Aktiva tetap berwujud adalah aktiva yang memiliki bentuk fisik dan bersifat relatif permanen dan bersifat lebih 2 tahun. aktiva tetap berwujud juga dapat mengalami penyusutan nilai. contoh gedung,tanah,peralatan,kendaraan,mesin.
faktor - faktor yang dapat mempengaruhi penyusutan aktiva tetap
- biaya perolehan ,Biaya akuisisi merupakan faktor utama dalam menentukan jumlah dari penyusutan. Beban penyusutan dapat dihitung sesuai dengan total biaya suatu aset yang perlu dikeluarkan hingga aset tetap tersebut siap kembali digunakan Biaya-biaya yang termasuk adalah:
- Harga pembelian suatu aset
- Biaya transportasi atau pengiriman
- Biaya pemasangan
- Bea masuk
- Biaya pemasangan
- perkiraan umur ekonomis Faktor yang kedua adalah umur ekonomis dari sebuah aset. Artinya jumlah penyusutan yang lebih kecil akan dibebankan untuk aset dengan masa manfaat yang lebih lama dan sebaliknya. Umur ekonomis dapat dinyatakan dalam jumlah unit yang diproduksi atau dengan jangka waktu seperti minggu, bulan hingga tahun.
- perkiraan Nilai Residu, Nilai sisa aset atau yang biasa dikenal nilai residu aset merupakan sebuah nilai yang dapat direalisasikan ketika aset dijual atau tidak digunakan kembali. Jika sebuah perusahaan menggunakan aset tersebut hingga usang dan sama sekali tidak memberikan manfaat lagi, maka aset atau aktiva tersebut dapat dikatakan sudah tidak lagi memiliki residu atau nilai sisa lagi. Namun, jika perusahaan menggantikan aktivanya setelah periode penggunaan yang relatif singkat dan aset yang bersangkutan masih dapat dimanfaatkan, maka nilai residu tersebut tentu akan tetap masih tinggi.
- Biaya Penyusutan = (Biaya Perolehan Aset ΓÇô Nilai Residu) / (Masa Manfaat Aset)