QUIZ AUDITING

QUIZ AUDITING

oleh Desi Ana -
Jumlah balasan: 0

Nama : desi ana

Npm 18121210144

Jurusan : akuntansi

Maple : auditing

Quis

1.Apakah yang dimaksud dengan auditing !!! Pada statemet definisi ada tingkat kesesuaian antara informasi dan kriteria, jelaskan?

Auditing  adalah Suatu proses sistematis untuk secara objektif mendapatkan dan mengevaluasi bahan bukti mengenai asersi tentang kejadian dan kegiatan ekonomi untuk menyakinkan tingkat keterkaitan antara asersi tersebut dengan kriteria yang telah ditetapkan hasilnya kepada pihak-pihak yang berkepentingan.

Definisi Auditing sesuai dari ASOBAC ( A Statement Of Basic Auditing Concepts ) :Suatu proses sistematis untuk menghimpun dan mengevaluasi bukti-bukti secara obyektifmengenai asersi-asersi tentang berbagai tindakan dan kejadian ekonomi untuk menentukantingkat kesesuaian antara asersi-asersi tersebut dengan kriteria yang telah ditentukan danmenyampaikan hasilnya kepada para pemakai yang berkepentingan.Dari definisi tersebut ada tujuh (7) elemen yang perlu diperhatikan yaitu :

1. Proses yang sistematisRangkaian proses & prosedur yang bersifat logis, terstruktur dan terorganisasi.

2. Menghimpun dan mengevaluasi bukti secara obyektifMengungkapkan fakta apa adanya, tidak bias, tidak memihak dan tidak berprasangka buruk.

3. Asersi-asersi tentang berbagai tindakan dan kejadian ekonomi.Pernyataan tentang tindakan dan kejadian ekonomi yang merupakan hasil proses akuntansidan yang dinyatakan dalam satuan uang dan harus dipertanggung jawabkan olehmanajemen.

4. Menentukan tingkat kesesuaian

5. Kriteria yang ditentukan menuru SAK

6. Menyampaikan hasil-hasilnya.

 7. Para pemakai yang berkepentingan.Meliputi : investor maupun calon investor di pasar modal, pemegang saham

Sedangkan definisi menurut Auditing Practices Committee (APC) dapat disimpulkan menjaditiga (3) elemen fundamental dalam auditing yaitu :

1.Seorang auditor harus independent

2. Auditor bekerja mengumpulkan bukti-bukti untuk mendukung pendapatnya.

3. Hasil pekerjaan auditor adalah laporan (report)

 

2.Auditing vs accounting ... jelaskan perbedaannya. Serta standar yang diampu pada 2 definisi ini.?

Auditing bersifat Analitis sedangkan akuntansi bersifat konstruktif. Auditing dikatakan bersifat analitis karena akuntan publik memulai auditnya dari angka dalam laporan keuangan, lalu dicocokkan dengan neraca saldo, buku besar, buku harian, bukti-bukti pembukuan, dan sub buku besar. Lain halnya dengan akuntansi yang bersifat konstruktif karena  disusun mulai dari bukti-bukti pembukuan, buku harian, buku besar dan sub buku besar, neraca saldo sampai menjadi laporan keuangan

Accounting

Akuntansi dilakukan oleh staf organisasi (bagian akuntansi) dengan berpedoman pada Standar Akuntansi Keuangan Umum (Konvergensi IFRS), atau SAK ETAP, atau SAK Syariah. Sedangkan auditing dilakukan oleh akuntan publik (khususnya financial audit) dengan berpedoman pada Standar Profesional Akuntan Publik, Kode Etik Profesi Akuntan Publik, dan Standar Pengendalian Mutu

Sifat : konstruktif

Proses : bukti transaksi- laporan keuangan

People:acconting officer

Pedoman  standar akuntansi keuangan

 

Auditing

Sifat analisis

Peroses laporan keuangan ΓÇô bukti transaksi

People :Auditor /accountant

Pedoman:standar professional akuntan public

 

3.Pada kode etik profesi akuntan terdapat prinsip integritas ... jelaskan?

