a) Penggerak (drive).Susi mampu menunjukkan kerja kerasnya kepada masyarakat Indonesia, walaupun adanya kebijakan larangan penangkapan yang tidak ramah lingkungan mendapatkan protes dari nelayan, tetapi kerja keras Susi tidak mengenal kata lelah dalam memperjuangkan nasib nelayan dan maritim Indonesia. Seperti melalui inisiatif pengemboman kapal, merupakan hal yang sangat frontal kepada kapal asing yang mencuri ikan di Indonesia. b) Hasrat untuk memimpin (desire to lead).Ketika menjadi seorang menteri, bu Susi tidak tertarik dengan jabatan sebagai menteri yang diberikan oleh Jokowi, melainkan peranan Bu Susi dalam mensejahterakan nelayan dan memajukan kesejahteraan rakyat Indonesia. Pada kenyataannya Bu Susi mampu menjadi abdi negara dengan adanya berbagai kebijakan yang telah dikeluarkannya. Bahkan gajinya diberikan kepada nelayan yang tidak mampu. c) Kepercayaan diri (self confidence). Pengikut mencari pemimpin yang tidak ragu-ragu. Dengan demikian, para pemimpim harus dapat menunjukkan kepercayaan diri agar dapat meyakinkan pengikutnya terhadap keputusan dan tujuan yang harus dicapai. d) Kecerdasan (intelligence).Latar belakang pendidikan Bu Susi hanya SMP, tetapi kemampuan analisis, pengambilan keputusan, dan cara berkomunikasinya patut menjadi pemimpin yang cerdas. Pengalaman menjadi exportir dan memperjuangkan kesejahteraan nelayan selama bertahun-tahun membuatnya peka terhadap permasalahan maritim. e) Pengetahuan yang relevan mengenai pekerjaan (job-relevant knowledge).Selama ini Bu Susi mengeluarkan kebijakan yang sangat tegas terhadap kemaritiman Indonesia. Pengalaman di dunia kelautan dan perikanan sudah tidak diragukan. Sehingga berbagai kebijakan yang sudah dikeluarkan membawa suatu kemajuan bagi bangsa Indonesia. f) Extraversion.Dalam berkomunikasi dengan orang lain bahkan wartawan, Bu Susi sangat tegas, enerjik dan penuh semangat. Bu Susi dapat memberikan argumen yang masuk akal, ketika ada yang tidak suka dengan keputusannya.