Diskusi/Tanggapan

Diskusi/Tanggapan

Jumlah balasan: 18

Silahkan kalian tanggapi permasalahan yang ada di PPT slide 2.  Berikan tanggapan kalian di forum diskusi LMS.


Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Diskusi/Tanggapan

oleh Annisa Yolanda Putri -
Iptek berdampak positif maupun negatif juga, di bidang ekonomi, bidang politik, bidang sosial, juga di bidang budaya. Contoh dampak positif di bidang ekonomi adalah produktifitas dunia industri semakin meningkat. Kemajuan teknologi akan meningkatkan kemampuan produktivitas dunia industri baik dari aspek teknologi industri maupun pada aspek jenis produksi. Dan salah satu contoh negatif di bidang ekonominya ialah sifat konsumtif sebagai akibat kompetisi yang ketat pada era globalisasi akan juga melahirkan generasi yang secara moral mengalami kemerosotan: konsumtif, boros dan memiliki jalan pintas yang bermental instant.

Ideologi Pancasila yang kita anut ini bisa mengatasi permasalahan Iptek yang ada di Indonesia ini, dengan menganut Tuhan yang kita percayai sangat mencerminkan sila pertama, ketuhanan yang maha esa. Bergotong royong dan berperilaku kemanusiaan dan adil, tidak melihat orang secara rasis bahwa Indonesia berbeda beda budaya tetapi tetap satu maka terciptanya sila ke 3 yaitu persatuan Indonesia. Negara kita demokrasi yang setiap argumennya didengar oleh pemerintah juga menganut sila ke 4 yaitu kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan atau perwakilan. Yang terakhir dalam menggunakan media sosial dan online dengan baik harus terciptanya keadilan sosial, tidak membeda-bedakan dan tidak adanya kesenjangan sosial. Opini saya yang terakhir sangat sesuai dengan sila ke-5 yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Diskusi/Tanggapan

oleh agustin wijayanti -
Berkembangnya globalisasi memunculkan perkembangan-perkembangan baru, seperti muncul-munculnya teknologi. Hampir semua orang menggunakan tekhnologi untuk mempermudah aktivitas individual.
Contohnya handphone atau telepon genggam seluler. Telepon genggam terbagi menjadi dua telepon biasa dan juga daring Perkembangan Iptek ini sangat mempermudah berkomunikasi.

Indonesia mempunyai ideologi yang disebut Pancasila, berisi lima (5) sila yaitu: Ketuhanan yang maha esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dan permusyawaratan atau perwakilan, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Ideologi Pancasila yang kita anut ini bisa mengatasi permasalahan Iptek yang ada di Indonesia ini, dengan menganut Tuhan yang kita percayai sangat mencerminkan sila pertama, ketuhanan yang maha esa. Bergotong royong dan berperilaku kemanusiaan dan adil, tidak melihat orang secara rasis bahwa Indonesia berbeda beda budaya tetapi tetap satu maka terciptanya sila ke 3 yaitu persatuan Indonesia


Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Diskusi/Tanggapan

oleh Bunga Anastasya -
Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi harus senantiasa berorientasi pada nilai-nilai Pancasila. Pancasila dituntut terbuka dari kritik, bahkan ia merupakan kesatuan dari perkembangan ilmu yang menjadi tuntutan peradaban manusia. Peran Pancasila sebagai paradigma pengembangan ilmu harus sampai pada penyadaran bahwa fanatisme kaidah kenetralan keilmuan atau kemandirian ilmu hanya akan menjebak manusia dalam masalah-masalah yang tidak dapat diatasi dengan semata-mata berpegang pada kaidah ilmu sendiri, khususnya mencakup pertimbangan etis, religius, dan nilai budaya yang bersifat mutlak bagi kehidupan manusia yang berbudaya.
Peran Pancasila dalam pengembangan ilmu dapat ditinjau dari masing-masing nilai-nilai Pancasila sebagai berikut :

1. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa
Melengkapi ilmu pengetahuan dengan menciptakan perimbangan antara yang rasional dan irasional, antara rasa dan akal. Sila ini menempatkan manusia dalam alam sebagai bagiannya dan bukan pusatnya. Dalam hal ini memberi batasan bahwa bukan manusia yang menguasai atau mengontrol alam.
2. Sila Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab
Memberi arah dan mengendalikan ilmu pengetahuan. Ilmu dikembalikan pada fungsinya semula, yaitu untuk kemanusiaan, tidak hanya untuk kelompok atau lapisan tertentu. Pancasila sebagai kontrol agar tidak ada diskriminasi dalam pengembangan ilmu. Selain itu, Pancasila jug sebagai penjamin agar tidak ada kediktatoran dalam pengembangan maupun dalam pemanfaatan ilmu.

3. Sila Persatuan Indonesia
Mengkomplementasikan universalisme dalam sila-sila yang lain, sehingga supra sistem tidak mengabaikan sistem dan sub-sistem. Solidaritas dalam sub-sistem sangat penting untuk kelangsungan keseluruhan individualitas, tetapi tidak mengganggu integrasi.
Dalam bahasa sederhananya, Pancasila menjamin pengembangan ilmu untuk memenuhi kebutuhan individu dan merangkulnya agar tidak mengancam integritas dan keutuhan bangsa Indonesia.

4. Sila Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmah Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan
Mengimbangi otodinamika ilmu pengetahuan dan teknologi berevolusi sendiri dengan leluasa. Eksperimentasi penerapan dan penyebaran ilmu pengetahuan harus demokratis dapat dimusyawarahkan secara perwakilan, sejak dari kebijakan, penelitian sampai penerapan massal.

5. Sila Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Keadilan sosial juga menjaga keseimbangan antara kepentingan individu dan masyarakat, karena kepentingan individu tidak boleh terinjak oleh kepentingan semu. Pancasila berperan agar pengembangan ilmu dapat mencipatakan pemerataan dan keadilan sosial.

Peran Pancasila secara umum sebagai dasar pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi adalah sebagai berikut :

1. Pengembangan iptek diarahkan untuk mencapai kebahagian lahir batin, memenuhi kebutuhan material dan spiritual.
2. Pengembangan iptek mempertimbangkan aspek estetik dan moral.
3. Pengembangan iptek pada hakekatnya tidak boleh bebas nilai tetapi terikat pada nilai-nilai yang berlaku di masyarakat
4. Pembangunan iptek mempertimbangkan akal, rasa dan kehendak
5. Pembangunan iptek bukan untuk kesombongan melainkan untuk peningkatan kualitas manusia, peningkatan harkat dan martabat manusia.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Diskusi/Tanggapan

oleh agung saputra -
melihat keadaan saat ini di mana teknologi berkembang begitu pesat sekali dari waktu ke waktu, namun mirisnya kemajuan teknologi ini malah di salah gunakan untuk saling menyakiti sesama manusia, sehingga kedamaian tidak terwujud. contohnyaa adalah kemajuan berbagai senjata perang yang saat ini di kembangkan. ini bertentangan dengan norma pancasila yaitu kemanusiaan yang adil dan beradab , yang mana sila ini berhubungan dengan perilaku kita sebagai manusia yang pada hakikatnya semuanya sama didunia ini.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Diskusi/Tanggapan

oleh Ronacita Ramadhani Gunawan -
Berkembangnya globalisasi memunculkan perkembangan-perkembangan baru, seperti muncul-munculnya teknologi. Hampir semua orang menggunakan tekhnologi untuk mempermudah aktivitas individual.
Contohnya handphone atau telepon genggam seluler.
Indonesia mempunyai ideologi yang disebut Pancasila, berisi lima (5) sila yaitu: Ketuhanan yang maha esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dan permusyawaratan atau perwakilan, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Ideologi Pancasila yang kita anut ini bisa mengatasi permasalahan Iptek yang ada di Indonesia ini, dengan menganut Tuhan yang kita percayai sangat mencerminkan sila pertama, ketuhanan yang maha esa. Bergotong royong dan berperilaku kemanusiaan dan adil, tidak melihat orang secara rasis bahwa Indonesia berbeda beda budaya tetapi tetap satu maka terciptanya sila ke 3 yaitu persatuan Indonesia
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Diskusi/Tanggapan

