Pak izin bertanya.
Pandangan Etnosentris merupakan keyakinan parokialisme bahwa pendekatan dan praktik kerja terbaik adalah yang dimiliki oleh negara asal/negara sendiri atas home country (negara dimana kantor-kantor utama milik perusahaan berada). Para manajer yang berpandangan etnosentris meyakini bahwa orang-orang dinegara lain tidak memiliki kemampuan, keahlian, pengetahuan atau pengalaman yang dibutuhkan untuk membuat keputusan bisnis terbaik. Apakah etnosentris baik dalam sistem ekonomi Indonesia pak, dimana beberapa perusahaan asing mempekerjakan 90% karyawannya yang berasal dari negara mereka, mohon penjelasannya pak, terimakasih