Task English

Task English

oleh Ranika Rahmania -
Jumlah balasan: 0

Nama : Ranika Rahmania

NPM.  : 1912120053

Kelas. : 2AK-P2

Kasus Kecurangan Akuntan:

Kasus Jiwasraya, Beberkan Juga Peran Akuntan

Kamis, 9 Januari 2020 | 13:56 WIB 

Penulis: Fika Nurul Ulya

Editor: Erlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Asuransi Jiwasraya (Tbk) mengalami gagal bayar polis asuransi JS Saving Plan karena adanya fraud (kecurangan) yang telah lama terjadi.

Tak pelak, ada peran akuntan yang merekayasa laporan keuangan Jiwasraya secara berkesinambungan. Berdasarkan catatan BPK, Jiwasraya telah membukukan laba semu sejak 2006.

Peneliti Senior dan Direktur Riset Core Indonesia, Piter Abdullah Redjalam mengatakan, kasus Jiwasraya baik pelaku beserta antek-anteknya harus dituntaskan. Penuntasan masalah sudah pasti akan membeberkan sejauh mana peran akuntan.

"Dengan menuntaskan, akan terlihat sejauh mana peran rekayasa laporan keuangan menutupi semua permasalahan tersebut," kata Piter 

Pemerintah juga harus mengungkap rekayasa laporan keuangan Jiwasraya merupakan kelakuan oknum tertentu atau justru kesalahan dari akuntannya sendiri. Perlu data dan fakta untuk mengungkap rekayasa fraud berskala gigantik ini.

"Pemerintah baru bisa melakukan tindakan lebih lanjut apabila semuanya benar-benar didukung oleh data dan fakta. Bukan lagi dugaan-dugaan," kata dia.

Piter juga menyarankan pemerintah untuk mengambil tindakan tegas bila terdapat akuntan maupun akuntan publik berskala internasional (the big four) yang masuk dalam lingkaran kasus fraud Jiwasraya.

Sebagaimana diketahui, banyak perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menggunakan akuntan publik berskala internasional (Big Four) seperti EY, Pwc, Delloite, dan KPMG. Beberapa akuntan publik itu juga sempat tersandung kasus salah audit maupun kasus gagal bayar.

"Langkah ini kemudian bisa menjadi momentum untuk lebih mempercayai atau menggunakan perusahaan akuntan publik dalam negeri diluar di big four," tutur Piter.

Sebelumnya diberitakan, Jiwasraya mengalami gagal bayar polis produk asuransi JS Saving Plan. Padahal, keuangan perusahaan pelat merah itu tergolong bagus bila dilihat dari laporan keuangannya dalam beberapa tahun belakangan.

Usai diaudit, ditemukan fraud pada sisi investasi. Jiwasraya diketahui kerap berinvestasi pada saham "gorengan" dan telah membukukan laba semu sejak 2006.

Bahkan pada tahun 2017, Jiwasraya juga memperoleh opini tidak wajar dalam laporan keuangannya. Padahal, saat itu Jiwasraya telah membukukan laba Rp 360,3 miliar. Opini tidak wajar itu diperoleh akibat adanya kekurangan pencadangan sebesar Rp 7,7 triliun.

Response:

Cases of accounting fraud that occurred one of the forerunners of the emergence of criminal acts of corruption, accounting fraud arises from fraud in financial reporting.  Fraud can be done by outsiders against the company or illegal actions of employees, managers and executives towards the company. 

In my opinion, companies looking for accountants must be honest, trustworthy.  When the financial statements are ready, they must be corrected again.  If fraud is found then sanctions must be imposed on the accountant and report to the authorities. 

Thank You Miss