Caroline Risa Larasati_2012120073_Tugas Auditing 2 Pertemuan 7.

Caroline Risa Larasati_2012120073_Tugas Auditing 2 Pertemuan 7.

oleh Carolinerisa larasati -
Jumlah balasan: 0

Jawaban nomor 1.

1.) Pelajari dan evaluasi internal control atas liabilitas jangka panjang.

Dalam hal ini biasanya digunakan internal control questionnaires atau penjelasan narative, tidak perlu flow chart. Auditor harus melihat  apakah di perusahaan terdapat ciri ciri internal control yang baik atas liabilitas jangka panjang.

2. Dapatkan dan periksa ringkasan perubahan liabilitas jangka panjang berikut discount, premium, dan bunga selama periode yang diperiksa.

Ringkasan tersebut harus menunjukkan perubahan selama setahun (periode yang diperiksa), baik liabilitas jangka panjang maupun bunganya.

3. Kirim konfirmasi kepada bank yang antara lain menanyakan mengenai plafon kredit, saldo per tanggal laporan posisi keuangan (neraca), tingkat bunga, jangka waktu pinjaman dan jaminan kredit.

4. Minta salinan perjanjian kredit untuk permanent file, lalu perhatikan apakah data yang terdapat dalam perjanjian kredit tersebut sesuai dengan data yang tercantum dalam kertas kerja pemeriksaan liabilitas jangka panjang.

5. Lakukan penelaahan analitis (analytical review procedures) terhadap liabilitas jangka panjang dan biaya bunganya, untuk melihat kemungkinan terjadinya kesalahan dalam pencatatan biaya bunga.

Jawaban nomor 2.

2.) Data yang dibutuhkan oleh pihak auditir adalah sebagai berikut :

1. Bukti transaksi 

2. Buku besar

3. Laporan keuangan tahun berjalan

4. Laporan auditor independen tahun lalu dan

5. Surat konfirmasi utang.

Jawaban nomor 3.

3.) Subsequent collection dan payment adalah :

Subsequent collection adalah penagihan setelah tanggal laporan posisi keuangan sampai mendekati tanggal selesainya pekerjaan lapangan/ audit field work) yang harus dilaksanakan dalam pemeriksaan piutang dan barang dalam perjalanan.

2.Subsequent payment adalah (pembayaran setelah tanggal laporan posisi keuangan sampai mendekati tanggal pembayaran tersebut.


4.) Jawaban nomor 4.

1. Periksa pengeluaran dan laporan penerimaan kas sesudah tanggal neraca, sampai setelah selesainya audit field work.

2. Periksa bukti pengeluaran dan penerimaan barang sesudah tanggal neraca, sampai mendekati tanggal selesainya audit field work.

3. Periksa cut-off pembelian dan penjualan transaksi di perusahaan.

4. Review laporan keuangan interim untuk periode sesudah tanggal neraca.

5. Minta copy rapat direksi, dewan komisaris, pemegang saham, dan periksa apakah ada commitment dari perusahaan yang baru dipenuhi pada periode sesudah tanggal neraca.


5.) Jawaban nomor 5.

1. Pelajari dan evaluasi internal control atas permodalan dan transaksi jual beli saham, pembagian dan pembayaran dividen atas sertifikat saham.

2. Minta salinan (copy) dari akta pendirian, SK Pengesahan Menteri Hukum dan HAM, untuk disimpan dalam permanent file.

3. Cocokan data yang ada dalan akta pendirian tersebut dengan modal yang tercantum di laporan posisi keuangan (neraca) dan penjelasan dalam catatan atas laporan keuangan.

4. Untuk perusahaan yang baru didirikan dan perusahaan yang mempunyai tambahan setoran midal dalam periode yang diperiksa, periksalah bukti setoran dan bukti pembukuan lainnya serta otorisasi dari pejabat perusahaan yang berwenang dan instansi pemerintah.

5. Jelaskan dalam kertas kerja pemeriksaan: 

ΓÇóbeberapa modal dasar, modal ditempatkan, modal disetor serta premium dan discount dari penjualan saham;

ΓÇójenis saham yang dimiliki perusahaan, berapa jumlah common stock dan preferred stock, dalam jumlah lembar maupun nilai nominalnya;

ΓÇórincoan pemegang saham

6. Jawaban nomor 6.

1. Periksa dokumen pendukung dari setiap perubahan dalam perkiraan retained earnings/deficit, untuk mengetahui apakah perubahan tersebut sudah diotorisasi oleh pejabat perusahaan yang berwenang dan apakah adjustment ke retained earnings/deficit memang reasonable dan jumlahnya cukup material.

7. Periksa apakah penyajian permodalan di laporan posisi keuangan (neraca) dan catatan atas laporan keuangan sudah sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan ETAP/PSAK/IFRS.

8. Buat kesimpulan kewajaran mengenai ekuitas.

6.)

1. Menyelesaikan pekerjaan lapangan 2. Mengevaluasi temuan. 

3. Berkomunikasi dengan perusahaan/klien menyelesaikan pekerjaan lapangan dalam penyelesaian pekerjaan lapangan, auditor harus melaksanakan suatu prosedur audit yang lebih spesifik.