npm : 1812120144
1.Jelaskan tujuan audit atas piutang dagang dari kasus di atas ?
Dalam kasus di atas bahwa :
1.Untuk mengetahui ada kecurangan atau tidak didalam  pelaporan keuangan
2.Untuk mengetahui apakah terdapat pengendalian intern (internal control) yang baik atas piutang dan transaksi penjualan, piutang dan penerimaan kas
3 Untuk memeriksa collectibility (kemungkinan tertagihnya) piutang dan cukup tidaknya perkiraan allowance for bad debts (penyisihan piutang tak tertagih)
4.Untuk mengetahui apakah ada kewajiban bersyarat (contingent liability) yang timbul    karena pendiskontoan wesel tagih (notes receivable)
 5.Untuk memeriksa apakah penyajian piutang di neraca sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku Standar Akuntansi Keuangan.
2.    Apakah pengendalian internal atas transaksi piutang diatas telah berfungsi dengan baik!
Menurut saya cukup baik karena di dalam kasus tersebut ada knfirmasi antara pihak pemeriksa dengan bank lalu meminta bukti lapran -laporan dokumen laporan kegiatan usaha, laporan transaksi atau rekening Bank (TP Perbankan).serta adaya pemeriksaa bukti -bukti peerimaa dan pemeriksaan antara jumlah saldo neraca dengan kas tidak seimbang.
3 Jelaskan langkah-langkah apa saja (prosedur audit) yang harus anda lakukan untuk men-jelaskan kelima komentar tersebut di atas ! Masing-masing kasus dengan 2 prosedur audit.?
1) Perencanaan Jadwal Audit. Bagian terpenting dari suatu proses Audit yang baik adalah memiliki Jadwal Audit yang tersedia untuk membiarkan semua orang tahu kapan setiap proses akan diaudit selama siklus yang akan datang (biasanya jadwal tahunan). 
2) Perencanaan Proses Audit. Langkah pertama dalam perencanaan audit adalah mengkonfirmasi dengan pemilik proses kapan audit akan dilakukan. Rencana diatas lebih kepada pedoman seberapa sering proses akan diaudit dan kapan kira-kira akan dilakukan, tetapi dengan mengkonfirmasi memungkinkan auditor dan pemilik proses untuk berkolaborasi dalam menentukan waktu terbaik dan secara bersama-sama meninjau proses yang ada.
4) Pelaporan Audit. Pertemuan penutupan dengan pemilik proses adalah suatu keharusan untuk memastikan bahwa aliran informasi tidak tertunda. Pemilik proses ingin tahu apakah ada kelemahan yang perlu ditangani, dan juga untuk mengetahui jika ada proses yang bisa di Improve. Ini harus diikuti dengan catatan tertulis sesegera mungkin untuk memberikan informasi dalam format yang lebih permanen untuk membuat tindak lanjut dari informasi tersebut.
5) Tindak lanjut atas Masalah atau Perbaikan yang ditemukan. Seperti banyak standar manajemen mutu, tindak lanjut merupakan salah satu langkah penting. Jika masalah telah ditemukan dan tindakan lanjut perbaikan telah dilakukan, lalu memastikan bahwa temuan tersebut telah diperbaiki dan itumerupakan kunci dari perbaikan. Jika improvement telah selesai dilakukan, kemudian proses berikutnya adalah melihat berapa banyak proses telah meningkat dari sebelumnya.
terimaksih