PENYAMPAIAN PENDAPAT/TANGGAPAN INDIVIDU

PENYAMPAIAN PENDAPAT/TANGGAPAN INDIVIDU

Jumlah balasan: 24

Berikan tanggapan Anda tentang : "Bagaimana cara merealisasikan masyarakat yang berfilsafat Pancasila khususnya pada saat pendemi covid 19"?

Berikan tanggapan Anda di forum diskusi LMS 

DIWAJIBKAN MEMBERIKAN TANGGAPAN MELALUI LMS.

MOHON DIPERHATIKAN BATAS AKHIR TANGGAL DAN WAKTU TERAKHIR PENGIRIMAN !!! 


Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: PENYAMPAIAN PENDAPAT/TANGGAPAN INDIVIDU

oleh ramadhani saputra -
Nama :Ramadhani saputra
Npm. :2011010084
Dalam keadaan saat ini, suatu bangsa dituntut untuk menunjukkan nilai-nilai terbaik dari ideologi kebangsaan untuk dapat mengatasi tantangan pandemi COVID-19. Keadaan ini mengandung semua nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dalam Pancasila, yaitu efektivitas pemerintahan yang berpadu dengan kepercayaan dan kepatuhan rakyat terhadap semua ketentuan yang diterbitkan pemerintah, serta kesadaran pada masyarakat untuk menghubungkan kepentingan perorangan dengan kepentingan masyarakat, yakni dengan menjauhi sikap egosentris yang hanya memikirkan diri sendiri. Hal tersebut dapat diimplementasikan dengan keputusan tetap berada di rumah, tidak bepergian, dan menghindari kerumunan.


Nilai-nilai lainnya yang merupakan cerminan dalam kearifan lokal yang terkandung dalam Pancasila adalah gotong royong atau kebersamaan. Pada gilirannya nanti, perwujudan dari nilai-nilai yang terkandung dalam kearifan lokal bukan saja menunjukkan keberhasilan melaksanakan gotong royong, tetapi juga dalam penyelenggaraan fungsi pemerintahan mewujudkan ketahanan nasional. Ketahanan nasional adalah upaya untuk mendayagunakan seluruh potensi dan aset bangsa guna mengatasi ancaman, gangguan, hambatan, dan tantangan. ΓÇ£Apabila ketahanan nasional diwujudkan melalui sumbangan masing-masing perseorangan, kita dapat segera memulihkan kondisi dari ancaman pandemi COVID-19,ΓÇ¥
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: PENYAMPAIAN PENDAPAT/TANGGAPAN INDIVIDU

oleh Audina Tazkia -
Nama: Audina Tazkia
NPM: 2011010090
Kelas: 2TI-P3

Menurut saya pada masa pandemi (covid-19) seperti ini Pentingnya pemahaman dan implementasi nilai-nilai Pancasila terhadap masyarakat diperlukan untuk meyakinkan masyarakat bahwa mengurangi kontak fisik dan pergi keluar rumah merupakan salah satu hal yang termasuk dalam menerapkan nilai Pancasila.

Adapun Pancasila sebagai dasar negara dan juga sebagai ciri khas bangsa Indonesia tidak bisa dilepaskan dalam aktivitas masyarakat dalam melakukan kegiatan sehari-hari serta dalam menangani sebuah masalah. Karena nilai material yang ada dalam Pancasila merupakan bagian dari sifat dan pribadi bangsa Indonesia.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: PENYAMPAIAN PENDAPAT/TANGGAPAN INDIVIDU

oleh Syifa Salma Della -
Nama : Syifa Salma Della
NPM : 2011010112

Efektivitas pemerintahan yang berpadu dengan kepercayaan dan kepatuhan rakyat terhadap semua ketentuan yang diterbitkan pemerintah, serta kesadaran pada masyarakat untuk menghubungkan kepentingan perorangan dengan kepentingan masyarakat, yakni dengan menjauhi sikap egosentris yang hanya memikirkan diri sendiri. Hal tersebut dapat diimplementasikan dengan keputusan tetap berada di rumah, tidak bepergian, dan menghindari kerumunan.
Pancasila menjadi modal bagi bangsa ini untuk mengatasi pandemi Covid-19. Kita bisa melihat gerakan gotong royong di semua lapisan bangsa. Ini membuktikan bahwa jiwa dan roh Pancasila telah diaplikasikan dalam cara berpikir, bertindak, berelasi anak bangsa dan mewujudkan nilai kemanusian dan solidaritas.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: PENYAMPAIAN PENDAPAT/TANGGAPAN INDIVIDU