1.TANGGUNG JAWAB PROFESI

Dalam melaksanakan tanggung jawabnya sebagai profesional, setiap anggota harus senantiasa menggunakan pertimbangan moral dan profesional dalam semua kegiatan yang dilakukannya.
Sebagai profesional, anggota mempunyai peran penting dalam masyarakat. Sejalan dengan peran tersebut, anggota mempunyai tanggung jawab kepada semua pemakai jasa profesional mereka.

2.KEPENTINGAN PUBLIK

Setiap anggota berkewajiban untuk senantiasa bertindak dalam kerangka pelayanan kepada publik, menghormati kepercayaan publik, dan menunjukan komitmen atas profesionalisme. Satu ciri utama dari suatu profesi adalah penerimaan tanggung jawab kepada publik

3 INTEGRITAS

Untuk memelihara dan meningkatkan kepercayaan publik, setiap anggota harus memenuhi tanggung jawab profesionalnya dengan integritas setinggi mungkin.
Integritas mengharuskan seorang anggota untuk, antara lain, bersikap jujur dan berterus terang tanpa harus mengorbankan rahasia penerima jasa

 4.OBJEKTIVITAS

Setiap anggota harus menjaga obyektivitasnya dan bebas dari benturan kepentingan dalam pemenuhan kewajiban profesionalnya. Obyektivitasnya adalah suatu kualitas yang memberikan nilai atas jasa yang diberikan anggota.Prinsip obyektivitas mengharuskan anggota bersikap adil, tidak memihak, jujur secara intelektual, tidak berprasangka atau bias, serta bebas dari benturan kepentingan atau dibawah pengaruh pihak lain.

5.KOMPETENSI DAN KEHATI-HATIAN PROFESIONAL

Setiap anggota harus melaksanakan jasa profesionalnya dengan berhati-hati, kompetensi dan ketekunan, serta mempunyai kewajiban untuk mempertahankan pengetahuan.
Selain itu juga memiliki ketrampilan profesional pada tingkat yang diperlukan untuk memastikan bahwa klien atau pemberi kerja memperoleh manfaat dari jasa profesional dan teknik yang paling mutakhir.

 6.KERAHASIAAN

Prinsip ini menghormati kerahasiaan informasi yang diperoleh selama melakukan jasa profesional dan tidak boleh memakai atau mengungkapkan informasi tersebut tanpa persetujuan, kecuali bila ada hak atau kewajiban profesional atau hukum untuk 7mengungkapkannya

7.PERILAKU PROFESIONAL Setiap anggota harus berperilaku konsisten dengan reputasi profesi yang baik dan menjauhi tindakan yang dapat mendiskreditkan profesi.
Kewajiban untuk menjauhi tingkah laku yang dapat mendiskreditkan profesi harus dipenuhi sebagai perwujudan tanggung jawabnya kepada penerima jasa, pihak ketiga, anggota yang lain, staf, pemberi kerja dan masyarakat umum.

 8.STANDAR TEKNISSetiap kegiatan harus mengikuti standar teknis dan standar profesional yang relevan. Sesuai dengan keahliannya dan dengan berhati-hati, berkewajiban untuk melaksanakan penugasan dari penerima jasa selama penugasan tersebut sejalan dengan prinsip integritas dan obyektivitas

 

4.Pada pengambilan bukti harus relevan dan dapat diuji. Jelaskan arti kedua istilah ini?

Relevansi

Relevansi mengacu pada seberapa membantu informasi akuntansi tersebut untuk proses pengambilan keputusan keuangan. Kualitas informasi akuntansi menjadi relevan jika memenuhi unsur :

Predictive Value : membantu memprediksi hasil-hasil yang akan diperoleh di masa-masa yang akan datang.

Confirmatory Value : membantu mengkonfirmasi kebenaran ekpektasi sebelumnya.

