Riska Nanda Yolanudin (2012120045)

Riska Nanda Yolanudin (2012120045)

oleh Riska Nanda Yolanudin -
Jumlah balasan: 0

1. Szekely (2005) menyatakan bahwa sustainability adalah bagaimana membangun masyarakat di mana ekonomi, sosial dan tujuan ekologi harus seimbang. 

Sumber: Buku Akt Keberlanjutan Eko Ganis S. & Wuryan A. Bab 5 hal 45

2. Sustainability Accounting atau Akuntansi keberlanjutan adalah alat yang digunakan oleh organisasi untuk menjadi lebih berkelanjutan. Pengukuran yang paling banyak digunakan adalah Corporate Sustainability Reporting (CSR) dan triple bottom line accounting. Ini mengakui peran informasi keuangan dan menunjukkan bagaimana akuntansi tradisional diperluas dengan meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dengan melaporkan Triple-P's.

Sumber: Wikipedia

3. Sustainability accounting dianggap penting karena dapat membantu organisasi untuk mengukur, memantau, dan melaporkan dampak sosial, lingkungan, dan ekonomi mereka. Hal ini memungkinkan organisasi untuk memperbaiki kinerja mereka dalam hal keberlanjutan dengan lebih efektif.

Sumber: Schaltegger, S., & Burritt, R. (2017). Contemporary Environmental Accounting: Issues, Concepts and Practice. Routledge.

4. Sejarah Sustainability accounting pertama kali diperkenalkan pada tahun 1994 oleh seorang akademisi bernama Rob Gray. Dia memperkenalkan konsep akuntansi berkelanjutan dalam makalahnya yang berjudul "Towards a Theory of Social Accounting: The Case of the Community Enterprise". Sejak saat itu, konsep akuntansi berkelanjutan telah menjadi semakin penting dalam praktik akuntansi modern. Konsep akuntansi berkelanjutan terus berkembang dalam beberapa dekade terakhir. Pada tahun 2001, International Accounting Standards Board (IASB) dan Financial Accounting Standards Board (FASB) memperkenalkan kerangka kerja akuntansi berkelanjutan mereka. Pada tahun 2013, Sustainability Accounting Standards Board (SASB) didirikan untuk mengembangkan standar akuntansi berkelanjutan.

Sumber: Wikipedia


5. “Silent Spring” menyajikan kondisi lingkungan yang terganggu oleh pestisida sintetis, terutama DDT. Setelah pestisida ini masuk biosfer, Carson berpendapat bahwa DDT tidak hanya membunuh hama tetapi juga memutus ekosistem  hama atas rantai makanan yang mengancam burung dan populasi ikan yang akhirnya bisa menyebabkan sakit pada anak-anak. Belum ada karya tunggal punya dampak seperti “Silent Spring.” Tidak berarti bahwa kita kekurangan pemeduli lingkungan sejati dan antusias dengan kapasitas mampu menjangkau khalayak luas tentang isu-isu seperti perubahan iklim.

Sumber: Ipehijau