Kelompok 4 : aspek kelembagaan dalam pengembangan akuntansi 
1.alvindo parawira - 1712120114
2. Endang kusumawardhani - 1712120059 
3. Ika Pratiwi - 1712120068 
Jawaban dari pertanyaan Febri : 
Bagaimana aspek sosial budaya mempengaruhi standar akuntansi : 
Dalam akuntansi, budaya dan sejarah berperan penting. Harrison dan mckinnon (1986). Mengusulkan suatu kerangka metodologi menggabungkan budaya untuk menganalisis perubahan dalam peraturan pelaporan perusahaan keungan ditingkat negara secara spesifik. Budaya dianggap sebagai elemen penting dalam kerangka untuk memahami bagaimana sistem sosial berubah karena pengaruh budaya dan nilai-nilai norma dan prilaku kelompok dalam dan diseluruh sistem. Budaya dapat digunakan untuk menjelaskan dan memprediksi pola perkembangan akuntansi internasional. Gray berpendapat bahwa budaya atau nilai sosial pada tingkat nasional dapat diharapkan untuk menyerap subkultur organisasi dan kera,meskipun dengan berbagai tingkat integrasi.
Contoh aspek sosial budaya: sistem hukum,sistem pajak,dan bagaimana bentuk bandan usaha serta pendanaannya
2. Jawaban dari pertanyaan Willy : 
Perusahaan di Indonesia lebih tepat menggunakan SAK ETAP/ IFRS ? 
Jawaban dari pertanyaan Willy : 
Perbedaan SAk dan IFRS dalam akuntansi yaitu secara pengaplikasian dan teknis penyusunan. Perbedaan yg paling ketara antara SAK ETAP dan IFRS yaitu lembaga yang terlibat memiliki standar yang berbeda dalam proses penyusunan dan pengesahan. Hal ini menyebabkan adanya perbedaan fungsi secara pengaplikasiannya antar SAK ETAP maupun SAK IFRS. iFRS telah di terapkan di Indonesia sejak 2012 dalam penerapannya,pemerintah mewajibkan beberapa lembaga untuk menggunakan IFRS ini.lembaga yang wajib menggunakan sistem IFRS menurut ketetapan pemerintah adalah perbankan,asuransi,perusahaan publik,BUMN. Pemerintah mewajibkan penggunaan sistem IFRS disebabkan lembaga tersebut terkait langsung dengan masyarakat, sehingga penggunaan IFRS memiliki tujuan untuk memberikan informasi yang relevan bagi pengguna dalam membaca dan menganalisa laporan keuangan perusahaan.dalam suatu perusahaan penerapan standar akuntansi yang di gunakan tergantung pada kebijakan serta kebutuhan perusahaan masing-masing.
3. Jawaban dari pertanyaan Camelia 
Acuan isu-isu pelaporan keuangan yang tidak di bahas khusus dalam IFRS itu pelaporan yang seperti apa ?
Jawaban dari pertanyaan Camelia 
Acuan isu-isu pelaporan keuangan yang tidak di bahas khusus dalam IFRS itu pelaporan yang seperti apa ? 
Yaitu pelaporan yang mempersiapkan interprestasi IFRS untuk disetujui oleh IASB dan untuk memberikan panduan yang terkini mengenai masalah laporan keuangan ,mempublikasikan draft interprestasi untuk mendapat tanggapan dari masyarakat,membandingkan laporan keuangan sebelum dan sesudah penerapan interpretasi,melaporkan kepada dewan dan mendapatkan persetujuan dewan untuk final interprestasi.
4. Jawaban dari pertanyaan Anggi 
mengapa sudah diterapkan IFRS tetapi masih terjadi fraud ? 
" Didalam akuntansi terdapat dua jenis kesalahan yaitu kekeliruan atau error dan kecurangan atau fraud ,fraud merupakan tindakan kecurangan yang dilakukan seseorang sehingga dapat menguntungkan diri sendiri,kelompok,atau dapat merugikan pihak lain. Baik itu perorangan,perusahaan,maupun institusi. Fraud dapat terjadi diakibatkan oleh beberapa hal yang mendasarinya, antara lain : 
Faktor umum : 
1.kesempatan 
sebagai akibat dari lemahnya pengendalian internal didalam suatu organisasi 
2. Pengungkapan 
Suatu kecurangan yang terjadi belum dapat langsung terungkap. Sehingga kemungkinan masalah yang sama terjadi lagi.
Faktor individu : 
1.keserakahan 
Faktor ini di pengaruhi oleh pandangan hidup dan lingkungan yang menjadi pembentukan kepribadian seseorang.
2. Kebutuhan 
Adanya tekanan dari luar yang diberikan dapat mengubah pola pikir seseorang untuk melakukan kecurangan.
Menurut Wilopo (2006) untuk mencegah terjadinya fraud dapat dilakukan dengan cara : 
1. Mengefektifkan pengendalian internal termasuk penegakan hukum
2. Memperbaiki sistem pengawasan dan pengendalian 
3. Menerapkan good governance 
4. Memperbaiki moral dari pengelola perusahaan 
5. Menerapkan komitmen terhadap perusahaan negara dan masyarakat.