Informasi akuntansi akan menjadi relevan jika dapat memberikan informasi yang bermanfaat tentang peristiwa di masa lalu dan membantu memprediksi peristiwa masa depan Hal ini penting dalam mengambil tindakan untuk menghadapi kemungkinan yang terjadi di masa depan.

Dapat diuji (Realibilitas)

Realibilitas, juga dikenal sebagai keandalan. Hal ini menunjukan sejauh mana informasi secara akurat mencerminkan sumber daya perusahaan, perputaran modal, transaksi, dan lain-lain.  Faktor ini adalah untuk membantu memberikan gambaran nyata atau realita yang tersaji dalam informasi akuntansi. Kualitas informasi akuntansi menjadi reability jika memenuhi unsur :

Lengkap (Completeness) – Laporan keuangan tidak boleh mengecualikan transaksi apa pun dan semua informasi yang penting tersaji sesuai kriteria penyajian secara wajar

Netral (Neutrality) – Informasi laporan keuangan tidak dibuat atas dasar kepentingan salah satu pihak. Baik eksternal maupun Internal

Bebas dari kesalahan (Free from error) – Sejauh mana informasi bebas dari kesalahan.

Sebagai contoh, perusahaan yang mengalami penjualan yang besar dalam kuartal pertama dan menyajikan laporan ini kepada kreditur. Laporan yang relevan membantu pengambilan keputusan para kreditur untuk memperbesar nilai kredit bagi perusahaan.

5.Sebutkan tanggung jawab profesi akuntan publik.

1.tanggung jawab moral(moral responsibility) : bertanggung jawab untuk memberikan inforasi secara lengkap dan jujur mengenai perusahaan yang diaudit kepada pihak berwenang atas informasi tersebut.dan mengambil keputausan yang bijaksana dan objektif dengan kemahiran prefosianal.

2.tanggung jawab profesioanal( professional resposiblity) akuntan harus memilki rasa tanggung jawab profesioanal terhadap asosiasi profesi

3.tangung jawab hukum (legal responsibility)

Akuntanisi public harus memilki tanggung jawab diluar  batas standar profesinya yaitu tanggung jawab terkait dengan hukum yang berlaku.

 

6.Jelaskan 6 ancamana yang ada pada kode etik profesi akuntan public?

Ancancaman kepentingan pribadi (self interst threat)

Yaitu suatu ancaman yang terkait dengan kepentingan keuangan atau kepentingan lainyang mempengaruhi pertimbangan atau perilaku akuntan public atau cpa yang tidak layak.

Acaman telaah pribadi yaitu ancaman yang terjadi dari akuntan public atau cpa yang tidak dapat secara teoat melakukan evaluasi atas pertimpangan yang dibuat

Acaman advokasi ancaman yang terjadi Ketika cpa mendukung posisi kliean atau entitas tempat bekerja sampai pada titik yang mengurangi objectivitas akuntan public

Ancaman kedekatan ancaman yang terjadi karena hubungan yang lama atau hubungan yang dekat dengan klien atau pemeberi kerja sehingga  mudah menerima hasil pekerjaan mereka

Ancaman intimidasi anacaman yang terjadi Ketika akuntan public atau cpa dihalangi untuk bertindak secara objektif karena tekanan yang nyata atau tekanan yang dirasakan upaya memengaruhi secara tidak semestinya.

 

7.Alasan audit laporan keuangan ?? Apakah audit sifatnya wajib.

Alas an audit laporan keuangan yaitu:

untuk mengtahusi kondisi keuangan perusahan

memenuhi kewajiban kepatuhan terhadap audit

mengetahui informasi perusahaan

Apakah audit sifatnya wajib.?

Menurut saya wajib  karema laporan keungan telah ditetap kan oleh uud perseoan no 40 tahun 2007 pasal 68 wajib melakukan audit

8.Management audit vs audit kepatuhan ... jelaskan perbedaannya

Karakteristik audit management: menemukan penyebab kelemahan menganalisis akibat,menentukan perbaikan program /aktivitas perusaan.