oleh christian eben -
Berkembangnya teknologi dari waktu ke waktu adalah perkembangan yang sangat pesat, setiap orang dimudahkan dalam menggunakan gadget, namun teknologi ini sering digunakan untuk mendiskriminasi satu sama lain dan lainnya.
Hal ini bertentangan dengan sila ke 2 yaitu kemanusiaan yang adil dan beradab dan juga harusnya teknologi dapat menaytukan penduduk Indonesia sesuai dengan sila ke-3
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Diskusi/Tanggapan

oleh Sri Handa yani -
Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi harus senantiasa berorientasi pada nilai-nilai Pancasila. Pancasila dituntut terbuka dari kritik, bahkan ia merupakan kesatuan dari perkembangan ilmu yang menjadi tuntutan peradaban manusia. Peran Pancasila sebagai paradigma pengembangan ilmu harus sampai pada penyadaran bahwa fanatisme kaidah kenetralan keilmuan atau kemandirian ilmu hanya akan menjebak manusia dalam masalah-masalah yang tidak dapat diatasi dengan semata-mata berpegang pada kaidah ilmu sendiri, khususnya mencakup pertimbangan etis, religius, dan nilai budaya yang bersifat mutlak bagi kehidupan manusia yang berbudaya.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Diskusi/Tanggapan

oleh wildhan kurnia -
Iptek adalah singkatan dari ΓÇÿilmu pengetahuan dan teknologiΓÇ¥, yaitu suatu sumber informasi yang dapat meningkatkan pengetahuan ataupun wawasan seseorang di bidang teknologi. Berkembangnya globalisasi memunculkan perkembangan-perkembangan baru, seperti muncul-munculnya teknologi. Hampir semua orang menggunakan tekhnologi untuk mempermudah aktivitas individual.
Contohnya handphone atau telepon genggam seluler. Telepon genggam terbagi menjadi dua telepon biasa dan juga daring. Perkembangan Iptek ini sangat mempermudah berkomunikasi. Iptek berdampak positif maupun negatif juga, di bidang ekonomi, bidang politik, bidang sosial, juga di bidang budaya. Contoh dampak positif di bidang ekonomi adalah produktifitas dunia industri semakin meningkat. Kemajuan teknologi akan meningkatkan kemampuan produktivitas dunia industri baik dari aspek teknologi industri maupun pada aspek jenis produksi. Dan salah satu contoh negatif di bidang ekonominya ialah sifat konsumtif sebagai akibat kompetisi yang ketat pada era globalisasi akan juga melahirkan generasi yang secara moral mengalami kemerosotan: konsumtif, boros dan memiliki jalan pintas yang bermental instant.

Juga dampak positif di bidang sosial salah satunya adalah Informasi yang ada di masyarakat dapat langsung dipublikasikan dan diterima oleh masyarakat, dan negatifnya adalah kemerosotan moral di kalangan warga masyarakat, khususnya di kalangan remaja dan pelajar.
Salah satu contoh negatif dari bidang budaya ialah terjadinya akulturasi budaya yang selanjutnya berkembang menjadi budaya massa dan terjadi hilangnya semangat dan jiwa nasionalisme maupun patriorisme.
Indonesia mempunyai ideologi yang disebut Pancasila, berisi lima (5) sila yaitu: Ketuhanan yang maha esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dan permusyawaratan atau perwakilan, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Ideologi Pancasila yang kita anut ini bisa mengatasi permasalahan Iptek yang ada di Indonesia ini, dengan menganut Tuhan yang kita percayai sangat mencerminkan sila pertama, ketuhanan yang maha esa. Bergotong royong dan berperilaku kemanusiaan dan adil, tidak melihat orang secara rasis bahwa Indonesia berbeda beda budaya tetapi tetap satu maka terciptanya sila ke 3 yaitu persatuan Indonesia. Negara kita demokrasi yang setiap argumennya didengar oleh pemerintah juga menganut sila ke 4 yaitu kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan atau perwakilan. Yang terakhir dalam menggunakan media sosial dan online dengan baik harus terciptanya keadilan sosial, tidak membeda-bedakan dan tidak adanya kesenjangan sosial. Opini saya yang terakhir sangat sesuai dengan sila ke-5 yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Diskusi/Tanggapan

