Jawaban Pertanyaan Pertama :
Inovasi sistem komputerisasi laporan keuangan memang suatu ide yg bagus dan patut di terapkan disuatu perusahaan, namun selaku pemilik perusahaan yg dalam kasus ini yaitu Galang dan Tamara Raharjo harus ikut andil dalam pembuatan sistem komputerisasi laporan keuangan. Programmer sudah baik memberikan inovasi dan mampu membuat suatu sistem baru dalam kasus ini sistem komputerisasi laporan keuangan yg manfaat salah satunya dapat mempermudah pekerjaan akuntan, namun selaku pemilik perusahaan wajib mengawasi dan memberikan masukan yg tepat agar sistem yg dibuat bisa berjalan semestinya sesuai dengan teori akuntansi yg ada. Programmer tidak bisa sepenuhnya disalahkan karena di dalam kasus ini, Galang dan Tamara selaku pemimpin perusahaan tidak ikut mengawasi programmer dalam proses pembuatan sistem komputerisasi laporan keuangan perusahaan, sehingga menyebabkan terjadinya kesalahan pada sistem tersebut.Jawaban Pertanyaan Kedua :
Akun perlengkapan tidak mungkin bersaldo akhir kredit. Hal ini karena menurut teori akuntansi dasar, akun aset memiliki saldo normal di debet dan akun perlengkapan merupakan golongan aset sehingga saldo akhir akun perlengkalan harus di debet atau saldo akhir sama dengan 0. Alasan lain adalah karena pengurangan aset tidak bisa melebihi dari nilai aset itu sendiri. Sebagai contoh, perusahaan punya aset mobil senilai 100 juta, kalau mobil itu rusak dan tidak terpakai lg maka nilai pengurangan asetnya tidak akan melebihi dari 100 juta.