Nama : Mutiara Dwi Firdiana
Npm : 1712120044
Kasus :
Pusat investasi diukur prestasinya dengan menggunakan salah satu dari dua tolak ukur: return on investment (ROI) atau residual income. Penggunaan tolok ukur tersebut dimaksudkan agar manajer divisi (1) menghasilkan laba yang cukup dari penggunaan sumber-sumber dalam divisinya, (2) menginvestasikan tambahan sumber-sumber jika investasi tersebut menghasilkan laba yang memadai. Jika ROI suatu divisi ditetapkan sebesar 20%, hal ini berarti manajer divisi tersebut diharapkan dapat menghasilkan laba minimum sebesar 20% dari investasi dalam divisinya, dan jika manajer divisi tersebut mengajukan usulan investasi tambahan dalam divisinya, investasi tersebut diharapkan harus menghasilkan laba 20% dari tambahan investasi tersebut.
Untuk memperhitungkan aktiva yang digunakan dalam divisi, perlu dicari dasar pengukuran untuk tiap komponen aktiva divisi. Pada dasarnya hanya aktiva yang memerlukan biaya yang diperhitungkan dalam dasar investasi. Oleh karena itu jika aktiva lancar dibelanjai dari utang lancar yang tidak berbunga, maka aktiva lancar tersebut dikeluarkan dari perhitungan dasar investasi.
Soal & jawaban : Contoh perhitungan RoI dan residual income suatu divisi dapat diikuti dalam perhitungan berikut ini.
Divisi X
Neraca tanggal 31 Desember 19XI
(dalam jutaan rupiah)
Aktiva Lancar               600                    Hutang lancar                     100
Aktiva tetap :
Harga pokok                1.000
Akumulasi Depresiasi    (100)
                                                            Hutang jangka panjang        500
                                                            Modal                                 900
                                      ____                                                        ____
                       
Total aktiva                    1.500             Total pasiva                       1.500
                                         
Laporan Rugi Laba
Untuk tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 19XI
(angka dalam jutaan rupiah)
Pendapatan                                                 1.500
Biaya                                                            940
                                                                    _____
Laba Bersih sebelum pajak                             560
Beban modal (20% x 1.400)                           280
                                                                    _____
Residual income                                             320
                                                                           
ROI = 560 / 1.400 = 40%                                   
Solusi : Dalam memperhitungkan aktiva tetap dalam dasar investasi terdapat berbagai metode pengukuran. Aktiva tetap diperhitungkan sebesar harga pokoknya (nilai perolehan) atau sebesar nilai bukunya. Jika aktiva tetap diperhitungkan sebesar nilai peralehannya, ROI divisi akan selalu tampak lebih rendah dari ROI yang sesunguhnya karena penyebut dalam rumus perhitungan ROI tidak berubah selama umum investasi. Jika nilai buku aktiva tetep yang digunakan dalam mengukur prestasi pusat investosi, divisi yang memiliki aktiva tetap yang tua akan menunjukkan ROI yang tinggi, bukan karena kemampuan menghasilkan labanya yang tinggi, namun hanya kerena rumus perhitungan ROI nya. Perlu diingat pula bahwa ROI dan residual income bukan ukuran yang baik untuk mencerminkan keberhasilan manajer divisi dalam mengelola investasinya, karena adanya perbedean metode depresiasi yeng digunakan dalam pengambilan keputusan investasi dengan metode depresiasi yang digunakan dalam pengukuran prestasi menejemen.