oleh Indri Mada Aprilia -
Nama : Indri Mada Aprilia 
NPM   : 2011010086

Pancasila sebagai dasar filsafat dan pandangan hidup bangsa mestinya menjadi landasan kukuh kita sebagai bangsa keluar dari ancaman virus korona yang mematikan. 75 tahun yang lampau, Soekarno berpidato dalam rapat pertama Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Pidato Bung Karno itu kemudian resmi dinyatakan sebagai hari lahir Pancasila oleh Presiden Joko Widodo melalui Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2016.

Dalam pidatonya, Bung Karno mengatakan Negara Indonesia yang kita dirikan haruslah negara gotong royong. Dalam pandangan Soekarno, gotong royong ialah paham yang dinamis, lebih dinamis daripada kekeluargaan. ΓÇ£Gotong royong adalah pembanting tulang bersama, pemerasan keringat bersama, perjuangan bantu-binantu bersama. Amal semua buat kepentingan semua, keringat semua buat kebahagiaan semua.ΓÇ¥ Nilai-nilai gotong royong yang dikobarkan Bung Karno itulah yang saat ini sangat dirasakan di tengah masyarakat. Ada perasaan senasib, sepenanggungan, dan kekeluargaan di kalangan masyarakat dalam upaya mempertahankan kehidupan bersama. Perasaan senasib itu diungkapkan lewat perbuatan nyata dengan membantu sesama.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: PENYAMPAIAN PENDAPAT/TANGGAPAN INDIVIDU

oleh mutia putri -
NAMA : MUTIA PUTRI AGUSTIN
NPM : 2011010082

Implementasi ΓÇ£Gotong RoyongΓÇ¥ di Tengah Pandemi

Sudah memasuki bulan ketiga sejak kasus pertama COVID-19 ditemukan di Indonesia. Sejak saat itu peningkatan pasien yang terinfeksi positif virus ini berkembang sangatlah cepat. Per tanggal 31 Mei 2020, jumlah pasien yang terinfeksi virus ini mencapai 26.473 kasus, sedangkan di Bali sendiri mencapai 465 kasus positif. Berbagai usaha dilakukan oleh semua kalangan, bahu-membahu, mengimplementasikan ΓÇ£gotong royongΓÇ¥ dalam usaha meringankan beban sesama yang terkena dampak COVID-19. Mulai dari donasi langsung, konser amal berbasis daring, pentas puisi berbasis daring, sampai webinar dilakukan guna menggalang dana yang nantinya akan disalurkan ke pihak-pihak yang membutuhkan seperti tenaga kesehatan yang dibekali berbagai vitamin dan Alat Pelindung Diri (APD) sampai masyarakat kecil yang akan diberikan sembako. Semua dilakukan secara suka rela, tanpa paksaan, bersama-sama. Tentu ini merupakan implementasi nyata dari gotong royong.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: PENYAMPAIAN PENDAPAT/TANGGAPAN INDIVIDU

oleh Teuku Dava Revanza -
Nama : Teuku Dava Revanza
NPM : 2011010108

Pada masa pandemi seperti ini masyarakat da pemeritah harus berkerja sama, yaitu dengan masyarakat mengikuti protokol kesehatan yang sudah diberikan oleh pemerintah. dan kesadaran masyarakat untuk tidak egois dan mementingkan kepentingan masyarakat dengan keputusan tetap berada di rumah, tidak bepergian, dan menghindari kerumunan.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: PENYAMPAIAN PENDAPAT/TANGGAPAN INDIVIDU

