1. Kerangka sustainability merupakan prinsip, inisiatif ataupun panduan yang berguna bagi perusahaan untuk menilai pengungkapan yang telah dilakukan oleh perusahaan berkaitan dengan upaya keberlanjutan yang telah dilakukan oleh perusahaan.
2. Global Reporting Initiative (GRI), Sustainability Accounting Standards Board (SASB), ISO 14001, OECD, ISO 26000.
3. DPSIR adalah singkatan dari Driving forces (faktor pendorong), Pressures (tekanan), State (kondisi), Impact (dampak), dan Response (respon), yang merupakan kerangka kerja yang digunakan untuk memahami dan mengelola isu lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.
ΓÇó Driving forces : faktor yang mendorong perubahan pada sistem, seperti pertumbuhan penduduk
ΓÇó Pressures : konsekuensi atau dampak yang dihasilkan oleh pendorong, seperti polusi
ΓÇó State : hasil pengukuran dari dampak pada lingkungan, seperti kualitas udara dan air
ΓÇó Impact : dampak yang dirasakan pada manusia dan lingkungan, seperti kesehatan masyarakat
ΓÇó Response : upaya untuk mengurangi dampak negatif dan meningkatkan dampak positif, seperti kebijakan pengurangan emisi gas rumah kaca
4. Prinsip panduan SIGMA terdiri dari dua elemen inti :
ΓÇó Pengelolaan holistik dari lima jenis modal yang berbeda yang mencerminkan keseluruhan dampak organisasi dan kekayaan (dalam arti yang luas).
ΓÇó Pelaksanaan akuntabilitas, dengan bersikap transparan dan responsif terhadap pemangku kepentingan dan mematuhi aturan dan standar yang relevan.
Lima jenis modal berdasarkan pengelompokan SIGMA adalah :
1. Natural Capital (Modal Alam) ΓÇô lingkungan
2. Social Capital (Modal Sosial) ΓÇô struktur dan hubungan sosial
3. Human Capital (Modal Manusia) ΓÇô manusia
4. Manufactured Capital (Modal Manufaktur)ΓÇô aset tetap
5. Financial Capital (Modal Keuangan)ΓÇô keuntungan, penjualan, saham, kas, dan lain-lain