oleh teddy irwanto -
Iptek berdampak positif maupun negatif juga, di bidang ekonomi, bidang politik, bidang sosial, juga di bidang budaya. Contoh dampak positif di bidang ekonomi adalah produktifitas dunia industri semakin meningkat. Kemajuan teknologi akan meningkatkan kemampuan produktivitas dunia industri baik dari aspek teknologi industri maupun pada aspek jenis produksi.
Ideologi Pancasila yang kita anut ini bisa mengatasi permasalahan Iptek yang ada di Indonesia ini, dengan menganut Tuhan yang kita percayai sangat mencerminkan sila pertama, ketuhanan yang maha esa. Bergotong royong dan berperilaku kemanusiaan dan adil, tidak melihat orang secara rasis bahwa Indonesia berbeda beda budaya tetapi tetap satu maka terciptanya sila ke 3 yaitu persatuan Indonesia.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Diskusi/Tanggapan

oleh Febe Margaretha Siahaan -
Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) yang semakin pesat memberikan berbagai dampak dalam berbagai segi kehidupan. Di satu sisi IPTEK memberikan kemudahan untuk memecahkan berbagai persoalan hidup dan kehidupan yang dihadapi, tetapi di pihak lain dapat membunuh, bahkan memusnahkan peradaban umat manusia.
Pancasila sangat penting sebagai dasar pengembangan ilmu

1. Pluralitas nilai yang berkembang dalam kehidupan bangsa Indonesia dewasa ini seiring dengan kemajuan IPTEK menimbulkan perubahan dalam cara pandang manusia tentang kehidupan. Hal ini membutuhkan renungan dan refleksi yang mendalam agar bangsa Indonesia tidak terjerumus ke dalam penentuan keputusan nilai yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa.

2. Dampak negatif yang ditimbulkan kemajuan IPTEK terhadap lingkungan hidup berada dalam titik yang membahayakan eksistensi hidup manusia di masa yang akan datang. Oleh karena itu, diperlukan tuntunan moral bagi para ilmuwan dalam pengembangan IPTEK di Indonesia.

3. Perkembangan IPTEK yang didominasi negara-negara Barat dengan politik global ikut mengancam nilai-nilai khas dalam kehidupan bangsa Indonesia, seperti spiritualitas, gotong royong, solidaritas, musyawarah, dan cita rasa keadilan. Oleh karena itu, diperlukan orientasi yang jelas untuk menyaring dan menangkal pengaruh nilai-nilai global yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kepribadian bangsa Indonesia.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Diskusi/Tanggapan

oleh Rafi yansyah -
Perkembangan ilmu pengetahuan teknologi sangat pesat terjadi secara global yang didominasi oleh negara negara barat tentunya,hal demikian tentunya diiringi dampak positif dan negatif elektabilitas dari berbagai bidang maupun pergeseran nilai,norma dan budaya.Pancasila sebagai idiologi negara tentunya sangat berperan penting sebagai benteng dalam menjaga pergeseran nilai,norma dan budaya dinegara tercinta ini INDONESIA , walaupun demikian perkembangan IPTEK juga harus diikuti dengan tidak menghilangkan nilai dan norma pancasila didalam nya sehinga kita hidup dalam sebuah ilmu pengetahuan teknologi yang bernilai luhur dengan tidak mengenyampingkan norma-norma sosial yang ada dalam masyarakat, Dengan berbagai alasan maka perlu kita sadari bahwa sangat penting membentuk kepribadian yang memiliki nilai dan unsur-unsur pancasila didalam setiap diri yang tentunya tidak menghilangkan berpengetahuan ilmu dan teknologi global.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Diskusi/Tanggapan

oleh Fitra Aditia -
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) senantiasa terus berkembang, dan lambat laun menggeser kebiasaan lama menjadi sebuah kebiasaan baru yang belum ada sebelumnya, seperti konsep belanja online, tanpa perlu repot-repot mendatangi pusat perbelanjaan atau toko yang menjual alat yang diperlukan.