oleh rizka risanti rumlus -
Nama : Rizka Risanti Rumlus
NPM : 1811010116

Dalam keadaan saat ini, suatu bangsa dituntut untuk menunjukkan nilai-nilai terbaik dari ideologi kebangsaan untuk dapat mengatasi tantangan pandemi COVID-19. Keadaan ini mengandung semua nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dalam Pancasila, yaitu efektivitas pemerintahan yang berpadu dengan kepercayaan dan kepatuhan rakyat terhadap semua ketentuan yang diterbitkan pemerintah, serta kesadaran pada masyarakat untuk menghubungkan kepentingan perorangan dengan kepentingan masyarakat, yakni dengan menjauhi sikap egosentris yang hanya memikirkan diri sendiri. Hal tersebut dapat diimplementasikan dengan keputusan tetap berada di rumah, tidak bepergian, dan menghindari kerumunan.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: PENYAMPAIAN PENDAPAT/TANGGAPAN INDIVIDU

oleh Yessindah Citra Raya -
NAMA : YESSINDAH CITRA RAYA
NPM : 2011010094
KELAS : 2TI-P3

Dalam proses perjalanan waktu, peringatan hari lahir Pancasila tiap tanggal 1 Juni dapat dijadikan momentum untuk mempertegas lagi posisi Pancasila sebagai benteng pertahanan dan rumah bersama kebangsaan. Sebagai benteng pertahanan dapat diaktualisasikan dengan implementasi pada nilai-nilai luhur Pancasila, seperti persatuan dan toleransi sebagai kekuatan penangkal terhadap gempuran ideologi lain yang bertentangan dengan kepribadian bangsa Indonesia.
Pemerintah Indonesia telah mengamanatkan kepada semua masyarakat untuk mengurangi kegiatan dari luar rumah yang menyebabkan banyak terjadinya kontak fisik. Hal itu dilakukan agar korban yang terjangkit covid-19 tidak bertambah selama maraknya penyebaran virus yang terjadi di sebagian besar daerah di Indonesia. Pentingnya pemahaman dan implementasi nilai-nilai Pancasila terhadap masyarakat diperlukan untuk meyakinkan masyarakat bahwa mengurangi kontak fisik dan pergi keluar rumah merupakan salah satu hal yang termasuk dalam menerapkan nilai Pancasila.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: PENYAMPAIAN PENDAPAT/TANGGAPAN INDIVIDU

oleh Indah Pratiwi -
Nama : Indah Pratiwi
Kelas : 2TI-P3
Npm : 2011010109

Pancasila yang menjadi falsafah hidup masyarakat Indonesia, menjadi kompas dalam menjalankan hidup di negara Indonesia, bahkan setiap manusia yang lahir di tanah air tanpa disadari sudah menjadikan Pancasila sebagai nilai dasar kehidupan. Sudah barang tentu juga hal tersebut menjadi alasan mengapa masyarakat Indonesia memiliki simpati dan empati yang begitu besar kepada sesama. Dalam setiap tindakan yang dilakukan oleh berbagai kalangan di Indonesia pada masa pandemi ini tentu juga mencerminkan masing-masing butir Pancasila.

Dan kita sebagai warga indonesia yang terkenal dengan kegotongroyongannya harus saling bergotong royong dalam mencegah penyebaran covid 19 dengan cara menghindari kontak fisik, membantu donasi kepada saudara kita yang terjangkit covid-19, dan kita harus mematuhi peraturan pemerintah.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: PENYAMPAIAN PENDAPAT/TANGGAPAN INDIVIDU

oleh Welda Syahfira -
Nama : Welda Syahfira
Npm. : 2011010096

Menurut saya dalam merealisasikan Pancasila pada masa masa pandemi ini yaitu mempertahankan hakikat tiap butir Pancasila. Dari nilai ketuhanan, mengikuti setiap perintah agama masing-masing. Dari nilai kemanusiaan, saling tolong-menolong. Dari nilai persatuan, tidak membuat keributan yang memecah belah. Dari nilai kerakyatan, mengikuti anjuran pemerintah. Dari nilai keadilan, bersikap adil dalam bersikap apapun itu
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: PENYAMPAIAN PENDAPAT/TANGGAPAN INDIVIDU

