Analisis yang harus dilakukan ketika menghadapi masalah tersebut. 
1. Kurang partisipasinya anggota Koperasi, Partisipasi tersebut karena banyak anggota yang tidak peduli akan kesejahteraan koperasi dan keberlangsungan operasional Koperasi dan anggota juga tidak memiliki rasa empati terhadap Koperasi, hal ini mungkin disebabkan karena koperasi atau sistem kerja koperasi yang ada oleh anggota Koperasi tidak memuaskan.  
2. Kurangnya Permodalan, hal ini dapat diluncurkan dari hal pada nomor satu karena kurang kepedulian anggota maka berkutang pula masukan dana dari para anggota yang diperoleh dari pekerjaan atau wajib.
3. Pemanfaatan pelayanan, pemanfaatan pelayanan yang didapat dari pengurus haruslah memenuhi kepuasan anggota karena pelayanan ini kepuasan anggota akan terpenuhi dan akan mengoptimalkan umpan balik dari anggota.  
4. Lemahnya pengambilan keputusan, proses pengambilan keputusan yang ada dalam koperasi memang sangat lama karena harus melewati beberapa proses seperti rapat anggota, menyatukan pendapat yang paling banyak kemudian kembali dimusyawarahkan untuk menuju mufakat maka kebutuhan waktu yang sangat lama untuk mengambil keputusan, dan dalam proses pengambilan keputusan  keputusan ini kadang-kadang ada campur tangan akan kepentingan pribadi. 
5. Lemahnya Pengawasan, karena banyak hal yang harus diurus dalam segi segi, bisnis, dan pelayanan sisi yang perlu juga ada segi pengawasan yang terjadi pada koperasi.  Pengawasan biasanya dilakukan oleh bagian khusus baik dari internal maupun eksternal, pada prakteknya dalam pengawasan ini sangat jarang dilakukan tinjauan lapangan tapi hanya berdasarkan laporan dari badan pengurus.  Hal ini yang menyebabkan pengawasan terhadap koperasi kurang.  
6. Manajemen Resiko, jarang pada koperasi yang ada yang memiliki manajemen risiko tapi berdasarkan dari prosedur yang disepakati bersama oleh karena itu sebaiknya setiap koperasi yang memiliki manajemen risiko untuk meminimalisir kerugian dan beberapa risiko lainnya.  
Beberapa uraian tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa manajemen risiko sangat diperlukan dalam berbagai bidang koperasi meminimalisir risiko yang mungkin terjadi dalam menjalankan proses operasionalnya.