Audit keuangan:audit data akuntansi ,proses pencatatan dan laporan akuntasi atau keuanagan

 

Keluasan audit management :keseluruhan aspek manajemen baik yang bersifat kuantitatif maupun kualitatif

Audit keunagan:cendrung keaspek data keuangan (financial)

 

Ruang likup audit management : keseluruhan fungsi management dan unit terkait ,mencapai keseluruahan aktivitas,program ,keluasan audit bergantung pengendaliaan management,

Audit keuangan :data akuntansi dan proses penyajiaan laporan yang disajikan management ,keluasan audit bergantung pada efectivitas pengemdalian internal perusahaan.

 Dasar yuridis akuntansimanagemnt: berdasarkan keperduliaan management untuk memperbaiki program.

Akuntansi keuangan :keharusan menyampaikan laporan keuangan yang telah diaudit (akuntan public).

9.5 komponen pengendalian internal  COSO ... jelaskan

1. Lingkungan Pengendalian (Control Environment)

Merupakan susunan dari standar, proses dan struktur yang menyediakan dasar untuk terlaksananya pengendalian internal dalam organisasi. Lingkungan pengendalian mencakup standar, proses, dan struktur yang menjadi landasan terselenggaranya pengendalian internal di dalam organisasi secara menyeluruh

2.Penilaian Risiko (Risk Assessment)

Penilaian risiko melibatkan proses yang dinamis dan berulang (iterative) untuk mengidentifikasi dan menganalisis risiko terkait pencapaian tujuan. Risiko yang dihadapi organisasi bisa bersifat internal (berasal dari dalam) ataupun eksternal (bersumber dari luar)

3.Kegiatan Pengendalian (Control Activities)

Kegiatan pengendalian mencakup tindakan-tindakan yang ditetapkan melalui kebijakan dan prosedur untuk membantu memastikan dilaksanakan arahan manajemen dalam rangka meminimalkan risiko atas pencapaian tujuan. Kegiatan pengendalian dilaksanakan pada semua tingkat organisasi, pada berbagai tahap proses bisnis, dan pada konteks lingkungan teknologi. Kegiatan pengendalian ada yang bersifat preventif atau detektif dan ada yang bersifat manual atau otomatis. Contoh kegiatan pengendalian adalah otorisasi dan persetujuan, verivikasi, rekonsiliasi, dan revie kenerja

 4.Informasi dan komunikasi (information and communication)

Organisasi memerlukan informasi demi terselenggaranya fungsi pengendalian intern dalam mendukung pencapaian tujuan. . Manajemen harus memperoleh, menghasilkan, dan menggunakan informasi yang relevan dan berkualitas, baik yang berasal dari sumber internal maupun eksternal, untuk mendukung komponen-komponen pengendalian internal lainnya berfungsi sebagaimana mestinya

5.Kegiatan Pemantauan (Monitoring Activites)

Komponen ini merupakan satu-satunya komponen yang berubah nama. Sebelumnya komponen ini hanya disebut pemantau (monitoring). Perubahan ini dimaksudkan untuk memeprluas persepsi pemantauan sebagai rangkaian aktivitas yang dilakukan sendiri dan juga sebagai bagian dari masing-masing empat komponen pengendalian intern lainnya. Kegiatan pemantauan mencakup evaluasi berkelanjutan, evaluasi terpisah, atau kombinasi dari keduanya yang digunakan untuk memastikan masing-masing komponen pengendlaian intern ada dan berfungsi sebagaimana mestinya.

 

10.Apabila terdapat audit PT aBC per 31 Des dengan temuan sebagai berikut bahwa ada perubahan atas kebijakan akuntansi yang ada. Jelas opini yang berikan atas pemeriksaan laporan keuangan tersebut.?

Pedapat wajar degan pengecualian (qualified opinion)

Karena si audit menyatakan opini perubahaan atas kebijakan akuntansi yang ada sehingga penemuan tersebut bisa dikatakan wajar karena peubahan atas kebijakan audit.