oleh Herika Risky Dinanti -
Nama :Herika Risky Dinanti
NPM : 201100097

Pancasila dengan nilai-nilai keagamaan, kemanusiaan, persatuan, permusyawaratan, dan keadilan sosial telah terbukti mampu menjadi landasan hidup bagi bangsa Indonesia. Kini, di tengah pandemi virus Corona atau Covid-19, nilai-nilai Pancasila ini diyakini bisa menjadi modal besar dalam melawan penyebaran virus mematikan ini. Pancasila menjadi modal bagi bangsa kita ini untuk mengatasi pandemi Covid-19. Kita bisa melihat gerakan gotong royong di semua lapisan bangsa. Ini membuktikan bahwa jiwa dan roh Pancasila telah diaplikasikan dalam cara berpikir, bertindak, berelasi anak bangsa dan mewujudkan nilai kemanusian dan solidaritas," ujar Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Romo Benny Susetyo, Jumat (5/6).
Ia mengungkapkan nilai kemanusiaan dan semangat gotong royong harus terus dipupuk dan digalakkan. Tidak hanya dalam melawan Covid-19, tetapi dalam melawan berbagai bencana. Karena pada dasarnya,gotong royong adalah roh bangsa ini. Tanpa diperintah pun, masyarakat langsung melakukannya. Semangat ini harus terus digelorakan, tidak hanya saat pandemi Corona, tetapi nanti jika wabah ini sudah berakhirpun gotong royong harus tetap dilestarokan.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: PENYAMPAIAN PENDAPAT/TANGGAPAN INDIVIDU

oleh CHANDRY VIVIA KHOIRUNNISA -
Nama : Chandry Vivia Khoirunnisa
Npm : 2011010105

Dalam keadaan saat ini, suatu bangsa dituntut untuk menunjukkan nilai-nilai terbaik dari ideologi kebangsaan untuk dapat mengatasi tantangan pandemi COVID-19. Keadaan ini mengandung semua nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dalam Pancasila, yaitu efektivitas pemerintahan yang berpadu dengan kepercayaan dan kepatuhan rakyat terhadap semua ketentuan yang diterbitkan pemerintah, serta kesadaran pada masyarakat untuk menghubungkan kepentingan perorangan dengan kepentingan masyarakat, yakni dengan menjauhi sikap egosentris yang hanya memikirkan diri sendiri. Hal tersebut dapat diimplementasikan dengan keputusan tetap berada di rumah, tidak bepergian, dan menghindari kerumunan.

Pada akhirnya berhasil atau tidaknya mengatasi pandemi COVID-19 akan sangat tergantung dari usaha perseorangan membangun daya tahan tubuh yang pada hakikatnya merupakan ketahanan perseorangan sebagai titik awal membangun ketahanan nasional. Oleh karena itu agar membangun ketahanan nasional diawali dari diri sendiri, ketahanan diri, yang memberi kontribusi bagi ketahanan masyarakat yang merupakan pelaksanaan dari nilai gotong royong sebagai nilai inti dari Pancasila.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: PENYAMPAIAN PENDAPAT/TANGGAPAN INDIVIDU

oleh muhammad isa ahdiatullah -
Muhammad isa ahdiatullah
2011010095

Pentingnya pemahaman dan nilai-nilai Pancasila terhadap masyarakat diperlukan untuk meyakinkan masyarakat bahwa tidak adanya pola pikir radikal yang mana termasuk dalam menerapkan nilai Pancasila.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: PENYAMPAIAN PENDAPAT/TANGGAPAN INDIVIDU

oleh ZUZLIFATUL ADNAN -
Nama : Zuzlifatul Adnan
NPM : 2011010104

Dalam keadan pandemi saat ini cara merealisaikan Pancasila yaitu Bergotong royong dalam mengurangi penyebaran Virus Covid -19 dengan cara mematuhi protocol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, membantu sesame masyarakat untuk bertahan mengahadapi pandemi.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: PENYAMPAIAN PENDAPAT/TANGGAPAN INDIVIDU

