Dina Ramadanti 1912120092

Dina Ramadanti 1912120092

oleh Dina Ramadanti -
Jumlah balasan: 0

1. Kerangka sustainability merupakan prinsip, inisiatif ataupun panduan (guidelines) yang berguna bagi perusahaan untuk menilai pengungkapan yang telah dilakukan oleh perusahaan berkaitan dengan upaya keberlanjutan yang telah dilakukan oleh perusahaan. Berbagai kerangka sustainability telah diajukan oleh banyak pihak yang mendukung konsep keberlanjutan/sustainability baik untuk perusahaan maupun untuk kota. Berbagai kerangka ini memberikan panduan mulai dari bagaimana memulai suatu proses berkelanjutan, bagaimana mengidentifikasi tahap-tahap keberlanjutan sampai dengan bagaimana cara pengukuran serta pelaporan dari apa yang disebut sebagai keberlanjutan.

2. -Kerangka Global Reporting Initiative (GRI)

-Kerangka Sustainability Accounting Standards Board (SASB)

-Kerangka United Nations Global Compact (UNGC)

-Kerangka ISO 14001

-Kerangka CDP (Carbon Disclosure Project

3. DPSIR (driver, pressure, state, impact dan respons) adalah kerangka kerja sebab-akibat untuk menggambarkan interaksi antara masyarakat dan lingkungan: dampak manusia terhadap lingkungan dan sebaliknya karena adanya saling ketergantungan antar komponen. Kerangka ini diadopsi oleh European Environment Agency berdasarkan perluasan dari PSR model yang dikembangkan oleh OECD.

4. Sigma (Sustainability - Integrated Guidelines for Management) project : digunakan perusahaan bersifat internasional. Biasanya mengukur bagaimana organisasi standarnya yang dilihat ISO (International Standar Operation) yang dinilai kelola untuk akademik. ISO akan mengeluarkan SOP setelah diaudit (pengurangan/penambahan SOP

Prinsip Panduan SIGMA terdiri dari dua elemen inti:

1. Pengelolaan holistik dari lima jenis modal yang berbeda yang mencerminkan keseluruhan dampak organisasi dan kekayaan (dalam arti yang luas)

2. Pelaksanaan akuntabilitas, dengan bersikap transparan dan responsif terhadap pemangku kepentingan dan mematuhi aturan dan standar yang relevan.