Adanya media sosial juga merupakan sebagian dampak dari perkembangan IPTEK, yang hampir menjangkau seluruh lapisan masyarakat, menjadi tempat bersosial bagi masyarakat dengan jangkauan yang lebih luas. Seperti perkembangan2 yang lain, perkembangan teknologi pun juga memiliki dua sisi, positif dan negatif, kembali kepada si pengguna teknologi itu sendiri.

Adanya norma-norma pada Pancasila sejatinya menjadi pedoman dalam bertindak di kehidupan bermasyarakat, termasuk dalam penggunaan teknologi. Mirisnya, tidak sedikit masyarakat yg tidak memiliki etika Pancasila dalam memanfaatkan IPTEK. hal ini menyebabkan banyaknya kasus-kasus atau permasalahan yang ada di lingkungan masyarakat, diskriminasi sosial hingga bullying yang sering terjadi di media sosial, penghinaan2 yang bersifat SARA, hingga banyaknya penipuan yang terjadi menggunakan IPTEK.

Seharusnya, negara bertindak tegas dalam melaksanakan Pancasila dengan sepenuhnya. Pembuatan peraturan yang ada harus bersumber dari Pancasila, dengan tidak menimbulkan konsep lain yang tidak sejalan dengan Pancasila. Bangsa Indonesia juga harusnya menerapkan Pancasila dalam keseharian, karena dengan hal tersebut, kasus-kasus yang marak terjadi berkaitan dengan IPTEK juga akan berkurang bahkan hilang, tidak adanya pelecehan agama karena menerapkan sila pertama, hukum yang tegak seadil-adilnya jika sila kedua diterapkan, hidup rukun tanpa memandang ras, suku atau golongan (sila ketiga), kebebasan berpendapat di media sosial tanpa khawatir diciduk karena dianggap menghina pemerintah dapat terlaksana jika sila keempat dilaksanakan, serta tidak adanya kesenjangan sosial (sila kelima).

Tentu semua itu tak bisa dilakukan oleh pemerintah saja, melainkan seluruh lapisan masyarakat. Pancasila bukan hanya sekedar bacaan wajib tiap upacara bendera atau peringatan kemerdekaan saja, tetapi sebuah norma-norma hidup yang menjadi pedoman dalam berkehidupan, berbangsa, dan bernegara.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Diskusi/Tanggapan

oleh irfan sanusi -
Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) yang semakin pesat memberikan berbagai dampak dalam berbagai segi kehidupan. Banyak sekali problem yang terjadi akibat penggunaan IPTEK yang tidak sesuai dengan nilai dan norma yang diterapkan di Indonesia. Dengan adanya fenomena ini, kita sebagai pihak yang berada dalam era ini seharusnya mampu menjadi filter antara yang baik dan yang buruk. Karena jika tidak, besar kemungkinan ada beberapa hal negatif yang masuk dan pada akhirnya merusak moral bangsa dan kebudayaan Indonesia. Untuk bisa menjalankan fungsi penyaringan, diperlukan peranan Pancasila sebagai dasar negara. Kemudian ada peran lain yang lebih khusus, yaitu peran langsung dari mahasiswa Indonesia, sebagai Agent Of Change yang membawa pengaruh baik bagi Indonesia.