oleh tegar ramadani -
Nama : Tegar Ramadani
NPM : 2011010092

PANCASILA sebagai dasar negara, ideologi bangsa, dan pandangan hidup bangsa sejatinya harus mampu memandu dan menjawab segala macam tantangan dinamika kehidupan bangsa. Termasuk saat menghadapi pandemi Covid-19, yang telah membawa perubahan drastis dan dramatis dalam segala aspek kehidupan bangsa, tidak hanya kesehatan.
Agar NKRI ini tidak "ambyar" oleh pandemi Covid-19, maka seluruh komponen bangsa wajib memahami, menghadirkan, menginternalisasi dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam semua aspek kehidupan termasuk dalam memasuki peradaban baru, yang disebut era new normal (kenormalan baru). Di kehidupan normal baru, kebiasaan dan nilai baru bakal menggantikan kebiasaan lama setelah perubahan dramatis itu terjadi.
Maka dari itu, para pejabat otoritatif penentu kebijakan, akademisi, tokoh politik, dan opinion er mencoba menginterpretasi dan mengonstruksi makna new normal dalam tataran kebijakan dan implementasinya tentu dengan acuan utamanya adalah protokol kesehatan.
Pada wilayah tertentu, kita masih melihat jelas kehadirannya sehingga perlu upaya pendisiplinan secara masif agar protokol kesehatan tetap berjalan secara ketat.
Di era new normal, manusia tidak bisa lagi bersikap dan bertindak egosentris. Sejatinya persaingan keras yang saling mendominasi untuk kepentingan sepihak dan kelompok, sesungguhnya hanya akan melahirkan peperangan yang tidak bisa dimenangkan oleh siapa pun.
Oleh karena itu, perlu kehadiran strategi kebangsaan yang didasari nilai Pancasila dalam wujud nilai gotong-royong segenap komponen bangsa untuk bersama-sama menghadapi setiap masalah bangsa.
Gotong-royong dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara senantiasa dilandasi oleh nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan yang merupakan saripati nilai-nilai Pancasila adalah tugas kita semua, mengaktualkan nilai gotong royong dalam semua dimensi kehidupan, agar Pancasila mampu hadir disetiap dinamika perkembangan zaman.
Gotong-royong juga harus menjadi paradigma normal baru, yang merupakan cara berpikir yang memandu perilaku untuk menanggulangi masalah dengan mengadaptasi nilai baru, realitas baru yang senantiasa berubah dinamik.
Dalam konteks perang melawan Covid-19, seluruh bangsa harus memiliki cara berpikir yang sama bahwa pandemi harus diatasi bersama-sama bukan semata-mata tugas pemerintah .
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: PENYAMPAIAN PENDAPAT/TANGGAPAN INDIVIDU

oleh Ismail Marzuki -
Dalam keadaan pandemi covid-19 ini, suatu bangsa dituntut untuk menunjukkan nilai-nilai terbaik dari ideologi kebangsaan untuk dapat mengatasi tantangan pandemi COVID-19. Keadaan ini mengandung semua nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dalam Pancasila, yaitu efektivitas pemerintahan yang berpadu dengan kepercayaan dan kepatuhan rakyat terhadap semua ketentuan yang diterbitkan pemerintah, serta kesadaran pada masyarakat untuk menghubungkan kepentingan perorangan dengan kepentingan masyarakat, Dalam konteks perang melawan Covid-19, seluruh bangsa harus memiliki cara berpikir yang sama bahwa pandemi harus diatasi bersama-sama bukan semata-mata tugas pemerintah .

Nilai-nilai lainnya yang merupakan cerminan dalam kearifan lokal yang terkandung dalam Pancasila adalah gotong royong atau kebersamaan. Nilai-nilai yang terkandung dalam kearifan lokal bukan saja menunjukkan keberhasilan melaksanakan gotong royong, tetapi juga dalam penyelenggaraan fungsi pemerintahan mewujudkan ketahanan nasional.

Strategi ke depan yang masih harus terus dilakukan ialah bagaimana meningkatkan stamina dan imunitas masyarakat, disiplin diri, dan kesadaran kolektif masyarakat mencegah penyebaran Covid-19.Maka dari itu, perlu kekuatan bersama untuk saling mengingatkan dan mengedukasi untuk patuhi norma hidup baru mengacu protokol kesehatan. Menjadi pahlawan untuk melindungi diri kita sendiri, keluarga, dan lingkungan. Berdamai bukan berarti menyerah, melainkan beradaptasi menghadirkan peluang terbaik untuk bertahan hidup, kemudian bangkit dan menang lawan Covid-19.

