Pendapat kita sebagai warga negara dalam menyikapi penyebaran COVID-19. Adalah dengan tidak menimbulkan kepanikan berlebih dalam membeli (panic buying). Maksudnya, membelanjakan keperluan medis dan hidup secara berlebihan karena takut akan penyebaran virus corona. Tetap patuhi himbauan pemerintah, jalani pola hidup sehat dan pahami Etika batuk. 
Menurut Dokter spesialis paru dari Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan Diah Handayani menjelaskan bahwa 2019-nCoV adalah virus yang menyerang sistem pernafasan manusia. Dokter yang tergabung dalam Perhimpunan Dokter Paru Indonesia itu menegaskan bahwa walaupun virus ini memiliki risiko kematian, namun angkanya masih rendah dibandingkan orang yang terjangkit dan kemudian sembuh. 
"Tapi bisa (disembuhkan), terbukti yang sakit sudah ribuan tapi yang meninggal kan sedikit. Jadi dia tetap sebuah virus yang bisa disembuhkan," katanya.
Diah menegaskan, beberapa korban meninggal umumnya tidak hanya semata disebabkan oleh 2019-nCoV, namun juga dipengaruhi faktor kerentanan seperti usia yang sudah tua sehingga daya tahan tubuh lemah dan juga penyakin lain yang sudah ada.
(sumber:https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-51232803)