Aprian Herwansyah (1912110420)

Aprian Herwansyah (1912110420)

oleh Aprian Herwansyah -
Jumlah balasan: 0

1. Pemilihan Strategi Dalam Produksi

Problem yang pertama akan dihadapi manajemen operasional dalam perusahaan adalah tentang strategi dalam produksi, tentang strategi apa yang tepat untuk diimplementasikan dalam system produksi agar produk yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan konsumen dan sesuai dengan daya cipta perusahaan.

Solusi :  Saya akan mulai melakukan penelitian pemasaran untuk mengetahui apa saja yang diinginkan dan dibutuhkan oleh konsumen secara detail. Kemudian saya akan menetapkan strategi produksi berdasarkan hasil dari penelitian tersebut. Juga produksi tersebut akan saya terapkan sesuai kemampuan keuangan perusahaan dalam melakukan proses produksi


2. Pemilihan Produk Prioritas

Permasalahan berikutnya adalah pemilihan produk prioritas atau produk andalan perusahaan. Perusahaan harus menentukan satu produk dari beragam alternative ide produk untuk diprioritaskan dan diproduksi dalam jangka panjang.

Solusi : Saya akan melakukan pertimbangan dalam memilih produk prioritas perusahaan berdasarkan aspek marketing. Bagaimana kondisi pasar yang akan dituju, bagaimana analisis pesaing, dan bagaimana perkiraan kinerja produk tersebut dalam pasar yang akan dituju. Segmen pasar haruslah jelas dengan kriteria pasar yang berskala besar, dan memiliki potensi jangka panjang, analisis pesaing harus teliti sehingga perusahaan mampu melakukan strategi pemasaran dengan tepat, positioning dengan tepat dan memenangkan persaingan pasar. hal ini dilakukan untuk menghindari performa produk prioritas yang buruk. Karena produk prioritas harus memiliki kontribusi yang lebih besar daripada produk lain bagi perusahaan


3. Perencanaan Produk Awal

Perencanaan produk awal adalah suatu proses pengkonsepan suatu produk secara keseluruhan. Pada tahap perencanaan ini permasalahan yang dijumpai perusahaan adalah pandangan kesempurnaan dalam membuat produk, sehingga perencanaan produk berlangsung lama karena tuntutan kesempurnaan dari perusahaan yang nantinya akan menimbulkan permasalahan pada saat proses memproduksi massal karena desain produk awal ini nantinya akan menjadi acuan dan ditindak lanjuti menjadi sebuah produk yang mana mendekati aslinya.

Solusi : Pada saat pembuatan desain produk awal ini saya sebagai manajer akan memberikan keputusan untuk lebih mengutamakan beberapa hal penting. Beberapa hal penting ini diantaranya yaitu manfaat produk yang hendak dibuat, fungsi pendukung produk jasa atau barang tersebut, bentuk desain, estetika dan seni dalam desain sesuai dengan produk barang yang akan diproduksi.

4. Pembuatan Prototip Untuk Diuji (mencapai kesempurnaan, sama dengan produk yang akan diproduksi massal)

Pembuatan prototip juga merupakan masalah serius yang dialami oleh banyak manajemen operasional perusahaan. Semua perusahaan memimpikan produk yang sempurna dan memiliki kinerja apik yang mampu memenangkan persaingan pasar. Namun banyak perusahaan terlalu terobsesi pada kesempurnaan dalam proses menciptakan prototip perusahaan. Banyak perusahaan tidak memperhatikan kemampuan dari perusahaan itu sendiri dalam memproduksi prototip dengan skala besar, beberapa perusahaan kesulitan menjaga standar kualitas pada saat produksi massal, akhirnya kualitas produk yang diproduksi massal tidak sebaik kualitas prototip.

Solusi : Saya akan mempertimbangkan kemampuan perusahaan dalam produksi masal dan menyesuaikannya dengan pembuatan prototip untuk menghindari masalah yang ditimbulkan selanjutnya seperti kecacatan pada produk massal karena ketidakmampuan dari produksi perusahaan dan lain sebagainya


5. Implementasi Produk Jadi

Setelah prototip telah berhasil dibuat sesuai dengan yang direncanakan perusahaan, masalah yang timbul berikutnya adalah penilaian implementasi dari produk tersebut atau dengan kata lain perusahaan harus menilai apakah produk jadi yang sudah dipasarkan tersebut memiliki masa depan yang baik. 

Solusi :  Saya akan melakukan penilaian berdasarkan beberapa kriteria-kriteria yang dianggap penting. Penilaian kriteria-kriteria ini berupa pemberian skor atau bobot kepentingannya. Apakah produk yang telah dipasarkan memiliki bobot yang pas dalam skala minimal ordinal. Kemudian saya akan membandingkan rata-rata skor dengan standar minimal yang sebelumnya sudah ditentukan oleh perusahaan. Apabila nilai produk tersebut di atas standar maka produk bisa dianggap sukses pada saat itu. Namun bila skornya di bawah minimal standar yang ditentukan maka produk harus diperbaiki hingga mencapai sasaran kualitasnya.