Oleh karena itu, pemerintah dan semua lembaga mengajak seluruh saudara sebangsa agar membangun diawali dari diri sendiri, ketahanan diri, yang memberi kontribusi bagi ketahanan masyarakat yang merupakan pelaksanaan dari nilai gotong royong sebagai nilai inti dari Pancasila
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: PENYAMPAIAN PENDAPAT/TANGGAPAN INDIVIDU

oleh Kalingga Padel Muhamad -
Nama : Kalingga Padel Muhamad
NPM : 2011010098
KELAS: 2TI-P3

Tetap menjalakan ibadah sesuai protokol kesehatan yang berlaku di daerah masing masing, tidak berlebihan saat membeli masker dll, mengikuti aturan yang di terapkan pemerintah
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: PENYAMPAIAN PENDAPAT/TANGGAPAN INDIVIDU

oleh ADRYAN SUTTAMA -
Pancasila menjadi modal bagi bangsa ini untuk mengatasi pandemi Covid-19. Kita bisa melihat gerakan gotong royong di semua lapisan bangsa. Ini membuktikan bahwa jiwa dan roh Pancasila telah diaplikasikan dalam cara berpikir, bertindak, berelasi anak bangsa dan mewujudkan nilai kemanusian dan solidaritas, CARA penerapannya yang paling utama tergantung pemerintahannya.
Proses menanggulangi pandemi COVID-19 yang tidak mudah, membuat pemerintah memberlakukan kebijakan-kebijakan seperti Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), isolasi lokal, larangan bepergian, serta pemberian bantuan pada masyarakat yang mengandalkan penghasilan harian. Namun, semua upaya pemerintah berarti banyak jika tidak mendapat dukungan dari semua pihak dan semuanya itu kembali lagi pada kesadaran masyarakat.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: PENYAMPAIAN PENDAPAT/TANGGAPAN INDIVIDU

oleh indra effendy -
Nama : Indra Effendy
Kelas : 2TI P3
Npm : 2011010103

Nilai-nilai gotong royong yang dikobarkan Bung Karno itulah yang saat ini sangat dirasakan di tengah masyarakat. Ada perasaan senasib, sepenanggungan, dan kekeluargaan di kalangan masyarakat dalam upaya mempertahankan kehidupan bersama. Perasaan senasib itu diungkapkan lewat perbuatan nyata dengan membantu sesama. Sejak pandemi covid-19 dinyatakan sebagai bencana nasional pada 13 April, berbagai upaya telah dilakukan pemerintah sampai diberlakukan pembatasan sosial berskala besar. Intinya ialah bekerja dari rumah, belajar dari rumah, dan beribadah di rumah.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: PENYAMPAIAN PENDAPAT/TANGGAPAN INDIVIDU

oleh Agung prima Singgih -
Nama : Agung Prima Singgih
NPM : 2011010087
Kelas : 2TI-P3

cara merealisasikan pancasila dalam masa pandemi seperti ini yaitu, tetap melakukan ibadah dengan protokol kesehatan, saling bekerja sama antar masyarakat dalam memutus penyebaran virus COVID-19 dengan cara membagikan masker ke warga sekitar, mematuhi protokol kesehatan.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: PENYAMPAIAN PENDAPAT/TANGGAPAN INDIVIDU

oleh Hapizd Asari -
Nama : Hapizd Asari
NPM : 2011010113

Menurut saya di tengah pandemi COVID-19 yang melanda hampir seluruh dunia, termasuk Indonesia, Pancasila sebagai landasan kokoh Indonesia harus dan dapat diterapkan dalam upaya mengurangi kecemasan dan ketakutan masyarakat. Jika dipraktikkan dengan sepenuh hati, kelima prinsip tersebut merupakan senjata ampuh untuk melawan setiap rintangan yang diakibatkan oleh COVID-19. salah satunya yaitu seluruh masyarakat harus bekerja sama untuk stop penyebaran covid-19 dengan cara mematuhi protocol kesahatan yaitu memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, dan menghindari kontak fisik secara langsung.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: PENYAMPAIAN PENDAPAT/TANGGAPAN INDIVIDU