Hampir semua orang berpendapat bahwa teknologi informasi telah, sedang, akan merubah kehidupan umat manusia dengan menjanjikan cara kerja dan cara hidup yang lebih efektif, lebih bermanfaat, dan lebih kreatif. Sebagaimana dua sisi baik dan buruk. Sebagai teknologi, kedua sisi tersebut sangat tergantung pada pemakai.
Pesatnya perkembangan teknologi informasi memudahkan masuknya berbagai macam pengaruh dari luar, seperti informasi mengenai gaya hidup bangsa barat yang gaya hidup bangsa barat bertentangan dengan nilai yang ada didalam Pancasila. Jika hal tersebut dibiarkan akan menyebabkan nilai Pancasila dalam masyarakat terkikis bahkan habis tergilas budaya barat yang berkembang. Arus globalisasi begitu cepat merasuk kedalam masyarakat terutama di kalangan muda. Pengaruh ini sudah membuat banyak anak muda kita kehilangan kepribadian diri sebagai bangsa Indonesia. Hal ini ditunjukan dengan gejala-gejala yang muncul dalam kehidupan sehari-hari anak muda sekarang.

Dari cara berpakaian banyak remaja-remaja kita berdandan seperti selebritis yang cenderung ke budaya barat. Mereka menggunakan pakaian yang minim, bahan yang memperlihatkan bagian tubuh yang seharusnya tidak kelihatan. Padahal cara berpakaian tersebut jelas-jelas tidak sesuai dengan kebudayaan kita. Tak ketinggalan gaya rambut mereka dicat beraneka warna. Pendek kata orang lebih suka jika menjadi orang lain dengan cara menutupi identitasnya. Tidak banyak remaja yang mau melestarikan budaya bangsa dengan mengenakan pakaian yang sopan sesuai dengan kepribadian bangsa.

Dilihat dari sikap, banyak anak muda yang tingkah lakunya tidak kenal sopan santun dan cenderung cuek, tidak ada rasa peduli terhadap lingkungan. Mereka menjadi korban teknologi dimana teknologi dapat mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat. Jika pengaruh-pengaruh di atas dibiarkan, mau jadi apa generasi muda tersebut? Moral generasi bangsa menjadi rusak. Hubunganya dengan nilai nasionalisme akan berkurang karena tidak ada rasa cinta terhadap budaya bangsa sendiri dan rasa peduli terhadap masyarakat, dimana generasi muda merupakan penerus masa depan bangsa.

Apakah kita menyadari bahwa kehadiran ilmu pengetahuan dan teknologi di sekitar kita ibarat pisau bermata dua, di satu sisi IPTEK memberikan kemudahan untuk memecahkan berbagai persoalan hidup dan kehidupan yang dihadapi, tetapi di pihak lain dapat membunuh, bahkan memusnahkan peradaban umat manusia. Contoh yang pernah terjadi adalah ketika bom atom yang dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki dalam Perang Dunia Kedua. Dampaknya tidak hanya dirasakan warga Jepang pada waktu itu, tetapi menimbulkan traumatik yang berkepanjangan pada generasi berikutnya, bahkan menyentuh nilai kemanusiaan secara umum. Nilai kemanusiaan bukan milik individu atau sekelompok orang atau bangsa semata, tetapi milik bersama umat manusia
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Diskusi/Tanggapan

oleh Devin Arya Rifki -
Iptek telah banyak memberikan kita kemudahan serta berbagai macam cara baru dalam melakukan beragam aktivitas. Iptek tidak lagi hanya bermanfaat dalam sarana kehidupan, tetapi juga untuk kebutuhan kehidupan manusia. Dengan perkembangan Iptek yang sangat pesat, manusia semakin mudah untuk berkomunikasi dalam jarak jauh, bahkan dalam lingkup dunia.

Hal ini dapat dilihat dengan munculnya berbagai teknologi canggih yang dapat membantu aktivitas kita dalam kehidupan sehari-hari. Namun, pesatnya kemajuan Iptek tersebut juga memungkinan terjadinya penyimpangan dalam penggunaannya. Hal ini dikarenakan begitu mudahnya segala informasi masuk tanpa adanya proses penyaringan yang ketat.

