untuk menjelaskan berbagai persoalan ketika bernegoisasi

Kelemahan dalam negoisasi:
-negoisasi tidak dapat berjalan lancar tanpa adanya kesepakatan antara kedua pihak
-ketika bernegoisasi,hasilnya tidak dapat langsung diputuskan secara langsung