oleh Niluh putu erna safitri -
Nama :niluh putu erna safitri
Npm:2011010099
PANCASILA sebagai dasar negara, ideologi bangsa, dan pandangan hidup bangsa sejatinya harus mampu memandu dan menjawab segala macam tantangan dinamika kehidupan bangsa. Termasuk saat menghadapi pandemi Covid-19, yang telah membawa perubahan drastis dan dramatis dalam segala aspek kehidupan bangsa, tidak hanya kesehatan.
Agar NKRI ini tidak "ambyar" oleh pandemi Covid-19, maka seluruh komponen bangsa wajib memahami, menghadirkan, menginternalisasi dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam semua aspek kehidupan termasuk dalam memasuki peradaban baru, yang disebut era new normal (kenormalan baru). Di kehidupan normal baru, kebiasaan dan nilai baru bakal menggantikan kebiasaan lama setelah perubahan dramatis itu terjadi.
Maka dari itu, para pejabat otoritatif penentu kebijakan, akademisi, tokoh politik, dan opinion er mencoba menginterpretasi dan mengonstruksi makna new normal dalam tataran kebijakan dan implementasinya tentu dengan acuan utamanya adalah protokol kesehatan.
Pada wilayah tertentu, kita masih melihat jelas kehadirannya sehingga perlu upaya pendisiplinan secara masif agar protokol kesehatan tetap berjalan secara ketat.
Di era new normal, manusia tidak bisa lagi bersikap dan bertindak egosentris. Sejatinya persaingan keras yang saling mendominasi untuk kepentingan sepihak dan kelompok, sesungguhnya hanya akan melahirkan peperangan yang tidak bisa dimenangkan oleh siapa pun.
Oleh karena itu, perlu kehadiran strategi kebangsaan yang didasari nilai Pancasila dalam wujud nilai gotong-royong segenap komponen bangsa untuk bersama-sama menghadapi setiap masalah bangsa.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: PENYAMPAIAN PENDAPAT/TANGGAPAN INDIVIDU

oleh Fivo Arnande -
Nama : M. Fivo Arnande
Npm : 2011010088

Pada masa pandemi seperti ini masyarakat harus mengikuti protocol Kesehatan yang sudah diberikan oleh pemerintah. Dalam konteks perang melawan Covid-19, seluruh bangsa harus memiliki cara berpikir yang sama bahwa pandemi harus diatasi bersama-sama bukan semata-mata tugas pemerintah.

Nilai Pancasila harus menjadi kekuatan modal sosial yang mampu menjadi pengikat, perekat, penyambung dan pengait seluruh komponen kekuatan bangsa untuk bergotong-royong dan bersinergi untuk mengatasi masalah besar bangsa secara efisien dan efektif.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: PENYAMPAIAN PENDAPAT/TANGGAPAN INDIVIDU

oleh Rizki Maulana -
Nama: Rizki Maulana
NPM: 2011010102

Sejauh ini, bangsa Indonesia dinilai mampu melewati berbagai guncangan keras arus perubahan terutama karena bertumpu kuat pada Pancasila. Seperti halnya sekarang ini, manakala bangsa ini sedang mengalami masa sulit, kekuatan Pancasila dapat menjadi sandaran filosofis dan benteng pertahanan terakhir untuk lepas dari semua masalah ini. Untuk itu kita perlu menjadi individu yang bijaksana dan mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila terhadap masyarakat.

Dalam konteks pandemi covid-19 saat ini, minimalnya kita mengikuti anjuran pemerintah untuk tidak berkumpul serta melakukan tindakan yang bisa merugikan orang lain dan tidak memberikan stigma negatif pada jenazah yang terpapar covid-19, bahkan aktif dalam mengedukasi masyarakat umum, melalui media yang memadai, tidak saling menyalahkan, agar pandemi covid-19 ini bisa teratasi.