Maka dari itu kita harus memaknai pancasila dengan benar bukan hanya mengerti arti pancasila. Kita harus menjadikan pancasila sebagai pondasi moral etika atas apa yang kita lakukan sehari-hari. Kemudian ada peran lain yang lebih khusus, yaitu peran langsung mahasiswa Indonesia, sebagai agent of change yang membawa nama baik Indonesia dalam percaturan dunia internasional.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Diskusi/Tanggapan

oleh Deni wahyu Hidayat -
Nilai yang terkandung dalam Pancasila merupakan hal penting dalam perkembangan Ilmu dan Teknologi. Perkembangan IPTEK sangatlah cepat. Dasar ketuhanan yang maha esa, bagi bangsa Indonesia adalah mutlak. Jika di ikuti pandangan pandangan secular dunia Barat dan dijadikan rujukan bagi para cendekiawan maka akan berjalan berlawanan.

Kemajuan ilmu pengetahuan, kecanggihan teknologi, dan sarana komunikasi yang semakin modern membuat dunia semakin kecil dan menguatnya interdependensi di kalangan bangsa-bangsa. Ideologi merupakan tuntutan zaman. Sehingga dapat berfungsi sesuai dengan permasalahan yang timbul. Karena kekuatan ideologi pada prinsip tergantung pada kualitas.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Diskusi/Tanggapan

oleh Wulan Dwi Yulianti -
Pengetahuan harus didasari dengan nilai nilai pancasila agar tidak terjadi penyimpangan dalam segela aspek kehidupan. IPTEK didasarkan pada keseimbangan keadilan dalam kehidupan kemanusiaan dan kemajuan IPTEK dapat memberikan kesadaran bahwa rasa nasionalisme bangsa Indonesia seperti persatuan dan kesatuan bangsa dapat terwujud, persaudaraan dan persahabatan antar daerah dapat terjalin.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Diskusi/Tanggapan

oleh Istiqomah _ -
Pentingnya Pancasila sebagai Dasar Pengembangan Ilmu dapat ditelusuri ke dalam hal-hal sebagai berikut; Pertama, pluralitas nilai yang berkembang dalam kehidupan bangsa Indonesia dewasa ini seiring dengan kemajuan iptek menimbulkan perubahan dalam cara pandang manusia tentang kehidupan. Hal ini membutuhkan renungan dan refleksi yang mendalam agar bangsa Indonesia tidak terjerumus ke dalam penentuan keputusan nilai yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa. Kedua, dampak negatif yang ditimbulkan kemajuan iptek terhadap lingkungan hidup berada dalam titik nadir yang membahayakan eksistensi hidup manusia di masa yang akan datang. Oleh karena itu, diperlukan tuntunan moral bagi para ilmuwan dalam pengembangan iptek di Indonesia. Ketiga, perkembangan iptek yang didominasi negara-negara Barat dengan politik global ikut mengancam nilai-nilai khas dalam kehidupan bangsa Indonesia, seperti spiritualitas, gotong royong, solidaritas, musyawarah, dan cita rasa keadilan.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Diskusi/Tanggapan

oleh Evan Simanjuntak -
Pertama, pluralitas nilai yang berkembang dalam kehidupan bangsa Indonesia dewasa ini seiring dengan kemajuan IPTEK menimbulkan perubahan dalam cara pandang manusia tentang kehidupan. Hal ini membutuhkan renungan dan refleksi yang mendalam agar bangsa Indonesia tidak terjerumus ke dalam penentuan keputusan nilai yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa dan pancasila.
Kedua, dampak negatif yang ditimbulkan kemajuan IPTEK terhadap lingkungan hidup berada dalam titik yang membahayakan eksistensi hidup manusia di masa yang akan datang. Oleh karena itu, diperlukan tuntunan moral yang didasarkan pancasila bagi para ilmuwan dalam pengembangan IPTEK di Indonesia.
Ketiga, perkembangan IPTEK yang didominasi negara-negara Barat dengan politik global ikut mengancam nilai-nilai khas dalam kehidupan bangsa Indonesia, seperti spiritualitas, gotong royong, solidaritas, musyawarah, dan cita rasa keadilan. Oleh karena itu, diperlukan orientasi yang jelas untuk menyaring dan menangkal pengaruh nilai-nilai global yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kepribadian bangsa Indonesia.