Diskusi Pertemuan 11

Diskusi Pertemuan 11

oleh Calvin Ebenezer Situmorang -
Jumlah balasan: 0

Perencanaan Agregat Produksi

Perencanaan Agregat atau dalam bahasa Inggris disebut dengan Aggregate Planning adalah suatu proses perencanaan kuantitas dan pengaturan waktu Output (keluaran) untuk jangka waktu menengah yaitu sekitar 3 bulan hingga 1 tahun. Perencanaan Agregat ini memberikan gambaran kepada manajemen mengenai kebutuhan terhadap variabel-variabel produksi seperti persediaan material, tenaga kerja dan sumber daya lainnya sehingga biaya operasional dapat dikendalikan seminimal mungkin. Gambaran kebutuhan tesebut harus dapat menyajikan jumlah kuantitas dan waktu yang dibutuhkan agar proses produksi dapat berjalan sesuai dengan yang direncanakan.

Strategi pada Perencanaan Agregat (Aggregate Planning)


Seperti yang disebutkan sebelumnya, variabel-variabel penting dalam suatu sistem produksi adalah persediaan dan tenaga kerja. Semakin banyak tenaga kerja yang digunakan, semakin tinggi pula volume output atau jumlah unit produk yang dapat dihasilkan. Namun jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan tersebut dapat juga dikonversikan menjadi penambahan waktu kerja bagi tenaga kerja yang ada atau biasanya disebut dengan istilah Lembur (OT/Overtime). Oleh karena itu, Jumlah Tenaga Kerja dan penggunakan waktu lembur merupakan dua variabel yang saling berkaitan yang juga dapat digunakan sebagai strategi dalam perencanaan agregat.


Beberapa strategi perencanaan Agregat yang dapat diambil dalam menghadapi Fluktuasi Permintaan dan ketidakpastian kegiatan produksi pada variabel-variabel yang dapat dikendali (Controllable Variables) adalah sebagai berikut :

Variasikan Tenaga Kerja : Perubahaan Permintaan dapat diatasi dengan cara menambahkan atau mengurangi Tenaga Kerja yang digunakan sesuai dengan proporsi permintaan tersebut.

Variasikan Waktu Kerja : Tetap menjadi stabilitas jumlah tenaga kerja, namun memperbolehkan waktu idle (nganggur) pada saat permintaan rendah dan mengizinkan Lembur (Overtime/OT) saat permintaan naik.

Variasikan tingkat persediaan : Fluktuasi atau perubahaan permintaan dapat diatasi dengan adanya persediaan yang cukup (inventori).

Subkontrak : Menggunakan Pihak Ketiga atau Subkontraktor untuk menyediakan kapasitas yang lebih tinggi.